Pengertian dasar mengenai keseimbangan cairan dan elektrolit merupakan material utama dalam

menyusun konsep terapi cairan dan elektrolit. Tanpa material ini sulit dikatakan bagaimana bisa
seseorang mengatasi problema cairan dan elektrolit secara tepat dan akurat, apalagi dihadapkan
dengan fasilitas yang minimal, Padahal problem ini merupakan peristiwa rutin dalam dunia
pembedahan/anestesi yang sering membawa malapetaka yang cukup serius. Oleh sebab itu
seorang ahli anestesia wajar dituntut untuk tahu secara mendasar tentang keseimbangan cairan
dan elektrolit. Dalam tulisan ini hanya dikemukakan pengertian dasar tentang keseimbangan
cairan dan elektrolit sedangkan gangguan keseimbangan asam basa yang selalu menyertainya
akan dibahas di bab yang lain.
Beberapa pengertian
!."olume #airan Tubuh
$umlah cairan tubuh seorang laki%laki dewasa dengan berat badan &BB' ideal kira%kira ()*
sementara pada orang gemuk lebih banyak lemak daripada air sebagaimana wanita presentasenya
lebih kecil sedangkan pada orang kurus dan bayi relatif lebih besar.
+alau kita lihat tabel dibawah ini maka tampak gambaran sebagai berikut
TOTAL BODY WATER
————————————————————-
! Infant ! Male ! Female !
————————————————————-
Kurus ! 80% ! !% ! !!% !
————————————————————
"e#an$ ! %0% ! 0%! ! !0% !
————————————————————-
&emu' ! !% ! !!% ! (!% !
————————————————————)
Pada bayi malnutrition presentase cairan tubuhnya , -)* hal ini penting karena bayi sangat
peka terhadap gangguan keseimbangan cairan ketimbang orang dewasa. Dengan catatan makin
gemuk seseorang makin mudah terjadi dehidrasi oleh karena jumlah cairan tubuh totalnya relatif
lebih sedikit
B.Distribusi cairan tubuh
#airan tubuh terdiri dari
..#airan intracellular &/ntracellular 0luid'&/#0'
1.#airan e2tracellular&32tracellular fluid'&3#0'
Terdiri dari
a.#airan intra4ascular
b.#airan interstitial
5.#airan transcellular
#airan intracellular dan e2tracellular dibatasi oleh dinding cell yang permeabel terhadap air agak
permeabel terhadap natrium&6a' dan sedikit permeabel terhadap kalium&+' tetapi oleh karena
sering bergabung dalam molekul yang besar maka dinding cell jadi impermeabel.
#airan intra4ascular &plasma' dan interstitial dibatasi dinding kapiler yang permeabel terhadap
air dan semua elektrolit sehingga kedua rongga tersebut dianggap continous compartment, hanya
dalam 4ascular ada protein yang menyebabkan tekanan onkotik dapat menahan air dalam
pembuluh darah.
!d...#airan intracellular merupakan bagian terbesar dari seluruh cairan tubuh diperkirakan dua
kali 3#0 pada orang dewasa sedangkan pada bayi sebesar 7/5 2 3#0
!d 1.#airan e2tracellular terdiri dari cairan interstitial dan intra4ascular dalam perbandingan 5.
pada orang dewasa sedangkan pada bayi 8.
De*asa Ba+,
———————————————————————————)
I-F . E-F . / . . I-F . E-F . / .
———————————————————————————)
(0% ! 0!% ! !% ! ! (0% ! 1!% ! !% !
————————————————————————————-
T2tal B2#+ Water3TBW4 T2tal B2#+ Water3TBW4
0% 5BB %0% 5BB
I 6 Interst,t,al
/6 /lasma
#airan intra4ascular berada dalam
a."enous system 88*
b.!reteriel system.) *
c.$antung, paru dan capillary bed 58*
/ni dapat dimengerti dalam keadaan berdiri lama dan tenang terjadi 4enous pooling terjadi
reduksi 4olume arterial system 999, circulasi ke organ 4ital menurun 99, syncope.
Baik cairan intracellular maupun interstitial jumlahnya cukup besar dibandingkan cairan
intra4ascular hal ini penting sebagai cadangan bila terjadi dehidrasi cairan intertitial/ intracellular
ditarik kedalam intra4ascular.
$antung sebagai pompa plasma sementara ginjal sebagai sensor atau pengatur 4olume plasma
dimana ginjal laksana keran kalau cairan tubuh berlebihan keran terbuka sebaliknya bila
berkurang keran tertutup.
/#0 merupakan rongga tertutup sehingga terbatas kemampuannya untuk berkembang,keluar
masuknya /#0 satu%satunya jalan hanya 4ia 3#0. Perubahan kimiawi pada plasma
menggambarkan perubahan pada 3#0 oleh karena merupakan satuan fungsionil. Perubahan pada
/#0 secara klinis sulit ditentukan satu%satunya organ yang menggambarkan pada /#0 yaitu otak
terlihat berupa gejala sakit kepala, bingung baik oleh karena penurunan atau peninggian /#0
makanya perubahan cairan tubuh hanya ditetapkan secara klinis dari perubahan 3#0 umpama
perubahan pada interstitial bisa terlihat adanya odem bila berlebihan atau lidah kering,mata
cekung atau turgor jelek bila menurun.
Peningkatan jumlah plasma terlihat dari tekanan dalam arterial/4enous. Bila kita bagi 4olume
plasma dalam dua bagian atas forward dan backward compartment maka perubahan pada
backward compartment terlihat dari perubahan tekanan 4enous dan 4olume cairan interstitial.
:edangkan perubahan pada forward compartment,terlihat pada tekanan aretei, nadi, ujung
e2trimitas&acral' dingin atau oliguri.
!d.5 #airan transcellular &Third space'
!danya cairan transcellular oleh karena pengangkutan 3#0 melalui epithel diperkirakan .%8*
BB atau .8 cc/ kg BB dari jumlah ini berada dalam saluran pencernaan ;cc/kgBB, dalam saluran
empedu 1cc/kgBB dan sisanya dalam saluran getah bening.
Dalam keadaan normal jumlah ini tak berarti tetapi dalam kondisi tertentu seperti trauma
jaringan yang luas, peritonitis atau ileus jumlah ini memerlukan perhatian khusus dalam terapi
pengganti cairan dan elektrolit.
+ehilangan cairan memasuki rongga ketiga ini &third space' disebut s<uesterisasi.
Bila penyebab s<uesterisasi ini hilang maka cairan akan kembali ke 3#0 secara berangsur%
angsur dalam waktu 7-%;1 jam.
Dalam keadaan ini 4olume total cairan tubuh tak berkurang tetapi bergeser &translokasi' kedalam
rongga ketiga dan tak berfungsi, sehingga bisa muncul gejala berkurangnya 4olume 3#0 tanpa
terlihat keluarnya cairan yang nyata.
Bila ginjal gagal melakukan fungsinya cairan rongga ketiga akan masuk kedalam 3#0 bisa
menimbulkan o4erload.
=ampir seluruh cairan yang difiltrasi dalam ginjal dan disekresi oleh saluran cerna di reabsorbsi.
Phillip > :ummershell menganggap saluran cerna sebagai entero systemic cycling of water and
electrolyte.
?akan dan minum &1%5'@A, 3#0 &.1%1)'@B, sekresi usus&(%-'@AB, absorbsi &;%-'@ A
,3#0.
+alau terjadi gangguan absorbsi usus seperti peradangan usus akan terjadi kehilangan cairan
yang banyak.
Pada obstruksi usus dimana passage isi usus berhenti maka tekanan intraluminar meningkat
karena penumpukan cairan dan gas pada proksimal sumbatan sehingga absorbsi akan menurun
sementara sekresi usus naik dua kali lipat kedalam lumen sehingga terjadi distensi usus
yang hebat akibatnya muntah muntah terjadi dehidrasi 3#0 dan hemokonsentrasi diikuti dengan
kegagalan sirkulasi.
Distensi usus akan menyebabkan udem dinding ususB, kongesti 4ena ususB,permeabilitas
dinding usus meningkatB,toksin masuk rongga peritoniumA,peritonitis/perforasi dinding usus.
Dipekirakan defisit cairan yang timbul pada obstruksi usus sebesar .8)) cc kalau baru terlihat
dengan foto polos abdomen, tetapi bila telah jelas tanda klinisnya diduga defisit cairan mencapai
18)) %5))) cc malah kalau
sudah ada gejala preshock/shock diperkirakan 7)))%())) cc.
#. +omposisi cairan tubuh
Bagian yang menyusun cairan tubuh disamping air juga Cat%Cat yang terlarut didalamnya terdiri
dari elekrolit &ion 6a,+,#l,=,=#O5' dan nonektrolit &glukose,urea,creatinine dan lain%lain'.
Disebut elektrolit bila dalam larutan akan berdisosiasi menjadi atom%atom bermuatan listrik&ion'.
Dalam semua cairan tubuh apapun komposisi anion dan kation akan selalu dalam jumlah yang
sama.
6atrium merupakan kation yang lebih banyak dalam 3#0,sedangkan kalium dominan dalam
/#0. Pada binatang yang comple2 termasuk manusia dinding cell mempunyai sistem pompa
yang mendorong ion 6a keluar cell yang cenderung memasuki cell &sodium pump' dan
mendorong ion kalium kedalam cell yang cenderung keluar cell. /ni berarti bahwa selama
rongga 3#0 dipertahankan dalam komposisi tetap cell dapat mempertahankan komposisi
konstant dengan mekanisme dalam dinding cell sendiri yang memakai energi yang dihasilkan
oleh metabolisme cell.
3lekrolit haruslah berada dalam kompartmentnya masing%masing dalam jumlah yang tepat agar
cell tubuh dapat berfungsi normal, umpama bila kalium keluar dari cell indi4idu akan lemah dan
bila tak diganti mungkin bisa mati &myocard necrosis atau gagal circulasi ' karena otot dan syaraf
tak aktif.
Dalam keadaan normal kalium sedikit keluar cell diganti oleh natrium masuk intra cell. !ktifitas
ini menyebabkan impuls elektrokimia ditransmisi sepanjang serabut syaraf dan otot. Bila kalium
tak ada dalam cell transmisi impuls tak terjadi, secara klinis terlihat depressi neuromuscular yang
bisa berkembang jadi koma, pada usus tak ada peristaltik,otot%otot melemah dan 3#D adanya
hipokalimia yang nyata sampai henti jantung.
Tiap kompartment punya komposisi elekrolit tertentu
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAB
/ntracellular /ntra4ascular /nterstitial
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
+ation !nion +ation !nion +ation !nion
6a .71 #l .)7 6a .78 #l ..( 6a .) #l .8
+ 8 =#O5 1; + 7 =#O5 1; + .58 =#O5 .)
#a 8 =PO7 1 #a 5 =PO7 5 #a ) =PO7 -5
?g 5 :O7 . ?g 1 :O7 1 ?g 71 :O7 .7
Protein .( Protein . Protein ;8
org.acid 8 org.acid 8 org.acid )
Total
9999999999999999999999999999999999999999999999999
.88 .88 .87 .87 .-; .-;
+elihatannya bahwa jumlah kation dan anion tiap kompartment selalu sama untuk
keseimbangan elektrolit. Tampak juga +,?g,Phosphat lebih banyak dalam /#0 sedangkan 6a#l
dan =#O5 ion dominan di 3#0.
D. +O6:36TE!:/ #!/E!6 TFBF=
Ditentukan oleh jumlah elektrolit dalam cairan tubuh, satuan ukuran konsentrasi
elektrolit dipakai me</@ memberikan informasi mengenai jumlah anion dan kation yang dapat
bergabung dengan kation atau anion lain.
Fmpama kadar 6a dalam plasma sebesar .7) me</@ artinya bahwa .7) kation bisa bergabung
dengan .7) anion untuk tiap liter darah / plasma. Eata%rata kadar #l dalam darah .)7 me</@
artinya .)7 anion #l bergabung dengan .)7 kation 6a, dan sisa kation 6a&.7)%.)7'95( akan
bergabung dengan anion lain selain #l.
Berat e<ui4alent adalah jumlah satu elektrolit yang akan bereaksi dengan jumlah ion = tertentu
atau sama dengan berat atom &B!' dibagi 4alensi.
+alau ingin merubah mg* menjadi me</@ bisa dipakai rumus
m$% 5 00 5 7alens,
————————
8erat at2m 3BA4

-2nt29 :
larutan ;a-l 0<=% 6 0!! me> ?L
0<=%6 0<= $ram?000 @@6=00 m$ ?000 @@
#alam satu l,ter 8erart,6=00 5 00 m$ 6 =000 m$?L
Aalens, ;a-l 6 0
BA ;a-l 6 1B 3;a4 C B! 3 -l4 6 !8
m$% 5 00 5 7alens,
Rumus : ————————-
BA
=00 5 00 5 0
——————) 6 00! me> ?LD
!8
Berarti satu liter 6a#l ),G* berisi .88 me< 6a dan .88 me< #l.
@arutan +#l ;,8* 9 .).5,8 me</@
;,8* 9 ;,8 gram dalam .)) cc 9 ;8)) mg*
4alensi +#l 9 .
B! 9 5G &+' H 58 &#l' 9 ;7
;8)) 2 .) 2 .
Eumus AAAAAAB 9 .).5,8 me</@
;7
+ira%kira .cc +#l ;,8* 9 .me< & .).5,5 .))) 9 . me<'.
3. +3:3/?B!6D!6 O:?O@!E/T!:
#airan disemua kompartment haruslah sama osmolaritasnya. Eata%rata 1-8 B 5)8 mosm /@.
Osmolarity menunjukkan jumlah molekul yang terlarut &osmol' per liter cairan tubuh, sedangkan
osmolalitas&ty' jumlah osmol perliter Cat pelarut dalam klinis praktis keduanya dianggap sama.
Dalam praktek osmolalitas 3#0 dipengaruhi oleh 6a &G)%G8*' glukose, ureum dapat dihitung
dengan rumus
$lu'2sa BE;
Osm2lal,t+ Flasma 6 1 5 3;aC4 C :——— C ——)
08 1<8
Tonisitas adalah osmolalitas satu cairan dibandingkan cairan lain.
Berdasarkan tonisitas cairan dibagi atas
/sotonis 1;) % 1G) mosm/@
hipotonis I 1;) mosm/@
hipertonis , 1G) mosm/@
Tekanan osmotik ditentukan oleh jumlah molekul dalam satu larutan bukan oleh besar atau berat
molekulnya.
@arutan mannitol berat molekulnya rendah tetapi menaikkan tekanan osmotik, sedangkan
de2tran /albumin berat molekulnya -).))) tak banyak menaikkan tekanan osmotif hanya
menaikkan tekanan onkotik &koloid osmotik' oleh dinding 4ascular relatif impermeabel sehingga
air dicegah keluar dari pembuluh darah secara berlebihan.
:eperti kita ketahui bahwa tekanan hidrostatik cenderung mendorong air keluar dari 4ascular
sementara tekanan onkotik cenderung menahan cairan dalam 4ascular&:tarling=ypotese'
Pada ujung arteriole dari kapiler
Te'anan 9,#r2stat,' #ara9 B% mmG$
Te'anan 9,#r2stat,' ,nterst,t,al -0 mmG$
———————————————————
&ra#,ent te'anan 9,#r2stat,' B mmG$
Te'anan 2n'2t,' #ara9 1 mmG$
Te'anan 2n'2t,' ,nterst,t,al -0 mmG$
———————————————————
&ra#,ent te'anan 2n'2t,' 1! mmG$
Dengan demikian
Da+a f,ltras, 6 $ra#,ent te'anan 9,#r2stat,' 6 B mmG$
Da+a 2sm2t,'?2n'2t,' 6$ra#,ent te'D2n'2t,' 6-1! mmG$
Da+a f,ltras, 8ers,9 6 00 mmG$
Fjung 4enous capiller
Te'anan 9,#r2stat,' #ara9 6 0% mmG$
Te'anan 9,#r2stat,' ,nterst,t,al 6 -0 mmG$
——————————————————————-
&ra#,ent te'anan 9,#r2stat,' 6 0 mmG$
Te'anan 2n'2t,' #ara9 6 1 mmG$
Te'anan 2n'2t,'?2sm2t,' ,nterst,t,al 6 -0 mmG$
————————————————————)
&ra#,ent te'anan 2n'2t,' ?2sm2t,' 6 1! mmG$
Dengan demikian
Da+a 2sm2t,' 6 1! mmG$
Da+a f,ltras, 6 0 mmG$
6666666666666666666666666666666666666666
Da+a 2sm2t,' 8ers,9 6 = mmG$
+ira%kira G)* cairan yang difiltrasi diujung arteriole kapiler direabsorbsi pada ujung 4ena.
:edangkan .)* lainnya kembali ke system ke sistem 4ascular melalui saluran lympyh.
Pembuluh%pembuluh limpatik bisa membawa protein dan material besar lainnya yang tak dapat
diabsorbsi langsung kedalam kapiler 4enous keluar dari ruang jaringan Permeabilitas dinding
kapiler berbeda pada berbagai bagian tubuh, umpama kapiler li4er bisa protein melewati
membrannya sedang kapiler glomerulus tak bisa melewatkan protein.
Tekanan hidrostatik pada end arteriole 12 end 4enous oleh karena disamping tekanan hidrostatik
biasa oleh berat cairan itu sendiri juga dari tekanan darah yang dikendalikan jantung. Proses
keluarnya cairan akibat perbedaan tekanan hidrostatik disebut filtrasi yang keluar air, solute
termasuk makanan
0.E3DF@!:/ #!/E!6 TFBF=
Dalam keadaan normal dijaga keseimbangan air sehingga air yang masuk&input' dan output
seimbang. +eseimbangan air dan elektrolit yang ingin dicapai adalah konstantnya 4olume dan
komposisi 3#0. Pernyataan ini melibatkan masalah sensor yang mengenal perubahan dan efektor
yang mengoreksi perubahan, ini berarti satu feedback loop yang memungkinkan hubungan
kontinu antara output dari satu sensor dan efek yang ditimbulkannya.
Dalam keadaan sehat tubuh mampu mengatasi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
dapat mencegah dan memperbaiki kerusakan. =aus sadar ingin air, salah satu faktor utama yang
menentukan intake&input' cairan, Osmoreseptor dihipotalamus adalah cell yang dirangsang oleh
kenaikan tekanan osmotik cairan tubuh.
?emulai Easa =aus
=aus juga dirangsang oleh penurunan 4olume 3#0, tapi harus diingat tanpa penurunan 3#0 bisa
timbul rasa haus bila mulut kering oleh atropin yang dapat menekan sali4asi. =omeostatik
4olume air dalam tubuh dipertahankan atau diperbaiki dengan menyesuaikan output dan intake.
Dinjal bertanggung jawab utama dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dengan
mengontrol output, dalam pekerjaanya membantu mengatur total 4olume 3#0 ginjal diatur oleh
hormon !D=&anti diuretic hormon' dan aldosteron.
!D= adalah hormon yang diproduksi oleh nucleus supra optic hypothalamus dan mempunyai
fungsi utama meningkatkan permeabilitas tubulus distalis dan collecting tubules renalis terhadap
air sehingga air diserap kedalam medulla interstitialis. :edangkan aldosteron diproduksi oleh
Cone glomerulosa corte2 adrenal mempunyai fungsi utama mempengaruhi membran tubulus
distalis renalis terhadap 6a sehingga ion 6a diabsorbsi dan ion + disekresi bersamaan dengan air
turut diabsorbsi.
Bila tekanan osmotik dalam 3#0 meningkat akan menstimulir osmoreseptor dalam hipotalamus
membebaskan !D= menyebabkan retensi air oleh ginjal. Bila 4olume 3#0 atau plasma menurun
akan menstimulir 4olume reseptor pada Ju2ta glomerullar apparatus ginjal membebaskan renin
kedalam plasma menjadi angiotensin / kemudian oleh pengaruh enCym con4erting menjadi
angiotensin // yang berfungsi
a. menaikkan tekanan darah dengan menaikkan tahanan perifer.
b. membebaskan aldosteron dari glandula adrenal.
!ldosteron juga dibebaskan oleh pengaruh langsung kenaikan kalium darah terhadap glandula
adrenal untuk mensekrersi kalium ditubulus distalis renalis sehingga kadar kalium kembali
normal. !ldosteron juga mempengaruhi transport 6a dalam colon, kelenjar keringat dan sali4a
tapi tak begitu berarti dibandingkan renal tubules.
:ekresi !D= berlebihan bisa terjadi akibat takut, nyeri, infeksi akut, pengaruh analgetik/narkotik
seperti morphin, petidin, juga pengaruh stress trauma atau operasi besar yang bisa berlangsung
.1%5( jam post operatif yang mana hal ini perlu dipertimbangkan dalam pemberian cairan selama
post operatif dimana cenderung terjadi retensi cairan dan natrium.
+alau kita perhatikan keseimbangan input dan output cairan tubuh
?asuk minum .8)) cc
makan ;)) cc
oksidasi 1)) cc
AAA%
17)) cc
+eluar kulit%menguap 58) cc
keringat .)) cc
paru%paru 58) cc
faeces 1)) cc
urine .7)) cc
AAA%
17)) cc
+eluarnya air melalui kulit dan paru tanpa memandang berapa besar yang masuk disebut
insensibel loss atau hilang tanpa disadari dalam keadaan normal biasanya ;)) cc/hari. /ni akan
bertambah hebat bila demam atau hiper4entilasi yang sering lupa menggantinya dalam terapi
cairan,
Biasanya kalau demam perlu penambahan .1* dari maintainance setiap kenaikan satu derajat #,
diatas suhu tubuh normal. !ir yang keluar dari faeces sama dengan yang diperoleh dari oksidasi
1)) cc/hari. $umlah air yang dikeluarkan oleh ginjal tergantung situasi air dalam tubuh &intake >
perspirasi'.
?akanan yang banyak mengandung air yaitu sayuran dan daging &() %G;'*, air yang diperoleh
dari oksidasi makanan disebut air oksidasi diperkirakan setiap .)) g kalori karbohidrat atau
protein menghasilkan .) cc air. Perlu diingat pengeluaran air 4ia paru%paru dan kulit dipengaruhi
luas permukaan tubuh, suhu tubuh, suhulingkungan, kelembaban udara dan frekuensi pernafasan.
Pada bayi terutama yang prematur justru penguapan air ini ;)* keluar dari permukaan kulit dan
5)* dari paru%paru.
Dangguan keseimbangan air
Bisa berupa dehidrasi dan o4erhidrasi.
Dehidrasi disebut ringan bila berat badan turun I 8*
sedang AAAAAAB antara &8 B .) ' *
berat , .)*
fatal , 1)*
=aus merupakan gejala paling dini hilangnya air, biasanya dirasakan setelah berat badan &BB'
turun 1*,bila mulut dan kulit kering diperkirakan ,(*, bila telah muncul
bingung/gelisah&delirium' berarti diantara ;%.7*.
Pada kasus pediatri bila turgor jelek dan fontanell cekung, diduga berat badan turun ,.)* tetapi
bila mata juga cekung berarti diantara .)%1)*.
:etiap hilang cairan (* diperkirakan natrium hilang ),8*, atau setiap hilang 7,8 liter air berarti
natrium hilang 1) g.
Berdasarkan ratio air dan elektrolit yang ditahan 3#0 maka tipe dehidrasi dapat dibagi atas
a. Dehidrasi /sotonikAA% 1;) B 1G) mosm/@
b. Dehidrasi =ipotonikABI 1;) mosm/@
c. Dehidrasi =ipertonikAB, 1G) mosm/ @
Diagnose yang tepat pada stadium lanjut penting oleh karena terapi yang tak sesuai diagnose
sangat berbahaya. Oleh sebab 6a &sodium' sebagai pengatur utama serum osmolality maka bisa
digunakan juga istilah dehidrasi iso, hipo atau hipernatrimia.
Disebut isonatrimia bila jumlah air yang keluar sama banyak dengan elektrolit seperti muntah,
ileus obstruktif, tak ada kompensasi replacement dari 3#0, bila berlangsung lama bila jadi
shock.
Disebut hiponatrimia bila natrium lebih banyak hilang, seperti pada kasus kelaparan dimana
cairan masuk dari 3#0 kedalam /#0 sehingga 4olume 3#0 berkurang, bahaya shock lebih cepat
terjadi. Disebut hipernatrimia bila cairan yang hilang lebih banyak dari elektrolit &6a' dimana
osmolaritas 3#0 meningkat, dalam hal ini cairan sekitar jaringan masuk kedalam plasma
sehingga bahaya shock berkurang. :ering terjadi pada diare yang akut tetapi jarang terjadi pada
kasus%kasus yang akan dioperasi. Bahaya dehidrasi ditentukan oleh derajat gangguan dan
cepatnya proses.
Penentuan jenis dehidrasi isotonis, hipotonis dan hipertonis penting untuk terapi yang tepat
memilih cairan.
+ebutuhan air untuk orang dewasa 5)%58cc/kgBB/17jam sedangkan pada bayi dan anak
bergantung BB
I.) kg 7cc /kgBB/jam
.) % 1) kg 7)cc H 1cc/kgBB diatas .)kg
, 1) kg &()cc H .cc/kgBB diatas 1)kg ' per jam
/ni penting untuk maintainance cairan &pemeliharaan' dimana setiap suhu naik satu derajat #
ditambah kira%kira .1%.8*.
Fntuk lebih detail akan dibahas pada bab terapi cairan dan elektrolit.
D.E3DF@!:/ 6!TE/F?
Pengatur utama sodium tubuh adalah ginjal, oleh karena sodium merupakan pengatur utama 3#0
maka berarti ginjal adalah pengatur 3#0. =al ini karena sodium&natrium' merupakan partikel
kecil mudah difiltrasi oleh ginjal bersama anion #l dan bikarbonat.
+alau kita perhatikan tabel dibawah ini baik air maupun elekrolit lebih G)* yang difiltrasi akan
direabsorbsi kembali.&dewasa normal, diet normal'.
0iltrasi /17jam K 3kskresi /17 jam K Eeabsorbsi
999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999
/ 6aH / 18.))) mmol / .)) mmol / GG,(*
/ #l% / .-.))) mmol / .)) mmol / GG,8*
/ =#O5% / 8.))) mmol / ) mmol / .))*
/ +H / ;)) mmol / 8) mmol / G5*
/ !ir / .-) @ / . @ / GG,7 *
9999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999
.)%.1* filtrasi mencapai collecting tubules dan direabsorbsi kembali, dan diekskresikan lebih
kurang .*. Tetapi dicollecting tubules lebih menentukan walaupun dipro2imal tubules
reabsorbsinya lebih besar karena bila intake natrium tak ada maka ekskresi natrium dalam urine
jauh sangat rendah ).).* karena reabsorbsi di colecting tubules meningkat. Dengan demikian
banyak sedikitnya keluar natrium dalam urine ditentukan oleh reabsorbsi natrium dicollecting
tubules yang dipangaruhi oleh aldosteron.
+eseimbangan natrium
Total sodium dalam tubuh kira%kira 7)))%8))) me<, hanya .)* berada dalam cell. +ebutuhan
minimal natrium untuk dewasa perhari minimum 8,G g per hari &.)) me<'&.,8 me</kgBB'
Output =ampir seluruhnya dikeluarkan 4ia urine hanya sedikit 4ia keringat maupun faeces
kecuali ada diarrhea atau hilangnya lendir mukose usus maka hilangnya natrium meningkat.
+onsentrasi 6a plasma ditentukan dengan menurunkan renal loss dikontrol aldosteron.
Dangguan keseimbangan 6a bisa berupa hiponatrimia dan hipernatrimia.
a.=iponatrimia
Jang murni jarang sekali oleh sebab natrium tak dapat hilang tanpa air sehingga kenyataan apa
yang disebut hiponatrimia adalah jumlah air tubuh yang berlebihan yang diperberat dengan
kurangnya intake natrium pengganti yang hilang. Fmpama berkeringat banyak diminum air yang
banyak sehingga terjadi dilusi hiponatrimia.
Tekanan osmotik 3#0 menurun, cairan interstitial ditarik ke /#0, ginjal berusaha mengeluarkan
air yang banyak untuk mempertahankan tonicity 3#0, akibatnya terjadi dehidrasi 3#0 sementara
o4erhidrasi /#0 sehingga penderita tak merasa haus dan tak ingin minum
+adar 6a plasma normal .58 B .78 mg /@, bila I .1) mg/@ akan muncul tanda%tanda
disorientasi, lethargi, gangguan mental, irritability, dan henti nafas dan bila I ..) mg/@ bisa
terjadi kejang sampai koma.
=iponatrimia bisa disebabkan
3u4olemia :/!D=&sundroma inapropriate anti diuretic hormon' .
=ipo4olemia diarhae, 4omitus, diuretika, third space losses.
=iper4olemia nephrosis, cirrhosis hepatis lati4e
/ni bisa dikoreksi bila 6a ,9 .18 mg/@ cukup retriksi cairan.
bila 6a I .1) mg/@ B, 6a#l 5*
&.7) %L' 2BB 2 ),( mg
L 9 kadar 6a dikoreksi
b.=ipernatrimia
Eelati4e hipernatrimia terjadi pada deplesi air &dehidrasi' dengan adanya fungsi renal yang
mundur bisa akibat kerusakan tubuler o4erproduksi aldosteron primer/sekunder sehingga
kelebihan 6a tak bisa dikeluarkan. +elebihan 6a murni bisa didapat oleh sebab o4erinfused
dengan 6a#l hipertonis, asupan berlebihan salt tablet, bicarbonas natricus.
!danya retensi natrium dan air yang meningkat terjadi odem. Timbul dehidrasi /#0 karena
penarikan cairan /#0 ke 3#0 penderita merasa haus, bila kadar 6a ,.() mg/@ akan
timbul gejala lethargi, kejang, koma.
Terapinya
kelebihan 6a 9 &L%.7)' 2 BB 2 ),( mg.
defisit cairan 9 &L%.7)' 2 BB 2 ),( .7) 9 @
berikan De2trose 8* in water
Prinsipnya memberikan banyak air walaupun ada retensi air tetapi pada saatnya membatasi
intake 6a.
=. E3DF@!:/ +!@/F? &POT!:/F?'
Total kalium dalam tubuh lebih kurang 58)) me< dan G-* berada dalam cell, terutama dalam
cell otot.
+adar dalam plasma 9 5,8%8,) me</ @
+alium berfungsi mempertahankan membran potensial elektrik.
Dangguan kadar kalium terutama mempengaruhi cardio4ascular, neuromuscular dan gastro
intestinal.
/ntake rata%rata pemasukan perhari 1%5 gram, daging sumber utama kalium disamping teh dan
buah%buahan.
Output terutama 4ia urine sedikit 4ia keringat atau faeces, pada diarrhae atau hilangnya lendir
mukosa usus yang banyak hilangnya kalium meningkat. Bila protein dipecah selama kelaparan,
stress pembedahan atau anestesi atau peradangan maka tiap gram nitrogen yang dipecah akan
membebaskan kalium sebesar 5 me<.
/nsulin dan adrenalin bisa menurunkan kadar kalium plasma.
Dangguan keseimbangan kalium bisa berupa hipokalimia atau hiperkalimia.
a.=ipokalimia
$arang menimbulkan problem yang serius bila tidak berlangsung lama atau tiba%tiba dalam
jumlah yang banyak seperti pada gastroenteritis atau colitis atau pasien yang diinfus jangka lama
tanpa kalium. Penyebab yang lebih sering muntah%muntah karena stenosis pilorus terutama bila
banyak mukus yang hilang seperti pada chronic gastritis yang berat atau suction gastrointestinal
post operatif .
Bisa juga karena pergeseran kalium kedalam cell, oleh karena plasma alkalosis, atau karena
koreksi diabetes dengan insulin, beta adrenergik agonis serta keluarnya kalium 4ia urine
pengaruh aldosteron, diuretikum. Bila kalium hilang dari cell diganti 6a atau = ion, secara klinis
akan timbul kelemahan, tetani dan aritmia.
+adar +I 5 me</@ bisa menimbulkan gejala aritmia &"T.:"T, bradikardi.' 3#D abnormal&F
wa4e, flat atau in4erted T', paralise parestesi, mual muntah bila +I1 me< bisa fatal.
Terapi dengan +#l
+, 5me</@ ,oral atau 4ia 6DT 1)%7) mmol.
+I 5 me</@,&7,8 B L ' 2 BB2 ),5 me<.
+ecepatan ),8 me< /kgBB/jam, pediatrik ),1%),5me</kg/jam.
Berikan bila produksi urine sudah baik ),8%.cc/kgBB/jam.
b. =iperkalimia
Fmumnya tejadi bila ion kalium bergeser dari dalam cell ke cairan interstitial dan plasma darah
dalam jumlah yang lebih besar dari normal
/ni bisa disebabkan oleh
% infeksi atau trauma yang luas, kematian cell &rhabdomyolisis, hemolisis, tumorlisis, luka bakar'
%dysfungsi ginjal, diabetik asidosis/ketosis,hypoaldesteronisme.
%obat%obatan yang membatasi sekresi kalium didistal tubules seperti spironolacton,triamteren,
%6:!/D,!#3 inhibitor,
%:uccinilcholine Bmenggeser +H keluar otot terutama otot yang paralise berbahaya
pada penderita paralyse otot.
Perlu diingat oklusi 4ena terlalu lama waktu mengambil sampel darah untuk pemeriksaan
laboratorium bisa menggambarkan hiperkalimia palsu, juga pada thrombocytosis atau
leukositosis dimana pelepasan +H dari platelet atau leukosit selama pembekuan darah.
+adar + plasma , ( me</timbul gejala aritmia, heart block, bradikardi, 3#D abnormal&PE
prolonggation, ME: wide ME:, Diminish P wa4e' paralise dan refle2 hipoaktif. Bila , ; me</@
sering berakhir dengan cardiac atau respirasi arrest.
Jang perlu diingat lagi adalah selama post operatif oleh karena trauma bedah/anestesi,
premedikasi &morpin,petidin', emosi terjadi retensi cairan dan natrium serta mobilisasi + dari
cell ke 3#0 serta penurunan urine output ini semua karena pengaruh !D= dan aldosterone serta
pemecahan protein cell yang menaikkan output nitrogen.
!was o4erload cairan, natrium maupun kalium selama periode 17%;1 post operatif.
Terapi 3#D abnormal beri #a#l1 .)*, 8%.) cc perlahan%lahan . Fntuk mendorong + ke
intracell, biasanya satu unit regular insulin dalam 5)cc D.). 6a bikarbonat . me</kgBB i4
pelan%pelan beta agonist %albuterol inhaled .)%1) mg @asi2 @oop diuretik' utk e2kresi + Dialisis
kalau +,; me</@ Holiguri/anuria.
=iper4entilasi membuat alkalosis sehingga kalium masuk cell, Jang paling penting adalah
intake kalium distop.
#alcium homeostatis
0ungsi utama #aHH adalah bagian utama struktur tulang.
?empengaruhi transmisi neuro muscular.
?empengaruhi sekresi kelenjer eksokrin dan endokrin, cardiac action potential, system enCym
dan pembekuan darah.
6ormal kadar #a plasma Total .) mg* terdiri dari 7,;mg* ioniCed, .,5mg* comple2ed, 7,)
mg* protein bound' atau .%.,18 mmol/@.
Dangguan keseimbangan #a berupa hipocalcemia dan hipercalcemia.
=ipocalcemia
Bila #aHH I . mmol/@ bisa muncul gejala aritmia, gagal jantung sampai henti jantung ,hipotensi,
3#D &Prolonggasi MT,:T' tetani, spasmo otot, parestesi dan kejang.
Bisa disebabkan Transfusi massif, gangguan ginjal, malabsorbsi, sakit li4er, pancreatitis, luka
bakar dan lain%lain.
+oreksi #alcium #a#l1 .)* 5%7 cc atau #a glukonas.)* .) cc i4 pelan.
=ipercalcemia Bila kadar #aHH , .,5 mmol/@
Bisa timbul gejala berupa
aritmia, hipertensi, bradikardi, ischeia cordis, digitalis to2icity, gangguan konduksi, depresi
mental, kejang koma, mual muntah konstipasi dan lain%lain.
Bisa disebabkan thyroto2icosis, keganasan, hiperparathyroidea, o4erdosis 4itamin !,D.
Terapi 6a#l ),G* untuk perbaikan 4olume plasma agar perfusi dan renal blood flow cukup.
@oop diuretik&furesemid' ?eninggikan eskresi #alcium.
?agnesium homeostasis
0ungsi magnesium sebagai element struktural tulang, mempengaruhi neuroe2iability system
enCim terutama !TP ase.
+onsentrasi ?g dalam plasma .,(%.,G mg*&.,7%.,;me<'/@, kira%kira 88* dalam bentuk ioniCed,
.5* comple2 dan 51* ikatan protein' Dangguan klinis umumnya disebabkan hipo
magnesemia atau hipermagnesemia.
=ipomagnesemia
:ering disertai hipocalcemia dan hipokalimia.
?anifestasi klinisnya mirip hipocalcemia adanya gejala neuromuscular seperti
fasciculasi otot,tremor,spontanous carp pedalspasm general spasticity,tetani nausea,apathi dan
lain%lain bisa disebabkan
poor intake &total parenteral nutrisi yang lama tanpa ?g.
e2cessi4e renal loss &terapi diuretik,:/!D='
e2cessi4e gastro intestinal loss &gastro intestinal suction'
miscellaneous &luka bakar,transfusi darah citrat,gentamy cine,diabetic aidosis'
dysfungsi organ &renal diseases hyper thyiroid,hyperpara thyroidism,acute pancreatitis'.
T3E!P/
=ati%hati pemberian ?g pada renal insuficiency dengan e4aluasi sering kadar ?g plasma
karena sebagian besar ekskresi 4ia renal.
Dosis dan jalur pemberiannya tergantung pada beratnya deficiency dan gejala yang timbul
seperti adanya kejang bisa diberi ?g sampai 1me< /kgBB i4 dalam 7 jam.
:ebelum memulai infus bisa diberi 5) cc ?g :ulfat .)* i4 pelan%pelan.
Fntuk yang sedang bisa diberi ),18%),8 me</kgBB setiap 7 jam 4ia oral atau parenteral. =ati%hati
memberikan i4 pada anak kecil bisa hipotensi.
?g:ulfat tersedia dalam larutan .),18 dan 8)*.
:etiap g ?g:O7;=1) setara dengan - me< ?g.
Fntuk dosis peroral, .1,8%18 me< ,72 sehari tersedia dalam sediaan ?g citrat,?g
=idroksida,?g#hloride dan asetat.
:angat effektif untuk pre atau eklampsi 4ia parenteral karena mendepressi neuromuscular
function dan menurunkan tekanan darah dengan efek 4asodilatasi perifer.
=ipermagnesemia
?endepressi neuromuscular transmission baik perifer maupun central.
?anifestasi klinisnya mensupressi fungsi mental mulai dari mengantuk sampai koma depresi
fungsi motorik mulai menurunnya refle2 tendon paralise otot,refle2 patella menghilang bila
kadar ?g , - me</@, dan paralise otot respirasi bila , .) me</@.
3fek 4asodilatasi perifer terjadi hipotensi,mual,muntah effek pada gastrointestinal dan MT
inter4al memanjang pada 3#D,soft tissue calcification.
Penyebabnya /ntake obat%obatan mengandung ?g pada renal failure
!drenal cortical insuficiency,hipothyroidism.
Bisa timbul selama hipotermi.
T3E!P/
Fntuk terapi emergensi #a gluconate .)* .) cc i4 pelan1 oleh karena ion #a mengantagonis ion
?g.
Bila fungsi renal baik beri diuretik furesemide, =entikan obat1an yang berisi ?g. Bila tak
respons lakukan dialise.
Phosphate =omeostasis
=ampir -8* total body phosphate dijumpai dalam tulang, merupakan mayor intracellular anion
konsentrasi mencapai .7) me</@ air cell.
Fmumnya merupakan persenyawaan organik yang berperan dalam metabolisme karbohidrat
&+=' dan tak bebas berdiffusi lewat membran cell.
+onsentrasi plasma ber4ariasi .1 mg* pada kanak%kanak dan turun serenda pada dewasa karena
diperlukan untuk pertumbuhan skletal.
0ungsi utamanya
%merupakan element struktural tulang
%terlibat dalam proses metabolisme +=,lipid,asam nucleat dan
o2idati4e phosphorylation penentu dalam produksi !TP dan 1,5 DPD,
% memelihara intergritas struktural
Dangguan kronis biasanya dijumpai pada penyakit tulang sedangkan gangguan metabolisme
akut mempengaruhi fungsi otot,syaraf dan sel darah.
Dangguan homeostatis fosfat berupa hipo atau hiperpospatemia.
=ipopospatemia
?anifestasi klinik chronic hypophosphatemia berupa osteomalacia atau rickets oleh
serba penurunan pembentukan #aP)7.
!kut hipofosfatemi bisa terjadi dalam beberapa keadaan menyebabkan sindroma klinik yang
berat melibatkan banyak organ.
Disorientasi,koma,gagal nafas,kejang,gangguan fungsi platelet,turunnya red blood cell 1,5 DPD
dan
Penyebabnya bisa
%poor intake atau poor interstinal absorbtion
meningkatnya eskresi fosfat lewat ginjal.
pergeseran fosfat kedalam cell &acute alkalosis obat1an insulin,adrenalin,pemberian +='.
T3E!P/
Bila akut kadar P , . mg* diberi enteral
PI . mg beri potassium fosfat ),(%),G/kg/jam i4 pelan1 kemudian .))) mg/hari ditambah
kehilangan,
Jang penting menyingkirkan penyebabnya
% phosphate binding antacid
% gangguan hidroksilasi 4it DB, 4it D dosis tinggi.
% gangguan reabsorbsi renalA,fosfat .%5 g/har
=iperphosphatemia
Pengaruhnya yang buruk adalah akibat efeknya pada #aHH
yaitu hipocalcaemia dan kalsifikasi e2tra skletal.
Penyebabnya adalah
%gagal ginjal %pebebasan fosfat dari cell &acute acidosis' %hiperparathyroidism
T3E!P/
Oleh karena hyperphosphatemia umumnya akibat menurunnya eksresi fosfat 4ia renal biasanya
tak dapat dikoreksi maka terapi ditujukan dengan menurunkan absorbsi fosfat diusus dengan
intestinal phosphate binding agent seperti !lumenium hydo2ide gel.
+esimpulan
+etrampilan mengelola gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit adalah kecakapan yang
harus dimiliki oleh ahli anesthesiologi.
=al ini penting karena kejadian ini sangat sering dalam dunia pembedahan/anestesi.
Telah dikemukakan dasar%dasar keseimbangan cairan dan elektrolit dimana perubahan kadar
6a,+ #a,?g dan Pospat yang abnormal dan mendadak dapat mengancam nyawa penderita.
Pada bayi dan anak memerlukan perhatian yang lebih khusus. :ering dilupakan perhitungan
penggantian cairan sehubungan dengan kenaikan suhu tubuh,lingkungan, surgical e2posure dan
translokasi cairan akibat pembedahan dan anestesi.
+epustakaan
..Neldy $6O Bodu 0luid and 3lectrolyte ,5rd edit,The #" ?osby #ompany :t.
@ouis,Toronto,@ondon, .G-).
1.#arroll $D Nater,3lectrolyte,and !cid%Base ?etabolism
$.B.@ippincott #ompany,Philadelphia,Toronto,.G;-.
5.:mith +O 0luids 3lectrolyte ! #onceptual
!pproach,#hurchill @i4ingstone,6ewyork 3ddinburg>@ondon,.G-).
7.Bunton @D 0luid Balance without tears or The #hild guide to electrolyte,1nd editO @@oyd @uc
&?edical Books' ltd,6ew :treet,@ondon,.G;(.
8.:mith ?E !nesthetics for infant and children,The #" ?osby #ompany,Toronto .G-).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful