PROSIDING SEMINAR

PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
Yogyakarta, 27 J uli 2011

Suyatno, dkk. ISSN 1410 – 8178 Buku I hal 157
ANALISIS PEMBENTUKAN GAMBAR DAN BATAS TOLERANSI
UJI KESESUAIAN PADA PESAWAT SINAR-X DIAGNOSTIK
Suyatno, Sigit Bachtiar
Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir – BATAN,Kawasan Puspiptek Serpong,Tangerang
E-mail: prpn@batan.go.id
ABSTRAK
ANALISIS PEMBENTUKAN GAMBAR DAN BATAS TOLERANSI UJI
KESESUAIAN PADA PESAWAT SINAR-X DIAGNOSTIK, Telah dilakukan analisa
pembentuk gambar dan batas toleransi uji kesesuaian pesawat sinar-x Diagnostik.
Dalam pembentukan gambar pada pesawat Sinar-x merupakan kemampuan daya
tembus dari Sinar-x terhadap materi. Adapun tujuannya adalah untuk megetahui
bagaimana proses terjadinya suatu gambar pada film yang dibentuk oleh Sinar-x.
Sehingga dapat dipahami perbedaan bentuk gambar pada bagian-bagian tubuh yang
disinari. Faktor faktor yang mempengaruhi gambar radiography antara lain, besarnya
mA, jarak fokus dengan film (FFD), dan tegangan (kV). Selain bentuk gambar dalam
proses radiograpi perlu juga diketahui kondisi pesawat Sinar-x,. agar menjamin
keselamatan terhadap pasien, operator dan lingkungan. Untuk itu diperlukan uji fungsi
atau uji kesesuaian (Compliance Testing). Sehingga pesawat Sinar-x memenuhi
persyaratan keselamatan radiasi dan memberikan informasi diagnosis secara tepat
dan akurat. Setelah dilakukan analisis dan penelitian dihasilkan uji kesesuaian masih
dibawah batas standar yang berlaku yaitu sebesar 10 %. Untuk pembentukan
gambar jarak yang ideal antara gambar dan fokus tabung adalah (90 cm – 100 cm)
dan area gambar yang baik adalah selebar W
1.

Kata kunci : Sinar-X, Diagnostik, uji kesesuaian, gambar, radiasi
ABSTRACT
ANALYSIS OF THE FORMATION OF IMAGES FITNESS TEST AND TOLERANCE
LIMITS THE X-RAY DIAGNOSTICS, Image-forming analysis has been performed
and conformance test tolerance limit plane x-ray Diagnostics. In forming an image on
a plane x-ray is the ability of the penetrating power of x-rays on the matter. The
purpose is to know how the occurrence of an image on a film formed by x-rays . So it
can be understood the difference form the image on the parts of the body irradiated.
Factors affecting the image radiography, among others, the magnitude mA, with a film
focus distance (FFD), and the voltage (kV). Apart form the image in the process
radiograpi should also know the condition of the plane x-ray. in order to ensure the
safety of the patient, operator and environment. It required function tests or test
compliance (Compliance Testing). So the plane x-ray radiation safety requirements
and provide information as precise and accurate diagnosis. Having done the analysis
and research generated conformance test is still below the prevailing standard that is
equal to 10%. For an ideal image formation distance between the image and the focus
tube is (90 cm – 100 cm) and the image area is a good width W
1
.
Keywords: X-rays, Diagnostic, suitability test, images, radiation



PROSIDING SEMINAR
PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
Yogyakarta, 27 J uli 2011


ISSN 1410 – 8178 Suyatno, dkk Buku I hal 158
PENDAHULUAN
esawat sinar-X ditemukan oleh Wilhelm
Conrad Roentgen yang berkebangsaan J erman.
Roentgen dilahirkan pada tanggal 27 Maret 1845
di Lennep di daerah sungai Ruhr J erman. Sinar –x
dibangkitkan dengan jalan menembaki target
logam dengan elektron cepat dalam suatu tabung
vakum. Di dalam tabung terdapat filamen yang
juga sebagai katoda dan anoda sebagai target,
(Krane,KS, 1992). Apabila filamen dipanaskan
maka akan menghasilkan elektron dan elektron
akan dipercepat dengan memberikan beda
potensial yang tinggi anatara katoda dan anoda.
Elektron cepat tersebut akan menumbuk anoda
(target), pada peristiwa tumbukan itu akan
terpancar Sinar-x. Energi Sinar-x yang dihasilkan
cukup tinggi, sehingga mampu menembus jaringan
tubuh. Sinar-x yang menembus itulah yang
mampu membentuk gambar atau bayangan dari
bagian tubuh yang disinari.
Sinar-x yang berenergi tinggi yang
mampu membentuk bayangan, sedangkan yang
energinya rendah akan diserap oleh bahan obyek.
Besarnya penyerapan oleh bahan tergantung dari;
panjang gelombang sinar-x, Susunan objek yang
terdapat pada alur berkas sinar-x, dan ketebalan
serta kerapatan bahan. Pada saat bagian tubuh
dilakukan pencitraan dengan sinar-x, maka
jaringan tubuh yang mudah ditembus Sinar-x
(seperti otot, lemak, dan jaringan lunak) akan
meneruskan banyak Sinar-x sehingga film menjadi
hitam. Sedangkan bagian yang sulit ditembus
Sinar-X (seperti tulang) dapat menahan seluruh
atau sebagian besar Sinar-X akibatnya tidak ada
atau sedikit Sinar-X yang keluar sehingga pada
film berwarna putih. Bagian tubuh yang mudah
ditembus Sinar-X disebut Radio-lucen yang
menyebabkan warna hitam pada film. Sedangkan
bagian yang sulit ditembus Sinar-X disebut Radio-
opaque sehingga film berwarna putih (Arif J auhari,
2008).
Untuk memastikan bahwa Pesawat Sinar-
x memenuhi persyaratan keselamatan radiasi dan
memberikan informasi diagnosis maka diperlukan
uji fungsi atau uji kesesuaian. Uji kesesuaian
merupakan dasar dari suatu program jaminan mutu
radiologi diagnostik yang mencakup sebagian tes
program jaminan mutu, khususnya parameter yang
menyangkut keselamatan radiasi. Pengukuran
pada uji kesesuaian (Compliance Testing)
diharapkan memberikan estimasi terbaik terhadap
parameter uji kesesuaian. Namun setiap
pengukuran pasti memiliki ketidakpastian,
bergantung pada teknik pengukuran dan peralatan
yang digunakan. Oleh karena itu batas toleransi
untuk suatu parameter harus dimasukkan ke dalam
ketidakpastian pengukuran (Dwi Seno.K, 2008).
TEORI
Pembentukan gambar pada peristiwa
pencitraan pesawat sinar-x tergantung dari
beberapa faktor antara lain ;
Pengaruh Milliampere (arus tabung : mA)
Arus tabung berasal dari pemanasan
filamen, jika pemanasan filamen ditingkatkan
maka arus dalam tabung sinar-x juga meningkat.
Dengan peningkatan arus (mA) akan menambah
intensitas sinar-x, dan penurunan mA akan
mengurangi intensitas. Sehingga semua intensitas
sinar-x atau derajat terang / brightness akan
bertambah sesuai dengan peningkatan intensitas
radiasi sinar-x di titik fokus. Oleh sebab itu, derajat
terang dapat diatur dengan mengubah mA. Perlu
juga dipahami bahwa intensitas sinar-x yang
bervariasi akan terus membawa hubungan yang
sama antara satu dengan yang lainnya.
Pengaruh Tegangan Tinggi (kV)
Tegangan tinggi (HV) dalam besaran kV
akan berpengaruh pada daya tembus sinar-X
terhadap obyek. Dengan demikian juga akan
berpengaruh pada pembentukan gambar, karena
dengan perubahan kV menyebabkan perubahan
total pada intensitas berkas sinar-X. Hal ini terjadi
dengan tanpa perubahan arus tabung.
Pengaruh Jarak (m)
Dalam proses pemotretan Sinar-x, terdapat
pengaturan jarak pemotretan yang meliputi : J arak
antara fokus-film (Focus Film Distance disingkat
FFD), disebut juga SID (Source to Image Reseptor
Distance) J arak antara film-objek (Film Object
Distance disingkat FOD.). J arak antara obyek-
fokus (Object Focus Distance), disebut juga SSD
(Source to Skin Distance) Pengaturan jarak dapat
dilakukan dengan menggerakan stand tabung
menjauhi atau mendekati obyek. Dengan cara
menjahui atau mendekati obyek akan
mempengaruhi intensitas berkas sinar-x, sehingga
akan berpengaruh pula pada pembentukan gambar
radiograpi.
TATA KERJA
Untuk melakukan pembahasan dalam
makalah ini diperlukan bahan dan alat yaitu :
a. Bahan yang diperlukan :
• Film Merk AGFA CP-G Plus
• 100 NIF 24 cm x 30 cm
• Bahan pencuci film, (deploper, mixer)
• Plat besi bentuk siku
• Casset stand
• Screen Pospor
P

PROSIDING SEMINAR
PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
Yogyakarta, 27 J uli 2011

Suyatno, dkk. ISSN 1410 – 8178 Buku I hal 159
b. Alat Yang diperlukan :
• Pesawat Sinar-X 200 mA/100 kV
• Alat tes kolimator
• Alat ukur jarak (meteran)
• Survey meter
• mA meter
• kV meter
• Alat ukur waktu
c. Urutan Kerja
• Mempersiapkan alat dan bahan untuk
penelitian.
• Mempersiapkan bahan untuk mencuci film
• Pengujian ketepapatan kolimasi dan
iluminasi lampu kolimasi dengan cara :
Menentukan titik tengah dari posisi gambar,
dengan cara menghidupkan lampu kolimasi
pada permukaan bidang gambar, maka akan
terbentuk bayangan berbentuk bujur
sangkar selanjutnya ditarik garis diagonal
dari empat sisinya.
Menentukan posisi tegak lurus gambar,
dengan cara meletakkan 4 besi siku pada
empat sisi bayangan bentuk bujur sangkar
pada permukaan casset stand, kemudian
disinari, selanjutnya film dicuci maka akan
terbentuk gambar dengan besi siku
menempel tepat tegak lurus pada sisi sisi
bujur sangkar bayangan.
• Uji fungsi yaitu menguji tegangan tinggi
(kV) dengan cara :
Atur arus tabung pada posisi 100 mA
Atur posisi kV secara bervariasi 50, 60, 70,
80.
Letakkan alat ukur kV meter pada bidang
X-Ray
Lakukan expose dan amati hasil pada meter
dengan seting, jika nilai terlalu
jauh maka kV perlu diseting kembali.
• Pengujian mA dengan alat ukur mA meter
• Pengujian waktu expose (pencitraan)
• Pengujian kebocoran tabung
METODE
Pembentukan Gambar Pada Pesawat
Sinar-X
Untuk memperoleh gambar yang baik
hasil dari penyinaran pesawat sinar –X perlu
dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Pengaturan parameter kV, mA dan waktu
sesuai obyek yang akan disinari
2. Penempatan film dibelakang obyek
3. Penyinaran pada obyek
4. Pemrosesan film
5. Analisa hasil film

Gambar. 1 Pembentukan gambar Radiograpi
(A.J auhari,2008)
Pada saat terjadi penyinaran, maka sinar-x
yang menembus bahan, adalah yang mampu
membentuk gambar atau bayangan pada film.
Bagian yang mudah ditembusi Sinar-x (seperti
otot, lemak, dan jaringan lunak) meneruskan
banyak Sinar-x sehingga film menjadi hitam.
Sedangkan bagian yang sulit ditembus Sinar-x
(seperti tulang) dapat menahan seluruh atau
sebagian besar Sinar-x akibatnya tidak ada atau
sedikit Sinar-x yang keluar sehingga pada film
berwarna putih. Telah diketahui bahwa panjang
gelombang yang besar yang dihasilkan oleh kV
rendah akan mengakibatkan sinar-x nya mudah
diserap. Semakin pendek panjang gelombang
sinar-x (yang dihasilkan oleh kV yang lebih tinggi)
akan membuat sinar-x mudah untuk menembus
bahan. Proses pembentukan gambar pada
pemeriksaan kesehatan menggunakan sinar-x,
dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain bahwa
tubuh manusia mempunyai susunan yang
kompleks yang tidak hanya mempunyai perbedaan
pada tingkat kepadatan saja tetapi juga mempunyai
perbedaan unsur pembentuk. Hal ini menyebabkan
terjadinya perbedaan tingkat penyerapan sinar-x.
Yaitu, tulang lebih banyak menyerap sinar-x
dibanding otot/daging; dan otot/daging lebih
banyak menyerap dibanding udara (paru-paru).
Disamping itu struktur organ yang sakit akan
terjadi perbedaan penyerapan sinar-x dibanding
dengan penyerapan oleh daging dan tulang yang
normal. Demikian juga dengan usia, tulang orang
usia lanjut lebih sedikit menyerap sinar-x
dibanding yang masih muda, karena tulangnya
telah banyak mengandung kalsium (M.
Akhadi,2011). Dalam pembentukan gambar
disamping tergantung dengan seting parameter
juga tergantung dari jenis film sebagai media
penerima bayangan. J enis-jenis film untuk
diagnostik anatara lain;
1. Double emulsi (emulsi ganda)
Yaitu film roentgen yang memiliki dua
lapisan emulsi yang sama tebalnya di kedua
permukaan dasar film. Film ini dapat digunakan
secara bolak balik.
Keuntungan :
PROSIDING SEMINAR
PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
Yogyakarta, 27 J uli 2011


ISSN 1410 – 8178 Suyatno, dkk Buku I hal 160
• sensitifitas lebih tinggi shg nilai eksposi
lebih rendah – shg dosis juga dapat
ditekan.
• waktu eksposi lebih singkat. Pergerakan
pasien bisa diminimalisasi.
• Kontras radiograf semakin baik.
2. Single emulsion (emulsi tunggal)
Film yang mempunyai lapisan emulsi
hanya pada satu permukaan. Perak lebih sedikit
karena hanya satu emulsi dan cairan pembangkit
awet. Hanya untuk pemotretan tertentu, tidak bisa
digunakan bolak-balik.
3. Kecepatan Film
a. High Speed ( film dengan kecepatan tinggi)
adalah jenis film yang memiliki kristal
perak halide yang relative kasar, sehingga film
ini menghasilkan kontras yg relative rendah /
kurang baik, tetapi memerlukan jumlah
penyinaran yg relative kecil.
b. Medium Speed / Paar speed / jenis
universal:
Butiran sedang, ekpose sedang, kontras
sedang.
c. Low speed
kristal perak halus / kecil, kontras tinggi,
resolusi baik, dan kecepatan rendah. Hubungan
speed dan kontras berbanding terbalik.
Batasan Toleransi Pada Uji Kesesuaian
Pesawat Sinar-X Diagnostik
Uji Kesesuaian (Compliance Testing)
adalah uji untuk memastikan bahwa Pesawat
Sinar-x memenuhi persyaratan keselamatan radiasi
dan memberikan informasi diagnosis yang tepat
dan akurat. Setiap uji fungsi atau uji kesesuaian
(Compliance Testing) diperlukan peralatan yang
memenuhi standart jaminan mutu. Hal ini untuk
menjamin kerja dari pesawat sinar-x memenuhi
citra diagnostik yang dihasilkan memiliki kualitas
tinggi sehingga dapat memberikan informasi
diagnostik yang memadai secara konsisten, dan
paparan radiasi pasien seminimal mungkin.
Prosedur pengukuran dan kondisi penyinaran harus
sesuai dengan parameter uji kesesuaian.
Parameter-parameter yang perlu dilakukan
pengujian antara lain :
a. Pengujian ketepatan kolimasi
b. Pengujian iluminasi lampu kolimasi
c. Ketepatan kV
d. Ketepatan waktu penyinaran
e. Linieritas keluaran radiasi
f. Reproduksi keluaran Radiasi
g. Pengukuran HVL @ 80 kVp
h. Pengujian kebocoran radiasi pada tabung

Dalam pengujian beberapa parameter
tersebut dapat mengacu pada sumber standar
jaminan mutu untuk batas toleransi uji kesesuaian
pesawat radiologi diagnostik. Beberapa sumber,
diantaranya adalah Diagnostic X-ray Equipment
Compliance Testing dari Radiological Council of
Western Australia, Diagnostic X-ray Unit QC
Standards in Canada dan Quality Control in
Diagnostic Radiology dari AAPM (American
Association of Physicists in Medicine), (Dwi Seno.
KS, 2008). Seperti terlihat pada tabel 1 sebagai
berikut :
Tabel. 1 Batas toleransi uji kesesuaian pesawat Sinar-X

No Jenis Pengujian Western Australia AAPM Canada
1 Pengujian Ketepatan
Kolimasi pada SID 100 cm
< 10 mm (±1% dari
SID)
±2% dari SID ±2% dari SID
2 Pengujian Iluminasi lampu
kolimasi
>100 lux at 1 m - >100 lux at 1 m
3 Pengujian Ketepatan kV +6% untuk kVp < <5% 100
kVp+
6 kVp untuk kVp >100
kVp
<10%
4 Pengujian Ketepatan Waktu
Penyinaran
+ <5% untuk waktu >
10 ms< 10% untuk
waktu <>
10% +10% +1 ms
5 Pengujian Linieritas Keluaran
Radiasi
+ - 10% +10%
6 Pengujian Reproduksi
Keluaran Radiasi
<5% <5% <5%
7 Pengukuran HVL @ 80 kVp >2,3 mm Al - >2,3 mm Al
8 Pengujian kebocoran Radiasi
pada Tabung Sinar-X
<1mGy/jam pada SID
100 cm
- < 1mGy/jam untuk
area 10x10 cm
2
, SID
100 cm

PROSIDING SEMINAR
PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
Yogyakarta, 27 J uli 2011

Suyatno, dkk. ISSN 1410 – 8178 Buku I hal 161
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari hasil study literatur dan penelitian
yang pernah dilakukan tentang pesawat sinar-x
dan aplikasinya adalah sebagai berikut :
a. Pengujian ketepatan kolimasi
Salah satu cara pengujian kolimasi adalah
memberikan tanda pada permukaan kolimator,
sehingga ditemukan tititk tengah bayangan.




(a) Menentukan ttk tengah (b) Menentukan garis
tepi
Gambar. 2 Menentukan titik bayangan

Membuat besi siku yang diletakkan pada
obyek, pada saat di expose maka besi siku
tersebut harus tepat pada tepi bayangan seperti
terlihat pada gambar diatas.

Selain itu dapat juga menggunakan alat
tes colimator (Collimator Test Tool).

Gambar. 3 Collimator Test Tool

Alat ini digunakan untuk verifikasi
keselarasan dari bidang cahaya kolimator dengan
bidang x-ray sebagai kontrol kualitas radiografi.
Alat tes ini toleransi ketidak sejajaran antara 1 %
- 2 % pada jarak 100 cm. Disamping itu alat ini
dapat juga digunakan untuk memeriksa
keselarasan fluoroscopi dan kolimasi.

Hasil Pencitraan menurut dari standar
AS / NZS 1.3 : 1996 Australia adalah seperti
terlihat pada Gambar. 4
Dari gambar.4 menunjukkan bahwa pembentukan
gambar hasil dari penyinaran pesawat Sinar-x
jarak (Focus Film Distance) yang ideal ada 90
cm, jika lebih jauh maka gambar akan kabur. W
1

merupakan area gambar yang baik dan W
2
adalah
area yang terjadi karena sinar hamburan dari
penyinaran Sinar-x.



Gambar. 4 Daerah ekstra Fokus radiation

b. Ketepatan kV
Untuk mengukur ketepatan kV dapat
digunakan alat kVp meter yang diletakan di
bawah kolimator dengan jarak (FFD) 90 cm.
Sebelum dilakukan pencitraan harus dibakukan
pengaturan mA nya, baru kemudian dilakukan
pengaturan kV. J ika pengaturan kV dipanel
kontrol sama dengan hasil pengukuran pada kV
meter atau mungkin ada selisih, asalkan tidak
melebihi 10 % berarti kV memenuhi syarat sesuai
standar yang berlaku.
Hasil : pengukuran pada 100 mA

Tabel.1 Pengukuran kV

PEMILIHAN
KV
(KV)
TEGANGAN
PRIMER
(Volt)
kVp
meter
(kV)
50 98 49,7
55 116 55,2
60 137 59,1
70 200 67,9
80 227 78,5

Hasil pengukuran kV setelah dibuat
grafik adalah sebagai berikut :
Grafik pengujian kV
0
20
40
60
80
100
1 2 3 4 5
waktu
T
e
g
a
n
g
a
n

(
k
V
)
kVp
kV

Gambar.5 Grafik hasil pengujian kV

PROSIDING SEMINAR
PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
Yogyakarta, 27 J uli 2011


ISSN 1410 – 8178 Suyatno, dkk Buku I hal 162
Dari hasil pengujian pengukuran
tegangan tinggi dengan menggunakan kVp meter
menunjukan bahwa penyimpangannya dengan kV
seting dibawah sepuluh persen. Dengan demikian
keluaran tegangan tinggi pada pesawat sinar-x
memenuhi standar, sehingga aman digunakan.
c. Pengukuran Ketepatan waktu (S)
Untuk penyetelan waktu expose dapat
digunakan osciloscope, stopwatch dan pakai mA
meter.
Tabel.3 Waktu expose

mAS
Waktu Expose
(det)
mA meter
(det)
1 0,02 0,017
2 0,032 0,030
3 0,050 0,048
4 0,058 0,059
5 0,088 0,089

Hasil Pengukuran waktu expose (S) yang
dibuat grafik adalah sebagai berikut :

Hasil Pengukuran Waktu (S)
0
0,05
0,1
0,15
0,2
1 2 3 4 5
W
a
k
t
u

(
S
)
mA meter
Waktu
terukur

Gambar.6 Hasil Pengujian waktu (S)

d. Pengujian Kebocoran Paparan Radiasi pada
tabung sinar-x
Pengujian kebocoran pada tabung sinar-x
dapat dilakukan dengan menggunakan alat survey
meter.

Hasil Pengujian Paparan Radiasi
Nama Alat : Pesawat Sinar-X diagnostik 200
mA/100kV (Modifikasi PRPN-
1998)
Tempat : RSI Kendal Jateng
Alat Uji : Survey meter

Denah Posisi Pesawat Sinar-X di RSI Kendal



Hasil Pengukuran Paparan Radiasi
Setting : 50 kV, 150 mA,0,5 S
No
Ukur

Arah
Tabung
Ke Arah Meja
FFD =60 cm
Ke arah cassette
Stand FFD =200
cm
1. 0,230 mR/jam 0,130 mR/jam
2. 0,018 mR/jam 0,015 mR/jam
3. 0,014 mR/jam 0,014 mR/jam
4. 0,012 mR/jam 0,015 mR/jam
5. 0,011 mR/jam 0,011 mR/jam
6. 0,013 mR/jam 0,012 mR/jam
7. 0,012 mR/jam 0,011 mR/jam

Back Ground 0,011 mR/jam.
Kesimpulan : Hasil pengukuran masih aman, di
bawah batas maksimal yang diijinkan
KESIMPULAN
Dari hasil pembahasan diatas dapat
disimpulkan sebagai berikut :
1. Pembentukan gambar di tentukan oleh banyak
faktor antara lain jenis film, pengaturan
parameter, dan pemrosesan film.
2. Daya tembus pesawat sinar-x dipengaruhi oleh
pengaturan tegangan tinggi (kV).
3. Pesawat sinar-X sebelum digunakan perlu di
lakukan uji kesesuaian atau uji fungsi, supaya
memenuhi persyaratan keselamatan radiasi.
4. Gambar dalam film hasil pencitraan juga
ditentukan oleh mAS pesawat Sinar-x.
5. Dari hasil uji fungsi pesawat Sinar-x layak
digunakan karena hasilnya masih dalam
toleransi yang berlaku.
DAFTAR PUSTAKA
1. ARIF JAUHARI, “ Berkas Sinar-X dan
Pembentukan Gambar “, Puskaradim, J akarta,
2008.
2. AAPM Report No.74, Quality Control in
Diagnostic Radiology, Medical Physics
Publishing, J uly 2002
3. Approval and test Specification Medical
Electrical Equipment, Australia / New
Zealand, 1996.

PROSIDING SEMINAR
PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
Yogyakarta, 27 J uli 2011

Suyatno, dkk. ISSN 1410 – 8178 Buku I hal 163
4. Diagnostic X-ray Unit QC Standard in British
Columbia, Canada, 2004
5. DWI SENO, K.S “Workshop Tentang Batas
Toleransi Pengukuran UjiKesesuaian Pesawat
Sinar-X “, Fisika Universitas Indonesia, 2008
6. KRANE. KS, “ Fisika Modern “, Penerbit
Universitas Indonesia, J akarta, 1992
7. M. AKHADI, “ Napak Tilas 106 Perjalanan
Sinar-X “, Batan, 2001
8. http://nanang-ihupi,blogspot.com di unduh
pada 8 april 2011
9. http://www.harpellassociates.com, diunduh
pada 10 juli 2009
10. USMAN KADIR, “ Kurve Karakteristik Film
Fuji # 100 dan Eksposure Untuk Keperluan
Radiographi “ Widyanuklida Vol 6 No.2,
2005.

TANYA JAWAB
Kristiyanti
 Apa fungsi X-ray dan apa kelebihan alat ini?
Suyatno
 X-ray sebagai alat diagnostic, kelebihan X-
ray karena energinya yang tinggi sehingga
dapat menembus yang dilalui.
Dewanto
 Apa beda X-ray untuk kesehatan dan untuk
industry?
Suyatno
 X-ray untuk kesehatan sebagai alat
diagnostic, X-ray industry untuk alat
radiography dan uji tak merusak.