You are on page 1of 6

Keperawatan Medikal Bedah

Edi Purwanto
INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK)
Apa yang dimaksud dengan infeksi saluran kemih (ISK)
Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah ditemukannya kuman pada urin yang umumnya
steril. Secara anatomi, ISK dibagi menjadi infeksi saluran kemih bagian atas dan
infeksi saluran kemih bagian bawah. ISK bagian atas mencakup semua infeksi yang
menyerang ginjal, sedangkan ISK bagian bawah mencakup semua infeksi yang
menyerang uretra, kandung kemih dan prostat.
Apa sa!a yang dapa" menye#a#kan ISK
Sebagian besar kuman penyebab ISK adalah kuman enterik, Escherichia coli ( 8
!) yang merupakan kuman terutama penyebab ISK pada wanita. "ada pria dan
pasien di rumah sakit, ISK terutama disebabkan oleh kuman Proteus, Stafilokok dan
bahkan Pseudomonas (#$%!).
$agaimana sese%rang dapa" "erkena ISK
Sebagian besar ISK merupakan infeksi yang bersifat asenden&menjalar ke atas.
'anita terutama sangat rentan terhadap ISK, oleh karena saluran kencingnya lebih
pendek daripada pria. "ada wanita, biasanya kuman$kuman penyebab ISK yang
berasal dari anus berpindah ke kemaluan dan membentuk koloni. (ang kemudian
masuk ke dalam kandung kemih melalui saluran kencing yang pendek dengan
spontan maupun mekanik pada saat hubungan seksual. "ada pria, pasien penderita
"embesaran "rostat )inak ("")) umumnya lebih beresiko terkena ISK karena
adanya hambatan dalam pengeluaran air seni. "ada pasangan homoseksual juga
beresiko terkena ISK yang dihubungkan dengan frekuensi anal seks (hubungan
seksual melalui anus). "ada bayi baru lahir dan juga pada laki$laki usia muda
Program Diploma III Keperawatan
Universitas Muhammadiyah Malang
1
Keperawatan Medikal Bedah
Edi Purwanto
terdapat bukti bahwa sirkumsisi (sunat) memperkecil angka kejadian ISK secara
bermakna.
&anda dan ge!ala apa yang #isa di"emui pada penderi"a ISK
ISK dapat terjadi tanpa keluhan sama sekali, terutama pada wanita, dan terkadang
ditemui adanya riwayat ISK sebelumnya yang mendatangkan keluhan. ISK biasanya
ditemukan setelah adanya keluhan berupa * frekuensi (berkemih yang makin sering),
nyeri saat berkemih, nyeri di daerah atas kemaluan, perasaan tidak dapat menahan
kencing, kencing berwarna kemerahan, demam, menggigil, mual dan sakit pinggang.
ISK bagian bawah biasanya ditandai dengan frekuensi kencing yang makin sering,
nyeri saat berkemih, perasaan tidak dapat menahan kencing dan kencing berwarna
kemerahan. Sedangkan ISK bagian atas biasanya ditandai dengan demam,
menggigil dan kencing berwarna kemerahan.
'emeriksaan apa sa!a yang dapa" mende"eksi adanya ISK
"emeriksaan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan darah dan pemeriksaan
urin. "ada pemeriksaan darah dicari apakah ada tanda$tanda infeksi. "emeriksaan
urin merupakan standar baku emas atas diagnosis ISK. +rin yang diperiksa ditanam
di atas media biakan untuk kuman dan dilihat apakah ada kuman yang tumbuh.
,arus diperhatikan apabila kuman yang tumbuh terlalu ber-ariasi, dipikirkan
kemungkinan adanya kontaminasi sewaktu pengambilan contoh urin. .i saat
sekarang terkadang diperlukan pemeriksaan fungsi ginjal, pemeriksaan radiologi&/$
ray dan pemeriksaan ultrasonografi ginjal untuk lebih memastikan diagnosis dan
menentukan asal dari infeksi tersebut.
Apa peng%#a"an un"uk ISK
0iasanya pasien dianjurkan minum yang banyak agar jumlah kencingnya meningkat
dan juga diberikan obat yang menurunkan keasaman urin apabila dikeluhkan rasa
nyeri saat berkemih. Kebersihan daerah disekitar kemaluan juga penting untuk
mencegah adanya infeksi berulang dan menghilangkan faktor$faktor pencetus. ISK
yang sederhana pada wanita biasanya dapat sembuh secara spontan dan juga
berespon sangat baik dengan antibiotik yang sederhana. Infeksi pada anak berumur
kurang dari 1 tahun adalah serius dan harus die-aluasi secara penuh. +ntuk infeksi
yang sifatnya akut&mendadak terkadang dibutuhkan antibiotik dengan spektrum yang
luas dan sifatnya lebih kuat. "ada orang dewasa, penting untuk mencari
kemungkinan adanya batu di ginjal, kandung kemih atau saluran kemih karena
umumnya merupakan faktor penyebab munculnya ISK. ,arus juga dipikir
Program Diploma III Keperawatan
Universitas Muhammadiyah Malang
2
Keperawatan Medikal Bedah
Edi Purwanto
kemungkinan adanya kelainan anatomi atau kuman yang resisten terhadap
antibiotika bila ISK terjadi berulang. 0iasanya apabila ditangani secara dini dan
tepat, ISK dapat sembuh secara sempurna dan tidak meninggalkan gejala sisa.
$agaimana pen(egahannya
2enjaga kebersihan diri terutama organ berkemih adalah sangat penting. .ianjurkan
untuk mencuci kemaluan dan sekitarnya dengan air setelah selesai berkemih.
3unakan air yang bersih dan kemudian dikeringkan.
AN&I$I)&IKA UN&UK INFEKSI SALURAN KEMIH
.alam pengobatan infeksi saluran kemih, pertama$tama harus terlebih dahulu
dipastikan apakah benar$benar terjadi infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Satu$
satunya cara untuk menentukan apakah terjadi infeksi adalah dengan melakukan
kultur bakteri dari contoh urin penderita. 2elalui tes kultur ini dapat diketahui
keberadaan dan juga jenis bakteri yang menjadi penyebab infeksi saluran kemih
pada penderita yang bersangkutan.
(ang menjadi masalah adalah bagaimana mendapatkan sampel urin yang baik
untuk dapat dikultur. "enampungan urin langsung pada wadah seringkali dapat
mengacaukan hasil pemeriksaan karena ada kemungkinan terdeteksinya bakteri dari
kulit, terutama pada wanita. +ntuk mengatasi hal ini perlu dilakukan teknik
pengambilan sampel clean catch, yaitu dengan membersihkan meatus dan daerah
sekitarnya dengan antiseptik, kemudian berkemih sedikit ke toilet sebelum
memasukkan sampel urin ke dalam wadah, dan diakhiri dengan kembali berkemih di
toilet. 4eknik ini dapat menghilangkan kemungkinan adanya bakteri dari meatus atau
uretra.
.engan diketahuinya jenis bakteri yang menjadi penyebab, dokter dapat
menentukan golongan antibiotika yang dapat digunakan untuk membunuh bakteri
tersebut. ,al ini penting, mengingat cara kerja antibiotika yang berlainan terhadap
berbagai jenis bakteri dan adanya resistensi beberapa jenis bakteri terhadap
antibiotikaa tertentu.
.alam pengobatan infeksi saluran kemih, biasanya digunakan antibiotikaa dari
golongan sulfa, kotrimoksa5ol, kuinolon dan penisilin.
Sulfonamid (sulfa) masih berguna bagi infeksi ringan saluran kemih bagian bawah.
4etapi timbulnya resistensi makin meningkat terutama pada bakteri gram negatif,
Program Diploma III Keperawatan
Universitas Muhammadiyah Malang
3
Keperawatan Medikal Bedah
Edi Purwanto
sehingga sulfonamid tidak dapat diandalkan untuk pengobatan infeksi yang lebih
berat pada saluran kemih bagian atas.
"enting untuk membedakan infeksi pada ginjal dan infeksi pada saluran kemih
bagian bawah. "ada keadaan pielonefritis akut yang disertai demam hebat dan bila
ada kemungkinan timbulnya bakteremia dan syok, sebaiknya jangan diberi
pengobatan dengan sulfonamid6 tetapi dianjurkan pemberian suatu antimikroba yang
bersifat membunuh (bakterisid) secara suntikan yang dipilih berdasarkan uji
sensiti-itas mikroba dan hasil kultur urin.
Sulfonamid digunakan untuk pengobatan sistitis akut maupun kronik, infeksi kronik
saluran kemih bagian atas dan bakteriuri yang asimtomatik. Sulfonamid efektif untuk
sistitis akut tanpa penyulit pada wanita.
"engobatan infeksi ringan saluran kemih bagian bawah dengan kotrimoksa5ol
(kombinasi sulfa dan trimetroprim) ternyata sangat efektif, bahkan untuk infeksi oleh
mikroba yang telah resisten terhadap sulfonamid sendiri.
7"emakaian sulfa sendiri menimbulkan resistensi luas, juga menimbulkan efek
samping yang berbahaya, mulai dari alergi sampai Ste-ens )ohnson syndrome, drug
fe-er, blood dyscrasia, menimbulkan kristaluria bila tidak cukup minum, dan lain$lain,
7 demikian komentar "rof. .r. Iwan .armansjah. 4eori 'elcome yang menyatakan
adanya sinergisme sulfa dan trimetropim ternyata tidak benar. Sewaktu
kotrimoksa5ol banyak dipakai, profil laporan efek samping kotrimoksa5ol (yang
sebenarnya hampir semua disebabkan oleh komponen sulfanya) menempati ranking
pertama dari semua obat. 8nak$anak menunjukkan sensiti-itas yang lebih tinggi.
74rimetroprim sendiri sama efektifnya dengan kotrimoksa5ol. 4rimetoprim inilah yang
dipilih,7 "rof. Iwan menambahkan. .ikatakan lebih lanjut bahwa asam pipemidat
merupakan alternatif oral yang cukup baik. 9at ini dibuat antara asam nalidiksat dan
kuinolon yang baru, dengan efek samping yang lebih sedikit daripada asam
nalidiksat.
Sediaan kombinasi ini terutama efektif untuk infeksi kronik dan berulang saluran
kemih. "ada wanita, efekti-itasnya mungkin disebabkan oleh tercapainya kadar
terapi dalam sekret -agina. )umlah mikroba di sekitar orificium uretra menurun
sehingga kemungkinan terjadinya infeksi ulang pada saluran kemih bagian bawah
berkurang. 4rimetroprim juga ditemukan dalam kadar terapi pada sekret prostat dan
efektif untuk pengobatan infeksi prostat.
Program Diploma III Keperawatan
Universitas Muhammadiyah Malang
4
Keperawatan Medikal Bedah
Edi Purwanto
Infeksi berulang saluran kemih lebih sukar ditanggulangi daripada infeksi akut, pada
infeksi kronik ini, pengobatan dengan sediaan kombinasi perlu mempertimbangkan
hasil pemeriksaan sensiti-itas mikroba.
Infeksi berulang saluran kemih lebih sukar ditanggulangi daripada infeksi akut.
Infeksi kronik ini mungkin disebabkan infeksi oleh mikroba lain atau karena
persistensi mikroba yang sama. Infeksi oleh mikroba lain biasanya dapat diatasi
dengan antimikroba seperti sulfisoksa5ol, sedangkan kambuh oleh mikroba yang
sama biasanya lebih sukar diatasi dan menunjukkkan adanya sumber infeksi yang
persisten di saluran kemih bagian atas yang sukar dibasmi. Sebab persistensi ini
antara lain* (:) obstruksi fungsional&mekanik yang menghambat pengosongan
kandung kemih, (1) resistensi mikroba terhadap antibiotika yang biasa digunakan,
(#) gangguan daya tahan tubuh seperti penderita penyakit kencing manis, (%)
kombinasi ketiga hal di atas. 2ikroba penyebabnya antara lain ;scherichia,
;nterobacter, 8lcaligenes, Klebsiella, "roteus, kokus gram positif dan mikroba
campuran.
<aju penyembuhan infeksi kronik saluran kemih relatif rendah, apapun antimikroba
yang digunakan, dan terapi supresif kronik atau pengobatan intermiten terhadap
kambuhnya gejala merupakan tujuan pengobatan yang paling baik.
0eberapa obat antimikroba tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi sitemik
yang berasal dari saluran kemih karena bioa-ailibilitasnya dalam plasma tidak
mencukupi. 4etapi pada tubuli renalis, obat$obat ini akan mengalami pemekatan dan
berdifusi kembali ke parenkim ginjal sehingga bermanfaat untuk pengobatan infeksi
saluran kemih. =leh karena kadarnya cukup tinggi pada saluran kemih saja, maka
antimikroba seperti ini dianggap sebagai antiseptik lokal untuk infeksi saluran kemih.
8ntiseptik ini antara lain adalah metenamin, asam nalidiksat dan nitrofurantoin.
+ntuk infeksi akut saluran kemih yang disertai tanda$tanda sistemik seperti demam,
menggigil, hipotensi dll6 obat antiseptik saluran kemih tidak dapat digunakan karena
pada keadaan tertentu diperlukan obat dengan kadar efektif dalam plasma.
"engobatan rasional pada keadaan ini harus berdasarkan atas hasil biakan dan uji
kepekaan kuman. Sementara menunggu hasil laboratorium, dapat diberikan obat
golongan aminoglikosida seperti gentamisin, sulfonamid, kotrimoksa5ol, ampisilin,
sefalosporin, flourokuinolon dll. .engan pemberian selama >$: hari biasanya
infeksi akut dapat diredakan dan selanjutnya diberi antiseptik saluran kemih sebagai
pengobatan pencegahan atau penekan.
Program Diploma III Keperawatan
Universitas Muhammadiyah Malang
5
Keperawatan Medikal Bedah
Edi Purwanto
Infeksi saluran kemih yang sering kambuh pada pria usia lanjut seringkali
disebabkan oleh adanya prostatitis kronis. Keadaan ini sulit diatasi karena obat sulit
mencapai kelenjar prostat. Semua penderita dengan infeksi saluran kemih berulang
diperiksa dengan teliti apakah disertai kelainan anatomis saluran kemih atau tidak.
"erlu diingat bahwa pada gagal ginjal, hasil pengobatan seringkali tidak memuaskan
karena hanya sedikit sekali obat yang dapat diekskresikan melalui ginjal. (8n)
Program Diploma III Keperawatan
Universitas Muhammadiyah Malang
6