Analisa rapp

Disini ada beberapa kesalahan yang dilakukan oleh kedua perusahaan diatas. Hal
pertama adalah kesalahan yang dilakukan oleh PT.RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper )
yang sudah melanggar Prinsip Etika bisnis yaitu prinsip kejujuran, prinsip keadilan dan
prinsip tidak berbuat jahat dan berbuat baik. Pada prinsip kejujuran, perusahaan sudah ingkar
janji atau telah melanggar perjanjian dengan para karyawan mengenai pemberian bonus jika
target perusahaan tercapai, perjanjian yang disepakati bersama telah diabaikan oleh
PT.RAPP.
Pada prinsip keadilan, disini ada kaitanya dengan prinsip kejujuran dimana
perusahaan seharusnya memberikan sesuatu yang sudah menjadi hak para karyawan tersebut,
prestasi yang sudah dibuat dibalas dengan kontra prestasi yang sama nilainya. Dan yang
terakhir yaitu Prinsip tidak berbuat jahat dan berbuat baik dimana pada kasus ini yang
diuntungkan hanya satu pihak yaitu pihak PT.RAPP. padahal akan lebih baik jika kedua
belah pihak merasa diuntungkan yaitu perusahaan mencapai targetnya dan para karyawan
mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak mereka. Jika saja perusahaan lebih
memperhatikan kesejahteraan karyawan secara keseluruhan maka hal – hal yang tidak
diinginkan seperti artikel diatas tidak akan terjadi.
Dan untuk PT.Indah kiat sebaiknya jika permasalahan antara PT.RAPP dan para
karyawannya belum diketahui secara pasti akan lebih baik jika PT.Indah kiat untuk tidak
mengambil keuntungan dari konflik tersebut namun hal ini belum diketahui secara pasti
karena dari pihak PT. Indah kiat belum ada informasi pasti mengenai perekrutan karyawan
PT.RAPP.

Analisa lapindo
1.Lumpuhnya sektor industri di Kabupaten Sidoarjo. Sebagai mana diketahui Sidoarjo merupakan
penyangga Propinsi Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya dalam sektor industri. Hingga kini sudah
25 sektor usaha tidak dapat beroperasi yang berakibat hilangnya mata pencaharian ribuan karyawan
yang bekerja pada sektor industri tersebut.
2.Lumpuhnya sektor ekonomi sebagai akibat rusaknya infrastruktur darat seperti rusaknya jalan,
jalan tol dan jalur ekonomi darat lainnya seperti jalur transportasi kereta api dll.
3.Kerugian di sektor lain seperti pertanian, perikanan darat dll. Sejauh ini sudah diidentifikasi luas
lahan pertanian berupa lahan sawah yang mengalami kerusakan, menurut Direktur Jenderal
Tanaman Pangan Departemen Pertanian Soetarto Alimoeso mengatakan area pertanian di Sidoarjo,
Jawa Timur, yang terkena luapan lumpur Lapindo seluas 417 hektare. Lumpur telah menggenangi
duabelas desa di tiga kecamatan, tak kurang 10.426 unit rumah terendam lumpur, menggenangi
sarana dan prasarana publik, Sekitar 30 pabrik yang tergenang terpaksa menghentikan aktivitas
produksi dan merumahkan ribuan tenaga kerja. Tercatat 1.873 orang tenaga kerja yang terkena
dampak lumpur ini, serta memindah paksakan sebanyak lebih dari 8.200 jiwa dan tak 25.000 jiwa
mengungsi.
4.Dampak sosial kehidupan masyarakat disekitar seperti sarana tempat tinggal, pendidikan,
kesehatan, sarana air bersih dll. Bahwa efek langsung lumpur panas menyebabkan infeksi saluran
pernapasan dan iritasi kulit. Lebih lanjut dijelaskan bahwa lumpur tersebut juga mengandung bahan
karsinogenik yang bila berlebihan menumpuk dalam tubuh dapat menyebabkan kanker dan
akumulasi yang berlebihan pada anak-anak akan mengakibatkan berkurangnya kecerdasan.
5.Hasil uji laboratorium juga menemukan adanya kandungan Bahan Beracun dan Berbahaya yaitu
kandungan (B3) yang sudah melebihi ambang batas. Hasil uji kualitas air lumpur Lapindo pada
tanggal 5 Juni 2006 oleh Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Jawa Timur, menunjukkan bahwa uji
laboratorium dalam air tersebut terdapat kandungan fenol. Kontak langsung dengan kulit dapat
mengakibatkan kulit seperti terbakardan gatal-gatal. Fenol bisa berakibat menjadi efek sistemik atau
efek kronis jika fenol masuk ke dalam tubuh melalui makanan. Efek sistemik fenol bisa
mengakibatkan sel darah merah pecah (hemolisis), jantung berdebar (cardiac aritmia), dan gangguan
ginjal. Hal ini menunjukkan bahwa selain dampak kerusakan lingkungan fisik, lumpur panas tersebut
juga mengakibatkan ancaman lain yaitu efek kesehatan yang sangat merugikan dimasa yang akan
datang dan hal ini justru tidak diketahui oleh masyarakat korban pada umumnya.
Prinsip etika bisnis mengenai keadilan distributif juga dilanggar oleh PT. Lapindo, karena perusahaan
tidak bertindak adil dalam hal persamaan, prinsip penghematan adil, dan keadilan sosial. PT. Lapindo
pun dinilai tidak memiliki kepedulian terhadap sesama manusia atau lingkungan, karena
menganggap peristiwa tersebut merupakan bencana alam yang kemudian dijadikan alasan
perusahaan untuk lepas tanggung jawab. Dengan segala tindakan yang dilakukan oleh PT. Lapindo
secara otomatis juga berarti telah melanggar etika kebajikan.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan potensi alam seperti minyak bumi, gas batu
bara, dan lain sebagainya. Hal tersebut merupakan potensi yang sangat melimpah jika
sumberdaya tersebut di eksploitasi. namun bukan eksploitasi besar-besaran yang
dimaksudkan tetapi eksploitasi yang berwawasan dengan lingkungan dan sesuai etika.
Sebaiknya kepada mereka yang berkecimpung dalam dunia industri terutama dalam bidang
pengeksploitasian sumber daya alam agar lebih berhati-hati dalam mengeksploitasi dan
memperhatikan dampak dari eksploitasi dan eksplorasi yang dilakukannya itu. Karena dapat
merugikan diri sendiri, perusahaan, masyarakat, serta negara.
Dari berbagai uraian di atas tentang kasus eksplorasi lingkungan secara berlebihan yang
dilakukan oleh PT. Lapindo Brantas dapat disimpulkan bahwa :
1. Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan
ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia
dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan
manusia serta makhluk hidup lain.
2. Eksploitasi besar-besaran yang dilakukan PT. Lapindo membuktikan bahwa PT.
Lapindo rela menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan,
3. Kasus Lumpur lapindo ditinjau dari segi etika baik teori deontologi, utilitarisme, serta
keadialan, dinilai sangat tdk beretika karena merugikan masyarakat Porong Sidoarjo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful