You are on page 1of 20

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Tinjauan Pustaka

2.1.1 Logam Berat

Logam berat adalah unsur yang mempunyai densitas lebih besar dari 5 gram

cm-3 dengan nomor atom 22 sampai dengan 92. Di lingkungan apabila logam

berat mencemari dengan tingkat pencemaran yang tinggi dapat berdampak buruk

bagi kesehatan manusia. Keberadaan logam berat di alam dapat berasal dari

proses yang terjadi secara alami seperti pengendapan, pembusukan tumbuhan dan

hewan yang telah mati, ataupun logam berat yang berasal dari proses industri.

(Sulistyowati, 2005)

2.1.2 Karakteristik Sampel Logam Berat

2.1.2.1 Logam Arsenik (As)

Arsenik secara kimiawi memiliki karakteristik yang serupa dengan fosfor,

dan sering dapat digunakan sebagai pengganti dalam berbagai reaksi biokimia dan

juga beracun.Arsenik memiliki berat jenis 1,97 dan 5,73. (Sulistyowati, 2005)

2.1.2.2 Logam Raksa (Hg)

Raksa atau Air raksa (Latin: Hydrargyrum, air/cairan perak) adalah unsur

kimia pada tabel periodik dengan simbol Hg dan nomor atom 80. Unsur golongan

logam transisi ini berwarna keperakan dan merupakan satu dari lima unsur

(bersama cesium, fransium, galium, dan brom) yang berbentuk cair dalam suhu

kamar. Raksa banyak digunakan sebagai bahan amalgam gigi, termometer,

5
6

barometer, dan peralatan ilmiah lain, walaupun penggunaannya untuk bahan

pengisi termometer telah digantikan (oleh termometer alkohol, digital, atau

termistor) dengan alasan kesehatan dan keamanan karena sifat toksik yang

dimilikinya. Unsur ini diperoleh terutama melalui proses reduksi dari cinnabar

mineral. Densitasnya yang tinggi menyebabkan benda-benda seperti bola biliar

menjadi terapung jika diletakkan di dalam cairan raksa hanya dengan 20%

volumenya terendam.

2.1.2.3 Logam Kromium (Cr)

Kromium memiliki nomor atom 24 dan bersifat tahan korosi serta dapat

dipoles (mengkilat), sehingga digunakan untuk melapisi produk kendaraan,

ornament bangunan, dan sebagainya. Kromium memiliki massa atom 51.9661

g/mol, massa jenis dalam suhu kamar 7,15 gr/cm3, dan massa jenis pada titik lebur

2180 K (1907 o C) sebesar 6,3 g/cm3.

2.1.2.4 Logam Kobalt (Co)

Kobalt memiliki nomor atom 27 dengan berat atom 58,9333 dan densitas

8,9 gram cm-3. Warna: sedikit berkilauan, metalik, keabu-abuan Penggolongan:

Metalik Ketersediaan: unsur kimia kobal tersedia di dalam banyak formulasi yang

mencakup kertas perak, potongan, bedak, tangkai, dan kawat. contoh besar Dan

kecil unsur kimia. Unsur kimia kobalt juga merupakan suatu unsure dengan sifat

rapuh agak kerasdan mengandung metal serta kaya sifat magnetis.

2.1.2.5 Logam Kadmium (Cd)

Kadmium mempunyai nomor atom 48 dengan berat atom 112,41 dan

densitas 8,65 gram cm-3. Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang
7

berbahaya karena dapat terendap dalam pembuluh darah. Kadmium berpengaruh

terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh

khususnya hati dan ginjal. Jumlah normal kadmium di tanah berada di bawah 1

ppm, tetapi angka tertinggi (1.700 ppm) dijumpai pada permukaan sample tanah

yang diambil di dekat pertambangan biji seng (Zn). Kadmium lebih mudah

diakumulasi oleh tanaman dibandingkan dengan ion logam berat lainnya seperti

timbal. (Sulistyowati, 2005)

2.1.3 Metode Analisis Aktivasi Netron (AAN)

Analisis Aktivasi Netron adalah salah satu metode analisis unsur dalam hal

teknik kimia nuklir yang memanfaatkan paparan sinar gamma (γ) dari sebuah

sampel uji, kemudian dikonversikan ke dalam sebuah data cacahan oleh alat

spektrometri yang nantinya dapat diketahui unsur-unsur yang terkandung dalam

sampel uji (Sulistyowati, 2005).

Cuplikan yang akan dianalisis dalam aktivasi netron diiradiasi dengan

sumber netron. Inti atom unsur-unsur yang berada dalam cuplikan akan

menangkap netron dan berubah menjadi radioaktif karena telah mengalami reaksi

inti yang disebut reaksi aktivasi netron. Reaksi ini yang paling sering terjadi dan

banyak digunakan dalam analisis adalah reaksi (n,γ). Cuplikan yang telah menjadi

radioaktif tersebut dapat memancarkan sinar-sinar radioaktif. Sinar-γ yang

dipancarkan oleh setiap isotop/unsur dalam cuplikan dapat diidentifikasi dengan

teknik spektrometri-γ. Untuk analisis kualitatif dilakukan berdasarkan penentuan

tenaga sinar-γ, sedangkan untuk analisis kuantitatif dilakukan dengan menentukan

intensitas sinar-γ tersebut.


8

Secara skematis prinsip dasar analisis aktivasi netron (AAN) ditunjukkan

pada Gambar 2.1 berikut ini.

Gambar 2.1
.1 Prinsip
Pri dasar Analisis Aktivasi Netron (AAN)

(a) Cuplikan terdiri atas bahan dasar ( o ) dan unsur kelumit (∆ )

(b) Cuplikan diiradiasi dengan neutron dan membuat beberapa atom menjadi

radioaktif (●
● dan ▲)

(c) Sinar yang dipancarkan oleh cuplikan menyingkap data kualitatif dan

kuantitatif unsur-unsur
unsur dalam cuplikan. (Sulistyowati, 2005)

2.2 Tinjauan Sistem Informasi Geografis

2.2.1 Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis


Geografi (SIG) adalah suatu sistem informasi berbasis

komputer, yang digunakan untuk memberikan informasi yaitu terkait dengan

keterangan-keterangan
keterangan (atribut) permukaan bumi (geografis) baik berupa dua

dimensi atau tiga dimensi.


dimensi Selain itu, SIG juga memiliki peranan untuk

pemasukan, penyimpanan, manipulasi, menganalisis, menampilkan,


menampilkan dan keluaran

hal-hal
hal menyangkut kondisi permukaan bumi.
bumi.(GIS Konsorsium Aceh-Nias,
Nias, 2007)

Untuk menciptakan suatu SIG yang handal, diperlukan beberapa

komponen penyangga, diantaranya :


9

a. Perangkat Keras (Hardware)

Sistem Informasi Geografis membutuhkan perangkat komputer yang

memiliki spesifikasi lebih tinggi dibandingkan dengan sistem informasi

lainnya untuk menjalankan perangkat lunak SIG, seperti kapasitas Memory

(RAM), Hard-disk, Prosesor serta VGA Card. Hal tersebut disebabkan

karena data-data yang digunakan dalam SIG baik data vektor maupun data

raster penyimpanannya membutuhkan ruang yang besar dan dalam proses

analisanya membutuhkan memory yang besar dan prosesor yang cepat.

b. Perangkat lunak (Software)

Sebuah software SIG haruslah menyediakan fungsi dan tool yang

mampu melakukan penyimpanan data, analisis dan menampilkan informasi

geografis. Dengan demikian elemen yang harus terdapat dalam komponen

software SIG adalah:

 Tools untuk melakukan input dan transformasi data geografis.

 Tools yang mendukung query geografis, analisis dan visualisasi.

 Graphical User Interface (GUI) untuk memudahkan akses pada

tool geografi.

c. Data

Hal yang merupakan komponen penting dalam SIG adalah data. Secara

fundamental SIG bekerja dengan dua tipe model data geografis yaitu model

data vektor dan model data raster.


10

d. Model Data Vektor

Informasi posisi berupa point, garis dan polygon disimpan dalam

bentuk x,y koordinat. Suatu lokasi point dideskripsikan melalui sepasang

koordinat x,y. Bentuk garis, seperti jalan dan sungai dideskripsikan sebagai

kumpulan dari koordinat-koordinat point. Bentuk poligon, seperti zona

project disimpan sebagai pengulangan koordinat yang tertutup.

e. Model Data Raster

Model data ini erdiri dari sekumpulan grid/sel seperti peta hasil

scanning maupun gambar/image. Masing-masing grid/sel atau pixel

memiliki nilai tertentu yang bergantung pada bagaimana image tersebut

digambarkan. Sebagai contoh, pada sebuah image hasil penginderaan jarak

jauh dari sebuah satelit, masing-masing pixel direpresentasikan sebagai

panjang gelombang cahaya yang dipantulkan dari posisi permukaan bumi

dan diterima oleh satelit dalam satuan luas tertentu yang disebut pixel.

Pada image hasil scanning, masing-masing pixel merepresentasikan

keterangan nilai yang berasosiasi dengan point-point tertentu pada image

hasil scanning tersebut. Dalam SIG, setiap data Geografis memiliki data

tabular yang berisi informasi spasial.

f. Sumber Daya Manusia

Teknologi SIG tidaklah menjadi bermanfaat tanpa campur tangan

manusia yang mengelola sistem dan membangun perencanaan yang dapat

diaplikasikan sesuai kondisi dunia nyata. Sama seperti pada Sistem

Informasi lain pemakai SIG pun memiliki tingkatan tertentu, dari tingkat
11

spesialis teknis yang mendesain dan memelihara sistem sampai pada

pengguna yang menggunakan SIG untuk menolong pekerjaan mereka

sehari-hari.

g. Metode

Sistem Informasi Geografis yang baik memiliki keserasian antara

rencana desain yang baik dan aturan dunia nyata, model dan implementasi

akan berbeda-beda untuk setiap permasalahan (GIS Konsorsium Aceh Nias,

2007).

Dengan adanya komponen-komponen tersebut di atas, SIG memiliki

kemampuan yang lebih unggul bila dibandingkan dengan sistem informasi yang

lain. Kemampuan Sistem Informasi Geografis diantaranya :

a. Memetakan letak

Data realita di permukaan bumi akan dipetakan ke dalam beberapa layer

dengan setiap layernya merupakan representasi kumpulan benda (feature)

yang mempunyai kesamaan, contohnya layer jalan, layer bangunan, dan

layer customer. Layer-layer tersebut kemudian disatukan dengan

disesuaikan urutannya. Setiap data pada setiap layer dapat dicari, seperti

halnya melakukan query terhadap database, untuk kemudian dilihat letaknya

dalam keseluruhan peta.

Kemampuan ini memungkinkan seseorang untuk mencari dimana letak

suatu daerah, benda, atau lainnya di permukaan bumi. Fungsi ini dapat

digunakan seperti untuk mencari lokasi rumah, mencari rute jalan, mencari

tempat-tempat penting dan lainnya yang ada di peta.


12

b. Memetakan kuantitas

Orang sering memetakan kuantitas, yaitu sesuatu yang berhubungan

dengan jumlah, seperti dimana yang paling banyak atau dimana yang paling

sedikit. Dengan melihat penyebaran kuantitas tersebut dapat mencari

tempat-tempat yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan dan digunakan

untuk pengambilan keputusan, ataupun juga untuk mencari hubungan dari

masing-masing tempat tersebut. Pemetaan ini akan lebih memudahkan

pengamatan terhadap data statistik dibanding database biasa.

c. Memetakan kerapatan (densitas)

Sewaktu orang melihat konsentasi dari penyebaran lokasi dari feature-

feature, di wilayah yang mengandung banyak feature mungkin akan

mendapat kesulitan untuk melihat wilayah mana yang mempunyai

konsentrasi lebih tinggi dari wilayah lainnya. Peta kerapatan dapat

mengubah bentuk konsentrasi kedalam unit-unit yang lebih mudah untuk

dipahami dan seragam, misal membagi dalam kotak-kotak selebar 10 km2,

dengan menggunakan perbedaan warna untuk menandai tiap-tiap kelas

kerapatan.

d. Memetakan perubahan

Dengan memasukkan variabel waktu, SIG dapat dibuat untuk peta

historikal. Histori ini dapat digunakan untuk memprediksi keadaan yang

akan datang dan dapat pula digunakan untuk evaluasi kebijaksanaan.


13

Disamping SIG memiliki keunggulan bila dibandingkan dengan Sistem

Informasi yang lain, SIG juga memiliki kelemahan dan kesalahan. Kelemahan dan

kesalahan yang terjadi karena biasanya orang menganggap data digital berkualitas

lebih tinggi dari pada data konvensional atau data yang terdapat dalam rekaman

analog. Hal ini disebabkan :

a. Pemakai berpandangan bahwa jika menggunakan teknologi yang sudah

berkembang maka kualitas data juga berkembang.

b. Data dijital mempunyai kisaran produk yang jauh lebih besar

dibandingkan data analog.

Bila sumber daya manusia yang menangani SIG tidak terlalu peduli tentang

keakuratan data spasial (pada skala kecil), akan menyebabkan:

a. Pemilihan lokasi yang salah.

b. Identifikasi pola yang salah.

c. Turunan data yang salah.

d. Kegagalan mendapatkan hubungan yang sebenarnya.

e. Diperoleh keputusan yang tidak memuaskan dan menghabiskan

biaya yang besar.

Kesalahan-kesalahan dalam SIG (Error Propagation), sumber kesalahan

dalam SIG dijumpai pada setiap tahap (akumulasi kesalahan) kesalahan dapat

dibagi dalam tiga aspek diantaranya, kesalahan umum, kesalahan variasi alami

atau pengukuran awal, dan kesalahan pengolahan. Ini menyebabkan peluang total

kesalahan akhirnya menjadi makin besar, sumber kesalahan umum diantaranya:


14

umur data, cakupan area, komponen pengamatan, pengambilan data, pengolahan

data, dan analisis data.

Sumber-sumber kesalahan ini tidak semuanya dapat dengan mudah

diperbaiki, kesalahan dalam SIG ini biasanya disebabkan; proses digitasi, proses

tumpang tindih, proses konversi vektor ke raster atau sebaliknya, derajat kedetilan

pengukuran (mungkin tidak akurat) yang dilakukan pada kenampakan spasial

sebenarnya, mengacu kepenyebaran (dispersi) kesalahan posisi dari unsur-unsur

data posisi, diduga dari standar deviasi misalnya standar deviasi rendah

menunjukan sempitnya penyebaran kesalahan posisi (presisi tinggi).

2.2.2 ArcGIS versi 9.2

ArcGIS adalah sejenis software Sistem Informasi Geografis buatan ESRI

(Environmental Systems Research Institute, Inc). Software ini dapat digunakan

dalam mendigitasi atau menggambarkan peta, menghasilkan data, dan

menganalisisnya. Digitizing tools dapat mengkonversi peta hard copy kedalam

format soft copy atau elektronik. (Wikipedia, 2009)

Untuk tahap awal penggunaan ArcGIS perlu disiapkan data masukan

geografis, yaitu : peta, fitur, atribut, imagery, dan surfaces.

2.2.2.1 Peta

Suatu peta adalah gambaran sebagian atau seluruh muka bumi baik yang

terletak di atas maupun di bawah permukaan dan disajikan pada bidang datar pada

skala dan proyeksi tertentu (secara matematis). Karena dibatasi oleh skala dan

proyeksi maka peta tidak akan pernah selengkap dan sedetail aslinya (bumi),
15

karena itu diperlukan penyederhanaan dan pemilihan unsur yang akan ditampilkan

di peta (GIS Konsorsium Aceh Nias, 2007).

Unsur peta yang utama adalah bingkai peta, dan itu menyediakan pajangan

yang pokok dari informasi yang ilmu bumi. Di dalam bingkai peta, kesatuan-

kesatuan geografis diperkenalkan sebagai suatu rangkaian lapisan-lapisan peta

yang diberi penjelasan, contoh, lapisan-lapisan peta seperti jalan, sungai-sungai,

nama tempat, bangunan, tingginya permukaan, dan satelit perumpamaan.

Gambar berikut menggambarkan unsur-unsur geografis dilukiskan di dalam

peta melalui suatu rangkaian berupa lapisan-lapisan atau layer. Lambang peta dan

teks digunakan untuk menguraikan setiap unsur-unsur yang ilmu bumi.

Peta Jalan

Penggunaan Lahan

Batas Wilayah

Wilayah Perairan

Elevation

Dasar Gambar

Gambar 2.2 Format Map Layer dalam ArcGIS (Sumber : ArcGIS Desktop Help)

2.2.2.2 Fitur

Sebuah fitur geografis diupayakan pendekatan yang serupa dengan rupa

bumi. Fitur geografi berupa natural seperti vegetasi, sungai tanah, jembatan, batas

negara, politik, dan sebagainya. Objek-objek tersebut direpresentasikan sebagai

titik (points), garis (lines) dan luasan area (polygons).


16

Points

Didefinisikan untuk objek-objek yang terlalu kecil dan tidak dapat

direpresentasikan oleh garis dan poligon. Points memiliki satu titik koordinat

(X,Y,Z) saja. Contoh seperti lokasi sumur, lokasi sampling, stasiun hujan, point

juga merepresentasikan titik koordinat dari GPS, atau titik ketinggian, dan

sebagainya.

Gambar 2.3 Fitur berupa titik (points).,(Sumber : ArcGIS Desktop Help)

Lines

Merepresentasikan objek geografi yang berupa garis yang memiliki dua koordinat

(X,Y,Z) yang dihubungkan. Contoh objek yang berupa garis (lines) adalah jalan

raya, sungai, jaringan drainase dan sebagainya.

Gambar 2.4 Fitur berupa lines (garis)., (Sumber : ArcGIS Desktop Help)
17

Polygons

Adalah area tertutup yang berupa lokasi homogen seperti administrasi, jenis

tanah, jenis penggunaan lahan, dan sebagainya.

Gambar 2.5 Fitur berupa Area (polygons)., (Sumber : ArcGIS Desktop Help).

2.2.2.3 Atribut

Atribut adalah informasi yang menyampaikan peta-peta deskriptif melalui

lambang peta, warna-warna, dan label-label. Di dalam Sistem Informasi Geografis

atribut diatur dalam sebuah tabel tertentu yang masih berkaitan dengan database.

Gambar 2.6 Atribut berupa baris dan kolom., (Sumber : ArcGIS Desktop Help)

Deskripsi data ditentukan dalam sebuah tabel, tabel tersebut memiliki baris

dan kolom. Pembagian isian baris dan kolom disesuaikan dengan kebutuhan.
18

2.2.2.4 Imagery

Imagery adalah suatu struktur data raster yang diperoleh dari foto satelit-

satelit dan pesawat terbang serta diatur sebagai suatu tipe data raster yang terdiri

atas sel-sel yang tertata dalam susunan baris-baris dan kolom-kolom.

Gambar 2.7 Konsep nilai Imagery berupa pixel., (Sumber : ArcGIS Desktop Help)

Tipe sumber gambar juga bergantung pada kemampuan kamera yang

digunakan, yang nantinya digunakan sebagai georeferenced untuk menandai

lokasi tertentu.

Gambar 2.8 Contoh jenis-jenis Imagery., (Sumber : ArcGIS Desktop Help)

Imagery juga umum digunakan untuk mengumpulkan data-data yang

terlihat maupun yang tidak terlihat yaitu berupa spektrum elektromagnetik.

Sebuah sistem multispectral telah digunakan oleh satelit-satelit LANDSAT yang

merekam imagery dalam tujuh saluran (bands), dimana setiap saluran memiliki
19

panjang gelombang yang berbeda. Masing-masing peralatan dalam setiap saluran

mampu merekam dalam satuan terpisah.

Gambar 2.9 Contoh imegary berupa spektrum., (Sumber : ArcGIS Desktop Help)

2.2.2.5 Surfaces

Suatu permukaan menguraikan suatu nilai tertentu untuk setiap titik di muka

bumi. Sebagai contoh, elevation permukaan, curah hujan, kepadatan penduduk,

dan penyajian-penyajian di bawah permukaan tanah yang berhubungan dengan

geologi. Berikut contoh lain surfaces :

Garis kontur

Garis imajiner yang menghubungkan titik-titik di muka bumi dengan nilai yang

sama.

Gambar 2.10 Garis kontur., (Sumber : ArcGIS Desktop Help)

Kontur Daerah

Sebuah area yang menunjukkan rentang nilai tertentu, seperti, curah hujan

tahunan antara 25 CM dan 50 CM per tahun.


20

Gambar 2.11 Kontur daerah curah hujan., (Sumber : ArcGIS Desktop Help)

Raster Dataset

Raster dataset adalah matrik dari sel dimana setiap sel mewakili suatu ukuran dari

variabel yang berkelanjutan. Contoh, Digital Elevation Model (DEM) untuk

mempresentasikan rupa bumi.

Gambar 2.12 Digital Elevation Model (DEM)., (Sumber : ArcGIS Desktop Help)

TIN Layer

Model TIN (Triangulated Irregular Network) yaitu data struktur yang terdiri atas

titik seperti elevasi muka bumi yang dihubungkan oleh jaringan segitiga. Sama

halnya dengan DEM tapi TIN merupakan model dengan pendekatan interpolasi

beberapa titik yang memiliki nilai ketinggian.


21

Gambar 2.13 Triangulated Irregular Network ., (Sumber : ArcGIS Desktop Help)

2.2.3 Pengolahan Data Dalam ArcGIS Spatial Analyst

Untuk mengolah data raster ataupun vektor di dalam ArcGIS yang nantinya

akan dianalisis mengenai berbagai bentuk permukaan bumi, dapat dilakukan

dengan metode interpolasi. Proses interpolasi adalah mengisi kekosongan data

dengan metoda tertentu dari suatu kumpulan data untuk menghasilkan sebaran

yang kontinyu. Dalam ArcGIS Spatial Analyst terdapat beberapa metode

interpolasi, yaitu :

a. Metode Inverse Distance Weighted (IDW)

Inverse Distance Weighted adalah sebuah metode yan mengambil

asumsi bahwa tiap titik input mempunyai pengaruh yang bersifat local yang

berkurang terhadap jarak. Metoda ini memberi bobot lebih tinggi pada sel

yang terdekat dengan titik data dibandingkan sel yang lebih jauh. Titik-titik

pada radius tertentu dapat digunakan dalam menentukan nilai luaran untuk

tiap lokasi.
22

b. Metode Spline

Spline adalah metode metoda interpolasi yang biasa digunakan untuk

mendapatkan nilai melalui kurva minimum antara nilai-nilai input. Metoda

ini baik digunakan dalam membuat permukaan seperti ketinggian

permukaan bumi, ketinggian muka air tanah, ataupun konsentrasi polusi

udara. Kurang bagus untuk siatuasi dimana terdapat perbedaan nilai yang

signifikan pada jarak yang sangat dekat. Jika dipilih metoda Spline maka

ada pilihan tipe Regularized dan Tension. Regularized membuat permukaan

halus sedangkan Tension mempertegas bentuk permukaan sesuai dengan

fenomena model

c. Metode Kriging

Metode Kriging mengambil asumsi bahwa jarak atau arah antara titik

satu dengan yang lain mencerminkan suatu korelasi ruang. Hubungan

korelasi ruang ini dapat digunakan untuk menjelaskan variasi di dalam

permukaan. Dengan asumsi tersebut maka dapat ditentukan harga suatu titik

tanpa harus melakukan pengukuran, asalkan masih dalam satu wilayah.

2.2.4 Garis Kontur

Garis kontur adalah garis khayal dilapangan yang menghubungkan titik

dengan ketinggian yang sama atau garis kontur adalah garis kontinyu diatas peta

yang memperlihatkan titik-titik diatas peta dengan ketinggian yang sama. Nama

lain garis kontur adalah garis tranches, garis tinggi dan garis tinggi horizontal.

Garis kontur + 25 m, artinya garis kontur ini menghubungkan titik-titik yang

mempunyai ketinggian sama +25 m terhadap tinggi tertentu. Garis kontur


23

disajikan di atas peta untuk memperlihatkan naik turunnya keadaan permukaan

tanah.

Aplikasi lebih lanjut dari garis kontur adalah untuk memberikan informasi

slope (kemiringan tanah rata-rata), irisan profil memanjang atau melintang

permukaan tanah terhadap jalur proyek (bangunan) dan perhitungan galian serta

timbunan (cut and fill) permukaan tanah asli terhadap ketinggian vertikal garis

atau bangunan. Garis kontur dapat dibentuk dengan membuat proyeksi tegak

garis-garis perpotongan bidang mendatar dengan permukaan bumi ke bidang

mendatar peta. Karena peta umumnya dibuat dengan skala tertentu, maka untuk

garis kontur ini juga akan mengalami pengecilan sesuai skala peta.

Kegunaan dari garis kontur adalah menunjukkan bentuk ketinggian di

permukaan tanah. Selain itu, garis kontur juga dapat digunakan untuk :

a. Menentukan profil tanah (profil memanjang, longitudinal sections) antara

dua tempat.

b. Menghitung luas daerah genangan dan volume suatu bendungan.

c. Menentukan route/trace suatu jalan atau saluran yang mempunyai

kemiringan tertentu.

d. Menentukan kemungkinan dua titik di lahan sama tinggi dan saling

terlihat.
24

2.3. Hipotesis

Dengan pendekatan kondisi lingkungan, letak astronomis dari lokasi

sampling, dan penggunaan perangkat lunak untuk pemetaan maka distribusi

logam berat As, Hg, Cr, Co, dan Cd yang terkandung dalam air sungai dapat

ditunjukkan dalam peta.