You are on page 1of 44

Workshop Sertifikasi G1

Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia
Jakarta 6 , 7 Desember 2012
1
Instruktur:
Idrus,Ir, M.Sc.
HATTI Pusat
Sistem Klasifikasi Tanah
 Adalah suatu sistem pengaturan beberapa jenis tanah
yang berbeda-beda tapi mempunyai sifat yang serupa
ke dalam kelompok-kelompok dan subkelompok-
subkelompok berdasarkan pemakaiannya
 Sistem klasifikasi memberikan suatu bahasa yg mudah
untuk menjelaskan secara singkat sifat-sifat umum
tanah yang sangat bervariasi tanpa penjelasan yang
rinci.
2


 Sebagian besar sistem klasifikasi tanah yg telah
dikembangkan untuk tujuan rekayasa didasarkan pada
sifat-sifat indeks tanah yang sederhana seperti
Distribusi Ukuran Butiran dan Plastisitas
 Terdapat berbagai sistem klasifikasi tanah tetapi tidak
ada satupun dari sistem-sistem tersebut yang benar-
benar memberikan penjelasan yang tegas mengenai
segala kemungkinan pemakaiannya. Hal tersebut
karena sifat-sifat tanah yang sangat bervariasi

3
Proses Pembentukan Tanah
 Batuan Beku (Igneous Rock)
Contoh: granite, andesite, basalt
 Batuan Endapan (Sedimentary Rock)
Contoh: claystone, siltstone, sandstone, shales, limestone, coal
 Batuan Metamorf (Metamorphic Rock)
Contoh: gneiss, quartzite, slate, marble
4
BATUAN: bagian dari kerak bumi yang mengandung satu macam
atau lebih mineral yang terikat sangat kuat…
Berdasarkan proses pembentukannya batuan dapat
dikategorikan sebagai:
Tanah: hasil pelapukan batuan berupa kumpulan butiran-butiran partikel
dengan ikatan antar butir yang lemah…
Pembagian Kelompok Tanah
 Tanah Residual
 Tanah Colluvial
 Tanah Endapan Air (Alluvial Soils)
 Tanah Endapan Angin (Eolian Soils)
 Tanah Endapan Sungai Es (Glacial Soils)
5
Berdasarkan Proses Transportasi:
Tanah Residual: hasil pelapukan batuan dasar dan masih berada di
tempat asalnya.
Contoh: Tanah merah/ tanah laterit hasil dekomposisi batuan di daerah
tropis. Tanah merah lebih banyak mengandung lempung kaolinite, tidak
begitu aktif, dan non-swelling.
Pembagian Kelompok Tanah
6
Tanah Colluvial: terbentuk dari tanah yang berpindah dari tempat
asalnya akibat gaya gravitasi pada saat kejadian keruntuhan lereng
Tanah Alluvial (endapan air): terbentuk dari tanah yang
berpindah dari tempat asalnya akibat terbawa air yang mengalir
 Fluvial: tanah deposit endapan sungai
 Lacustrine: tanah deposit endapan danau
 Coastal: tanah deposit endapan di tepi pantai
 Marine deposits: offshore deposits
Tanah Eolian (endapan angin): tanah deposit yang
ditransportasikan oleh angin
 Sand dunes
 Loess (silty)
 Volcanic dust
Pembagian Kelompok Tanah
7
Tanah Glacial: tanah yang terbentuk karena terbawa oleh
perpindahan/ gerakan massa es dan oleh air dari lelehan massa es tersebut
 TILL: tanah endapan yang terbawa langsung oleh massa es
 OUTWASH: tanah yang diendapkan oleh aliran air lelehan massa es
Tanah Khusus:
 Tanah Expansive:
tanah yang berpotensi mengembang (peningkatan volume)
akibat terjadi peningkatan kadar air dan menyusut bila kadar air
berkurang. Clay shales dan tanah lempung montmorillonite
 Tanah Collapsible:
tanah yang berpotensi mengalami pengurangan kuat geser yang
besar bila terjadi peningkatan kadar air tanpa adanya perubahan
beban luar.
8
Grafik Hasil X-Ray Diffraction
A
c
t
i
v
i
t
y

2
.
0
A
c
t
i
v
i
t
y

1
.
0
A
c
t
i
v
it
y

0
.
5
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Percent of clay (< 0.002mm)
P
l
a
s
t
i
c
i
t
y

I
n
d
e
x
BM-1 BM-2 BM-3 BM-4 BM-5 BM-6
LOW
MEDIUM
HIGH
VERY HIGH
9
Department of the Navy, 1982, Soil Mechanic, Navfac DM-7.1
Pembagian Kelompok Tanah
,tidak terganggu
,terganggu
u
t
u
q
S
q
=
St Derajat
Kepekaan
<4 Tidak
sensitif
Kebanyaka
n lempung
pada
umumnya
4 < St < 8 Sensitif
> 8 Sangat
sensitif
10
Tanah Khusus:
 Quick Clay:
Tanah yang sangat peka terhadap gangguan. Apabila terganggu
kekuatannya berkurang drastis. Kadar kepekaan adalah
perbandingan antara kuat geser tanah asli dengan kuat geser
tanah terganggu
Sensitifitas:
Pembagian Kelompok Tanah
11
 Tanah Organik:
Tanah yang banyak mengandung komponen
organik. Kuat geser rendah dan memiliki
kompresibilitas yang besar

Mengandung massa kayu berserat,
berwarna gelap hitam, berbau tumbuhan
yang membusuk
Karakteristik Tanah
12
Sistem Particulate:
Massa tanah terdiri dari partikel-partikel yang umumnya tidak
terikat kuat satu dan lainnya. Pergeseran antar partikel menjadi
tidak linear dan tidak dapat kembali ke bentuk asal
Sistem Multi Fase:
• Zat padat
•Zat cair atau gas di dalam pori antar partikel (biasanya air dan udara)
Karakteristik Tanah
13
Bentuk, ukuran, tekstur, susunan, dan struktur
partikel tanah:
Tanah Berbutir Kasar (ukuran >0.06 mm):
Bentuk partikel Penyebab
Angular Pecahan batuan
akibat pengaruh
lingkungan atau
pelapukan
Subangular Pecahan batuan
dengan bagian
permukaan yang
halus akibat
transportasi
Subrounded Permukaan
umumnya halus
karena sudah
ditransportasikan
cukup jauh
Rounded Permukaan halus
dan bulat karena
sudah bertahun-
tahun
ditransportasikan
14
Karakteristik Tanah
15
Tanah Berbutir Halus (ukuran <0.06 mm):
Kaolinite
illite
Na-Montmorillonite
Halloysite
5 micron
Karakteristik Tanah
16
Sistem Multi Fase:
Hubungan antar fase
100%
v
V
n
V
= ×
v
s
V
e
V
=
1
n
e
n
=
+
1
e
n
e
=
+
17
Sistem Multi Fase:
Hubungan antar fase
Porositas, n: Angka pori (void ratio):
Hubungan antara porositas dan angka pori:
Derajat Kejenuhan, S:
100%
w
v
V
S
V
= ×
100%
w
s
W
w
W
= ×
s w
W W W
V V
γ
+
= =
sat w
γ γ γ

= −
18
Hubungan antar fase
Kadar air:
Berat volume total atau basah (total atau wet unit weight):
Berat volume partikel solid tanah:
Berat volume kering:
s
s
s
W
V
γ =
s
d
W
V
γ =
Berat volume terapung:
Pengujian Untuk Klasifikasi Tanah
Nomor Saringan Ukuran lubang
(mm)
4 4.75
10 2
20 0.85
40 0.425
60 0.250
100 0.15
140 0.106
200 0.075
19
Uji Saringan dan Atterberg Limit
 Uji Saringan (Distribusi Ukuran Partikel) ASTM D422
Ukuran Partikel Tanah
20
Pengujian Untuk Klasifikasi Tanah
21
Grafik distribusi ukuran partikel tanah
Parameter Bentuk Kurva Distribusi Ukuran
Partikel Tanah
60
10
u
D
C
D
=
22
Koefisien keseragaman (coefficient of uniformity) C
u
D
60
=diameter butir yang lolos saringan sebanyak 60 persen
D
10
=dimeter butir yang lolos saringan sebanyak 10 persen
C
u
=1 adalah tanah yang memiliki satu ukuran butir
C
u
=2 atau 3 adalah tanah bergradasi buruk
C
u
>15 adalah tanah bergradasi baik
Parameter Bentuk Kurva Distribusi Ukuran
Partikel Tanah
2
30
10 60
c
D
C
D D
=
×
23
Koefisien kelengkungan (coefficient of curvature) C
c
D
30
=diameter butir yang lolos saringan sebanyak 30 persen
C
c
=1 - 3 adalah tanah yang memiliki gradasi baik jika
C
u
>4 untuk kerikil
C
u
>6 untuk pasir
Pengujian Untuk Klasifikasi Tanah
24
Atterberg Limits (ASTM D 4318)
Dilakukan pada material tanah yang lolos saringan No. 40 (ukuran 0.425mm)
SL PL LL
25
Atterberg Limits (ASTM D 4318)
Plastic Limit
Liquid Limit
LIQUID LIMIT PLASTIC LIMIT
TEST TEST
TEST NO. OF TEST WATER
NO. BLOWS NO. CONTENT
1 6 61.13 % 5 23.75
%
2 15 53.73 % 6 24.85
%
3 27 47.24 %
%
4 39 43.53 % 24.30
%
LQUID LIMIT w
L :
48.06
%
PLASTC LIMIT w
P :
24.30
%
PLASTICITY INDEX I
P :
23.76
%
N O T E :
WATER
CONTENT
MEAN
VALUE
Flow Graph
40
45
50
55
60
65
1 10 100
Number of Blows
W
a
t
e
r

C
o
n
t
e
n
t


(
%
)
26
Atterberg Limits (ASTM D 4318)
Liquid Limit
25
Fall Cone Methode for determine Liquid
Limits & Plastic Limits


27
20 30 40 50 60 70 100 (water content)
80 grm cone
240 grm cone
W
a
t
e
r

c
o
n
t
e
n
t

,

p
r
o
s
e
n

W LL
∆W
PL = LL – 4.2 ∆W
LL with 240 grm cone
28
Atterberg Limits (ASTM D 4318)
Pendekatan Casagrande untuk menentukan Shrinkage Limit
PI LL PL = −
w PL
LI
LL PL

=

29
Atterberg Limits (ASTM D 4318)
Plasticity Index:
Liquidity Index:
PL LL w
Perilaku Stress – Strain Tanah Lempung Berdasarkan Daerah
Atterberg Limits
30
SISTEM KLASIFIKASI TANAH
31
 Sistem Departemen Pertanian Amerika (U.S Department
of Agriculture) -- Berdasarkan Tekstur

 Sistem USCS (Unified Soil Classification System)-
Berdasarkan Pemakaian


 Sistem AASHTO (American Association of State Highway
and Transportation Officials)-- Berdasarkan Pemakaian


Sistem Inggris
Digunakan oleh ASTM (American Society for Testing and
Materials) dan the Uniform Building Code (UBC)
Digunakan terutama untuk mengklasifikasikan tanah subgrade
32
SOIL CLASSIFICATION BY U.S.D.A
33
34
Diagram Plastisitas (ASTM, Casagrande)
Untuk tanah berbutir halus dan bagian butir halus dari tanah berbutir kasar
35
KLASIFIKASI TANAH AASHTO
36
KLASIFIKASI TANAH AASHTO
Penentuan Klasifikasi Group A-4 s/ d A-7


Untuk mengevaluasi kwalitas dari suatu tanah sebagai
subgrade, suatu angka yang disebut sbg GI (Group
Index) diperlukan selain kelompok dan sub kelompok
dari tanah yang bersangkutan. Ditulis didalam kurung
setelah nama kelompok dan subkelompok

GI = (F-35){0.2+0.005(LL-40)}+0.01(F-15)(PI-10)
F = Prosentasi Butiran lolos # 200
LL = Liquid Limit
PI = Plasticity Index
37
Kelas
Subgrade
Nilai
Indeks
Group
(GI)
Sangat
baik
0
Baik 0 – 1
Sedang 2 – 4
Buruk 5 – 9
Sangat
buruk
10 - 20
38
39
KLASIFIKASI TANAH AASHTO
KLASIFAKASI TANAH SISTEM INGGRIS (BS
5930 : 1981)


40
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110 120
WATER CONTENT (%)


70


60


50

40
PI
30


20


10
6

0

CE
CV
CH
CI
CL
ML
MI
MH
MV
ME
KLASIFAKASI TANAH SISTEM INGGRIS (BS
5930 : 1981)


41
CONTOH SIMBOL KELOMPOK :
SW : PASIR bergradasi baik
SCL : PASIR sangat berlempung (lempung
plastisitas rendah)
CIS : LEMPUNG berpasir dengan plastisitas
sedang)
MHSO : LANAU berpasir organik plastisitas
tinggi

KLASIFAKASI TANAH SISTEM INGGRIS (BS 5930 :
1981)


42
ISTILAH UTAMA KWALIFIKASI
KERIKIL G Bergradasi baik W
PASIR S Bergradasi buruk P
Seragam Pu
Bergradasi timpang Pg
TANAH HALUS, BUTIRAN HALUS F Plastisitas rendah (LL<35) L
LANAU (TANAH-M) M Plasitisitas sedang (LL 35-50) I
LEMPUNG C Plastisitas tinggi (LL 50-70) H
Plastisitas sangat tinggi (LL 70-90) V
Plastisitas sangat ekstrim (LL>90) E
Organik (sebagai akhiran) O
GAMBUT Pt
KLASIFAKASI TANAH SISTEM INGGRIS (BS
5930 : 1981)


43
HALUS KASAR
Lolos 0,06mm>35% Finer 0,06mm<35%
LANAU&LEMPUNG LANAU&LEMPUNG PASIR KRIKIL
Berkerikil atau Berpasir
Butiran Halus (65-100)% Butiran Halus (35-65) % Lolos 2 mm>50% Lolos 2 mm<50%
Lempung. (M), Lempung Lempung Lanau Pasir Pasir Pasir
berkerikil/ berkerikil / sangat ber ber sedikt ber IDEM
berpasir berpasir lempung lempung lempung


Sekian & Terima Kasih

44