You are on page 1of 2

Fungsi Iman kepada Rasul Allah Swt

Iman kepada Rasul Allah swt. Mengandung empat unsur yang merupakan tanda-tanda
penghayatan terhadap fungsi iman kepada Rasul-rasul Allah swt, yaitu:
1. Mengimani bahwa risalah mereka benar-benar dari Allah swt. Barang siapa yang mengingkari
mereka walaupun hanya salah seorang Rasul, maka dianggap kafir.
Firman Allah dalam Qs:Asy-Syura:105.Kaum Nuh telah mendustakan para Rasul.(Qs: Asy-
syura:105).
2. Mengimani Rasul yang telah kita kenal maupun yang tidak kenal namanya.
Firman Allah dalam Qs:Al-mu-min:78. Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul
sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada
(pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu.(Qs: Al-mu-min:78).
3. Membenarkan berita-berita yang bersumber dari wahyu Allah swt.
4. Mengamalkan syariat-syariat mereka yang diutus Allah swt, kepada kita
Firman Allah dalam Qs:An-nissa:65.Maka demi Tuhan, mereka pada hakikatnya tidak beriman
hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkatra yang meeka perselisihakan, kemudian
mereka tidak merasa dalam hati mereka suatu keberatan terhadapm putusan yang kamu berikan
dan meeka menerima dengan sepenuhnya .(Qs:An-nisa:65).

Tanda tanda orang beriman kepada rasul-rasul Allah adalah sebagai berikut:
1. Teguh Keimanannya Kepada Allah SWT
Ketaatan kepada rasul adalah bukti keimanan kepada Allah swt. Banyak ayat-ayat Al-Quran
yang menyuruh kita untuk taat kepada Allah swt, disertai ketaatan pada para rasul-NYA, antara lain
dalam surah An Nisa: 59, Ali Imran: 32, Muhammad: 33.
2. Meyakini Kebenaran Yang Dibawa Para Rasul
Kebenaran yang dibawa rasul tidak lain adalah wahyu Allah baik yang berupa Al-Quran
maupun hadis-hadisnya. Seseorang akan bisa meyakini kebenaran wahyu Allah, jika terlebih dahulu
ia beriman kepada rasul Allah sebagai pembawa wahyu. Mustahil ada orang langsung bisa menerima
suatu kebenaran yang dibawa oleh orang lain, apabila ia tidak yakin pada si pembawa.
Allah menjelaskan dalam surah Al-Baqarah: 285 yang artinya sebagai berikut :
Rasul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula
orang-orang yang beriman. Semuanya beriman jepada Allah, malikat-malaikat-NYA, kitab-kitab-NYA,
dan rasul-rasul-NYA. (QS Al-Baqarah:285).
3. Tidak Membeda-Bedakan Antara Rasul Yang Satu Dengan Yang Lain
Seorang mukmin dituntut untuk meyakini kepada semua rasul yang pernah diutus oleh Allah
swt, seperti yang telah digambarkan Allah swt dalam surah Al-Baqarah: 285
kami tidak membeda-bedakan antara seorangpun(dengan yang lain) dari rasul-rasul-NYA.Dan
mereka mengatakan:kami dengar dan kami taat.(Mereka berdoa):Ampunilah kami ya Tuhan
kami, dan kepada Engkaulahtempat kami kembali.(QS.Al-aqarah:285).
4. Menjadikan Para Rasul Sebagai Uswatun Hasanah
Sebelum menerima wahyu dari Allah swt rasul adalah orang-orang yang terpandang di
lingkungan umatnya, sehingga selalu menjadi acuan perilaku bagi orang-orang di lingkungannya.
Setelah menerima wahyu, keteladanan mereka tidak diragukan lagi, karena mereka selalu mendapat
bimbingan dari Allah swt.
Dalam surah Al-Ahzab: 21 Allah swt menegaskan sungguh pada diri Rasulullah terdapat suri
yauladan yang baik bagi kamu.(QS. Al-Ahzab:21)
5. Meyakini Rasul-Rasul Allah SWT Sebagai Rahmat Bagi Alam Semesta
Setiap rasul yang diutus Allah swt. Pasti membawa rahmat bagi umatnya. Artinya kedatangan
rasul dengan membawa wahyu Allah adalah bukti kasih sayang (rahmat) Allah terhadap manusia. Di
dalam Al-Quran dikatakan bahwa : Dan tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan
untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta.(QS.Al-Anbiya:107)
6. Meyakini Nabi Muhammad saw SeBagai Nabi dan Rasul Terakhir
Nabi Muhammad saw adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus Allah swt ke muka bumi ini,
didasarkan kepada dalil-dalil naqli sbg berikut :
a. QS. Al-Ahzab: 40 yang artinya: Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki
diantara kamu, tetapi dia adalah rasulullah dan penutup para nabi. Dan adalah Allah mengetahui
terhadap segala sesuatu.(QS. Al-Ahzab:40). Dalam ayat ini Allah menyatakan secara jelas bahwa
Muhammad adalah khatamannabiyin (penutup para nabi).
b. Dalam hadis Mutawatir yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal dari Anas bin Malik sbg
berikut:
Sesungguhnya risalah kenabian itu telah habis. Maka tidak ada nabi dan rasul
sesudahku.(HR.Ahmad bin Hambal) 7. Mencintai Nabi Muhammad saw.
Renungkan firman Allah swt dalam QS. At-Taubah:24 yang artinya sbg berikut :
Katakanlah, jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri dan kaum keluarga kalian ;
juga harta kekayaan yang kalian khawatirkan keruginnya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang
kalian sukai adalah lebihg kalian cintai daripada Allah dan rasulNYA, maka tunggulah sampai Allah
mendatangkan keputusan (azab)-NYA.Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang
fasiq.(QS.At-Taubah:24)