You are on page 1of 10

PENGENDALIAN PNEUMATIK

Diajukan Sebagai Salah Satu Persyaratan Mata Kuliah Pengolahan Proses


DISUSUN OLEH:
Kelompok 11
Kelas: 2011-B

1. Fidianto Suryana 21030111060070
2. Alvionita Astuti 21030111060072
3. Dwi Ratnasari 21030111060079
4. Heri Dwi Agustian 21030111060085
5. Akmal Fuadi 21030111060086




PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA
PROGRAM DIPLOMA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014


Pengendalian Pneumatik

Pengendali pneumatic adalah semua sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan dalam
bentuk udara yang dimampatkan untuk menghasilkan suatu kerja. Udara yang dimampatkan adalah
udara yang diambil dari udara lingkungan yang kemudian ditiupkan secara paksa ke dalam tempat
yang ukurannya relatif kecil.

Pneumatik dalam pelaksanaan teknik udara mampat dalam industri (dunia perusahaan) (dan
khususnya dalam teknik mesin) merupakan ilmu pengetahuan dari semua proses mekanis dimana
udara memindahkan suatu gaya atau suatu gerakan. Dalam pengertian yang lebih sempit pneumatik
dapat diartikan sebagai teknik udara mampat (compressed air technology). Sedangkan dalam
pengertian teknik pneumatik meliputi : alat-alat penggerakan, pengukur-an, pengaturan, pengendalian,
penghubungan dan perentangan yang meminjam gaya dan penggeraknya dari udara mampat. Dalam
penggunaan sistem pneumatik semuanya menggunakan udara sebagai fluida kerja dalam arti udara
mampat sebagai pendukung, pengangkut, dan pemberi tenaga.

Adapun ciri-ciri dari para perangkat sistem pneumatik yang tidak dipunyai oleh sistem alat yang lain,
adalah sebagai berikut :
1. Sistem pengempaan, yaitu udara disedot atau diisap dari atmosphere kemudian
dimampatkan (dikompresi) sampai batas tekanan kerja tertentu (sesuai dengan yang diinginkan).
Dimana selama terjadinya kompresi ini suhu udara menjadi naik.
2. Pendinginan dan penyimpanan, yaitu udara hasil kempaan yang naik suhunya harus
didinginkan dan disimpan dalam keadaan bertekanan sampai ke obyek yang diperlukan.
3. Ekspansi (pengembangan), yaitu udara diperbolehkan untuk berekspansi dan melakukan
kerja ketika diperlukan.
4. Pembuangan, yaitu udara hasil ekspansi kemudian dibebaskan lagi ke atmosphere
(dibuang).

Prinsip Dasar Kerja Pneumatik

Sistem pneumatik adalah suatu sistem yang menggunakan udara sebagai media kerjanya,
dimana untuk menghasilkan kerja tersebut udara dimampatkan terlebih dahulu. Sistem-sistem
pneumatik terutama terdiri dari suatu kompresor udara atau perapat udara (sumber udara mampat),
motor-motor udara mampat (pemakai-pemakai udara mampat) ditambah dengan bagian-bagian
pengatur dan pengendali. Untuk lebih jelasnya berikut adalah gambar sistem pneumatik secara rinci.


Gambar Sistem Peumatik

Keterangan gambar:
1. Kompresor adalah peralatan yang dipergunakan untuk menghasilkan udara kempa, udara
akan diserap dan dimampatkan oleh kompresor yang digerakkan oleh motor listrik.
2. After Cooler, salah satu alat yang digunakan untuk mendinginkan udara kempa dengan
menggunaka air atau media lain yang dapat berfungsi sebagai pendingin udara kempa.
3. Main Line Air Filter, peralatan yang berfungsi untuk mengeleminir debu dan air serta
kandungan minyak pada udara kempa.
4. Refrigerated Air Dryer, alat ini berfungsi untuk mengeringkan udara basah atau udara yang
masih mengandung embun atau titk air, sehingga dapat menghasilkan udara kempa yang benar-benar
kering.
5. Air Filter, alat ini dipergunakan untuk menyaring debu yang terbawa oleh air.
6. Air Pressure Reducing Valve, berfungsi untuk mereduksi udara kempa pada batas yang
dikehendaki dan menjaga agar tetap konstan pada saat digunakan.
7. Air Lubricator, alat ini berfungsi untuk mensuplai pelumas kedalam udara kempa dengan
menggunakan aliran udara sehingga peralatan dapat bekerja dengan halus dan bisa digunakan dalam
jangka waktu yang panjang.
8. Air Silincer, berfungsi untuk mereduksi nozel yang timbul sampai pada batas yang aman.
9. Air Flow (Change Selenoide Valve), berfungsi untuk merubah(mengubah) aliran lkangsung
dari kompresor dengan cara membuka atau menutup katup yang menerima singnal elektrik.
10. Speed Control Valve, berfungsi mengontrol kecepatan silinder dengan mengatur valve
aliran dari udara kempa.
11. Air Cylinder, berfungsi untuk merubah energi udara kempa menjadi gaya yang efektif dan
gerakan.


Gambar Instalasi Pneumatik Sebagai Perubah Energi

Dari bagan dapat dijelaskan bahwa :
1. Perubahan energi mekanik dari penggerak (misalnya motor listrik, diesel dan penggerak
mekanis lainnya) menjadi energi pneumatik oleh kompresor udara (sumber udara mampat).Energi
pneumatik ini dapat dianggap sebagai energi potensial, energi kinetik fluida kerja atau pengangkut
(udara mampat).

2. Perpindahan energi pneumatik oleh udara mampat yang mengalir dari kompresor melalui
bagian pengatur atau pengendali (sorong, katup).
a. ke silinder yang bergerak bolak-balik.
b. ke motor-motor udara mampat yang berotasi (berputar).

3. Perubahan energi pneumatik menjadi energi mekanik oleh pemakai udara mampat (silinder
atau motor udara mampat). Unsur-unsur pneumatik ini mengubah energi potensial dan energi kinetik
dalam udara mampat menjadi energi mekanik yang akan menggerakkan penggerak-penggerak suatu
mesin produksi (mesin perkakas, perkakas angkut, mesin produksi dan sebagainya).

Bagian pengatur dan pengendali berfungsi sebagai pembawa arus udara mampat menurut cara-cara
yang telah ditetapkan untuk pemakaian-pemakaian udara mampat. Katup (dengan dudukan katup atau
dengan sorongan) dapat mengatur tekanan dan kecepatan aliran.

Komponen Sistem Pneumatik

1. Kompressor
Kompressor digunakan untuk menghisap udara di atmosfer dan menyimpannya kedalam tangki
penampung atau receiver. Kondisi udara dalam atmosfer dipengaruhi oleh suhu dan tekanan.
Kompresor yang biasa digunakan ada 2 macam yaitu :
a. Kompresor langkah positif (positive-displecement)
Pada kompresor langkah positif ada dua jenis :
1. Kompresor bolak-balik (reciprocating) input terbagi lagi jadi 2 yaitu : dengan mempergunakan
piston (piston compressor) dan dengan mengunakan diapragma (diaphragma compressor).
2. Kompressor berputar (rotary compressor) terbagi lagi menjadi beberapa bagian yaitu : slinding
vane rotary compressor (baling-baling), two axial screw compresor (kompressor ulir) dan root
blower.
b. Kompressor turbo (turbo compressor)
Kompresor ini tidak cocok apabila digunakan sebagai sumber (pengolah) udara yang
dimampatkan untuk pneumatik, hal ini disebabkan kerena tekanan udara yang dihasilkan terlalu besar.
2. Oil and Water Trap
Pneumatik, tetapi dapat menjadi penyebab serius dari tidak berfungsinya sistem. Fungsi dari
Oil and Water Trap adalah sebagai pemisah oli dan air dari udara yang masuk dari kompressor.
Jumlah air persentasenya sangat kecil dalam udara yang masuk kedalam sistem
3. Dehydrator.
Fungsi unit ini adalah sebagai pemisah kimia untuk memisahkan sisa uap lembab yang mana
boleh jadi tertinggal waktu udara melewati unit Oil and Water Trap.
4. The Air Filter
Setelah udara yang dikompresi melewati unit Oil and Water Trap dan unit Dehydrator,
akhirnya udara yang dikompresi akan melewati Filter untuk memisahkan udara dari kemungkinan
adanya debu dan kotoran yang mana mungkin tedapat dalam udara.

Gambar 2.1 The Air Filter
5. Restrictor
Restrictor adalah tipe dari pengontrol klep yang digunakan dalam sistem Pneumatik, Restrictor
yang biasa digunakan ada dua tipe yaitu : tipe Orifice dan Variable Restrictor.
6. Pressure Regulator.
Sistem tekanan udara siap masuk pada tekanan tinggi menambah tekanan pada bilik dan
mendesak beban pada piston.

Gambar 2.2 Pressure Regulator
Aktuator
Aktuator adalah bagian terakhir dari output suatu sistem kontrol Pneumatik. Output biasanya
digunakan untuk mengidentifikasi suatu sistem kontrol ataupun aktuator. Pada Pneumatik, jenis
aktuator ada bermacam-macam, diantaranya:
1. Aktuator gerakan linier:
a. Silinder aksi tunggal (Single acting cylinder)
Silinder kerja tunggal mempunyai seal piston tunggal yang dipasang pada sisi suplai udara
bertekanan. Pembuangan udara pada sisi batang piston silinder dikeluarkan ke atmosfir melalui
saluran pembuangan.

Gambar 2.3 Silinder Aksi Tunggal
b. Silinder aksi ganda (Double acting cylinder)
Konstruksi silinder kerja ganda adalah sama dengan silinder kerja tunggal, tetapi tidak
mempunyai pegas pengembali. Silinder kerja ganda mempunyai dua saluran (saluran masukan dan
saluran pembuangan).
Prinsip kerja dari silinder kerja ganda ini dengan memberikan udara bertekanan pada satu sisi
permukaan piston (arah maju), sedangkan sisi yang lain (arah mundur) terbuka ke atmosfir,


Gambar 2.4 Silinder Aksi Ganda

2. Aktuator gerakan berputar:
a. Motor yang digerakkan oleh udara. Motor Pneumatik adalah suatu peralatan Pneumatik yang
menghasilkan gerakan putar yang sudut putarnya tidak terbatas bila terhadap peralatan ini
dialiri udara yang dimampatkan. Ada 4 jenis motor Pneumatik, yaitu piston motors, sliding
vane motors, gear motors, turbin.
b. Aktuator yang berputar atau gerakan putar.

Katup Pneumatik
Sistem perangkaian Pneumatik terdiri atas katup-katup yang memiliki fungsi dan kegunaan
yang berbeda-beda, diantaranya yaitu:
1. Katup kontrol arah (Directional Control Valve),
Katup kontrol arah adalah bagian yang mempengaruhi jalannya aliran udara. Aliran udara akan
lewat, terblokir atau membuang ke atmosfir tergantung dari lubang dan jalan aliran katup kontrol arah
tersebut.
Menurut jenisnya katup pengarah dapat di bagi menjadi beberapa jenis :
a. Katup 3/2
Katup 3/2 adalah katup yang membangkitkan sinyal dengan sifat bahwa sebuah sinyal
keluaran dapat dibangkitkan juga dapat dibatalkan/diputuskan. Katup 3/2 mempunyai 3 lubang dan 2
posisi.
Ada 2 konstruksi sambungan keluaran :
a. Posisi normal tertutup (N/C): katup belum diaktifkan, pada lubang keluaran tidak ada aliran
udara bertekanan yang keluar.
b. Posisi normal terbuka (N/O): katup belum diaktifkan, pada lubang keluaran sudah ada aliran
udara bertekanan yang keluar.

Bagian Utama Sistem Pneumatik

Dalam sistem pneumatik terdapat beberapa komponen utama, yang sering disebut sebagai
elemen kerja. Elemen kerja disini adalah suatu alat pneumatik yang digerakkan dan akan
menghasilkan suatu kerja dan usaha, seperti gerak lurus, gerak putar, dan lain sebagainya. Umumnya
disebut juga sebagai aktuator (actuator). Jadi prinsipnya udara betekanan yaitu udara kempaan yang
sering juga disebut sebagai tenaga pneumatik dirubah menjadi gerakan lurus bolak-balik (straight line
reciprocating) oleh silinder pneumatik dan gerakan putar (rotary) oleh motor pneumatic.


Kelebihan dan Kekurangan Pneumatik

Kelebihan dari alat penumatik yang sangat menonjol adalah karena udara dapat mengembang
dengan begitu kuat dan cepat di ruangan yang sempit dalam waktu yang relatif singkat. Berdasarkan
itu maka peralatan pneumatik banyak digunakan di indistri-industri dan pabrik-pabrik. Juga karena
beberapa bukti yang nyata bahwa dalam berbagai masalah untuk otomatisasi tidak ada media lain
yang dapat dipakai secara lebih mudah dan ekonomis.

Selain dari kelebihan di atas, alat pneumatik juga mempunyai kelebihan-kelebihan lainnya
sehingga alat pneumatik seringkali diutamakan dibandingkan alat-alat yang lain. Kelebihan-kelebihan
itu antara lain bisa dilihat dari: (Thomas Krist, 1993 : 6-8) (Krist,T, 1993)

1. Fluida kerja yang mudah diperoleh dan mudah ditransfer
a. Udara dimana saja tersedia dalam jumlah yang tak terhingga.
b. Saluran-saluran balik tidak diperlukan, karena udara bekas (udara yang telah memuai dan
telah menyerahkan energinya) dapat dibuang bebas.

2. Dapat disimpan dengan baik.
a. Sumber udara mampat (kompresor) hanya memproduksi udara mampat kalau udara itu
memang digunakan, jadi kompresor tidak selalu bekerja.
b. Pengangkutan dan penyimpanan dari tangki-tangki penampungan juga dimungkinkan.

3. Bersih dan kering.
a. Udara mampat adalah bersih, jadi kalau ada kebocoran pada saluran pipa benda-benda kerja
ataupun bahan-bahan tidak akan menjadi kotor.
b. Udara mampat adalah kering, jadi kalau ada kerusakan pipa-pipa tidak akan ada
pengotoran- pengotoran, bintik (stain) minyak dan sebagainya.

4. Tidak peka terhadap suhu.
a. Udara bersih dapat digunakan sepenuhnya pada suhu-suhu tinggi dan pada nilai-nilai yang
rendah.
b. Udara mampat juga dapat digunakan di tempat-tempat yang sangat panas.
c. Peralatan-peralatan atau saluran-saluran pipa dapat digunakan secara aman dalam
lingkungan yang panas sekali.

5. Aman terhadap ledakan dan kebakaran.
a. Keamanan kerja serta produksi besar dari udara mampat tidak mengandung bahaya
kebakaran maupun ledakan.
b. Alat-alat pneumatik dapat digunakan tanpa dibutuhkan pengamanan yang mahal dan luas.

6. Kesederhanaan (mudah dipelihara)
a. Karena kontruksinya sangat sederhana, peralatan-peralatan udara mampat hampir tidak
peka gangguan.
b. Konstruksinya yang sederhana menyebabkan waktu motase (pemasangan) menjadi singkat,
kerusakan-kerusakan seringkali dapat diperbaiki sendiri.
c. Komponen-komponennya dengan mudah dipasang dan setelah dibuka dapat digunakan
kembali untuk penggunaan-penggunaan lainnya.

7. Konstruksi kokoh.
Pada umumnya komponen pneumatik kostruksinya kokoh sehingga tahan terhadap gangguan
dan perlakuan-perlakuan kasar. Namun demikian, udara bertekanan dan peralatan pneumatik masih
tetap juga mempunyai kelemahan-kelemahan.

Kekurangan dari sistem pneumatik antara lain: (Thomas Krist, 1993 : 9-10)

1. Gangguan suara (bising).
Udara yang ditiup keluar menyebabkan kebisingan (desisan) terutama dalam ruang-ruang
kerja yang sangat mengganggu.

2. Mudah menguap (volatile).
Udara mampat mudah menguap (volatile). Terutama dalam jaringan udara-udara mampat
yang besar dan luas dapat terjadi kebocoran-kebocoran yang banyak dan menyebabkan udara mampat
mengalir keluar.

3. Bahaya pembekuan.
Pada waktu pemuaian (expansion) mendadak dan penurunan suhu yang berkaitan dengan
pemuaian mendadak ini, dapat terjadi pembentukan es.


4. Gaya tekan terbatas.
Udara mampat hanya dapat membangkitkan gaya yang terbatas. Untuk gaya-gaya yang besar
pada suatu tekanan bisa dalam jaringan, dan dibutuhkan diameter torak yang besar.

5. Biaya energi tinggi.
Biaya produksi udara mampat tinggi, oleh karena itu untuk produksi dan distribusi dibutuhkan
peralatan-peralatan khusus.