You are on page 1of 1

Jakarta - 1.

Memohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang m


emeriksa perkara ini agar menjatuhkan PUTUSAN yang berat kepada para terdakwa, M
engingat kekerasan seksual yang dialami korban menimbulakn rasa traumatik yang s
angat lama untuk pemulihannya.
2. Mendesak Gubernur (PLT) DKI Jakarta memperhatikan kasus kekerasan seksual yan
g terjadi di wilayahnya terutama yang terjadi di transportasi umum, karena hal i
ni akan mendukung program PemProv DKI Jakarta dalam mengembangkan transportasi y
ang aman, nyaman dan manusiawi
3. Meminta Gubernur (PLT) DKI Jakarta menindak tegas aparat pemerintah dan pegaw
ai-pegawainya yang melakukan tindak kekerasan seksual.
4. Meminta Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi Umum dan juga Pengelola Tra
ns Jakarta untuk menindak tegas oknum aparatnya yang melakukan tindak kekerasan
seksual dan membangun sarana dan prasarana transportasi yang ramah, aman dan nya
man.
Empat petugas yang sudah jadi terdakwa kasus ini adalah Dharman R Sitorus, Edwin
Kurniawan Yuda, Irfan Lufti Akbar dan M Kurniawan. Mereka sudah dipecat dari Tr
ansJ. Dua pekan lalu mereka dituntut 1,5 tahu penjara oleh jaksa. Lalu, seminggu
kemudian menyampaikan pembelaan.
Peristiwa ini terjadi pada Januari 2014 lalu di halte Harmoni. Kala itu, korban
pingsan dan diturunkan di halte Harmoni. Bukannya ditolong, para pelaku yang mer
upakan petugas TransJ malah mencabuli korban di ruang genset. Bahkan salah satu
tersangka bernama Irfan mengalami orgasme.
Kasus pelecehan yang sampai berlanjut ke pengadilan memang sangat jarang. Korban
termasuk yang berani untuk melapor dan bersuara. Sebagian lainnya, berakhir den
gan perdamaian atau keengganan untuk melapor ke polisi.