You are on page 1of 15

1

JUDUL
Kajian efek doping polymer pada interaksi many body dalam graphene nanofiber
yang dibentuk menggunakan elektrospinning


ABSTRAK
Graphene adalah material karbon yang mempunyai band gap nol. Untuk
membuka bandgap dari graphene perlu adanya impuritas / doping. Sintesis
graphene nanofiber doping polimer (P-Base) akan dilakukan dengan menvariasi
konsentrasi dari polimer (P-base). Konsentrasi polimer bervariasi dari 5%, 10%,
15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40%, 45% dan 50%. Nanofiber graphene doping
polimer menggunakan elektrospinning. Elektrospinning merupakan teknik yang
sederhana yaitu dengan cara memberikan tegangan tinggi pada larutan polimer
dan dapat menghasilkan serat nano. Kajian yang akan dibahas dalam penelitian ini
adalah interaksi many body menggunakan analisis kurva fano. Karakterisasi
menggunakan spektrometer Uv-Vis dengan mengukur serapan pada nanofiber.
Interaksi antara elektron-elektron dan elektron dan hole pada graphene murni
telah di teliti oleh Kin Fai Mak. Di penelitian tersebut terdapat puncak dalam
spectrum energi yaitu sebesar 4,62 eV. Dalam penelitian ini akan melihat adanya
interaksi many body pada graphene nanofiber yang akan di doping polimer.

Kata-kata kunci : Graphene, elektrospinning, many body interaction.

















2


BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Graphene adalah material karbon dalam bentuk monolayer datar atom
dalam bentuk 2 dimensi (2D). Graphene memiliki keunggulan diantaranya
mobilitas pembawa muatannya tinggi, sifat transparannya baik, konduktivitas
listrik dan panas graphene paling tinggi dibanding material lainnya (K. S.
Novoselov, 2005). Graphene berpotensi untuk diterapkan menjadi optoelektronik
dengan kecepatan proses yang sangat tinggi, sebagai layar fleksibel, dapat
diaplikasikan untuk sel surya karena sifat transparannya. Selain itu graphene
juga dapat dijadikan sebagai kapasitor yang mempunyai performa tinggi (M. D
Stoller,et al, 2008).
Struktur pita energi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah
substrat, doping dan voltage bias. Upaya yang pernah dilakukan pada penelitian
sebelumnya adalah mendop dengan Hidrogen, Nitrogen dan Boron (T. M.
Schmidt, 2010). Studi teoritik terhadap efek-efek yang mempengaruhi dispersi
energi belum cukup. Hal ini disebabkan masih banyaknya data eksperimen yang
belum dapat dijelaskan secara teoritik. Pengaruh pemberian doping pada graphene
agar graphene memiliki celah pita (Han Zhang, 2006). Penelitian ini akan
membahas kemungkinan menimbulkan celah pita dan kaitannya dengan konstanta
dielektrik dengan cara mendop dengan polimer P-Base.
Berdasarkan sifat-sifat graphene, material tersebut sangat bermanfaat jika
dikembangkan. Penelitian pun berkembang pada sintesis material Graphene-
polimer nanofiber. Pembuatan Graphene-polimer nanofiber menggunakan alat
elektrospinning. Elektrospinning merupakan teknik yang sederhana yaitu dengan
cara memberikan tegangan tinggi pada larutan polimer. Elektrospinning memiliki
karakteristik dengan adanya proses penyemprotan elektron. Prosesnya tidak
memerlukan penggunaan pengentalan / pembekuan secara kimia (Quynh P. Pham,
2006). Hal ini yang membuat proses tersebut mudah dilakukan.
Selain penelitian tentang berbagai macam sintesis bahan, juga dilakukan
beberapa penelitian untuk mengetahui karakteristik mikrostruktural material.
Penelitian ini akan dikarakterisasi menggunakan UV-Vis untuk mengetahui


3

besarnya serapan yang bisa digunakan untuk mencari konduktivitas melalui model
Fano. Analisis kurva fano digunakan untuk mengetahui interaksi many body
dalam graphene nanofiber. Interaksi many body merupakan interaksi antara
elektron-elektron atau elektron-hole (exiton) (Andrey E. Miroshnichenko, 2010).
Selain karakterisasi menggunakan spektroskopi uv-vis, penelitian ini juga
dikarakterisasi menggunakan spektroskopi Raman. Spektroskopi Raman
merupakan metode penentuan senyawa berdasarkan gerakan molekul, yang
dinamakan vibrasi molekul. Senyawa yang terukur pada Spektrometer Raman
adalah senyawa yang mengalami perubahan polarisasi karena vibrasi (A.C Ferarri
et.al, 2006).
Berdasarkan uraian tersebut, maka dalam tulisan ini akan diuraikan kajian
efek doping polimer pada interaksi many body dalam graphene nanofiber.
Pengetahuan mengenai kajian many body ini diharapkan dapat untuk menjelaskan
secara teoritik spektrum konduktivitas pada graphene nanofiber yang di doping
dengan polimer.
1.2 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yang akan dilakukan adalah mempelajari mekanisme
terbentuknya celah pita dan interaksi many body dalam graphene nanofiber yang
di doping polimer.

1.3 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan yaitu :
1. Larutan Graphene doping polimer diharapkan dapat digunakan
sebagai bahan pembuat nanofiber yang mampu menyerap cahaya
tampak;
2. Nanofiber graphene doping polimer diharapkan dapat digunakan
untuk optoelektronik;
3. Memberikan informasi mengenai interaksi many body dari doping
polimer terhadap karakteristik optik nanofiber graphene.



4

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Graphene dan polymer P-Base
Graphene adalah material karbon dalam bentuk monolayer datar atom
dalam bentuk 2 dimensi (2D) (K.S. Novoselov, et al, 2004). Akhir akhir ini
material ini menjadi material yang menarik sekali karena dari berbagai penelitian
baik secara teori maupun teoritis dan mempunyai peluang digunakan sebagai
material maju. Di bawah ini gambar band structure dari graphene (T.O Wehling
et al, 2008),

Gambar. 2.1 Band structure Graphene (T.O.Wehling,2008)

Jenis ikatan yang terdapat pada graphene adalah jenis ikatan dengan
hibridisasi sp
2
seperti jenis ikatan yang dimiliki oleh benzene, dengan panjang
ikatan diperkirakan 0,142 nm. Salah satu perkembangan penelitian graphene
adalah dengan memodifikasi struktur graphene dengan men doping graphene
dengan berbagai material lainnya, misalnya logam. Hal ini bertujuan untuk
memperbaiki sifat dan juga menemukan sifat baru yang nanti akan membuka
peluang bagi pemanfaatan graphene yang lebih luas. Oleh karenanya apabila
graphene di doping atau dicampur (dibuat komposit) dengan oksida oksida logam
(Lu Ting, et.al, 2011).
2.2 Interaksi many body pada graphene
Graphene adalah susunan atom karbon dengan geometri segi enam 2D
(hexagonal lattice). Graphene memiliki perilaku yang unik yaitu tidak ada nya
celah energi antara pita konduksi dan pita valensi pada kurva disperse energi.
Walaupun tidak mempunyai celah energi, kedua pita tersebut tidak saling


5

tumpang tindih (overlap). Pada daerah sekitar energi Fermi, hubungan dispersi
energi sebagai fungsi vektor gelombang adalah linier, tidak seperti material lain
(T.O Wehling et al, 2008). Pada penelitian ini akan disertakan perhitungan
konduktivitas optik graphene, karena data konduktivitas optik dapat
menggambarkan sifat elektronik dari sistem. Selain itu, data konduktivitas optik
dapat menjelaskan gambaran umum tentang transpor sistem baik konduktivitas
DC maupun AC.
Konduktivitas optik graphene yang tersusun 2D dengan kisi hexagonal,
menampilkan banyak sifat optik yang luar biasa. Konduktivitas optik dalam
kisaran sinar uv dan infra merah adalah (Neto, Castro 2009) :
h e 2 /
2
0
t o = . (2.4)
Di daerah sinar uv dan tampak, interaksi antara elektron-elektron (ee) dan elektron
hole (eh) akan menghasilkan efek exitonic yang unik. Hal ini terlihat jelas pada
bagian riil dari konduktivitas optik (
1
o ) dari graphene akan adanya interaksi many
body . Interaksi ini diperlukan untuk mendeskripsikan sifat elektronik dari
graphene (Kotov, V.N 2012). Material seperti graphene yang memiliki ketebalan
ì << d , dimana ì merupakan panjang gelombang cahaya yang didukung dengan
substrat yang transparan, fraksi perubahan reflektansi dapat diselesaikan dengan
persamaan Maxwell yaitu,
,
1
4
2
A
n
R
R R
s
s
s s g
R
÷
=
÷
=
+
o (2.5)
dengan n
s
adalah indek refraksi substrat (kaca/Si), R
g+s
adalah reflektansi
graphene dan substrat, R
s
adalah reflektansi dari substrat dan A adalah nilai
absorbansi nya (E, Hecht, 1998). Sedangkan hubungan konduktivitas dengan
absorbansi dapat ditunjukkan dengan persamaan berikut (I, H. Malitson, 1965):
( ) . 4 / A c t o = (2.6)
Kin Fai Mak telah melakukan eksperimen tentang pengukuran spektrum
konduktivitas ) (E o graphene monolayer yang ditunjukkan pada gambar 2.7. pada
spektrum IR dengan rentang 0,5-1,5 eV, konduktivitas menunjukkan nilai yang
universal yaitu sesuai persamaan 2.4. Dalam rentang spektrum cahaya tampak ada


6

kenaikan energi sebanyak 80% pada 3 eV. Sedangkan dalam rentang cahaya UV,
menunjukkan puncak yang jelas yaitu di 4,62 eV.

Gambar.2.2 spektrum konduktivitas graphene monolayer (Kin Fai Mak, 2008)

2.3 Gelombang Elektromagnetik
Spektroskopi UV-Vis menggunakan gelombang elektromagnetik pada
daerah ultra violet (UV) dan sinar tampak (visible) (Takeshi morikawa, 2010).
Daerah sinar tampak mulai dari warna merah (panjang gelombang 700 nm)
sampai warna ungu (panjang gelombang 400 nm), sedangkan daerah ultra violet
berada pada kisaran panjang gelombang 180-380 nm.
Radiasi UV-Vis yang diabsorbsi oleh bahan akan mengakibatkan
terjadinya transisi elektronik, yaitu elektron-elektron dari orbital dasar akan
tereksitasi ke orbital yang lebih tinggi.
Diagram sederhana spektrometer UV-Vis dapat dilihat pada Gambar 2.2 berikut
ini.

Gambar 2.3 Diagram spektrometer (Tony Owen, 2000)



7

Diagram spektrometer terdiri dari sumber cahaya polikromatis, monokromator,
sampel (lapisan tipis) dan detektor. Sumber radiasi berupa sinar UV dan sinar
tampak (visible), monokromator merupakan alat optik yang mengubah radiasi
polikromatik menjadi monokromatik. Detektor yang digunakan pada spektrometer
UV-Vis berupa detektor fotolistrik (Tony Owen, 2000) . Selain menggunakan uv-
vis, material juga di karakterisasi menggunakan spektroskopi Raman.
Spektroskopi Raman adalah metode penentuan senyawa berdasarkan
gerakan molekul, yang dinamakan vibrasi molekul. Senyawa yang terukur pada
Raman Spektrometer adalah senyawa yang mengalami perubahan polarisasi
karena vibrasi. Spektroskopi ini berhubungan dengan hamburan foton sampel bila
disinari dengan laser. Spektroskopi Raman dapat digunakan untuk tujuan analisis
kualitatif dan kuantitatif serta sampel dapat berupa fasa padatan, cairan, dan gas.
Prinsip Spektroskopi Raman adalah apabila sinar laser mengenai sampel,
foton akan diabsorpsi oleh sampel kemudian dihamburkan. Secara umum,
hamburan foton memiliki panjang gelombang yang sama dengan panjang
gelombang foton yang datang, dikenal dengan hamburan Rayleigh. Tetapi, ada
fraksi kecil dari hamburan bergeser ke panjang gelombang yang berbeda.
Pergeseran panjang gelombang ini dinamakan efek Raman. Kebanyakan foton
hamburan Raman bergeser ke panjang gelombang yang lebih besar
(Stokes shift) dan sebagian kecil bergeser ke panjang gelombang yang lebih kecil
(anti-stokes shift). Pada Raman Spektroskopi yang digunakan adalah stokes shift
karena probabilitasnya lebih besar. Dalam hamburan Rayleigh, elektron kembali
ke level energi yang sama. Hamburan Raman stokes terjadi apabila energi akhir
lebih besar dari energi awal, sedangkan hamburan Raman anti-stokes terjadi
apabila energi akhir lebih kecil dari energi awal(A.C Ferarri et.al, 2006).
2.4 Konsep dasar Elektrospinning
Teknologi elektrospinning adalah salah satu bidang nanoteknologi yang
berkembang pesat dan elektrospinning digunakan untuk memproduksi serat nano
(nanofiber) dan partikel nano (nanoparticle) dari bahan organik, anorganik dan
komposit. Secara sederhana proses elektrospinning dirancang dengan


8

menggunakan arus listrik tegangan tinggi dan kemudian larutan di-charging
dengan tegangan tinggi tersebut. Kemudian apabila daya dorong mekanik dan
listrik mampu mengalahkan gaya tegangan permukaan maka terbentuk polimer
jet. Polimer jet ini bergerak ke arah kolektor. Dalam perjalanan menuju kolektor
terjadi pengurangan diameter jet dan pada saat sampai pada kolektor polimer
sudah hampir kering dan diameter serat sudah dalam ukuran nano (J. Vonch et al,
2007).


Gambar 2.4. Proses elektrospinning skala laboratorium bertekanan konstan (Margaret, 2007)

Elektrospinning menggunakan suatu muatan listrik untuk membentuk serat
halus (biasanya dalam skala mikro dan nano) dari suatu cairan/larutan.
Elektrospinning memiliki karakteristik dengan adanya proses penyemprotan
elektron (electrospraying). Prosesnya tidak memerlukan penggunaan pengentalan
secara kimia (coagulation) atau temperatur yang tinggi utnuk menghasilkan serat
padat dari larutan. Hal ini lah yang membuat proses tersebut secara khusus sesuai
dengan pembuatan nanofiber menggunakan molekul yang banyak dan kompleks
(Moses M. Hohman, et al, 2001). Dalam proses elektrospinning sebuah tegangan
yang tinggi digunakan untuk menghasilkan pancaran gas bermuatan secara listrik
dari larutan polimer, dimana membentuk suatu serat polimer. Satu elektroda
ditempatkan ke dalam larutan yang berputar dan yang satunya melekat pada
kolektor. Medan listrik diarahkan ke ujung sebuah tabung kapiler yang
mengandung larutan polimer yang tertahan oleh tegangan permukaannya. Ini
menginduksi sebuah muatan pada permukaan cairan (Wahyudi, Tatang, 2008).


9


Gambar 2.5. Diagram penyusunan serat oleh elektrospinning (Margaret, 2007)

Tolakan timbal-balik ini menyebabkan sebuah gaya yang searah melawan
tegangan permukaannya. Karena intensitas dari medan listrik meningkat,
permukaan cairan berbentuk setengah bola berada pada ujung tabung kapiler
diperpanjang untuk membentuk sebuah bentuk kerucut yang dikenal sebagai
kerucut Taylor(J.R. Melcher et al, 1971). Dengan adanya peningkatan medan
listrik, suatu nilai kritis dicapai ketika gaya tolakan elektrostatik mengatasi
tegangan permukaan dan suatu pancaran gas bermuatan disemburkan dari ujung
kerucut Taylor (C. Pantano et al, 1994). Pancaran larutan polimer yang dilepaskan
mengalami sebuah proses pancaran dimana pelarutnya berevaporasi,
meninggalkan sebuah serat polimer bermuatan, yang mana pembentukannya
secara acak pada suatu lapisan logam kolektor yang di-ground-kan. Dalam hal ini
pencairan pancaran larutan yang dilepaskan membentuk ketika pancaran tersebut
melewati udara dan mengumpul pada bagian lapisan logam yang di ground-kan
(Moses M. Hohman et al, 2001).











10

BAB 3. METODE PENELITIAN
1. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian kajian efek doping polymer pada interaksi many body dalam graphene
nanofiber yang dibentuk menggunakan elektrospinning akan dilakukan selama 6
bulan di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadau (LPPT) UGM
Yogyakarta.
2. Tahapan Penelitian
Prosedur penelitian meliputi studi literatur, sintesis bahan, karakterisassi
bahan dan analisa data. Studi literatur dilakukan dengan cara mengumpulkan
pustaka mengenai efek doping pada interaksi many body dalam graphene
nanofiber. Studi literatur diperoleh berdasarkan jurnal maupun buku yang
bersumber dari perpustakaan dan internet.
Sintesis bahan dilakukan dengan membuat variasi konsentrasi doping P
Base 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40%, 45% dan 50% menggunakan
aquades. Kemudian grapahene oxide 1 mg di dispersikan dalam 10 ml DMF
dengan menggunakan sonikasi. Variasi konsentrasi masing-masing polimer
dicampur dengan hidrazin monohydrate 100 ml. Larutan tersebut dipanaskan
dengan suhu 80
o
C selama 24 jam. Produk tersebut di sentrifugasi, dicuci dan
dikeringkan menggunakan ethanol dalam ruang vakum.
Tahap pembuatan nanofiber menggunakan elektrospinning. Dalam proses
elektrospinning sebuah tegangan yang tinggi digunakan untuk menghasilkan
pancaran gas bermuatan secara listrik dari larutan polimer, dimana membentuk
suatu serat polimer. Satu elektroda ditempatkan ke dalam larutan yang berputar
dan yang satunya melekat pada kolektor. Medan listrik diarahkan ke ujung sebuah
tabung kapiler yang mengandung larutan polimer yang tertahan oleh tegangan
permukaannya.
Karakterisasi nanofiber menggunakan spektrometer Uv-Vis untuk melihat
serapan yang akan digunakan untuk mencari besarnya konduktivitas. Untuk
mengetahui terbentuk atau tidak nya material yang dibuat. Analisis interaksi
many body menggunakan model fano. Untuk menghitung fraksi perubahan
reflektansi dapat diselesaikan dengan persamaan Maxwell yaitu menggunakan
persamaan 2.5,


11

,
1
4
2
A
n
R
R R
s
s
s s g
R
÷
=
÷
=
+
o
dengan n
s
adalah indek refraksi substrat (kaca/Si), R
g+s
adalah reflektansi
graphene dan substrat, R
s
adalah reflektansi dari substrat dan A adalah nilai
absorbansi nya (E, Hecht, 1998). Sedangkan hubungan konduktivitas dengan
absorbansi dapat ditunjukkan dengan persamaan 2.6 berikut (I, H. Malitson,
1965):
( ) . 4 / A c t o =
Setelah melakukan karakterisasi menggunakan uv-vis, nanofiber
dikarakterisasi menggunakan spektroskopi Raman untuk mengetahui apakah
nanofiber sudah terbentuk.
Keseluruhan tahapan penelitian tentang kajian efek doping polymer pada
interaksi many body dalam graphene nanofiber yang dibentuk menggunakan
elektrospinning disajikan pada Gambar 2.


12

Membuat nanofiber Go doping P-Base
dengan konsentrasi doping 10%, 15 %,
20%, 25%,30%,35%, 40%,45% dan 50%
MULAI
Persiapan alat dan bahan -
Membuat nanofiber graphene oxide ,

Mencampur larutan GO dan polimer

Larutan GO-polimer P-Base
Membuat nanofiber menggunakan elektrospinning

Nanofiber GO-P-Base

Karakterisasi nanofiber GO doping polimer
menggunakan Uv-Vis dan Raman spectroscopy


T, n, d, Eg, konduktivitas
,
Analisis hasil dan pembahasan
Selesai
Gambar 3.1. Diagram alir


13

3. Bahan dan Alat Penelitian
Bahan dan peralatan yang digunakan dalam penelitian ini secara lengkap disajikan
pada Tabel 3.1.
Tabel 3.1 Bahan dan peralatan yang digunakan dalam penelitian
Bahan
- Serbuk Graphene Oxide
- P-Base
- DMF
- Substrat kaca
- Ethanol
- Aquades
Peralatan
- Neraca Digital nst 0,00001 gram
- Beaker Glass
- Pipet
- Tabung reaksi
- Furnace
- Spektrometer UV-Vis
- Spektrometer Raman
- Elektrospinning

JADWAL PENELITIAN
Perkiraan jadwal kegiatan penelitian adalah 6 Bulan. Dirangkum pada
Tabel 3.
Tabel 3. Jadwal kegiatan penelitian Tesis
No.
Jenis
Kegiatan
Bulan
(Praktis) I II III IV V VI
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
Studi
pustaka dan
diskusi

2
Persiapan
alat dan
bahan

3
Sintesis
bahan

4
Analisis
data

5
Penyusunan
laporan

6
Seminar dan
ujian tesis



14

DAFTAR PUSTAKA
A.C.Ferrari, J.C. Meyer, V.Scardaci. C. Casiraghi, M. Lazzeri, F. Mauri,
S.Piscanec, D. Jiang, K.S. Novoselov, S. Roth, A.K.Geim. Raman Spectrum of
graphene layer. PRL 97, 187401. 2006
Andrey E. Miroshnichenko, Sergej Flach, Yuri S. Kivshar. Fano Resonances in
nanoscale structures. Review of modern physics, vol 82. 2010
C. Pantano, A. M. Ganan-Calvo, and A. Barrero, „„Zeroth-order,
electrohydrostatic solution for electrospraying in cone-jet mode,‟‟ J. Aerosol Sci.
25, 1065 ~1994!

Christina D., “Reflektansi Dan Transmitansi Cahaya Pada Larutan Gula dan
Larutan Garam”, Jurnal Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Diponegoro. 2005.

De Arco Lewis Gomes, Zhang Yi dan Zhou Chongwu , Large Scale Graphene by
Chemical Vapor Deposition: Synthesis, Characterization and Applications, in
Graphene – Synthesis, Characterization, Properties And Application Edited by
Jian Ru Gong , Intechweb.org ISBN 978-953-307-292-0. 2011

Dong Liang- Xu, dan Chen Qiang, , Properties, Synthesis, and Characterization
of Graphene, Front. Mater. Sci. China, 4(1): 45–51. 2010

E. Hecht, Optics. Addison-Wesley, Reading, MA, Chap. 9.7.1. 1998

Geim, A dan Novoselov, K., The Rise of Graphene, Nature Material Vol 6
March .2007

Grigorieva, S. V. Dubonos, and A. A. Firsov,Nature (London)438, 197.2005

Han Zhang, Qiaoliang Bao, Dingyuan Tang, Luming Zhao, Kianping Loh. Large
energy soliton erbium-doped fiber laser with a graphene-polymer composite mode
locker.2006

H. Malitson, J. Opt. Soc. Am. 55, 1205.1965

H. Castro Neto, F. Guinea, N. M. R. Peres, K. S. Novoselov, and K. Geim, Rev.
Mod. Phys. 81, 109 .2009

J. R. Melcher and E. P. Warren, „„Electrohydrodynamics of current carrying semi-
insulating jet,‟‟ J. Fluid Mech. 47,127~1971

K. S. Novoselov, A. K. Geim, S. V. Morozov, D. Jiang, M. I. Katsnelson, I. V.
electric field effect in atomically thin carbon films. Sci306,666. 2004



15

K. F. Mak et al., Phys. Rev. Lett. 101, 196405. Measurement of the optical
conductivity of graphene. 2008

Lu Ting, et.al, 2011, Microwave-assisted synthesis of graphene–ZnO
Nanocomposite for Electrochemical Supercapacitors, Journal of Alloys and
Compounds 509 5488–5492. 2011

Margareth W. Frey, Lei Li. Electrospinning Porosity Measurement of Nylon-
6/Poly(ethylene oxide) Blended Nonwovens. Journal of engineered fibers and
fabrics.vol 2. 2007

Matte, H.S.S.S.R, Subrahmanyam, K.S, Rao, CNR, 2011, Synthetic Aspects and
Selected Properties of Graphene, Nanomater. Nanotechnol, vol 1, no 1,3 – 13.
2011

M.D Stoller, Sungjin Park, Yanwu Zhu, Jinho An, Rodney S. Ruoff. Graphene-
Based Ultracapacitors. NanoLett.2008

Quynh P. Pham, Upma Sharma, Ph.D., And Antonios G. Mikos, Ph.D.
Electrospinning of Polymeric Nanofibers for Tissue Engineering Applications.
Vol 12 No. 5. 2006

T. M. Schmidt, R. H. Miwa, and A. Fazzio,Phys.Rev.B81, 195413.2010
T.O. Wehling, I. Grigorenko, A.I.Lichtenstein, A.V. Balatsky. Phonon-Mediated
Tunneling into Graphene. PRL101. 2008

Takeshi morikawa, Ryoji Asahi, Takasi ohwaki, Koyu aoki. Visible-light
Photocatalyst-Nitrogen-doped Titanium Dioxide. R&D Review of Toyota CRDL
Vol.40 No. 3. hal 45-49. 2003.

Tony Owen. Fundamentals of Modern UV-visible spectroscopy. Agilent
Technology. 2000

V. N. Kotov, B. Uchoa, V. M. Pereira, F. Guinea, and A. H. Castro Neto, Rev.
Mod. Phys. 84, 1067.2012

Wahyudi, T.,Rismayani, S., Aplikasi Nanoteknologi pada Bidang Tekstil,
Bandung: Balai Besar Tekstil. Arena Tekstil 23-2, (52-109) .2008