You are on page 1of 7

TRANSFORMASIONAL LEADHERSHIP

Pendekatan Dasar Kepemimpinan


Apa itu kepemimpinan? Kita mendefinisikan kepemimpinan (leadership)
sebagai kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok guna mencapai sebuah
visi atau serangkaian tujuan yang ditetapkan. Sumber pengaruh ini bisa jadi
bersifat formal, seperti yang diberikan oleh pemangku jabatan manajerial dalam
sebuah organisasi. Karena posisi manajemen memiliki tingkat otoritas yang diakui
secara formal, seseorang bisa memperoleh peran pemimpin hanya karena
posisinya dalam organisasi tersebut. Namun tidak semua pemimpin adalah
manajer, demikian pula sebaliknya, tidak semua manajer adalah pemimpin. Hanya
karena suatu organisasi memberikan hak-hak formal tertentu kepada para
manajernya, bukan jaminan bahwa mereka mampu memimpin dengan efektif.

Teori Sifat
Teori sifat kepemimpinan merupakan teori-teori yang mempertimbangkan
berbagai sifat dan karakteristik pribadi yang membedakan para pemimpin dari
mereka yang bukan pemimpin. Sifat-sifat kepemimpinan ini dikelompokkan
dalam kerangka kepribadian Model Lima Besar. Ambisi dan energi merupakan
sifat terpenting dari pemimpin yang efektif. Konsisten, komitmen dan
keterbukaan ( individu yang kreatif dan fleksibel ) jg merupakan sifat dari
pemimpin. Beberapa kajian menunjukkan sifat lain yang menunjukkan sifat
pemimpin yang efektif adalah kecerdasan emosional ( emotional intelligence –
EI ). Inti dari EI adalah empati.

Teori Perilaku
Teori Perilaku menurut kajian dari Ohio State University menyebutkan
ada dua dimensi, yaitu Struktur awal ( initiating structure ) dan Tenggang rasa
( consideration ). Struktur awal ( initiating structure ) merupakan tingkat sampai
mana seorang pemimpin akan menetapkan dan menyusun perannya dan peran
bawahannya dalam usaha mencapai tujuan. Tenggang rasa ( consideration ),
tingkat sampai mana seorang pemimpin akan memiliki hubungan professional

-1-
yang ditandai oleh kesalingpercayaan, rasa hormat terhadap ide-ide anak buah dan
rasa hormat terhadap perasaan mereka. Sedangkan menurut kajian dari University
of Michigan juga meyebutkan ada dua dimensi perilaku kepemimpinan, yaitu
pertama, berorientasi karyawan ( employee – oriented ) yang menekankan
hubungan antar personal, mementingkan kebutuhan antar karyawan, dan
menerima perbedaan-perbedaan individual diantara para anggota. Dan kedua,
berorientasi produksi ( production – oriented ), seorang pemimpin yang
menekankan aspek-aspek teknis atau tugas dari suatu pekerjaan tertentu.

Teori Kemungkinan
Pada Teori Kemungkinan terdapat Model Kemungkinan Fiedler (Fiedler
Contigency Model) yang menyatakan bahwa kinerja kelompok yang efektif
bergantung pada kesesuaian antara gaya pemimpin dan sejauh mana situasi tsb
memberikan kendali kepada pemimpin tsb.
• Mengidentifikasi Gaya Kepemimpinan, yaitu teori menyatakan bahwa
salah satu faktor utama bagi kepemimpinan yang berhasil adalah gaya
kepemimpinan dasar seorang individu.
• Memahami Situasinya, ada tiga faktor kunci, yaitu :
1. Hubungan pemimpin – anggota.
Tingkat kepatuhan, kepercayaan dan rasa hormat yang dimiliki oleh para
bawahanterhadap pemimpin mereka.
2. Struktur tugas.
Tingkat sejauh mana penentuan pekerjaan diproseduralkan.
3. Kekuatan posisi.
Pengaruh yang berasal dari posisi struktur formal seseorang dalam
organisasi, termasuk kekuatan untuk memperkerjakan, memecat,
mendisiplinkan, mempromosikan dan memberikan kenaikkan gaji.
• Mencocokan Pemimpin dan Situasi
Pemimpin yang berorientasi tugas cenderung bekerja secara lebih baik dalam
situasi yang sangat menguntungkan dan dalam situasi yg sangat tidak
menguntungkan mereka.

-2-
• Teori Sumber Daya Kognitif
Teori kepemimpinan yang menyatakan bahwa stres secara negatif
mempengaruhi suatu situasi serta kecerdasan dan pengalaman bisa
mengurangi pengaruh stres yang dirasakan pemimpin.

Teori Situasional Hersey dan Blanchard


Kepemimpinan situasional adalah sebuah teori kemungkinan yang berfokus pada
para pengikut. Disini menekankan bahwa pengikutlah yang berhak menerima atau
menolak pemimpin tersebut. Sedangkan istilah kesiapan merujuk sampai pada
tingkat mana orang memiliki kemampuan dan kesediaan untuk menyelesaikan
tugas tertentu.

Teori Pertukaran Pemimpin – Anggota


Penciptaan kelompok-kelompok kesayangan dan kelompok-kelompok bukan
kesayangan oleh para pemimpin. Bawahan dengan status kesayangan memperoleh
nilai lebih tinggi, pergantian yang lebih rendah, dan kepuasan kerja yang lebih
baik.

Teori Jalan – Tujuan


Teori yang mengemukakan bahwa merupakan tugas pemimpin untuk membantu
para pengikut dalam mencapai tujuan-tujuan mereka dan untuk memberi
pengarahan yang dibutuhkan dan / atau dukungan untuk memastikan bahwa
tujuan-tujuan mereka selaras dengan tujuan umum atau organisasi.

Pentingnya Leadership dalam Mendorong Pasrtisipasi Karyawan


Kunci sukses sebuah perubahan adalah pada sumber daya manusia yaitu
sebagai insiator dan agen perubahan terus-menerus, pembentuk proses serta
budaya yang secara bersama meningkatkan kemampuan perubahan organisasi.
Sumber daya manusia yang ada dalam suatu organisasi memiliki keanekaragaman
yang cukup tinggi. Dengan diversity yang cukup besar tersebut berarti
kemampuan sebagai agent of change juga akan berbeda-beda. Namun demikian,

-3-
usaha perubahan organisasional yang membutuhkan partisipasi dari semua
karyawan itu akan tercapai bila juga ada kemauan dari masing-masing individu
karyawan untuk berperan sebagai agen perubahan, tidak hanya sekedar
mengandalkan kemampuannya saja.
Kemauan karyawan dalam berpartisipasi dalam organisasi, biasanya
tergantung pada tujuan apa yang ingin diraihnya dengan bergabung dalam
organisasi bersangkutan. Kontribusi karyawan terhadap organisasi akan semakin
tinggi bila organisasi dapat memberikan apa yang menjadi keinginan karyawan.
Dengan kata lain, kemauan karyawan untuk memberikan sumbangan kepada
tempat kerjanya sangat dipengaruhi oleh kemampuan organisasi dalam memenuhi
tujuan dan harapan-harapan karyawan.
Dalam menjalankan pekerjaannya karyawan selalu dilandasi oleh
keinginan untuk mencapai tujuan tertentu. Disamping itu karyawan juga
merupakan aset organisasi yang perlu dipelihara keutuhannya, karena karyawan
merupakan tenaga kerja yang memiliki perasaan, tujuan pribadi, sifat atau
karakter yang berbeda-beda.
Dalam pengintegrasian antara tujuan individu dan tujuan organisasi,
sangat dibutuhkan peran dari seseorang pemimpin yang dapat benar-benar
mengerti apa tujuan masing-masing pihak. Pemimpin diperlukan untuk
menentukan tujuan, mengalokasikan sumberdaya yang langka, memfokuskan
perhatian pada tujuan-tujuan perusahaan, mengkoordinasikan perubahan,
membina kontak antar pribadi dengan pengikutnya, menetapkan arah yang benar
atau yang paling baik bila kegagalan terjadi. Jelaslah disini bahwa pemimpin
harus mampu memainkan perannya demi kepentingan organisasi melalui
bawahannya.

Isu Kontemporer dalam Kepemimpinan


Pembingkaian (framing) merupakan suatu cara menggunakan bahasa
untuk mengelola makna. Ini merupakan cara pemimpin untuk mempengaruhi
bagaimana suatu kejadian harus dilihat atau dipahami. Hal tersebut melibatkan
pemilihan dan penekanansatu atau lebih aspek dari suatu sebjek dengan
mengabaikan yang lain.

-4-
Ada 2 teori kepemimpinan kontemporer yang keduanya memandang
bahwa pemimpin sebagai individu yang memberikan inspirasi kepada para
pengikutnya melalui kata-kata, berbagai ide dan perilaku mereka.
Kedua teori kepemimpinan tsb, yaitu :
a. Kepemimpinan Karismatik
Yaitu para pengikut memandang sebagai sikap heroik atau kepemimpinan
yang luar biasa saat mengamati perilkau tertentu.
Kepemimpinan Karismatik memiliki 4 karakteristik, yaitu memiliki visi,
bersedia mengambil resiko pribadi untuk mencapai visi tersebut, sensitif
terhadap kebutuhan bawahan, emiliki perilaku yang luar biasa.
Ada 3 tahap dalam proses belajar menjadi pemimpin yang karismatik, yaitu :
1. Pengembangan aura karisma dengan cara mempertahankan cara
pandang yang optimis, menggunakan kesabaran sebagai katalis untuk
menghasilkan antusiasme dan berkomunikasi dengan keseluruhan tubuh.
2. Menciptakan ikatan yang menginspirasi orang lain untuk
mengikutinya.
3. Menyebarkan potensi kepada para pengikutnya dengan cara
menyentuh emosi mereka.
Ada 4 cara pemimpin yang karismatik dalam mempengaruhi pengikutnya, yaitu :
1. Visi yaitu sebuah strategi jangka panjang mengenai cara mencapai tujuan.
2. Pernyataan visi (vision statmen) yaitu sebuah pernyataan formal dari visi
atau misi organisasi.
3. Mengomunikasikan ekspektasi kinerja yang tinggi dan meyakini bahwa
para pengikutnya dapat mencapainya.
4. Memberikan teladan kepada pengikutnya mealui kata, tindakan, nilai baru
dan perilaku.

b. Kepemimpinan Transformasional
Pemimpin yang menginspirasi para pengikutnya untuk menyampingkan
kepentingan pribadi mereka dan memiliki kemapuan mempengaruhi yang luar
biasa.

-5-
Gaya Kepemimpinan Transformasional (Transformational Leadhership)
Pencapaian tujuan perusahaan dan tujuan karyawan secara sekaligus
merupakan tugas yang tidak mudah. Hal ini sangat perlu diperhatikan, karena
efektivitas dari seorang pemimpin diukur dari kinerja dan pertumbuhan organisasi
yang dipimpinnya serta kepuasan pengikut terhadap pemimpinannya. Oleh sebab
itu, seorang pemimpin harus dapat mempengaruhi pengikutnya untuk menerima
permintaannya tanpa menggunakan paksaan sehingga bawahan secara sukarela
akan berperilaku dan berkinerja sesuai tuntutan organisasi melalui arahan
pemimpinnya.
Untuk dapat mempengaruhi perilaku dan kinerja pengikutnya, diperlukan
suatu gaya atau perilaku kepemimpinan tertentu. Dimana gaya kepemimpinan
yang dimiliki oleh seorang pemimpin di perusahaan yang satu dengan yang lain
tidak ada persamaan, jika ada persamaan barangkali dari sisi yang satu saja,
sedangkan sisi yang lain terdapat perbedaan-perbedaan.
Leadership atau kepemimpinan merupakan proses mengarahkan dan
mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota kelompok.
Menurut Hersey dan Blanchard, kepemimpinan adalah proses mempengaruhi
kegiatan individu atau kelompok dalam usaha untuk mencapai tujuan dalam
situasi tertentu. Kepemimpinan adalah gaya seorang pemimpin mempengaruhi
bawahannya, agar mau bekerjasama dan bekerja efektif sesuai dengan
perintahnya.
Gaya kepemimpinan inilah yang menyebabkan seseorang dipilih sebagai
pemimpin atau manajer, sebab hal ini sangat berhubungan erat dengan tujuan
perusahaan yang dicapai, jenis-jenis kegiatan yang harus dipimpin, karakteristik
para tenaga kerja, motif, usaha dan lain-lain. Menurut Stoner istilah gaya
kepemimpinan atau style leadership adalah : berbagai pola tingkah laku yang
disukai oleh pemimpin dalam proses ikut mengarahkannya.
Salah satu teori agen perubahan yang paling komperehensif adalah teori
kepemimpinan transformasional yang dikembangkan pertama kali oleh James
MacGregor Burns dalam konteks politik. Teori selanjutnya disempurnakan dan
diperkenalkan ke dalam konteks organisasional oleh Bernard Bass.

-6-
Pada dasarnya teori kepemimpinan transformasional menekankan
pentingnya seorang pemimpin menciptakan visi dan lingkungan yang memotivasi
para bawahan untuk berprestasi melampaui harapan. Dalam hal ini, para bawahan
merasa percaya, kagum, loyal, dan hormat kepada pemimpinnya, sehingga mereka
termotivasi untuk melakukan lebih dari apa yang di harapkan mereka. Bahkan
tidak jarang melampaui apa yang mereka perkirakan dapat mereka lakukan.
Model kepemimpinan yang ini didasarkan lebih pada upaya pemimpin untuk
mengubah berbagai nilai, keyakinan, dan kebutuhan bawahan.

REFERENSI
Stephen P.Robbins, 2005. Organizational Behavior. Prentice- Hall, Inc. New
Yersey.

Gaya Kepemimpinan Transformasional (Transformasional Leadhership) diambil


dari http://artikel-manajemen.blogspot.com/2009/06/gaya-kepemimpinan-
transformasional.html

Pentingnya Leadership dalam Mendorong Pasrtisipasi Karyawan diambil dari


http://artikel-manajemen.blogspot.com/2009/06/pentingnya-leadership-
dalam-mendorong.html

-7-