13/6/2014 Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Negeri Keabadian yang Terlupakan

http://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/06/11/negeri-keabadian-yang-terlupakan/ 1/3
Negeri Keabadian yang Terlupakan
June 11th, 2014 by kafi
Dunia itu fana, akhirat itu abadi. Dunia itu sementara, akhirat itu
selama-lamanya. Dunia itu fatamorgana, akhirat itulah yang
sebenarnya. Dunia itu mimpi, akhirat itulah realitas sebenarnya.
Demikian seterusnya. Ungkapan-ungkapan senada pasti sudah
sering kita dengar. Sayangnya, sesering kita mendengar
ungkapan-ungkapan tersebut, sesering itu pula kita acapkali
melupakannya. Buktinya banyak sekali. Banyak Muslim bekerja
keras sekadar untuk mencari harta demi sebesar-sebarnya bekal di kehidupan di dunia yang
fana ini saja, sementara mereka sering berleha-leha menyiapkan akan bekal untuk kehidupan
abadi di akhirat nanti. Banyak Muslim yang menghabiskan sebagian besar waktunya hanya
untuk mencari kebahagiaan di kehidupan dunia yang sementara ini, sedangkan mereka sedikit
sekali menghabiskan waktu untuk meraih kebahagiaan di akhirat untuk selama-lamanya.
Banyak Muslim yang tertipu oleh gemerlapnya dunia yang fatamorgana ini, sembari melupakan
akhirat yang sebetulnya nyata bagi siapa saja yang punya iman dan takwa.
Singkatnya, kecintaan terhadap dunia dan kesibukan dengan dunia telah melupakan dan
memalingkan manusia dari menaati Allah SWT dan penyembahan kepada-Nya dengan
sebenar-benarnya penyembahan. Padahal Allah SWT telah mengingatkan manusia dengan
firman-Nya:Ketahuilah bahwa harta-hartakalian dan anak-anak kalian itu hanya cobaan.
Sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar(TQSal-Anfal [8]: 28).
Rasulullah SAW pun telah menggambarkan dunia melalui sabdanya, “Aku sama sekali (tidak
memiliki keakraban) dengan dunia. Perumpamaanku dengan dunia adalah bagaikan
seseorang yang ada di dalam perjalanan; dia beristirahat di bawah sebuah pohon rindang,
lalu dia pergi dan meninggalkannya.” (HR Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-Hakim).
Karena itu beliau pun bersabda, “Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau
seorang pengembara.” (HR al-Bukhari).
Selain itu, tentang perbandingan kehidupan dunia dan akhirat, Allah SWT sudah
mengingatkan melalui firman-Nya: Allah bertanya, “Berapa tahunkah lamanya kalian tinggal
di bumi?” Mereka menjawab, “Kami tinggal di bumi sehari atau setengah hari. Tanyakanlah
kepada orang-orang yang menghitung.” Allah berfirman, “Kalian tidak tinggal di bumi
melainkan sebentar saja jika saja kalian tahu.” (TQS al-Mu’minun [23]: 112-114).
Allah SWT pun berfirman: Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan
sementara. Akhirat itulah sesungguhnya yang kekal (TQS al-Mu’min [23]: 39).
13/6/2014 Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Negeri Keabadian yang Terlupakan
http://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/06/11/negeri-keabadian-yang-terlupakan/ 2/3
Allah SWT menegaskan: Tiadalah kehidupan dunia ini selain main-main dan senda-gurau
belaka. Sungguh negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa (TQS al-An’am
[6]: 32).
Allah SWT juga menegaskan: Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang
menipu (TQS al-Hadid [57]: 20).
Dengan banyaknya peringatan Allah SWT, sudah seharusnya setiap Muslim menyadari dan
selalu mengingat-ingat hakikat kehidupan dunia dan akhirat ini. Hanya dengan itulah dia akan
selalu berorientasi ke akhirat tanpa harus melupakan bagiannya di dunia. Terkait itu, Rasulullah
SAW bersabda, sebagaimana dituturkan oleh Anas bin Malik ra: “Siapa saja yang menjadikan
akhirat sebagai misi (orientasi)-nya, Allah pasti akan memuaskan hatinya; mengumpulkan
apa yang masih tercerai; dan memberikan kepada dirinya dunia yang siap melayaninya.
Namun, siapa saja yang menjadikan dunia sebagai misi (orientasi)-nya, Allah pasti
menjadikan kemiskinan di antara kedua matanya; mencerai-beraikan apa yang terkumpul;
dan tidak memberikan kepada dirinya dunia, kecuali apa yang telah ditetapkan untuk
dirinya.” (HR at-Tirmidzi).
Imam Ibnu al-Qayyim berkata, “Jika seorang hamba pada waktu pagi dan sore tidak memiliki
misi lain selain untuk Allah semata, Allah SWT pasti akan menanggung seluruh
kebutuhannya dan mememenuhi semua keinginannya. Dengan itu ia mengosongkan
hatinya hanya untuk mencintai-Nya, lisannya untuk selalu mengingat-Nya dan anggota
tubuhnya untuk senantiasa menaati-Nya. Jika seorang hamba pada waktu pagi dan sore,
sementara dunia sebagai misinya, Allah SWT pasti akan membebani dirinya dengan
keprihatinan, kesedihan dan kesulitan. Bahkan Allah berlepas diri dari dirinya.”
Dengan selalu berorientasi ke akhirat, sesungguhnya kita akan meraih keuntungan ganda,
sebagaimana firman Allah SWT: Siapa saja yang menghendaki keuntungan di akhirat, Kami
akan menambah keuntungan itu bagi dirinya. Siapa saja yang menghendaki keuntungan di
dunia, Kami akan memberikan sebagian dari keuntungan itu dunia, sementara tak ada
sedikit pun bagian untuk dirinya di akhirat (TQS asy-Syura [42]: 20).
Pastilah kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatannya dan lebih besar keutamaannya (TQS al-
Isra [17]: 21).
Sesungguhnya negeri akhirat adalah lebih baik dan itulah tempat terbaik bagi orang yang
bertakwa (TQS an-Nahl [16] 30).
Alhasil, janganlah kita mengabaikan negeri keabadian. Itulah akhirat yang justru sering
terlupakan.
WalLahu a’lam. [] abi
13/6/2014 Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Negeri Keabadian yang Terlupakan
http://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/06/11/negeri-keabadian-yang-terlupakan/ 3/3
Baca juga :
1. Nafâits Tsamarât: Wahai Tentara di Negeri-Negeri Kaum Muslim Yang Dekat dan
Yang Jauh
2. Para Pengungsi Suriah di Yordania Yang Terlupakan
3. Turkistan Timur Palestina Yang Terlupakan
4. Muslim Burma Yang Terlupakan
5. Nafais Tsamrah: Keanehan Para Penguasa Negeri-Negeri Arab dan Islam

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful