You are on page 1of 19

KEBIJAKAN

PENANAMAN POHON
DI LINGKUNGAN
DITJEN BINA MARGA
R. Agoeng Tri adi , ST. MEngSc.
SUBDI T T E KNI K L I NGKUNGAN
DI RE KT ORAT BI NA T E KNI K

PENDAHULUAN

Jalan sebagai bagian dari sistem transportasi
nasional mempunyai peranan penting dalam
mendukung bidang ekonomi, sosial dan budaya,
serta lingkungan.

Penyelenggaraan jalan harus memenuhi asas
kemanfaatan, keamanan dan keselamatan, serta
keserasian dan keselarasan.

Penanaman pohon merupakan salah satu usaha
untuk memenuhi asas-asas tersebut di atas


ACUAN NORMATIF (1)

1. Undang-Undang RI No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan,
dalam Penjelasan Pasal 2
“Asas Keserasian penyelenggaraan jalan berkenaan
dengan keharmonisan lingkungan sekitarnya.”
2. Peraturan Pemerintah RI No. 34 Tahun 2006 tentang
Jalan, dalam Pasal 46
“Pemanfatan bagian-bagian jalan meliputi bangunan
utilitas, penanaman pohon dan prasarana
moda transportasi lain.”

ACUAN NORMATIF (2)

3. Peraturan Pemerintah RI No. 34 Tahun 2006 tentang
Jalan, dalam Pasal 50 ayat 1, 2 dan 3
“Ayat 1: Pohon pada sistem jaringan jalan di luar kota
HARUS ditanam di luar ruang manfaat jalan.”
“Ayat 2: Pohon pada sistem jaringan jalan di dalam kota
DAPAT ditanam di batas ruang manfaat jalan, median,
atau di jalur pemisah.”
“Ayat 3: Penanaman pohon ditentukan berdasarkan
pedoman yang ditetapkan Menteri.”

ACUAN NORMATIF (3)

4. Instruksi Presiden No. 1 tahun 2010 tentang Percepatan
Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun
2010.



TINDAKAN KELUARAN 2010
PENANGGUNG
JAWAB
Menggalakkan penanaman &
pemeliharaan pohon
disepanjang ruas jalan nasional,
provinsi, kabupaten/kota, serta
disepanjang bantaran sungai
Teridentifikasinya lokasi,
potensi lahan yang
dapat ditanami dan
jumlah pohon yang
akan ditanam
Kementerian PU,
Pemerintah
Provinsi dan
Pemerintah
Kabupaten/Kota

ACUAN NORMATIF (4)

5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05 Tahun
2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan
Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan
“ diantara yang termasuk Ruang Terbuka Hijau adalah
Sabuk Hijau, Jalur Hijau Jalan, Ruang Pejalan Kaki
(Pedestrian) dan RTH di bawah Jalan Layang.”

6. Pedoman Teknis Penanaman Pohon Pada Sistem
Jaringan Jalan (interim).





“Tujuan Penanaman Pohon di ruang milik jalan adalah
untuk meningkatkan fungsi jalur hijau pada ruang milik
jalan (RUMIJA) dalam menciptakan suasana lingkungan
sepanjang jalan yang lebih nyaman, indah dan untuk
mengurangi tingkat pencemaran udara serta
kebisingan.”



KRI TERI A TANAMAN
• Tidak merusak struktur jalan
• Bukan akar dangkal
• Batang kuat/tidak mudah patah
• Tidak bercabang di bawah
• Tidak terlalu menjuntai ke bawah sehingga
menghalangi/mengganggu pandangan
• Daun, bunga dan buah tidak mudah rontok
dan tidak terlalu rimbun
• Buah tidak berbuah besar
• Tahan terhadap pencemaran kendaraan
bermotor (polusi)

F UNGS I TANAMAN

Penahan Silau

tepi jalan/median jalan,
pohon atau perdu yang bermassa daun padat,
ditanam rapat pada ketinggian 1,5 m,

Contoh: Bougenville, Kembang Sepatu, Oleander, Nusa Indah













Penyerap Kebisingan

Tananam bertajuk tebal dan bermassa daun padat
(pohon, perdu/semak)

Contoh : Tanjung, Kiara Payung, Teh-Tehan Pangkas, Kembang
Sepatu, Bougenville, Oleander.

Pembatas Pandang

Tanaman tinggi dan perdu/semak
Bermassa daun padat
Ditanam berbaris atau membentuk massa dengan
jarak tanam rapat

Contoh: Bambu, Glodokan Tiang, Cemara, Kembang Sepatu

Pengarah dan Pengamanan

sebagai penghalang pergerakan manusia dan hewan
dapat menolong/membantu pengguna jalan
menginformasikan misalnya tikungan jalan atau
mendekati jembatan

Contoh : Cemara, Glodokan Tiang, Palem, atau Perdu.

Memperindah Lingkungan

 Guna menciptakan lingkungan yang lebih kondusif,
membuat santai dan ketenangan dari ketegangan bagi
pengendara.
 Penanaman didaerah perkotaan didesain sesuai dengan
jenis dan fungsi jalan guna mengurangi polusi udara dan
kebisingan

Penahan Benturan

 Perdu berakar kuat dan tumbuh dengan baik,
 Guna mengurangi kerusakan dan kecelakaan pada
kendaraan dan pengemudi daripada memasang
pembatas/dinding yang keras

Pencegah Erosi

 Akar tanaman dapat mengikat tanah sehingga menjadi
kokoh dan tahan terhadap pukulan air hujan serta tiupan
angin.
 Daun dapat menahan air hujan yang jatuh secara tidak
langsung ke permukaan tanah.
 Pohon, perdu dan rumput dapat membantu dalam
mengendalikan erosi tanah.

Habitat Satwa

 Tanaman menjadi sumber makanan dan tempat
berlindung bagi hewan, sehingga dapat membantu
kelestarian kehidupan satwa.
 Salah satu satwa liar yang dapat dikembangkan
diperkotaan adalah burung.



Pemecah Angin

Pemilihan tanaman di sepanjang koridor jalan akan
berfungsi sebagai pemecah angin
Jenis tanaman yang tinggi dan perdu/semak, bermassa
daun padat, ditanam berbaris atau membentuk massa
dengan jarak tanam rapat < 3m

NO. LOKASI PENGATURAN JARAK TANAM KETERANGAN
1. Ruas Jalan /
sepanjang
tangents
4.00 m untuk perkotan
9.00 m untuk pedesaan
-
2. Median (lebar <
1,50 m)
0,50 m dari tepi garis jalan Pelihara tinggi semak/pohon
pada 1.00 m.
3. Median (lebar >
1,50 m)
0,50 m dari tepi garis jalan

Tidak ada bagian anakan yang
ditanam pada perkerasan jalan
4. Median terbuka 2,50 m diukur dari median
terbuka
0,50 m depan garis tepi
Pelihara tinggi semak pada
0,50 m
5. Sepanjang
tikungan
horizontal
- Ruang bebas vertikal 5.00 m
dari perkerasan harus
diperlihara.

KONDISI PENANAMAN POHON PADA RUMIJA (1)

NO. LOKASI PENGATURAN JARAK TANAM KETERANGAN
6. Median terbuka
pada tikungan
horizontal
2,50 m diukur dari median
terbuka
0,50 m depan garis tepi
Pelihara tinggi semak pada 0,5
m
7. Persimpangan
Bersinyal
Jarak ukur 80.00 m dari pusat
persimpangan pada masing-
masing kaki.
Semak sampai jarak pandang
henti dipelihara pada
ketinggian 0,50 m dan daun
serta cabang pohon < 5 .00 m
pada daerah ruang bebas
vertikal
8. Persimpangan
Tak Bersinyal
Jarak ukur 80.00 m dari pusat
persimpangan pada masing-
masing kaki.
Semak di daerah naungan harus
dipelihara dengan ketinggian
0,50 m. Tidak ada pohon
merambat di atas 5,00 m ruang
bebas vertikal.
9. Bundaran 30.0 m dan 5.0 m radius terluar
bundaran ke pohon
Pelihara ketinggian semak pada
0,5 m di daerah naungan
10. Simpang Susun Pengaturan jarak sama seperti
pada tikungan atau ruas jalan
Tanam hanya semak dan pohon
kecil sampai daerah titik

KONDISI PENANAMAN POHON PADA RUMIJA (1)

TARGET KEGI ATAN PENANAMAN POHON
(SESUAI I NPRES NO 1/2010)
• Kriteria Keberhasilan : teridentifikasinya Lokasi,
Potensi Lahan & Jumlah Pohon
• Target B04 : Kriteria identifikasi lokasi penanaman
• Target B06 : Potensi lahan yang dapat ditanami
• Target B08 : Kebutuhan pohon yg akan ditanam
• Target B10 : Draft identifikasi lokasi, potensi lahan &
jumlah penanaman pohon
• Target B12 : Tersedianya lokasi dan rencana
penanaman pohon