You are on page 1of 25

PRINSIPD

Analisa
Analisa
selama d
atau oleh
gaya seh
(Gambar
tersebut
berubah,
gaya seh
2.1.d). T
perubaha

Ga
DASARGEOLO
kinematika
kinematika
deformasi, y
h pergeraka
hingga lokas
r 2.1.a). A
mengalami
, maka bend
hingga bent
Total deform
an-perubaha
D =
ambar 2.1
OGISTRUKTU
ANA
dilakukan
berhubung
yang ditimb
an internal
si atau posi
Apabila dike
i rotasi (Ga
da tersebut
tuknya beru
masi yang
an tersebut d
= Translasi
1. Sebuah
terdefor
rigid, (D
rigid (D
UR
ALISA K
setelah anal
gan dengan
bulkan oleh
di dalam b
isinya berub
enai gaya
ambar 2.1.b
mengalami
ubah, maka
terjadi (D)
di atas :
+ Rotasi + D
benda (C)
masi melalu
D) dilation b
avis dan Re
II
KINEMA

lisa deskrip
pengenalan
pergerakan
benda terseb
bah, maka b
sehingga o
b). Apabila
dilation (G
benda ters
) dapat did
Dilation + D

di tengah
ui (A) transl
benda non-r
ynolds, 199
ATIKA
tif selesai d
n dan peng
n sebuah ben
but. Apabila
benda terseb
orientasinya
dikenai ga
Gambar 2.1.
sebut meng
definisikan
Distorsi
h gambar
lasi benda r
rigid, dan (E
6).
dikerjakan (
ggambaran
nda secara
a sebuah be
but mengala
berubah,
aya sehingg
c). Dan apa
galami disto
sebagai kom
(2-1)
(bujursangk
rigid, (B) ro
E) distorsi b
(lihat Bab I
"perubahari
keseluruhan
enda dikena
ami translas
maka bend
ga ukuranny
abila dikena
orsi (Gamba
mbinasi dar

kar abde)
otasi benda
benda non-
).
i"
n,
ai
si
da
ya
ai
ar
ri
PRINSIPDASARGEOLOGISTRUKTUR

Analisa kinematika adalah rekonstruksi dari pergerakan yang terjadi selama pembentukan
dan deformasi batuan (Davis dan Reynolds, 1996). Analisa kinematika dilakukan pada
semua skala, dari submikroskopik sampai regional. Analisa kinematika dilakukan dengan
hanya memperhatikan perubahan lokasi, orientasi, dan bentuk dan ukuran (strain), yang
terjadi pada batuan, tanpa menginterpretasikan gaya atau tekanan yang menyebabkan
perubahan-perubahan tersebut.
Dalam analisa kinematika, terdapat dua kategori reaksi dan kelakuan benda selama
deformasi, yaitu : (i) rigid dan (ii) non-rigid (Gambar 2.1). Selama deformasi benda rigid
(rigid body deformation), batuan ditranslasikan dan dirotasikan sedemikian rupa sehingga
ukuran dan bentuk awalnya tetap. Gambar 2.1.a dan 2.1.b merupakan contoh skematik
translasi dan rotasi benda rigid, di mana pada deformasi ini tidak terdapat perubahan
konfigurasi titik-titik yang terdapat di dalam kotak abde. Selama deformasi benda non-rigid
(non-rigid body deformation), batuan mengalami perubahan ukuran dan bentuk. Gambar
2.1.c dan 2.1.d merupakan contoh skematik deformasi benda non-rigid (dilation dan
distorsi) yang ditimbulkan oleh perubahan konfigurasi titik-titik di dalam kotak abde.
Pada umumnya, deformasi benda rigid dan deformasi benda non-rigid beroperasi secara
bersamaan. Pergerakan sesar pada umumnya dianggap sebagai pergerakan benda rigid,
tetapi apabila sesar-sesar tersebut terletak berdekatan (membentuk zona) pergerakannya
dapat menghasilkan deformasi benda non-rigid.

TRANSLASI

Selama translasi murni, sebuah tubuh batuan berpindah sedemikian rupa sehingga semua
titik di dalam tubuh batuan tersebut bergerak pada arah yang sejajar dan sama panjang.
Translasi terjadi pada tubuh batuan yang rigid, misalnya pada lapisan-lapisan batuan yang
saling bergeser pada bidang perlapisan ketika mengalami perlipatan (flexural slip) dan pada
pergerakan lempeng-lempeng bumi.
Translasi benda rigid dapat diekspresikan secara tepat dan mudah dalam hubungannya
dengan vektor pergerakan (displacement vector). Dalam hal ini, translasi digambarkan ke
dalam tiga parameter (Ramsay, 1969), yaitu : (i) jarak transport (distance of transport),
dapat berkisar dari skala milimeter sampai ratusan kilometer, (ii) arah transport (direction
of transport), diekspresikan dengan arah (trend) dan penunjaman (plunge) dari garis
pergerakan, dan (iii) polaritas transport (sense of transport). Sebagai contoh, konsep vektor
pergerakan dapat diterapkan untuk menganalisa pergerakan sesar, yaitu dalam penggunaan
vektor slip untuk gores-garis (slickenside). Dengan mengetahui dua buah titik referensi
yang berhimpit sebelum pensesaran, kita dapat menentukan pergerakan relatif sebenarnya
(slip) dan juga besar total pergerakan (net slip) dari sesar tersebut.

PRINSIPDASARGEOLOGISTRUKTUR


ROTASI

Rotasi merupakan konsep yang sangat penting dan umum terjadi dalam deformasi batuan,
misalnya dalam perlipatan dan pensesaran. Rotasi merupakan operasi benda rigid yang
merubah posisi titik-titik pada suatu benda, di mana perubahan posisi ini paling mudah
digambarkan dengan menggunakan perputaran pada sumbu-sumbu tertentu. Perubahan
posisi dtik-titik ini digambarkan dengan : (i) orientasi sumbu rotasi (arah dan penunjaman),
(ii) polaritas rotasi (searah atau berlawanan arah dengan perputaran jarum jam), dan (iii)
besarnya rotasi (diukur dengan besaran sudut dalam derajat).


STRAIN

Konsep Umum

Strain dari sebuah benda adalah perubahan ukuran clan bentuk yang dialami oleh benda
tersebut selama deformasi. Strain dapat menghasilkan dilation (perubahan ukuran) atau
distorsi (perubahan bentuk), atau kombinasi dari keduanya. Jarak dan konfigurasi relatif
titik-titik di dalam benda yang telah mengalami strain tidak sama dengan sebelum benda
tersebut mangalami strain. Analisa strain dilakukan untuk menggambarkan perubahan
ukuran dan bentuk yang telah terjadi selama deformasi benda non-rigid, dan
menggambarkan bagaimana setiap garis telah berubah panjang dan orientasi relatifnya.
Strain disebut sebagai homogen jika perubahan ukuran clan bentuk, untuk setiap bagian
kecil benda dan untuk benda secara keseluruhan, sama clan sebanding (Gambar 2.2.a
bagian atas). Agar kondisi homogen ini berlaku, maka strain pada keseluruhan bagian
benda haruslah bersifat sistematik clan seragam. Pada kondisi homogen ini, sebelum dan
sesudah deformasi, permukaan planar tetap planar, garis lurus tetap lurus, clan bidang-
bidang dan garis-garis paralel tetap paralel. Strain disebut sebagai inhomogen jika
perubahan ukuran dan bentuk, untuk setiap bagian kecil benda dan untuk benda secara
keseluruhan, berbeda clan tidak sebanding (Gambar 2.2.a bagian bawah). Pada kondisi
inhomogen ini, sebelum dan sesudah deformasi, permukaan planar menjadi lekuk, garis
lurus menjadi lengkung, dan bidangbidang dan garis-garis paralel pada umumnya menjadi
tidak parallel.

Perbedaan antara strain homogen dan strain inhomogen* yang cukup jelas dapat diamati
pada struktur lipatan (Gambar 2.2.b).



* Istilah lain yang sering digunakan untuk strain homogen dan strain inhomogen adalah deformasi homogen
dan deformasi inhomogen.
PRINSIPD


Pada pem
memperh
deformas
sebuah b
konsep d
keadaan
menghas
oleh sebu

Gambar
Secara
menggun
yang tel
lingkaran
menjadi
bagaiman
namun p
untuk m
terdeform
penjumla


Perubah

Terdapat
panjang g

DASARGEOLO
mbahasan st
hatikan kea
si (selama
benda dari k
deformasi p
strain yan
silkan strain
uah benda d
r 2.2. a. Jeni
b. Str
d
m
(Park

konvension
nakan strain
lah diakomo
n referensi i
dua jenis
na sebuah li
pada setiap t
menggambar
masi. Finite
ahan dari se
han Panjang
t dua parame
garis : (i) ex
OGISTRUKTU
train di atas
adaan-keada
proses def
keadaan sebe
progresif (p
ng dialami
n path, sedan
disebut state
is dan distri
rain pada lip
dianggap m
merupakan b
, 1989).
nal, strain
n ellipse. St
odasi oleh
imajiner ber
: (i) instan
ingkaran dip
tahap penin
rkan strain
e strain ellip
emua kompo
g Garis (Lin
eter yang da
xtension (e)
UR
, strain hany
aan strain y
formasi ber
elum terdef
progressive
oleh sebu
ngkan hasil
e of strain.
busi strain d
patan, daera
mengalami
bagian yang
di dalam
train ellipse
benda geo
rubah sebag
taneous str
pengaruhi o
ngkatannya
total yang
pse merupak
onen-kompo
near Strain)
apat digunak
dan (ii) stre
ya dilihat pa
yang berke
rlangsung).
formasi samp
deformatio
uah benda
akhir dari s
dalam defor
ah H rnerup
strain hom
mengalami
benda-ben
e menggamb
logi, dan m
gai hasil dist
rain ellipse,
oleh deforma
sangat kecil
g dialami o
kan hasil ak
onen peningk
)
kan untuk me
etch (S).
ada awal dan
embang di
Konsep ya
pai keadaan
on). Penggam
selama def
semua defor
rmasi batuan
akan bagian
mogen, sed
strain inhom
nda geologi
barkan disto
menggamba
torsi. Strain
digunakan
asi yang me
l (ii) finite s
oleh sebuah
khir dari de
katan deform
enggambark
n akhir defo
antara awa
ang memba
n akhir defo
mbaran uru
formasi pro
rmasi yang t
n.
n lipatan ya
dangkan d
mogen.
i digambar
orsi (peruba
rkan bagaim
n ellipse dap
untuk men
eningkat sec
strain ellips
h lingkaran
formasi, da
masi.
kan perubaha
ormasi, tanp
al dan akhi
ahas geraka
rmasi adala
utan keadan
ogresif aka
telah dialam

ang dapat
daerah I
rkan denga
ahan bentuk
mana bentu
pat dibedaka
nggambarka
cara bertahap
se, digunaka
n yang tela
n merupaka
an pada
pa
ir
an
ah
n-
an
mi
an
k)
uk
an
an
p,
an
ah
an
PRINSIPD


di mana
sebagai
extension


Contoh p
analisa ti
bab berik
bahwa e

Extensio
e=

8 cm
5

Stretch


DASARGEOLO
l
o
= panjang
elongation
n dan stretch
perhitungan
iga dimensi
kutnya) nota
dan S diuku
on (e) = (lf
m 5 cm = 0.
5 cm
(s) = l
f
/ l
o
=

Gambar 2
OGISTRUKTU


g awal dan
dan nilai
h dapat dih:

n perubahan
dan dalam
asi e dan S
ur pada arah
f - l
o
) / lo di
.6
= 8 cm = 1.
5 cm
2.3. Perhitun
Reyno
UR


lf = panjang
e negatif d
runkan seba

pada panja
kaitannya d
ditulis seba
paralel vekt
imana l
o
= p
6
ngan peruba
olds, 1996).


g akhir setel
disebut seb
agai berikut

ang garis di
dengan strai
agai e
n
dan
tor satuan n
panjang semu
ahan panjang


ah deformas
agai shorte
:

iberikan pad
in ellipsoid
Sn, dimana
.
ula dan 1f, =
g garis (Dav


si. Nilai e p
ening. Hubu

da Gambar
(akan dibah
subskrip n
= panjang ak
is dan
(2-2)
(2-3)
ositif disebu
ungan antar
(2-4)
r 2.3. Dalam
has pada sub
menandaka

khir
ut
ra
m
b-
an
PRINSIPD





Shear St

Sebuah b
digambar
(Gamba
angle me
negatif
diekspres
Shear str



Gambar
DASARGEOLO
train
benda dapat
rkan dengan
r 2.4). Peru
emerlukan k
untuk peru
sikan dalam
rain (g atau
= tan
r 2.4. Tensor
A. Kea
B dan C
D dan E
F. Tens
angle
(Twiss
OGISTRUKTU
berubah ben
n_perubahan
ubahan sudut
konvensi tan
ubahan sudu
m satuan dera
e
s
) didefinis
r shear strai
adaan tidak t
C. Shear stra
E. Shear stra
sor shear str
e ().
s dan Moore
UR
ntuk tanpa m
n sudut anta
t ini disebut
da (positif u
ut berlawan
ajat.
sikan sebaga
in (e
s
) dan en
terdeformas
ain positif.
ain negatif.
rain dan eng
es, 1992).
mengalami p
ara garis - g
t shear angl
untuk peruba
nan arah p
ai :
ngineering s
si.
gineering she
perubahan vo
garis yang p
le (w). Gamb
ahan sudut s
putaran jaru

shear strain
ear strain se
olume. Peru
pada awalny
baran lengk
searah putara
um jam) d
(2-5a)
(g) sebuah
ebagai fungs
ubahan bentu
ya tegak luru
kap dari shea
an jarum jam
dan besarny

garis.
si dari shear
uk
us
ar
m,
ya
r
PRINSIPD

biasa
kaitann
mendef
Perbedaa
dalam Pe
sepanjan
garis ters
setelah d
negatif (
mengalam

Finite St
Pada seb
(Gambar
di mana
terhadap
terkecil (
terletak p


DASARGEOLO

disebut seba
nya dengan s
finisikan bes
e
s
= 0.5 tan

an antara g d
ersamaan 2-
ng arah koor
sebut berkur
deformasi su
(Gambar 2,4
mi strain) sa
train Ellipse
buah elips
r 2.5.a), gari
extension d
arah memen
(es dan Ss).
pada arah di
G





OGISTRUKTU
agai enginee
strain ellips
saran bernam

dan e
s
, di ma
-5b. Untuk d
rdinat positif
rang maka s
udut antara k
4.d dan 2.4
ampai tak hi
e
yang meru
is-garis yang
dan stretch
ndek elips te
Garis-garis
mana shear
ambar 2.5.


UR
ering shear
soid (akan d
ma tensor sh
ana e
s
= 0.5
dua segmen
f (Gambar 2
shear strain
kedua garis
4.e). Sebara
ingga (di ma
upakan hasi
g paralel ter
adalah yang
erletak pada
yang parale
r angle dan s
a. Sumbu-su
b. Sumbu-s
(Davis dan
strain. Dala
dibahas pad
hear strain (
, disebabka
n garis yang
2.4.a), jika s
dianggap p
tersebut ber
an nilai d
ana = 90)
il deformas
rhadap arah
g terbesar (
a arah di man
el terhadap a
shear strain
umbu utama
umbu utama
Reynolds, 1
am analisa ti
a sub-bab b
(e
s
) :
an karena pe
pada awaln
etelah defor
ositif (Gamb
rtambah mak
dan e
s
adal
) (Gambar 2
si homogen
memanjang
(e
1
dan S
1
).
na extension
arah memanj
n sama denga
a finite strai
a strain ellip
1996).
iga dimensi
berikutnya),
(2-5b)
enggunaan n
nya saling te
rmasi sudut
bar 2.4.b da
ka shear str
lah nol (seb
2.4.f).
n dari sebu
g elips terlet
Garis-garis
n dan stretch
jang dan me
an nol.
n ellipse.
psoid
dan dalam
kita perlu

notasi tensor
egak lurus d
antara kedu
an 2.4.c), jik
rain diangga
belum bend
uah lingkara
tak pada ara
yang paral
h adalah yan
emendek elip

r*
di
ua
ka
ap
da
an
ah
el
ng
ps
PRINSIPD



* Pengerti
(1983) :
Moore (
Karena k
memende
arah ini d
panjang f
Sumbu p
minimum

Evaluasi
Dalam an
garis di d
sumbu ut
dari gari
(Gambar
panjang g


DASARGEOLO
ian yang utuh
Mathematica
1992) membah
keunikan dar
ek elips, ara
disebut sebag
finite strain
pendek finit
m.
i Strain dari
nalisa strain
dalam benda
tama dari fin
is L di dal
r 2.6.a) panj
garis L adala
OGISTRUKTU
h mengenai ten
l Methods in P
has tensor seca
ri garis-garis
ah-arah ini te
gai sumbu-su
n ellipse, su
te strain el
i Garis di da
n, kita meng
a geologi, bu
nite strain e
lam benda
jang garis L
ah 1.1 unit. B
UR
nsor dapat dij
Physical Scien
ara singkat dal
s yang parale
elah diberika
umbu utama
umbu S
l
, me
llipse, sumb
alam Benda
gevaluasi per
ukan hanya g
ellipse. Gar
yang menga
adalah 1.0 u
Besar stretch

jumpai pada b
nces dan Spieg
lam bukunya,
el dan tegak
an perhatian
dari finite st
ewakili arah
bu S
3
, mew
rubahan pan
garis-garis te
rnbar 2.6 m
alami defor
unit, sedangk
h dan extensi
buku-buku kal
gel (1984) : A
Structural Geo
k lurus terhad
n khusus dal
train ellipse
dan besar f
wakili arah d
njang dan or
ertentu yang
emperlihatka
rmasi homog
kan setelah de
ion garis L s
lkulus lanjut s
Analisis Vektor
ology, pada ha
dap arah me
lam analisa s
e (Gambar 2
finite stretch
dan besar f
rientasi relat
g paralel terh
an contoh ev
gen. Sebelu
eformasi (G
setelah deform
seperti Boas
r. Twiss dan
alaman 145.
emanjang da
strain. Arah
2.5.a). Sumb
h maksimum
finite stretc
if dari semu
hadap sumbu
valuasi strai
um deforma
ambar 2.6.b
masi adalah
an
h-
bu
m.
ch
ua
u-
in
si
b)
:
PRINSIPD

Gamb
Dalam k
(Gamba
dengan
internal.
Shear an
hubunga
tegak lur
lurus. Sh
setelah d

= ta



DASARGEOLO
bar 2.6. De
se
un
keadaan seb
ar 2.6.a), se
S
l
(Gambar
ngle dari g
annya denga
rus (Gamba
hear angle d
deformasi ad
an =tan(-4
OGISTRUKTU
eformasi da
ehingga terd
ntuk maman
belum defo
edangkan se
r 2.6.b). Pe
garis L dap
an garis M,
ar 2.6.a). S
dari garis L
dalah :
44.5) = -0.9
UR
ari sebuah
deformasi se
ntau strain (D
ormasi garis
etelah defor
erubahan or
pat diukur l
, yang sebe
etelah defo
L adalah -44
98

lapisan lem
ecara homog
Davis dan R
s L membe
rmasi garis
rientasi rela
langsung de
elum terdefo
rmasi, garis
4.5 (Gamb
mpung hipot
gen. Garis L
Reynolds, 19
entuk sudut
L memben
atif terhada
engan terleb
ormasi kedu
s L dan M
ar 2.6.b), d
tetis yang d
L dan M dap
996).
t = -50
ntuk sudut
ap S
l
ini d
bih dahulu
ua garis ter
tidak lagi
dan shear s
dikenai gay
at digunaka
, dengan S

d
= -26.5
isebut rotas
menentuka
rsebut salin
saling tega
train garis L
ya
an
S
l

5
si
an
ng
ak
L
PRINSIPD


Persama

Terdapat
strain un
Penentua
lihat Gam
reciproca
persamaa



Perbandi
yang pen
perubaha
persamaa


yang dap


dan


Yang dap

DASARGEOLO
aan-Persam
t dua persam
ntuk setiap g
an ini dimun
mbar 2.6) d
al - quadra
an fundamen
ingan antara
nting. Persa
an panjang
an sebagai b
pat juga ditu
pat juga ditu
OGISTRUKTU
maan Funda
maan funda
garis dengan
ngkinkan jik
diketahui. Pa
atic elongati
ntal strain. P


a shear strain
amaan ini m
yang terjad
berikut :
lis sebagai b

ulis sebagai
UR
amental Str
amental yan
n berbagai o
ka S
l
, S
3
, dan
arameter-par
ion ) mem
Parameter-pa


n dan quadr
menggambar
i. Dua pers

berikut :

berikut :

rain
ng memungk
orientasi di d
n
d
(
d
ad
rameter baru
mainkan per
arameter ini


ratic elongat
rkan perband
amaan fund




kinkan pene
dalam benda
dalah sudut a
u, yaitu qua
ranan pentin
i didefinisika


tion (/) jug
dingan anta
damental str




entuan linea
a yang meng
antara garis
adratic elong
ng di dalam
an sebagai b
(2-
(2
ga merupaka
ara perubaha
rain ditulisk
(2
(2
(2-
(2-
ar dan shea
galami strain
L dengan S
gation () da
m persamaan
berikut :
-6)
-7)
an persamaa
an sudut da
kan pada du
-8a)
-8b)
-9a)
-9b)
ar
n.
S
l
,
an
n-
an
an
ua
PRINSIPD


di mana

Pada Ga

Dengan m
berikut :

Dengan m

Diagram

Otto Mo
secara gr
grafis pe
quadrati
DASARGEOLO

1
= quad

2
= quad

ambar 2.6,

menggunaka

menggunaka

m Strain Mo
ohr (1882) m
rafis oleh se
ersamaan-per
c elongation
OGISTRUKTU

dratic elong
dratic elong
panjang S
l
a
an Persamaa
an Persamaan
hr
menemukan
ebuah lingka
rsamaan str
n dan shear s
UR
gation terbes
gation terkec
adalah 1.55 u

an 2-8b, qua
n 2-9b, shea
bahwa pers
aran. Diagra
rain, yang m
strain secara
sar
cil
unit dan pan
dratic elong
ar strain untu

samaan-pers
am strain lin
menggambar
a praktis dan
njang S
3
adal
gation untuk

uk garis L d
samaan strai
ngkaran Mo
rkan variasi-
n serbaguna.
lah 0.65 uni
k garis L dih
ihitung seba
in di atas d
ohr merupak
-variasi siste

t sehingga :
hitung sebaga
agai berikut :
dapat diwaki
an konstruk
ematik dalam
ai
:
ili
ksi
m
PRINSIPD

Sebagai
yang sam
Sebagai
terdeform
akan men
Gambar
Diagram
sumbu :
perbandi
0.42, ma
lingkaran
Lingkara
merupak
DASARGEOLO
contoh, kita
ma dengan G
tambahan,
masi menjad
nentukan nil
r 2.7. a. Dist
puta
b. Dia
kese
c. Diag
deng
(Davis

m strain lingk
sumbu x m
ingan shear
aka
1
= 0.4
n melalui
an ini adala
kan tempat ti
OGISTRUKTU
a akan mem
Gambar 2.6
digambarka
di garis A
d
(
lai quadratic
torsi garis A
aran jarum ja
agram strai
eluruhan sta
gram strain
gan persama
s dan Reynol
karan Mohr
mewakili rec
strain deng
42 dan
3
=

1
dan den
ah lingkaran
itik-titik yan
UR
mbuat diagra
.b, di mana
an pula seb
(Gambar 2.
c elongation
A menjadi ga
am (+) dari
in lingkaran
ate of strain.
n lingkaran
aan-persama
lds, 1996).
r merupakan
ciprocal qua
gan quadrati
= 2.38. Plot
ngan sumbu
n Mohr unt
ng koordinat
am Mohr un

1
= 2.40 (S
buah garis
.7.a). Selain
n, shear strai
aris A
d
sehin
S
l
(b).
n Mohr me

Mohr memp
aan fundame
n diagram du
adratic elon
ic elongatio
nilai
1
da
u x sebagai
tuk strain.
tnya merupa
ntuk mengga
S
l
= 1.55) d
referensi A
n membuat d
in, dan shea
ngga garis A
emperlihatk
perlihatkan
ental strain.
ua dimensi
ngation ()
on (/
3
). Ka
an
3
pada s
garis tenga
Garis lingk
akan pasanga
ambarkan st
dan
3
= 0.42
A, yang dal
diagram Mo
r angle dari
d
berorienta
an plot ga
hubungan g
yang memil
) dan sumbu
arena
1
= 2
sumbu x, ke
ahnya (Gam
karan Mohr
an nilai d
tate of strai
2 (S
3
= 0.65
lam keadaa
ohr, kita jug
garis A
d
.
si 15 searah
aris A
d
pad
geometrisny
liki dua bua
u y mewaki
2.40 dan
3
emudian bua
mbar 2.7.b
untuk strai
an y/ .
in
).
an
ga

h
da
ya
ah
ili
=
at
).
in
PRINSIPD

Pasangan
nilai ini p
(Gamba

searah pu
Mohr ga
putaran j
pasangan

Shear an


Hubunga
strain d
fundame
Kompon
Mohr yan
merupak
Kompon
persamaa

Penuruna

DASARGEOLO
n nilai da
pada lingkar
r 2.7.a), gar
utaran jarum
ambarkan ga
jarum jam.
n nilai dan
ngle ditentuk
an antara ge
dipaparkan
ntal strain y
nen pertama
ng nilainya
kan besar rad
nen ketiga
an 2-8a, dida
an yang sam
OGISTRUKTU
an
1
/
3
untu
ran Mohr di
ris A
d
terleta
m jam dari g
aris radius y
Perpotongan
n / untuk g
kan dari :
ometri diagr
pada penj
yang pertam
persamaan 2
sama denga
dius lingkar
persamaan
apatkan :
ma untuk per
UR
uk garis A
d
itentukan me
ak 15
garis S
l
(sudu
yang memil
n garis radiu
garis A
d
. Da

ram strain M
njelasan seb
ma menyataka

2-8a,
an panjang O
ran Mohr ya
2-8a, cos2
rsamaan stra
d
terletak pa
elalui teknik
ut lancip). B
liki sudut 2
us ini denga
ari pasangan
Mohr denga
bagai berik
an bahwa :

merupak
OC. Kompon
ang nilainya
2
d
, sama
ain yang ked
da lingkaran
k sebagai ber
Berdasarkan
2
d
(30) de
an garis ling
n nilai ini did
n persamaan
kut (Gamb

kan nilai x da
nen kedua pe
a sama deng
dengan CA

dua (Persam
n Mohr. Let
rikut. Pada d
n data ini, pa
engan
1
', d
gkaran Moh
dapatkan :
npersamaan
bar 2.7.c).
(2-8
ari titik teng
ersamaan 2-
gan, misalny
CA'/CA. Sub
aan 2-9a) :
tak pasanga
diagram fisi
ada lingkara
diukur seara
hr merupaka
fundamenta
Persamaa
a)
gah lingkara
-8a,
ya, garis CA
btitusikan k
an
ik
an
ah
an
al
an
an
A.
ke
PRINSIPD



Strain E

Strain ho
(Gamba
strain el
memiliki
Strain el
titik. Kit
dan dua
sebelum
yang pad


Ga



di mana
X
l
, dan su

DASARGEOLO
Ellipsoid dan
omogen men
ar 2.5.a). D
llipse (hal i
i interpretas
llipsoid mer
ta dapat me
shear strai
terdeforma
da awalnya m
mbar 2.8. K
g
B
(T
subskrip pe
ubskrip ked
OGISTRUKTU
n Strain Ten
ndeformasi
alam keada
ini telah di
si geometrik
rupakan seb
enggambark
in dari tiga
si. Untuk si
memiliki pa
Komponen-k
geometris. A
B. Kompone
Twiss dan M
ertama dari e
dua menanda
UR
nsor
sebuah bola
aan plane st
ibahas sebe
k sederhana
buah gamba
an state of
buah segme
istem koord
anjang L
l
dan
komponen s
A. Kompone
en shear dar
Moores, 199
e
11
menanda
akan bahwa

a menjadi el
train*, sebu
lumnya). S
dalam hubu
aran lengka
strain terse
en garis yan
dinat ortogon
n paralel X
l
train tens
en volumetr
ri strain.
92).
akan bahwa
perubahan.
lipsoid yang
uah lingkara
tretch, exte
ungannya de
ap dari state
ebut jika kit
ng saling te
nal (X
l
, X
2
, X
adalah (Gam
sor digamb
rik dari stra
garis terseb

g disebut str
an terdeform
ension, dan
engan strain
e of strain
ta mengetah
egak lurus p
X
3
), extensi
mbar 2.8.a)
barkan sec
in.
but pada aw
rain ellipsoi
masi menjad
shear strai
ellipsoid.
pada sebua
hui extensio
pada keadaa
ion dari gari
) :


cara
alnya parale
id
di
in
ah
on
an
is
el
PRINSIPD

* Dalam b
keadaan
bentuk d
arah nor
tidak me
panjang j
Untuk k
setelah d
untuk ga


Pada ked
untuk ga
strain d
Hubunga
X
2
(yaitu
Dengan
garis dap

Kompon
sama dan
principa
(Gamba
yang me
strain da
Strain t
pasangan
sama den


DASARGEOLO
banyak bagian
plane strain.
dalam sebuah b
rmal (tegak lu
elibatkan perub
juga paralel
komponen s
deformasi m
aris paralel x
dua persama
aris yang pa
itentukan re
an yang seru
u e
21
dan e
23
demikian, t
pat ditulis pa
nen-kompon
n merupaka
al diagonal
ar 2.8.a). M
mberikan in
ari sebuah se
ensor bersi
n garis yang
ngan shear
OGISTRUKTU
n buku ini, ki
Di dalam kea
bidang yang m
urus) bidang te
bahan volume
l X
l
. Hubung
shear dari s
menjadi para
x
l
adalah e
12
aan di atas,
ada awalnya
elatif terhad
upa juga did
3
) dan parale
terdapat sem
ada baris ter

Principa

en pada pri
n extension
l memiliki
Matriks komp
nformasi yan
egmen garis
ifat simetri
g pada awaln
angle dari X
UR
ta hanya akan
adaan plane st
memiliki orient
ersebut. Selain
(dilation).
gan yang ser
strain, gari
lel x
l
, x
2
, x
3
2
dan e
13
, di
subskrip pe
a paralel X
l
,
dap sebuah
definisikan u
el X
3
(yaitu
mbilan kom
rpisah dalam
al diagonal
ncipal diag
n (Gambar
subskrip
ponen-komp
ng cukup ba
s dengan ori
s terhadap
nya paralel X
X
2
terhadap
n memandang
train, strain d
tasi tertentu pa
n itu, dalam ko
rupa juga di
is yang pad
(Gambar 2
mana :
ertama mena
dan subskr
garis yang
untuk segm
e
31
dan e
32
)
mponen stra
m matriks se
gonal dalam
2.8.a), seda
yang berbe
ponen strain
agi kita untu
ientasi terten
principal
X
l
dan X
2
sh
X
l
(e
21
) (Ga
deformasi da
igambarkan se
ada benda, dan
ondisi plane s
idefinisikan
da awalnya
2.8.b). Dua
andakan bah
ip kedua m
g pada awal
men garis yan
).
ain. Kompon
ebagai berik
m matriks ini
angkan komp
eda dan m
n ini mengg
uk menghitu
ntu.
diagonal k
hear angle
ambar 2.8.b
alam dua dim
ecara lengkap
n deformasi tid
strain, deform
untuk e
22
d
paralel X
l
,
komponen
hwa shear s
enandakan b
lnya paralel
ng pada aw
nen strain
kut.
i memiliki s
ponen-komp
merupakan s
gambarkan s
ung extensio
karena, misa
dari X
l
terha
b). Karena i
ensi dan dalam
oleh perubaha
dak terjadi pad
asi yang terjad
dan e
33
.
, X
2
dan X
shear strai

strain adala
bahwa shea
l X
2
dan X
3
alnya parale
untuk setia

subskrip yan
ponen di lua
shear strai
strain tenso
on dan shea
alnya, untu
adap X
2
(
12
itu :

m
an
da
di
X
3
,
in
ah
ar
X
3
.
el
ap
ng
ar
in
or
ar
uk
2
)
PRINSIPD

sehingga
demikian



Dalam k
didapatka
strain dik
empat ko


Karena it
dan shear

Strains
Para ara
merupaka


Garis-gar
memiliki
dan hubu
tersebut.
strain un
dapat me
sumbu ut
mana ext
untuk stra


DASARGEOLO
a hanya ter
n, strain me
keadaan plan
an e
21
= e
32

keluarkan da
omponen, tig
tu, untuk me
r strain dari
dan St ret c
ah paralel t
an sebuah m
ris tangen (
hubungan y
ungan tegak
Karena gari
ntuk garis-ga
endesain seb
tama strain
tension mem
ain dua dan
OGISTRUKTU
rdapat enam
erupakan sec
ne strain, kit
= 0. Jika se
ari Persamaa
ga diantarany
enggambark
dua garis ya
ches Utama
erhadap sum
maksimum, m
(singgung) s
yang tegak lu
k lurus ini h
is-garis radiu
aris radius te
buah sistem
ellipsoid, pe
miliki nilai-ni
tiga dimensi
UR
m kompon
cond-rank t
ta memiliki
emua kompo
an 2-12, mak
ya saling inde
an keadaan p
ang pada awa
a (Pri nci pa
mbu-sumbu
minimaks*, da
strain ellips
urus dengan
hanya didap
us dan tange
ersebut haru
koordinat y
enggambaran
lai utama da
i, didapatkan
en strain
tensor.
e
21
= e
22
=
onen yang sa
ka plane stra
ependen :
plane strain
alnya paralel
al)
utama stra
an minimum
soid pada t
n garis-garis
patkan pada
en ini juga t
us sama den
yang sumbu
n strain tens
an shear stra
n :
yang salin
= e
23
= 0, da
ama dengan
ain tensor di
n, kita hanya
X
l
dan X
3
.
ain ellipsoid
m yang memi
titik ujung
radius utama
titik ujung
tegak lurus s
ngan nol. De
u-sumbunya
sor akan me
ain sama den
g independ
an, dari Per
nol untuk k
gambarkan d
a membutuhk
d, extension
iliki hubunga
garis-garis r
a tersebut (G
garis-garis
sebelum defo
engan demik
paralel terh
enjadi lebih
ngan nol. Pad
den. Denga
samaan 2-13
keadaan plan
dengan hany

kan extensio
dan stretc
an :

radius utam
Gambar 2.9
radius utam
formasi, shea
kian, jika kit
hadap sumbu
sederhana, d
da kondisi in

an
3,
ne
ya
on
ch
ma
9),
ma
ar
ta
u-
di
ni,
PRINSIPD


Hal pent
tidak par

Gambar
utama str

Perubah

Dalam d
Apabila
perbandi
sebagai v
volumetr


di mana
Sebuah b
deformas


Dalam k
DASARGEOLO
ting yang h
ralel dengan
r 2.9. Shear
rain (Twiss d
han Volume
deformasi, di
dilation t
ingan sumb
volumetric s
ic stretch (S,)
V = volum
balok denga
si l
1
, l
2
, dan
eadaan plan
OGISTRUKTU
harus diinga
n sumbu-sum
strain adala
dan Moores
e (Dilation)
ilation biasa
idak diper
bu-sumbu st
strain, dan b
) dan volum
e benda seb
an panjang
l
3
mengalam
ne strain S
2
=
UR
at adalah ba
mbu utama s
ah nol untuk
s,1992).
dalam Defo
anya terjadi
hitungkan
train utama
besaran ini
metric extensi
belum defor
sisi sebelum
mi volumetri
= 1 dan e
2
=
ahwa secara
stress.
k garis-garis
ormasi
bersamaan
di dalam
menjadi k
dapat digam
ion (e
v
) yang
rmasi dan v
m deformasi
ic stretch seb
0, maka did
umum sum
s yang sejaja
dengan peru
analisa st
kurang tepat
mbarkan ole
g didefinisik
= volume b
i L
1
, L
2
, L
3

besar:
dapatkan :

mbu-sumbu

ar dengan su
ubahan bent
train, maka
t. Dilation
eh dua buah
kan sebagai
benda setela
dan panjang

utama strai
umbu-sumb
tuk (distorsi)
a penentua
disebut jug
h parameter
berikut :

ah deformas
g sisi setela

in
bu
i).
an
ga
:
i.
ah
PRINSIPD

Volumetr
berikut :

Dalam ke


Deforma


Implikasi


Tingkat-t
diagram
klasifikas


Pemelaja
DASARGEOLO
ric stretch da
eadaan plane
asi dengan vo
i dari Persam
tingkat dilat
strain field
si struktur be
Ga
aran dan C
OGISTRUKTU
apat dieksp
e strain S
2
=
olume konsta
maan 2-20b a
tion yang m
d (Ramsay
erdasarkan k
ambar 2.10
ara Penentu
UR
resikan dala
1 dan e
2
= 0
an diberikan
adalah :
engiringi dis
, 1967) (G
karakteristik
. Diagram st
uan Strain p
am bentuk s
0, maka dida
n oleh persam
storsi pada b
Gambar 2.1
strain-nya.
train field da

pada Batua
stretch dan
apatkan :
maan-persam
batuan dapat
10). Diagra
ari Ramsay (
an
extension ut

maan sebagai

t divisualisa
am ini men

(1967).

tama sebaga

i berikut :

sikan melalu
nggambarka
ai
ui
an
PRINSIPD


Pendekat
keadaan
memiliki
Contoh d
pada batu
seperti c
menjadi
telah me
Beberapa
kompone
inkompe
tersebut

Gambar

Terdapat
Metoda
khusus s
untuk se
shortenin
tetapi me
dengan
homogen
keseluruh
Metoda
DASARGEOLO
tan dengan
strain pada
i geometri l
dari struktur
ugamping d
cephalopods
indikator s
miliki orien
a struktur
en strain. Se
eten akan m
terhadap su
r 2.11. Stru
di d
t tiga metod
pertama ad
train yang d
eluruh area
ng dan elong
etoda ini su
mengasums
n, sehingga
han area be
ketiga ini d
OGISTRUKTU
menggunak
a batuan did
lingkaran at
r ini diantar
dan rijang, d
, brachiopo
strain, wala
ntasi tertentu
tertentu, se
ebagai conto
membentuk b
umbu stretch
ktur-struktu
dalam lapisan
da untuk m
alah dengan
dapat dikena
a yang dic
gation berda
ukar untuk d
sikan bahw
a deformasi
ersifat teratu
dianggap ca
UR
kan geometr
dasarkan pad
tau bola cuk
ranya : ooid
dan bintik-b
ds, dan ker
aupun strukt
u sebelum d
eperti lipata
oh, sebuah l
berbagai be
h utama dan
ur yang dap
n inkompete
memecahkan
n menentuk
ali (strain m
cari. Metod
asarkan eva
diterapkan s
a secara st
i dari sem
ur dan mere
ara yang pal
ri lingkaran
da kenyataan
kup sering
d pada batug
intik ubahan
ikil dan ker
tur-struktur
deformasi.
an dan bou
lapisan kom
ntuk struktu
juga dari be
at berkemb
en (Twiss d
permasalah
kan strain el
markers), unt
da kedua a
luasi terhad
ecara tiga d
tatistik stra
mua elemen
fleksikan or
ling efektif
n dan elips
n bahwa stru
dijumpai pa
gamping, rad
n pada batu
rakal pada k
ini pada a
udin, juga
mpeten yang
ur tergantun
esarnya S
2
(
ang pada se
an Moores,
han dalam m
llipsoid untu
tuk kemudia
adalah deng
dap geometr
dimensi. Me
ain untuk a
struktur p
rientasi dan
terutama u
dalam men
uktur yang
ada tipe bat
diolaria dan
u sabak. Con
konglomera
awalnya tida
merekam
berada di d
ng dari orie
(Gambar 2.

ebuah lapisa
1992).
mengkuanti
uk setiap be
an hasilnya
gan menges
i lipatan dan
etoda yang k
area yang
planar dan
n besar finite
untuk menen
nggambarka
pada asalny
tuan tertentu
foraminifer
ntoh lainnya
at, juga dapa
ak bulat da
komponen
alam matrik
entasi lapisa
11).
an kompete
fikasi strain
entuk-bentu
dijumlahka
stimasi tota
n sesar, aka
ketiga adala
luas bersifa
linear pad
e strain tota
ntukan strai
an
ya
u.
ra
a,
at
an
-
ks
an
en
n.
uk
an
al
an
ah
at
da
al.
in
PRINSIPD

pada sua
bab berik






Deforma

Selama p
dapat be
sebagai r
relatif ga
Jika orie
deformas
simple sh
berubah
juga dise
dapat dil
khusus d

Gambar
DASARGEOLO
atu daer rah
kutnya.
asi Pure She
proses distor
erotasi (Gam
rotasi ekster
aris terhadap
entasi sumb
si tersebut d
hear (Gamb
selama pros
ebut sebaga
lihat bahwa
dari plane str
r 2.12. Defo
shea
(pur
OGISTRUKTU
yang terdef
ear dan Sim
rsi, sumbu s
mbar 2.12.a
rnal, dan ha
p sumbu stra
bu-sumbu u
dinamakan n
bar 2.12.a)
ses deforma
ai deformasi
a pure shea
rain.
ormasi prog
ar) dan defo
re shear) (D
UR
formasi kuat
mple Shear
strain ellipso
a). Rotasi su
al ini berbed
ain ellipsoid
utama strain
noncoaxial st
. Jika orien
si, deformas
i pure shear
r dan simp
resif garis L
ormasi prog
avis dan Rey
t, dan akan
oid biasanya
umbu strain
da dengan ro
(Gambar 2
n ellipsoid
train, dan se
ntasi sumbu
si tersebut d
r (Gambar
le shear me
L dan M m
gresif garis N
ynolds, 199
dibahas sec
a mengalami
n ellipsoid s
otasi interna
2.6).
berubah se
ering juga d
usumbu utam
dinamakan c
2.12.b). B
erupakan du
melalui nonco
N dan O m
6).
ara lebih de
i perubahan
elama defor
al yang meru
elama prose
isebut sebag
ma strain el
coaxial strai
erdasarkan
ua jenis (an

oaxial strain
melalui coaxi
etil pada sub
orientasi da
rmasi disebu
upakan rota
es deformas
gai deformas
llipsoid tida
in, dan serin
gambar 2.1
nggota) yan
n (A) (simpl
ial strain (A
b-
an
ut
asi
si,
si
ak
ng
2
ng
le
A)
PRINSIPD

Dalam pr
apakah s
informas
strain to
simple s
deformas
hasil reak
Strain Ho
Terdapat
perbandi
sumbu u
yang dim

1. Extens
elong
lurus
2.13.


DASARGEOLO
raktek anali
sebuah defor
si mengenai
otal (hasil ak
shear terlet
si progresif.
ksi batuan te
omogen
t tiga kasu
ingan sumbu
utama ini tid
maksud dapa
sion pada s
gation pada s
,. Bent
a).
Gamba
OGISTRUKTU
sa strain dar
rmasi terjad
bagaimana
khir deform
tak pada p
Struktur se
erhadap defo
us khusus d
u-sumbu uta
dak sama be
at dilihat pad
sumbu sime
sumbu , d
tuk strain j
r 2.13. Bent
UR
ri singkapan
di melalui m
strain berta
masi tersebu
pengertian t
eperti lipatan
ormasi yang
dalam strain
ama strain el
esar, di man
da Gambar
etri
dan shortenin
enis ini din
tuk elipsoid
n batuan, ser
mekanisme p
ambah, kita
ut). Kunci u
tentang bag
n, boudin, fo
g bersifat pro
n homogen
llipsoid-nya
na
2.13, dan di
di
ng yang sam
namakan pr
dalam strain

ringkali kita
pure shear a
hanya dapa
untuk memb
gaimana str
oliasi, dan li
ogresif.
n yang dap

.

Bentu
ijelaskan seb
i mana stra
ma besar pad
rolate atau

n homogen (
a tidak dapat
atau simple s
at menggam
bedakan pur
rain bertam
ineasi, terbe
at dikenali
Pada umum
uk ketiga str
bagai beriku
ain jenis in
da semua ara
constriction
(Park, 1989)
t menentuka
shear. Tanp
mbarkan finit
re shear ata
mbah selam
entuk sebaga
berdasarka
mnya, sumbu
rain homoge
ut :
i melibatka
ah yang tega
nal (Gamba
).
an
pa
te
au
ma
ai
an
u-
en
an
ak
ar
PRINSIPD

2. Shorte
shorte
lurus

3. Plane
pada
menja

Penggam
Cara yan
keadaan
ordinat
didefinis


Gamba
Titik pan
b tidak d
DASARGEOLO
ening pada
ening pada s
. Bentu
strain
arah , d
adikan plane
mbaran Kea
ng paling um
strain adal
a dan abs
sikan sebaga
ar 2.14. Di
M
ngkal sumbu
dapat bernil
OGISTRUKTU
sumbu sim
sumbu , d
uk strain jeni
dan shorteni
e strain seba
adaan Strai
mum dan m
lah dengan
sis b meru
ai berikut :
iagram Flin
Moores, 1992
u-sumbu ko
ai kurang d
UR
metri
dan elongati
is ini dinama
, di man
ing pada ara
agai jenis ist
in dan Seja
mudah untuk
mengguna
upakan perb
nn untuk m
2).
ordinat diag
dari 1, sebag
di
ion yang sam
akan oblate a
na sumbu s
ah

(Ga
timewa dari
arah Strain
k menggamb
akan diagram
bandingan
menggamba
gram Flinn
gaimana dap
i mana stra
ma besar pad
atau flattenin
train ti
mbar 2.13.
i triaxial elli
barkan dan
m Flinn (G
antara stre
rkan strain
ditentukan p
pat diturunk
ain jenis in
da semua ara
ng (Gambar
dak berubah
.c). Keadaan
ipsoid.
membandin
Gambar 2.1
tch-stretch

n homogen
pada (1, 1)
kan dari Per
ni melibatka
ah yang tega
r 2.13.b).
h, elongatio
n khusus in
ngkan varia
14), di man
utama yan

(Twiss da
karena a da
rsamaan 2-1
an
ak
on
ni
asi
na
ng
an
an
5
PRINSIPD

dan 2-22
untuk ke
tersebut.





Nilai k
konstan.
Deforma
Penggam
pada ska
lipatan p
mengalam
sehingga
strain lo
gambara
Variasi s
diilustras
adalah se
panjang
pegunun
(average
samping
Pada ska
homogen
variasi d
Skala 1
lebih bes
struktur s
Pada ska
dapat di
strain lo
dengan j
Pada ska
DASARGEOLO
2. Setiap str
emudian seb
Garis ini m
berguna un
asi Homoge
mbaran apak
ala pengam
pada prinsip
mi lipatan
a deformasi
okal homog
an distribusi
skala penga
sikan pada
epanjang 1
gelombang
ngan lipatan
e deformatio
blok (kotak
ala yang seti
n (Gambar
dari strain l
meter ini l
sar dibandin
spaced folia
ala yang set
ianggap hom
okal yang d
arak antara
ala yang se
OGISTRUKTU
rain ellipso
buah garis
memiliki gra
ntuk mengk
en dan Inho
kah sebuah
matan. Sebag
pnya bersifa
tersebut k
pada setiap
gen iru pada
strain yang
amatan di m
Gambar 2
km. Skala k
g lipatan,
di mana blo
on) bersifat
k).
ingkat deng
2.15.b). K
lokal yang
lebih kecil
ngkan denga
ation yang te
ingkat deng
mogen, kita
dapat diang
domain fol
tingkat den
UR
id akan terp
ditarik dar
dien k yang
klasifikasika
omogen
deformasi
gai contoh,
fat inhomog
ke dalam b
p bagian te
a seluruh t
g inhomogen
mana kita da
2.15. Pada
keseluruhan
tetapi lebih
ok berada. P
t homogen,
an panjang
arena itu k
dapat diang
dibandingk
an ketidakho
erbentuk aki
gan spaced f
a menggam
gap homoge
liasi, tetapi
ngan ukuran
plot sebaga
i titik pang
didefinisik
an jenis-jen
bersifat hom
deformasi
gen. Namun
banyak bagi
ersebut dapa
tubuh batua
n.
apat menga
Gambar 2
n blok (kotak
h kecil dib
Pada skala b
, sebagaima
gelombang
kita mengga
ggap homog
kan dengan
omogenan s
ibat perlipat
foliation (G
mbarkan def
en pada ska
lebih besar
n butir (Gam
ai sebuah tit
gkal (1, 1)
an sebagai b
nis strain el
mogen atau
yang terja
n kita dapat
ian yang v
at dianggap
an yang ter
nggap defo
2.15.a, tubu
k) lebih bes
bandingkan
blok (kotak)
ana diwaki
lipatan, stra
ambarkan d
gen pada sk
panjang ge
strain yang t
tan pada bat
ambar 2.15
formasi dal
ala yang le
dibandingk
mbar 2.15.
tik pada dia
ke titik str
berikut :
llipsoid den
u inhomogen
adi dalam p
t membagi
volumenya
p homogen.
rlipat akan
rmasi bersi
uh batuan y
sar dibandin
dengan d
) ini, deform
li oleh stra
ain tidak da
deformasi d
kala, misaln
elombang li
terdapat pad
tupasir.
5.c) di mana
am bentuk
ebih kecil d
kan dengan u
d) di mana
agram Flinn
rain ellipsoi
ngan volum
n tergantun
pembentuka
batuan yan
cukup kec
Variasi dar
memberika
fat homoge
yang terlipa
ngkan denga
imensi jalu
masi rata-rat
ain ellips d
apat diangga
dalam bentu
nya, 1 meter
ipatan, tetap
da, misalnya
a strain tida
variasi dar
dibandingka
ukuran butir
a strain tida
n,
id
me
ng
an
ng
il
ri
an
en
at
an
ur
ta
di
ap
uk
r.
pi
a,
ak
ri
an
r.
ak
PRINSIPDASARGEOLOGISTRUKTUR

dapat dianggap homogen, kita menggambarkan deformasi dalam bentuk variasi dari
strain lokal yang dapat dianggap homogen pada skala yang lebih kecil dibandingkan
dengan ukuran butir, tetapi lebih besar dibandingkan dengan dimensi kisi-kisi kristal
yang membentuk butir tersebut.
Sebagai kesimpulan dari pembahasan di atas, kita dapat menganggap strain sebagai
homogen pada skala yang lebih kecil dibandingkan dengan dimensi struktur di dalam mana
kita ingin menentukan distribusi strain, tetapi skala tersebut lebih besar dibandingkan skala
ketidakhomogenan yang tidak menjadi perhatian kita dan di dalam mana kita ingin merata-
ratakan deformasi.

PRINSIPD

Gambar

DASARGEOLO
r 2.15. Skala
OGISTRUKTU
a strain homo
UR
ogen dan str

rain inhomog gen (Twiss ddan Moores,1992).