BEST PRACTICE GURU

DALAM TUGAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH



ALAT PELAJARAN XP-PEN XPW-6370,
PENJAGA KONSENTRASI BELAJAR
SISWA


Oleh
RONALD HERVIN HALOHO
NIP. 198208052009031008
GURU BAHASA INGGRIS SMK N.1 PANTAI CERMIN


DIREKTORAT PEMBINAAN DAN TENAGA
KEPENDIDIKAN PENDIDIKAN MENENGAH
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN BUDAYA
TAHUN 2013
i

LEMBAR PENGESAHAN

Naskah Laporan Pengalaman terbaik (Best Practice) Guru ini
Judul : Alat Pelajaran XP-PEN XPW-6370, Penjaga Konsentrasi Belajar
Siswa
Penulis : Ronald Hervin Haloho
Jabatan : Guru mata Pelajaran Bahasa Inggris SMK N.1 Pantai Cermin
Kabupaten Serdang Bedagai. Provinsi Sumatera Utara
benar-benar merupakan karya asli saya dan tidak merupakan plagiasi. Apabila di
kemudian hari terbukti bahwa karya ini merupakan plagiasi, maka saya bersedia
menerima sanksi atas perbuatan tersebut.



Menyetujui dan mengesahkan:
Serdang Bedagai, 20 September 2013,
Kepala Sekolah Penulis,




Drs. Yeddi E Sipayung, M. Pd Ronald Hervin Haloho, S.Pd
NIP.196709011997021002 NIP. 198208052009031008












ii

KATA PENGANTAR
Puji syukur atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, karena karya tulis yang
berjudul ‗Alat pelajaran XP-PEN XPW-6370, Penjaga Konsentrasi Belajar Siswa’
yang berisi tentang salah satu teknik terbaik penulis selama mengajar bahasa
Inggris ini dapat terselesaikan.
Sesungguhnya penulis mengembangkan karya tulis ini berdasarkan
pengalaman penulis menggunakan alat pelajaran sebagai teknik mengajar Inggris.
Alat pelajaran yang dimaksud dipakai penulis dalam mengajar bertujuan agar
siswa tetap konsentrasi dalam mendengar bahan ajar yang disampaikan. Hasil
dari penggunaan alat pelajaran tersebut cukup menggembirakan. Melalui lomba
‗Penulisan Best Practice Guru Dalam Tugas Pembelajaran Di Sekolah yang
diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah 2013, penulis
ingin berbagi teknik yang dimiliki.
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Oleh
sebab itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan oleh penulis untuk
menambah ilmu dan pengetahuan.
Akhir kata, semoga karya tulis yang berisikan pengalaman mengajar ini
bermafaat bagi para pembaca, khususnya teman sejawat guru bahasa Inggris.
Penulis juga menghaturkan terima kasih atas waktu yang telah diberikan.




Pantai Cermin, September 2013


Penulis




iii

DAFTAR ISI
Halaman Pengesahan .............................................................................. i
Kata Pengantar ......................................................................................... ii
Daftar Isi ...................................................................................................... iii
Abstrak ..................................................................................................... v
Bab I Pendahuluan .................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Penulisan ........................................................... 1
1.2 Permasalahan Yang Terkandung ............................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan ...................................................................... 3
1.4 Manfaat Penulisan ...................................................................... 3
1.5 Populasi dan Sampel ................................................................. 3
1.6 Metode Analisa Data ................................................................. 3
Bab II Pembahasan Dan Pemecahan Masalah ....................................... 4
2. 1 Pembahasan .............................................................................. 4
2.1.1 Konsentrasi Belajar ............................................................ 4
2.1.1.1 Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Konsentrasi ... 5
2.1.1.2 Kiat Untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar
Siswa ..................................................................... 6
2.1.2 Alat Pelajaran .................................................................... 7
2.1.3 XP-PEN XPW-6370 ........................................................... 8
2.1.3.1 Kelengkapan .................................................... 9
2.1.3.2 Spesifikasi ....................................................... 10
2.2 Pemecahan Masalah ................................................................... 11
Bab III Hasil Yang Dicapai ...................................................................... 13
3.1 Analisis Hasil ............................................................................... 13
Bab IV Kesimpulan dan Saran ................................................................. 18
3.1 Kesimpulan ................................................................................. 18
3.2 Saran ......................................................................................... 18
Daftar Pustaka ........................................................................................ 19




iv

Lampiran
Dokumentasi Guru Di Kelas Menggunakan XP-PEN XPW-6370 .... 20
Format Kuisioner ............................................................................ 22
Nilai Raport Semester Ganjil Tahun Ajaran 2012/ 2013 ................. 24
XII Perhotelan 1 ................................................................... 24
XII Perhotelan 2 .................................................................. 25
XII Adm 1 ............................................................................ 26
XII Adm 1 ............................................................................ 27



















v

ABSTRAK
Haloho Ronald Hervin, Alat Pelajaran XP-PEN XPW-6370, Penjaga
Konsentrasi Belajar Siswa.
Karya tulis ini menjabarkan pengaruh penggunaan alat pelajaran dalam menjaga
konsentrasi siswa dalam kelas bahasa Inggris. XP-PEN XPW-6370 adalah alat
pelajaran yang dipakai secara wireless (tanpa kabel) oleh penulis ketika mengajar.
Keuntungan dari sisten wireless yang ada pada alat pelajaran membuat guru
dapat mengajar tidak hanya di dekat papan tulis namun berada di samping dan di
belakang siswa. Dalam karya tulis ini, penulis memfokuskan pada pengaruh
penggunaan alat pelajaran XP-PEN XPW-6370 pada konsentrasi siswa dalam
belajar di kelas. Adapun penggunaan alat pelajaran ini diberikan di 4 kelas untuk
tingkat XII yaitu XII perhotelan 1, XII perhotelan 2, XII adm 1,dan XII adm 2. Untuk
mendapatkan hasil maksimal maka dibutuhkan langkah-langkah tepat untuk
mendapatkan hasil yakni mengaktifkan perangkat yang dipakai di dalam kelas,
memasangan alat pelajaran, mengaktifkan XP-PEN XPW-6370, menyambungkan
laptop dan XP-PEN XPW-6370, menjelaskan materi yang dibahas, dan
menggunakan XP-PEN XPW-6370. Hasil yang didapat adalah terdapat
peningkatan jumlah siswa yang semakin konsentrasi pada pelajaran sebesar 29%
atau 42 siswa. Data menjelaskan bahwa 92% atau 132 siswa sudah semakin
konsentrasi belajar ketika guru menggunakan alat pelajaran XP-PEN 6370 dan
hanya 10 orang atau 8% dari total 142 sampel yang tidak/belum konsentrasi jika
guru menjelaskan materi. Dengan demikian bisa dikatakan penggunaan alat
pelajaran XP-PEN XPW-6370 pada materi di kelas bahasa Inggris sangat
membantu siswa untuk lebih meningkatkan nilai hasil belajar siswa melalui
peningkatan konsentrasi siswa pada jam pembelajaran.

Kata kunci: konsentrasi, alat pelajaran, wireless.













1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penulisan
Bahasa Inggris bukan merupakan bahasa ibu di Indonesia. Bahasa Inggris
merupakan bahasa yang digunakan secara global, baik di bidang ekonomi,
budaya dan terutama pendidikan. Dalam bidang pendidikan, hampir semua tingkat
pendidikan di Indonesia mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi memasukkan
Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran/ kulian wajib yang harus dilalui. Bahkan
pada tingkat SMP-SMA/SMK, bahasa Inggris menjadi mata pelajaran yang
menjadi salah satu tolak ukur kelulusan anak dengan mengikutsertakan bahasa
Inggris dalam Ujian Nasional.
Semua guru pasti menginginkan siswa selalu berhasil meraih prestasi
terbaik. Namun mungkin keinginan yang mulia tersebut lebih sering tak tercapai
karena berbagai alasan. Misalnya mungkin sering menemukan siswa tidak
bersemangat, kurang termotivasi, kurang percaya diri, kurang disiplin, kurang
bertanggung jawab, kurang aktif mengajukan pertanyaan baik pertanyaan
klarifikasi maupun pertanyaan kritis, dan sebagainya. Pasti sebagai guru sudah
melakukan upaya untuk mengatasinya, tetapi mungkin hasilnya masih jauh dari
yang dinginkan.
Pada dasarnya, pengajaran di kelas bahasa Inggris membutuhkan
konsentrasi lebih dari siswa. Hal ini dapat terjadi karena kerumitan dalam tata
bahasa, pengucapan, dan penerapan yang tidak semudah bahasa Indonesia.
Permasalahan yang sering terjadi justru timbul dari perilaku siswa didik, sebagai
contoh, ketika guru menjelaskan materi di depan, siswa justru tidak fokus pada
pelajaran. Mereka kadang- kadang bicara dengan teman sebangku, mengutak-atik
ponsel dan bahkan ber-sms dengan teman yang ada diluar kelas.
Penggunaan sarana pengajaran seperti OHP atau infokus ternyata belum
cukup untuk membuat siswa konsentrasi di kelas. Hal ini dapat terjadi karena
masih ada guru yang menggunakan OHP atau infokus namun sang guru duduk di
bangku guru. Penyebab lain adalah sebagian guru sudah lebih maju dengan
memakai pointer, namun tetap saja tidak merangsang daya pikir anak sebab
materi yang disajikan sudah permanen dan tidak bisa diubah.
2

Melihat fenomena pada tahun sebelumnya, maka penulis memikirkan
sebuah alat bantu sebagai alat pelajaran untuk membuat kelas lebih fokus dan
atraktif bagi siswa. Hal tersebut menjadi perhatian penulis sebagai dasar dari
karya tulis ini. Dalam karya tulis ini, penulis menggunakan sebuah alat pelajaran
yang disebut dengan XP-PEN XPW-6370. Alat pelajaran yang dimaksud berfungsi
untuk membuat siswa lebih konsentrasi pada jam pelajaran. Hal ini dimungkinkan
sebab alat pelajaran XP-PEN XPW-6370 adalah alat pelajaran yang bisa
dioperasikan secara wireless (tanpa kabel) ditambah mampu menambahkan
tulisan ke dalam slide atau materi yang sedang ditampilkan di layar dengan
menggunakan infokus. Dengan demikian penulis tidak hanya mengajar di dekat
siswa namun bisa sekaligus berjalan mengelilingi kelas bahkan dapat membuat
penulis mengajar di bagian paling belakang dari tempat duduk siswa tanpa
terkendala kabel. Kegiatan guru mengajar yang bisa memantau seluruh kegiatan
siswa di tiap sudut ruangan secara otomatis akan membuat siswa lebih
konsentrasi pada pelajaran dan dapat meminimalisir gangguan siswa yang
didapat dari temannya di dekatnya.
Salah satu alasan mengapa alat pelajaran ini dikembangkan penulis ke
dalam sebuah karya tulis adalah karena alat pelajaran XP-PEN XPW-6370 adalah
alat pelajaran yang lebih modern dari alat pelajaran yang lain. Meskipun terlihat
sederhana, penggunaan alat pelajaran XP-PEN XPW-6370, sangat membantu
perhatian dan konsentrasi siswa. Penggunaan alat pelajaran ini ditujukan untuk
mendapatkan hasil yang memuaskan dalam proses pembelajaran sebagai salah
satu pengalaman terbaik penulis.
Selain untuk berbagi pengalaman mengajar terbaik dengan menggunakan
alat pelajaran XP-PEN XPW-6370, pada kesempatan ini, penulis ingin
membagikan pengalaman keberhasilannya untuk mengikuti ―Lomba Best Practice
Guru Dalam Pembelajaran‖ yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidik
dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah.
1.2 Permasalahan Yang Terkandung
Dari latar belakang masalah pada pendahuluan diatas, rumusan masalah
yang perlu dicarikan pemecahannya adalah
 Bagaimana pengaruh penggunaan alat pelajaran XP-PEN XPW-6370
menjaga dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa di kelas?
3

1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari karya tulis ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan
alat pelajaran XP-PEN XPW-6370 dalam menjaga dan meningkatkan konsentrasi
belajar siswa di kelas.
1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan ini diharapkan pembaca khususnya guru bahasa
Inggris bisa menggunakan alat pelajaran pada kelas bahasa Inggris terlebih jika
guru tersebut berada di situasi yang sama seperti penulis.
1.5 Populasi dan Sampel
Adapun penulis menjadikan siswa SMK N.1 Pantai Cermin sebagai
populasi. Namun sebagai sampel, penulis mengambil data dari 4 kelas yaitu XII
Perhotelan 1, XII Perhotelan 2, XII Adm 1, dan XII Adm 2. Pengambilan sampel
dilatarbelakangi oleh kelas dimana penulis sebagai guru bahasa Inggris.
1.6 Ruang Lingkup Penulisan
Pengamatan yang dilakukan penulis dibatasi pada kelas dimana penulis
menjelaskan materi seperti grammar dan penugasan pribadi. Pembelajaran yang
membutuhkan metode belajar seperti kerja kelompok, role-play, dan observasi
tidak dikategorikan pada pengamatan.
1.7 Metode Analisa Data
Untuk mendapatkan kemajuan siswa maka penulis melakukan pengamatan
perbandingan dengan kuisioner. Dalam menganalisa hasil kuisoner, penulis
membutuhkan panduan analisa data. Analisa data diimplementasikan adalah
melalui metode analisis komparasi. Analisis komparasi adalah teknik analisis
statistik yang bertujuan untuk membandingkan antara kondisi dua buah kelompok
atau lebih. Teknik analisis yang digunakan juga cukup banyak, penggunaan teknik
analisis tersebut tergantung pada jenis skala data dan banyak sedikitnya
kelompok (Arikunto, 1993). Analisa komparasi dipakai sebab dalam kuisioner yang
dibagikan ada dua bagian yang mempunyai pertanyaan yang sama namun
mempunyai dua sisi jawaban yang berbeda dimana satu sisi mengenai pendapat
siswa sebelum penggunaan alat pelajaran XP-PEN XPW-6370 digunakan dan di
sisi lain pendapat siswa setelah alat pelajaran XP-PEN XPW-6370 digunakan.

4


BAB II
PEMBAHASAN DAN PEMECAHAN MASALAH
2.1 Pembahasan
Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka
ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh
terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat
mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping
memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna
persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi
hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat
berlangsung secara efektif. Untuk maksud tersebut perlu diadakan pemilihan
media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan
kejelasan objek yang diamatinya. Bahan pembelajaran yang kana diajarkan
disesuaikan dengan pengalaman siswa.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara
penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam
menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang
signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan
karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Siswa yang memilih tipe belajar visual
akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media
visual, seperti gambar, diagram, video, atua film. Sementara siswa yang memilih
tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio,
rekaman suara, atau ceramah guru.
Pada bab ini penulis memberikan kajian teori yang berhubungan dengan
judul karya tulis. Teori yang tercakup di dalamnya meliputi penjelasan lengkap
tentang konsentrasi, alat pelajaran dan juga penjelasan alat pelajaran itu sendiri
yaitu XP-PEN XPW-6370.
2.1.1 Konsentrasi Belajar
Slameto (2003) berpendapat bahwa dalam belajar, berkonsentrasi berarti
pemusatan pikiran terhadap suatu mata pelajaran dengan mengesampingkan
semua hal lainnya yang tidak berhubungan dengan pelajaran. Djamarah (2008)
5

mengungkapkan bahwa konsentrasi adalah pemusatan fungsi jiwa terhadap suatu
objek. Misalnya konsentrasi pikiran, perhatian dan sebagainya. Dalam belajar
diperlukan kosentrasi dalam perwujudan perhatian terpusat pada suatu pelajaran.
Maka konsentrasi merupakan salah satu aspek pendukung siswa untuk mencapai
prestasi yang baik. Apabila konsentrasi berkurang maka dalam mengikuti
pelajaran di kelas maupun belajar secara pribadi pun dapat terganggu.
Berdasarkan definisi – definisi di atas maka penulis menyimpulkan bahwa
konsentrasi belajar adalah pemusatan pikiran, perhatian serta kesadaran terhadap
suatu pelajaran dan mengesampingkan hal – hal yang tidak ada hubungannya
dengan proses belajar. Dan untuk menjaga konsentrasi siswa di dalam kelas,
maka dibutuhkan metode atau teknik mengajar yang inovatif yakni menggunakan
alat pelajaran.
2.1.1.1 Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Konsentrasi
Keberhasilan dalam pemusatan pikiran sebagaian besar tergantung pada
individu itu sendiri. Di tempat yang paling tepat sekalipun untuk belajar, orang
masih mungkin mengalami kesulitan berkonsentrasi karena pikirannya melayang-
layang ke hal-hal lain di luar bahan yang dihadapinya. Beberapa gangguan yang
dapat menyebabkan siswa kehilangan konsentrasi belajar (Nugroho, 2007), antara
lain:
a. Tidak memiliki motivasi diri. Motivasi kuat yang timbul dalam diri seorang siswa
dapat mendorongnya belajar sangat diperlukan. Ada siswa yang akan dapat
berprestasi bila diberikan sebuah rangsangan, misal ia dijanjikan sebuah
hadiah yang OK dari orangtuanya apabila memperoleh nlai bagus pada tahun
ini. Akan tetapi orang tua juga harus berhati-hati dalam memberikan
rangsangan berupa hadiah. Jangan sampai ia malah selalu mengharapkan
hadiah, baru ia mau belajar. Untuk tahap awal pada siswa usia dini,
penggunaan hadiah masih dapat dibenarkan. Secara perlahan kurangi
pemberian hadiah dengan lebih mengutamakan motivasi diri dalam siswa.
b. Suasana lingkungan belajar yang tidak kondusif. Suasana yang ramai dan
bising tentu saja sangat menggangu siswa yanng ingin belajar dalam suasana
tenang. Demikian pula bila dalam satu rumah terdapat lebih dari satu tipe cara
belajar siswa. Di satu sisi ada salah satu siswa yang baru bisa belajar apabila
6

sambil mendengarkan musik dengan keras, sedangkan siswa yang lainnya
menhendaki suasana yang hening.
c. Kondisi kesehatan siswa. Bila siswa terlihat ogah-ogahan pada materi pelajaran
yang sedang didalaminya, hendaknya jangan tergesa-gesa untuk menghakimi
bahwa ia malas belajar. Mungkin saja kondisi kesehatannya saat itu sedang
ada masalah. Cari tahulah akan hal ini.
d. Siswa merasa jenuh. Beban pelajaran yang harus dikuasai oleh seorang siswa
sangatlah banyak. Belum lagi agar memiliki ketrampilan tambahan, tak jarang
mereka harus mengikuti kegiatan dibeberapa lembaga pendidikan formal
(kursus). Karena sedemikian padatnya aktifitas yang harus dilakukan oleh
seorang siswa, maka seringkali mereka dihinggapi kejenuhan. Bila hal ini
terjadi, bukan merupakan suatu tindakan yang bijaksana apabila orang tua
tetap memaksakan anaknya untuk balajar. Berilah mereka waktu istitahat
sejenak (refresing), sekedar untuk mengendorkan urat syaraf yang sudah
sangat tegang tersebut.
2.1.1.2 Kiat Untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan konsentrasi
belajar siswa (Nugroho, 2007), antara lain :
a. Kenali karakter siswa. Gaya belajar siswa berbeda-beda, tidak setiap individu
mempunyai gaya belajar yang sama. Kembar identik pun mempunyai
perbedaan sifat atau karakter. Gaya belajar siswa bermacam-macam, ada yang
baru bisa belajar dalam keadaan yang benar-benar sunyi sepi tetapi ada juga
siswa yang belajar sambil mendengarkan musik dan mengemil (makan
makanan ringan).
b. Pergunakan konsep reward dan punisment dalam belajar. Terkadang orangtua
perlu memberikan suatu penghargaan bagi anaknya yang berprestasi. Hal ini
sudah terbukti ampuh meningkatkan konsentrasi siswa dalam belajar untuk
mencapai suatu prestasi. Karena dengan reward siswa akan berusaha
seoptimal mungkin untuk belajar sungguh- sungguh agar memperoleh prestasi
yang baik dan pada akhirnya mendapatkan hadiah yang dijanjikan oleh
orangtuanya. Bila ada penghargaan tentu saja harus ada diimbangi dengan
adanya suatu hukuman (punishment).Apabila prestasi tahun ini lebih jelek dari
7

pada tahun lalu, orang tua bisa memberikan hukuman. Tentu saja bentuk
hukuman yang akan diberikan sudah disepakati terlebih dahulu dengan siswa.
c. Mengubah kebiasaan belajar siswa. Belajar tidak selamanya harus di dalam
kamar. Tidak ada salahnya apabila sekali-sekali siswa diajakin belajar di luar
rumah. Bahkan bila perlu belajar di mall atau pun tempat yang menyenangkan
lainnya. Yang penting siswa dapat melakukan belajar dengan baik. Hal ini juga
dapat mengurangi ketegangan serta kejenuhan siswa dalam belajar.
d. Persiapan sarana dan prasarana yang mendukung. Kelengkapan saran dan
prasarana pendukung belajar dapat pula meningkatkan konsentrasi belajar.
Poin yang menjadi perhatian penulis adalah poin d. Dengan menggunakan
sarana dan prasarana yang tepat maka guru dapat mengatur jalannya
pembelajaran yang efektif dan membuat siswa merasa nyaman dan secara
langsung akan menjaga konsentrasi mereka berada di level yang tinggi.
2.1.2 Alat Pelajaran
Adapun pengertian alat pelajaran adalah alat yang digunakan
secaralangsung dalam proses belajar mengajar, misalnya : buku, alat pelajaran,
alattulis, dan alat praktek (Suryosubroto, 2004: 114).
Alat pelajaran adalah media pendidikan yang berperan sebagai
perangsang belajar dan dapat menumbuhkan motivasi belajar sehingga siswa
tidak menjadi bosan dalam meraih tujuan-tujuan belajar (Nawawi).
Prinsip pemilihan alat pengajaran menurut Moh. Uzer Usman ialah:
 Alat-alat yang dipilih harus sesuai dengan kematangan dan pengalaman
anak/siswa
 Alat yang dipilih harus tepat, memadai, dan mudah digunakan
 Harus direncanakan dengan teliti dan diperiksa lebih dahulu
 Penggunaan alat peraga disertai kelanjutannya dengan diskusi, analisis, dan
evaluasi
 Sesuai dengan batas kemampuan biaya.
Jadi bisa dikatakan bahwasannya alat pelajaran adalah alat-alat yang
digunakan untuk rekam-merekam bahan pelajaran atau alat pelaksanaan
kegiatan belajar. Yang disebut dengan kegiatan ―merekam‖ itu bisa berupa
menulis, mencatat, melukis, menempel dan sebagainya. Alat pelajaran yang
8

bukan alat rekam-merekam pelajaran, melainkan alat kegiatan belajar, misalnya
alat-alat pelajaran seni rupa.
2.1.3 XP-PEN XPW-6370
Alat pelajaran yang digunakan penulis ketika mengajar adalah XP-PEN
XPW-6370.
P-Active's XPW-6370 advanced 2.4GHz Wireless 1024 Level
Write/Draw Tablet give even more dynamic, reliability of a cord
plus cordless convenience and freedom . You'll get your cursor
right where you want it to be with smooth, precise on wireless
pen tracking. The XP-PEN Wireless Unifying receiver. It's so tiny,
stays in your notebook/desktop, so there's no need to unplug it
when you move around. you won't need to worry about the
receiver breaking off or getting lost. It's easy to add over 50pcs of
wireless Write/Draw tablet (XPW-6370) to the same receiver.
Build your ideal combo-using just one USB port. Wherever you
want — You use it on the couch, in the office or school, at the
coffee shop — XP-PEN Wireless Unifying receiver makes your
laptop or desktop as comfortable as it is convenient with portable
XPW6370 Wireless Write/Draw Tablet. Let you'll enjoy fast data
transmission with virtually no delays or dropouts.
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, maka artinya seperti
berikut
―XP-PEN XPW-6370 tablet tanpa kabel mutahir dengan titik
tekan 1024 pada level menulis/ menggambar yang lebih dinamis
dan handal dalam memberikan kebebasan dan kenyamanan
tanpa batasan. Anda bebas meletakkan kursor di tempat yang
anda inginkan dengan lembut menggunakan pena tanpa kabel.
XP-PEN Wireless menggunakan receiver (alat penerima) yang
sangat kecil yang dicolokkan ke laptop atau dekstop anda, jadi
tidak perlu dicabut ketika anda ingin berjalan. Anda tidak perlu
khawatir akan rusak maupun hilang. Sangat mudah
menggunakan lebih dari 50 XPW6370 Wireless dengan
menggunakan receiver yang sama. Masukkan pada tempat yang
9

sesuai dengan menggunakan lubang USB. Di manapun anda
inginkan seperti kantor dan sekolah. Anda bisa menikmati
pengiriman data yang cepat tanpa datang hilang maupun
lambat‖.
Dilihat dari keterangan diatas, maka XP-PEN XPW-6370 adalah sebuah
alat modern yang memudahkan penggunaan ketka mempresentasikan sesuatu
dari jarak jauh berhubung alat ini dipakai dengan sistem wireless. Penggunaan
alat ini ke dalam kelas tentu saja akan membantu guru menjelaskan materi tidak
hanya dekat dengan papan tulis namun berdekatan dan dapat berinteraksi dengan
sitiap siswa diruangan
2.1.3.1 Kelengkapan
Selain tanpa kabel, XP-PEN XPW-6370 memiliki kelengkapan sebagai
berikut;

Hot Key
Kunci multi media, membuat anda bisa
dengan cepat membuka media,
pembelajaran, dan presentasi lebih
hidup.
Mini USB
Mengirim data tulisan, pada bagian
atas terdapat lampu LED sebagai
status tampilan. Lubang mini USB
menghubungkan laptop atau desktop
ketika baterai lemah. Tidak
membutuhkan perangkat lain.


Mudah dibawa
Receiver XP-PEN Unifying receiver bisa
tetap berada di laptop, jadi tidak perlu
dicabut ketika sedang berjalan keluar.
Mudah untuk menambahkan perangkat
lain dengan receiver yang sama.
10

Tanda Daya
Lampu hijai LED menunjukkan bahwa
baterai cukup untuk pemakaian. jika
lampu merah menyala maka harus
mengganti baterai. Tekan tombol
wake, jika ingin mode istirahat sebentar
maupun lama.


2.1.3.2 Spesifikasi
Berikut adalah speseifikasi yang tersemat pada XP-PEN XPW-6370;
Connection : USB
Dimension : 182mm(D) x 143mm(W) x 8mm(H)
Resolution : 2000 LPI (min)
Pressure Sensitivity : 1024 levels
Max. Data Rate : 160 PPS
Active Area : 6 x 3.75inch (153 x 96mm)
Pen : Pen Tip : Mouse left button, with pressure information
Lower Barrel Button : Default as mouse right button
(programmable)
Upper Barrel Button : Barrel 2 (programmable)
Power Supply : Pen power : One DC 1.5V alkaline battery
Tablet Power supply voltage : use "AA" alkaline
batteryX2 * 50 hours(Approx) on operation
Tablet Power : 0.1W
Weight : 360g N.W.
Software Support : Windows XP / Vista / Win7
Others : Effective Distance : 2.4G RF
about 10Meters distance





11

2.2 Pemecahan Masalah
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan penulis pada tahun- tahun
sebelum di tempat penulis bekerja, penulis menemukan beberapa hambatan
dalam kelas. Beberapa hambatan penulis di dalam kelas yaitu;
- Hampir di setiap pertemuan guru begitu mendominasi kelas dan reaksi
siswa sangat sedikit.
- Masih banyak peserta didik yang kurang memperhatikan guru ketika sang
guru menjelaskan materi.
- Penggunaan alat komunikasi yang tidak pada waktunya, seperti ber-sms
dengan teman ketika guru sedang mengajar.
- Tingkat konsentrasi siswa yang rendah ketika belajar.
Melihat fenomena ini, penulis mencari solusi yang tepat untuk
meningkatkan konsentrasi siswa yang secara otomatis akan meningkatkan hasil
pembelajaran peserta didik. Adapun cara ampuh untuk menghadapi hambatan
tersebut adalah penggunaan alat pelajaran XP-PEN XPW-6370 di kelas yang
bertujuan supaya guru lebih memperhatikan siswa meskipun ketika sedang
mengajar.
Dalam setiap pembelajaran dengan menggunakan XP-PEN XPW-6370,
ada beberapa langkah yang dilakukan untuk mendapatkan hasil maksimal, efektif
seperti yang diharapkan guru. Berikut langkah- langkah yang dilakukan penulis;
1. Mengaktifkan perangkat yang dipakai di dalam kelas seperti laptop dan
infokus. Sebagai media, infokus dibutuhkan untuk memusatkan perhatian
siswa ke titik tertentu.
2. Memasang alat pelajaran XP-PEN XPW-6370. Alat pelajaran XP-PEN XPW-
6370 ini dipasang sebelum materi diberikan. Hal ini dilakukan penulis setelah
menyambungkan laptop ke sambungan infokus. Untuk menyambungkan alat
pelajaran ini ke laptop hal yang harus diperhatikan adalah membuka bagian
belakang XP-PEN XPW-6370 untuk mengambil receiver yang akan
disambungkan ke dalam usb port di laptop.
3. Mengaktifkan XP-PEN XPW-6370. Setelah lapotop dan infokus maka alat
pelajaran bisa diaktifkan. Tanda aktif alat pelajaran adalah akan ada lampu
biru yang hidup menandakan bahwa XP-PEN XPW-6370 telah aktif.
12

4. Menyambungkan laptop dan XP-PEN XPW-6370 dengan menggunakan
pulpen elektronik. Pulpen elektrik yang menggunakan tenaga baterai ini
sebagai alat untuk menambahkan catatan selama pengajaran.
5. Menjelaskan materi yang dibahas ke infokus. Pada tahap ini pusat perhatian
siswa menghadap ke materi yang disajikan.
6. Menggunakan XP-PEN XPW-6370. Setelah materi dibahas maka guru dapat
menggunakan alat pelajaran ini secara bebas dengan jarak pakai 10 meter
untuk mengedit tulisan, menggambar objek, maupun memberikan coretan
pada lembar yang tampil di layar. Kelebihan XP-PEN XPW-6370 adalah
membuat guru mampu menjelaskan materi dari jarak jauh dari laptop atau
whiteboard. Bahkan mampu dipakai saat guru yang menggunakan berada di
barisan paling belakang yang berarti guru dapat memperhatikan setiap
gerakan siswa.















13

BAB III
HASIL YANG DICAPAI
3.1 Analisis Hasil
Dari penerapan langkah- langkah penggunaan alat pelajaran XP-PEN
XPW-6370, penulis melihat ada perubahan dalam tingkah laku siswa ketika
mendengar dan memperhatikan guru memberikan materi. Namun untuk
memperkuat penilaian penulis yang masih subjektif maka penulis membuat
kuisioner dan menyuruh siswa mengisi sesuai dengan apa yang dirasakannya.
Tabel 1. Hasil kuisioner dari 142 siswa
No Pertanyaan
Sebelum
penggunaan alat
pelajaran XP-PEN
XPW-6370
Sesudah
penggunaan alat
pelajaran XP-PEN
XPW-6370
1
Apakah anda konsentrasi ketika
guru menjelaskan materi?
Ya (90 siswa) Ya (132 siswa)
Tidak (52 siswa) Tidak (10 siswa)
2
Berapa lama biasanya anda
konsentrasi mendengarkan
penjelasan guru dengan serius
dalam 1 jam pelajaran (40 menit)?
(tuliskan dalam skala menit)
10 menit (30 siswa) 10 menit ( - )
20 menit (50 siswa) 20 menit (40 siswa )
30 menit (50 siswa) 30 menit (85 siswa)
40 menit (12 siswa) 40 menit (17 siswa)
3
Pada saat jam ke berapa biasanya
anda mulai tidak konsentrasi pada
pelajaran bahasa Inggris?
Jam ke 6,7,8 (50
siswa)
Jam ke 7 dan 8 (40
siswa)
jam ke 7 dan 8 (70
siswa),
Jam ke 8 (92 siswa)
Jam ke 8 (22 siswa)
10 siswa tetap
konsentrasi penuh
4
Apa yang anda lihat pada teknik
pengajaran guru di kelas.
(perubahan yang mencolok)
- menjelaskan
materi dekat
papan tulis
- kurang
memperhatikan
tingkah laku siswa
- guru selalu
berjalan meskipun
sedan
menjelaskan
materi
-sangat teliti
memperhatikan
tingkah laku siswa
5
Keefektifan siswa dalam menerima
atau merespon materi yang
diberikan
- Kurang rajin (100
siswa)
- Kurang rajin (40
siswa)
- Sedang (17
siswa)
- Sedang (70
siswa)
14

- Rajin (25 siswa) - Rajin (32 siswa)

6
Apakah anda masih melihat teman
yang tidak memperhatikan ketika
guru menjelaskan dengan
menggunakan alat pelajaran XP-
PEN 6370?
Ya (20 siswa)

Tidak (122 siswa)
7
Apakah anda merasa
pembelajaran di kelas berubah
setelah penggunaan alat pelajaran
XP-PEN 6370?
Ya (20 siswa)

Tidak (122 siswa)
8
Perubahan apa saja yang bisa
anda rasakan?
- Teman semakin serius
- Tingkah laku teman terjaga
- Suasana kelas kondusif
- Banyak teman yang semakin rajin
9
Gimana menurut anda pengaruh
penggunaan alat pelajaran XP-
PEN 6370 yang dilakukan guru
pada diri anda sendiri?
- Sangat membantu
- Mau tidak mau harus serius
- Tidak berani mencontek
- Rajin menjawab dan bertanya
10
Apakah anda setuju jika
penggunaan alat pelajaran alat
pelajaran XP-PEN 6370 diterapkan
pada mata pelajaran lain? Jika Ya
sebutkan alasan dan mata
pelajaran yang paling cocok
menggunakan alat pelajaran XP-
PEN 6370
Ya Tidak
-127 siswa menjawab Ya
- Membuat siswa lebih
serius
- Memotivasi siswa untuk
belajar lebih
- Pelajaran yang cocok
menggunakan alat
pelajaran XP-PEN 6370
adalah matematika dan
yang ada hitung-
menghitung
15 siswa


15

Secara garis besar, penulis merumuskan hasil kuisioner ke dalam
rangkuman pernyataan berikut;
1. Tingkat konsentrasi siswa yang pada awalnya hanya 90 siswa (63 %)
meningkat menjadi 132 siswa (92 %). Terdapat peningkatan jumlah siswa
yang semakin konsentrasi pada pelajaran sebesar 29% atau 42 siswa
2. Perubahan waktu konsentrasi siswa mendengarkan penjelasan guru
mengalami penurunan dalam tenggang waktu namun peningkatan dalam
jumlah siswa. Penulis tidak menemukan siswa yang hanya konsentrasi
belajar selama 10 menit. Siswa yang konsentrasi belajar hanya 20 menit
juga berkurang 10 orang. Di rentan 30 menit belajar terjadi peningkatan
siswa yakni semula hanya 50 orang menjadi 85 orang. Pada waktu penuh,
hanya terjadi peningkatan 2 orang.
3. Hasil yang memuaskan terlihat dengan adanya 10 siswa yang tetap
konsentrasi meskipun di jam pelajaran terakhir dan tidak ada siswa yang
malas belajar di kelas bahasa Inggris meskipun jam ke 6. Siswa yang mulai
kehilangan konsentarsi belajar pada jam 7 dan 8 juga mengalami
penurunan sebanyak 30 siswa.
4. Kebanyakan siswa menjawab guru yang biasanya menjelaskan materi
selalu berada di dekat papan tulis kini berjalan keliling kelas. Guru yang
juga pada awalnya kurang memperhatikan tingkah laku siswa berubah
menjadi sangat teliti dalam memperhatikan tingkah laku siswa. Hal ini
disebabkan karena guru lebih sering berada di dekat siswa.
5. Dengan meningkatnya tingkat konsentrasi siswa berdampak pada
keefektifan siswa dalam merespon materi yang diberikan. Salah satu yang
paling mencolok terjadi pada penurunan siswa yang tidak rajin yang semula
100 siswa (70%) dari keseluruhan siswa menjadi 40 siswa (28%).
Selanjutnya siswa yang memiliki kerajinan yang sedang juga meningkat
tajam yaki yang semula hanya 17 siswa (11%) menjadi 70 siswa (49%).
Untuk siswa rajin pertambahannya sebanyak 7 orang.
6. Pada point ini siswa sendiri mengakui bahwa sedikit dari mereka yang
melihat teman tetap tidak memperhatikan guru ketika mengajar. Meskipun
penilaian siswa bisa saja bersifat subjektif namun jawaban mereka juga
harus diakui. Siswa yang tidak memperhatikan hanya 20 orang atau 14%.
16

Sementara siswa yang memperhatikan guru ada 122 orang atau 86% dari
total sampel.
7. Hanya 10 siswa (7%) yang tidak merasakan perubahan pembelajaran. Dan
132 siswa (93%) merasa kalau pembelajaran berubah.
8. Jawaban siswa didominasi oleh pernyataan bahwa semakin banyak teman
yang serius belajar. Tingkah laku teman sekelas juga semakin terjaga yang
otomatis menyenankan kelas semakin kondusif. Siswa juga mengakui
banyak teman yang semakin rajin.
9. Pada point ke 9 siswa merasa kalau penggunaan alat pelajaran XP-PEN
6370 sangat membantu mereka. Keseriusan juga menjadi hal wajib dan
minimnya tindakan contek mencontek sebab guru selalu berjalan keliling
ruangan tanpa batasan jarak. Siswa juga semakin rajin merespon guru
dengan sering menjawab dan bertanya kepada guru.
10. Point terakhir menjelaskan kalau 89% siswa berharap penggunaan alat
pelajaran XP-PEN 6370 juga diterapkan di kelas mata pelajaran lain yang
mengandung unsur hitung-menghitung.
Dari analisa kuisioner diatas, penulis merasakan peningkatan konsentrasi
belajar siswa. Data menjelaskan bahwa 92% atau 132 siswa sudah semakin
konsentrasi belajar ketika guru menggunakan alat pelajaran XP-PEN 6370 dan
hanya 10 orang atau 8% dari total 142 sampel yang tidak/belum konsentrasi jika
guru menjelaskan materi. Terdapat peningkatan jumlah siswa yang semakin
konsentrasi pada pelajaran sebesar 29% atau 42 siswa. Penggunaan alat
pelajaran XP-PEN 6370 juga berpengaruh pada minat belajar siswa meskipun
pada jam pelajaran akhir. Selain itu, penggunaan alat pelajaran ini juga membuat
siswa merasakan pembelajaran lebih fokus terutama untuk kelas yang di
dalamnya terdapat peserta didik yang nakal dan bandel. Keseriusan pola belajar
siswa di dalam kelas juga meningkat. Tentu saja hal ini terjadi sebab guru selalu
berada di tempat yang berbeda dan tidak bisa diprediksi kemana guru akan
berjalan. Kegiatan siswa yang melakukan kegiatan yang kurang pantas seperti
berbincang-bincang dengan teman, mengganggu teman atau bahkan
menggunakan layanan sms atau penggilan semakin sulit dilakukan. Hal yang
sama juga dirasakan penulis yang juga sebagai guru.
17

Hasil analisa digambarkan secara detail berupa perbandingan isian
kuisioner. Hal ini disebabkan karena karya tulis ini bukanlah penelitian tindakan
kelas melainkan pengalaman terbaik guru dalam mengajar. Sampel diambil dari 4
kelas berbeda menunjukkan bahwa alat pelajaran yang dipakai oleh guru di kelas
diterima dengan baik Hal ini sudah pasti menambah keyakinan bahwa apa yang
telah dilakukan penulis berjalan dengan sangat baik.
Penggunaan menggunakan alat pelajaran ini merupakan ide dan gagasan
penulis sendiri sebab teknik pengajaran seperti ini belum pernah dilihat di sekolah
dan penelitian sebelumnya. Penulis sendiri pada awalnya tidak menyangka
langkah pengimplementasian penggunaan alat pelajaran XP-PEN 6370 dapat
meringankan kerja guru dan membuat metode pengajaran layaknya mengajar di
sekolah internasional.
Sebagai tambahan, penggunaan alat pelajaran XP-PEN 6370 ini masih
tetap digunakan. Hal ini membuktikan bahwa alat pelajaran XP-PEN 6370 tidak
dipakai unutk sesaat saja namun bisa digunakan seterusnya. Gambaran
keberhasilan meningkatkan konsentrasi siswa dalam belajar secara otomatis
berpengaruh positif atas pencapaian nilai siswa yang melewati KKM yakni 70
(lampiran 3).















18

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan analisa melaui kuisioner bisa
disimpulkan bahwa alat pelajaran XP-PEN XPW-6370 meningkatkan konsentrasi
belajar siswa. Hasil kuisioner menjelaskan bahwa 92% atau 132 siswa sudah
semakin konsentrasi belajar ketika guru menggunakan alat pelajaran XP-PEN
6370 dan hanya 10 orang atau 8% dari total 142 sampel yang tidak/belum
konsentrasi jika guru menjelaskan materi. Terdapat peningkatan jumlah siswa
yang semakin konsentrasi pada pelajaran sebesar 29% atau 42 siswa. Hal ini
disebabkan karena guru dapat menjelaskan materi di posisi belakang dari tempat
duduk siswa. Hal ini memungkinkan guru mengawasi setiap gerak- gerik siswa
saat pembelajaran sedang berlangsung.
4.2 Saran
Saran yang ingin disampaikan oleh penulis agar kiranya pengalaman
penggunaan alat pelajaran yang terangkum dalam bentuk karya tulis ini
bermanfaat bagi pihak-pihak yang diuraikan sebagai berikut;
1. Bagi Guru Kelas
 Guru hendaknya lebih mengekplorasi lagi penggunaan alat pelajaran
dalam pembelajaran. Selain itu, keterampilan guru dalam
memanfaatkan alat pelajaran hendaknya terus ditingkatkan.
2. Bagi Pihak Sekolah
 Sekolah hendaknya mengupayakan tersedianya alat pelajaran untuk
menunjang pembelajaran. Hal itu sangat mungkin dilakukan saat ini
mengingat ketersediaan dana di sekolah saat ini sudah cukup
memadai dengan adanya bantuan dari pemerintah.
3. Bagi Dinas Pendidikan
 Perlu ada upaya pengembangan wawasan dan peningkatan
keterampilan guru, hendaknya dinas pendidikan dapat memfasilitasi
hal tersebut, baik dengan mengadakan pelatihan-pelatihan,
penataran-penataran, atau tentu saja penyediaan alat pelajaran.

19

Daftar Pustaka
B. Suryosubroto (2004). Manejemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta: Rineka
Cipta.
Djamarah, Saiful Bahri. (2008). Rahasia Sukses Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Nugroho, W. (2007). Belajar Mengatasi Hambatan Belajar. Surabaya: Prestasi
Pustaka.
Slameto. (2003). Belajar dan Faktor – factor yang Mempengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta.
Suharsimi Arikunto (1998). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Uzer, Moh. Usman. (1990). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Rosdakarya
http://niamw.files.wordpress.com/2010/04/bahan-ajar-media.pdf. Diakses pada
tanggal 5 september 2013
http://www.jakartanotebook.com/products/detail/2414/2785/xp-pen-xpw-6370-
wireless-pen-tablet-black.html. Diakses pada tanggal 4 september 2013
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2202913-pengertian-alat-
pelajaran/#ixzz2fRcDpLDh. Diakses pada tanggal 4 september 2013

















20

Dokumentasi Guru Di Kelas Menggunakan XP-PEN XPW-6370

21





22

Format Kuisioner
Nama :
Kelas :
No Pertanyaan
Sebelum
penggunaan alat
pelajaran XP-PEN
XPW-6370
Sesudah
penggunaan alat
pelajaran XP-PEN
XPW-6370
1
Apakah anda konsentrasi ketika
guru menjelaskan materi?
Ya Ya
Tidak Tidak
2
Berapa lama biasanya anda
konsentrasi mendengarkan
penjelasan guru dengan serius
dalam 1 jam pelajaran (40 menit)?
(tuliskan dalam skala menit)
10 menit 10 menit
20 menit 20 menit
30 menit 30 menit
40 menit 40 menit
3
Pada saat jam ke berapa biasanya
anda mulai tidak konsentrasi pada
pelajaran bahasa Inggris?
Jam ke 6,7,8 Jam ke 7 dan 8
jam ke 7 dan 8 Jam ke 8
Jam ke 8
4
Apa yang anda lihat pada teknik
pengajaran guru di kelas.
(perubahan yang mencolok)

5
Keefektifan siswa dalam menerima
atau merespon materi yang
diberikan
- Kurang rajin - Kurang rajin
- Sedang - Sedang
- Rajin - Rajin

6
Apakah anda masih melihat teman
yang tidak memperhatikan ketika
guru menjelaskan dengan
menggunakan alat pelajaran XP-
PEN 6370?
Ya

Tidak
7
Apakah anda merasa
pembelajaran di kelas berubah
setelah penggunaan alat pelajaran
XP-PEN 6370?
Ya

Tidak
8 Perubahan apa saja yang bisa
23

anda rasakan?
9
Gimana menurut anda pengaruh
penggunaan alat pelajaran XP-
PEN 6370 yang dilakukan guru
pada diri anda sendiri?

10
Apakah anda setuju jika
penggunaan alat pelajaran alat
pelajaran XP-PEN 6370 diterapkan
pada mata pelajaran lain? Jika Ya
sebutkan alasan dan mata
pelajaran yang paling cocok
menggunakan alat pelajaran XP-
PEN 6370
Ya Tidak



















24

Nilai Raport Semester Ganjil Tahun Ajaran 2012/ 2013
XII Perhotelan 1
No Nama
Nilai SUB
NK NTS US NR
Lulus/
Kompetensi
Tidak
Lulus
1
2 3 4
1 Agus Maulana
75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
2
Aguslan 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
3
Ardiyan 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
4
Asmayani 76 76 76 76 76 76 76 76 Lulus
5
Ayu Sepvina 76 76 76 76 76 76 76 76 Lulus
6
Bella Khaniskha 76 76 76 76 76 76 76 76 Lulus
7
Delimah 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
8
Dewi Purwanti 77 77 77 77 77 77 77 77 Lulus
9
Dewi Rahmawati 76 76 76 76 76 76 76 76 Lulus
10
Elmi 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
11
Emiati 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
12
Fadli 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
13
Khesuma Wardani 80 80 80 80 80 80 80 80 Lulus
14
Lisa Astriani 76 76 76 76 76 76 76 76 Lulus
15
Lusi Anita 79 79 79 79 79 79 79 79 Lulus
16
Miya Rama Sari 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
17
Mutia Sari 78 78 78 78 78 78 78 78 Lulus
18
Nora Idaman 78 78 78 78 78 78 78 78 Lulus
19
Nur Asiah 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
20
Nurhayati 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
21
Nurmala Sari 79 79 79 79 79 79 79 79 Lulus
22
Nurpita Dewi 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
23
Radia Wati 78 78 78 78 78 78 78 78 Lulus
24
Rafika Agustina 79 79 79 79 79 79 79 79 Lulus
25
Rahmadani 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
26
Rahmita Amalia 79 79 79 79 79 79 79 79 Lulus
27
Selin 76 76 76 76 76 76 76 76 Lulus
28
Silvana 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
29
Sri Bunga 76 76 76 76 76 77 77 77 Lulus
30
Sriadi Wulandari 78 78 77 77 78 77 78 78 Lulus
31
Supian 76 76 76 76 76 76 76 76 Lulus
32
Suriyadi 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
33
Syaiful Bahri 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
34 Wahyu Chandra
75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
35
Wahyudi Leo 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
36
Wahyuni 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
37
Windi Syahputra 79 79 79 79 79 79 79 79 Lulus

25

XII Perhotelan 2
No Nama
Nilai SUB
NK NTS US NR
Lulus/
Kompetensi
Tidak
Lulus
1
2 3 4
1
Ade Ratiwi 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
2
Atika suri 78 78 78 78 78 79 79 79 Lulus
3
Ayu Sahada 79 79 79 79 79 79 79 79 Lulus
4
Cici aryani 79 79 79 79 79 80 78 79 Lulus
5
Darwin Markus Pardamean
S. 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
6
Darwiyah 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
7
Dela wilantika 78 78 78 78 78 78 78 78 Lulus
8
Dicky Zulkarnaen 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
9
Elisa Rahayu 80 80 80 80 80 80 80 80 Lulus
10
Fitriani 79 79 79 79 79 79 79 79 Lulus
11
Indri Yani 79 79 79 79 79 79 79 79 Lulus
12
Jaka Dedy Pranata
Sembiring 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
13
Kasiah 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
14
Khairul Nasri 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
15
Muh. Safrianto
Rangkuti 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
16
Nining Safitri 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
17
Nining Wahyuni 79 79 79 79 79 79 79 79 Lulus
18
Nopita Sari 79 79 79 79 79 79 79 79 Lulus
19
Nur Sa'adah 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
20
Putriani 79 79 79 79 79 79 79 79 Lulus
21
Priska Fitriani 78 78 78 78 78 78 78 78 Lulus
22
Rapida 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
23
Rapita 78 78 78 78 78 78 78 78 Lulus
24
Rika Akana 78 78 78 78 78 78 78 78 Lulus
25
Ruaida 77 77 77 77 77 77 77 77 Lulus
26
Sri ainun 77 77 77 77 77 77 77 77 Lulus
27
Sri Wardani 77 77 77 77 77 77 77 77 Lulus
28
Tri susanti 78 78 78 78 78 78 78 78 Lulus
29
Willy Wiranda Sofian 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
30
Yani 78 78 78 78 78 78 78 78 Lulus
31
Yuli Annisa 79 79 79 79 79 79 79 79 Lulus
32
Zefri Aryadi 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus




26

XII Adm 1
N
o
Nama
Nilai SUB
N
K
NT
S
US NR
Lulus/
Kompetensi
Tidak
Lulus
1
2 3 4
1
Amelia 77 68 75 75 74 80 77 77 Lulus
2
Ardi Juli Permana 72 82 70 68 73 80 75 76 Lulus
3
Ardiansyah 83 92 100 72 87 85 84 85 Lulus
4
Armitha Arimbi 80 80 75 80 79 80 72 76 Lulus
5
Ayu Rizki 81 77 77 72 77 80 75 77 Lulus
6
Dede Syahputra 70 82 71 64 72 84 80 79 Lulus
7
Delima Dewi 72 100 100 81 88 80 80 82 Lulus
8
Edy Syahputra 83 70 80 63 74 75 75 75 Lulus
9
Elidawati 83 71 100 70 81 78 75 78 Lulus
10
Erlina Tarigan 77 65 71 80 73 78 78 77 Lulus
11
Hariati 77 70 68 70 71 77 76 75 Lulus
12
Irwan Syah Putra 83 70 71 70 74 75 75 75 Lulus
13
Jubaidah 77 70 70 70 72 77 77 75 Lulus
14
Kiki Ramadani 100 90 77 81 87 80 79 82 Lulus
15
M. Taufik Tarmizi 83 70 100 71 81 77 78 79 Lulus
16
Mariyati 70 82 70 72 74 75 75 75 Lulus
17
Megawati Fadillah 70 82 70 72 74 75 75 75 Lulus
18
Melati 100 100 81 100 95 83 80 85 Lulus
19
Misran 80 70 63 80 73 76 77 76 Lulus
20
Nur Aini 80 65 70 80 74 70 85 77 Lulus
21
Nur Aldi 83 70 90 70 78 80 78 79 Lulus
22
Nurlia 80 65 72 80 74 76 74 75 Lulus
23
Nurmala 77 65 61 78 70 76 77 75 Lulus
24
Rika 77 70 70 70 72 75 79 76 Lulus
25
Riki Ramadan 80 80 70 80 78 75 75 76 Lulus
26
Rina Andriana 77 70 77 71 74 78 78 77 Lulus
27
Robbi Erlangga 80 70 70 80 75 75 75 75 Lulus
28
Salmiah 80 70 70 80 75 80 82 79 Lulus
29
Sarianum Fitri 100 100 100 81 95 86 90 90 Lulus
30
Siska Reviana 77 70 81 77 76 77 80 78 Lulus
31
Siti Ariani 68 82 70 75 74 75 75 75 Lulus
32
Sri Rahayu 83 70 100 100 88 85 84 86 Lulus
33
Sri Wahyu Utari 81 77 100 100 90 86 87 87 Lulus
34
Sri Wahyuni 72 82 70 70 74 75 75 75 Lulus
35
Sri Wulan Ningsih 73 82 70 70 74 75 75 75 Lulus
36
Syahrizal 83 70 77 70 75 78 75 76 Lulus
37
Tia Ramadani 100 100 90 81 93 83 83 86 Lulus
38
Yunita 70 82 65 68 71 80 78 77 Lulus

27

XII Adm 2
No Nama
Nilai SUB
NK NTS US NR
Lulus/
Kompetensi
Tidak
Lulus
1
2 3 4
1
Ahmadi Darma 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
2
Aman Syah 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
3
Anggie Wan Kaswara
Rangkuti 100 90 71 79 85 80 80 82 Lulus
4
Ayu Rizky 76 75 80 75 77 78 80 78 Lulus
5
Budi Heriansyah 75 75 75 70 74 75 75 75 Lulus
6
Ester Piyorita Simare-
mare 77 77 77 100 83 77 75 78 Lulus
7
Eva Moraita Sipayung 80 73 100 90 86 80 84 83 Lulus
8
Hermawati 71 90 71 79 78 77 78 78 Lulus
9
Hotmaria Purba 78 80 80 80 80 80 80 80 Lulus
10
Julintina Mangunsong 80 77 77 77 78 80 79 79 Lulus
11
Juliyana 80 76 76 76 77 78 79 78 Lulus
12
July Ratna Sari 78 76 80 80 79 78 82 80 Lulus
13
Juni Ikhsan 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
14
Junisma 70 72 90 90 81 77 77 78 Lulus
15
Laila Wajha 80 79 85 78 81 80 79 80 Lulus
16
Lilis Indah Ratiwi 71 85 80 100 84 75 80 80 Lulus
17
Lisa Indriani 70 100 72 70 78 78 79 78 Lulus
18
Mhd. Fajar Siddiq 80 80 80 75 79 80 80 80 Lulus
19
Muhammad Budi
Ansyah 90 79 77 75 80 79 79 79 Lulus
20
Muhammad Iqbal 80 78 78 78 79 78 79 79 Lulus
21
Murni 90 100 71 70 83 76 77 78 Lulus
22
Nurmaliani 76 76 75 75 76 78 77 77 Lulus
23
Priska Hartinah Simbolon 80 79 80 85 81 80 81 81 Lulus
24
Rahman Hidayat 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
25
Rika Nopiska 90 80 80 70 80 81 82 81 Lulus
26
Roni Hotman Rajagukguk 79 90 68 60 74 77 78 77 Lulus
27
Saripah Simanjuntak 70 72 77 100 80 76 77 78 Lulus
28
Satria Manullang 90 73 100 74 84 80 83 82 Lulus
29
Sella Oktaviana 80 85 80 80 81 78 81 80 Lulus
30
Siti Rahayu 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus
31
Supiana 77 76 78 78 77 78 79 78 Lulus
32
Surya Tama Putra 75 70 80 73 75 79 78 77 Lulus
33
Wika Riskyani 80 80 75 82 79 78 79 79 Lulus
34
Willi Amri 78 78 77 70 76 79 78 78 Lulus
35
Yusnidar Situmorang 75 75 75 75 75 75 75 75 Lulus

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful