You are on page 1of 14

Neuralgia Trigeminal

I. Pendahuluan
Neuralgia Trigeminal adalah gangguan nervus trigeminus yang
menyebabkan nyeri pada wajah. Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan
tic douloureux atau penyakit fothergill.
1

Prevalensi dari penyakit ini diperkirakan 1 dari !""" orang.The
International #eadache $ociety mengklasifikasikanneuralgia trigeminal
%NT& menjadi yaitu klasik NT atau gejala NT. 'ika pada pemeriksaan
klinis tidak ditemukan defisit neurologis maka kita dapat mendiagnosis
nya sebagai Neuralgia trigeminal klasik. (ntuk menegakan diagnosis dari
neuralgia trigeminal %NT& harus ditemukan lesi secara struktural terutama
terdapat kompresi pada pembuluh darah. $erangan awal akan terjadi
dalam beberapa detik maupun menit jika sudah termasuk dalam gejala
yang paroksismal
.
Neuralgia trigeminal merupakan penyakit yang sering ditemukan pada
usia !" tahun ke atas. )" * awal gejala penyakit terjadi pada usia +"
tahun. Penyakit ini diperkirakan lebih banyak terkena pada wanita
dibanding pria dengan rasio 1,!-1. .enurut survei di / negara di 0enua
1ropa neuralgia trigeminal %NT& sangat berdampak pada kualitas hidup
serta sosial ekonomi pasien karena neuralgia trigeminal %NT& adalah nyeri
wajah yang ditemukan pada usia !" tahun ke atas.2
Nervus oftalmika %31& bercabang ke arah tentorium cerebri dan falx cerebri,
kelenjar air mata, frontal, dan nervus nasociliarri yang berakhir di fisura orbita
superior.
4 Nervus maksilaris %3&, sebelum masuk ke foramen rotundum 3 berhenti ke
cabang meningeal media yang memberi inervasi pada duramater di fossa
medial cranial dan arteri meningeal media. 5abang lain menginervasi kulit
pada 6igomatikum dan nervus 6igomatikum, dan daerah leher.
4 Nervus mandibularis %32& menepati cabang meningeal %nervus spinosus&
terletak di daerah distal yang keluar dari foramen ovale dan masuk kembali ke
cavum cranial spenjang nervus spinosum untuk menyuplai dura meter, sinus
spenoid, dan sel mastoid. 32 juga berada pada nervus aurikilotemporal %yang
menyuplai sendi temporomandibular, kulit dekat telinga, kanalis audikularis
eksternal, kelenjar parotid, permukaan aurikuler superior&.
4 $erabut motor nervus kranial 3 terdiri dari serat motor nukleus trigeminal di
ponds.+


III. 1pidemiologi
0eberapa data tersedia menurut .eneses, 5lemente dan 7uss %1))!&
saat mengevaluasi medical records dari pasien8pasien operasi dekompresi
neurovaskular dari nervus trigeminal ditemukan pasien8pasien dengan
jarak umur antara /" tahun dan 2 bulan, dengan insiden tertinggi adalah
perempuan %/"*&.
/
9dapula data yang tersedia adalah insiden rate dari
neuralgia trigeminal %NT& sekitar 28! kasus per tahun per 1"".""" orang.
Prevalensinya pada laki8laki 1":,! dan pada perempuan "", per 1 juta
populasi.:
I3. 1tiologi
9da banyak pendapat tentang etiologi neuralgia trigeminal %NT&,
namun ada beberapa pendapat yang masih kontroversi karena kurangnya
bukti objektif, seperti teori keracunan eksogen dan endogen, patologi
sendi temporomandibular dan posisi yang tinggi dari puncak piramia
petrosa tulang temporal.$aat ini ada tiga teori etiologi neuralgia trigeminal
yang paling popular.Teori pertama didasarkan atas beberapa penyakit
yang saling terkait.Teori kedua adalah trauma langsung pada saraf dan
teori ketiga adalah polietiologi asal usul penyakit. Pada kenyataannya
pada banyak pasien yang menderita neuralgia trigeminal %NT& belum bisa
diidentifikasi penyebabnya. ;arena pasien yang menderita neuralgia
trigeminal %NT& terkadang memiliki penyakit vaskular seperti
aterosklerosis, hipertonia arterial yang ditulis oleh beberapa penulis teori
etiologi neuralgia trigeminal %NT&.
<

$umber lain mengatakan neuralgia trigeminal %NT& bisa jadi
dihubungkan dengan lesi vaskular kompleks sekitar dasar otak dan
sepanjang dari nervus trigeminus. .enurut National Institute of
Neurological =isorder dan $troke, faktor herediter juga mungkin menjadi
penyebab neuralgia trigeminal %NT&. 0eberapa orang yang mengalami
gangguan herediter mengalami gangguan pada pembuluh darah yang akan
mempengaruhi nervus trigeminus, orang8orang dengan riwayat keluarga
yang mengalami neuralgia trigeminal atau gangguan pembuluh darah
lainnya bisa jadi gangguan ini dapat berkembang dalam diri mereka.
$econdary neuralgia trigeminal %NT& pada fossa arteriovenous
maltransformasi jarang dimasukan ke dalam literatur. Tumor pada nervus
trigeminus seperti schwannoma dan limfoma mungkin dapat
menyebabkan neuralgia trigeminal %NT&. NT juga terkadang dapat kita
jumpai pada pasien8pasien dengan glioblastoma. >angguan metabolik
seperti gout, defisiensi vitamin %0/, 01, 02, 0/, 1&, reaksi obat
%klorampenikol, nitrofurantoin, sulfonamides, isonia6id bisa saja menjadi
penyebab neuralgia trigeminal %TN&.
)


3. Patomekanisme
9da beberapa hipotesis dari para ahli terhadapat bagaimana
patofisologi neuralgia trigeminal ini.=iduga bahwa neuralgia trigeminal
disebabkan oleh demielinisasi saraf yang mengakibatkan hantaran saraf
cenderung meloncat ke serabut8serabut saraf di dekatnya. #al ini
mengakibatkan sentuhan yang ringan saja dapat dirasakan sebagai nyeri,
akibat hantaran yang berlebihan itu.1"
9neurisma, tumor, peradangan, meningeal kronis, atau lesi lainnya
dapat mengiritasi akar saraf trigeminal sepanjang ponds dapat
menyebabkan gejala neuralgia trigeminal.3ascular yang abnormal dari
arteri serebelum superior sering disebut sebagai penyebabnya. ?esi dari
6ona masuknya akar trigeminal dalam ponds dapat menyebabkan sindrom
nyeri yang sama.11

$erangan nyerinya tidak dapat diperkirakan karena nyeri dapat
dicetuskan oleh aktivitas sehari8hari yang biasanya tidak menimbulkan
nyeri %seperti menyisir rambut, mengunyah makanan, menggosok gigi,
atau bahkan saat terkena hembusan angin&. =ikenal pula istilah trigger
6one, yaitu daerah yang sering menjadi awal bermulanya neuralgia yang
terletak disekitar daerah hidung dan mulut.11


3I. >ambaran klinik
Nyeri pada neuralgia trigeminal memiliki beberapa karakteristik,
diantaranya-
4 0ersifat paroksismal, nyeri yang timbul berhenti secara tiba8tiba
dengan interval tanpa nyeri sebelumnya 4 $elalu dengan intensitas berat
4 Terbatas pada area stimulasi nervus trigeminal
4 Pada hasil autopsi tidak ditemukan kerusakan yang nyata pada
nervus trigeminus.
4 $ekitar !"* pasien memiliki trigger 6ones, yang mana ketika
mendapatkan sedikit stimulasi atau iritasi dapat menyebabkan
episode nyeri.
4 ;elainan timbul dan hilang tanpa bisa diprediksi, beberapa pasien
menunjukkan hubungan pada frekuensi serangan dengan stress
ataupun siklus menstruasi.1

4 Nyeri yang dirasakan seperti tertusuk8tusukyang terdistribusi pada
daerah mandibularis, maksilaris, dan oftalmika pada nervus kranial
ke lima. Nyeri terjadi dari beberapa detik atau menit, tetapi
mungkin intens terjadi tanpa disadari pasien.1
$timulasi pada wajah, bibir, atau gusi seperti saat berbicara, makan,
mencukur, menyikat gigi, sentuhan, atau aliran udara mungkin dapat
memperberat atau shocklike pain pada neuralgia trigeminal.
1
3II. Pemeriksaan penunjang
Neuralgia trigeminal dapat didiagnosis dengan gejala yang timbul
pada pasien yakni nyeri seperti terstusuk8tusuk bersifat paroksimal pada
daerah wajah dan rahang.Tidak ada yang pasti pada tes yang dilakukan
pada neuralgia trigeminus. $tudi mengenai imaging seperti computed
tomography %5T& scan atau magnetic resonance imaging %.7I& mungkin
dapat membantu untuk menentukan kemungkinan lain yang menyebabkan
nyeri dan untuk menunjukan diagnosis neuralgia trigeminal. .7I
angiografi pada nervus trigeminal dan batang otak sering kali mampu
menentukan titik kompresi nervus trigeminus melalui arteri dan vena.Trial
dan eror selalu terjadi pada saat mendiagnosis, dokter mulanya
memberikan karbama6epin untuk melihat apakah ada pengurangan nyeri.
'ika hasilnya terbukti terjadi pengurangan nyeri maka dapat didiagnosis
sebagai neuralgia trigeminal.1

3III. =iferensial =iagnosis
4 9tipical facial pain
4 Postherpetic trigeminal neuralgia
4 5luster headaches
4 Temporomandibular joint %T.'& syndrome
4 >lossopharyngeal neuralgia
4 $hort8lasting unilateral neuralgiform pain with conjuctival injection
%$(N5T&
4 >eniculate neuralgia12
=aftar diagnosis banding untuk neuralgia trigeminal %NT& sangat panjang
dan termasuk dalam urutan dari kondisi yang patologi dan termasuk
kondisi patologi yang mempengaruhi sinus, gigi, sendi
temporomandibular, mata, hidung dan leher dan juga nervus cranialis
lainnya % glosofaringeal neuralgia, nervus intermedius neuralgia, nervus
larings superior neuralgia dan occipital neuralgia&. 0agaimanapun
diagnosis dari neuralgia trigeminal %NT& adalah sangat mendasari temuan
klinik dan riwayat terdahulu dan pemeriksaannya dapat memiliki ciri
antara neuralgia trigeminal dan gangguan lainnya yang menyebabkan
nyeri pada wajah. Pemeriksaan lokal mungkin akan ditemukan indikasi
otitis media, sinusitis, penyakit sendi temporomandibular, herpes 6oster,
kerusakan gigi atau penyakit mata. ;umpulan defisit neurologis, terutama
mata tidak termasuk didalam diagnosis. 'ika ada beberapa defisit
neurologis, disana kita harus mencurigai terdapat lesi struktural, termasuk
aneurisme, neurofibroma, meningioma atau lesi struktur intrakranial
lainnya.1+

I@. Penatalaksanaan
Pengobatan yang dilakukan bisa berupa pemberian obat atau melalui
tindakan pembedahan.Pemberian obat merupakan pilihan pertama yang
digunakan sedangkan tindakan bedah dilakukan hanya ketika pemberian
obat sudah terbukti tidak efektif./

4 .edikamentosa
;arbama6epine masih menjadi obat pilihan pertama untuk neuralgia
trigeminal meskipun sudah ada beberapa obat baru yang telah beredar. Ini
dikarenakan fakta yang ada tentang kemanjuran pada 75TAs %randomi6ed
controlled trials& untuk pasien neuralgia trigeminal. .ekasnime kerja obat
ini berkenaan dengan kemampuan dalam memblok sodium chanel
yangmenstabilkan rangsangan berlebihan pada membaran neuralgia
trigeminus. =osis terendah %2""8<"" mgBhari& yang biasa digunakan pada
dosis anti epilepsi sudah cukup dalam mengurangi nyeri pada neuralgia
trigeminal.
Pengobatan lainnya digunakan pada pasien yang tidak memberi respon
yang baik terhadap karbama6epin.0aklofen merupakan pusat spasmolitik
yang digunakan untuk spastik disorder yang efektif digunakan untuk
mengurangi gejala pada neuralgia trigeminal. Cbat ini merupakan >909 D 0 agonis yang
diberikan dengan dosis 1"8/" mgBhari. Pada sebuah
penelitian yang dilakukan pada 2" pasien dengan membandingkan
karbama6epin, baklofen, dan kombinasi keduanya, ditemukan bahwa
baklofen lebih efektif.
Ti6anidin merupakan relaksan otot lainnya yang sering digunakan.
Ealaupun gejala yang timbul sering berulang setelah 2 bulan kemudian
tetapi tidak ditemukan perbedaan kemanjuran antara ti6anidin dan
karbama6epin.
?amotrigen merupakan derifat peniltria6ine yang digunakan untuk
pengobatan kejang tonik klonik parsial dan umum. Cbat ini sensitif
terhadap sodium chanel dan menstabilkan mebran neural. =osis yang
biasa digunakan adalah ! mg dua kali sehari dan dapat ditingkatkan
hingga dosis ""8+"" mgB hari dalam dua dosis.
?evitiracetam merupakan obat antiepilepsi yang popular digunakan
pada pediatrik yang juga efektif digunakan untuk neuralgi trigeminus.
.ekanisme kerja obat ini melibatkan ikatan yang tinggi terhadap kalsium
chanel pada sinaps protein 9. =osis efektif yang digunakan adalah 1"""8
+""" mgBhari.
>abapentin merupakan obat antiepilepsi yang terbukti dapat
menghilangkan nyeri neuropatik.Cnset nyeri berkurang ditemukan sekitar
minggu pertama sampai minggu ke82 pengobatan.pada pasien gabapentin
efektif pada dosis 1""8+"" mg per hari yang dibagi dalam tiga dosis yang
artinya digunakan )2" mgBhari.

Pregabalin adalah >909 yang memiliki struktural yang sama terkait
dengan gabapentin yang diubah di sinaps atau non sinaps dan
membebaskan >909. Cbat ini terikat oleh ab subunit pada kalsium
canel yang menyebabkaan penurunan kalsium presinaps yang menuju
sinaps juga menurun sehingga terjadi pembebasan glutamat.
Topiramate merupakan obat keluaran terbaru untuk antiepilepsi yang
bekerja dalam memblok sodium chanel, meningkatkan aktivitas >909
melalui ikatan pada non ben6adia6epin pada >909 9 reseptor, dan selektif
dalam blokade 9.PBkainite glutamat reseptor. =alam sebuah studi
topiramate diberikan dengan dosis !"81"" mg per hari.

4 Non8medikamentosa
Pembedahan
8 =ekompresi microvaskular pada cabang nervus trigeminal lebih efektif
:"* pada pasien, dapat meringankan gejala dan jarang menyebabkan
komplikasi.12

.ikrovaskular dekompresion %.=&, merupakan tekhnik pembedahan
untuk memperbaiki pembuluh darah dari kompresi nervus trigeminal
dengan memberikan bantalan pembuluh darah berupa busa.diakukan
pembedahan dengan membuka seluas 1 inci di daerah dekat telinga
yang disebut dengan craniotomy.
!
8 $ensori rhi6otomi, merupaka pemotongan irreversible pada nervus
trigeminal yang berhubungan dengan batang otak. =ilakukan
pembedahan dengan pembukaan kecil di daerah belakang kepala,
stimulasi diberikan untuk mengidentifikasi cabang motor pada nervus.
.emotong nervvus yang menyebabkan mati rasa akan mengurangi
gejala harus dipertimbangkan untuk mengurangi nyeri yang tidak
berespon dengan pengobatan lain.!

Needle procedur, merupakan tindakan yang minimal invasive tanpa
harus membuka bagian kepala. Prosedur ini dilakukan untuk
mengurangi kerusakan di daerah nervus trigeminal dengan
mengirimkan rasangan nyeri ke otak.
!

7adioterapi
7hi6otomi radiofrekuensi atau yang sering disebut perkutaneus
streotatik radiofrekuensi ri6otomi %P$7& dengan menggunakan panas yang
diberikan untuk menghancurkan beberapa serabut nervus trigeminal yang
menyebabkan nyeri. $elama pasien tidur jarum dan elektroda di masukkan
sepanjang pipi ke dalam nervus.!
.enggunakan bedah sinar gamma yang melibatkan radiasi streotaktik
pada cabang nervus trigeminal, dapat memberikan penyembuhan :!*8
<+* pada pasien.12
@. Prognosis
Neuralgia trigeminus tidak mengancam kehidupan. Ealaupun dapat
diperburukoleh waktu dan beberapa pasien berhasil sembuh dengan
pengobatan medikamentosa tetapi akhirnya harus memilih melakukan
tindakan pembedahan.1
$erangan nyeri bisa terjadi beberapa minggu hingga beberapa bulan,
bersifat berulang dan spontan dan diantaranya terdapat interval tidak nyeri
dengan durasi yang bermacam8macam.12
0eberapa dokter menyarankan untuk melakukan pembedahan seperti
dekompresi mikrovaskular secara dini pada bagian yang mengalami
beberap gejala untuk mencegah dimielinasi. Ealaupun begitu masih
banyak kontrofersi dan meragukan tentang penyabab neuralgia trigeminal
dan mekanisme dalam pengobatan yang diberikan untuk meringankaan
penyakit pasien.
1
=aftar Pustaka
1. >ilman ?. Trigeminal Neuralgia. In- 5hamberlin $ T, 0righam N, editors,
The >ale 1ncyclopedia of Neurogical =isordersF ""<.p <:!8/
. >eorge . and $elvaraja $. =rug Therapy for Neuralgia Trigeminal.
=ivision of 5linical Pharmacology, 'IP.17, Pondicherry, Puducherry %(T&,
IndiaF "11. p <82".
2. 3.; .aarten. =epartment of 9nesthesiology and Pain .anagement, .edical
5entre 'an van >oyen, 9msterdam, The NetherlandsFPain Practice, 3olume ),
Issue +F "") !D).
+. 7okhmam 7. Trigeminal Nerve. In- Taub 1, editors. 5olor 9tlas of
Neurology, New GorkF ""+. p )+8!.
!. Tew ' and .c.ahon .. Trigeminal Neuralgia.(niversity 5incinnati
=epartement og Neurosurgery, ChioF "12. p 18!.
/. .. $.et al. Trigeminal neuralgia- literature review. =epartment of
.orphology, $tate (niversity of 5ampinas, 0ra6ilF"12. p 18!.
:. 'offroy 9, ?evivier . and .assager N. Trigeminal neuralgia
Pathophysiology and treatment =ept. of Neurosurgery, 1rasmus #ospital,
(niversity of 0russels %(?0&, 0russels, 0elgiumF ""1. p. "8!.
<. $abalys >. et al. 9etiology and Pathogenesis of Trigeminal Neuralgia- a
5omprehensive 7eview. 'ournal Cf Cral H.axillofacial 7esearchF "1. p .
). Popovici I. et. al. 7eview Cn The 5auses Cf Trigeminal Neuralgia
$ymptomatic To Cther =isease. 7omanian 'ournal of Neurology, 7omaniaF
"11. p /)8:1.
1". $iccoli .., 0assetti 5?, $andor P$. Iacial pain - clinical differential
diagnosis. ?ancet NeurologyF ""/. p !:8/:.
11. ' $tephen #uff, .=F 5hief editor. 7ick ;ulkarni, .=, .edscape reference.
=isease, drugs, and procedure. Trigeminal Neuralgia in 1mergency .edicine. 1!

1. 7opper #.9 and 0rown #.7. #eadache and other cranio facial pain. In- 9dam
and 3ictor Principle of Neurology 1ight 1dition, ($9F""!. p 1/181/.
12. 5olson =.'. Trigeminal Neuralgia. In - $ibell, editors. ! .inute Pain .anagement
5onsult, The , 1st 1dition, CregonF "":. P 181.
1+. 9grawal 9, et al.. '.Trigeminal Neuralgia- an overview. ' .gimsF ""<.
p.+1