You are on page 1of 29

Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013

J
u
l
y
,

2
0
1
3


BAB I
SYARAT-SYARAT TEKNIS UMUM

PASAL 01
LOKASI PEKERJAAN

Lokasi pekerjaan yang meliputi pekerjaan Pembangunan POSKESDES Dinas Kesehatan
Kabupaten Toraja Utara Tahun Anggaran 2013 dilihat pada album gambar-gambar.

PASAL 02
RUANG LINGKUP KONTRAK

Pekerjaan konstruksi termasuk pembuatan bangunan baru, dan melengkapi bangunan
fasilitas lainnya.

PASAL 03
JALAN MASUK KE DAERAH KERJA

Jalan masuk ke dan melalui daerah kerja ialah menggunakan jalan-jalan setempat yang ada
yang berhubungan dengan jalan raya yang berdekatan dengan daerah proyek.

PASAL 04
GAMBAR-GAMBAR YANG DIMILIKI KONTRAKTOR

4.1. Gambar-Gambar Pekerjaan Tetap
a. Umum
Semua gambar-gambar yang disiapkan oleh Kontraktor haruslah gambar-
gambar yang telah ditandatangani oleh Direksi dan apabila ada perubahan
harus diserahkan kepada Direksi untuk mendapat persetujuan sebelum program
dimulai.

b. Gambar-Gambar Pelaksanaan
Kontraktor harus menggunakan Gambar Kontrak sebagai dasar untuk
mempersiapkan Gambar-gambar Pelaksanaan. Gambar-gambar itu dibuat lebih
detail untuk pekerjaan tetap dan dimana mungkin dapat memperlihatkan
penampang melintang dan memanjang beton, pengaturan batang pembesian
termasuk rencana pembengkokan, pemotongan dan daftar besi beton, tipe bahan
yang digunakan, mutu dan ukuran yang tepat.

c. Gambar-Gambar Gudang/Bangsal Kerja
Gambar-gambar Gudang/Bangsal Kerja disiapkan oleh Kontraktor untuk
keperluan penyimpanan peralatan dan bahan-bahan milik Kontraktor.
Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3




d. Kontraktor harus menyediakan 1 (satu) set gambar-gambar lengkap di lapangan.
Apabila ada pekerjaan dilaksanakan sebelum ada persetujuan Direksi adalah menjadi
resiko Kontraktor. Persetujuan Direksi terhadap gambar-gambar tersebut tidak akan
meringankan tanggungjawab Kontraktor atas kebenaran gambar-gambar tersebut.

4.2. Gambar-Gambar Pekerjaan Sementara
a. Umum
Semua gambar yang disiapkan oleh Kontraktor harus terperinci dan diserahkan
kepada Direksi sebelum tanggal program pelaksanaan atau dalam waktu yang telah
ditentukan dalam kontrak. Gambar-gambar harus menunjukkan detail dari pekerjaan
sementara seperti gudang peralatan, barak pekerja dan sebagainya. Gambar
perencanaan yang diusulkan Kontraktor yang dipakai dalam pelaksanaan Kontruksi
juga harus diserahkan kepada Direksi sebanyak 3 (tiga) rangkap.
b. Gambar-gambar Pelaksanaan
Kontraktor hendaknya mengusulkan pekerjaan sementara yang berkaitan dengan
pekerjaan tetap, secara lebih mendetail dan diserahkan kepada Direksi untuk
mengubah dan mendapat persetujuan sebelum tanggal dimulainya pelaksanaan.

4.3. Gambar-Gambar Yang Sebenarnya Terbangun/Terpasang (As Built Drawing)
Selama masa pelaksanaan, Kontraktor harus memelihara satu set gambar yang
dilaksanakan paling akhir untuk tiap-tiap pekerjaan pada gambar yang memperlihatkan
perubahan yang sudah dikerjakan sesuai dengan kontrak, sejauh gambar tersebut sudah
dilaksanakan dengan benar kemudian dicap “sudah dilaksanakan”. Gambar-gambar
yang dilaksanakan akan diperiksa tiap bulan di lapangan oleh Direksi dan tiap hari oleh
Pengawas Lapangan, dan apabila diketemukan hal-hal yang tidak memuaskan dan tidak
dilaksanakan paling lambat harus diperiksa kembali selama 6 (enam) hari kerja.

PASAL 05
STANDARD

Semua bahan dan mutu pekerjaan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari
normalisasi Standar Indonesia. Bila ada pasal-pasal pekerjaan yang tidak ada Standar
Indonesia, maka dapat dipakai British Standard yang sesuai dengan spesifikasi ini.
Semua bahan dan mutu pekerjaan yang tidak sepenuhnya diperinci atau tidak dicakup
oleh Standar Nasional haruslah bahan dan mutu pekerjaan kelas utama. Direksi akan
menetapkan apakah semua atau sebagian bahan yang dipesan atau diantarkan untuk
penggunaan dalam pekerjaan, sesuai untuk pekerjaan tersebut dan keputusan Direksi
dalam hal ini pasti dan menentukan.



Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

PASAL 06
PROGRAM PELAKSANAAN DAN LAPORAN

6.1. Program Pelaksanaan
Kontraktor harus melaksanakan Program Pelaksanaan sesuai dengan Syarat-syarat
Kontrak dengan menggunakan CPM Network. Program tersebut harus dibuat dalam 2
(dua) bentuk, yaitu bar-chart dan daftar yang memperlihatkan setiap kegiatan :
i. Mulai tanggal paling awal,
ii. Mulai tanggal paling akhir,
iii. Waktu yang diperlukan,
iv. Waktu float,
v. Sumber tenaga kerja, peralatan dan bahan yang diperlukan.

Aktivitas yang terlihat pada program harus sudah termasuk pelaksanaan pekerjaan
sementara dan tetap, kelonggaran waktu yang diperlukan untuk persiapan dan
persetujuan gambar- gambar, pengiriman peralatan dan bahan ke lapangan dan juga
kelonggaran dengan adanya hari libur umum maupun keagamaan.

6.2. Laporan Kemajuan Pelaksanaan
Sebelum tanggal 10 (sepuluh) tiap bulan atau pada suatu waktu yang
ditentukan Direksi, Kontraktor harus menyerahkan 5 (lima) salinan Laporan
Kemajuan Bulanan dalam bentuk yang biasa diterima oleh Direksi yang
menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan selama bulan yang terdahulu.
Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal, sebagai berikut :
- Prosentase Kemajuan Pekerjaan berdasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan
laporan maupun prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya.
- Prosentase dari tiap pekerjaan pokok yang diselesaikan maupun prosentase
rencana yang diprogramkan harus sesuai dengan kemajuan pekerjaan yang dicapai
pada bulan laporan.
- Rencana kegiatan dalam waktu 2 (dua) bulan berturut-turut dengan ramalan
tanggal permulaan dan penyelesaian.
- Daftar tenaga buruh setempat.
- Daftar perlengkapan konstruksi, peralatan dan bahan di lapangan yang
digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan termasuk yang sudah datang dan
dipindahkan dari lapangan.
- Jumlah volume pekerjaan yang merupakan bagian pekerjaan tetap harus
diuraikan, sebagai berikut :

a. Jumlah volume dari berbagai pekerjaan galian dan timbunan.
b. Jumlah volume dari pekerjaan pasangan batu yang diselesaikan.
c. Jumlah volume dari berbagai pekerjaan beton.
d. Jumlah volume dari berbagai pekerjaan kayu yang digunakan.
e. Jumlah volume dari berbagai pekerjaan atap dan plafond.
f. Jumlah volume dari berbagai pekerjaan instalasi listrik.
g. Jumlah volume dari pekerjaan sanitair yang diselesaikan.
Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

h. Jumlah volume dari pekerjaan akhir/finishing yang diselesaikan.
i. Jumlah banyaknya bangunan dll.

- Uraian pokok pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama masa laporan.
- Daftar besarnya pembayaran terakhir yang diterima dan kebutuhan
pembayaran yang diperlukan pada bulan berikutnya.
- Hal-hal lain yang diminta sesuai dengan Kontrak dan masalah yang timbul atau
berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan selama bulan laporan.


6.3. Rencana Kerja Harian, Mingguan dan Bulanan
Kontraktor harus menyerahkan 2 (dua) rangkap Rencana Mingguan yang sudah
disetujui oleh Direksi setiap akhir minggu dan untuk minggu-minggu berikutnya.
Rencana tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah, pekerjaan konstruksi
lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan tanah, pekerjaan konstruksi lainnya
yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan, pengadaan bahan,
pengangkutan bahan dan peralatan dan lain-lain yang dimiliki Direksi. Kontraktor
harus menyerahkan 2 (dua) rangkap rencana kerja harian secara tertulis semua
kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari maupun untuk hari-hari
berikutnya. Rencana kerja harus mencakup berbagai item pekerjaan dan kegiatan
yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan . Kontraktor harus menyediakan
Rencana Kerja Bulanan dengan sistem bar chart pada akhir bulan dan untuk bulan-
bulan berikutnya. Rencana kerja ini harus memperlihatkan tenggang waktu dari
mulai sampai akhir kegiatan utama dengan volume pekerjaan Rencana kerja ini
harus diserahkan kepada Direksi pada hari ketiga tiap bulan untuk perbaikan dan
perubahan.

6.4. Rapat Bersama Untuk Membicarakan Kemajuan Pekerjaan
Rapat tetap antara Direksi dan Kontraktor diadakan seminggu sekali pada waktu
yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Maksud dari rapat ini membicarakan
kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan, pekerjaan yang diusulkan untuk
seminggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang timbul agar dapat segera
selesaikan.

PASAL 07
BAHAN DAN PERLENGKAPAN YANG HARUS DISEDIAKAN OLEH
KONTRAKTOR

7.1. Umum
Kontraktor harus menyediakan semua bahan dan perlengkapan yang
diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan kecuali yang tercantum dalam kontrak,
semua bahan dan perlengkapan yang merupakan bagian dari pekerjaan harus baru
sesuai dengan standar yang diberikan dalam spesifikasi atau standar dalam
Spesifikasi Umum. Bila Kontraktor dalam mengusulkan penyediaan bahan dan
Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

perlengkapan tidak sesuai dengan suatu standar seperti tersebut di atas, Kontraktor
harus segera memberitahukan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan
tertulis dari Direksi .

7.2. Perlengkapan Konstruksi
Kontraktor harus segera menyediakan semua perlengkapan konstruksi yang
diperlukan dalam pelaksanaan dalam jumlah yang cukup. Apabila Direksi
memandang belum sesuai dengan Kontrak, maka Kontraktor harus segera
memenuhi kekurangannya. Dalam penyediaan semua perlengkapan, bahan dan
peralatan harus lengkap dengan stock yang cukup dan memeliharanya agar pekerjaan
dapat dikerjakan dengan sempurna.

7.3. Bahan Pengganti
Kontraktor harus menandatangani bahan yang ditentukan bila bahan tersebut tidak
tersedia di pasaran, maka dapat digunakan bahan pengganti dengan mendapat izin
tertulis dari Direksi. Harga satuan dalam volume pekerjaan tidak akan disesuaikan
dengan adanya pertambahan harga antara bahan yang ditentukan dengan bahan
pengganti.

7.4. Pemeriksaan Bahan dan Perlengkapan
Perlengkapan dan bahan yang disediakan oleh Kontraktor akan dilakukan
pemeriksaan sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak pada salah satu atau lebih
tempat yang ditentukan Direksi.
 Tempat produksi dan pembuatan,
 Tempat pengapalan,
 Lapangan.
Kontraktor supaya menyerahkan penjelasan yang menyangkut perlengkapan dan
bahan kepada Pemberi Tugas sesuai yang dimintanya untuk tujuan pemeriksaan,
tetapi bagaimanapun juga tidak meringankan Kontraktor dari tanggungjawabnya
untuk menyediakan perlengkapan dari bahan sesuai dengan spesifikasi.

7.5. Spesifikasi, Brosur dan Data Yang Harus Disediakan Oleh Kontraktor
Kontraktor supaya menyerahkan kepada Direksi 3 (tiga) set spesifikasi yang lengkap,
brosur dan data bahan dan perlengkapan untuk mendapatkan persetujuan dan
harus disediakan sesuai dengan kontrak dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak
penerimaan Surat Perintah Kerja. Persetujuan dari spesifikasi, brosur dan data
bangunan juga tidak meringankan Kontraktor dari tanggungjawabnya dalam
hubungan dengan kontrak.

PASAL 08
SURVEY PENGUKURAN PEKERJAAN

8.1. Peil Rencana
Peil Rencana merupakan titik referensi yang terletak berdekatan dengan
Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

bangunan seperti terlihat pada gambar. Ketinggian dari peil Rencana ini adalah
didasarkan pada titik tetap utama. Peil Rencana yang lain atau titik referensi yang
terlihat pada gambar yang diberikan kepada Kontraktor sebagai referensi. Sebelum
menggunakan suatu peil dan titik referensi kecuali Peil Rencana untuk setting out
pekerjaan. Kontraktor perlu melakukan pengukuran pemeriksaan untuk kepuasan ia
sendiri atas ketelitiannya. Pemberi Tugas tidak akan bertanggungjawab atas
ketelitian peil yang lain begitu juga dengan titik referensinya. Kontraktor perlu
mendirikan Peil Rencana tambahan sementara untuk kemudahan, tetapi setiap titik
sementara yang didirikan merupakan rencana dan tempatnya disetujui oleh Direksi
dan akan merupakan ketelitian yang berhubungan dengan peil yang didirikan oleh
Direksi.

8.2. Permukaan Tanah Asli Untuk Tujuan Pengukuran
Muka tanah yang terlihat pada gambar akan dianggap betul sesui dengan kontrak
apabila terjadi keraguan dari Kontraktor kebenaran dari muka tanah, sekurang-
kurangnya 30 (tiga puluh) hari sebelum mulai kerja Kontraktor memberitahukan
kepada Direksi secara tertulis untuk menyesuaikan dan melaksanakan pengukuran
kembali ketinggian muka tanah tersebut. Dalam segala hal sebelum memulai
pekerjaan tanah Kontraktor akan mengukur dan mengambil ketinggian terhadap
daerah yang diduduki pekerjaan dengan menggunakan peil atau titik referensi
yang disetujui Direksi secara tertulis untuk menyesuaikan dan melaksanakan
pengukuran kembali ketinggian muka tanah tersebut. Dalam segala hal sebelum
memulai melaksanakan pekerjaan tanah, Kontraktor akan mengukur dan
mengambil ketinggian terhadap ruang yang diduduki bangunan dengan
menggunakan peil atau titik referensi yang disetujui Direksi. Ketinggian muka tanah
yang ditentukan perlu mendapat persetujuan Direksi. Pengukuran volume yang
ditetapkan dibuat berdasarkan volume pekerjaan yang disetujui.

8.3. Bantuan Pengukuran Staf Direksi
Kontraktor bekerja sama Direksi dalam pemeriksaan setting out dalam melaksanakan
pengukuran untuk mengetahui secara pasti kemajuan pekerjaan yang diperlukan
dalam proses pembayaran. Dalam pemasangan patok yang cukup, tiang, pinggir
yang lurus, penyangga, cetakan profil dan lain-lain yang perlu untuk pemeriksaan
setting out dan pengukuran kemajuan pekerjaan harus sesuai dengan petunjuk
Direksi. Semua biaya untuk bahan dan pekerja untuk maksud tersebut di atas
merupakan beban Kontraktor. Biaya tersebut sudah termasuk dalam harga satuan
di dalam pekerjaan lain-lain pada daftar volume pekerjaan.

PASAL 09
PEKERJAAN SEMENTARA

9.1. Umum
Kontraktor akan bertanggungjawab terhadap perencanaan, spesifikasi, pelaksanaan
dan berikut pemindahan semua pekerjaan sementara untuk pelaksanaan pekerjaan
Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

sebaik baiknya. Detail dari pekerjaan sementara dimana Kontraktor bermaksud untuk
melaksanakan di lapangan, pertama-tama diserahkan kepada Direksi untuk
mendapat persetujuan sesuai dengan prosedur dalam spesifikasi umum. Apabila
Kontraktor bermaksud mengajukan alternatif untuk pekerjaan sementara di luar
daerah lapangan seperti terlihat pada gambar. Semua biaya yang dibutuhkan
untuk melaksanakan termasuk pembebasan tanah, sewa tanah dan sebagainya,
ditanggung oleh Kontraktor dan biayanya sudah termasuk pada uraian pekerjaan
pada daftar volume pekerjaan. Keterlambatan tidak akan meringankan Kontraktor
terhadap tanggungjawab untuk memenuhi ketentuan dalam Kontrak. Dalam hal
tersebut tidak diberikan perpanjangan waktu bila terjadi kelambatan.

9.2. Lapangan Kerja
Lapangan kerja seperti terlihat pada gambar yang digunakan untuk pelaksanaan
pekerjaan dijamin oleh Pemberi Tugas dan bebas dari biaya pembebasan tanah.
Kontraktor sedapat mungkin melaksanakan pekerjaan sementara pada tanah tadi
seperti pada gambar atau seperti petunjuk Direksi. Kontraktor bertanggungjawab
langsung kepada Pemberi Tugas untuk semua kerusakan, misalnya kerusakan
tanaman atau tanah hasil galian baik milik Pemberi Tugas atau orang lain. Kontraktor
mengganti terhadap semua kehilangan dan tuntutan karena kerusakan tersebut sesuai
dengan ketentuan dalam kontrak.

9.3. Kantor Kontraktor, Perkampungan, Gudang, Pemondokan Buruh Dsb
Kontraktor harus menyediakan, memelihara mengerjakan dan memindahkan
bangunan sementara seperti Kantor Kontraktor, Perkampungan Stafnya, Gudang,
Pemondokan Buruh, dan bangunan sementara lainnya setelah selesai pekerjaan,
supaya diserahkan kepada Pemberi Tugas. Kontraktor supaya menyerahkan
rancangan tempat kerja dan bangunan sementara secara umum kepada Direksi untuk
mendapat persetujuan pada waktu yang ditetapkan. Pelaksanaan pekerjaan tidak
boleh dimulai sebelum mendapat persetujuan Direksi. Perkampungan Staf
Kontraktor dan Pemondokan Buruh harus dilengkapi dengan semua
pelayanan yang perlu seperti saluran pembuang, penerangan, jalan, jalan gang,
tempat parkir, pemagaran, kesehatan, ruang masak, pencegahan kebakaran dan
peralatan pencegahan api sesuai dengan batas yang ditentukan dalam Kontrak.
Kontraktor supaya juga melengkapi keperluan air bersih dan penerangan yang
cukup untuk Kantor Kontraktor, Perkampungan Stafnya, Pemondokan Buruh, dan
tempat lainnya di daerah kerja.

PASAL 10
KEAMANAN DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN

10.1. Umum
Semua keamanan dan pemeriksaan kesehatan yang perlu selama pelaksanaan
pekerjaan, antara lain pengaturan kesehatan, pembersihan lapangan, bahan
peledak dan bensin, pemagaran sementara, keamanan dan pencegahan
Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

kebakaran, dibuat dan dipelihara oleh Kontraktor atas biaya Kontraktor.
Kontraktor harus bertanggungjawab terhadap semua keamanan dan pemeriksaan
kesehatan dan menyerahkan peraturan dan organisasi untuk mendapatkan
persetujuan Direksi. Tidak ada pembayaran tambahan dan dalam hal ini semua
biaya sudah termasuk dalam Harga Kontrak.

10.2. Sistem Pengawasan Keamanan
Kontraktor supaya mengatur sistem pengawasan keamanan dan organisasinya dan
diserahkan untuk mendapat persetujuan kepada Direksi. Sistem pengawasan
keamanan dengan kapasitas peralatan dan tenaga yang cukup untuk menghindari
kecelakaan dan kerusakan terhadap manusia dan barang milik yang bersangkutan.
Sistem pengawasan keamanan harus dilaksanakan sesuai dengan program yang
disetujui dan berpegang pada hukum/peraturan yang berlaku di Indonesia.

10.3. Peraturan Kesehatan
Kontraktor harus mengusahakan lapangan kerja dalam keadaan bersih dan keadaan
sehat serta melengkapi/memelihara kemudahan untuk penggunaan tenaga yang
dikerjakan pada suatu tempat yang telah disetujui oleh Direksi dan penguasa
setempat. Kontraktor hendaknya juga membuat pengumuman dan mengambil
langkah-langkah pencegahan yang perlu untuk menjaga agar lapangan tetap bersih.

10.4. Pencegahan Kebakaran
Kontraktor harus melakukan setiap pencegahan dan melindungi api yang terjadi
pada atau sekitar lapangan kerja dan harus menyediakan segala yang
diperlukan/peralatan pencegahan kebakaran yang cukup untuk siap digunakan
pada semua bangunan gedung atau pekerjaan yang sedang dalam pelaksanaan
termasuk perkampungan tempat tinggal, pemondokan buruh dan bangunan gedung
lainnya. Kontraktor akan memelihara peralatan dan perlengkapan pemadam
kebakaran yang dibutuhkan dalam keadaan baik sampai pekerjaan diterima oleh
Pemberi Tugas. Kontraktor akan berusaha keras untuk memadamkan kebakaran yang
terjadi di lapangan kerja. Dalam hal ini, Kontraktor menyediakan perlengkapan yang
mutlak diperlukan dan tenaga buruh yang dikerjakan di lapangan termasuk peralatan
dan tenaga Sub Kontraktor .

PASAL 11
PENYELIDIKAN TANAH TAMBAHAN

Kontraktor atas perintah Direksi akan melakukan penggalian dan atau pengeboran yang
berhubungan dengan penyelidikan tanah pada bangunan-bangunan yang telah ada di
lapangan atau di tempat- tempat lain. Pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan akan
mencakup contoh tanah “undisturb” atau “disturb” dari material pondasi untuk
pemeriksaan (analisa). Kontraktor akan menyerahkan hasil dari penyelidikan tanah
kepada Direksi dengan segera untuk mendapatkan persetujuan Direksi Pekerjaan
penyelidikan tanah tambahan ini akan menjadi pekerjaan tambahan dalam bagian pekerjaan
Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

cadangan pada syarat-syarat kontrak. Pembayaran pekerjaan tersebut dibuat dalam jumlah
cadangan (prov.sun) dalam RencanaAnggaran Biaya (RAB).


BAB IV
SPESIFIKASI TEKNIK PEKERJAAN TANAH

PASAL 01
PEMBERSIHAN LAPANGAN

Pemborong harus membersihkan lapangan kerja untuk bangunan yang ada dan semua
tumbuhan dan semak termasuk pohon-pohon. Pemborong harus membongkar akar-akar,
mengisi lubang-lubangnya dengan tanah dan dipadatkan kemudian membuat dari tempat
pekerjaan semua bahan–bahan hasil pembersihan lapangan.

PASAL 02
PEKERJAAN TANAH

Semua pekerjaan tanah dari beberapa bagian harus dilaksanakan menurut ukuran panjang,
kedalaman, kemiringan, bentuk dan ketinggian yang ditunjukkan dalam gambar atau
menurut ukuran dan ketinggian lain yang mungkin akan diperintahkan oleh Direksi. Ukuran
yang berdasarkan atau berhubungan dengan ketinggian tanah, atau jarak terusan harus
ditunjukkan kepada Direksi lebih dahulu sebelum memulai pekerjaan tanah pada setiap
tempat.

PASAL 03
LUASNYA PENGGALIAN

Luasnya penggalian harus sekecil mungkin menurut petunjuk Direksi untuk pekerjaan
bangunan. Penggalian dimulai dari muka tanah dengan harus mengambil lebar yang cukup
sesuai dengan gambar atau ditentukan lain oleh Direksi. Perbaikan/pembangunan harus
dibatasi panjangnya dan harus mendapat persetujuan Direksi terlebih dahulu secara tertulis.
Pekerjaan pada setiap panjang, lebar dan tinggi yang disetujui harus diselesaikan sampai
memuaskan Direksi sebelum pekerjaan selanjutnya dimulai.

PASAL 04
PERCOBAAN PENDAHULUAN UNTUK BAHAN TIMBUNAN

Bila diperintahkan oleh Direksi, bahan-bahan yang diusulkan sebagai bahan timbunan
harus diuji di tempat menurut ketentuan di dalam BS 1377 guna mendapatkan karakteristik
dan sifat-sifatnya.


Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

PASAL 05
PEMADATAN KHUSUS PADA TIMBUNAN

Pemadatan timbunan khusus harus terdiri dari bahan-bahan yang telah disetujui dihampar
dalam tiap- tiap lapisan yang datar dengan ketebalan merata dengan kemiringan keluar, dan
kemudian dipadatkan sehingga tebal setelah padat tidak lebih dari 0,15 m. Kandungan air
dari tanah timbunan harus dijaga sedemikian, baik secara pengeringan alami atau
dengan pembasahan memakai alai semprot. Pemadatan harus menggunakan mesin
giling, alat pemadat, penggetar atau peralatan lainnya yang disetujui sehingga
menghasilkan kepadatan tidak kurang dari 95% dari pemadatan kering yang
dilaksanakan menurut BS 1377 Test 11. Apabila menurut pendapat Direksi, hasil
pemadatan kering yang dilaksanakan sesuai dengan keadaan lapangan lebih kecil dari 95%
dari pemadatan kering yang dilaksanakan menurut BS 1377. sekalipun Pemborong telah
mengikuti semua lengkap yang tercantum dalam spesifikasi, maka Direksi atas
pendapatnya dapat menerima tidak kurang dari 90 % dari pemadatan kering
maksimum dan pemadatan khusus pada timbunan ini. Pengujian kepadatan menurut BS
1377 akan sering dilaksanakan oleh Direksi selama pemadatan berlangsung.

PASAL 06
PENGGALIAN TANAH JELEK

Jika sesuatu bahan terdapat di tempat pondasi, Pemborong harus memindahkan dan
membuangnya ke tempat yang disetujui oleh Direksi. Jika tidak ada ketentuan atau
perintah lain dari Direksi, Pemborong harus mengisi lubang dalam pondasi tersebut
dengan pasangan batu untuk bangunan dengan bahan timbunan. Jika Pemborong
menjumpai sesuatu bahan yang menurut pendapatnya mungkin tidak baik, dia harus
segera memberitahukan secara tertulis kepada Direksi yang akan meberi petunjuk kepada
Pemborong apakah bahan tersebut akan ditentukan sebagai bahan jelek atau baik.
Biaya yang berhubungan dengan bahan yang jelek itu harus dipikul oleh Pemborong, jika
menurut pendapat Direksi ketidakbaikan itu disebabkan oleh kegagalan Pemborong untuk
memenuhi spesifiksasi termasuk menjaga agar galian bebas dari air. Persetujuan Direksi
untuk hal-hal di atas tidak dapat dipakai untuk menghilangkan tanggungjawab
Pemborong apabila terdapat kegagalan di dalam melaksanakan bangunan pada tanah jelek.

PASAL 07
PENYIAPAN TANAH

Sebelum mengerjakan timbunan dari tanah, area yang akan ditimbun harus disiapkan
terlebih dahulu. Permukaan tanah tersebut harus dibersihkan dari segala tumbuh-tumbuhan
termasuk akar-akarnya. Sebelum mulai menimbun, permukaan tanahnya harus dikeruk
sampai kedalaman yang lebih besar dari retak-retak tanah yang ada dan paling tidak sampai
kedalaman 0,15 m dan kadar air dari tanah yang dikeruk harus dijaga baik secara
pengeringan alami atau pembasahan dengan alat semprot. Kalau pelaksanaan pemadatan
Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

terhenti, permukaan dari timbunan harus dikeruk kembali dan kadar airnya diperiksa
terlebih dahulu sebelum pekerjaan timbunan atau pemadatan dilanjutkan. Sebelum pekerjaan
penimbunan dilakukan, semua lubang-lubang dan bekas-bekas yang terjadi pada
permukaan tanah harus diaratakan sampai memuaskan Direksi.




BAB V
B E T O N
PASAL 01
BAHAN–BAHAN

1.1. Semen
Semen yang dipergunakan dalam pekerjaan jenis Portland Cement, harus produksi
dalam negeri dan sesuai dengan PBI. 1971, NI–2. Pemborong harus menyediakan
tempat semen apabila diminta oleh Direksi, yaitu contoh dari gudang Pemborong
di lapangan dan dari pihak pabrik atau Pemborong harus menguji semennya
menurut PBI. 1971 atau NI-2. Portland Cement yang disimpan dalam gudang
lapangan harus memenuhi persyaratan teknis penyimpanan, bilamana Portland
Cement telah mengeras, maka tidak boleh dipakai untuk campuran.

1.2. Bahan Batuan
Bahan Batuan untuk adukan harus memenuhi pasal Standar Nasional Indonesia NI-2 :
1. Pasir harus diambil dari sungai atau tambang pasir. Penambahan bahan lain
seperti pasir dan batu pecah akan diijinkan, apabila menurut pendapat
Direksi, pasir yang tidak memenuhi gradasinya. Kandungan maksimum terhadap
lempung lanau dan debu tidak boleh lebih dari 3% perbandingan berat.
2. Bahan batuan (kerikil) harus memenuhi persyaratan dan bergradasi baik dengan
diameter maksimum tergantung dari kelas betonnya. Kerikil harus dari batu pecah.
Apabila kelas dari beton menghendaki perlawanan abrasi yang baik, maka bahan
batuan harus diambil dari lokasi setempat yang menurut penilaian Direksi adalah
yang terbaik. Pemborong harus mengirim contoh material apabila dibutuhkan
Direksi. Di samping itu pemborong harus membuat percobaan dari contoh
material sesuai dengan PBI.1971 secara rutin dengan frekuensi yang disetujui
Direksi serta mengirimkan kepada Direksi setiap copy laporan test. Apabila
test abrasi dibutuhkan oleh Direksi, maka pemborong harus melakukannya.
Bahan batuan untuk beton tahan abrasi harus berberat jenis 2,60 dan nilai tanah
harus kurang dari 15 % apabila diuji menurut PBI. 1971.

1.3. Air
Air yang dipakai untuk membuat, merawat beton dan membuat adukan harus dari
sumber yang disetujui oleh Direksi dan memenuhi pasal 9 Standar Nasional
Indonesia PUBI.

Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

1.4. Zat Tambahan
Beton dan adukan harus dibuat dari semen, pasir, kerikil dan air sebagaimana
ditentukan. Tidak boleh ada campuran bahan–bahan lain dengan beton atau
adukan tanpa persetujuan Direksi. Pemborong boleh memakai zat pelambat
untuk memudahkan persiapan pembuatan sambungan-sambungan cor,
sebagaimana susunannya zat pelambat dan cara pemakaiannya harus mendapat
persetujuan Direksi.

1.5. Tulangan
Tulangan baja untuk beton harus tulangan baja lunak yang bulat dan polos, dipilas
panas sesuai dengan PBI. 1971 seperti ditunjukkan dalam gambar-gambar. Untuk
tiap-tiap pengiriman baja lunak yang diserahkan ke tempat pekerjaan Pemborong
harus menyediakan untuk tiap-tiap pembuatan kepada Direksi suatu hasil
pemeriksaan dari laboratorium yang disetujui oleh Direksi. Untuk tiap-tiap kiriman
tulangan anyaman baja yang dikirim ke tempat pekerjaan, Pemborong harus
menyerahkan pada Direksi satu kutipan yang diakui dari catatan-catatan pemeriksaan
dan pengujiannya yang berhubungan dengan pemuatan-pemuatan dari mana
kiriman-kiriman itu dibuat. Pemborong harus menyediakan contoh tulangan dari
gudang di lapangan, jika dibutuhkan oleh Direksi. Tulangan pada waktu
pengecoran beton harus bersih dan bebas dari kerusakan, sisik gilingan yang lepas
dan karat lepas. Batang-batang yang telah menjadi bengkok, tidak boleh diluruskan
atau dibengkokkan lagi untuk dipekerjakan tanpa persetujuan Direksi.

1.6. Penyiapan Bahan-Bahan Bangunan
Semua semen harus dikirim ke tempat pekerjaan dalam karung kertas yang
ditandai, utuh dan tertuutp sepatutnya atau bungkusan lainnya yang disetujui.
Semua semen harus disimpan dalam gudang tidak terpengaruh oleh cuaca,
dilengkapi khusus untuk maksud-maksud tersebut. Lantai dari gudang harus
dinaikkan di atas permukaan tanah untuk mencegah pengisapan air. Penyimpanan
di tempat terbuka dapat diizinkan pada pekerjaan kecil dengan penegasan tertulis dari
Direksi, dalam hal mana selalu harus ditempatkan di atas tempat yang dilindungi
dengan yang tahan air menurut persetujuan Direksi. Masing-masing kiriman semen
harus disimpan terpisah sedemikian, sehingga ada jalan masuk dengan mudah
untuk pemeriksaan dan pengujian. Setelah disetujui Direksi penggunaan semen harus
menurut urutan pengiriman. Tiap jenis batuan pasir dan kerikil maupun batu
merah dan batu-batu harus disimpan dalam petak-petak terpisah atau di halaman
yang tanahnya ditutup dengan lembaran logam atau tutup lainnya yang keras dan
bersih yang harus bisa kering sendiri dan dilindungi dari pencampuran dengan
tanah atau benda-benda lainnya yang merusak. Tulangan baja harus disimpan jauh
dari tanah yang diganjal untuk mencegah perubahan bentuknya.



Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

PASAL 02
ACUAN DAN PEKERJAAN PENYELESAIAN

2.1. Acuan
Acuan harus dibuat untuk tetap kaku selama pengecoran dan pengerasan dari beton
dan untuk memperoleh bentuk permukaan yang diperlukan. Pemborong harus
menyerahkan rencana- rencana dan penjelasan tentang acuan dan harus membuat
contoh-contoh acuan untuk mendapat pengesahan Direksi. Acuan harus dipasang
sempurna, sesuai dengan bentuk-bentuk dan ukuran yang benar dari pekerjaan beton
yang ditunjukkan dalam gambar. Cara pendukungan yang akan menghasilkan lubang-
lubang atau tali kawat yang membentang pada seluruh lebar dari permukaan beton
tidak dibenarkan. Acuan penutup harus dibuat pada permukaan beton, dimana
kemiringannya lebih curam dari 1 : 3 (1 atas 3). Acuan untuk permukaan beton harus
sedemikian rupa untuk mencegah hilangnya bahan-bahan dari beton dan
menghasilkan permukaan beton yang padat. Jika dibutuhkan oleh Direksi acuan untuk
permukaan beton yang kelihatan harus sedemikian rupa, sehingga
menghasilkan permukaan yang halus tanpa adanya garis atau kelihatan terputus. Tiap
kali sebelum pembetonan dimulai, acuan harus diperiksa dengan teliti dan dibersihkan.
Pembetonan hanya boleh dimulai apabila Direksi sudah memeriksa dan memberi
persetujuan terhadap acuan yang telah dibangun. Untuk pembetonan dicuaca panas dan
kering, Pemborong harus membuat rencana acuan dan membukanya, sehingga
permukaan-permukaan beton dapat terlihat untuk dimulai perawatan sesegera
mungkin. Acuan hanya boleh dibuka hanya dengan izin Direksi dan pekerjaan
pembukaan setelah mendapat izin harus dilaksanakan di bawah pengawasan seorang
Mandor yang berwenang. Harus diberi perhatian yang besar pada waktu
pembukaan acuan untuk menghindari kegoncangan atau pembalikan tegangan beton.
Dalam hal mana Direksi berpendapat bahwa usul Pemborong untuk membuka acuan
belum pada waktunya baik berdasarkan perhitungan cuaca atau dengan alasan
lainnya, maka ia boleh memerintahkan Pemborong untuk menunda pembukaan
acuan dan Pemborong tidak boleh menuntut kerugian atas penundaan tersebut.
Untuk pembukaan acuan harus menurut daftar dibawah ini :
a. Muka Sisi Balok, Lantai dan Dinding = 7 Hari
b. Bagian Bawah = 21 Hari

2.2. Perancah
Tiang-tiang perancah harus dipasang di atas papan kayu yang kokoh harus mudah
distel dengan baji. Tiang perancah boleh mempunyai paling banyak satu
sambungan yang tidak disokong ke arah samping. Bambu tidak boleh digunakan
untuk tiang-tiang perancah, stabilitas perlu dipikirkan terutama terhadap berat
sendiri beton, serta beban-beban lain yang timbul selama pengecoran, seperti
akibat getaran alat penggetar, berat pekerja dan lain-lain.


Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

2.3. Pekerjaan Permukaan
Untuk menyelesaikan permukaan beton dibedakan 2 (dua) jenis, sebagaimana
diuraikan berikut :
a. Penyelesaian Kasar
Penyelesaian kasar dari beton adalah penyelesaian yang
dihasilkan oleh cor yang menggunakan cetakan dari kayu
yang digergaji baik dan disambung-sambung dengan tajam dan
siku-siku.
Permukaan beton yang diacu dengan penyelesaian kasar
harus teratur bebas dari tonjolan tapi agak kasar dan dengan
tandat-tanda dari sambungan, mata-
mata kayu masih nampak. Permukaan beton yang tanpa acuan
dan ditentukan dengan penyelesaian kasar, harus digaruk rata
dengan kayu lis tetapi dengan mutu yang sama dengan muka
beton yang diacu dan dengan penyelesaian kasar.
b. Penyelesaian Halus
Penyelesaian halus adalah penyelesaian yang dihasilkan oleh
pemakaian papan kayu rata plywood atau plat baja untuk
acuan. Muka beton yang diacu dan diselesaikan dengan
halus harus bebas dari tanda-tanda kayu, lekuk-lekuk dan
lain-lain kesalahan pemotongan. Pola dari papan cetakan
harus teratur, muka beton yang diacu dengan penyelesaian
halus harus digaruk kemudian digosok dengan penggosok
kayu atau baja sampai rata dan dengan mutu yang sama seperti
yang diacu. Kecuali ditentukan lain, maka penyelesaian halus
harus dituntut permukaan beton yang tetap kelihatan. Muka
beton yang terbuka, kedap air harus digosok halus dengan
cetok baja sampai halus. Muka beton yang tampak lainnya
harus digosok dengan penggosok/lepa kayu sampai halus.
Pekerjaan menggosok harus dilakukan setelah beton cukup
keras agar tidak terjadi timbulnya air dengan butiran halus
dipermukaan. Muka beton tidak boleh diperbaikitanpa izin
Direksi sesudah dibongkar cetakannya. Kecuali ditunjukkan
pada gambar, maka sudut-sudut tajam harus dibuat tumpul
dengan ukuran 2 cm x 2 cm.








Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

KELAS BETON DAN MUTU PEKERJAAN

3.1. Kelas-Kelas Beton
Kelas-kelas beton yang dipergunakan dalam pekerjaan dan batasan dari bahan-
bahan pokok untuk tiap kelas harus sesuai dengan Standar Indonesia PBI. 1971,
NI-2 dan sifat-sifatnya yang terpenting diberikan dalam tabel berikut :

Kelas
Ukuran Max
Dari Kerikil
(mm)
Berat Min.
Dari PC
Tiap M3
Beton (Kg)
Berat
Max Dari
Air Tiap
Kg PC
Pemakaian
Tingkat
Pengawasan
K-300
Beton Prestress Pratekan
Tiang-tiang Beton
Bertulang
Bagiang Beton
Bertulang Pracetak
Lapisan Beton Tahan
Abrasi/Aus
Ketat
K-225
Beton Bertulang Untuk
Konstruksi Besar Utama
Pada Plat Beton Pracetak
Ketat
K-175
 Beton Bertulang
 Beton Masa
 Pipa
Ketat
K-125 Beton Masa Ketat
BO Lantai Kerja Ringan


Bila dipandang perlu oleh Direksi, perbandingan campuran beton akan
ditentukan/diperbaiki selama pekerjaan berlangsung, Pemborong tidak boleh
merubah perbandingan campuran beton atau sumber dan bahan-bahan tanpa
mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Direksi.

3.2. Perbandingan Campuran
Pemborong harus menentukan perbandingan bahan untuk beton sesuai dengan
kelasnya sampai mendapat persetujuan Direksi. Penentuan perbandingan di atas harus
sesuai dengan petunjuk Standar Nasional Indonesia PBI. 71, NI-2, kecuali ditentukan
lain oleh Direksi. Pemborong tidak boleh merubah perbandingan atau sumber bahan
yang sudah disetujui tanpa persetujuan dari Direksi terlebih dahulu. Persetujuan dari
Direksi tentang campuran yang diusulkan tidak akan diberikan sebelum Pemborong
mengadakan percobaan campuran dengan pengujiannya untuk tiap kelas beton dan
telah menyerahkan keterangan lengkap hasil percobannya tentang mutu pekerjaan
(faktor keadaan dan slump), kekuatan dan berat jenis kepada Direksi untuk
persetujuan. Pemborong tidak boleh mulai dengan pekerjaan sebelum usul campuran
tersebut disetujui.

Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

3.3. Campuran Percobaan (Trial Mixes)
Pemborong harus membuar campuran percobaan untuk tiap kelas beton dengan
memakai alat-alat yang sama yang akan dipakai dalam pekerjaan. Campuran percobaan
akan diizinkan bila kekuatan dari uji kubus yang diambil dari setiap kelas beton
memenuhi syarat-syarat spesifikasi untuk masing-masing klas beton. Pembuatan contoh
dan pengujian harus memenuhi Standar Nasional Indonesia NI, PBI. Tahun 1971.

3.4. Pengujian Beton
Pemborong harus melaksanakan pengujian beton menurut prosedur yang digariskan
dalam Standar Nasional Indonesia NI, PBI. Tahun 1971. Pemborong harus mengambil
contoh beton untuk test kubus dari campuran percobaan dan dari tempat penuangan
beton pada pekerjaan kemudian dirawat seperlunya dan menyerahkan kepada
laboratorium yang disetujui untuk diadakan pengujian sesuai diperintahkan. Kubus-
kubus harus dibuat dalam cetakan 15 cm x 15 cm seperti disyaratkan di dalam Standar
Nasional Indonesia NI, PBI. Tahun 1971. Pemborong harus menjaga untuk
menghindari kerusakan pada kubus-kubus uji sepanjang tahap pengujian. Selama
pengecoran, Pemborong harus selalu melakukan slump test pada saat pengecoran. Test-
test itu harus dilakukan berdasarkan Standar Nasional Indonesia NI, PBI. Tahun 1971,
kecuali ditentukan lain, maka hasil test harus sesuai dengan table 4.4.1 dari Standar
Nasional Indonesia NI, PBI. Tahun 1971. Pemborong harus pasti bahwa untuk tiap test
dibuat laporan yang menjelaskan hasil-hasil tersebut dalam satuan metrik. Pemborong
diwajibkan membuat laporan itu dengan format yang disetujui Direksi dan
penyerahannya diserahkan dalam rangkap tiga tidak lebih dari 3 hari setelah test
dilaksanakan. Pemborong harus juga menyerahkan laporan tekanan udara, temperatur
beton dan bahan-bahan beton untuk endapatkan persetujuan Direksi. Pemborong harus
menyediakan peralatan dan tenaga di lapangan untuk melaksanakan percobaan kubus,
slump dan juga alat pencatat temperatur.

3.5. Mengawasi dan Mencampur Bahan Beton
Pemborong harus mencampur dengan hati-hati bahan-bahan dari tiap beton dengan
perbandingan berdasarkan ukuran volume. Air harus ditambahkan pada bahan batuan,
pasir dan semen di dalam mesin pengaduk mekanis. Banyaknya harus menurut jumlah
paling kecil yang diperlukan untuk memperoleh pemadatan penuh. Alat pengukur air
harus menunjukkan banyaknya air yang diperlukan dan direncana agar secara otomatis
berhenti bila jumlah air tersebut sudah dialirkan ke dalam campuran dan kemudian
bahan-bahan beton seluruhnya harus benar-benar tercampur. Beton pra-campur boleh
digunakan dengan mendapat persetujuan Direksi lebih dahulu. Apabila pencampuran
beton kelas K125 diizinkan dilakukan dengan tenaga manusia, maka semen,
kerikil/koral dan pasir harus dicampur di atas lantai kayu yang rapat. Bahan-bahan
harus diaduk paling sedikit 2 (dua) kali dalam keadaan kering dan paling sedikit 3 (tiga)
kali sesudah air dicampurkan sampai campuran beton mencapai warna dan kekentalan
yang sama /merata.

Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

3.6. Mengangkut, Menempatkan dan Memadatkan Beton
Beton harus diangkut sedemikian rupa, sehingga di tempat penuangan beton masih
mempunyai mutu yang ditentukan dan kekentalan masih memenuhi dan tidak terjadi
penambahan atau pengurangan apapun sejak meningggalkan tempat adukan.
Pemborong harus mendapat persetujuan Direksi atas pengaturan yang direncanakan
sebelum pekerjaan pembetonan dimulai. Beton tidak diperbolehkan untuk dijatuhkan
dari ketinggian lebih dari 1,50 m, ketebalan beton dalam tuangan tidak boleh lebih dari
1,00 m untuk satu kali pengecoran. Pengecoran harus dilaksanakan terus menerus
sampai ketempat sambungan cor yang direncana sebelumnya. Pemborong harus
mengingat pemadatan dari beton adalah pekerjaan yang penting dengan tujuan yang
menghasilkan beton rapat air dengan kepadatan maksimum. Pemadatan harus dibantu
dengan pemakaian mesin penggetar dari jenis tenggelam, tetapi tidak mengakibatkan
bergetarnya tulangan dan acuan. Jumlah dan jenis alat getar yang tersedia untuk dipakai
pada setiap masa pembetonan harus dengan persetujuan Direksi .

3.7. Sambungan Cor
Penjelasan dari kedudukan tempat sambungan-sambungan cor harus diserahkan kepada
Direksi untuk mendapat persetujuan sebelum mulai dengan pengecoran. Penjelasan
sambungan harus ditempatkan sedemikian rupa, sehingga pengaruh dari penyusutan
dan suhu sangat diperkecil. Dimana pekerjaan beton panjang atau luas dan menurut
Direksi pelaksanannya lebih praktis, maka Pemborong harus mengatur rencana
pelaksanaan sedemikian rupa, sehingga sebelum beton baru dicorkan menyambung
yang lama, beton sudah berumur 4 (empat) minggu. Sambungan cor harus rapat air dan
harus dibentuk dalam garis-garis lurus dengan acuan yang kaku tegak lurus pada garis
tengangan pokok dan sejauh mungkin dapat dilaksanakan pada tempat gaya
lintang/geser yang terkecil. Sambungan tersebut merupakan jenis pertemuan biasa,
kecuali jika jenis lain dikehendaki oleh Direksi , sebelum beton yang baru dicor
disamping beton yang sudah mengeras, beton lama harus dibersihkan dari batuan di atas
seluruh penampangnya dan meninggalkan permukaan kasar yang dituangkan pada satu
kali pengecoran harus tidak lebih dari 1,00 m dan ukuran mendatar harus tidak lebih
dari 7,00 m, meskipun tanpa adanya persetujuan lebih dahulu dari Direksi.

3.8. Beton Pracetak
Beton pracetak harus memenuhi semua ketentuan spesifkasi sejauh itu memungkinkan.
Setiap unit pracetak harus segera ditandai dengan tanda cetakan yang tak bisa hilang
dan setelah acuan dibuka, maka selama 28 (dua puluh delapan) hari tidak boleh ada
gangguan terhadap beton.

3.9. Pembetonan Di atas Permukaan Yang Tidak Kedap Air
Pemborong tidak boleh melaksanakan pengecoran pada permukaan yang tidak kedap air
sebelum permukaan itu ditutup dengan kulit/membran kedap air atau bahan kedap
lainnya yang disetujui oleh Direksi.

3.10. Pembetonan Dalam Cuaca Yang Tidak Menguntungkan
Pemborong tidak boleh mengecor beton pada waktu hujan deras tanpa perlindungan,
Pemborong harus menyiapkan alat pelindung beton terhadap hujan dan terik matahari
sebelum pengecoran. Apabila suhu udara melebihi 35 ºC, Pemborong tidak boleh
mengecor tanpa persetujuan Direksi dan tanpa mengambil tindakan pencegahan
Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

seperlunya untuk menjaga supaya suhu beton pada waktu pencampuran dan penuangan
kurang dari 35 ºC misalnya dengan menjaga bahan-bahan beton dan acuan agar
terlindung dari matahari atau menyemprot air pada bahan batuan dan acuan.

3.11. Melindungi dan Merawat Beton
Sampai beton mengeras seluruhnya dalam waktu tidak dari 7 (tujuh) hari, Pemborong
harus melindungi beton dari pengaruh jelek dari dingin, matahari, suhu tinggi atau
rendah, pergantian atau pembalikan derajat suhu, pembebanan sebelum waktunya,
lendutan atau tumpukan dan air tanah yang merusak. Jika tidak ditentukan oleh
Direksi, permukaan beton yang kelihatan harus dijaga supaya terus basah sesudah
dicor, tidak kurang dari 7 hari untuk beton dengan Semen Portland atau 3 hari untuk
beton dengan semen yang cepat mengeras. Apabila permukaan seperti itu segera
dibuka acuannya, maka harus segera ditutupi dengan karung goni yang dibasahkan
atau pasir atau bahan-bahan lainnya yang mungkin disetujui Direksi. Pemborong
harus membuat perlengkapan khusus atau permintaan Direksi untuk perawatan dan
pembahasan yang dimaksud sepanjang masa dari 6 sampai 24 jam sesudah
pengecoran beton dengan semen yang cepat mengeras.

PASAL 04
TULANGAN BAJA

4.1. Daftar Bengkokan
Pemborong harus memahami sendiri semua penjelasan yang diberikan dalam gambar
dan spesifikasi, kebutuhan akan tulangan baja yang tepat untuk dipakai dalam
pekerjaan. Daftar bongkaran yang mungkin diberikan oleh Direksi kepada Pemborong
harus diperiksa dan diteliti. Tulangan baja harus dipotong dari batang yang lurus yang
bebas dari belitan dan bengkokan dalam keadaan dingin oleh tukang yang
berpengalaman batang dengan garis tengah 20,00 mm atau lebih lurus dibengkokkan
dengan mesin pembengkokan yang direncanakan untuk itu dan disetujui oleh Direksi.
Ukuran pembengkokan harus sesuai dengan Standar Nasional Indonesia NI, PBI. Tahun
1971 kecuali jika ditentukan lain, atau diperintahkan oleh Direksi. Bentuk-bentuk
tulangan baja dipotong sesuai dengan gambar tidak boleh menyambung tulangan tanpa
persetujuan Direksi.

4.2. Pemasangan
Pemborong harus menempatkan dan memasang tulang baja dengan tepat pada waktu
kedudukan yang ditunjukkan dalam gambar dan harus ada jaminan bahwa tulangan itu
akan tetap pada kedudukan itu pada waktu pengecoran beton, pengelasan tempel
dengan adanya persetujuan Direksi lebih dahulu dapat diizinkan untuk menyambung
tulangan-tulangan yang saling menyilang dengan sudut tegak lurus, tetapi cara
pengelasan lain tidak akan dibolehkan pengunaan ganjal, alat perenggang dan kawat
harus mendapat persetujuan dari Direksi, perenggang dari beton harus dibuat dari beton
dengan mutu yang sama seperti mutu beton yang akan dicor. Perenggang tulangan dari
besi beton dan kawat harus sepadan dengan bahan tulangannya, selimut beton yang
ditentukan harus terpelihara. Batang utama dari tulangan anyaman eks pabrik yang
berdampingan harus sebanding dengan overlap 300,00 mm dari batang melintang
Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

dengan overlap 150,00 mm. Pemborong tidak boleh mengecor beton penutup tulangan
sebelum Direksi memeriksa dan menyetujuinya.

4.3. Selimut Beton
Kecuali ditentukan lain dalam gambar, tulangan baja harus dipasang sedemikian hingga
terdapat selimut/penutup minim sampai permukaan penyelesaian beton, sebagai berikut:

Kelas beton
Jenis Pekerjaan Selimut
Minimum
(mm)
K-300
Beton prestress tiang beton bertulang bagian-bagian
pracetak
25
K-300 Bidang yang terkena gesekan atau pada air laut 50
K-225 Pekerjaan- pekerjaan umumnya 40
K-175 Pelat beton pracetak pipa beton 25
K-175 Beton bertulang umumnya 40


BAB VI PASANGAN BATU
PASAL 01
BAHAN-BAHAN

1.1. Batu
Batu dipakai pada pekerjaan yang ditunjukkan dalam gambar-gambar seperti pasangan
batu, haruslah batu yang bersih dan keras, tahan lama dan sejenis menurut persetujuan
Direksi dan bersih dari campuran besi, noda-noda, lubang-lubang, pasir, cacat atau
ketidaksempurnaan lainnya. Batu tersebut harus diambil dari sumber yang disetujui
Direksi. Semua pasangan batu untuk pondasi harus dilaksanakan dengan adukan 1 Pc :
4 Ps.

1.2. Bata
Semua bata harus memenuhi Standar Nasional Indonesia NI-10, baru dan bermutu
paling baik dari masing-masing jenis, bata harus keras, utuh dan dibakar dengan baik
sama ukurannya, kuat, lurus dan tajam sudut-sudutnya, harus diperoleh dari pabrik yang
disetujui oleh Direksi Contoh dari bata harus diserahkan kepada Direksi untuk
mendapat persetujuan. Tiap-tiap kiriman yang diantar ke tempat kerja harus sama
mutunya dengan contoh yang sudah disetujui dan disimpan oleh Direksi. Bata yang
diantar ke tempat kerja harus dibongkar dari kendaraan dengan tangan dan dijaga
supaya tidak patah, tumpukan bata maksimum tingginya 1,00 meter supaya tidak pecah-
pecah akibat berat sendiri.

1.3. Adukan
Jika tidak ditentukan lain, adukan untuk pekerjaan pasangan trasraam (kedap air) harus
dibuat dari Semen Portland dan Pasir dengan perbandingan isi 1 Pc : 2 Ps, sedangkan
Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

untuk pekerjaan dinding dibuat dengan perbandingan isi 1 Pc : 4 Ps atau seperti
ditentukan dalam gambar untuk tiap jenis pekerjaan (selanjutnya dipakai singkatan Pc
untuk Portland Cement, Ps untuk Pasir, Kr untuk kerikil dalam perbandingan suatu
adukan). Pasir harus sama dengan yang diisyaratkan untuk pekerjaan beton pasal 3.1.2.
Pasir haruslah mempunyai gradasi yang baik dan kasaran yang memungkinkan untuk
menghasilkan adukan yang baik. Semen haruslah Porland Cement seperti yang
dimaksud pasal 3.1.1. Air yang dipakai untuk membuat adukan haruslah memenuhi
pasal 3.1.3 dari spesifikasi ini. Air harus diberikan dalam jumlah cukup/sesuai untuk
menghasilkan adukan yang baik. Cara alat yang dipakai untuk mencampur haruslah
sedemikian rupa, sehingga jumlah dari setiap bahan adukan bisa dikontrol dan
diketemukan secara tepat sesuai persetujuan Direksi. Apabila mesin aduk yang dipakai,
bahan adukan kecuali air harus dicampur lebih dahulu di dalam mesin selama paling
tidak 2 menit. Bila pengadukan dilakukan dengan tangan bahan adukan harus dicampur
di dalam semacam kotak diaduk 2 kali secara kering dan akhirnya 3 kali setelah
diberikan sampai adukan sewarna semua dan merata. Adukan harus dicampur sebanyak
yang diperlukan untuk dipakai dan adukan yang tidak dipakai selama 30,00 menit harus
dibuang. Pemakaian kembali adukan tersebut tidak diperkenankan. Kotak untuk
mengaduk harus dibersihkan setiap akhir dari hari kerja.

1.4. Penyimpanan dari Bahan-Bahan
Semen dan Pasir untuk adukan harus disimpan seperti yang diisyaratkan pada pasal
3.1.6. dan juga harus dilindungi dengan atap atau penutup lain yang tahan air.

PASAL 02
PEKERJAAN BATA
2.1. Pasangan
Kecuali ditentukan lain, pekerjaan bata harus dipasang menurut ikatan teknis yang
disetujui Direksi. Bata harus dipasang menurut garis-garis dengan arah mendatar tegak
dan ukuran sesuai yang diperlihatkan dalam gambar. Sesaat sebelum dipasang, bata
dicelupkan lebih dahulu ke dalam air dan sebelum meneruskan sisa pekerjaan yang
belum selesai, permukaan sambungan yang kelihatan juga harus disiram air. Umumnya
tebal sambungan siar mendatar tidak boleh lebih dari 0,60 cm dan tegak 1,00 cm atau
dengan ukuran lainnya yang disetujui oleh Direksi dan seluruh sambungan harus penuh
diisi dengan adukan. Jika tidak ditentukan lain, adukan yang dipakai menurut
perbandingan isi 1 Pc : 2 Ps untuk pasangan kedap air dan 1 Pc : 4 Ps untuk pasangan
biasa atau yang lainnya yang diperintahkan Direksi. Pekerjaan bata harus
diselenggarakan secara teratur lapis dan tidak boleh ada lapisan yang 1,00 meter lebih
tinggi terhadap yang lainnya, bagian akhir sementara harus bertangga (bukan bergigi).
Pemasangan dan perlindungan pekerjaan bata harus dilakukan dengan hati-hati pada
waktu cuaca panas dan cara perawatan pekerjaan yang telah selesai sama dengan yang
ditentukan untuk pekerjaan beton.


Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

2.2. Penyelesaian Sambungan
Kecuali ditentukan lain, sambungan dengan adukan 1 Pc : 4 Ps yang kelihatan harus
disiar rata dan halus. Pada waktu pekerjaan sedang berlangsung harus dijaga supaya ada
keseragaman warna. Semua sambungan yang tidak kelihatan harus diisi rata dengan
adukan.


PASAL 03
PASANGAN BATU
3.1. Ukuran Batu
Pasangan batu harus dari batu yang dipecahkan dengan palu secara kasar dan berukuran
sembarangan, sehingga kalau dipasang bisa saling menutup. Setiap batu harus
mempunyai berat antara 6,00 Kg sampai 25,00 Kg, akan tetapi batu yang lebih kecil
dapat dipakai atas persetujuan Direksi. Ukuran maksimum harus menperlihatkan tebal
dinding, tetapi harus memperlihatkan batasan berat seperti di atas. Sebagai contoh,
sebuah batu berukuran 20 x 20 x 25 cm akan mempunyai berat kira-kira 25,00 Kg.

3.2. Alas dan Sambungan
Tiap batu untuk pasangan harus seluruhnya dibasahi dahulu sebelum dipasang dan
harus diletakkan dengan alasnya tegak lurus kepada arah tegangan patok. Setiap batu
harus diberi alas adukan, semua adukan diisi padat dengan adukan pada waktu
pekerjaan berlangsung. Tebal adukan tidak lebih dari 50,00 mm lebarnya, serta tidak
boleh ada batu berimpit satu sama lainnya. Batu pasak tidak boleh disisipkan sesudah
semua batu selesai dipasang.

3.3. Pasangan Batu Muka
Pada pasangan batu yang terlihat dibuat pasangan batu muka, batu muka harus
mempunyai bentuk seragam dan bersudut dengan ukuran minimal 15,00 cm, kecuali
ada permintaan lain dari Direksi. Permukaan batu muka harus rata setelah dipasang.
Pasangan batu muka harus bersatu dengan batu-batu belah yang dipasang di dalamnya
dan paling sedikit ada batu pengikat (pengunci) untuk tiap-tiap meter persegi.
Pemasangan batu muka harus dikerjakan secara bersama-sama dengan pasangan batu
inti agar supaya pengikat dapat dipasang dengan sebaik-baiknya. Batu harus dipilih dan
diletakkan dengan hati-hati, sehingga tebal adukan tidak kurang dari pada rata-rata 1,00
cm. Semua pekerjaan batu muka yang kelihatan harus disiar, adukan untuk siaran harus
campuran 1 Pc: 2 Ps, kecuali ditentukan lain oleh Direksi. Sebelum pekerjaan siaran
dimulai semua bidang sambungan diantara batu muka harus dikorek sebelum adukan
mengeras (atau dibetel untuk pasangan lama). Pekerjaan siar dapat dibagi atas :
a. Siar tenggelam (masuk ke dalam + 1,00 cm dari permukaan batu).
b. Siar rata (rata dengan permukaan batu).
c. Siar timbul (timbul 1,00 cm lebar tidak kurang 2,00 cm).
Kecuali ditentukan lain semua pekerjaan siar harus siar tenggelam.

Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

3.4. Perlindungan dan Perawatan
Dalam membangun pekerjaan batu dalam cuaca yang tidak menguntungkan dan dalam
melindungi dan merawat pekerjaan yang telah selesai, Pemborong harus memenuhi
persyaratan yang sama seperti yang ditentukan untuk beton. Pekerjaan pasangan tidak
boleh dilaksanakan pada hujan deras atau pada hujan yang cukup lama yang dapat
mengakibatkan adukan larut. Adukan yang telah dipasang dan larut karena hujan harus
dibuang dan diganti sebelum pekerjaan pasangan selanjutnya diteruskan. Pekerja tidak
boleh berdiri di atas pasangan batu atau pasangan batu kosong yang belum mantap.

3.5. Urugan Kembali
Sebelum melaksanakan Urugan Kembali pada muka pasangan batu yang tak kelihatan,
pasangan batunya harus diplester kasar dengan adukan 1 Pc : 5 Ps setebal 2,00 cm
(berapen). Urugan tidak boleh dilaksanakan sebelum mendapat persetujuan Direksi dan
bahan urugan harus pasir yang kasar dan mudah dilalui air. Kerikil yang teratur
ukurannya sehingga dapat mencegah kehilangan pasir harus dipasang pada akhir lubang
pembuang air.

PASAL 04
PEKERJAAN PERLINDUNGAN

4.1. Penyiapan Permukaan Tanah Untuk Lantai Kerja
Pemborong harus menyiapkan permukaan galian tanah untuk pondasi dengan lapisan
lantai kerja menurut yang ditentukan. Kemudian penyaringan kerikil seperti ditentukan,
ditekankan ditempatkan di atas permukaan yang rata dan sejajar dengan permukaan
yang direncanakan untuk lantai kerja.

4.2. Pekerjaan Plesteran
Apabila permukaan dinding dan lantai dari pasangan batu kali yang ada maupun yang
baru harus diplester dengan adukan 1 Pc : 4 Ps. Adukan untuk pekerjaan plesteran harus
memenuhi persyaratan pada pasal 4.1.3. untuk bahan dan campuran. Pekerjaan
plasteran dikerjakan secara dua lapis sampai ketebalan 2,00 cm. Apabila tidak
diperintahkan lain pasangan harus diplester pada bagian atas dari dinding. Pertemuan
pasangan (plesteran sudut) selebar 8,00-10,00 cm untuk bangunan kecil dan 15,00 cm
untuk bangunan besar, sedangkan pada samping kusen pintu-pintu, diplester tegak
selebar 20,00 cm plesteran. Sebelum pekerjaan plesteran dilakukan, maka bidang dasar
harus dibuat bersih dan kasar. Pekerjaan plesteran harus rata, lurus, rapi, dan halus.
Setelah pekerjaan plesteran cukup kering kemudian harus dipelihara dengan siraman air
secara rutin.





Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

BAB VII
PEKERJAAN KAYU DAN BAJA RINGAN

PASAL 01
BAHAN-BAHAN DAN MUTU PEKERJAAN

1.1. Spesifikasi Standar
Kecuali ditentukan lain semua bahan dan mutu pekerjaan harus memenuhi Standar Nasional
Indonesia yang berlaku. Spesifikasi standar yang sama sebagai pengganti dapat
ditambahkan sesuai yang dikehendaki oleh Direksi. Semua bahan yang belum termasuk
dalam spesifikasi di atas haruslah macam bahan kelas satu. Bila Pemborong mengajukan
bahan yang berbeda dengan standar di atas, maka harus menyertakan penjelasan dari
standarnya di dalam Penawarannya.


1.2. Kayu
Kayu yang dipakai untuk konstruksi harus kayu kelas III yang telah diawetkan sesuai
dengan Standar Nasional Indonesia PUBI 1982. Jenis Kayu yang akan digunakan untuk
beberapa item pekerjaan, adalah :
 Rangka Plafond dan Penggantung, Kayu Kelas III (5/5 cm),
 Daun Pintu Panil, Rangka Pintu dan Bingkai Jendela, Kayu Kelas II (3/20 cm, 3/10
cm),
 Kusen Pintu/Jendela dan Jalusi, Kayu Kelas II (6/12 cm, 2/10 cm, 4/4 cm),
 Listplank, Kayu Kelas II (2x3/20 cm), dsb.


1.3. Baja Ringan
Baja Ringan yang dipakai untuk konstruksi sesuai dengan Standar Nasional Indonesia.
 Kuda-kuda, kanal C (baja ringan) 6000 x 75 x 40 x 1 mm







Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

 Reng, kanal U (baja ringan) 6000 x 30 x 40 x 0.6 mm




1.4. Penyambungan Di Tempat Pekerjaan
Kayu yang dipakai sedapat mungkin harus memakai sambungan baut, apabila tidak
memungkinkan bisa dipakai sambungan dengan las, dengan syarat penyiapan
permukaan yang akan dilas dikerjakan di pabrik dan dijaga agar tetap bersih sewaktu
pengirimannya ke tempat pekerjaan.
Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

BAB VIII
PEKERJAAN PENUTUP ATAP DAN LANGIT-LANGIT
PASAL 01
BAHAN-BAHAN

1.1. Spesifikasi Standar
Kecuali ditentukan lain semua bahan dan mutu pekerjaan harus memenuhi Standar
Nasional Indonesia yang berlaku.
Spesifikasi standar yang sama sebagai pengganti dapat ditambahkan sesuai yang
dikehendaki oleh Direksi.
Semua bahan yang belum termasuk dalam spesifikasi di atas haruslah macam bahan kelas
satu. Bila Pemborong mengajukan bahan yang berbeda dengan standar di atas, maka harus
menyertakan penjelasan dari standarnya di dalam Penawarannya.

1.2. Penutup Atap
Jenis Penutup Atap yang dipakai adalah Spandec dan bubungan berkualitas baik.
Pemborong diwajibkan mengajukan contoh terlebih dahulu untuk disetujui oleh Konsultan
Pengawas, jika dianggap perlu dapat diperiksa di laboratorium bahan. Bahan penutup atap
tersebut dipasang di atas gording dengan jarak sesuai dengan gambar yang ada.

1.3. Langit-Langit
Lingkup pekerjaan Langit-Langit, antara lain :
- Pasangan rangka dan penggantung,
- Pasangan plafond ( tripleks),
- Pasangan list plafond.
Bahan-bahan :
- Pasangan rangka dan penggantung, sesuai Pasal 7, 2.1.
- Pasangan plafond, Tripleks 0,60 x 1,20 m tebal 3 mm yang berkualitas baik
- Pasangan list plafond menggunakan kayu jenis kelas III dengan ukuran 1 x 3 cm.
Sebelum dipasang, Pemborong harus memeriksa apakah konstruksi penggantung sudah
rata dan sesuai pada ketinggian yang tertera pada gambar. Seluruh struktur harus
berhubungan kuat, ditahan dengan baik oleh struktur kuda-kuda dan dinding. Kayu
kerangka diserut rata, datar pada semua arah dan tidak melengkung serta pada salah satu
sisi yang akan ditempati bidang langit-langit harus diserut/diketam rata.
Lembaran (eternit, tripleks) dipasang pada kerangka kayu dengan sistem pemakuan pada
setiap jarak 10 – 15 cm.







Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3



BAB IX
PEKERJAAN KACA DAN PENGUNCI
PASAL 01
BAHAN-BAHAN DAN MUTU BAHAN

1.1. Spesifikasi Standar
Kecuali ditentukan lain semua bahan dan mutu pekerjaan harus memenuhi Standar
Nasional Indonesia yang berlaku. Spesifikasi standar yang sama sebagai pengganti
dapat ditambahkan sesuai yang dikehendaki oleh Direksi. Semua bahan yang belum
termasuk dalam spesifikasi di atas haruslah produksi dalam negeri. Bila Pemborong
mengajukan bahan yang berbeda dengan standar di atas, maka harus menyertakan
penjelasan dari standarnya di dalam Penawarannya.

1.2. Kaca
Kaca yang dipakai untuk pasangan daun jendela dan pasangan kaca mati adalah kaca
bening dengan ukuran 5,00 mm dan disesuaikan berdasarkan gambar.
Tempat dimana kedudukan kaca akan dipasang harus bersih dan rata. Sistem
pemotongan kaca sebaiknya diberi toleransi untuk pemuaiannya, dipasang dengan list
kaca ukuran 1 x 3 cm.

1.3. Pengunci/Penggantung
Bahan Kunci untuk daun pintu ruang kelas menggunakan kunci tanam 2 slag dan
bilamana menggunakan daun pintu ganda, maka harus dilengkapi dengan espanyolet.
Untuk ruang KM/WC menggunakan kunci tanam 1 slag.
Dalam pekerjaan pasangan engsel untuk semua daun pintu dipakai engsel dengan ring
nylon sebanyak 3 (tiga) buah tiap daun, sedangkan pada jendela dipakai ring nylon 2
(dua) buah tiap daun. Adapun merk dari bahan kunci tanam minimal sekualitas Yale
tipe double turn cylinder, sedangkan untuk engsel, grendel putar, grendel tanam pegas
dipakai yang berkualitas baik. Semua bahan penggantung dan pengunci sekualitas dan
baik sesuai persetujuan Konsultan Pengawas. Pemborong harus menyerahkan contoh
tiap alat pengunci/penggantung kepada Konsultan Pengawas.


BAB X
PEKERJAAN PENUTUP LANTAI
PASAL 01
BAHAN-BAHAN
1.1. Umum.
a. Pekerjaan Lantai/pemakaian bahan bahan dapat dilihat dari gambar–gambar
bersangkutan.
b. Harus menghasilkan bidang yang betul-betul rata, bebas dari retak-retak dan tidak
goyah.
Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

c. Setelah duduk pada tempatnya secara kokoh, lantai disiram dengan air semen
sedemikian sehingga saus semen mengisi seluruh celah-celah sambungan, lebar alur
harus sama dengan 2mm dan merupakan garis lurus, semen pengisi yang digunakan
harus mempunyai warna yang sama dengan warna material penutup lantai.
d. Seluruh pasangan Ubin menggunakan campuran adukan 1Pc : 4Psr kecuali
disebutkan lain.
e. Penyetelan Ubin pada tempat-tempat tertentu menggunakan ubin Plint tinggi 15 cm.
hasil produksi dan pabrik ubin yang sama pada tepi lobang pintu.
f. Pemasangan Ubin yang tidak sesuai dengan ketentuan serta menunjukkan hasil yang
tidak baik, maka oleh Konsultan Pengawas dapat mempertimbangkan untuk
membongkar Sebagian atau seluruhnya diperbaiki atau diulang dengan tanggungan
Pemborong sepenuhnya.
g. Pemborong Wajib menunjukkan contoh ubin yang akan digunakan untuk
mendapatkan pilihan dan persetujuan tertulis dari pembedri Tugas/ Konsultan
Pengawas setelah berkonsultasi dengan pemberi Tugas.
h. Terdapat ukuran-ukuran/pei-peil yang tidak sesuai gambar segera diberitahukan
kepada Konsultan Pengawas setelah kemudian akan memberikan Keputusannya.

1.2 Pekerjaan Lantai Keramik
a. Lantai Pekerjaan.
Penyediaan Bahan Penutup lantai dan bahan perekat, persiapan/ pembersihan lantai
yang akan dipasang serta pemasangan pada lantai yangsesuai yang tertera dalam gambar
b. Bahan.
Bahan penutup lantai adalah ubin keramik produksi dalam Negeri, Roman atau setaraf
dengan persetujuan Direksi/Pengawas

 Keramik lantai berukuran 20 x 20 dan 30 X 30 cm, warna putih tidak bermotif pada
KM/WC dan Meja Beton.

c. Pemasangan.
 Lantai dimana ubin akan dipasang harus sudah rata dan sesuai dengan peil rencana.
 Ubin keramik yang dipasang ,baru boleh diinjak setelah mencapai umur minimal 7
(tujuh) hari.


1.3 Pekerjaan Pasangan ubin Keramik pada Dinding.
a. Lingkup pekerjaan Penyediaan bahan plint keramik dan bahan perekat
persiapan/pembersihan permukaan dinding yang akan dipasang serta pemandangan
pada dinding sesuai dengan gambar
b. Bahan. Bahan plint keramik adalah ubin-ubin keramik produksi dalam negeri, Roman
atau setaraf dengan persetujuan direksi / pengawas.
 Keramik meja Beton ukuran 30 X 30 cm, warna tidak bermotif/polos, atau warna lain
yang disetujui oleh pemberi tugas.
 Untuk lantai KM/WC ukuran 20 X 20 cm, dan untuk dinding ukuran 20 x 30 warna
putih tidak bermotif / polos, atau warna lain yang disetujui oleh pemberi tugas
 Untuk lantai KM/WC ukuran 20 X 20 cm, dan untuk dinding ukuran 20 x 30 warna
putih tidak bermotif / polos, atau warna lain yang disetujui oleh pemberi tugas.
Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3

c. Pemasangan
 Bidang-bidang yang dipasang ubin harus rata sesuai yang dikehendaki.
 Permukaan keramik dengan bahan perekat adukan semen pasir (1 : 3) setebal
minimal 2,5 cm dan siar (naad) max 2mm diisi bahan khusus yang sama dengan
warna dasar keramiknya.
 Pola pemasangan ubin jika terdapat dalam gambar maka pemborong harus
menyanyakan kepada konstruksi pengawas.

Setelah siar-siar terisi, saluran permukaan keramik-keramik harus segera dibersihkan dan
jangan sampai sisa-sisa semen tadi mengeras di atas.

PEKERJAAN PENGECATAN
PASAL 01
BAHAN-BAHAN DAN SYARAT-SYARAT

1.1. Spesifikasi Standar
Kecuali ditentukan lain semua bahan dan mutu pekerjaan harus memenuhi Standar
Nasional Indonesia yang berlaku. Spesifikasi standar yang sama sebagai pengganti dapat
ditambahkan sesuai yang dikehendaki oleh Direksi. Semua bahan yang belum termasuk
dalam spesifikasi di atas haruslah kualitas terbaik dari produksi lokal. Bila Pemborong
mengajukan bahan yang berbeda dengan standar di atas, maka harus menyertakan
penjelasan dari standarnya di dalam Penawarannya.

1.2. Jenis Bahan dan Persyaratan
- Cat Kayu Cat Kayu yang digunakan adalah setaraf produksi Warna Agung (Glotex)
atau sekualitas.
- Cat Tembok Cat Tembok untuk tembok bagian dalam dan luar serta bagian beton
menggunakan cat produksi ICI (Metrolite) atau yang sekualitas.

- Cat Dasar yang digunakan merk Vinilex atau sejenis

- Cat Seng yang digunakan minimal menggunakan merk Gelatik atau sekualitas.
Pelaksanaan pekerjaan Pengecatan Kayu sebelum dimulai, diharuskan bagi
Pemborong untuk menjamin apakah permukaan/bidang kayu yang akan dicat sudah
licin. Permukaan kayu harus dibersihkan dari debu dan kotoran lain dan telah diberi
cat dasar (cat meny), dempul kemudian digosok hingga rata agar hasil dari
pengecatan penutup dapat mengkilap dan dilakukan dengan 2 (dua) kali laburan.

Pelaksanaan pekerjaan Pengecatan Tembok sebelum dimulai, sebaiknya diberi kesempatan
maksimum untuk mengering. Semua plesteran atau dasar dinding semen yang cacat harus
dibenahi atau diperbaiki dahulu dengan plesteran sejenis. Retak-retak kecil yang timbul
harus ditutup, sedangkan retak yang cukup besar harus dibongkar dan diisi kembali hingga
permukaannya rata. Sebelum permukaan dinding/tembok dicat harus diberikan lapisan cat
dasar atau plamur tembok/acian dan bersih dari kotoran/lemak kemudian digosok hingga
rata agar hasil dari pengecatan penutup baik serta memuaskan.
Spesifikasi Teknis Pekerjaan July, 2013


J
u
l
y
,

2
0
1
3


BAB XII
PEKERJAAN AKHIR

Pekerjaan Akhir merupakan pekerjaan pembersihan areal pekerjaan sebelum pelaksanaan
penyerahan pekerjaan diserahterimakan. Pekerjaan Akhir, meliputi :
 Pembersihan lantai dari bekas adukan/campuran,
 Pembersihan dinding, kusen, plafond, dan lain-lain yang sudah dicat,
 Pembersihan kaca jendela,
 Pembersihan halaman dari bahan-bahan bangunan yang tersisa dan masih
terdapat di sekitar bangunan untuk segera diangkut keluar dari lokasi
pekerjaan,
 Pembersihan bangunan sementara yang berupa keet, gudang, bangsal kerja
agar dibongkar dan diangkut keluar dari lokasi pekerjaan.




Dibuat,
KONSULTAN PERENCANA
CV. ANUTA PURA






Team Leader