You are on page 1of 5

I.

KEPRIBADIAN/PERSONALITY
A. Pengertian
those characteristics of the person or of people generally that account for consistent
patterns of behaviour. (Pervin, 1989)
Personality is the set of psychological traits and mechanisms within the individual that are
organised and relatively enduring and that infl uence his or her interactions with, and
adaptations to, the environment (including the intrapsychic, physical and social
environments). (Larsen & Buss, 2002)
Para ahli menyimpulkan bahwa kepribadian seseorang dapat dipengaruhi oleh :
1. Sifat/Traits atau karakter yang dimiliki
2. kepribadian seseorang merupakan bentukan dari lingkungan sekitarnya
Pada umumnya para ahli percaya bahwa setiap orang memiliki serangkaian sifat yang
membuatnya berbeda dengan individu lainnya. Secara umum para ahli menetapkan 5 sifat
yang utama yang menjadi sifat dasar manusia (big five) yakni:
1. Neuroticism or emotional stability tenang, santai dan stabil versus Moody, cemas, dan
geisha.
2. Extraversion or surgency cerewet, forward/langsung, blak-blakan versus tenang malu,
malu-malu, berbicara berputar-putar.
3. Openness (intellectual/imaginative) kreatif, intelek versus tidak kreatif, tidak
imajinatif.
4. Agreeableness simpatik, baik, hangat, tulus versus tidak simpatik,kasar, tidak baik.
5. Conscientiousness teratur, rapi teliti versus ceroboh, tidak praktis.
Menjadi sebuah pentanyaan tersendiri, apakah sifat seseorang akan bertahan sepanjang
hidupnya ataukah sifat-sifat tersebut bisa dirubah. Sebagian besar ahli berpendapat bahwa
sifat seseorang itu tergantung atau dapat dimodifikasi oleh lingkungannya. Dengan kata lain
seseorang bisa menjadai seseorang yang sangat mudah setuju ketika berasma teman-
temannya. Tapi tiak demikian ketika ersama keluargant. Seseorang bisa menjadi sangat
berhati-hati ketika bekerja bersama orang lain,, namun menjadi ceroboh ketika sedang
bekerja sendiri. Anda bisa menjai seseorang yang sangat outgoing dan senang dengan
pengalaman-pengalaman baru ketika berkumpul bersama dengan orang orang yang anda
kenal baik, namun menjaddi imajinatif dan pemalu ketika berkupul bersama dengan orang-
orang yang baru dikenal.
B. Teori Psikoanalitis Sigmun Freud
Signifikansi kepribadian pertama kali dibahas oleh Sigmun Freud (1933) yang telah
memberikan pengeruh besar terhadap pandangan dunia barat terhadap hal tersebut pada
abad ke 19.

1
Freud memiliki perhatian besar baik pada setruktur kepribadian maupun proses dinamis
yang membentuk kepribadian tersebut.
Menurut teori psikoanalitik Sigmund Freud, kepribadian terdiri dari tiga elemen. Ketiga
unsur kepribadian itu dikenal sebagai id, ego dan superego yang bekerja sama untuk
menciptakan perilaku manusia yang kompleks.
1. Id
Id adalah satu-satunya komponen kepribadian yang hadir sejak lahir. Aspek kepribadian
sepenuhnya sadar dan termasuk dari perilaku naluriah dan primitif. Menurut Freud, id
adalah sumber segala energi psikis, sehingga komponen utama kepribadian.
Id didorong oleh prinsip kesenangan, yang berusaha untuk kepuasan segera dari semua
keinginan, keinginan, dan kebutuhan. Jika kebutuhan ini tidak puas langsung, hasilnya
adalah kecemasan negara atau ketegangan.
Sebagai contoh, peningkatan rasa lapar atau haus harus menghasilkan upaya segera
untuk makan atau minum. id ini sangat penting awal dalam hidup, karena itu
memastikan bahwa kebutuhan bayi terpenuhi. Jika bayi lapar atau tidak nyaman, ia akan
menangis sampai tuntutan id terpenuhi.
Namun, segera memuaskan kebutuhan ini tidak selalu realistis atau bahkan mungkin.
Jika kita diperintah seluruhnya oleh prinsip kesenangan, kita mungkin menemukan diri
kita meraih hal-hal yang kita inginkan dari tangan orang lain untuk memuaskan
keinginan kita sendiri. Perilaku semacam ini akan baik mengganggu dan sosial tidak
dapat diterima. Menurut Freud, id mencoba untuk menyelesaikan ketegangan yang
diciptakan oleh prinsip kesenangan melalui proses utama, yang melibatkan pembentukan
citra mental dari objek yang diinginkan sebagai cara untuk memuaskan kebutuhan.
2. Ego
Ego adalah komponen kepribadian yang bertanggung jawab untuk menangani dengan
realitas. Menurut Freud, ego berkembang dari id dan memastikan bahwa dorongan dari
id dapat dinyatakan dalam cara yang dapat diterima di dunia nyata. Fungsi ego baik di
pikiran sadar, prasadar, dan tidak sadar.
Ego bekerja berdasarkan prinsip realitas, yang berusaha untuk memuaskan keinginan id
dengan cara-cara yang realistis dan sosial yang sesuai. Prinsip realitas beratnya biaya
dan manfaat dari suatu tindakan sebelum memutuskan untuk bertindak atas atau
meninggalkan impuls. Dalam banyak kasus, impuls id itu dapat dipenuhi melalui proses
menunda kepuasan ego pada akhirnya akan memungkinkan perilaku, tetapi hanya
dalam waktu yang tepat dan tempat.
Ego juga pelepasan ketegangan yang diciptakan oleh impuls yang tidak terpenuhi
melalui proses sekunder, di mana ego mencoba untuk menemukan objek di dunia nyata
yang cocok dengan gambaran mental yang diciptakan oleh proses primer ids.
3. Superego
Komponen terakhir untuk mengembangkan kepribadian adalah superego. superego
adalah aspek kepribadian yang menampung semua standar internalisasi moral dan cita-

2
cita yang kita peroleh dari kedua orang tua dan masyarakat kami rasa benar dan salah.
Superego memberikan pedoman untuk membuat penilaian.
Ada dua bagian superego:
Yang ideal ego mencakup aturan dan standar untuk perilaku yang baik. Perilaku ini
termasuk orang yang disetujui oleh figur otoritas orang tua dan lainnya. Mematuhi
aturan-aturan ini menyebabkan perasaan kebanggaan, nilai dan prestasi.
Hati nurani mencakup informasi tentang hal-hal yang dianggap buruk oleh orang tua dan
masyarakat. Perilaku ini sering dilarang dan menyebabkan buruk, konsekuensi atau
hukuman perasaan bersalah dan penyesalan. Superego bertindak untuk
menyempurnakan dan membudayakan perilaku kita. Ia bekerja untuk menekan semua
yang tidak dapat diterima mendesak dari id dan perjuangan untuk membuat tindakan ego
atas standar idealis lebih karena pada prinsip-prinsip realistis. Superego hadir dalam
sadar, prasadar dan tidak sadar.
Interaksi dari Id, Ego dan superego
Dengan kekuatan bersaing begitu banyak, mudah untuk melihat bagaimana konflik
mungkin timbul antara ego, id dan superego. Freud menggunakan kekuatan ego istilah
untuk merujuk kepada kemampuan ego berfungsi meskipun kekuatan-kekuatan duel.
Seseorang dengan kekuatan ego yang baik dapat secara efektif mengelola tekanan ini,
sedangkan mereka dengan kekuatan ego terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat menjadi
terlalu keras hati atau terlalu mengganggu.
Menurut Freud, kunci kepribadian yang sehat adalah keseimbangan antara id, ego, dan
superego.
Selain melalui kebutuhan biologis yang dijelaskan melalui Id, kepribadian juga
ditentukan pada fase 5-6 tahun awal kehidupan manusia. hal tersebut dimulai dengan
fase oral, yaitu mulai umur 0-2 tahun. Selama tahap ini, anak memperoleh kesenangan
melalui kegiatan oral, yakni mengisap, menggigit dan meludah diasosiasikan dengan
kesenangan dan kenyamanan.
Tahap berikutnya adalah the anal phase (2-4 tahun)dimana kesenangan diasosiasikan
melalui kegiatan urination and defecation. Lalu pada 5-6 tahun, seseorang akan
mengalami the phallic phase Di sini, zona kesenangan seseorang akan berpindah ke alat
kelamin.. Menurut Freud, pada tahapan ini, seorang anak lelaki akan mengalami fase
Oedipus coplex dan memandang ayahnya sebagai saingan untuk menarik perhatian
ibunya. Seorang anak juga menjadi takut bahwa ayahnya akan menghukum dia karena
perasaan terhadap ibu. Rasa takut ini akan mendorong anak untuk mengidentifikasi diri
dengan ayahnya dan mulai meniru-nya bukan melawan ayahnya. Hal tersebut akan
membantu anak untuk mengembangkan karakteristik maskulin dan membantu untuk
menekan perasaan seksual terhadap ibunya. Sebuah fiksasi di tahap ini menyebabkan
anak laki-laki secara seksual menyimpang, bingung tentang identitas seksualnya.


3
C. Penyimpangan Kepribadian
1. Anti-social perilaku impulsif dengan sedikit atau tanpa sama sekali memiliki rasa
peduli pada orang lain dan tidak menghormati norma-norma social di dalam berprilaku
perilaku
2. Borderline ketidakstabilan suasana hati, hubungan, dan bahkan gagasan diri; perilaku
impulsif dan merusak diri sendiri.
3. Histrionic terus menerus membutuhkan perhatian dan persetujuan ; perilaku yang
dramatis, senang enjadi seorang penggoda.
4. Narcissistic kemegahan, exploitativeness, kesombongan, terrlupa kepada orang lain.
5. Paranoid kontan, pervasife, dan tanpa alasan tidak percaya kepada orang lain
6. Schizoid Kondisi emosional yang dingin, sehingga tidak tertarik untuk menjalin
hubungan dengan pihak lain.
7. Schizotypal terus-menerus terhambat atau tidak pantas perilaku sosial-emosional,
kognisi aneh dan pidato.
8. Avoidant terus menerus merasa takut dikritik, sehingga menyebabkan pihak tersebut
menghindari interaksi dengan pihak lain.
9. Dependent selflessness, neediness, takut terhadap penolakan.
10. Obsessive-compulsive kaku dalam berprilaku, memiliki sifat perfeksionisme yang
ekstrim

D. Personality and culture
Kepribadian juga dapat dipengaruhi oleh budaya. Bagian dari budaya yang dapat
mempengaruhi kepribadian disebut transmitted culture. Transmitted culture terdiri atas
keyakinan, sikap, nilai-nilai, pendapat, moral, dan sebagainya, yang ditransmisikan dari
satu orang ke yang lain. Hal-hal tersebut terdapat pada pikiran, bukan pada lingkungan
secara alamiah. Contohnya, hal-hal yang salah atau benar bergantung pada kultur
maupun sub kultur. Contohnya pada budaya tertentu sebagian orang percaya bahwa
mereka harus menggunakan pakaian tertutup, sementara sebaian lagi tidak. Sebagian
orang percaya bahwa rambut harus dipotong rapi, sementara sebagian lagi membiarkan
potongan rabutnya acak-acakan.
E. Kesimpulan
Kepribadian merupakan bagian dari kondisi manusia yang terlihat jelas di dalam
kehidupan sehari-hari. Masnig-masing mnusia adalah unik, dan studi engenai
kepribadian semakinmenekankan keunikan tersebut,dan kesaman kepribadian. Sebagian
kepribadian sudah built in, sedangkan sebagan aspek kepribadian lainnya dipelajari
lewat lingkungan. Jadi kepribadian seseorang akan dipengaruhi oleh budaya, baik

4
melalui kebutuhan lingkungan, kepercayaan, nilai, maupun pendapat dan penilaian
individu tersebut.
Kepriadian seseorang senantiasa berubah. Kseprbadian seseorang terdiri dari d, ego, dan
superego, atau dari serangkaian belajar perilaku sosial, atau dari serangkaian ciri-ciri.
Kita bisa menilai kepribadian seseorang dengan lebih utuh dengan memperhatikan
bagaimana cara dia berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.