You are on page 1of 14

ARTHROPODA

Kelompok 11
Filum Arthropoda
Kelas crustacea
Myriapoda
Insect
Arachnida

Ciri-ciri Arthropoda
Tubuh beruas-ruas. Terdiri dari caput, thoraks, dan
abdomen. Beberapa memiliki kepala dan toraks yang
menjadi satu biada disebut cephalotoraks
Memiliki 3 lapisan (triploblastik) yaitu ectoderm,
mesoderm, dan endoderm dengan rongga tubuh
Bentuk tubuh simetris bilateral
Tubuh terbungkus eksoskelet yang mengandung kitin

Arthropoda yang berperan sebagai vector
penyakit protozoa
Lalat bertindak sebagai vector dari parasit protozoa seperti
amoeba (entamoeba, giardia). Tubuh lalat memiliki bulu-
bulu terutama pada kakinya yang mengandung cairan
perekat sehingga benda-benda kecil termasuk parasit
protozoa dapat menempel pada kaki lalat. Lalat yang dari
tempat-tempat kotor kemudian menempel pada makanan
manusia kemudian terjadi perpindahan parasit sehingga
makanan tersebut tekontaminasi. Parasit masuk ketubuh
manusia bersamaan dengan makanan tersebut.

Arthropoda yang berperan dalam penyakit
cacing
Nyamuk ANOPHELINI dan NON-ANOPHELINI dapat
berperan sebagai vector filiriasis limfatik pada manusia
dan filiriasis pada binatang.
Vector utama filiariasis di daerah perkotaan adalah Culex
quinguefasciatus, sedangkan di daerah pedesaan filiriasis
bancrofti dapat ditularkan oleh berbagai spesies
Anopheles seperti An.aconitus, An.bancrofti, An.farauti,
An.punctulatus dan An.subpictus, atau dapat pula
ditularkan oleh nyamuk Aedes kochi,
Cx.bitaeniorrhynchus, Cx.annulirostris, dan Armigeres
obsturbans

Arthropoda yang berperan dalam penyakit
virus
Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat
membawa virus dengue penyebab penyakit demam
berdarah. Selain dengue, A. aegypti juga merupakan
pembawa virus demam kuning (yellow fever) dan
chikungunya. Penyebaran jenis ini sangat luas, meliputi
hampir semua daerah tropis di seluruh dunia.
Arthropoda yang berperan dalam penyakit
riketsia
Rickettsia prowazekii mempunyai siklus hidup yang
terbatas pada manusia dan kutu manusia (Pediculus
humanus corporis dan Pediculus humanus capitis). Kutu
ini memperoleh Rickettsia pada waktu menggigit manusia
yang terinfeksi.
Penularan penyakit thypus epidemik ini terjadi pada waktu
arthropoda menghisap darah mamalia yang telah terkena
infeksi. Selain itu dapat juga terjadi penularan dari
arthropoda ke arthropoda lewat jalur yang telah terinfeksi
(transovarium).
Arthropoda yang berperan dalam penyakit
bakteri
Salah satu penyakit yang disebabkan bakteri sebagai
vektor anthropoda adalah penyakit sampar atau pes.
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestis.
Vektor dari anthropoda pada penyakit ini adalah
Xenopsylla Cheopis, Stivalius Cognatus dan Nosopsyllus
Sondaica. Bakteri tersebut mula-mula menginflamasi
sehingga terjadi pembesaran kelenjar limfe dan
terbentuknya tonjolan. Bakteri ini apabila berkembang
biak menjadi banyak akan masuk kedalam peredaran
darah.
Arthropoda yang berperan sebagai vector
mekanik
Ada dua jenis vektor yaitu vektor biologis dan vektor
mekanis. Vektor disebut vektor biologis jika sebagian
siklus hidup parasitnya terjadi dalam tubuh vektor
tersebut. Vektor disebut sebagai vektor mekanis jika
sebagian siklus hidup parasitnya tidak terjadi dalam tubuh
vektor tersebut.
Cara pengendalian vektor
Pengendalian lingkungan
Pengendalian kimia
Pengendalian biologi
Pengendalian genetik
Arthropoda yang berperan sebagai
hospes parasit
Parasit permanen, yang seluruh atau sebagian besar
hidupnya ada pada satu hospes, misalnya tungau kudis
dan tuma pada manusia, pinjal dan sengkenit keras pada
binatang.
Parasit periodik, berpindah-pindah dari satu hospes ke
hospes lain dalam daur hidupnya, misalnya nyamuk dan
sengkenit lunak.

Penyakit Akibat Arthropoda dan
Pengobatannya
Salah satu penyakit akibat Arthropoda adalah
Demodisiosis. Parasit ini hidup di folikel rambut dan
kelenjar keringat terutama di sekitar hidung dan kelopak
mata sebagai parasit permanen. Kadang-kadang tungau
ini ditemukan di bagian tubuh lain seperti kulit
kepala. Demodex folliculorum dapat menyebabkan
kelainan berupa blefaritis, akne, rosasea dan impetigo
kontagiosa yang disertai rasa gatal dan dapat terjadi
infeksi sekunder.

Pengobatan demodisiosis pada kulit dapat dilakukan
dengan olesan salep linden atau salep yang mengandung
sulfur. Pengobatan lainnya adalah asam salisilat,
metronidazol, krotamiton, lindane, and sublimed sulphur,
oral metronidazole, oral ivermektin dan topical permethrin,
and oral or topical retinoids . Papula pada wajah dapat
disembuhkan setelah pengobatan dengan metronidazol
secara sistemik dan topical selama 3 minggu dan terapi
prednisolon dosis rendah secara oral.

Penyakit yang disebabkan oleh
arthropoda
1. Scabies
2. Demodisiosis
3. Pedikulosis
4. Fitriasis
5. Miasis