You are on page 1of 10

JAGA FITRAHMU

Oleh : Jundi
(Ahad, 19 Agustus 2012 / 1 syawal 1433 H)

Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar
walillahilhamdu...............
Maasyiral muslimin rahimakumullah......
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah
Subhanahu wataala, Dzat maha Agung yang dengan kekuasaanya
telah mempertemukan kita dengan hari yang mulia ini. Hari dimana
kita menjadi fitrah kembali. Hari dimana seluruh kaum muslimin
mengumandangkan takbir, tahmid dan tasbih dengan rasa gembira.
Hari dimana, kaum muslimin merasakan bahwa dirinya adalah umat
yang satu, dengan kiblat yang satu, dengan aqidah yang satu dan
dengan tuhan yang satu yakni Allah Subhanahu wataala. Oleh
karenanya, marilah kita gunakan hari ini sebagai momen untuk
meningkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Allah azza
wajalla. Iman akan mengokohkan hati agar tetap teguh kala
digempur ombak musibah dan cobaan, dan takwa akan menjadi peta
penunjuk jalan, jalur mana didunia ini yang harus kita tempuh dan
harus dihindari.
Pepatah bijak mengatakan, asahlah bagian yang tajam dari
sebuah kapak, bukan dibagian yang tebal dan tumpulnya. Iman dan
taqwa yang kita miliki, layaknya sebuah mutiara yang merupakan
bagian yang tajam dari sebuah kapak. Mutiara iman dan taqwa kita
akan semakin luar biasa indahnya jika senantiasa kita asah dibagian
yang tepat, jika senantiasa kita latih dengan cara yang benar.
Tentunya, dengan berusaha mengamalkan perintah-perintah-Nya
dan meninggalkan semua larangan-larangan-Nya, pasti Allah akan
memudahkan langkah kita menuju mardhotillah (keridhaan Allah
Subhanahu wataala).
Ingatlah, Allah tidak pernah menjanjikan langit selalu biru,
air selalu jernih, angin selalu semilir, bunga selalu mekar, mentari
selalu bersinar, matahari tanpa hujan, jalan hidup selalu mudah
tanpa sandungan, kebahagiaan tanpa kesedihan dan sukses tanpa
perjuangan. Tetapi Allah menjanjikan kemudahan dibalik kesulitan,
rahmat dibalik musibah, senyuman disetiap tetesan air mata, berkah
disetiap cobaan, ganjaran buat kesabaran serta jawaban disetiap doa.
Bukankah indahnya pelangi, dapat kita rasakan setelah turunnya
hujan ?

Ep) E74` )O;ON^-
-O;O+C ^) Ep) E74`
)O;ON^- -LO;O+C ^g
Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS Alam
Nasyrah : 5 6)
Sekali lagi khotib yakinkan, engkaulah pemilik mutiara iman dan
taqwa itu, maka jagalah ia karena itu adalah fitrahmu sebagai
kholifah dan abdullah.
Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar
walillahilhamdu. Maasyiral muslimin rahimakumullah...
Kalau dulu khotib pernah menjabarkan sedikit tentang fitroh,
maka kali ini khotib ingin menyampaikan hal-hal yang harus
dilakukan oleh sang pemilik fitrah itu agar sang fitrah tetap
bersemayam di dalam diri dan hati kita.
Yang pertama adalah memilih. Tentukan pilihanmu
sekarang, pilihan untuk tetap menjadi orang yang fitrah ataukah
kembali menjadi orang yang bodoh. Pilihan untuk tetap menjadi
orang yang beriman ataukah kembali menjadi orang yang kaafir.
Jika manusia menjadi tua, itu adalah pasti, begitupun mati itupun
adalah pasti. Tetapi hidup adalah pilihan begitupun sukses juga
pilihan. Setiap pilihan pasti mengandung resiko yang tidak dapat
kita abaikan. Tidak masalah apapun pilihan anda, yang terpenting
adalah anda siap dengan berbagai resikonya. Jika anda memilih
untuk diam dan pasrah mengikuti kemana arah arus air bergerak
maka resikonya anda mungkin dapat selamat ketepian tetapi tidak
menutup kemungkinan anda akan tertusuk duri, tergores karang,
tersangkut dahan, membentur batu bahkan anda bisa mati masuk ke
dalam jurang yang begitu tinggi bersama air terjun yang deras.
Solusi terbaik yang dapat ditawarkan yaitu bergeraklah, pilihlah
jalan hidupmu, pilihlah arah tujuan yang engkau inginkan. Lawanlah
arus atau ikutilah arus jika diperlukan, niscaya engkau dapat
menentukan kemana engkau akan berlabuh. Ketepiankah, ke
hulukah atau ke muarakah? Jikapun ada air terjun dihadapan kita,
maka alternatif pilihan dapat kita lakukan dengan bergantung pada
dedahanan, berpegangan pada bebatuan atau berenang menjauhi air
terjun itu. Niscaya, engkau akan selamat sesuai dengan pilihanmu
sendiri. Ingatlah, hanya ikan yang mati sajalah yang diam dan pasrah
mengikuti kemana arus air bergerak?
Ikhwan wa akhwat fillah rahimakumullah, sekali lagi,
menyebarkan kebenaran sudah pasti banyak resikonya. Bahkan
resiko itulah yang kita tangkap dari shirah Rasulullah Sholallahu
alaihi wasallam, para nabi sebelumnya dan para salafus sholih. Tapi
semoga kita tidak akan pernah lari dan lepas dari rangkaian usaha
menyebarkan kebenaran. Lari dari medan ini, sebenarnya adalah
menghindar dari medan kehidupan yang menguji dan meningkatkan
kualitas iman dan kesabaran. Orang yang cenderung menyendiri,
menghindar dari resiko menyebarkan kebenaran dan menyepi dari
ragam pergulatan amar maruf nahi munkar, mereka mengira telah
lari dari bergaul dengan banyak manusia menuju kemuliaan. Padahal
sebenarnya, ia telah lari dan meninggalkan kemuliaan itu sendiri.
Apa artinya menjaga diri dari kemaksiatan, memiliki sikap amanah,
jujur, berbakti, ihsan dan semua moral baik, bila ia tinggal di tengah
padang pasir atau di puncak gunung sendirian? Apakah ada yang
mengakui kejujuran sebagai akhlak mulia? Ataukah ada yang
mengakui kebenaran sebagai akhlakul hasanah jika tidak ada orang
disekitarnya kecuali pohon dan bebatuan? Demi Allah, orang yang
lari dari perang terhadap keburukan adalah orang yang melepas
semua keutamaan.
_O>4 }4` =U=OE LOEj1Ec
;eCEO4 gO)
+O+-4*OgCE= Cj^q
CUE; jOEL- W -
E_1g 4p)-E= ^g
-g~-.-4 W-ONL4`-47
W-OUg4N4 geE)UO-
Elj^q CUE;
gOE4E^- W - OgOg
])-E= ^gg
Bukan demikian, barangsiapa berbuat keburukan dan dosanya
telah menenggelamkannya, maka mereka itulah penghuni neraka,
mereka kekal di dalamnya. Dan orang-orang yang beriman dan
mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di
dalamnya. (QS Al Baqarah : 81 82)
Maasyiral muslimin rahimakumullah...................
Jika dahulu di awal kenabian, malaikat Jibril mendekap erat
Rasulullah Shollallohu alaihi wasallam hingga 3 kali di Gua Hiro
dengan mengatakan, Iqra bismirabbikalladzi kholaq. Kemudian
pada kesempatan lain Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam
memeluk anak pamannya, Abdullah bin Abbas Radhiyallahu anhu
sambil mengatakan, Allahummaalimhul Quran, Ya Allah,
ajarkanlah ia al Quran. Maka sekarang, mari rangkul orang-orang
di sekeliling kita, tuntun tangan mereka, dekap erat-erat mereka, lalu
tanamkan cahaya kebenaran dalam hatinya. Sungguh, ada
kebahagiaan dalam hati saat kita bisa memberi petunjuk kepada
mereka yang tengah terombang-ambing. Benar-benar sebuah
kebanggaan, saat kita berhasil menolong dan meluruskan langkah
mereka kembali ke jalan Allah.
Maka sekali lagi khotib tegaskan, ayo pilihlah, tentukan
sikapmu untuk tetap menjadi orang yang fitrah atau menjadi orang
yang bodoh, menjadi orang yang beriman ataukah menjadi orang
yang kaafir,
~4 O-E^- }g`
7)O W }E 47.E-
}g`uNOU ;4`4 47.E-
O'4OU _
Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka
barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan
barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir......... (QS AL Kahfi :
29)
Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar
walillahilhamdu. Maasyiral muslimin rahimakumullah..........
Yang kedua adalah bersyukur,
7>-474 }g)` ] 4`
+O+-^Ec _ p)4
W-ON> =eEug^ *.-
.E-OO^4q` ])
=}=Oee"- OU
EOO ^@j
Dan dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala
apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. dan jika kamu menghitung
nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya
manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).
(QS Ibrahim : 34)
Bersyukur adalah engkau menggunakan nikmat sesuai
dengan kehendak sang pemberi nikmat. Bersyukur adalah engkau
meyakini bahwa Allah-lah yang maha Pemurah lagi maha
Penyayang. Bahwa Allah-lah Sang Pemberi rizki yang
mencukupkan segala keperluanmu dan apa yang engkau mohonkan.
Bersyukur adalah engkau mengucapkan pujian kepada sang pemberi
nikmat seraya beramal dan menggunakan nikmat itu untuk
mendekatkan diri kepada keridhoan Allah Subhanahu wataala.
Ingatlah, kehidupan kita di dunia ini hanyalah untuk waktu 3 hari,
yaitu hari kemarin yang sudah berlalu dan kita tidak bisa
mengubahnya. Kemudian hari esok yang kita tidak tahu, apakah kita
masih memiliki kesempatan di dalamnya. Dan hari ini, adalah
kesempatan kita untuk melakukan amal sholih, maka beramallah
sebanyak-banyaknya.
Maasyiral muslimin rahimakumullah.................
Bersyukurlah, jika hari ini kita memiliki keinginan untuk
termasuk dalam barisan orang-orang yang menyeru dan
mengagungkan islam. Bersyukurlah, bila hari ini kita termasuk
dalam barisan orang-orang yang menyebarkan hidayah Allah
Subhanahu wataala. Dan bersyukurlah, jika saat ini kita telah ada
dalam barisan orang-orang yang membawa penerang dan lentera di
tengah kegelapan. Indah sekali, senandung yang dikatakan para
pendahulu kita, Dalam hidup ini, kami hanyalah pengembara. Kami
menyambung pengembaraan orang-orang sebelum kami. Mereka
yang lebih dulu berangkat, memberi tahu kami rambu-rambu untuk
menempuh perjalanan. Merekalah yang lebih dahulu melakukan
perjalanan ini, memeras keringat, mempersembahkan jiwa raganya
hingga aqidah islam tertanam dalam lubuk hati kita. Melalui
merekalah kita terhindar dari ombak dan ganasnya kehidupan yang
menghanyutkan. Dan lewat merekalah, kita mengerti arti hidup,
bagaimana seharusnya kita hidup dan kemana tujuan akhir hidup
kita yang hakiki. Apa artinya? Mereka telah menanam dan kita telah
makan. Selanjutnya kita akan menanam dan orang-orang setelah kita
yang memakan. Begitulah logikanya. Kita harus menyambung
estafet penyebaran hidayah Allah kepada orang-orang disekeliling
kita.
Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar
walillahilhamdu, jamaah sholat ied yang berbahagia...........
Yang ketiga, memintalah, memohonlah, berdoalah.
Berdoa berarti engkau meminta kepada Sang Kholik akan
semua keperluan-keperluanmu. Berdoa berarti engkau memohon
kepada Allah Subhanahu wataala agar apa yang engkau minta dapat
dikabulkan. Dan berdoa artinya engkau telah menunjukkan jati
dirimu sebagai seorang muslim yang selalu berserah diri, selalu
pasrah, selalu bersyukur, selalu bertawakkal dan tidak sombong.
Maka memintalah terus, memohonlah terus dan berdoalah terus
kepada Sang pemilik langit dan bumi, agar engkau tetap menjadi
orang yang fitrah yang pandai bersyukur.

=. 4` O) g4OEOO-
4`4 O) ^O- p)4
W-l> 4` EO)
:O^ u +OuC>
7lcECNC gO) +.- W
NOg^4O }Eg +7.4=EC
COENC4 }4` +7.4=EC
+.-4 _O>4N ] 7/E*
vOCg~ ^ggj
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang
ada di bumi. dan jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam
hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah
memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Maka Allah
mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang
dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(QS
Al Baqarah : 284)
Maasyiral muslimin yang di muliakan Allah Subhanahu
wataala,........................
Mari berdoa, semoga keadaan kita jauh lebih baik dari hari
dan waktu yang lalu. Mari bersungguh-sungguh karena hanya
disinilah kesempatan kita untuk beramal sebagai bekal menghadapi
yaumul akhir. Semua....pasti mendambakan rahmat Allah untuk bisa
dimasukkan ke dalam syurga. Karena itulah kemenangan,
kebahagiaan dan kenikmatan yang tidak ada tandingannya.
Kenikmatan yang membuat kita tidak akan puas hanya sekedar
berada di depan gerbangnya. Kenikmatan yang menjadikan kita
tidak akan pernah cukup hanya sekedar masuk beberapa langkah di
halamannya. Kenikmatan agung yang membuat siapapun takkan
pernah berhenti kecuali sampai ke puncaknya yang paling tinggi,
syurga firdaus. Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan
orang-orang illiyyin atau orang-orang yang ditinggikan. Rasulullah
Shollallahu alaihi wasallam bersabda, Jika kalian memohon
kepada Allah, maka mohonlah kepada-Nya Jannatul Firdaus yang
paling tinggi karena sesungguhnya disanalah intinya surga. (HR
Thabrani)
Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar
walillahilhamdu, jamaah sholat iedul fitri yang
berbahagia...........
Keberhasilan doa seseorang, sudah barang tentu dipengaruhi
dan diawali dari kebersihan hati sang pendoa. Bagaimana mungkin
doa akan terkabul, jika makanan dan minuman yang kita makan,
masih didapat dengan cara-cara haram. Bagaimana mungkin doa
akan terkabul jika apa yang kita lakukan bukan mendekatkan diri
tetapi justru menjauhkan kita dari Sang Pemberi nikmat. Apa
pendapatmu jika engkau meminta kepada Allah tetapi engkau
menyakitinya dengan berbuat kesyirikan dan kezholiman. Apa
pendapatmu, jika engkau memohon kepada Allah Subhanahu
wataala, sementara engkau masih suka dengan perbuatan syirik,
masih ridha dan mendukung orang-orang yang berbuat kesyirikan?
Mulai hari ini, singkirkan makanan dan minuman yang
didapat dengan cara-cara haram. Bersihkan tauhid kita dari noda-
noda syirik. Buang keridhaan terhadap perbuatan syirik dan hentikan
dukungan terhadap orang yang jelas-jelas melakukan kesyirikan.
Mulai hari ini, sinkronkan doa seorang anak dengan orang tua,
seorang istri dengan sang suami, seorang pemimpin dengan yang
dipimpinnya. Jika seorang ibu berdoa, Ya Allah, jadikan anak kami
anak yang sholih..., maka seharusnya anakpun berdoa, Ya
Allah....jadikan kami anak yang sholih dan berbakti kepada orang
tua. Jika seorang suami berdoa,Ya Allah, berikanlah kepada kami
kecukupan rizki..., maka sudah sepantasnya sang istripun
berdoa,Ya Allah, mudahkanlah suami hamba dalam mencari rizki-
Mu. Mulai hari ini, berdoalah dengan khusu, mintalah dengan
ikhlas dan mohonlah dengan sungguh-sungguh. Yakinlah, bahwa
engkau masih memiliki fitrah dalam hatimu dan yakinlah bahwa
Allah, pasti akan mengabulkan doa hamba-Nya yang ikhlas.
4~4 N:4O
EO)+ONNu1- U4-c
7 _ Ep) -g~-.-
4p+O'4-OEC ;}4N
O)E14:gN 4pOU7=;4OEc
4-E_E_ -@O=-E1 ^g
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan
Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang
menyombongkan diri dari menyembah-Ku [ berdoa kepada-Ku ]
akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". ( QS Al
Mukmin : 60 )
Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar
walillahilhamdu...........
Yang keempat, berubahlah, bertindaklah dan bekerjalah.
]) -.- +O)O4NC 4`
`O) _/4EO
W-+O)O4NC 4`
jgO^)
Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum
sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka
sendiri. (QS Ar Radu : 11)
Perubahan yang dimaksud adalah engkau bergerak kearah
yang lebih positif. Bergerak dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari
keterdiamanmu menuju keteguhan hatimu untuk tetap beristiqomah
di jalan Allah dan dari sempitnya pemahaman hatimu menuju
luasnya samudera lapangnya dadamu. Perubahan layaknya niat, ia
akan lebih konsisten ketika diwujudkan dan diamalkan dengan
perbuatan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Maka teruslah
melakukan perubahan, karena itulah fitrahmu sebagai kaum yang
harus merubah keadaan dirimu sendiri dan teruslah bergerak dengan
ikhlas untuk menjadi hamba yang terbaik disisi Allah Subhanahu
wataala, karena hamba yang terbaik itu bukanlah mereka yang tidak
pernah berbuat salah dan dosa. Tetapi hamba yang terbaik itu adalah
mereka yang segera bertaubat ketika salah dan dosa yang tak sengaja
dilakukan, menutupi ikhlasnya hati mereka.
Maasyiral muslimin, jamaah sholat ied yang
berbahagia...............
Kemarin, bangsa Indonesia merayakan hari kemerdekaannya
yang ke-67. Kemarin, bangsa Indonesia memperingati hari
kemenangannya, terbebas dari belenggu-belenggu penjajah. Hari ini,
ada moment yang jauh lebih besar karena seluruh kaum muslimin
dimuka bumi, tengah merayakan hari kemenangan mereka untuk
kembali menjadi manusia yang fitrah. Satu pertanyaan yang muncul
adalah apa yang harus dilakukan setelah kita mendapatkan
kemenangan itu?
Maasyiral muslimin, jika kemenangan adalah akhir dari
sebuah masalah dan seorang pahlawan adalah seseorang yang
memberi solusi atas berbagai persoalan, maka seorang pahlawan
sudah barang tentu adalah seseorang yang fitrah yang memiliki
akhlak qurani. Karena kita sepakat bahwa al Quran adalah kitab
panduan solusi hidup yang akan membimbing seseorang untuk
menjadi pahlawan bagi dirinya dan lingkungannya. Pahlawan adalah
seorang teladan atau guru, pemimpin sekaligus pejuang, penemu dan
problem solver, teguh dan sabar, juga seorang motivator sekaligus
eksekutor. Sebuah pribadi tak tergantikan yang menjadi sosok luar
biasa karena dalam dirinya terangkum secara konsisten sifat-sifat
mulia. Jika hari ini kita mendapati 1001 masalah ummat, maka
sudah selayaknya kita memiliki jiwa seorang pahlawan, menjadi
solusi dari sebuah persoalan. Semakin banyak masalah, semakin
banyak kesempatan menjadi seorang pahlawan. Semakin luas
persoalan itu, maka semakin luas pula nilai kepahlawanan kita.
Tetapi ingatlah, seorang pahlawan sejati adalah orang yang berputar
bersama jaman. Gerakannya nyaris tak terdengar namun seperti
matahari, ia diam dalam cahayanya yang terang, diam dalam
sinarnya yang hangat, memberi manfaat tanpa suka dilihat bahkan ia
tidak pernah mengijinkan seseorang menatapnya. Ia begitu percaya
diri sehingga tidak perlu pujian untuk melakukan pekerjaan yang
besar, meskipun seandainya tiba-tiba ada awan hitam yang
menutupinya, ia tetaplah bersinar dibalik awan. Subhanallahi wa Laa
haula walaa quwwata illa billah..........
Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar
walillahilhamdu............
Kaum muslimin yang berbahagia, akhirnya marilah kita
akhiri khutbah ini dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wataala,
memohon dan berharap agar kita senantiasa mendapat kekuatan dan
kemudahan dalam melaksanakan amanah yang Allah embankan
kepada kita.