P. 1
Cover

Cover

|Views: 0|Likes:
Published by NuRa Ramadhan
n
n

More info:

Published by: NuRa Ramadhan on Jun 30, 2014
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2015

pdf

text

original

Cover

Kata Pengantar

Daftar Isi

Daftar Gambar

Daftar Tabel

Daftar Skema

Lampiran


Pendahuluan
1.1 Latar belakang
Profesi perawat dihadapkan pada paradigma baru dalam pemberian pelayanan
kesehatan yang menuntut peran perawat yang lebih sejajar untuk berkolaborasi dengan
dokter. Pada kenyataannya profesi keperawatan masih kurang berkembang dibanding
dengan profesi yang berdampingan erat dan sejalan yaitu profesi kedokteran. Kerjasama
dan kolaborasi dengan dokter perlu pengetahuan, kemauan dan keterampilan, maupun
sikap yang profesional mulai dari komunikasi, cara kerjasama dengan pasien maupun
dengan mitra kerjanya, sampai pada keterampilan dalam mengambil keputusan.
Mengelola segala kerumitan pelayanan kesehatan moderen membutuhkan pengerahan
semua sumber daya dan kesabaran pemimpin dan pemberi pelayanan. Dalam suatu
lingkungan yang beresiko, penting bagi pemberi layanan kesehatan untuk tetap berfokus
dan meminimalisir gangguan. Kolaborasi antara dokter dan perawat merupakan suatu
element fundamental dari keamanan pasien dan program manajemen resiko. Kemampuan
dokter dan perawat bekerjasama sebagai suatu kesatuan tim merupakan hal yang
diperlukan untuk peningkatan hasil, menurunkan tingkat kesalahan dan resiko, dan
mengoptimalkan pelayanan (Clough. J, 2008)
Bagaimanapun multidisiplin kerja bukanlah sebuah konsep baru: anggota dari
beberapa profesi sudah bekerja di perusahaan lain dan telah melakukannya selama
beberapa tahun (Jones, 1986; Huebner & Gould, 1991: Mackay, 1992; Poulton & West,
1993; Pringle; 1993). Apa yang baru adalah asumsi bahwa kelompok berlainan profesi
akan melakukan lebih dari aktivitas profesional mereka dalam sebuah ruang kerja
(Hugman,1995; Mathias & Thompson,1997). Tekanan baru adalah bekerjasama untuk
mencapai sebuah koordinasi, Beberapa akan menentang pengintegrasian, menjadi mereka
murid- murid disekolah, anggota komunitas, atau pasien di pelayanan kesehatan Scottish
(Wilson dan Pirrie, 2000)
Perawatan multidisiplin merupakan tantangan baru dalam praktik keperawatan
professional saat ini. Berbagai disiplin ilmu bekerja sama dalam memberikan perawatan
kesehatan kesehatan yang diperlukan oleh seorang pasien. Biasanya dalam sebuah tim
multidisiplin terdiri dari dokter ahli, spesialis perawat klinis/ perawat kesehatan mental
masyarakat, psikolog, pekerja social, terapis okupasi, dan terkadang melibatkan disiplin
lain seperti konselor, pekerja perawatan dan lain-lain (Psyciatry of Ireland, )
Kerjasama tim dalam perawatan multidisiplin memberikan banyak manfaat baik untuk
klien/ pasien maupun bagi professional kesehatan yang terlibat di dalam tim. Ditunjukkan
dengan dampak kesehatan yang membaik dan kepuasan yang dirasakan oleh pasien/ klien,
penggunaan sumber daya dan kepuasan kerja yang lebih efisien ditunjukkan oleh anggota
tim (NSW Government, 2011)

1.2 Tujuan
1. Mengidentifikasi definisi multidisiplin dalam pemberian pelayanan kesehatan
2. Mengetahui faktor-faktor pendukung dalam kolaborasi multidisiplin
3. Mengetahui elemen-elemen dari kolaborasi
4. Mengidentifikasi factor-faktor penghambat dalam kolaborasi multidisiplin

Tinjauan Kepustakaan
1.3 Konsep Multidisiplin
Whitney (2000), menyatakan kolaborasi tidak dapat didefenisikan atau dijelaskan
dengan mudah. Kebanyakan defenisi menggunakan prinsip perencanaan dan pengambilan
keputusan bersama, berbagi saran, kebersamaan dan tanggung gugat, keahlian dan tujuan
serta tanggung jawab bersama.
Leathard (1994) dalam Wilson dan Pirrie (2000) mengidentifikasikan bermacam
awalan (‘multi’ dan ‘inter’) dan kata sifat (‘disiplin’ dan ‘profesional’) yang mana peneliti
dan praktisi gunakan. Multidisiplin kerja tim harus diklarifikasikan sebelum multidisiplin
kerja tim dapat dipahami secara penuh atau di implimentasikan dengan sukses.
Dalam penelitian terdahulu (Pirrie et al, 1997, 1998, 1999) kita menyarankan bahwa
perbedaan antara ‘inter’ dan ‘multi’ didasarkan pada tiga dimensi. Tiga dimensi tersebut
yaitu ; numerical; teritorial; epistemologikal. Ini semua mudah untuk menghilangkan
perbedaan- perbedaan tersebut dan gagal melihat hubungan profesional yang mencoba untuk
bekerjasama untuk memngantarkan pada sebuah pelayanan kesehatan berbeda yang berfokus
pada klien. Sebagai contoh, berapa banyak profesi yang pasti ada sebelum sebuah tim benar-
benar multiprofesional? Ini adalah pertanyaan yang mana merupakan inti untuk memahami
multidisiplin kerja tim. Ada banyak pendapat berbeda antara ‘inter’ dan ‘multi’. ‘Inter’
bermakna bahwa hanya melibatkan dua profesi, sedangkan ‘multi’ melibatkan dua kelompok
atau lebih.
1.3.1 Struktur kolaborasi tipe I
1.3.2 Struktur Kolaborasi tipe II

1.4 Factor-Faktor yang Mendorong Multidisiplin Kerja Tim
1.5 Factor-factor yang menghambat Multidisiplin kerja Tim
1.6 Perkembangan hubungan Dokter Perawatd

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->