You are on page 1of 12

MILIARIA

I. PENDAHULUAN
Miliaria adalah gangguan umum pada kelenjar ekrin yang sering terjadi pada kondisi di
mana terjadi peningkatan panas dan kelembaban.
1,3
. Miliaria disebabkan terjadinya sumbatan dari
bagian intraepidermal saluran keringat sehingga cairan kelenjar ekrin tertahan di dalam
epidermis atau dermis yang terjadi secara mendadak dan menyebar alami
1,2,3,5,6,7
. Miliaria
ditandai dengan adanya papul vesikuler atau pustul yang bersiat milier dan gatal.
1,3,5
. !inonim
dari penyakit ini adalah biang keringat, keringat buntet, liken tropikus, prickly heat, sweating
fever, heat scaling, dermatitis hidrotica, hydroa, heat rash dan sweat blisters.
2,3,",5
II. EPIDEMIOLOGI
#mumnya, miliaria terdapat pada bayi$bayi dengan kondisi yang tidak layak. %amun,
seiring dengan pertumbuhan anak, kemungkinannya berkurang sehingga hanya sekitar "& '
de(asa yang mempunyai kecenderungan untuk terkena miliaria. )al ini tampaknya
mencerminkan peningkatan kekuatan stuktur dari saluran ekrin berdasarkan umur, sehingga
disamping perkembangan dari penutupan pori dan anhidrosis, ruptur saluran gagal terjadi dan
tidak terdapat bentuk vesikel dari miliaria. *i dalam kondisi tropis yang ekstrim dan kronik,
jumlah dari orang de(asa yang kemungkinan terkena miliaria terbukti meningkat dari 7& '
menjadi +& ', dan lebih dari "& ' pada kondisi panas yang sedang. ,idak ada predisposisi
berdasarkan jenis kelamin ataupun ras dan kondisi ini didapatkan pada semua umur. -aparan
panas dalam jangka (aktu lama, lingkungan yang lembab, seperti terdapat pada daerah tropis
dan pekerjaan yang berhubungan dengan hal itu, memungkinkan untuk terkena miliaria. Miliaria
kristalina biasanya diperlihatkan pada umur tua, pasien lemah yang relati berbaring tidak
bergerak di tempat tidur, keadaan yang meminimalkan kemungkinan rupturnya vesikel$vesikel
ini. ,idak ada keadaan penyakit yang diketahui memungkinkan sebagai penyebab miliaria.
1,2,3,5
*ata terbaik mengenai insidens miliaria pada bayi baru lahir adalah hasil survey di .epang
pada lebih dari 5&&& bayi. !urvei ini mengatakan bah(a Miliaria /ristalina didapatkan ",5 '
dari neonatus, dengan usia rata$rata 1 minggu. Miliaria 0ubra didapatkan " ' dari neonatus
4
dengan usia rata$rata 11 1 1" hari. *i seluruh dunia, miliaria paling banyak di lingkungan tropis,
utamanya orang$orang yang baru saja pindah dari lingkungan tropis yang temperaturnya lebih
panas. Miliaria telah menjadi masalah penting bagi personil tentara 2merika dan 3ropa yang
bertugas di 2sia ,enggara dan -asiik.
5
III. ETIOLOGI
Miliaria terjadi ketika aliran keringat ekrin terhambat karena terhalangnya bagian
kalenjar keringat intraepidermal. /etidakmatangan saluran keringat mungkin merupakan aktor
predisposisi penting pada a(al usia bayi, sebagaimana kecenderungan bagi bayi untuk dira(at
dalam kondisi hangat dan lembab.
1,2,3,5
Miliaria crystallina terjadi disebabkan obstruksi kalenjar keringat pada stratum korneum.
)al ini sangat sering terjadi selama periode neonatal, mungkin terutama karena patensi pori
keringat yag tertunda.
1,2,3,",5
Miliaria rubra terjadi disebabkan oleh penyumbatan saluran keringat
epidermis yang lebih dalam, mungkin disebabkan dengan peningkatan aktivitas

dari intraductal
microflora.
1,2,3,",5
4mmaturitas dari saluran ekrin. %eonatus dipikirkan mempunyai saluran ekrin yang
immatur yang memudahkan terjadinya ruptur ketika keringat keluar. 0uptur ini mengakibatkan
terjadinya miliaria. /urangnya penyesuaian diri terhadap iklim. Miliaria biasanya terjadi pada
individu yang pindah dari iklim tidak tetap ke iklim tropis. /ondisi ini biasanya berubah setelah
individu tinggal di kondisi panas dan lembab selama beberapa bulan.
1,2,3,",5
/ondisi panas dan lembab, iklim tropis, pera(atan neonatus di inkubator, dan demam
mungkin dapat menyebabkan miliaria. 5eberapa stimulus untuk berkeringat dapat menyebabkan
miliaria. Bethanecol, obat yang dapat menyebabkan keringat, isotretinoin, obat yang
menyebabkan dierensiasi olikel dilaporkan dapat menyebabkan miliaria.
1,2,3,",5
5akteri Staphylococci berhubungan dengan miliaria, dan antibiotik dapat mencegah
miliaria. 0adiasi ultraviolet, beberapa peneliti menemukan bah(a miliaria kristalina terjadi pada
kulit yang terekspos sinar ultraviolet.
1,2,3,",5
IV. PATOGENESIS
5
Miliaria adalah penyakit obstruksi yang jinak dengan tanda vesikopustula. -enyakit ini
mengkha(atirkan orang tua karena onset dan penyebarannya yang akut.
5
!timulus primer dari
perkembangan miliaria adalah kondisi panas dan kelembaban yang tinggi yang menyebabkan
pengeluaran keringat yang banyak. 6klusi kulit karena penggunaan pakaian, perban atau seprei
plastik dapat menyebabkan pengumpulan keringat di permukaan kulit dan overhidrasi dari
stratum korneum. -ada orang yang beresiko, termasuk bayi, yang relative mempunyai kelenjar
ekrin immatur, overhidrasi dari stratum korneum kemungkinan sudah bisa menyebabkan
sumbatan acrosyringium.
5
.ika kondisi panas dan lembab masih bertahan, keringat akan banyak diproduksi kembali,
tetapi tidak dapat disekresikan ke permukaan kulit karena adanya penyumbatan saluran.
!umbatan ini menyebabkan terjadinya kebocoran keringat dalam perjalanannya ke permukaan
kulit, baik di dermis maupun epidermis yang berhubungan dengan anhidrosis. *engan adanya
kebocoran tersebut, akan menyebabkan inlamasi dan lesi yang siatnya asimptomatik.
5
5akteri normal kulit, seperti Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus,
kemungkinan juga berperan dalam patogenesis miliaria. -asien dengan miliaria mempunyai
bakteri per unit area kulit 3 kali lebih banyak dibanding orang yang sehat.
1,3,5
-ada ase akhir miliaria, bisa ditemukan hiperkeratosis dan parakeratosis dari
acrosyringium. 2danya sumbatan hiperkeratotik bisa menyumbat saluran ekrin. !umbatan
parakeratotik pada saluran keringat mungkin dihasilkan dari luka sel$sel epidermal yang melapisi
saluran keringat. -ada keadaan yang biasa, luka ini disebabkan maserasi akibat air keringat.
!umbatan juga dapat terjadi pada dermatosis yang meradang. -erubahan kimia yang terjadi
sehingga kelembaban merangsang pembentukan luka pada keratin belum diketahui. 2kan tetapi,
hal ini sekarang di percaya tidak terlalu berpengaruh dan bukan penyebab utama penyumbatan
keringat.
1,2,3,5
V. KLASIFIKASI
1. Miliaria Kristalina
6
*isebabkan oleh terjadinya penyumbatan di lapisan paling atas epidermis yaitu di stratum
korneum khususnya antara dua lapisan sel tanduk. /arekteristik dengan vesikel superisial
tanpa inlamasi, kecil, jelas dan self limiting lesion. 7esikel yang mudah pecah, sering pada
bayi.
1,2,3,",5
2. Miliaria Rubra
*isebabkan oleh penyumbatan saluran keringat pada epidermis yang dalam 8acrosyringium9
yaitu pada stratum spinosum sehingga keringat keluar dan masuk ke dalam epidermis bagian
ba(ah. ,ersangat gatal dengan eritematous papulovesikel, rasa terbakar, prickling dan
tingling .
1,2,3,",5
. Miliaria Pr!"un#a
*isebabkan oleh penyumbatan pada bagian distal duktus atau pada dermal-epidermal
junction 8papilla dermis9. ,idak gatal, (arna kulit. 5anyak terdapat pada trunk dan
ekstremitas
. 1,2,3,",5
$. Miliaria Pustul!sa
Merupakan varian dari miliaria rubra yang mengalami respon inlamasi atau terjadi ineksi
sekunder atau setelah terjadi serangan berulang$ulang miliaria rubra.
1,2,3,",5
VI. DIAGNOSIS
a% Ga&baran 'linis
7
1. Miliaria /ristalina
:ambar 1 ; Miliaria kristalina pada lengan atas bayi 7 hari.
5
Miliaria kristalina terdiri dari vesikel transparan, supericial, intrakorneal atau
subkorneal dan tidak meradang. 7esikel tersebut berukuran 1 1 2 mm dan mudah pecah
ketika tersentuh oleh tangan. !iat dari vesikelnya asimptomatik dan biasanya diketahui
secara kebetulan pada (aktu pemeriksaan isik serta sembuh dengan deskuamasi halus di
bagian superisial. -ada bayi, lesi sering terjadi pada kepala, leher, dan bagian atas
badan. !edangkan pada de(asa, lesi terjadi pada badan. Miliaria tipe ini dapat sembuh
sendiri, cukup dengan menghindari panas, yang berlebihan, mengusahakan ventilasi yang
baik, pakaian yang tipis, dan menyerap keringat. !elain itu, juga terdapat varian dari tipe
ini yang disebut miliaria kristalina alba yang kelihatan ber(arna perak akibat adanya
korneosit pada lesi.
1,2,3,",5

2. Miliaria 0ubra
:ambar 2 ; Miliaria 0ubra pada pipi bayi. *ikutip dari . (Courtesy of r !ichard "ogan,
Bridgend #eneral $ospital, Bridgend, %id #lamorgan, &'.(
5
-enyakit ini lebih berat daripada miliaria kristalina, terdapat pada badan dan tempat$
tempat tekanan atau gesekan pakaian. Miliaria rubra meliputi lesi papul yang eritematous
8
dan papulovesikel berdiameter kurang lebih 1 1 " mm disertai dengan makula eritem,
gatal yang luar biasa, serta sensasi seperti terbakar, tertusuk atatu perasaan geli. -ada bayi
lesi terjadi pada leher, dan aksilla. !edangkan pada de(asa, lesi terjadi pada daerah kulit
yang tertutup di mana terjadi gesekan, area ini termasuk leher, bagian atas badan, dan
sela$sela tubuh. ,erdapat juga pada muka dan area pergelangan, tetapi minimal. -ada
stadium akhir, anhidrosis terjadi pada kulit yang terkena.
1,2,3,",5
3. Miliaria -rounda
:ambar 3 ; Miliaria -rounda
5entuk ini agak jarang kecuali pada daerah tropis. Miliaria prounda biasanya timbul
setelah miliaria rubra dengan ciri$ciri tidak gatal, ber(arna seperti daging, lebih dalam,
dan papul yang putih berukuran 1 1 3 mm . 2simptomatik biasanya kurang dari 1 jam
setelah kepanasan yang berlebihan, dan terokus pada ekstremitas. !elain (ajah, aksilla,
tangan, dan kaki, dan kemungkinan merupakan kompensasi dari hiperhidrosis, semua
kelenjar keringat tidak berungsi. 6klusi terdapat pada bagian atas dermis. -ada kasus
yang berat yang memungkinkan terjadinya pengaliran panas, hiperpireksia dan takikardia
dapat ditemukan.
1,2,3,",

". Miliaria -ustulosa
9
:ambar " ; Miliaria -ustulosa
Miliaria pustulosa selalu didahului oleh beberapa dermatitis lainnya yang dihasilkan
oleh suatu luka, kerusakan atau sumbatan saluran keringat. -ustulanya jelas, supericial,
dan terlepas dari olikel rambut. -ustula yang gatal, paling sering pada daerah
intertriginosa, pada permukaan lekso ekstremitas, pada skrotum, atau pada bagian
belakang pasien yang terbaring di tempat tidur. *ermatitis kontak, liken simpleks kronik,
dan intertrigo dari gabungan beberapa penyakit, (alalupun miliaria pustulosa dapat
terjadi beberapa minggu setelah penyakit sembuh. 5iasanya isi dari pustula bersiat steril,
akan tetapi mengandung coccus non patogenik.
1,2,,3,",5

b. P(&(ri'saan )(nun*an+
-emeriksaan <aboratorium
Miliaria mempunyai banyak perbedaan secara klinis, oleh karena itu, beberapa tes
laboratorium cukup diperlukan. -e(arnaan positi pada -2! 8 periodic acid-Schiff 9
untuk mendeteksi amorus pada miliaria rubra.
5
-emeriksaan !itologik
-ada miliaria kristalina, pemeriksaan sitologik untuk kandungan vesikel tidak didapatkan
sel$sel radang atau sel giant multinukleat 8seperti yang terdapat pada vesikel dari penyakit
herpes9.
5
-ada miliaria pustulosa, pemeriksaan sitologik memperlihatkan adanya kandungan dari sel$
sel radang dan coccus gram positi. ,idak seperti eritema toksik neonatorum, eosinoil
tidak terlalu menonjol pada miliaria pustulosa.
5
10
-emeriksaan )istopatologik
-ada miliaria kristalina, terdapat vesikel intrakorneal atau subkorneal yang berhubungan
dengan saluran keringat dan sumbatan keratin.
1,3,",5
-ada miliaria rubra, vesikel spongiotik terdapat di dalam stratum spinosum, di ba(ah
sumbatan keratin dan iniltrat radang kronis terdapat di sekitarnya dan di dalam vesikel
serta mengelilingi dermis, iniltrasi limositik perivaskuler dan vasodilatasi terlihat pada
dermis superisial. *engan per(arnaan khusus dapat terlihat coccus gram positi di ba(ah
dan di dalam sumbatan keratin. -ada saluran keringat intraepidermal diisi dengan substansi
amor yang )eriodic *cid Schiff 8-2!9 positi dan diastase resistant.
1,2,3,",
-ada miliaria prounda, terlihat sumbatan pada daerah taut dermoepidermal dan pecahnya
saluran keringat pada dermis bagian atas dan juga adanya edema intraseluler periduktal
pada epidermis 8spongiosis9 serta iniltrat radang kronis
1,2,3,"
-ada miliaria pustulosa, terdapat campuran iniltrat dengan sel$sel mononuklear dan lekosit
polimoronuklear dan sumbatan ekrin pada taut dermoepidermal dengan gangguan pada
sistem ekrin dermal.
3,5
-emeriksaan -atologi /linik
-ada pemeriksaan ini, tidak didapatkan hasil pemeriksaan yang abnormal.
5
VII. PENATALAKSANAAN
,erapi lini pertama
1. -reventi
#saha$usaha preventi dilaksanakan dengan mengontrol panas dan kelembaban sehingga
keringat tidak distimulasi. =ara$caranya antara lain mengobati demam, tidak
11
menggunakan pakaian yang tidak menyerap keringat, mencegah evaporasi, aktivitas yang
terbatas, penggunaan air conditioner, atau pindah ke tempat yang iklim lebih dingin
2,3,"
2. -engobatan simptomatik dengan pengobatan topikal
5
-engobatan topikal seperti calamine, boric acid atau menthol &.25$2', bedak salisilat
2' dan penggunaan sabun pada (aktu mandi.
1,",5
<osio aberi dapat pula diberikan, dengan komposisi ;
*cid. Salicylic. 1 '
+alc. venetum 1& '
,-yd. .inc. 1& '
*myl. ,ry/ae 1& '
Spiritus ad. 2&& cc
#ntuk memberikan eek antipruritus dapat ditambahkan mentholum atau camphora pada
losio aberi.
",5
3. -engobatan agen antibiotik
-engobatan ini dipercaya dapat mengurangi terjadinya miliaria. *scorbic acid
2>5&&mg?hari dapat mengurangi keparahan miliaria
5
,erapi lini kedua
1. -engobatan kortikosteroid topical8 hidrokortison salep pada (ajah$ oles pagi,siang9
8betametason pada badan$ oles pagi,siang9
2. -engobatan sistemik
1.3,".
-roilaksis miliaria dengan antibiotik oral8eritromisin, ceadro>il, do>isiklin9 dengan
retinoid oral, vitamin 2 dan vitamin = dilaporkan sukses.
1,3,"
,erapi lini ketiga
-engobatan lanolin anhydrous yang dipercaya mencegah penyumbatan saluran, sehingga
keringat dapat mengalir ke permukaan kulit.
1,2,3,",5
Kat(+!ri Lanolin Anhidrous Calamine Lotion
D!sis D(,asa *igunakan pada kulit
yang terkena miliaria
sebelum melakukan
aktivitas di cuaca panas
*igunakan pada kulit
yang terkena miliaria
D!sis Ana' !ama seperti de(asa !ama seperti de(asa
12
K!ntrain#i'asi )ipersensitivitas )ipersensitivitas
Int(ra'si ,idak dilaporkan ,idak dilaporkan
P(&a'aian -emakaian <uar -emakaian <uar
VIII. DIAGNOSIS -ANDING
1. @olikulitis
@olikulitis adalah ineksi bakteri lokal pada single hair follicle. *isertai dengan pustule dan
eritema. @olikulitis pada (ajah dikenal sebagai acne vulgaris. -ada tahap lanjut menjadi
furuncle atau carbuncle. <esi pada kulit bisa terjadi krusta dalam beberapa hari dan kambuh
tanpa scarring pada kebanyakkan kasus.
"

:ambar 5 ; Staphylococcal folliculitis.
1
2. /andidosis
/andidosis adalah ineksi pada kulit atau mukosa yang disebabkan oleh jamur genus
candida. ,es /6) 8A9. Satellite lesion 8A9.
"
13
:ambar 5 ; 0ntertriginous with typcal satellite lesions.
1

I.. KESIMPULAN
1. Miliaria adalah gangguan umum pada kelenjar ekrin yang sering terjadi pada kondisi di mana
terjadi peningkatan panas dan kelembaban. Miliaria disebabkan karena terjadinya sumbatan
dari bagian intraepidermal saluran keringat sehingga cairan kelenjar ekrin tertahan di dalam
epidermis atau dermis yang terjadi secara mendadak dan menyebar alami.
2. Miliaria ditandai dengan adanya papul, vesikuler atau pustul yang bersiat milier dan gatal.
3. !inonim dari penyakit ini adalah biang keringat, keringat buntet, liken tropikus, prickle heat,
sweating fever, heat scaling, dermatitis hidrotica, hydroa, heat rash dan sweat blisters.
". 2da " bentuk miliaria, antara lain ;
a. Miliaria /ristalina
b. Miliaria 0ubra
c. Mi?liaria -rounda
d. Miliaria -ustulosa
14
15