You are on page 1of 6

“TOTAL BIAYA TIDAK LANGSUNG (INDIRECT COST) PADA PASIEN

KANKER PAYUDARA YANG TELAH MENINGGAL DI RSUP DR.WAHIDIN
SUDIROHUSODO MAKASSAR PERIODE 2009-2012”


Marson Rubianto, Muhammad Basir Palu

ABSTRAK
Latar Belakang: Obesitas pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang
mulai menjadi sorotan dunia. Seiring dengan perubahan pola makan yang rentan terjadi
pada masa remaja, globalisasi industri fast food merupakan salah satu kunci penyebab
terjadinya perubahan life style. Hubungan antara penambahan berat badan dan pola
konsumsi fast food, terkait dengan kejadian obesitas, merupakan suatu pertanyaan
empiris yang masih diperdebatkan.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada
remaja di SMA Negeri 21 Makassar terkait dengan faktor determinan lain yang
berpengaruh.
Metode: Studi analitik dilakukan terhadap 140 siswa yang dipilih secara acak.
Pengumpulan data berupa wawancara subjek, pengukuran antropometrik, pengisian
kuesioner yang kemudian diolah menggunakan program nutrisurvey dan SPSS V21
MacOSX, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil: Subjek penelitian terdiri dari 49 orang siswa laki-laki dan 91 orang siswa
perempuan, 81 orang siswa dengan status gizi normal dan 59 orang siswa dengan status
gizi berlebih. Asupan rata-rata energi non fast food yang dihitung menggunakan
nutrisurvey menunjukkan, siswa dengan asupan rata-rata energi non fast food tidak
berlebih (<110% AKG) sebanyak 107 orang (76,4%) dan siswa dengan asupan rata-rata
energy non fast food berlebih (>110% AKG) sebanyak 3 orang (23,6%) sedangkan
jumlah energi yang berasal dari fast food yang dikomsumsi tidak berlebih (<15% total
kalori) sebanyak 90 orang (63,4%) dan jumlah energi yang berasal dari fast food yang
dikomsumsi berlebih (>15% total kalori) sebanyak 50 orang (35,7%). Dari hasil analisa
statistik menggunakan uji chi square dan analisis korelasi kendall’s tau-b diperoleh nilai
P untuk faktor asupan rata-rata energi dari non fast food terhadap kejadian obesitas
adalah 0,026 dan nilai OR = 2,12 (95%CI 1,05-4,30)
Kesimpulan: Terdapat hubungan anatara konsumsi fast food dengan kejadian obesitas
pada remaja di SMA Negeri 21 Makassar.
Kata Kunci: Fast Food, Obesitas, Remaja, SMA Negeri 21 Makassar.
Daftar pustaka: 35 (1991-2011)

PENDAHULUAN
Obesitas pada remaja merupakan
salah satu masalah kesehatan yang mulai
menjadi sorotan dunia. Hal ini terkait
dengan adanya peningkatan prevalensi
obesitas di berbagai negara, termasuk
negara-negara berkembang. Di India,
berdasarkan National Family Health
Survey III tahun 2005, diperkirakan
terdapat sekitar 13% remaja perempuan
mengalami overweight atau obesitas.
1
Remaja adalah subjek penting
dalam permasalahan obesitas
sehubungan dengan perubahan pola
makan yang rentan terjadi pada masa
tersebut. Menurut Rolfes dan Whitney,
sosialisasi dengan teman sebaya
berpengaruh terhadap kebiasaan makan
remaja. Hal ini terkait dengan sifat
remaja high curiousity dan high sense of
solidarity in peer group, yang
menjadikan remaja semakin mudah
terpengaruh oleh teman sebaya, terlebih
lagi dengan adanya kebebasan
(autonomy) untuk memilih makanan
yang akan dikonsumsi.
4
Globalisasi industri fast food
merupakan salah satu kunci penyebab
terjadinya perubahan life style dalam
masyarakat.
6
Dengan pelayanan yang
dimiliki restoran cepat saji, seperti
pelayanan yang cepat dan ramah, serta
desain interior yang menarik, restoran
fast food dinilai mampu memberikan
rasa nyaman dan prestise tersendiri bagi
pelanggannya.
7
Hubungan antara penambahan
berat badan dan pola konsumsi fast food,
terkait dengan kejadian obesitas,
merupakan suatu pertanyaan empiris
yang masih diperdebatkan. Belum ada
bukti yang jelas yang mendukung
adanya hubungan sebab akibat antara
konsumsi fast food dengan obesitas,
[5]

terkait dengan adanya faktor determinan
lain yang berpengaruh, yaitu faktor
genetik, faktor lingkungan, dan
pengeluaran energi.
9
Terlebih lagi
dengan adanya sedentary life style akibat
perkembangan sosial ekonomi dan
teknologi, sehingga aktivitas fisik
semakin berkurang.
BAHAN DAN METODE
Penelitian ini merupakan
penelitian analitik observasional yang
dilakukan dengan desain cross sectional
study untuk menilai hubungan antara
konsumsi fast food dengan kejadian
obesitas pada remaja terkait dengan
faktor-faktor determinan lain yang
mempengaruhinya yang dilakukan di
SMA Negeri 21 Makassar pada tanggal
10-23 Maret 2013 dengan 1327 total
siswa dengan menggunakan rumus,
didapatkan besar sampel sebanyak 140
responden dengan teknik simple random
sampling. Pengumpulan data berupa
wawancara subjek, pengukuran
antropometrik, pengisian kuesioner dan
diolah menggunakan program
nutrisurvey dan SPSS V21 MacOSX,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Variabel Karakteristik n % Jumlah
Usia
15 tahun 61 43,6
100% 16 tahun 61 43,6
17 tahun 18 12,9
Jenis Kelamin
Laki-laki 49 35
100%
Perempuan 91 65
Status Gizi
IMT Normal 81 57,9
100%
IMT lebih & Obesitas 59 42,1
Status Gizi Orang Tua
Ayah
IMT Normal 48 34,3
100% IMT lebih &
Obesitas
92 65,7
Ibu
IMT Normal 65 46,4
100% IMT lebih &
Obesitas
75 53,6
Aktifitas Fisik
Ringan 96 68,8
100% Sedang 39 27,9
Berat 5 3,6
Status Ekonomi
Kelas Rendah 4 2,9
100%
Kelas Tinggi 136 97,1
Asupan Rata-Rata
Energi Non Fast Food
<110% AKG 107 76,4
100%
>110% AKG
33 23,6
Jumlah Energi dari
Konsumsi Fast Food
<15% Total Kalori
90 64,3
100%
>15% Total Kalori
50 35,7

Dari 140 orang siswa
tersebut, siswa yang berusia 15
tahun sebanyak 61 orang (43,6%),
siswa yang berusia 16 tahun
sebanyak 61 orang (43,5%) dan
siswa yang berusia 17 tahun
sebanyak 18 orang (12,9%).
Berdasarkan jenis kelamin,
diperoleh siswa berjenis kelamin
laki laki sebanyak 49 orang (35%)
dan siswa berjenis kelamin
perempuan sebanyak 91 orang
(65%).
Setelah dilakukan
pengukuran berat dan tinggi badan,
diperoleh siswa dengan indeks
massa tubuh yang termasuk kategori
gizi normal sebanyak 81 orang
(57,9%) dan yang termasuk kategori
gizi lebih dan obesitas sebanyak 59
orang (41,9%), siswa dengan gizi
berlebih pada ayah sebanyak 92
orang (65,7%), gizi berlebih pada
ibu sebanyak 75 orang (53,6%), gizi
normal pada ayah sebanyak 48
orang (34,3%) dan gizi normal pada
ibu sebanyak 65 orang (46,4%).
Dari data kuesioner didapatkan pula
informasi aktivitas fisik dari 140
siswa, yaitu siswa dengan aktivitas
fisik ringan sebanyak 96 orang
(68,8%),siswa dengan aktivitas fisik
sedang sebanyak 39 orang (27,9%)
dan siswa dengan aktivitas fisik
berat sebanyak 5 orang (3,6%).
Berdasarkan status ekonomi
keluarga dari upah minimum
pekerja di kota Makassar, dari 140
orang siswa didapatkan data siswa
dengan status ekonomi kelas rendah
(pendapatan keluarga < Rp.
1.440.000,- per bulan) sebanyak 4
orang (2,9%) dan siswa dengan
status ekonomi kelas tinggi
(pendapatan keluarga > Rp.
1.440.000,- per bulan) sebanyak
136 orang (97,1%).
Asupan rata-rata energi non
fast food yang dihitung
menggunakan nutrisurvey
menunjukkan, siswa dengan asupan
rata-rata energi non fast food tidak
berlebih (<110% AKG) sebanyak
107 orang (76,4%) dan siswa
dengan asupan rata-rata energy non
fast food berlebih (>110% AKG)
sebanyak 33 orang (23,6%)
sedangkan jumlah energi yang
berasal dari fast food yang
dikomsumsi tidak berlebih (<15%
total kalori) sebanyak 90 orang
(63,4%) dan jumlah energi yang
berasal dari fast food yang
dikomsumsi berlebih (>15% total
kalori) sebanyak 50 orang (35,7%).
Variabel Karakteristik n % P value OR 95%CI
Jenis Kelamin
Laki-laki 49 35
0.001 0,29 0,14-0,61
Perempuan 91 65
Status Gizi
Orang Tua
Ayah
IMT Normal 48 0,267
0,267 1,34 0,65-1,95 IMT lebih &
Obesitas
92
Ibu
IMT Normal 65 0,003
0,003 2,76 1,37-5,57 IMT lebih &
Obesitas
75
Status
Ekonomi
Kelas Rendah 4 2,9
0,563 0,72 0,09-5,27
Kelas Tinggi 136 97,1
Asupan Rata-
Rata Energi
Non Fast Food
<110% AKG 107 76,4
0,278 0,72 0,32-1,63
>110% AKG
33 23,6
Jumlah Energi
dari Konsumsi
Fast Food
<15% Total Kalori
90 64,3
0,026 2,12 1,05-4,30
>15% Total Kalori
50 35,7

Dari perhitungan nilai p
didapatkan variabel dengan nilai p
0,05 adalah faktor jenis kelamin
(OR = 0,29; 95%CI 0,14-0,61),
faktor status gizi ibu (OR = 2,76;
95%CI 1,37-5,57) dan faktor
jumlah energi dari konsumsi fast
food (OR 2,12; 95%CI 1,05-4,30)
sehingga hipotesis yang diterima
adalah hipotesis alternative (Ha)
yaitu terdapat hubungan antara
konsumsi fast food dengan
kejadian obesitas pada siswa
SMAN 21 Makassar tahun ajaran
2012/2013.
KESIMPULAN
Pada penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa terdapat
hubungan antara konsumsi fast
food dengan kejadian obesitas pada
remaja di SMA Negeri 21
Makassar dan terdapat beberapa
faktor determinan yang
mempengaruhi seperti jenis
kelamin dan riwayat gizi berlebih
dan obesitas pada ibu, dan
konsumsi >15% fast food total
kalori perhari meningkatkan resiko
obesitas pada remaja. Sedangkan
faktor determinan yang tidak
mempengaruhi kejadian obesitas
pada remaja adalah riwayat gizi
berlebih dan obesitas pada ayah,
status ekonomi dalam keluarga,
dan Asupan rata-rata energi non
fast food.

DAFTAR PUSTAKA
1. Ramesh Poluru, Sumoni Mukherjee.
Concurrent Prevalence of
Underweight and Overweight among
Women in India: The Case of
Western States. Research and
Practice in Social Sciences 2010
August; 6: 22-42.
2. Benjamin J. Sadock, Virginia A.
Sadock. Human Development
throughout the Life Cycle. In:
Benjamin J. Sadock, Virginia A,
editor. Synopsis of Psichiatry
Behavioral Sciences/Clinical
Psichiatry. USA: Lippincott
Williams and Wilkins; 2007.
3. George Ritzer. The McDonaldization
of Society. Journal of American
Society 1983; 6: 100-107.
4. Barbara A. Bowma, Robert M.
Russel. Present Knowledge in
Nutrition. Washington DC:
Internasional Life Sciences Institute;
2001