You are on page 1of 23

2014

Taris Zulqisthi Masulili // 31
SMA Negeri 1 Pontianak
6/13/2014
Seni Tari
1

Kata Pengantar

Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkat dan limpahan
rahmatnyalah maka saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu

Berikut ini saya mempersembahkan sebuah makalah mengenai SENI TARI. Semoga isi dari makalah
ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua
Tak lupa pula saya ucapkan terimakasih kepada pihak terkait yang telah membantu saya dalam
menyelesaikan makalah ini

Melalui kata pengantar ini saya terlebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana
isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat.
Dengan ini saya mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga allah
SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat.

Pontianak, 13 Juni 2014


Taris Zulqisthi Masulili



















2

Daftar Isi


Pengertian Seni Tari ...............................................................................................................1

Gerak Tari ...............................................................................................................................5

Ragam Tari Indonesia .............................................................................................................11



















3



2014
Taris Zulqisthi Masulili // 31
SMA Negeri 1 Pontianak
6/13/2014
Seni Tari
4

SENI TARI






Tari adalah gerak tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk
keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran. Bunyi-bunyian yang
disebut musik pengiring tari mengatur gerakan penari dan memperkuat maksud yang ingin
disampaikan.

Gerakan tari berbeda dari gerakan sehari-hari seperti berlari, berjalan, atau bersenam.
Gerak di dalam tari bukanlah gerak yang realistis, melainkan gerak yang telah diberi bentuk
ekspresif dan estetis.

Sebuah tarian sebenarnya merupakan perpaduan dari beberapa buah unsur,yaitu wiraga
(raga), Wirama (irama), dan Wirasa (rasa). Ketiga unsur ini melebur menjadi bentuk tarian
yang harmonis. Unsur utama dalam tari adalah gerak. Gerak tari selalu melibatkan unsur
anggota badan manusia. Unsur- unsur anggota badan tersebut didalam membentuk gerak
tari dapat berdiri sendiri, bergabung ataupun bersambungan.

Menurut jenisnya, tari digolongkan menjadi tari rakyat, tari klasik, dan tari kreasi
baru. Dansa adalah tari asal kebudayaan Barat yang dilakukan pasangan pria-wanita dengan
berpegangan tangan atau berpelukan sambil diiringi musik.Sedangkan berdasarkan
koreografinya, jenis tari dibedakan menjadi :
 Tari tunggal ( Solo ), Tari tunggal adalah tari yang diperagakan oleh seorang penari,
baik laki-laki maupun perempuan. Contohnya tari Golek ( Jawa Tengah ).
 Tari berpasangan ( duet/pas de duex), Tari berpasangan adalaah tari yang
diperagakan oleh dua orang secara berpasangan. Contohnya tari Topeng (Jawa
Barat).
 Tari kelompok ( Group choreography), Tari kelompok yaitu tari yang diperagakan
lebih dari dua orang.
Dalam sebuah tarian (terutama tari kelompok), pola lantai perlu
diperhatikan. Ada beberapa macam pola lantai pada tarian, antara lain :

1. Pola lantai vertikal
Pada pola lantai ini, penari membentuk garis vertikal, yaitu garis
lurus dari depan ke belakang atau sebaliknya.





2. Pola lantai Horizontal
5

Pada pola lantai ini, penari berbaris membentuk
garis lurus ke samping.




3. Pola lantai diagonal
Pada pola lantai ini, penari berbaris membentuk
garis menyudut ke kana atau ke kiri.







4. Pola lantai melingkar
Pada pola lantai ini, penari membentuk garis
lingkaran.










Seni tari yang ada di Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa kelompok :


1. TARI TRADISIONAL

Tari tradisional merupakan sebuah bentuk tarian yang sudah lama ada. Tarian ini diwariskan
secara turun temurun. Sebuah tarian tradisional biasanya mengandung nilai filosofis,
simbolis dan relegius. Semua aturan ragam gerak tari tradisional, formasi, busana, dan
riasnya hingga kini tidak banyak berubah

2. TARI TRADISIONAL KLASIK

Tari tradisional klasik dikembangkan oleh para penari kalangan bangsawan istana. Aturan
tarian biasanya baku atau tidak boleh diubah lagi. Gerakannya anggun dan busananya
cenderung mewah. Fungsi : sebagai sarana upacara adat atau penyambutan tamu
kehormatan. Contoh : Tari Topeng Kelana (Jawa Barat), Bedhaya Srimpi (Jawa Tengah), Sang
Hyang (Bali), Pakarena dan pajaga (Sulawesi Selatan)

6

3. TARI TRADISIONAL KERAKYATAN

Berkembang di kalangan rakyat biasa. Gerakannya cenderung mudah Ditarikan bersama
juga iringan musik. Busananya relatif sederhana. Sering ditarikan pada saat perayaan
sebagai tari pergaulan. Contoh: Jaipongan (Jawa Barat), payung (Melayu), Lilin (Sumatera
Barat)

4. TARI KREASI BARU

Merupakan tarian yang lepas dari standar tari yang baku. Dirancang menurut kreasi penata
tari sesuai dengan situasi kondisi dengan tetap memelihara nilai artistiknya. Tari kreasi baik
sebagai penampilan utama maupun sebagai tarian latar hingga kini terus berkembang
dengan iringan musik yang bervariasi, sehingga muncul istilah tari modern. .Pada garis
besarnya tari kreasi dibedakan menjadi dua golongan yaitu:

1. Tari Kreasi Baru Berpolakan Tradisi
Yaitu tari kreasi yang garapannya dilandasi oleh kaidah-kaidah tari tradisi, baik dalam
koreografi, musik/karawitan, rias dan busana, maupun tata teknik pentasnya. Walaupun ada
pengembangan tidak menghilangkan esensiketradisiannya.

2. Tari Kreasi Baru Tidak Berpolakan Tradisi (Non Tradisi)
Tari Kreasi yang garapannya melepaskan diri dari pola-pola tradisi baik dalam hal
koreografi, musik, rias dan busana, maupun tata teknik pentasnya. Walaupun tarian ini tidak
menggunakan pola-pola tradisi, tidak berarti sama sekali tidak menggunakan unsur-unsur
tari tradisi, mungkin saja masih menggunakannya tergantung pada konsep gagasan
penggarapnya. Tarian ini disebut juga tari modern, yang istilahnya berasal dari kata Latin
“modo” yang berarti baru saja.

5. TARI KONTEMPORER

Gerakan tari kontemporer simbolik terkait dengan koreografi bercerita dengan gaya unik
dan penuh penafsiran. Seringkali diperlukan wawasan khusus untuk menikmatinya. iringan
yang dipakai juga banyak yang tidak lazim sebagai lagu dari yang sederhana hingga
menggunakan program musik komputer seperti Flutyloops.


***dari berbagai sumber





Fungsi Seni Tari
7




Dalam mempelajari seni tari, selain kita memahami tema dan mengerti karakter tari serta
mengekspresikan gerak tarinya, yang tidak kalah pentingnya adalah kita juga harus
mengetahui fungsi atau kegunaan tari pada kehidupan kita.
Sejak jaman prasejarah hingga saat ini seni tari sangat berperan sebagai sarana dalam
berbagai macam kegiatan-kagiatan manusia terutama untuk kegiatan sosial karena manusia
adalah sebagai makhluk sosial yang selalu berhubungan antara satu dengan yang lain.
Fungsi seni tari dalam kehidupan kita banyak sekali antara lain seni tari digunakan untuk
sarana upacara adat dan keagamaan, untuk pergaulan, dakwah ataupun untuk pendidikan
juga untuk hiburan.
Dari berbagai fungsi tersebut, dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu :
1. Seni Tari untuk Sarana Upacara
Tari sebagai sarana upacara pada umumnya bersifat sakral dan magis. Sedangkan upacara
dalam kehidupan kita di Indonesia debedakan menjadi dua yaitu :
a. Upacara Keagamaan
b. Upacara Adat / Tradisi
Tari yang digunakan sebagai sarana upacara keagamaan biasanya bersifat sakral, sedangkan
tari yang digunakan untuk upacara adat / tradisi bersifat magis, dimana pada saat menari
ada kekuatan bawah sadar sehingga penari mengalami trance (tak sadar diri) hingga
muncullah kekuatan lain yang diluar kemampuan manusia, misalnya penari menjadi kebal
atau tahan senjata, beling, api dan melakukan tingkah laku yang sebelumnya tidak biasa
dilakukan oleh penari itu, misalnya bisa mengusir roh jahat, mengobati penyakit dan
kemampuan penari tersebut dari aliran putih melindungi serta keselamatan masyarakat
pendukungnya.
Ciri-ciri umum tari upacara antara lain :
a. Gerak tari imitatif / meniru gerak alam dan merupakan ekspresi kehendak jiwanya.
b. Suasana magis, religius dan sakral.
c. Iringan tari mononton tetapi menggugah.
d. Penghayatan tari terbatas pada lingkungan setempat.
e. Komposisi lantai sederhana, biasanya lingkaran dan dilaksanakan secara kolektif.
Contoh beberapa tari upacara :
a. Tari Bedhaya Ketawang (Surakarta)
8

b. Tari Bedhaya Semang (Yogyakarta)
c. Tari Pendhet (Bali)
d. Tari Nglango (Jawa Barat)
e. Tari Seblang (Banyuwangi)
2. Seni Tari untuk Sarana Hiburan
Sebagai sarana hiburan biasanya digunakan juga unuk pergaulan dan disebut juga tari
gembira. Pada umumnya tari hiburan tidak bertujuan untuk ditonton, tetapi lebih
mementingkan kepuasan individu dan tidak mementingkan keindahan. Sifat tari hiburan
adalah spontanitas dan improvisasi.
Ciri-ciri umum tari hiburan diantaranya adalah :
a. Gerak tari sederhana, orang mudah menirunya.
b. Suasana gembira ria.
c. Iringan tari sangat praktis dan jelas.
d. Pelakunya biasanya pasangan pria dan wanita atau kelompok.
e. Komposisi lantai selalu menutup.
Contoh beberapa tari hiburan :
a. Tari Tayub (Jawa Tengah)
b. Tari Kethuk Tilu (Jawa Barat)
c. Tari Gandrung (Banyuwangi)
d. Tari Joged Bumbung (Bali)
e. Tari Serampang Dua Belas
3. Seni Tari untuk Sarana Pertunjukkan
Pada tari pertunjukkan dalam penyajiannya mengutamakan segi artistiknya dengan
konsepsional yang matang dan cermat serta tema dan tujuan jelas juga koreografinya yang
berkualitas karena sengaja disusun untuk dipertontonkan. Dalam penyajiannya tari
pertunjukkan ditempatkan pada tempat khusus (teater) baik berupa panggung terbuka atau
tertutup.
Apabila ditinjau dari penggarapannya tari pertunjukkan dibedakan menjadi dua macam
yaitu :
a. Concert Dance
Concert Damce memerlukan persiapan yang panjang dengan pertanggung jawaban nilai
artistik yang inggi juga dibutuhkan kerativitas yang aktual dengan penonton orang-orang
tertentu yang memang mengerti pada bidang tari dan ada evaluasi sesudah pertunjukkan.
9

b. Show Dance
Show Dance biasanya dipentaskan dengan tujuan untuk memeriahkan suatu resepsi atau
acara tertentu dengan atraksi dipilih yang mudah dicerna, mengesankan dan menarik
penonton. Karena perkembangan jaman fungsi tari banyak mengalami pergeseran misalnya
tari upacara, tari hiburan beralih fungsi menjadi tari pertunjukkan.
Ciri-ciri tari pertunjukkan yaitu :
a. Pola garapannya merupakan penyajian yang khusus untuk dipertunjukkan.
b. Adanya faktor imaginatif dan kreativitas.
c. Adanya ide yang mengarah kepada bentuk pementasan yang profesional.
d. Tempat pementasan ditempat yang khusus atau teater.
Contoh-contoh tari pertunjukkan antara lain :
a. Tari Gambyong (Surakarta)
b. Tari Golek (Yogyakarta)
c. Tari Ngemo (Jawa Timur)
d. Tari Piring (Sumatra)













TUJUAN TARI
Tujuan tari dibagi menjadi 5 :
10

1. Tari Rakyat
2. Tari Sosial
3. Tari Etnis
4. Tari spektakuler
5. Tari ekspresi seni

1. Tari Rakyat
Adalah Tari tumbuh hidup dan berkembang didaerah tersebut dan akhirnya menjadi ciri
khas daerah tersebut .
Ciri Ciri : Bentuknya tradisional
Merupakan ekspresi kerakyatan
Gerakn Sederhana dan diulaang ulang
Bersifat kebersamaan
Contoh : Jaran kepang , Jatilan , Rodat , Sintren
2. Tari Sosial
Adalah Tari yang sering dilakukan dalam tari pergaulan karena ayunannya , keakraban dan
pergaulan dengan orang laki dan wanita
Contoh : Ronggeng , Ketuk tilu , Joget , Lengsu , Tayub
3. Tari Etnis
Adalah Tari yang dipergelarkan pada tempat dan waktu berkaitan dengan kebudayaan
4. Tari spektakuler
Adalah Tari yang intren pada saat ini dan membuat takjub penontonnya
Contoh : Brigdance , Reog , Balet
5. Tari ekspresi seni
Adalah sebuah ungkapan pernyataan dan bahasa yang membawa misi misi tertentu agar
membekas bagi penontonnya




11





2014
Taris Zulqisthi Masulili // 31
SMA Negeri 1 Pontianak
6/13/2014
Gerak Tari
12

GERAK TARI



Gerak tari merupakan unsur utama dari tari. Gerak di dalam tari bukanlah gerak
yang realistis, melainkan gerak yang telah diberi bentuk ekspresif dan estetis. Gerak tari
selalu melibatkan unsur anggota badan manusia. Gerak dalam tari berfungsi sebagai media
untuk mengkomunikasikan maksud-maksud tertentu dari koreografer.
Gerak di dalam tari adalah gerak yang indah. Yang dimaksudkan dengan gerak
yang indah adalah gerak yang telah diberi sentuhan seni. Gerak-gerak keseharian yang telah
diberi sentuhan seni akan menghasilkan gerak yang indah. Misalnya gerak berjalan, lari,
mencangkul, menimba air di sumur, memotong kayu dan sebagainya, jika diberi sentuhan
emosional yang mengandung nilai seni, maka gerak-gerak keseharian tersebut akan tampak
lain.
Gerakan tari yang indah membutuhkan proses pengolahan atau penggarapan terlebih
dahulu, pengolahan unsur keindahannya bersifat stilatif dan distortif:
1. Gerak Stilatif
Gerak yang telah mengalami proses pengolahan (penghalusan) yang mengarah pada
bentuk-bentuk yang indah.
2. Gerak Distorsif
Pengolahan gerak melalui proses perombakan dari aslinya dan merupakan salah satu
proses stilasi.
Dari hasil pengolahan gerak yang telah mengalami stilasi dan distorsi lahirlah
dua jenis gerak tari, yaitu gerak murni (pure movement) dan gerak maknawi.
1. Gerak murni
Gerak yang digarap untuk mendapatkan bentuk yang artistik dan tidak dimaksudkan untuk
menggambarkan sesuatu. Dalam pengolahannya tidak mempertimbangkan
suatu pengertian tertentu, yang dipentingkan faktor keindahan gerak saja.
2. Gerak maknawi
Gerak maknawi merupakan gerak yang telah diubah menjadi gerak indah yang
bermakna dalam pengolahannya mengandung suatu pengertian atau maksud tertentu,
disamping keindahannya. Gerak maknawi di sebut juga gerak Gesture, bersifat menirukan (
imitative dan mimitif ).
a. Imitatif adalah gerak peniruan dari binatang dan alam.
13

b. Mimitif adalah gerak peniruan dari gerak-gerik manusia.

Gerak adalah bahan baku utama tari. Untuk itu, sebelum membuat sebuah karya
tari kita akan mempelajari seluk beluk gerak. Gerak ini nantinya akan disusun menjadi
tarian yang indah dipandang. Pertama – tama buatlah gerakan untuk tari tunggal. Jika dirasa
sudah baik, kembangkan menjadi gerak tari berpasangan atau berkelompok. Dalam
menyajikan sebuah tarian, perhatikan dan terapkan hal – hal berikut:
a. Penguasaan materi gerak dan ekspresi yang akan ditarikan
b. Ketepatan gerak dengan iringan
c. Penguasaan ruang pentas
d. Rasa percaya diri

A. RAGAM GERAK TARI DAERAH
Masing masing daerah memiliki budaya dan selera yang berbeda – beda. Karenanya
jika kita mengamati tariannya terdapat perbedan bentuk gerak dan teknik
memperagakannya.
Ragam gerak tari kerakyatan banyak menggunakan imitatif dan ekspresif.
Gerakannya menirukan kegiatan dan emosi manusia sampai menirukan perangai binatang.
Ragam gerak tari klasik banyak menggunakan gerak murni dan gerak ekspresif serta
imitatif yang telah distilir atau diperhalus. Tema gerakannya juga menirukan kegiatan
manusia dan perangai hewan tetapi gerakannya sudah terpilih dan mempunyai nilai
simbolik dengan patokan atau pola- pola gerak yang sudah ditentukan.
Ragam gerak tari kreasi baru merupakan paduan beberapa ragam gerak tari
tradisional, sehingga menjadi bentuk baru. Bentuk baru ini terasa lebih dinamis dan energik
karena didukung oleh generasi muda dan ditata oleh koreografer yang kreatif. Tokoh tari
kreasi baru di Indonesia sangatlah banyak. Beberapa diantaranya yaitu :
1. Bagong Kusudiharjo dari Yogyakarta
2. Guruh Soekarno Putra dari Jakarta
3. Didik Nini towok dari Yogyakarta
4. Munasiah Najamuddin dari Jenoponto, Ujung Pandang
5. Sardono W. Kusumo
6. Farida Faisal
7. Denny Malik
14


Gerak tari tradisional:
1. Gerak Jari
a. Ngruji / ngrayung, semua jari rapat tegak lurus, ibu jari masuk ditekuk merapat telapak
tangan. Tangan kiri dan kanan sama.
b. Nyempurit, ujung ibu jari bertemu dengan ujung telunjuk membentuk bulatan dan jari –
jari lainnya melengkung mengikuti arah jari tengah. Tangan kanan dan kiri sama.
c. Nagarangsang / boyomangap, seperti ngruji atau ngrayung hanya ibu jari membuka lurus
kedepan. Tangan kanan dan kiri sama.
d. Nyekithing, ruas ibu jari bersinggung dengan ruas jari tengah paling depan, jari–jari lainnya
melengkung searah jari tengah.
2. Gerak Kaki
a. Nggrundho, sikap kaki nggrundho yaitu sikap dengan dua kaki mendhak sifat gantung.
b. Lumaksono, berjalan ke depan. Sikap dan posisi kaki kiri lumaksono dengan arah telapak
kaki serong ke luar atau meger timun.
c. Gejuk atau Seblak, sikap kaki kiri gejuk atau dihentakkan ke lantai terap di belakang tumit
kaki kanan.
d. Tanjak kiri
e. Trecetan , melangkah jinjit dengan cepat ke kanan atau ke kiri.
f. Kicat

B. ASAL GERAK
Gerak dapat diperoleh melalui eksplorasi atau penjelajahan. Eksplorasi merupakan
proses berpikir, berimajinasi, merasakan dan merespon suatu objek yang diperoleh melalui
panca indera. Objek ini bentuknya bisa berupa benda, alam, suara dan rasa. Mengamati
karya sastra seperti prosa dan puisi, mendengarkan irama musik, mengamati aneka kegiatan
manusia, perangai binatang, sampai benda dan kejadian alam sekitar semua dapat
menimbulkan imajinasi yang merangsang terjadinya respon gerak spontan. Sedangkan
penjelajahan rasa, seperti panas, dingin, marah, senang dan sedih akan membantu
pencarian gerak ekspresif. Gerak-gerak ini dapat kita himpun menjadi gerakan tari yang
indah. Untuk mempermudah mencari dan merespon gerak maka kita harus mengetahui
tema dari tari tersebut. Tema merupakan gambaran awal gerak-gerak yang diperagakan,
contohnya:
15

a. Kepahlawanan, gerak yang muncul adalah gerak pencak silat, perang, gerak beladiri atau
olah kanuragan.
b. Kesedihan, gerak yang muncul adalah gerak permohonan.
c. Kegembiraan, gerak yang muncul adalah gerak suka cita, meloncat-loncat, melambai-
lambai, melenggang, bergoyang.
d. Binatang, gerak yang muncul adalah menirukan tingkah laku binatang tersebut.

C. MENYUSUN GERAK
Setelah gerak-gerak yang dimaksud telah terkumpul, barulah dirangkai menjadi
tarian. Menyusun gerak yang baik adalah memadukan gerak maknawi dengan gerak murni,
dirangkai sesuai dengan tema yang sudah ditentukan dan sudah mencakup arah gerak dan
arah hadap.
Gerak maknawi adalah gerak-gerak yang memiliki maksud atau arti dan
melambangkan suatu hal. Misalnya, gerak yang melambangkan burung terbang atau kain
melambai.
Gerak murni adalah gerak yang mengutamakan keindahan. Gerak ini tidak
menyimbolkan sesuatu, tetapi diuat agar tarian tampak estetis, misalnya gerak memutar
pergelangan tangan atau menggoyangkan pinggul.
Arah memberikan orientasi pada tarian. Ada dua macam arah dalam menari,
yaitu:
1. Arah Hadap, menunjukkan kemana penari menghadap, ke kanan, ke kiri, ke depan, ke
belakang, menengadah atau menunduk.
2. Arah Gerak, menunjukkan kemana penari akan bergerak, membuat lingkaran, zig-zag,
berjalan maju dan mundur, serong diagonal, spiral dsb.

Dalam menata tari perlu diperhatikan level dan kepadatan.
1. Level
Tingkat jangkauan gerak atau tinggi rendahnya gerak.
Ada tiga level dalam menari, yaitu:
a. Level Tinggi : Meloncat
b. Level Sedang : Membungkuk
c. Level Rendah : Duduk
16

2. Kepadatan (density)
Penguasaan ruang oleh penari, ini penting untuk tari kelompok. Penempatan atau
formasi penari di atas pentas harus sedemikian rupa sehingga indah dan tidak tampak
penuh.
Penata tari yang baik juga memperhatikan desain tari. Desain adalah garis yang
terlihat oleh penonton yang ditimbulkan oleh gerak penari. Garis yang dilalui di lantai oleh
para penari disebut desain bawah. Misalnya, garis diagonal, horizontal, zig-zag, spiral dll.
Garis yang dilihat oleh penonton sebagai gerakan penari di atas pentas adalah desain atas.
Contohnya, loncatan, gerak payung, pita dll.
Merangkai gerak agar indah dan menarik perlu ada harmoni. Harmoni dapat dicapai
bila koreografer memperhatikan atau memadukan gerak dengan hal-hal berikut ini:
1. Irama sebagai pengiring dan pemertegas gerak.
2. Penguasaan ruangan dengan desain atas, bawah dan medium.
3. Penataan komposisi penari untuk mengatasi kejenuhan sesuai dengan jumlah penari.
4. Penggunaan rias dan busana yang selaras dan mencerminkan tema.
















17



2014
Ragam Tari Indonesia
18

Ragam Tari Indonesia







1. Tari-tarian Daerah Istimewa Aceh
Tari Seudati, berasal dari Arab dengan latar
belakang agama Islam. Sebuah tarian dinamis
penuh keseimbangan dengan suasana keagamaan.
Tarian ini sangat disenangi dan terkenal di daerah
Aceh.
Tari Saman Meuseukat, di lakukan dalam posisi
duduk berbanjar dengan irama yang dinamis. Suatu
tari dengan syair penuh ajaran kebajikan, terutama
ajaran agama Islam

2. Tari-tarian Daerah Bali
Tari legong, merupakan tarian yang berlatar belakang kisah cuinta Raja dari
lasem. Diterikan secara dinamis dan memikat hati.
Tari Kecak, sebuah tari berdasarkan cerita dan Kitab Ramayana yang
mengisahken tentang bala tentara monyet dari Hanuman dari Sugriwa
Sumber : http://sekartampaksiring.org/tarian.php

3. Tari-tarian Daerah Bengkulu
Tari Andun, dari Bengkulu Selatan ini merupakan sebuah tarian guna
menyambut para tamu yang dihormati.
Tari Bidadari Teminang Anak, tarian ini dapat pula diartikan bidadari
meminang anak. Tarian adat ini berasal dari Rejang Lebong.


4. Tari-tarian Daerah DKI Jakarta
Tari Topeng, merupakan sebuah tari tradisional
Betawi dalam menyambut tamu agung.
Tari Yopong, adalah tari persembahan untuk
menghormati tamu negara.










5. Tari-tarian Daerah Jambi
Tari Sekapur Sirih, merupakan tari persembahan. Tari
adat jambi ini hanyak persamaannya dengan tari
Melayu.
19

Tari Selampir Delapan, merupakan tari pergaulan muda-mudi dan sangat digemari di daerah Jambi.


6. Tari-tarian Daerah Jawa Barat
Tari Topeng Kuncaran, merupakan sebuah tarian yang mengisahkan dendam kesumat seorang raja
karena cintanya ditolak.
Tari Merak, sebuah tari yang mengisahkan kehidupan burung merak yang serba indah dan memukau.

7. Tari-tarian Daerah Jawa Tengah
Tari Serimpi, sebuah tarian keraton pada masa silam dengan suasana lembut, agung dan menawan.
Tari Blambangan Cakil, mengisahkan perjuangan Srikandi melawan Buto Cakil (raksasa). Sebuah
perlambang penumpasan angkara murka.

8. Tari-tarian Daerah JawaTimur
Tari Remong, sebuah tarian dari Surabaya yang
melambangkan jiwa, kepahlawanan. Ditarikan
pada waktu menyambut para tamu.
Reog Ponorogo, merupakan tari daerah Jawa
Timur yang menunjukkan keperkasaan,
kejantanan dan kegagahan.


9. Tari-tarian Daerah kalimantan Barat
Tarri Monong, merupakan tari penolak
penyakit agar si penderita dapat sembuh
kembali penari berlaku seperti dukun dengan jampi-jampi
Tari Zapin Tembung, Merupakan suatu tari pergaulan dalam masyarakat Kalimantan Barat

10. Tari-tarian Daerah Katimantan Selatan
Tari Baksa Kembang, merupakan tari selamat datang pada tamu agung dengan menyampaikan untaian
bunga.
Tari Radab rahayu, di pertunjukan pada upacara tepung tawar, sebelum pengantin pria dan wanita di
persandingkan.

11. Tari-tarian Daerah Kalimantan tengah
Tari Tambun dan bungai, Merupakan tari yang mengisahkan kepahlawanan Tambun dan Bungai Dalam
mengusir musuh yang akan merampas panen rakyat.
Tari Balean Dadas, Merupakan tarian guna memohon kesembuhan bagi mereka yang sakit.

12. Tari-tarian : Daerah Kalimantan Timur
Tari Gong, di pertunjukan pada upacara penyambutan terhadap tatmu agung. Dapat pula di pertunjukan
sewaktu lahir seorang bayi kepala suku.
Tari perang, Tari yang mempertunjukan dua orang pemuda dalam memperebutkan seorang gadis.

13. Tari-tarian Daerah Lampung.
Tari Jangget, adalah tarian untuk upacar-upacara peradatan. Tarian ini melambangkan keluhuran budi
dan susila rakyat Lampung.
Tari Malinting, merupakan sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat Lampung. Menceritakan tentang
kunjungan Sunan Gunung Jati ke Keraton Pulung.

14. Tari-tarian Daerah Maluku
Tari Lenso. merupakan tari pergaulan bagi segenap lapisan rakyat masyarakat Maluku.
Tari Cakalele, adalah tari Perang Yang melukiskan jiwa kepahlawanan yang gagah perkasa.

20

15. Tari-Tarian Daerah Maluku Utara
Tari Perang, Tarian rakyat untuk menyambut para pahlawan yang pualng dari medan juang.
Tari Nahar Ilaa, tarian pengikat persahabatan pada waktu “panas Pela” kesepakatan kampung untuk
membangun.

16. Tari-tarian Daerah Nusa Tenggara Barat
Tari Mpaa Lenggogo, sebuah tarian guna menyambut Maulid Nahi Muhammad SAW. Tarian ini juga
scring dipertunjukkan pada upacara-upacara perkawinan atau upacara khitanan keluarga raja.
Tari Batunganga, sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat. Mengisahkan tentang kecintaan rakyat
terhadap putri raja yang masuk ke dalam batu. Mereka memohon agar sang putri dapat keluar dari dalam
batu itu.

17. Tari-tarian Daerah Nusa Tenggara Timur
Tari Perang, tari yang menunjukkan sifat-sifat keperkasaan dan kepandaian mempermainkan senjata.
Senjata yang dipakai berupa cambuk dan perisai.
Tari Gareng Lameng, dipertunjukkan pada upacara khitanan. Tari ini berupa ucapan selamat serta mohon
berkat kepada Tuhan agar yang dikhitan sehat lahir batin dan sukses dalam hidupnya.

18. Tari-tarian Daerah Papua Barat danTengah
Tari Suanggi, tarian yang mengisahkan seorang suami ditinggal mati istrinya yang menjadi korban angi-
angi (jejadian).
Tari Perang, tari yang melambangkan kepahlawana, dan kegagahan rakyat Papua.


29. Tari-tarian Daerah Papua Timur
Tari Selamat Datang, tari yang mempertunjukan kegembiraan hati penduduk dalam menyambut para
tamu yang dihormati.
Tari Musyoh, merupakan tari sakral dalam upaya mengusir arwah or¬ang meninggal karena kecelakaan.

20. Tari-tarian Daerah Riau
Tari Tandak, merupakan tari pergaulan yang sangat di gemari di daerah Riau.
Tori Joged Lambak, adalah tari pergaulan muda-mudi, yang sangat populer dan disenangi

21 Tari-tarian Daerah Sulawesi Selatan
Kipas, tari yang mempertunjukkan kemahiran para gadis dalam memainkan kipas samhil mengikuti
alunan lagu.
Bosara, merupakan tarian untuk menyambut para tamu terhormat. Gerakan-gerakan badannya sangat
luwes.

22. Tari-tarian Daerah Sulawesi Tengah
Tari Lumense, tari dari Poso yang merupakan tarian selamat dating untuk menyambut tamu agung.
Tari Peule Cinde, termasuk pula tarian untuk menyambut tamu agung. Puncak acaranya adalah dengan
menaburkan bunga bagi para tamu.

23. Tari-tarian Daerah Sulawesi Tenggara
Tari Balumpa, merupakan tari selamat datang dalarn menyambut tamu agung. Tari rakyat ini berasal dari
Buton.
Tari Dinggu, melambangkan sifat kegotong royongan dalam kerja bersama sewaktu menumbuk padi.
Sentuhan alu pada lesung merupakan irama tersendiri yang menyentuh hati.

24. Tari-tarian Daerah Sulawesi Utara
Tari Maengket, merupakan tari pergaulan yang dilakukan secara berpasang-pasangan. Menggambarkan
suasana kasih sayang dan cumbuan.
Tari Polopalo, adalah tari pergaulan bagi muda-mudi daerah Gorontalo.
21


25. Tari-tarian Daerah Sumatra Barat
Tari Piring : Sebuah tari tradisional yang melambangkan suasana kegotong royongan rakyat dalam
menunaikan tugasnya. Siang hari mengerjakan sawah ladang dan malam harinya bersukaria bersama-
sam.
Tari Payung : Ditarikan oleh sepasang muda-mudi dengan payung di tangan, sang pria melindungi kepala
sang wanita, sebuah perlamban perlindungan lelaki terhadap wanita.

26. Tari-tarian Daerah Sumatra Selatan
Tari Tanggal, merupakan sebuah tarian dalam menyambut para tamu disertai upacara kebesaran adat.
Tari Putri Bekhusek, artinya sang putri yang sedang bermain. Tari ini sangat populer di Kabupaten Ogan
Komering Ulu dan melamhangka kemakmuran daerah Sumatra Selatan

27. Tari-tarian Daerah Sumatra Utara
Tari Serampang Dua Belas, Sebuah tari Melayu dengan irama joged diiringi musik dengan pukulan
gendang ala Amerika Latin. Serampang dua belas merupakan tari pergaulan.
Tari Tor Tor, Sebuah tari dari daerah Batak dengan latar belakang falsafah peradatan dan ditarikan dalam
suasana khusuk.

28. Tari-tarian Daerah Istimewa Yogyakarta
Tari Serimpi Sangu Pati, sebuah tarian keraton pada masalalu disertai suara gamelan dengan gerak tari
yang lembut.















Kesimpulan


 Tari adalah gerak tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu
tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan
pikiran
 Menurut jenisnya, tari digolongkan menjadi tari rakyat, tari klasik, dan tari kreasi
baru
22
















 Tujuan tari dibagi menjadi 5 :
1. Tari Rakyat
2. Tari Sosial
3. Tari Etnis
4. Tari spektakuler
5. Tari ekspresi seni
 Fungsi seni tari dalam kehidupan kita banyak sekali antara lain seni tari
digunakan untuk sarana upacara adat dan keagamaan, untuk pergaulan,
dakwah ataupun untuk pendidikan juga untuk hiburan.