BAB I

PENDAHULUAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam upaya mencapai Universal Health Coverage sesuai dengan reformasi PHC tahun
2008 dan upaya mencapai derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya sebagai
mana tujuan pembangunan kesehatan, maka Pemerintah Indonesia sejak tanggal 1 Jan
uari 2014 akan menerapkan Jaminan Kesehatan Nasional bagi seluruh rakyatnya seca
ra bertahap hingga 1 Januari 2019. Jaminan kesehatan ini merupakan pola pembiaya
an yang bersifat wajib, artinya pada tanggal 1 Januari 2019 seluruh masyarakat I
ndonesia (tanpa terkecuali) harus telah menjadi peserta. Melalui penerapan Jami
nan Kesehatan Nasional ini, diharapkan tidak ada lagi masyarakat Indonesia, khus
usnya masyarakat miskin yang tidak berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan di k
ala sakit karena tidak memiliki biaya.
Sebagianpihak menyambut baik inisiatif pemerintah tersebut, mengingat penerapan
Jaminan Kesehatan Nasional merupakan upaya pemerintah dalam melaksanakan Undang-
undang Dasar 1945, khususnya mengenai pemenuhan hak atas kesehatan bagi warganya
.
Namun sayangnya, pembentukan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial dalam melaksan
akan Jaminan Kesehatan Nasional ini menimbulkan banyak masalah. Sebagian menduku
ng jalannya BPJS sebagai jaminan terhadap hak-hak pekerja dan masyarakat miskin,
namun terdapat juga masyarakat yang tidak mendukung jalannya BPJS ini dikarenak
an pemerintah, badan penyedia asuransi dan peserta belum siap dalam pelaksanaan
BPJS baik dari segi finansial maupun infrasktruktural.
B. Tujuan
1. Untuk mengetahui aplikasi pelaksanaan BPJS di Puskesmas Sragen
2. Untuk mengetahui masalah-masalah yang timbul pada pelaksanaan BPJS di Pu
skesmas Sragen
3. Untuk mencari solusi atas masalah-masalah yang timbul pada pelaksanaan B
PJS di Puskesmas Sragen
C. Manfaat
1. Teraplikasinya pelaksanaan BPJS di Puskesmas Sragen
2. Terpecahkannya masalah-masalah yang timbul pada pelaksanaan BPJS di Pusk
esmas Sragen
3. Memiliki solusi atas masalah-masalah yang timbul pada pelaksanaan BPJS d
i Puskesmas Sragen
BAB II
PENETAPAN PRIORITAS MASALAH
A. Pengumpulan dan Pengolahan Data
Berdasarkan data kecamatan, jumlah penduduk pada akhir tahun 2013 di wilayah ker
ja Puskesmas Sragen sebanyak 63.865 jiwa,yang terdiri dari laki-laki 31.163jiwa
(48,79%) dan perempuan 32.702 jiwa (51,21%). Kepadatan penduduk 2,34 / km2.
Tabel 1. Persebaran Penduduk per Desa
No Desa Laki-laki Perempuan Jumlah
1 Sine 2477 (46,43%) 2858
(53,57%) 5335
(100%)
2 Sragen Kulon 6998 (46,70%) 7898
(53,30%) 14896
(100%)
3 Sragen Tengah 3432 (46,71%) 3914
(53,29%) 7346
(100%)
4 Sragen Wetan 7069 (49,32%) 7263
(50,68%) 14332
(100%)
5 Nglorog 3235 (51,61%) 3032
(48,39%) 6267
(100%)
6 Karang Tengah 2563 (49,20%) 2646
(50,80%) 5209
(100%)
7 Tangkil 2337 (50,78%) 2265
(49,22%) 4602
(100%)
8 Kedungupit 3052 (51,92%) 2826
(48,08%) 5878
(100%)
JUMLAH 31163
(48,79%) 32702
(51,21%) 63865
(100%)
(Sumber : Data Kecamatan Sragen, 2013)
Tabel 2. Jumlah Peserta BPJS yang Terdaftar di Wilayah Puskesmas Sragen
Nama Puskesmas Jumlah Peserta Jamkesmas Jumlah Peserta Sosial
Puskesmas Sragen 11.077 (17,3%) 8.548 (13,38%)
Gambar 1. Kerangka Berpikir Konseptual
Berdasarkan permasalahan yang timbul dalam aplikasi BPJS di Puskesmas Sragen, ak
an dilakukan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) sehingga di
dapatkan suatu alternatif pemecahan masalah berdasarkan prioritas.
B. Pemilihan Prioritas Masalah
Pemilihan prioritas masalah dilakukan dengan menggunakan tabel matriks, sebagai
berikut :
Tabel 3. Matrikulasi Prioritas Masalah Aplikasi BPJS di Puskesmas Sragen
No Masalah I (IMPORTANCY) T R IxTxR Peringkat
P S RI Du Sb Pb Pc
1. Peraturan pemerintah mengenai BPJS belum jelas 5 5 4
3 5 2 4 2 2 48.000 5
2. Kepesertaan BPJS belum mencakup seluruh penduduk Kecamatan Sragen
5 4 2 3 4 3 3 3 4 51.840
4
3. Adanya pembatasan rujukan yaitu sejumlah 144 jenis diagnosis harus dapat
ditangani di puskesmas 5 5 2 4 2 4 4
4 5 128.000 1
4. Kesadaran masyarakat mengenai asuransi kesehatan masih kurang 5
2 3 2 3 2 3 3 3 9.720 6
5. Persepsi mengenai BPJS masih berbeda satu sama lain antar petugas keseha
tan maupun peserta 5 5 4 2 4 3 3
3 3 64.800 3
Keterangan
I : Importancy (makin penting masalah tersebut, maka makin
diprioritaskan penyelesaiannya
P : Prevalence (besarnya masalah)
S : Severity (akibat yang ditimbulkan oleh masalah tersebut)
Ri : Rate of increase (kenaikan besarnya masalah)
Du : Degree of unmeet need (derajat keinginan masyarakat yang tidak

terpenuhi)
Sb : Social benefit (keuntungan sosial karena selesainya masalah)
Pb : Public concern (rasa prihatin masyarakat terhadap masalah)
Pc : Political climate (suasana politik)
T : Technology (makin layak teknologi yang tersedia dan yang dapat

dipakai untuk mengatasi masalah, makin diprioritaskan masalah
tersebut)
R : Resources (makin tersedia sumber daya yang dapat dipaki untuk
mengatasi masalah makin diprioritaskan masalah tersebut.
Sumber daya yang dimaksudkan di sini adalah yang menunjuk
pada tenaga (man), dana (money), dan sarana (material).
Kriteria nilai
1 : sangat rendah
2 : rendah
3 : sedang
4 : tinggi
5 : sangat tinggi
Berdasarkan matriks di atas, maka dapat ditetapkan adanya pembatasan rujukan yai
tu sejumlah 144 jenis diagnosis harus dapat ditangani di puskesmas adalah priori
tas masalah pada aplikasi BPJS di Puskesmas Sragen.
C. Analisis SWOT
Dalam merumuskan perencanaan strategis dan untuk pengembangan mutu pelayanan, ma
ka dilakukan analisis keadaan Puskesmas Sragen melalui analisis SWOT (Strength,
Weakness, Opportunity, Threat), meliputi :
1. Analisis lingkungan internal melalui Strength (kekuatan) dan Weakness (k
elemahan)
2. Analisis lingkungan eksternal melalui Opportunity (peluang) dan Threat (
ancaman)
Tabel 4. Analisis SWOT
Strength (S) Weakness (W)
Tenaga kesehatan (dokter dan bidan) yang kompeten dan profesional
Jumlah tenaga kesehatan yang memadai (4 Dokter, 2 Dokter Gigi, 30 Bidan)
Letak di tengah kota
Tersedianya jaringan WIFI
Tingkat pendidikan peserta BPJS yang tinggi sehingga mudah menerima informasi ya
ng diberikan Sarana prasarana yang masih belum memadai untuk menunjang diagno
sis dan pengobatan
Obat yang masih belum lengkap baik jenis maupun jumlah untuk melayani 144 jenis
penyakit
SOP yang masih belum ada untuk 144 jenis penyakit
Formularium yang belum baku
Kurangnya sosialisasi BPJS
Opportunity (O) Threat (T)
Sumber informasi yang banyak tersedia dan mudah diakses
Kesempatan mewujudkan keadilan layanan kesehatan
Hubungan dukungan politis dan sumber daya dari pemerintah dinilai optimal
Jaringan layanan kesehatan relatif sudah memadai Peraturan pemerintah m
genai pelaksanaan JKN dan BPJS belum memadai
Sulitnyamenghimpun dana untukpeserta Non PBI
Minimnya pemahaman mengenai sistem asuransi
BAB III
PENETAPAN PRIORITAS PEMECAHAN MASALAH
A. Alternatif Pemecahan Masalah
Berdasarkan beberapa kemungkinan penyebab masalah yang timbul denganadanya pemba
tasan rujukan yaitu sejumlah 144 jenis diagnosis harus dapat ditangani di puskes
mas, maka dirumuskan pula beberapa alternatif pemecahan masalah yang tercantum d
alam tabel di bawah ini :
Tabel 5. Alternatif Pemecahan Masalah
No Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah
1. Sarana prasarana pendukung diagnosis dan pengobatan (diagnosis set, labo
ratorium set) masih belum memadai dan belum lengkap Pengadaan sarana prasara
na (diagnosis set, laboratorium set) untuk menunjang diagnosis dan pengobatan
2. Obat yang tersedia di puskesmas masih belum lengkap untuk mengobati 144
diagnosis Melengkapi obat yang ada di puskesmas untuk mengobati 144 diagno
sis
3. Belum ada SOP 144 diagnosis yang harus dapat ditangani di puskesmas
Pembuatan SOP 144 diagnosis yang harus dapat ditangani di puskesmas
4. Belum ada formularium yang baku di puskesmas Pembuatan formularium ya
ng baku di puskesmas
5. Masih singkatnya waktu pelaksanaan program BPJS di puskesmas yang baru b
erjalan 1 bulan Evaluasi dan monitoring pelaksanaan program BPJS di puskesmas se
cara rutin

Gambar 2. Diagram Tulang Ikan Penyebab Masalah

B. Pemilihan Prioritas Pemecahan Masalah
Penentuan prioritas pemecahan masalah, dilakukan menggunakan teknik USG. Pemilih
an prioritas ini dilakukan dengan menggunakan skala penilaian yang didasarkan pa
da :
1. Urgencies (aspek keurgensian/keadaan) : mendesaknya waktu untuk pemecaha
n masalah yang ada
2. Seriousness (aspek kegentingan) : akibat dan pengaruhnya pada hasil dari
suatu proses atau upaya lain
3. Growth (aspek meluas/berkembang) : dampak masa depan dan kemungkinan ber
kembang dan masalah/penyebabnya yang bisa lebih gawat
Pembobotan USG : 5-4-3-2-1.
Tabel 6. Matrikulasi Alternatif Pemecahan Masalah
No Aspek U S G Kumulatif Ranking
1. Pengadaan sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) untuk menun
jang diagnosis dan pengobatan 5 5 5 125 1
2. Melengkapi obat yang ada di puskesmas untuk mengobati 144 diagnosis
5 4 4 80 2
3. Pembuatan SOP 144 diagnosis yang harus dapat ditangani di puskesmas
3 4 4 48 4
4. Pembuatan formularium yang baku di puskesmas 3 3 4
36 5
5. Evaluasi dan monitoring pelaksanaan program BPJS di puskesmas secara rut
in 4 4 4 64 3
Berdasarkan kriteria matriks diatas maka urutan prioritas pemecahan masalah adal
ah sebagai berikut:
1. Pengadaan sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) untuk menun
jang diagnosis dan pengobatan
2. Melengkapi obat yang ada di puskesmas untuk mengobati 144 diagnosis
3. Evaluasi dan monitoring pelaksanaan program BPJS di puskesmas secara rut
in
4. Pembuatan SOP 144 diagnosis yang harus dapat ditangani di puskesmas
5. Pembuatan formularium yang baku di puskesmas
BAB IV
PLAN OF ACTION
Berdasarkan analisis prioritas pemecahan masalah, didapatkan bahwa alternatif pe
mecahan masalah yang dipilih guna menangani adanya pembatasan rujukan yaitu seju
mlah 144 jenis diagnosis harus dapat ditangani Puskesmas Sragen adalah pengadaan
sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) untuk menunjang diagnosis da
n pengobatan.

No Kegiatan Tujuan dan Target Sasaran Biaya (Besaran dan Sumbe
r) Tempat Waktu Penanggung Jawab/Pelaksana Rencana Penilaian
Ket
1 Mengajukan proposal permohonan kepada pemerintah daerah untuk pengadaan
alat atau sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) untuk penunjang dia
gnosis dan pengobatan Mengadakan alat atau sarana prasarana (diagnosis set, la
boratorium set) untuk penunjang diagnosis dan pengobatan Pemerintah Daera
h Rp 150.000,00
Sumber : Dana Puskesmas Puskesmas Sragen dan Kantor Pemerintah Daerah Maret 20
14 Kepala Puskesmas Sragen a.n dr.Y. Agus Sudarmanto, M.Kes Tersedia
nya alat atau sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) untuk penunjang
diagnosis dan pengobatan -
2 Memperbaiki dan pemeliharaan alat atau sarana prasarana (diagnosis set,
laboratorium set) penunjang diagnosis dan pengobatan yang sudah tersedia di pusk
esmas Terpeliharanya alat atau sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium s
et) penunjang diagnosis dan pengobatan yang sudah tersedia di puskesmas Alat ata
u sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) penunjang diagnosis dan pen
gobatan yang sudah tersedia di puskesmas Rp 10.000.000
Sumber : APBD dan Dana Puskesmas Puskesmas Sragen Maret 2014
Kepala Puskesmas Sragen a.n dr.Y. Agus Sudarmanto, M.Kes
Bagian Sarana Prasarana Puskesmas Sragen Alat atau sarana prasarana (diag
nosis set, laboratorium set) penunjang diagnosis dan pengobatan dalam kondisi ba
ik dan layak pakai -
3 Perintisan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk mempermudah pengadaan
alat atau sarana prasarana penunjang diagnosis dan pengobatan Mempermudah peng
adaan alat atau sarana prasarana penunjang diagnosis dan pengobatan dengan terin
tisnya BLUD Puskesmas Sragen Sumber : APBD Puskesmas Sragen dan Kan
tor Pemerintah Daerah Tahun 2015 Kepala Puskesmas Sragen a.n dr.Y. Agus S
udarmanto, M.Kes Terintisnya BLUD -
A. Latar Belakang
Dalam upaya mencapai Universal Health Coverage sesuai dengan reformasi PHC tahun
2008 dan upaya mencapai derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya sebagai
mana tujuan pembangunan kesehatan, maka Pemerintah Indonesia sejak tanggal 1 Jan
uari 2014 akan menerapkan Jaminan Kesehatan Nasional bagi seluruh rakyatnya seca
ra bertahap hingga 1 Januari 2019. Jaminan kesehatan ini merupakan pola pembiaya
an yang bersifat wajib, artinya pada tanggal 1 Januari 2019 seluruh masyarakat I
ndonesia (tanpa terkecuali) harus telah menjadi peserta. Melalui penerapan Jami
nan Kesehatan Nasional ini, diharapkan tidak ada lagi masyarakat Indonesia, khus
usnya masyarakat miskin yang tidak berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan di k
ala sakit karena tidak memiliki biaya.
Sebagianpihak menyambut baik inisiatif pemerintah tersebut, mengingat penerapan
Jaminan Kesehatan Nasional merupakan upaya pemerintah dalam melaksanakan Undang-
undang Dasar 1945, khususnya mengenai pemenuhan hak atas kesehatan bagi warganya
.
Namun sayangnya, pembentukan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial dalam melaksan
akan Jaminan Kesehatan Nasional ini menimbulkan banyak masalah. Sebagian menduku
ng jalannya BPJS sebagai jaminan terhadap hak-hak pekerja dan masyarakat miskin,
namun terdapat juga masyarakat yang tidak mendukung jalannya BPJS ini dikarenak
an pemerintah, badan penyedia asuransi dan peserta belum siap dalam pelaksanaan
BPJS baik dari segi finansial maupun infrasktruktural.
B. Tujuan
1. Untuk mengetahui aplikasi pelaksanaan BPJS di Puskesmas Sragen
2. Untuk mengetahui masalah-masalah yang timbul pada pelaksanaan BPJS di Pu
skesmas Sragen
3. Untuk mencari solusi atas masalah-masalah yang timbul pada pelaksanaan B
PJS di Puskesmas Sragen
C. Manfaat
1. Teraplikasinya pelaksanaan BPJS di Puskesmas Sragen
2. Terpecahkannya masalah-masalah y
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam upaya mencapai Universal Health Coverage sesuai dengan reformasi PHC tahun
2008 dan upaya mencapai derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya sebagai
mana tujuan pembangunan kesehatan, maka Pemerintah Indonesia sejak tanggal 1 Jan
uari 2014 akan menerapkan Jaminan Kesehatan Nasional bagi seluruh rakyatnya seca
ra bertahap hingga 1 Januari 2019. Jaminan kesehatan ini merupakan pola pembiaya
an yang bersifat wajib, artinya pada tanggal 1 Januari 2019 seluruh masyarakat I
ndonesia (tanpa terkecuali) harus telah menjadi peserta. Melalui penerapan Jami
nan Kesehatan Nasional ini, diharapkan tidak ada lagi masyarakat Indonesia, khus
usnya masyarakat miskin yang tidak berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan di k
ala sakit karena tidak memiliki biaya.
Sebagianpihak menyambut baik inisiatif pemerintah tersebut, mengingat penerapan
Jaminan Kesehatan Nasional merupakan upaya pemerintah dalam melaksanakan Undang-
undang Dasar 1945, khususnya mengenai pemenuhan hak atas kesehatan bagi warganya
.
Namun sayangnya, pembentukan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial dalam melaksan
akan Jaminan Kesehatan Nasional ini menimbulkan banyak masalah. Sebagian menduku
ng jalannya BPJS sebagai jaminan terhadap hak-hak pekerja dan masyarakat miskin,
namun terdapat juga masyarakat yang tidak mendukung jalannya BPJS ini dikarenak
an pemerintah, badan penyedia asuransi dan peserta belum siap dalam pelaksanaan
BPJS baik dari segi finansial maupun infrasktruktural.
B. Tujuan
1. Untuk mengetahui aplikasi pelaksanaan BPJS di Puskesmas Sragen
2. Untuk mengetahui masalah-masalah yang timbul pada pelaksanaan BPJS di Pu
skesmas Sragen
3. Untuk mencari solusi atas masalah-masalah yang timbul pada pelaksanaan B
PJS di Puskesmas Sragen
C. Manfaat
1. Teraplikasinya pelaksanaan BPJS di Puskesmas Sragen
2. Terpecahkannya masalah-masalah yang timbul pada pelaksanaan BPJS di Pusk
esmas Sragen
3. Memiliki solusi atas masalah-masalah yang timbul pada pelaksanaan BPJS d
i Puskesmas Sragen
BAB II
PENETAPAN PRIORITAS MASALAH
A. Pengumpulan dan Pengolahan Data
Berdasarkan data kecamatan, jumlah penduduk pada akhir tahun 2013 di wilayah ker
ja Puskesmas Sragen sebanyak 63.865 jiwa,yang terdiri dari laki-laki 31.163jiwa
(48,79%) dan perempuan 32.702 jiwa (51,21%). Kepadatan penduduk 2,34 / km2.
Tabel 1. Persebaran Penduduk per Desa
No Desa Laki-laki Perempuan Jumlah
1 Sine 2477 (46,43%) 2858
(53,57%) 5335
(100%)
2 Sragen Kulon 6998 (46,70%) 7898
(53,30%) 14896
(100%)
3 Sragen Tengah 3432 (46,71%) 3914
(53,29%) 7346
(100%)
4 Sragen Wetan 7069 (49,32%) 7263
(50,68%) 14332
(100%)
5 Nglorog 3235 (51,61%) 3032
(48,39%) 6267
(100%)
6 Karang Tengah 2563 (49,20%) 2646
(50,80%) 5209
(100%)
7 Tangkil 2337 (50,78%) 2265
(49,22%) 4602
(100%)
8 Kedungupit 3052 (51,92%) 2826
(48,08%) 5878
(100%)
JUMLAH 31163
(48,79%) 32702
(51,21%) 63865
(100%)
(Sumber : Data Kecamatan Sragen, 2013)
Tabel 2. Jumlah Peserta BPJS yang Terdaftar di Wilayah Puskesmas Sragen
Nama Puskesmas Jumlah Peserta Jamkesmas Jumlah Peserta Sosial
Puskesmas Sragen 11.077 (17,3%) 8.548 (13,38%)
Gambar 1. Kerangka Berpikir Konseptual
Berdasarkan permasalahan yang timbul dalam aplikasi BPJS di Puskesmas Sragen, ak
an dilakukan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) sehingga di
dapatkan suatu alternatif pemecahan masalah berdasarkan prioritas.
B. Pemilihan Prioritas Masalah
Pemilihan prioritas masalah dilakukan dengan menggunakan tabel matriks, sebagai
berikut :
Tabel 3. Matrikulasi Prioritas Masalah Aplikasi BPJS di Puskesmas Sragen
No Masalah I (IMPORTANCY) T R IxTxR Peringkat
P S RI Du Sb Pb Pc
1. Peraturan pemerintah mengenai BPJS belum jelas 5 5 4
3 5 2 4 2 2 48.000 5
2. Kepesertaan BPJS belum mencakup seluruh penduduk Kecamatan Sragen
5 4 2 3 4 3 3 3 4 51.840
4
3. Adanya pembatasan rujukan yaitu sejumlah 144 jenis diagnosis harus dapat
ditangani di puskesmas 5 5 2 4 2 4 4
4 5 128.000 1
4. Kesadaran masyarakat mengenai asuransi kesehatan masih kurang 5
2 3 2 3 2 3 3 3 9.720 6
5. Persepsi mengenai BPJS masih berbeda satu sama lain antar petugas keseha
tan maupun peserta 5 5 4 2 4 3 3
3 3 64.800 3
Keterangan
I : Importancy (makin penting masalah tersebut, maka makin
diprioritaskan penyelesaiannya
P : Prevalence (besarnya masalah)
S : Severity (akibat yang ditimbulkan oleh masalah tersebut)
Ri : Rate of increase (kenaikan besarnya masalah)
Du : Degree of unmeet need (derajat keinginan masyarakat yang tidak

terpenuhi)
Sb : Social benefit (keuntungan sosial karena selesainya masalah)
Pb : Public concern (rasa prihatin masyarakat terhadap masalah)
Pc : Political climate (suasana politik)
T : Technology (makin layak teknologi yang tersedia dan yang dapat

dipakai untuk mengatasi masalah, makin diprioritaskan masalah
tersebut)
R : Resources (makin tersedia sumber daya yang dapat dipaki untuk
mengatasi masalah makin diprioritaskan masalah tersebut.
Sumber daya yang dimaksudkan di sini adalah yang menunjuk
pada tenaga (man), dana (money), dan sarana (material).
Kriteria nilai
1 : sangat rendah
2 : rendah
3 : sedang
4 : tinggi
5 : sangat tinggi
Berdasarkan matriks di atas, maka dapat ditetapkan adanya pembatasan rujukan yai
tu sejumlah 144 jenis diagnosis harus dapat ditangani di puskesmas adalah priori
tas masalah pada aplikasi BPJS di Puskesmas Sragen.
C. Analisis SWOT
Dalam merumuskan perencanaan strategis dan untuk pengembangan mutu pelayanan, ma
ka dilakukan analisis keadaan Puskesmas Sragen melalui analisis SWOT (Strength,
Weakness, Opportunity, Threat), meliputi :
1. Analisis lingkungan internal melalui Strength (kekuatan) dan Weakness (k
elemahan)
2. Analisis lingkungan eksternal melalui Opportunity (peluang) dan Threat (
ancaman)
Tabel 4. Analisis SWOT
Strength (S) Weakness (W)
Tenaga kesehatan (dokter dan bidan) yang kompeten dan profesional
Jumlah tenaga kesehatan yang memadai (4 Dokter, 2 Dokter Gigi, 30 Bidan)
Letak di tengah kota
Tersedianya jaringan WIFI
Tingkat pendidikan peserta BPJS yang tinggi sehingga mudah menerima informasi ya
ng diberikan Sarana prasarana yang masih belum memadai untuk menunjang diagno
sis dan pengobatan
Obat yang masih belum lengkap baik jenis maupun jumlah untuk melayani 144 jenis
penyakit
SOP yang masih belum ada untuk 144 jenis penyakit
Formularium yang belum baku
Kurangnya sosialisasi BPJS
Opportunity (O) Threat (T)
Sumber informasi yang banyak tersedia dan mudah diakses
Kesempatan mewujudkan keadilan layanan kesehatan
Hubungan dukungan politis dan sumber daya dari pemerintah dinilai optimal
Jaringan layanan kesehatan relatif sudah memadai Peraturan pemerintah m
genai pelaksanaan JKN dan BPJS belum memadai
Sulitnyamenghimpun dana untukpeserta Non PBI
Minimnya pemahaman mengenai sistem asuransi
BAB III
PENETAPAN PRIORITAS PEMECAHAN MASALAH
A. Alternatif Pemecahan Masalah
Berdasarkan beberapa kemungkinan penyebab masalah yang timbul denganadanya pemba
tasan rujukan yaitu sejumlah 144 jenis diagnosis harus dapat ditangani di puskes
mas, maka dirumuskan pula beberapa alternatif pemecahan masalah yang tercantum d
alam tabel di bawah ini :
Tabel 5. Alternatif Pemecahan Masalah
No Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah
1. Sarana prasarana pendukung diagnosis dan pengobatan (diagnosis set, labo
ratorium set) masih belum memadai dan belum lengkap Pengadaan sarana prasara
na (diagnosis set, laboratorium set) untuk menunjang diagnosis dan pengobatan
2. Obat yang tersedia di puskesmas masih belum lengkap untuk mengobati 144
diagnosis Melengkapi obat yang ada di puskesmas untuk mengobati 144 diagno
sis
3. Belum ada SOP 144 diagnosis yang harus dapat ditangani di puskesmas
Pembuatan SOP 144 diagnosis yang harus dapat ditangani di puskesmas
4. Belum ada formularium yang baku di puskesmas Pembuatan formularium ya
ng baku di puskesmas
5. Masih singkatnya waktu pelaksanaan program BPJS di puskesmas yang baru b
erjalan 1 bulan Evaluasi dan monitoring pelaksanaan program BPJS di puskesmas se
cara rutin

Gambar 2. Diagram Tulang Ikan Penyebab Masalah

B. Pemilihan Prioritas Pemecahan Masalah
Penentuan prioritas pemecahan masalah, dilakukan menggunakan teknik USG. Pemilih
an prioritas ini dilakukan dengan menggunakan skala penilaian yang didasarkan pa
da :
1. Urgencies (aspek keurgensian/keadaan) : mendesaknya waktu untuk pemecaha
n masalah yang ada
2. Seriousness (aspek kegentingan) : akibat dan pengaruhnya pada hasil dari
suatu proses atau upaya lain
3. Growth (aspek meluas/berkembang) : dampak masa depan dan kemungkinan ber
kembang dan masalah/penyebabnya yang bisa lebih gawat
Pembobotan USG : 5-4-3-2-1.
Tabel 6. Matrikulasi Alternatif Pemecahan Masalah
No Aspek U S G Kumulatif Ranking
1. Pengadaan sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) untuk menun
jang diagnosis dan pengobatan 5 5 5 125 1
2. Melengkapi obat yang ada di puskesmas untuk mengobati 144 diagnosis
5 4 4 80 2
3. Pembuatan SOP 144 diagnosis yang harus dapat ditangani di puskesmas
3 4 4 48 4
4. Pembuatan formularium yang baku di puskesmas 3 3 4
36 5
5. Evaluasi dan monitoring pelaksanaan program BPJS di puskesmas secara rut
in 4 4 4 64 3
Berdasarkan kriteria matriks diatas maka urutan prioritas pemecahan masalah adal
ah sebagai berikut:
1. Pengadaan sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) untuk menun
jang diagnosis dan pengobatan
2. Melengkapi obat yang ada di puskesmas untuk mengobati 144 diagnosis
3. Evaluasi dan monitoring pelaksanaan program BPJS di puskesmas secara rut
in
4. Pembuatan SOP 144 diagnosis yang harus dapat ditangani di puskesmas
5. Pembuatan formularium yang baku di puskesmas
BAB IV
PLAN OF ACTION
Berdasarkan analisis prioritas pemecahan masalah, didapatkan bahwa alternatif pe
mecahan masalah yang dipilih guna menangani adanya pembatasan rujukan yaitu seju
mlah 144 jenis diagnosis harus dapat ditangani Puskesmas Sragen adalah pengadaan
sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) untuk menunjang diagnosis da
n pengobatan.

No Kegiatan Tujuan dan Target Sasaran Biaya (Besaran dan Sumbe
r) Tempat Waktu Penanggung Jawab/Pelaksana Rencana Penilaian
Ket
1 Mengajukan proposal permohonan kepada pemerintah daerah untuk pengadaan
alat atau sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) untuk penunjang dia
gnosis dan pengobatan Mengadakan alat atau sarana prasarana (diagnosis set, la
boratorium set) untuk penunjang diagnosis dan pengobatan Pemerintah Daera
h Rp 150.000,00
Sumber : Dana Puskesmas Puskesmas Sragen dan Kantor Pemerintah Daerah Maret 20
14 Kepala Puskesmas Sragen a.n dr.Y. Agus Sudarmanto, M.Kes Tersedia
nya alat atau sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) untuk penunjang
diagnosis dan pengobatan -
2 Memperbaiki dan pemeliharaan alat atau sarana prasarana (diagnosis set,
laboratorium set) penunjang diagnosis dan pengobatan yang sudah tersedia di pusk
esmas Terpeliharanya alat atau sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium s
et) penunjang diagnosis dan pengobatan yang sudah tersedia di puskesmas Alat ata
u sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) penunjang diagnosis dan pen
gobatan yang sudah tersedia di puskesmas Rp 10.000.000
Sumber : APBD dan Dana Puskesmas Puskesmas Sragen Maret 2014
Kepala Puskesmas Sragen a.n dr.Y. Agus Sudarmanto, M.Kes
Bagian Sarana Prasarana Puskesmas Sragen Alat atau sarana prasarana (diag
nosis set, laboratorium set) penunjang diagnosis dan pengobatan dalam kondisi ba
ik dan layak pakai -
3 Perintisan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk mempermudah pengadaan
alat atau sarana prasarana penunjang diagnosis dan pengobatan Mempermudah peng
adaan alat atau sarana prasarana penunjang diagnosis dan pengobatan dengan terin
tisnya BLUD Puskesmas Sragen Sumber : APBD Puskesmas Sragen dan Kan
tor Pemerintah Daerah Tahun 2015 Kepala Puskesmas Sragen a.n dr.Y. Agus S
udarmanto, M.Kes Terintisnya BLUD -
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam upaya mencapai Universal Health Coverage sesuai dengan reformasi PHC tahun
2008 dan upaya mencapai derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya sebagai
mana tujuan pembangunan kesehatan, maka Pemerintah Indonesia sejak tanggal 1 Jan
uari 2014 akan menerapkan Jaminan Kesehatan Nasional bagi seluruh rakyatnya seca
ra bertahap hingga 1 Januari 2019. Jaminan kesehatan ini merupakan pola pembiaya
an yang bersifat wajib, artinya pada tanggal 1 Januari 2019 seluruh masyarakat I
ndonesia (tanpa terkecuali) harus telah menjadi peserta. Melalui penerapan Jami
nan Kesehatan Nasional ini, diharapkan tidak ada lagi masyarakat Indonesia, khus
usnya masyarakat miskin yang tidak berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan di k
ala sakit karena tidak memiliki biaya.
Sebagianpihak menyambut baik inisiatif pemerintah tersebut, mengingat penerapan
Jaminan Kesehatan Nasional merupakan upaya pemerintah dalam melaksanakan Undang-
undang Dasar 1945, khususnya mengenai pemenuhan hak atas kesehatan bagi warganya
.
Namun sayangnya, pembentukan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial dalam melaksan
akan Jaminan Kesehatan Nasional ini menimbulkan banyak masalah. Sebagian menduku
ng jalannya BPJS sebagai jaminan terhadap hak-hak pekerja dan masyarakat miskin,
namun terdapat juga masyarakat yang tidak mendukung jalannya BPJS ini dikarenak
an pemerintah, badan penyedia asuransi dan peserta belum siap dalam pelaksanaan
BPJS baik dari segi finansial maupun infrasktruktural.
B. Tujuan
1. Untuk mengetahui aplikasi pelaksanaan BPJS di Puskesmas Sragen
2. Untuk mengetahui masalah-masalah yang timbul pada pelaksanaan BPJS di Pu
skesmas Sragen
3. Untuk mencari solusi atas masalah-masalah yang timbul pada pelaksanaan B
PJS di Puskesmas Sragen
C. Manfaat
1. Teraplikasinya pelaksanaan BPJS di Puskesmas Sragen
2. Terpecahkannya masalah-masalah yang timbul pada pelaksanaan BPJS di Pusk
esmas Sragen
3. Memiliki solusi atas masalah-masalah yang timbul pada pelaksanaan BPJS d
i Puskesmas Sragen
BAB II
PENETAPAN PRIORITAS MASALAH
A. Pengumpulan dan Pengolahan Data
Berdasarkan data kecamatan, jumlah penduduk pada akhir tahun 2013 di wilayah ker
ja Puskesmas Sragen sebanyak 63.865 jiwa,yang terdiri dari laki-laki 31.163jiwa
(48,79%) dan perempuan 32.702 jiwa (51,21%). Kepadatan penduduk 2,34 / km2.
Tabel 1. Persebaran Penduduk per Desa
No Desa Laki-laki Perempuan Jumlah
1 Sine 2477 (46,43%) 2858
(53,57%) 5335
(100%)
2 Sragen Kulon 6998 (46,70%) 7898
(53,30%) 14896
(100%)
3 Sragen Tengah 3432 (46,71%) 3914
(53,29%) 7346
(100%)
4 Sragen Wetan 7069 (49,32%) 7263
(50,68%) 14332
(100%)
5 Nglorog 3235 (51,61%) 3032
(48,39%) 6267
(100%)
6 Karang Tengah 2563 (49,20%) 2646
(50,80%) 5209
(100%)
7 Tangkil 2337 (50,78%) 2265
(49,22%) 4602
(100%)
8 Kedungupit 3052 (51,92%) 2826
(48,08%) 5878
(100%)
JUMLAH 31163
(48,79%) 32702
(51,21%) 63865
(100%)
(Sumber : Data Kecamatan Sragen, 2013)
Tabel 2. Jumlah Peserta BPJS yang Terdaftar di Wilayah Puskesmas Sragen
Nama Puskesmas Jumlah Peserta Jamkesmas Jumlah Peserta Sosial
Puskesmas Sragen 11.077 (17,3%) 8.548 (13,38%)
Gambar 1. Kerangka Berpikir Konseptual
Berdasarkan permasalahan yang timbul dalam aplikasi BPJS di Puskesmas Sragen, ak
an dilakukan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) sehingga di
dapatkan suatu alternatif pemecahan masalah berdasarkan prioritas.
B. Pemilihan Prioritas Masalah
Pemilihan prioritas masalah dilakukan dengan menggunakan tabel matriks, sebagai
berikut :
Tabel 3. Matrikulasi Prioritas Masalah Aplikasi BPJS di Puskesmas Sragen
No Masalah I (IMPORTANCY) T R IxTxR Peringkat
P S RI Du Sb Pb Pc
1. Peraturan pemerintah mengenai BPJS belum jelas 5 5 4
3 5 2 4 2 2 48.000 5
2. Kepesertaan BPJS belum mencakup seluruh penduduk Kecamatan Sragen
5 4 2 3 4 3 3 3 4 51.840
4
3. Adanya pembatasan rujukan yaitu sejumlah 144 jenis diagnosis harus dapat
ditangani di puskesmas 5 5 2 4 2 4 4
4 5 128.000 1
4. Kesadaran masyarakat mengenai asuransi kesehatan masih kurang 5
2 3 2 3 2 3 3 3 9.720 6
5. Persepsi mengenai BPJS masih berbeda satu sama lain antar petugas keseha
tan maupun peserta 5 5 4 2 4 3 3
3 3 64.800 3
Keterangan
I : Importancy (makin penting masalah tersebut, maka makin
diprioritaskan penyelesaiannya
P : Prevalence (besarnya masalah)
S : Severity (akibat yang ditimbulkan oleh masalah tersebut)
Ri : Rate of increase (kenaikan besarnya masalah)
Du : Degree of unmeet need (derajat keinginan masyarakat yang tidak

terpenuhi)
Sb : Social benefit (keuntungan sosial karena selesainya masalah)
Pb : Public concern (rasa prihatin masyarakat terhadap masalah)
Pc : Political climate (suasana politik)
T : Technology (makin layak teknologi yang tersedia dan yang dapat

dipakai untuk mengatasi masalah, makin diprioritaskan masalah
tersebut)
R : Resources (makin tersedia sumber daya yang dapat dipaki untuk
mengatasi masalah makin diprioritaskan masalah tersebut.
Sumber daya yang dimaksudkan di sini adalah yang menunjuk
pada tenaga (man), dana (money), dan sarana (material).
Kriteria nilai
1 : sangat rendah
2 : rendah
3 : sedang
4 : tinggi
5 : sangat tinggi
Berdasarkan matriks di atas, maka dapat ditetapkan adanya pembatasan rujukan yai
tu sejumlah 144 jenis diagnosis harus dapat ditangani di puskesmas adalah priori
tas masalah pada aplikasi BPJS di Puskesmas Sragen.
C. Analisis SWOT
Dalam merumuskan perencanaan strategis dan untuk pengembangan mutu pelayanan, ma
ka dilakukan analisis keadaan Puskesmas Sragen melalui analisis SWOT (Strength,
Weakness, Opportunity, Threat), meliputi :
1. Analisis lingkungan internal melalui Strength (kekuatan) dan Weakness (k
elemahan)
2. Analisis lingkungan eksternal melalui Opportunity (peluang) dan Threat (
ancaman)
Tabel 4. Analisis SWOT
Strength (S) Weakness (W)
Tenaga kesehatan (dokter dan bidan) yang kompeten dan profesional
Jumlah tenaga kesehatan yang memadai (4 Dokter, 2 Dokter Gigi, 30 Bidan)
Letak di tengah kota
Tersedianya jaringan WIFI
Tingkat pendidikan peserta BPJS yang tinggi sehingga mudah menerima informasi ya
ng diberikan Sarana prasarana yang masih belum memadai untuk menunjang diagno
sis dan pengobatan
Obat yang masih belum lengkap baik jenis maupun jumlah untuk melayani 144 jenis
penyakit
SOP yang masih belum ada untuk 144 jenis penyakit
Formularium yang belum baku
Kurangnya sosialisasi BPJS
Opportunity (O) Threat (T)
Sumber informasi yang banyak tersedia dan mudah diakses
Kesempatan mewujudkan keadilan layanan kesehatan
Hubungan dukungan politis dan sumber daya dari pemerintah dinilai optimal
Jaringan layanan kesehatan relatif sudah memadai Peraturan pemerintah m
genai pelaksanaan JKN dan BPJS belum memadai
Sulitnyamenghimpun dana untukpeserta Non PBI
Minimnya pemahaman mengenai sistem asuransi
BAB III
PENETAPAN PRIORITAS PEMECAHAN MASALAH
A. Alternatif Pemecahan Masalah
Berdasarkan beberapa kemungkinan penyebab masalah yang timbul denganadanya pemba
tasan rujukan yaitu sejumlah 144 jenis diagnosis harus dapat ditangani di puskes
mas, maka dirumuskan pula beberapa alternatif pemecahan masalah yang tercantum d
alam tabel di bawah ini :
Tabel 5. Alternatif Pemecahan Masalah
No Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah
1. Sarana prasarana pendukung diagnosis dan pengobatan (diagnosis set, labo
ratorium set) masih belum memadai dan belum lengkap Pengadaan sarana prasara
na (diagnosis set, laboratorium set) untuk menunjang diagnosis dan pengobatan
2. Obat yang tersedia di puskesmas masih belum lengkap untuk mengobati 144
diagnosis Melengkapi obat yang ada di puskesmas untuk mengobati 144 diagno
sis
3. Belum ada SOP 144 diagnosis yang harus dapat ditangani di puskesmas
Pembuatan SOP 144 diagnosis yang harus dapat ditangani di puskesmas
4. Belum ada formularium yang baku di puskesmas Pembuatan formularium ya
ng baku di puskesmas
5. Masih singkatnya waktu pelaksanaan program BPJS di puskesmas yang baru b
erjalan 1 bulan Evaluasi dan monitoring pelaksanaan program BPJS di puskesmas se
cara rutin

Gambar 2. Diagram Tulang Ikan Penyebab Masalah

B. Pemilihan Prioritas Pemecahan Masalah
Penentuan prioritas pemecahan masalah, dilakukan menggunakan teknik USG. Pemilih
an prioritas ini dilakukan dengan menggunakan skala penilaian yang didasarkan pa
da :
1. Urgencies (aspek keurgensian/keadaan) : mendesaknya waktu untuk pemecaha
n masalah yang ada
2. Seriousness (aspek kegentingan) : akibat dan pengaruhnya pada hasil dari
suatu proses atau upaya lain
3. Growth (aspek meluas/berkembang) : dampak masa depan dan kemungkinan ber
kembang dan masalah/penyebabnya yang bisa lebih gawat
Pembobotan USG : 5-4-3-2-1.
Tabel 6. Matrikulasi Alternatif Pemecahan Masalah
No Aspek U S G Kumulatif Ranking
1. Pengadaan sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) untuk menun
jang diagnosis dan pengobatan 5 5 5 125 1
2. Melengkapi obat yang ada di puskesmas untuk mengobati 144 diagnosis
5 4 4 80 2
3. Pembuatan SOP 144 diagnosis yang harus dapat ditangani di puskesmas
3 4 4 48 4
4. Pembuatan formularium yang baku di puskesmas 3 3 4
36 5
5. Evaluasi dan monitoring pelaksanaan program BPJS di puskesmas secara rut
in 4 4 4 64 3
Berdasarkan kriteria matriks diatas maka urutan prioritas pemecahan masalah adal
ah sebagai berikut:
1. Pengadaan sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) untuk menun
jang diagnosis dan pengobatan
2. Melengkapi obat yang ada di puskesmas untuk mengobati 144 diagnosis
3. Evaluasi dan monitoring pelaksanaan program BPJS di puskesmas secara rut
in
4. Pembuatan SOP 144 diagnosis yang harus dapat ditangani di puskesmas
5. Pembuatan formularium yang baku di puskesmas
BAB IV
PLAN OF ACTION
Berdasarkan analisis prioritas pemecahan masalah, didapatkan bahwa alternatif pe
mecahan masalah yang dipilih guna menangani adanya pembatasan rujukan yaitu seju
mlah 144 jenis diagnosis harus dapat ditangani Puskesmas Sragen adalah pengadaan
sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) untuk menunjang diagnosis da
n pengobatan.

No Kegiatan Tujuan dan Target Sasaran Biaya (Besaran dan Sumbe
r) Tempat Waktu Penanggung Jawab/Pelaksana Rencana Penilaian
Ket
1 Mengajukan proposal permohonan kepada pemerintah daerah untuk pengadaan
alat atau sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) untuk penunjang dia
gnosis dan pengobatan Mengadakan alat atau sarana prasarana (diagnosis set, la
boratorium set) untuk penunjang diagnosis dan pengobatan Pemerintah Daera
h Rp 150.000,00
Sumber : Dana Puskesmas Puskesmas Sragen dan Kantor Pemerintah Daerah Maret 20
14 Kepala Puskesmas Sragen a.n dr.Y. Agus Sudarmanto, M.Kes Tersedia
nya alat atau sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) untuk penunjang
diagnosis dan pengobatan -
2 Memperbaiki dan pemeliharaan alat atau sarana prasarana (diagnosis set,
laboratorium set) penunjang diagnosis dan pengobatan yang sudah tersedia di pusk
esmas Terpeliharanya alat atau sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium s
et) penunjang diagnosis dan pengobatan yang sudah tersedia di puskesmas Alat ata
u sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) penunjang diagnosis dan pen
gobatan yang sudah tersedia di puskesmas Rp 10.000.000
Sumber : APBD dan Dana Puskesmas Puskesmas Sragen Maret 2014
Kepala Puskesmas Sragen a.n dr.Y. Agus Sudarmanto, M.Kes
Bagian Sarana Prasarana Puskesmas Sragen Alat atau sarana prasarana (diag
nosis set, laboratorium set) penunjang diagnosis dan pengobatan dalam kondisi ba
ik dan layak pakai -
3 Perintisan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk mempermudah pengadaan
alat atau sarana prasarana penunjang diagnosis dan pengobatan Mempermudah peng
adaan alat atau sarana prasarana penunjang diagnosis dan pengobatan dengan terin
tisnya BLUD Puskesmas Sragen Sumber : APBD Puskesmas Sragen dan Kan
tor Pemerintah Daerah Tahun 2015 Kepala Puskesmas Sragen a.n dr.Y. Agus S
udarmanto, M.Kes Terintisnya BLUD -
ang timbul pada pelaksanaan BPJS di Puskesmas Sragen
3. Memiliki solusi atas masalah-masalah yang timbul pada pelaksanaan BPJS d
i Puskesmas Sragen
BAB II
PENETAPAN PRIORITAS MASALAH
A. Pengumpulan dan Pengolahan Data
Berdasarkan data kecamatan, jumlah penduduk pada akhir tahun 2013 di wilayah ker
ja Puskesmas Sragen sebanyak 63.865 jiwa,yang terdiri dari laki-laki 31.163jiwa
(48,79%) dan perempuan 32.702 jiwa (51,21%). Kepadatan penduduk 2,34 / km2.
Tabel 1. Persebaran Penduduk per Desa
No Desa Laki-laki Perempuan Jumlah
1 Sine 2477 (46,43%) 2858
(53,57%) 5335
(100%)
2 Sragen Kulon 6998 (46,70%) 7898
(53,30%) 14896
(100%)
3 Sragen Tengah 3432 (46,71%) 3914
(53,29%) 7346
(100%)
4 Sragen Wetan 7069 (49,32%) 7263
(50,68%) 14332
(100%)
5 Nglorog 3235 (51,61%) 3032
(48,39%) 6267
(100%)
6 Karang Tengah 2563 (49,20%) 2646
(50,80%) 5209
(100%)
7 Tangkil 2337 (50,78%) 2265
(49,22%) 4602
(100%)
8 Kedungupit 3052 (51,92%) 2826
(48,08%) 5878
(100%)
JUMLAH 31163
(48,79%) 32702
(51,21%) 63865
(100%)
(Sumber : Data Kecamatan Sragen, 2013)
Tabel 2. Jumlah Peserta BPJS yang Terdaftar di Wilayah Puskesmas Sragen
Nama Puskesmas Jumlah Peserta Jamkesmas Jumlah Peserta Sosial
Puskesmas Sragen 11.077 (17,3%) 8.548 (13,38%)
Gambar 1. Kerangka Berpikir Konseptual
Berdasarkan permasalahan yang timbul dalam aplikasi BPJS di Puskesmas Sragen, ak
an dilakukan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) sehingga di
dapatkan suatu alternatif pemecahan masalah berdasarkan prioritas.
B. Pemilihan Prioritas Masalah
Pemilihan prioritas masalah dilakukan dengan menggunakan tabel matriks, sebagai
berikut :
Tabel 3. Matrikulasi Prioritas Masalah Aplikasi BPJS di Puskesmas Sragen
No Masalah I (IMPORTANCY) T R IxTxR Peringkat
P S RI Du Sb Pb Pc
1. Peraturan pemerintah mengenai BPJS belum jelas 5 5 4
3 5 2 4 2 2 48.000 5
2. Kepesertaan BPJS belum mencakup seluruh penduduk Kecamatan Sragen
5 4 2 3 4 3 3 3 4 51.840
4
3. Adanya pembatasan rujukan yaitu sejumlah 144 jenis diagnosis harus dapat
ditangani di puskesmas 5 5 2 4 2 4 4
4 5 128.000 1
4. Kesadaran masyarakat mengenai asuransi kesehatan masih kurang 5
2 3 2 3 2 3 3 3 9.720 6
5. Persepsi mengenai BPJS masih berbeda satu sama lain antar petugas keseha
tan maupun peserta 5 5 4 2 4 3 3
3 3 64.800 3
Keterangan
I : Importancy (makin penting masalah tersebut, maka makin
diprioritaskan penyelesaiannya
P : Prevalence (besarnya masalah)
S : Severity (akibat yang ditimbulkan oleh masalah tersebut)
Ri : Rate of increase (kenaikan besarnya masalah)
Du : Degree of unmeet need (derajat keinginan masyarakat yang tidak

terpenuhi)
Sb : Social benefit (keuntungan sosial karena selesainya masalah)
Pb : Public concern (rasa prihatin masyarakat terhadap masalah)
Pc : Political climate (suasana politik)
T : Technology (makin layak teknologi yang tersedia dan yang dapat

dipakai untuk mengatasi masalah, makin diprioritaskan masalah
tersebut)
R : Resources (makin tersedia sumber daya yang dapat dipaki untuk
mengatasi masalah makin diprioritaskan masalah tersebut.
Sumber daya yang dimaksudkan di sini adalah yang menunjuk
pada tenaga (man), dana (money), dan sarana (material).
Kriteria nilai
1 : sangat rendah
2 : rendah
3 : sedang
4 : tinggi
5 : sangat tinggi
Berdasarkan matriks di atas, maka dapat ditetapkan adanya pembatasan rujukan yai
tu sejumlah 144 jenis diagnosis harus dapat ditangani di puskesmas adalah priori
tas masalah pada aplikasi BPJS di Puskesmas Sragen.
C. Analisis SWOT
Dalam merumuskan perencanaan strategis dan untuk pengembangan mutu pelayanan, ma
ka dilakukan analisis keadaan Puskesmas Sragen melalui analisis SWOT (Strength,
Weakness, Opportunity, Threat), meliputi :
1. Analisis lingkungan internal melalui Strength (kekuatan) dan Weakness (k
elemahan)
2. Analisis lingkungan eksternal melalui Opportunity (peluang) dan Threat (
ancaman)
Tabel 4. Analisis SWOT
Strength (S) Weakness (W)
Tenaga kesehatan (dokter dan bidan) yang kompeten dan profesional
Jumlah tenaga kesehatan yang memadai (4 Dokter, 2 Dokter Gigi, 30 Bidan)
Letak di tengah kota
Tersedianya jaringan WIFI
Tingkat pendidikan peserta BPJS yang tinggi sehingga mudah menerima informasi ya
ng diberikan Sarana prasarana yang masih belum memadai untuk menunjang diagno
sis dan pengobatan
Obat yang masih belum lengkap baik jenis maupun jumlah untuk melayani 144 jenis
penyakit
SOP yang masih belum ada untuk 144 jenis penyakit
Formularium yang belum baku
Kurangnya sosialisasi BPJS
Opportunity (O) Threat (T)
Sumber informasi yang banyak tersedia dan mudah diakses
Kesempatan mewujudkan keadilan layanan kesehatan
Hubungan dukungan politis dan sumber daya dari pemerintah dinilai optimal
Jaringan layanan kesehatan relatif sudah memadai Peraturan pemerintah m
genai pelaksanaan JKN dan BPJS belum memadai
Sulitnyamenghimpun dana untukpeserta Non PBI
Minimnya pemahaman mengenai sistem asuransi
BAB III
PENETAPAN PRIORITAS PEMECAHAN MASALAH
A. Alternatif Pemecahan Masalah
Berdasarkan beberapa kemungkinan penyebab masalah yang timbul denganadanya pemba
tasan rujukan yaitu sejumlah 144 jenis diagnosis harus dapat ditangani di puskes
mas, maka dirumuskan pula beberapa alternatif pemecahan masalah yang tercantum d
alam tabel di bawah ini :
Tabel 5. Alternatif Pemecahan Masalah
No Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah
1. Sarana prasarana pendukung diagnosis dan pengobatan (diagnosis set, labo
ratorium set) masih belum memadai dan belum lengkap Pengadaan sarana prasara
na (diagnosis set, laboratorium set) untuk menunjang diagnosis dan pengobatan
2. Obat yang tersedia di puskesmas masih belum lengkap untuk mengobati 144
diagnosis Melengkapi obat yang ada di puskesmas untuk mengobati 144 diagno
sis
3. Belum ada SOP 144 diagnosis yang harus dapat ditangani di puskesmas
Pembuatan SOP 144 diagnosis yang harus dapat ditangani di puskesmas
4. Belum ada formularium yang baku di puskesmas Pembuatan formularium ya
ng baku di puskesmas
5. Masih singkatnya waktu pelaksanaan program BPJS di puskesmas yang baru b
erjalan 1 bulan Evaluasi dan monitoring pelaksanaan program BPJS di puskesmas se
cara rutin

Gambar 2. Diagram Tulang Ikan Penyebab Masalah

B. Pemilihan Prioritas Pemecahan Masalah
Penentuan prioritas pemecahan masalah, dilakukan menggunakan teknik USG. Pemilih
an prioritas ini dilakukan dengan menggunakan skala penilaian yang didasarkan pa
da :
1. Urgencies (aspek keurgensian/keadaan) : mendesaknya waktu untuk pemecaha
n masalah yang ada
2. Seriousness (aspek kegentingan) : akibat dan pengaruhnya pada hasil dari
suatu proses atau upaya lain
3. Growth (aspek meluas/berkembang) : dampak masa depan dan kemungkinan ber
kembang dan masalah/penyebabnya yang bisa lebih gawat
Pembobotan USG : 5-4-3-2-1.
Tabel 6. Matrikulasi Alternatif Pemecahan Masalah
No Aspek U S G Kumulatif Ranking
1. Pengadaan sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) untuk menun
jang diagnosis dan pengobatan 5 5 5 125 1
2. Melengkapi obat yang ada di puskesmas untuk mengobati 144 diagnosis
5 4 4 80 2
3. Pembuatan SOP 144 diagnosis yang harus dapat ditangani di puskesmas
3 4 4 48 4
4. Pembuatan formularium yang baku di puskesmas 3 3 4
36 5
5. Evaluasi dan monitoring pelaksanaan program BPJS di puskesmas secara rut
in 4 4 4 64 3
Berdasarkan kriteria matriks diatas maka urutan prioritas pemecahan masalah adal
ah sebagai berikut:
1. Pengadaan sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) untuk menun
jang diagnosis dan pengobatan
2. Melengkapi obat yang ada di puskesmas untuk mengobati 144 diagnosis
3. Evaluasi dan monitoring pelaksanaan program BPJS di puskesmas secara rut
in
4. Pembuatan SOP 144 diagnosis yang harus dapat ditangani di puskesmas
5. Pembuatan formularium yang baku di puskesmas
BAB IV
PLAN OF ACTION
Berdasarkan analisis prioritas pemecahan masalah, didapatkan bahwa alternatif pe
mecahan masalah yang dipilih guna menangani adanya pembatasan rujukan yaitu seju
mlah 144 jenis diagnosis harus dapat ditangani Puskesmas Sragen adalah pengadaan
sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) untuk menunjang diagnosis da
n pengobatan.

No Kegiatan Tujuan dan Target Sasaran Biaya (Besaran dan Sumbe
r) Tempat Waktu Penanggung Jawab/Pelaksana Rencana Penilaian
Ket
1 Mengajukan proposal permohonan kepada pemerintah daerah untuk pengadaan
alat atau sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) untuk penunjang dia
gnosis dan pengobatan Mengadakan alat atau sarana prasarana (diagnosis set, la
boratorium set) untuk penunjang diagnosis dan pengobatan Pemerintah Daera
h Rp 150.000,00
Sumber : Dana Puskesmas Puskesmas Sragen dan Kantor Pemerintah Daerah Maret 20
14 Kepala Puskesmas Sragen a.n dr.Y. Agus Sudarmanto, M.Kes Tersedia
nya alat atau sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) untuk penunjang
diagnosis dan pengobatan -
2 Memperbaiki dan pemeliharaan alat atau sarana prasarana (diagnosis set,
laboratorium set) penunjang diagnosis dan pengobatan yang sudah tersedia di pusk
esmas Terpeliharanya alat atau sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium s
et) penunjang diagnosis dan pengobatan yang sudah tersedia di puskesmas Alat ata
u sarana prasarana (diagnosis set, laboratorium set) penunjang diagnosis dan pen
gobatan yang sudah tersedia di puskesmas Rp 10.000.000
Sumber : APBD dan Dana Puskesmas Puskesmas Sragen Maret 2014
Kepala Puskesmas Sragen a.n dr.Y. Agus Sudarmanto, M.Kes
Bagian Sarana Prasarana Puskesmas Sragen Alat atau sarana prasarana (diag
nosis set, laboratorium set) penunjang diagnosis dan pengobatan dalam kondisi ba
ik dan layak pakai -
3 Perintisan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk mempermudah pengadaan
alat atau sarana prasarana penunjang diagnosis dan pengobatan Mempermudah peng
adaan alat atau sarana prasarana penunjang diagnosis dan pengobatan dengan terin
tisnya BLUD Puskesmas Sragen Sumber : APBD Puskesmas Sragen dan Kan
tor Pemerintah Daerah Tahun 2015 Kepala Puskesmas Sragen a.n dr.Y. Agus S
udarmanto, M.Kes Terintisnya BLUD -

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful