You are on page 1of 14

5

sapi. Pada satu kali kelahiran litter size nya bervariasi antara 1-3 ekor anak
kambing. Kambing mencapai usia dewasa kelamin pada 15 bulan. Akan tetapi
para peternak menunda kawin hingga berat induk mencapai !" dari berat badan
dewasa #$evendra dan %urns& 1''(). Keunggulan-keunggulan di atas men*adikan
beternak kambing sebagai usaha men*an*ikan dan dapat memperkuat peternakan
rakyat.
+usu kambing memiliki komposisi kimia yang cukup baik& mengandung
protein (&3" dan lemak ,&-". +ebagai perbandingan susu sapi mengandung
protein 3&-" dan lemak 5&!". Keunggulan lainnya adalah ukuran molekul lemak
susu kambing lebih kecil sehingga mudah dicerna dan dapat men*adi alternati.
bagi orang yang alergi laktosa #+unarlim et al.& 1'',).
$aging kambing mengandung energi 1!' kcal/ protein ,!&0! gr/ lemak
total ,&31 gr/ abu 1&11 gr/ kalsium #1a) 13 mg/ .os.or 1-! mg/ sodium #2a) -,
mg/ potassium #K) 3-5 mg pada setiap 1!! gramnya #3ebhardt et al.& ,!!).
Analisa nutrisional menun*ukkan daging kambing memiliki lemak (5" lebih
rendah dibandingkan dengan daging domba. Potensi pasar untuk daging kambing
terbuka lebar dengan adanya permintaan ekspor ke negara 4imur 4engah dan
permintaan pasar lokal. 5al ini se*alan dengan kapasitas produksi peternak
lokal&yang mampu menghasilkan '.-(.050 kg daging kambing pada tahun ,!!,
di provinsi 6awa 4engah sa*a #Prawirodigdo et al.& ,!!3). Kambing *uga
menghasilkan produk sampingan #by product), yaitu .eses dan urin. +eekor
kambing dewasa dapat menghasilkan kotoran 3!!-5!! gram7hari dan urin
sebanyak !&581 liter7hari #Prabowo& ,!1!).
0
Kambing Peranakan Etawa (PE)
Kambing yang digunakan pada penelitian kali ini adalah kambing
Peranakan 9tawa #P9)& yang merupakan hasil persilangan dari kambing Kacang
dan kambing 9tawa. Kambing 9tawa berasal dari :ndia& dimana di tempat asalnya
disebut kambing 6amunapari. Kambing ini didatangkan ke :ndonesia pada *aman
pen*a*ahan %elanda& kemudian dikembangbiakan di daerah Kaligesing&
Purwore*o& 6awa 4engah #;urtid*o& 1''3).
Kambing Kacang sebagai salah satu induk kambing P9 berasal dari
:ndonesia& daerah persebarannya meliputi :ndonesia dan ;alaysia. Penampakan
mor.ologi kambing Kacang adalah sebagai berikut < #1) =kuran badan kambing
Kacang relati. kecil berat badan 1-3! kg/ #,) A>is antara dahi ke hidung lurus
meruncing hingga ke bagian moncong/ #3) 4elinga pendek tegak& leher pendek&
dan punggung meninggi/ #() %ulu kambing pendek berwarna putih& hitam& coklat
atau variasi dari ketiganya/ #5) Kambing *antan mempunyai *anggut dan
bertanduk. +ebagai kambing asli daerah tropis kambing Kacang mempunyai
kelebihan yaitu< #1) 3erakannya lincah/ #,) ?ebih resisten terhadap penyakit/
#3) ;ampu beradaptasi di lingkungan tandus& ter*al dan minim hi*auan& #() serta
dapat diman.aatkan sebagai kambing pedaging #Prabowo& ,!1!).
Kambing P9 mewarisi si.at .enotipe yang baik dari kedua induknya. +i.at
unggul yang dimiliki kambing P9 antara lain < #1) $apat diman.aatkan sebagai
kambing dwiguna yaitu& sebagai kambing pedaging dan penghasil susu.
#,) 6umlah susu yang dihasilkan 3 liter per harinya/ #3) %entuk tubuh dan
ukurannya besar& hampir sama dengan kambing 9tawa;(4) dan lebih adapti.

terhadap kondisi alam :ndonesia#;urtid*o& 1''3). ;or.ologi kambing P9 betina


dapat dilihat pada 3ambar 1.
3ambar 1. Kambing P9 betina #Prabowo& ,!1!)
;or.ologi badan kambing P9 di*elaskan sebagai berikut< #1) %erbadan
besar dengan tinggi gumba kambing *antan 081!! cm berat badan (!kg&
sedangkan bobot kambing betina ,5-35 kg/ #,) $aun telinganya pan*ang dan
terkulai di samping rahang&pan*ang antara 1--3!cm/ #3) A>is dahi ke hidung
cembung& membentuk busurhingga ke bagian moncong/ #() %ulu kambing P9
*antan bagian atas leher dan pundak lebih tebal dan agak pan*ang/ #5) @arna bulu
hitam& coklat& putih dan variasi ketiganya #Prabowo& ,!1!).
Darah
$arah adalah cairan berwarna merah yang bersirkulasi melewati *antung&
arteri dan vena. $arah membawa nutrisi dan oksigen #A
,
) ke *aringan tubuh&
kemudian membawa Bat sisa metabolisme dan karbon dioksida #1A
,
) dari
*aringan. $arah terdiri dari plasma darah dan sel-sel darah. Plasma darah adalah
cairan kaya protein berwarna kuning& mengandung sari makanan seperti glukosa&
-
ion terlarut& hormon& vitamin& enBim& gas& dan Bat sisa metabolisme. +elain itu
darah mempunyai komponen seluler yang terdiri dari < leukosit& eritrosit dan
keping-keping darah atau trombosit #%lood dan +tuddert& 1'--).
$arah dibentuk di sumsum tulang& berasal dari sel bakal hematopoietik
yang bersi.at pluripoten. +el bakal ini mengalami di.erensiasi dan berkembang
men*adi eritrosit& leukosit dan keping darah. Proses hematogenesis diilustrasikan
pada gambar di bawah ini.
3ambar ,. Proses pembentukan sel darah #Anonim& ,!!0).
Proses di.erensiasi dibantu oleh mediator terlarut yaitu sitokin& dan sinyal-
sinyal yang dihasilkan sel stroma. Pada manusia& sumsum tulang mampu
memproduksi 1&5>1!
11
sel eritosit dan >1!
1!
sel leukosit per harinya. Pada
kondisi tertentu misalnya saat in.eksi& produksi sel-sel darah dapat meningkat
men*adi beberapa kali lipat #%urmester dan PeBButto& ,!!3).
'
$arah memegang peran penting dalam tubuh kita. Cungsi darah adalah
sebagai berikut< #1) Cungsi nutritional& adalah .ungsi dimana darah membawa
nutrisi hasil absorbsi saluran pencernaan ke seluruh *aringan tubuh/ #,) Cungsi
ekskretorik& adalah .ungsi dimana darah mengangkut hasil metabolisme& 1A
,
& dan
Bat lain menu*u gin*al& kelen*ar keringat& dan kulit sebagai *aringan ekskretorik/
#3) Cungsi integrati.& adalah .ungsi dimana darah mengangkut hormon dari
kelen*ar endokrin dan bahan-bahan intermedier dari satu tempat ke tempat lain/
#() Cungsi respiratorik& adalah .ungsi dimana darah membawa A
,
dari paru-paru
ke *aringan dan 1A
,
dari *aringan ke paru-paru/ #5) $arah berperan penting dalam
pengendalian suhu dengan cara mengangkut panas dari struktur yang lebih dalam
menu*u ke permukaan tubuh kemudian mengalami proses evaporasi/ #0) %erperan
dalam mempertahankan keseimbangan cairan tubuh/ #) %erperan dalam sistem
bu.er& ion bikarbonat dalam darah membantu mempertahankan p5 yang konstan
pada *aringan dan cairan tubuh/ #-) 4rombosit pada darah berperan dalam
pembekuan darah yang mencegah ter*adinya kehilangan darah berlebihan pada
waktu luka/ #1!) +el-sel leukosit pada darah berperan penting dalam pertahanan
tubuh terhadap penyakit #Crandson& 1''3).
Leukosit
?eukosit disebut *uga sel darah putih& merupakan bagian dari pertahanan
tubuh terhadap benda asing dan in.eksi mikroorganisme. %erupa sel yang mampu
mengeliminasi benda asing yang masuk ke dalam tubuh dengan cara .agositosis
atau dengan pembentukan antibodi #6ain et al.& 1''0). ?eukosit dibagi ke dalam
dua kelompok berdasarkan ada tidaknya granula& yaitu leukosit granulosit dan
1!
leukosit agranulosit. ?eukosit granulosit adalah leukosit yang mempunyai butir
khas dan *elas dalam sitoplasma& terdiri dari< neutro.il& baso.il&dan eosino.il.
+edangkan leukosit agranulosit adalah leukosit yang tidak memiliki butir khas
dalam sitoplasma& yang termasuk leukosit ini adalah lim.osit dan monosit
#$ellmann dan %rown& 1'--).
?eukosit dibentuk di sumsum tulang& kemudian sebagian sel mengalami
perkembangan lebih lan*ut di *aringan lim.e. +el- sel yang dibentuk di sumsum
tulang antara lain neutro.il& baso.il& monosit dan eosino.il. ?im.oblast yang
merupakan sel bakal lim.osit bergerak dari sumsum tulang ke timus untuk
mengalami pembentukan men*adi lim.osit 4& dan ke bursa .abricius untuk
mengalami pembentukan men*adi lim.osit % #4iBard& ,!!().
Apabila dibandingkan dengan komponen seluler darah lain yaitu eritrosit&
leukosit memiliki perbedaan mendasar. ?eukosit memiliki inti dan organela sel
sedangkan eritrosit tidak berinti. +ebagian leukosit mempunyai granula yang
mengandung enBim bakterisidal dan leukosit mampu bergerak #mobile unit) dari
sumsum tulang atau organ lim.oid ke tempat ter*adinya in.eksi atau gangguan
lain. 6umlah leukosit *auh di bawah *umlah eritrosit tetapi .luktuasi *umlah
leukositdapat ter*adi tergantung kondisi yang dialami& yaitu< stres& naiknya
aktivitas .isiologis& status giBi& umur& in.eksi penyakit #$ellmann dan %rown&
1'--).
11
Neutrofil
2eutro.il ber.ungsi sebagai sel pertahanan pertama dari masuknya benda
asing ke dalam tubuh. 2eutro.il bersi.at bakterisidal dan mampu meninggalkan
sumsum tulang menu*u tempat in.eksi. @aktu edar neutro.il selama 1! *am dan
5!" sel menempel di dinding endotelium pembuluh darah #%urmester dan
PeBButto& ,!!3).
3ambar 3. 2eutro.il dewasa ruminansia # 6ones dan Allison& ,!!)
2eutro.il mempunyai mor.ologi sebagai berikut< #1) =kuran neutro.il
dewasa mencapai 1!-1, Dm& bergranula halus berwarna ungu dan sitoplasma
berwarna biru pucat/ #,) :nti sel bergelambir #segmented) pada neutro.il tua
intinya bergelambir lebih banyak #hypersegmented). +edangkan neutro.il muda
intinya berbentuk E& =& + tanpa kontriksi yang *elas #neutro.il band) / #3) 4erdapat
organela lain padasel neutro.il& yaitu< mitokondria& poliribosom& dan butir-butir
aBuro.il. %eberapa butiraBuro.il mengandung enBim lysoBym& mieloperoksidase&
hidrolitik dan lakto.erin yang beker*a sebagai Bat bakterisidal #5ariono& ,!!-).
Perbedaan bentuk inti neutro.il dapat men*adi indikasi status kesehatan
hewan. Apabila terdapat banyak hipersegmented neutro.il #neutro.il tua) di
sirkulasi darah peri.er menu*ukkan adanya in.eksi kronis atau stres. +edangkan
adanya neutro.il band #neutro.il muda) di sirkulasi menandakan meningkatnya
1,
kebutuhan *aringan untuk .ungsi .agositik atau adanya penyakit in.lamatorik
#5ariono& ,!!-).
Limfosit
;or.ologi lim.osit ruminansia dapat dilihat di gambar (. %entuk sel
neutro.il di*elaskan sebagai berikut< < berinti tunggal dengan nukleus berbentuk
bundar& sitoplasma berwarna biru muda& dan tidak bergranula #$ellmann dan
%rown&1'--).
3ambar (. ?im.osit ruminansia # 6ones dan Allison& ,!!)
?im.osit adalah sel darah putih yang dominan berada di sirkulasi darah
peri.er ruminansia. ?im.osit berasal dari hemositoblast yang berdi.erensiasi
men*adi lim.oblast. ?im.oblast kemudian berkembang men*adi sel lim.osit % dan
sel lim.osit 4. +el % berperan dalam imunitas humoral dan imunitas yang
di.asilitasi Antibodi #Ab)& dimana pematangannya ter*adi di sumsum tulang. Ab
bersirkulasi di plasma darah& *ika ter*adi in.eksi Ab akan berikatan dengan antigen
asing sehingga agen penyakit tidak akti.. Ab merupakan se*enis protein tertentu&
disebut *uga dengan gamma globulin atau immunoglobulin #%lalock et al., 1'-5).
+el lim.osit 4 berperan dalam imunitas seluler& menyusun ! " dari
total lim.osit di sistem sirkulasi. +el lim.osit 4 menghancurkan antigen asing yang
13
berada di *aringan #mutinous cell)& proses ini dibantu oleh sitokin. +el lim.osit 4
dapat berada di *aringan seluruh tubuh untuk memastikan semua sel mempunyai
struktur $2A yang sama& sehingga keberadaan molekul asing atau sel kanker
dapat dideteksi. Pematangan sel 4 ter*adi di timus #;ehta dan 5o..braand& ,!!!).
+etelah terbentuk sel-sel tersebut bermigrasi ke organ lim.oid sekunder seperti
nodus lim.atikus& lim.a& dan 3A?4 #Gland assocated lymphoid tissue) menunggu
untuk beker*a di tempat in.eksi. 6umlah lim.osit di sirkulasi hanya ," dari *umlah
totalnya. 4erdapat ( tipe sel lim.osit 4 yaitu< #1) +el 4 sitotoksik& menghasilkan
sitokin yang membuat sel tersebut peka terhadap antigen di membran sel
asing.%ersama dengan bantuan makro.ag menghancurkan sel kanker/ #,) +el 4
helper& disebut *uga 1$( ber.ungsi meningkatkan produksi antibodi yang
dihasilkan sel 4/ #3) +el 4 supresor& disebut *uga 1$- ber.ungsi menurunkan
produksi antibodi yang dibutuhkan untuk memandu sel 4 saat menghancurkan
antigen asing. Penurunan *umlah 1$- *uga ber.ungsi men*aga *umlah sel 4
sitotoksik dalam batas& sehingga tidak menyerang host protein #penyakit auto
imunitas). Fasio normal 1$( < 1$ - adalah ,<1/ #() +el natural killer #sel 2K)
merupakan sel lim.osit yang besar& mempunyai kemampuan dasar untuk
mendeteksi antibodi tanpa bantuan neuropeptide. +el ini dapat menghancurkan sel
mutan& sel yang terin.eksi virus& dan sel dari *aringan transplant #%lalock et al.,
1'-5).
Peningkatan *umlah lim.osit di sirkulasi darah disebut dengan lim.ositosis.
?im.ositosis dapat yang disebabkan oleh .aktor .isiologik seperti& sekresi
epine.rin& rasa takut dan eksitasi. Ada pula yang disebakan .aktor imunitas karena
1(
adanya in.eksi atau keradangan kronis #1oles& 1'-0).
Penurunan *umlah lim.osit di sirkulasi darah disebut lim.openia.
?im.openia dapat ter*adi karena pembebasan eksogenous atau endogenous
kortikosteroid. 1ontoh endogenous kortikosteroid antara lain< kondisi stres&
obstruksi saluran pencernaan& ke*ang& dan trauma. +elain itu kondisi seperti
keluarnya lim.a dari pembuluh darah ke *aringan #ekstravasasi)& lim.angiestasia&
in.eksi virus& abnormal lim.opoiesis& dan penyakit imunode.isiensi turunan dapat
menyebabkan lim.openia #1oles& 1'-0).
Rasio Neutrofil/Limfosit (N/L)
Fasio 2eutro.il7?im.osit #27?) sering digunakan sebagai indikator untuk
mengetahui status kekebalan dan kemampuan hewan beradaptasi pada berbagai
macam .aktor penyebab stres #;inka dan Ayo& ,!11). Fasio 27?adalah nilai yang
didapat dari membandingkan secara langsung presentase neutro.il7lim.osit dari
total penghitungan *umlah leukosit. Kenaikan nilai rasio 27? merupakan respon
adanya penyakit pada hewan& atau karena pengaruh stres. Penelitian Gahorec,
#,!!1) menyebutkan bahwa rasio 27? adalah indikator sederhana dan akurat
untuk mengetahui e.ek stres dengan stressor yang berbeda-beda. Penelitian
dilakukan pada tiga kelompok dimana kelompok A adalah pasien bedah
colorectal& kelompok % adalah pasien bedah karena sepsis abdominal& dan
kelompok 1 adalah pasien sepsis parah atau shock. Fata-rata neutro.ilia yang
ter*adi pada ketiga kelompok tersebut -("& dan lim.openia 1(". 5al ini
berlangsung ,- hari tergantung dera*at keparahan pembedahan.
Pada kasus lain ?ynch et al. #,!1!)& mengamati bahwa sapi yang
15
menderita stres pasca sapih mengalami kenaikan *umlah neutro.il sebanyak 3!"
dan dan penurunan lim.osit sebanyak 1!". Fasio 27? mencapai puncak pada hari
kedua pasca sapih& kenaikannya sebesar ('". Kemudian mengalami penurunan
ke nilai normal pada hari ketu*uh pasca sapih.
tres
+tress adalah respon tubuh terhadap stimulus eksternal yang mengganggu
eHuilibrium .isiologi yang normal tubuh #homeostasis) #;stl dan Palme& ,!!,).
Fespon tubuh terhadap stres terbagi men*adi dua& antara lain< #1) Fespon akti.
yang berhubungan dengan aktivasi medulla adrenal dan sistem sara. simpatik.
#,) Fespon pasi. yang berasal dari re.lek system pituitary-adreno-cortical terhadap
stimulus stres #Armario& ,!1!).
;enurut +eyle #1') adaptasi terhadap stres& terdiri dari tiga tahap yaitu<
#1) ;obilisasi sel-sel imun/ #,) Fesistensi dan adaptasi terhadap stres/ #3) +erta
menurunnya kondisi tubuh karena stress berkepan*angan #kronis). Pada tahap
pertama yaitu mobilisasi sel-sel imun ter*adi pengoptimalan sistem kontrol tubuh&
dan ter*adi aktivitas biokimiawi seperti < sekresi glandula adrenalin/ viskositas
darahmeningkat/ hipokloremia/ dan peningkatan katabolisme *aringan. 6ika
padatahap ini kondisi hewan melemah maka hewan akan mati.
Apabila berhasil maka berlan*ut ke tahap kedua& yaitu tahap adaptasi.
+ekresi glandula adrenal masih ter*adi dibarengi dengan hemodilusi dan
hiperkloremia ketika *aringan otot berusaha mendapat bobot badan yang normal.
6ika tahap ini tidak berhasil& maka akan memasuki tahap terakhir yaitu tahap
10
kelelahan. Pada tahap kelelahan inilah tanda-tanda peringatan yang bersi.at
merusak tubuh muncul #deletorious action) #;atteri et al., ,!!!). +emua
mekanisme di atas berguna untuk memunculkan resistensi hewan terhadap .aktor
penyebab stres #stressor).
Stressor menyebabkan glandula adrenal memproduksi hormon stres seperti
kortisol& aldosterone& dan epine.rin #3ambar 5). 4er*adi pula peningkatan
konsentrasi glukokortikoid di dalam darah. Apabila sekresi ter*adi secara kronis
maka menyebabkan katabolisme protein& hiperglikemia& dan supresi sistem imun
sehingga rawan ter*adi in.eksi dan depresi #;atteri et al.& ,!!!).
3ambar 5. Proses .isiologis ter*adinya stres pada sistem neurohormon.
Keterangan < 1F5 #Corticotropine Releasing Hormone), A145 (Adrenocorticotropine Hormone)
1F5 1F5
A145
1
+tres mengganggu mengganggu metabolisme normal tubuh& dan
membawa hewan ke kondisi tubuh yang tidak nyaman. 5al-hal yang ter*adi saat
tubuh merespon stres antara lain< #1) ;eningkatnya perangsangan terhadap sistem
sara./ #,) ;eningkatnya aktivitas kardiovaskuler& meliputi denyut *antung& volume
darah pada sekali pemompaan& dan tekanan darah/ #3) ;eningkatnya aktivitas
metabolik sperti& glukoneogenesis& mobilisasi protein& dan mobilisasi lemak/ #()
;enurunnya produksi antibodi/ #5) ;eningkatnya penyimpanan sodium/ #0)
Perubahan tonus dan motilitas saluran pencernaan. +tres *uga menyebabkan
ter*adinya signaling langsung dari sara. ke organ lim.oid sehinggadisekresikan
neuropeptida seperti enkaphalins dan endorphin. 2europeptida ini mengikat
reseptor opioid pada lim.osit yang kemudian mempengaruhi aktivitas I endorphin
yang menekan pembentukan antibodi. +elain itu innate immune system *uga
membuat e.ek negati. dengan memproduksi :?-1& :?-0& dan 42C-I.
$iproduksinya Bat-Bat tersebut memunculkan sickness behaior pada hewan
seperti demam& .atigue& depresi& terlalu banyak tidur #;atteri et al.& ,!!!).
tres !rans"ortasi
4ransportasi memunculkan .ase kritis pada proses produksi ternak. Pada
.ase ini terdapat banyak stressor yang dapat menyebabkan kerugian baik dari segi
ekonomi maupun kese*ahteraan hewan#9ldridge dan @in.ield& 1'--/ %room&
,!!!). Kerugian tersebut adalah penurunan berat badan hewan dan kematian
ternak di *alan. +tres transportasi menyebabkan kematian ayam pedaging !&,("
dan babi !.1!" #Eecereck et al.& ,!!0).
1-
$i tingkat lokal .enomena ini ter*adikarena permintaan pasar akan daging
dan keharusan menyembelih hewan di FP5 #1handra dan $as& ,!!1). 5ewan
yang ditransportasikan terpapar stimulus negati. dari lingkungan yang disebut
.aktor penyebab stress #stressor).Stressor ini akan mengganggu homeostatis dan
sistem imun tubuh. 5ewan yang ditransportasikanse*auh 5!! km selama 1! *am
menderita leukositosis& terutama neutro.ilia. 2eutro.ilia ter*adi karena tingginya
kadar glukokortikoid yang mengganggu rilis neutro.il dari sumsum tulang dan
menurunnya proli.erasi lim.ositsecara drastis setelah stres transportasi #;inka dan
Ayo& ,!11).
:ndikator stres lain yang dapat digunakan adalah meningkatnyakadar
hormon kortisol saat setelah transportasi. Pada studi yang dilakukan Adore et al.&
#,!!() dilakukan observasi di hypothalamic!pituitary!adrenal #5PA) a>is dan
sistem katekolaminergik pada sapi yang ditransportasikan *arak *auh. $itemukan
kenaikan kadar hormon kortisol dalam darah dan& lim.osit/ glukokortikoid dan
reseptor adrenergic/ katekolamin.