You are on page 1of 18

Pemasangan Penangkal Petir

Sebagai ahli dan spesialis dalam pemasangan penangkal petir baik pemasangan konvensional
maupun elektrostatis dengan radius proteksi tertentu sesuai spesifikasi air terminal dari
penangkal petir. Menggunakan teknik pemasangan penangkal petir secara langsung pada atap
gedung maupun menggunakan tiang tunggal sebagai instalasi pendukung dengan ketinggian
tiang yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi pada area yang akan dipasang instalasi
penangkal petir. Pemasangan dan konstruksi penangkal petir dilakukan oleh tim kami yang telah
berkompeten dan ahli pada bidang penangkal petir sehingga hasil dan kualitas pekerjaan dapat
kami pertanggung jawabkan kepada customer atau owner. Seluruh komponen untuk pemasangan
instalasi penangkal petir akan kami berikan jaminan sesuai dengan spesifikasi yang telah
diberikan oleh customer kepada kami, sehingga dapat menjamin kehandalan dan kelayakan
instalasi penangkal petir. Kami senantiasa terbuka akan permasalahan, pertanyaan dan komplain
dari pihak customer kepada kami mengenai proyek yang sedang dikerjakan, sehingga diperoleh
hasil yang sesuai dengan harapan.

Penangkal Petir Sistem Konvensional


Penangkal Petir Sistem Elektrostatis


Apa penangkal petir itu ?
Penangkal petir adalah serangkaian komponen yang memiliki fungsi sebagai penyalur bagi
sambaran petir menuju ke permukaan tanah sehingga tidak merusak dan berbahaya bagi benda
yang dilewatinya, sehingga menjamin keamanan bagi manusia dan peralatan / instrument
industri.



Mengapa harus dipasang penangkal petir ?
Jika kondisi tempat atau bangunan anda terdapat syarat yang diatur dalam peraturan pengawasan
penyalur petir PER02/MEN/1989, yaitu :


Bangunan terpencil atau tinggi dan lebih tinggi dari pada bangunan sekitarnya, seperti :
menara, cerobong, silo, antena pemancar, monumen dan lain-lain;
Bangunan dimana disimpan, diolah atau digunakan bahan yang mudah meledak atau
terbakar, seperti : pabrik-pabrik amunisi, gudang penyimpanan bahan peledak dan lain-lain;
Bangunan untuk kepentingan umum, seperti : tempat ibadah, rumah sakit, sekolah, gedung
pertunjukan, hotel, pasar, stasiun, candi dan lain-lain;
Bangunan untuk menyimpan barang-barang yang sukar diganti, seperti : museum,
perpustakaan, tempat penyimpanan arsip dan lain-lain;
Daerah terbuka, seperti : daerah perkebunan, padang golf, stadion olah raga dan tempat-
tempat lainnya.


Bagaimana pemasangan penangkar petir itu ?
Pemasangan penangkal petir harus disesuaikan dengan kebutuhan dari luas area. Hal ini
berhubungan dengan radius perlindungan yang cocok dan sesuai. Untuk mengetahui besar kecil
dari radius perlindungan maka mengacu pada komponen air terminal yang digunakan. Selain itu
ketinggian instalasi penangkal petir dari bawah hingga atas juga berpengaruh pada besaran radius
perlindungan. Hal ini dapat dilihat dari tabel perlindungan yang ada pada setiap brosur air
terminal, sehingga disimpulkan menambah ketinggian instalasi juga berbanding lurus dengan
bertambahnya radius perlindungan. Tetapi hal ini kurang efektif, terlebih pada pemasangan
dengan instalasi pendukung (tiang tunggal, tower). Seperti yang telah diketahui semakin tinggi
instalasi maka dibutuhkan konstruksi khusus, material yang dipakai juga menjadi lebih banyak
dan beragam sehingga hargapun menjadi tinggi.


Pemasangan penangkal petir mendapat pengawasan dari dinas tenaga kerja, terutama
pada pemasangan pembumian grounding. Hal ini telah diatur pada peraturan menteri tenaga
kerja (Permenaker 02/MEN/1989). Sehingga menjadikan instalasi penangkal petir perlu
mendapat rekomendasi dan persetujuan dari pihak dinas tenaga kerja setempat. Bentuk
persetujuan yaitu diterbitkannya buku ijin pemakaian yang nantinya akan diberikan pada pihak
yang memiliki, memakai dan bertanggung jawab pada instalasi tersebut yaitu pengguna
(customer). Ijin pemakaian ini sebagai bukti bahwa seluruh data, rangkaian dan kompenen dari
instalasi penangkal petir telah sesuai dengan persyaratan dalam peraturan yang berlaku.



Seperti apa pemasangan penangkal petir itu ?
Terdapat tiga macam sistem pemasangan penangkal petir yang ada pada saat ini seperti di bawah ini
:


1. Penangkal Petir Sistem Franklin Rod
Merupakan sistem pemasangan penangkal petir yang paling sederhana dari beberapa sistem
pemasangan yang ada. Sistem franklin rod meupakan sistem pemasangan pertama yang
ditemukan, dan sampai sekarang sistem pemasangan ini masih sering digunakan karena
kehandalannya. Tetapi seiring berkembangnya teknologi dan waktu, sistem ini memiliki
beberapa kelemahan mendasar yang nantinya akan disempurnakan oleh sistem sesudahnya yang
lebih baru dan modern.


Penangkal Petir Franklin Rod

2. Penangkal Petir Sistem Sangkar Farady
Merupakan penyempurnaan dari sistem pemasangan franklin rod yang dibuat untuk mengatasi
kelemahan yang ada pada sistem tersebut. Pada sistem penangkal petir ini menjadi lebih efektif
untuk menjangkau titik yang tidak dapat dijangkau dari sistem franklin rod yang memang
memiliki keterbatasan.

Penangkal Petir Sangkar Farady



3. Penangkal Petir Sistem Elektrostatis
Merupakan sistem baru yang dikembangkan untuk menarik petir dengan jangkauan yang luas,
sehingga radius perlindungan akan menjadi lebih luas. Sistem penangkal petir elektostatis ini
lebih ramah lingkungan karena menggunakan teknologi early streamer emisions. Sangat
dianjurkan untuk memberikan perlindungan area dengan jangkauan yang lebih luas, sehingga
dapat menjangkau bagian - bagian terjauh dari area atau bangunan yang ada.


Penangkal Petir Elektrostatis

Beberapa sistem pemasangan yang telah diuraikan di atas dapat dikondisikan sesuai dengan kebutuhan dan
perencanaannya. Jadi sistem mana yang akan dipilih merupakan keputusan yang diambil berdasarkan perhitungan
dua faktor penting yaitu faktor teknik dan faktor biaya, sehingga diperoleh produk penyalur petir yang sesuai untuk
tempat dan lingkungan yang menjadi sasaran.


Manakah sistem penangkal petir yang cocok bagi tempat saya ?
CV. Bunga Indo Tehnik sebagai spesialis dan ahli dalam bidang ini akan memberikan beberapa tips untuk
mengetahui sistem mana yang cocok untuk daerah anda. Mengacu pada kondisi tempat dan bangunan yang
dipersyaratkan dalam peraturan pengawasan instalasi penyalur petir di atas yaitu :

Bangunan terpencil atau tinggi dan lebih tinggi dari pada bangunan sekitarnya, seperti : menara, cerobong, silo,
antenna pemancar, monument dan lain-lain;
Instalasi yang cocok : sistem franklin rod.

Bangunan dimana disimpan, diolah atau digunakan bahan yang mudah meledak atau terbakar, seperti : pabrik-pabrik
amunisi, gudang penyimpanan bahan peledak dan lain-lain;
Instalasi yang cocok sistem sangkar farady dan sistem elektrostatis.

Bangunan untuk kepentingan umum, seperti : tempat ibadah, rumah sakit, sekolah, gedung pertunjukan, hotel, pasar,
stasiun, candi dan lain-lain;
Instalasi yang cocok : sistem sangkar farady dan sistem elektrostatis.

Bangunan untuk menyimpan barang-barang yang sukar diganti, seperti : museum, perpustakaan, tempat
penyimpanan arsip dan lain-lain;
Instalasi yang cocok : sistem sangkar farady dan sistem elektrostatis.

Daerah terbuka, seperti : daerah perkebunan, padang golf, stadion olah raga dan tempat-tempat lainnya.
Instalasi yang cocok : sistem elektrostatis.

Tips di atas merupakan tips dasar dan garis besarnya saja, sehingga calon pengguna dapat mengetahui secara dini
sistem mana yang cocok. Tetapi pada suatu kondisi tertentu yang berhubungan dengan permintaan calon pengguna
yang sangat komplek, serta teknis penangkal petir di lapangan yang berubah-ubah, menjadikan kami profesional
dengan menghargai serta berupaya mewujudkannya dengan kompetensi kami sebagai spesialis dan ahli penangkal
petir. Sehingga kami terbuka untuk konsultasi dalam perancangan serta penentuan pemasangan sistem instalasi
yang efektif, efisien dan handal.



http://ahlipenangkalpetir.blogspot.com/2013/12/pemasangan-penangkal-petir.html
BUNGA INDO TEHNIK

Penangkal Petir Lightning Protection
Posted on 30 Juni 2013 by DioN Erbe
Gedung-gedung tinggi seperti hotel, perkantoran dan gedung yang menaungi perangkat vital
yang rawan terjadi bahaya sambaran petir harus dipasang Penangkal Petir.

Petir yg timbul bisa mencapai Jutaan Volt
Petir merupakan gejala alam yang tidak bisa dicegah. Terjadinya petir dapat mengakibatkan arus
impuls yang tinggi, dalam waktu yang singkat serta mengakibatkan bahaya yang besar. Peluahan
muatan listrik antara awan dengan tanah terjadi karena adanya kuat medan listrik antara muatan
di awan dengan muatan induksi di permukaan tanah. Semakin besar muatan yang terdapat di
awan, semakin besar pula medan listrik yang terjadi. Apabila kuat medan ini melebihi kuat
medan tembus udara, maka akan terjadi peluahan muatan. Peristiwa peluahan muatan ini
dinamakan kilat atau petir. Statistik menunjukkan pada umumnya pada lapisan bawah awan
bermuatan negatif dan di bagian atas berkumpul muatan positifnya. Sambaran petir awan ke
tanah sebagian besar merupakan sambaran petir awan negatif.
Langkah awal perencanaan penangkal petir adalah diketahuinya besaran parameter arus petir
penyebab kerusakan. Dengan data-data parameter arus petir, tingkat perlindungan sistem
penangkal petir ditentukan oleh sifat, fungsi, kondisi bangunan yang dilindungi dengan resiko
dampak yang dapat ditimbulkannya. Perencanaan sistem penangkal petir meliputi sistem
penangkal petir eksternal dan sistem penangkal petir internal. Sistem penangkal petir eksternal
melindungi bangunan dari bahaya sambaran langsung petir dengan pengadaan finial penangkal
petir, penyalur arus petir dan pentanahan, harus juga mampu mengurangi sekecil mungkin
propagasi tegangan dan arus petir yang memasuki bangunan, yang dapat dimungkinkan melalui
kabel antene, saluran telepon, listrik, pentanahan dll. Sedang sistem penangkal petir internal
dengan didasarkan pada konsepsi Dynamic Zoning menyamakan potensial di setiap titik
peralatan yang dilindunginya.

Penjelasan sederhana terjadinya petir
Penangkal petir adalah rangkaian jalur yang difungsikan sebagai jalan bagi petir menuju ke
permukaan bumi, tanpa merusak benda-benda yang dilewatinya.
Ada 3 bagian utama pada penangkal petir yaitu :
1. Batang penangkal petir

Finial diatas gedung
Batang penangkal petir berupa batang tembaga yang ujungnya runcing. Dibuat runcing karena
muatan listrik mempunyai sifat mudah berkumpul dan lepas pada ujung logam yang runcing.
Dengan demikian dapat memperlancar proses tarik menarik dengan muatan listrik yang ada di
awan. Batang runcing ini dipasang pada bagian puncak suatu bangunan.
2. Kabel konduktor

Kabel BCC 50 mm sbg Konduktor
Kabel konduktor terbuat dari jalinan kawat tembaga. Diameter jalinan kabel konduktor sekitar 1
cm hingga 2 cm . Kabel konduktor berfungsi meneruskan aliran muatan listrik dari batang
muatan listrik ke tanah. Kabel konduktor tersebut dipasang pada dinding di bagian luar
bangunan.
3. Tempat pentanahan

Rod tanam
Tempat pentanahan (grounding) berfungsi mengalirkan muatan listrik dari kabel konduktor ke
batang pentanahan (ground rod) yang tertanam di tanah. Batang pentanahan terbuat dari bahan
tembaga berlapis baja, dengan diameter 1,5 cm dan panjang sekitar 1,8 3 m .
Cara kerja
Saat muatan listrik negatif di bagian bawah awan sudah tercukupi, maka muatan listrik positif di
tanah akan segera tertarik. Muatan listrik kemudian segera merambat naik melalui kabel
konduktor , menuju ke ujung batang penangkal petir. Ketika muatan listrik negatif berada cukup
dekat di atas atap, daya tarik menarik antara kedua muatan semakin kuat, muatan positif di
ujung-ujung penangkal petir tertarik ke arah muatan negatif. Pertemuan kedua muatan
menghasilkan aliran listrik. Aliran listrik itu akan mengalir ke dalam tanah, melalui kabel
konduktor, dengan demikian sambaran petir tidak mengenai bangunan. Tetapi sambaran petir
dapat merambat ke dalam bangunan melalui kawat jaringan listrik dan bahayanya dapat merusak
alat-alat elektronik di bangunan yang terhubung ke jaringan listrik itu, selain itu juga dapat
menyebabkan kebakaran atau ledakan. Untuk mencegah kerusakan akibat jaringan listrik
tersambar petir, biasanya di dalam bangunan dipasangi alat yang disebut penstabil arus listrik
(surge arrestor).

Arrester yg terpasang di PDB (Power Distribution Point (lokasi : Telkom Purwokerto)
Perlindungan terhadap Sambaran Petir
Manusia selalu mencoba untuk menjinakkan keganasan alam, salah satunya adalah bahaya
sambaran petir. Ada beberapa metode untuk melindungi diri dan lingkungan dari sambaran petir.
Metode yang paling sederhana tapi sangat efektif adalah metode Sangkar Faraday Yaitu
dengan melindungi area yang hendak diamankan dengan melingkupinya memakai konduktor
yang dihubungkan dengan pentanahan.
Bumi memiliki jumlah besar electron maupun proton dan terjadilah medan listrik yang saling
tarik menarik untuk mencapai keseimbangan.
Petir pada dasarnya merupakan loncatan listrik dari awan2 yang bermuatan ke bumi, dan benda2
yang berada dipermukaan bumi berfungsi sebagai penghantar muatan listrik ke tanah.
Namun, kilat atau sambaran petir bisa terjadi antara awan dengan awan atau awan dengan bumi.

Diagram Penangkal Petir dan Arrester
Sambaran petir mempunyai kemampuan merusak yang sangat berat dan merugikan bagi banyak
obyek di bumi :
* Merusak secara mekanik berupa hancurnya bangunan2 tinggi maupun bangunan 2 rendah;
* Meledakkan, membakar dan memanaskan pada pada tangki minyak atau gas maupun bahan
peledak serta kebakaran hutan;
* Menyebabkan tegangan induksi pada obyek sekitar karena menamcarkan medan listrik dan
medan magnet yang dapat merusak perangkat elektronik baik diluar maupun didalam gedung;
dan
* Kematian atau cedera manusia atau makhluk hidup secara mengerikan.

Akibat yang ditimbulkan Petir
Akibat elektrikal : terjadinya arus listrik berkekuatan tinggi dapat mencapai ribuan ampere
Akibat Thermal : terjadinya panas sehingga dapat membakar benda2 yang terkena petir. (pohon
hangus)
Akibat Mekanikal : Terjadinya pergeseran atau pergerakan benda-benda yang dilalui arus listrik
akibat getaran., ledakan atau pemuaian.
Daerah Sambaran Petir
1. Daerah yang basah dan berair (airadalah penghantar listrik yang baik)
2. Daerah yang terbuka
3. Pohon yang tinggi
4. Bangunan tingi maupun rendah
5. Tiang listrik (teg tinggi, menengah atau rendah)
6. Gardu2 distribusi listrik
Sistem Penangkal Petir
1. Sistem Franklin (sistem Konvensional)

Penangkal petir Sistem Franklin
Sebuah batang yang runcing dari bahan cooper spit yang dipasang pada paling atas bangunan,
dan dihubungkan dengan batang tembaga menuju elektroda tanah (mencapai permukaan air ).
Daerah yang dilindungi sari sambaran petir berbentuk segitiga kerucut dengan ujung penyalur
petir pada puncaknya. Disistem ini hanya menggunakan sebuah spit pengangkal petir yang
dipasang pada tempat tertinggi.
2. Sistem Faraday (sangkar faraday) atau Strapping

Penangkal Petir Sistem Faraday / Strapping
Pada prinsipnya seperti franklin tetapi dibuat memanjang atau berbentuk sangkar sehingga
jangkauan lebih luas. Sistem ini dipakai pada bangunan yang punya atap yang luas. Dalam satu
bangunan menggunakan lebih dari 4 spit sebagai penangkal petir.
3. Sistem Radio Aktif

Batang Finial Sistem Penangkal Petir Radioaktif
Sistem ini cocok untuk bangunan tinggi. Satu bangunan cukup menggunakan sebuah penangkal
petir.
Alatnya disebut Preventor, yang bekerja berdasarkan reaksi netralisasi ion dengan menggunakan
bahan radio aktif. Keseluruhan kebocoran pada alat ini dapat mengakibatkan radiasi. Oleh karena
itu, alat ini dilarang.
Sebagai gantinya ada system penangkal petir model Energi Froide (electrostatic Field) atau yang
terkenal dengan EF.
EF Lightning Protection System
merupakan system penangkal petir modern. Ada 3 prinsip yang sangat penting dimiliki oleh EF :
Penyaluran arus petir yang sangat kedap atau tertutup terhadap obyek sekitar dengan
menggunakan terminal penerima dan kabel penghantar khusus yang memiliki sifat isolasi
tegangan tinggi
Menciptakan electron bebas awal yang besar sebagai streamer emission pada bagian puncak dari
system terminal
Penggabungan EF Terminal dengan EF Carier yang memiliki isolasi tegangan tinggi
memberikan jaminan keamanan terhadap obyek yang dilindungi.
Sistem penangkal petir ini terbagi dalam 2 yaitun EF Terminal yang diletakkan dipuncak
bangunan sebagai penangkal petir dan EF Carier (kabel Penghantar ) yang masuk kedalam tanah.

EF LIGHTNING TERMINAL

EF Carier (kabel Penghantar )

EF Lightning Stroke Counter
Identifikasi Bahaya dan Analisa Resiko
Terhadap Manusia
Apabila aliran listrik akibat sambaran petir mengalir melalui tubuh manusia maka organ-organ
tubuh yang dilalui oleh aliran tersebut akan mengalami kejutan (shock). Arus tersebut dapat
menyebabkan berhentinya kerja jantung. Selain itu efek rangsangan dan panas akibat arus petir
pada organ-organ tubuh dapat juga melumpuhkan jaringan-jaringan / otot-otot bahkan bila
energinya besar dapat menghanguskan tubuh manusia.
Perlu diketahui yang menyebabkan kematian bukan saja karena sambaran langsung tapi juga
sambaran tidak langsung, karena di sekitar titik / tempat yang terkena sambaran akan terdapat
muatan listrik dengan kerapatan muatan yang besar dimana muatan itu akan menyebar di dalam
tanah dengan arah radial. Penyebaran muatan ini akan menyebabkan adanya tegangan langkah
pada manusia yang ada di sekitar titik sambaran, serta dapat membahayakan. Tegangan langkah
merupakan tegangan yang timbul antara dua bagian tubuh manusia yang berada pada suatu
gradien tegangan, sehingga antara kedua bagian tubuh tersebut timbul beda tegangan dan
menyebabkan arus listrik mengalir di dalam tubuh
Terhadap bangunan
Penyebab dari kerusakan bangunan yang diakibatkan oleh sambaran petir terutama adalah karena
besar dari arus petir dan kecuraman arus petir, yang mana besarnya dapat mencapai 200 kA.
Kerusakan tersebut dapat berupa kerusakan thermis, seperti terbakar pada bagian yang
tersambar, bisa juga berupa mekanis, seperti atap runtuh, bangunan retak dan lain-lain. Bahan
bangunan yang paling parah bila terkena sambaran petir adalah yang bersifat kering, isolasi
maupun semi-isolasi.

Prosedur Tentang Petir
Bila terjadi badai dan kelihatan ada petir, hindari tempat-tempat seperti: tempat yang basah /
perairan, tempat terbuka, berlindung di bawah pohon tinggi, bangunan tinggi tanpa penangkal petir,
tempat yang dekat dengan pentanahan penangkal petir, trafo pada gardu listrik, dekat bahan peledak
dan lain-lain.
Bila mengoperasikan benda-benda yang tinggi, seperti pipa bor, sebaiknya direndahkan.
Bila kita berdiri di daerah terbuka, usahakan menunduk serendah mungkin, dan Jangan
Menjadi Objek Yang Paling Tinggi, Jangan Merebahkan atau menelentangkan badan / tiarap di
tanah.
Instalasi Penangkal Petir
Ialah suatu sistem dengan komponen-komponen dan peralatan-peralatan yang secara keseluruhan
berfungsi untuk menangkap petir dan menyalurkannya ke tanah. Sistem tersebut harus dipasang
sedemikian rupa sehingga semua bagian dari bangunan beserta isinya atau benda-benda yang
dilindunginya terhindar dari bahaya sambaran petir baik secara langsung atau tidak langsung.
Komponen-Komponen dari Penangkal Petir :
Penangkap petir adalah penghantar-penghantar di atas bangunan yang berupa elektroda
logam yang dipasang tegak dan mendatar
Penghantar Penyalur Utama adalah penghantar dari logam dengan luas penampang serta
bahan tertentu yang berfungsi untuk menyalurkan arus petir ke tanah.
Penghantar pembantu yaitu semua penghantar lainnya yang dimanfaatkan sebagai pembantu
penyalur arus petir, misalnya pipa air hujan dari logam, konstruksi logam dari bagian bangunan.
Penghantar Hubung yaitu penghantar dari logam yang menghubungkan masing-masing
penangkap petir atau dengan bagian-bagian logam di dalam atau di dalam bangunan.
Terminal Hubung yaitu suatu dudukan dari logam yang berfungsi sebagai titik hubung
bersama dari beberapa penghantar penyalur dan benda logam lain yang akan dibumikan.
Sambungan Ukur yaitu sambungan listrik antara penghantar penyalur dengan pengebumian
dengan cara penyambungan yang dapat dilepas untuk pengukuran besar tahanan penghantar dan
tahanan pengebumian.
Pengebumian yaitu elektrode dari logam yang di tanam di dalam tanah yang berfungsi untuk
menyebarkan arus petir ke tanah, dapat berupa elektroda pita, batang atau plat.
****
(Berbagai sumber)
Share this:
Share

Posted in Sains | Tagged Finial, grounding, konduktor, Penangkal petir, pentanahan, Rod | Tinggalkan
komentar
PEKERJAAN SISTEM PENANGKAL PETIR
Posted on 21 November 2009 by DioN Erbe
PEKERJAAN SISTEM PENANGKAL PETIR
1. Penjelasan Umum
a. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi pengurusan perizinan / pengesahan dari badan yang
berwenang, pengadaan bahan, peralatan dan tenaga pekerja, pemasangan, pengujian dan
perbaikan selama masa pemeliharaan untuk suatu sistem penangkal petir yang lengkap.
Pekerjaan tersebut terdiri dari : - Terminal Udara (Spit Tembaga), - Penghantar Pentahanan
(Down Conductor), - Terminal dan Elektroda Pentanahan, - Izin Instalasi dari instansi yang
berwenang, - Pekerjaan lain yang menunjang.
b. Gambar-gambar Rencana Gambar-gambar secara umum menunjukkan tata letak peralatan dan
instalasinya. Penyesuaian harus dilakukan di lapangan, karena keadaan sebenarnya dari lokasi,
jarak-jarak dan ketinggian ditentukan oleh kondisi lapangan.
c. Gambar-gambar Kerja (Shop Drawing), lihat gambar.
d. Gambar-gambar Sesuai Pelaksanaan (As Built Drawings) Pemborong harus membuat catatan
yang cermat dari pelaksanaan dan penyesuaian-penyesuaian di lapangan. Catatan-catatan
tersebut harus dituangkan dalam satu set gambar lengkap (kalkir) sebagai gambar-gambar sesuai
pelaksanaan (As Built Drawing). As Built Drawings harus diserahkan kepada Pengawas segera
setelah pekerjaan ini selesai.
e. Standart dan Perawatan Seluruh Pekerjaan harus diselenggarakan mengikuti standart dan
peraturan yang berlaku (Departemen Tenaga Kerja) atau standart-standart Internasional yang
tidak bertentangan dengan PUIL, Depnaker atau Badan Lainnya (misalnya, British Standard atau
Australian Standard for Lighting Protection System). Disamping itu harus ditaati pula peraturan
dan hukum setempat yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini.
f. Bahan, Peralatan dan Tenaga Pelaksana Bahan dan peralatan yang akan dipasang harus dalam
keadaan baik dan baru, sesuai dengan standart yang dimaksud. Contoh bahan, brosur dan gambar
kerja (shop Drawing) harus diserahkan kepada Pengawas paling lambat 14 hari sebelum
pemasangan. Tenaga-tenaga pelaksana harus dipilih yang sudah berpengalaman dan mampu
menangani pekerjaan instalasi ini secara aman, kuat dan rapi.
2. Penjelasan Teknis Teminal Udara / Air Termination meliputi peralatan-peralatan sebagai
berikut :
2.1. Lighting Control Terminal Kepala penangkal petir menggunakan type konvensional. 2.2.
Batang Peninggi Batang peninggi terbuat dari metal. Konstruksi batang peninggi tersebut harus
kuat dan diperhitungkan terhadap hembusan angin yang kuat.
2.3. Penghantar Pentanahan (Down Conductor) Terdiri dari kabel NYA 70 mm2 atau kawat
BC 50 mm2 menghubungkan secara listrik dengan sempurna antara air terminal tersebut diatas
dengan sistem pentanahan. 2.4. Sistem Pentanahan Sistem Pentanahan terdiri dari :
a. Terminal Pentanahan.
b. Elektroda Pentanahan, terbuat dari batang tembaga masif dengan diameter disambung
dengan pipa GIP 1.
c. Tahanan / hambatan / resistansi tanah tidak boleh lebih dari 2 Ohm. Bila tahanan tersebut tidak
dapat dicapai dengan satu elektroda maka harus dibuatkan beberapa batang pentahanan yang
terpasang secara pararel sampai tahanan tanah yang diisyaratkan terpenuhi.
3. Pengerjaan dan Pemasangan
3.1. Cara-cara pemasangan sistem penangkalan petir harus sesuai dengan gambar dan harus
mengikuti Petunjuk Pengawas Lapangan.
3.2. Down Conductor disepanjang konstruksi penyanggah harus dipasang memakai klem dengan
jarak setiap 75 cm.
3.3. Down Conductor diatas permukaan tanah sampai pada ketinggian 2 meter dari permukaan
tanah harus dipasang didalam pipa PVC Kelas AW.
3.4. Pada Elektroda pentanahan harus dibuat terminal pentanahan dengan baut dan ring.
Sambungan pada elektroda pentanahan harus memakai junction box.
3.5. Elektroda pentanahan dari batang tembaga diameter dan panjang tembaga harus
dilindungi terhadap korosi dengan serbuk arang disekitar batang tembaga. Lokasi ditentukan
sesuai dengan yang ditunjukkan pada gambar. Tanam secara vertikal pipa baja diameter 5
sampai sedalam 12 meter atau sampai mencapai permukaan air tanah. Kemudian pipa dicabut
kembali sehingga akan meninggalkan lubang dengan diameter kurang dari 5 sedalam 12 meter.
Isi lubang tersebut dengan serbuk arang padat. Terakhir, elektroda pentanahan ditengah-tengah
bumbung arang tersebut.
3.6. Terminal pentanahan harus terletak dalam bak kontrol khusus untuk keperluan tersebut dan
untuk pengecekan tahanan tanah secara berkala, tahanan pentanahan maksimum 2 Ohm.
4. Pemeriksaan dan Pengujian Sistem penangkal petir akan diperiksa oleh pengawas untuk
memastikan dipenuhinya persyaratan ini. Semua bagian dari instalasi ini harus diperiksa oleh
Pengawas terlebih dahulu sebelum tertutup atau tersembunyi. Setiap bagian yang tidak sesuai
dengan persyaratan gambar harus segera diganti, tanpa membebankan biaya tambahan pada
pemberi tugas. Untuk mengetahui baik atau tidaknya sistem penangkal petir yang dipasang,
maka harus diadakan pengetesan terhadap instalasinya maupun terhadap sistem pentanahannya,
agar diperoleh suatu jaminan. Pengetesan tahanan tanah baru bisa dilakukan setelah tidak turun
hujan selama 2 hari berturut-turut.
Share this:
Share

Posted in Sains | Tagged grounding, konduktor, Penangkal petir, pentanahan | 2 Komentar

http://jofania.wordpress.com/tag/konduktor/