You are on page 1of 17

PRESENTASI KASUS HERNIA

KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH
RS HUSADA
Dosen Pembimbing:
dr. Liliati Widjaja
Disusun oleh:
Mira Della
11-2009-239
FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA
JAKARTA
2009/2010
KEPANITERAAN KLINIK
STATUS ILMU BEDAH
FAKULTAS UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
RUMAH SAKIT UMUM HUSADA
Nama Mahass!a" Mira Della Masali Ta#$a Ta#%a# "
NIM " 11-2009-239
D&'()* P)m+m+#% " $*, L-a( W$.a.a
IDENTITAS PASIEN
Nama lenga! : "n. # $enis elamin : Lai-lai
%em!at & tanggal lahir : $aarta' 2 Maret 199( )uu bangsa: $a*a
+arat
"gama : ,slam "lamat :
dietahui
%anggal masu -) ./)"D": 1 $uli 2010' !uul 11.10 W,+
ANAMNESIS
Diambil dari: "utoanamesis dan "lloanamnesis 0ibu !asien1
%anggal: 2 $uli 2010 $am: 02.33 W,+
K)-/ha# /(ama : N4eri !ada li!at !aha sebelah anan seja 2 hari )M-)
./)"D".
K)-/ha# Tam+aha# : -
R!a0a( P)#0a'( S)'a*a#% "
2 hari )M-) !asien mengeluh bah*a li!at !aha sebelah anan terasa n4eri.
N4eri tida menjalar' namun sangat dirasaan mengganggu ati5itasn4a sehari-
hari. N4eri terasa hilang timbul tergantung dari ati5itas 4ang sedang dilauan.
N4eri timbul jia !asien sedang bermain bola' batu' mengejan' namun n4eri
hilang etia sedang istirahat atau sedang tida berati5itas. Demam' sait
e!ala' na6su maan menurun' n4eri diseitar ulu hati' mual' muntah' buang-
buang air besar' lemas' n4eri tungai disangal oleh !asien. +"# 6reuensi 2-37
sehari' *arna uning jernih' tida n4eri' tida ber!asir dan tida mengandung
darah. +"+ 6reuensi 17 sehari' onsistensi !adat' *arna uning' tida ada lendir
mau!un darah.
1 hari )M-) ibu !asien memba*a !asien berobat e doter arena !asien
merasa li!at !aha sebelah anann4a bertambah sait' 4ang emudian diruju e
-) ./)"D".
-i*a4at sua jajan di!inggir jalan' maan 8abai' minum jamu-jamuan'
alohol' sait en8ing manis' sait darah tinggi' o!erasi' alergi mau!un asma
disangal oleh !asien. Pasien tida !ernah mengangat benda berat'
!eerjaann4a searang ini han4alah !elajar. ,bu !asien mengataan bah*a seja
!asien berusia 2 bulan' terda!at benjolan !ada li!at !aha sebelah anan.
+enjolan tersebut urang lebih sebesar bola beel' n4eri hilang timbul' da!at
digeraan' onsistensi en4al' !ermuaan rata' batas tegas' hilang timbul'
eluar etia !asien mengejan' masu etia tidur' !ada saat bediri benjolan
da!at didorong masu' dan etia !asien mengedan benjolan men4entuh ujung
jari !emerisa. ,bu !asien !ernah memerisaan !asien e doter' dan diruju
untu dio!erasi' namun ibu !asien menola dengan alasan !asien masih e8il 02
bulan1.
R!a0a( P)#0a'( Dah/-/
-i*a4at DM' .i!ertensi' "sma' "lergi obat' 9astritis disangal !asien.
R!a0a( ma'a#a#
:reuensi&hari : 37 sehari 1 !iring
;ariasi&hari : ber5ariasi
R!a0a( K)-/a*%a
-i*a4at DM' .i!ertensi' "sma' "lergi obat' 9astritis disangal !asien.
III,STATUS 1ENERALIS 02 $uli 2010' !uul 09.101
K)a$aa# Um/m" %am!a )ait )edang
K)sa$a*a#" <om!os Mentis' 9<) 13 0=>' M(' ;31
Ta#$a2(a#$a V(a-"
%D: 110&20 mm.g N: 2>7&menit )uhu: 3('(?< --: 127&menit
K)3a-a" Normo8e!hali' tida ada lua robe atau!un 5ulnus' rambut ber*arna
hitam' terdistribusi merata' tida mudah di8abut
Ma(a" ,soor' tida ada 8onjungti5a anemis mau!un slera iteri !ada edua
mata' re@es 8aha4a A&A
T)-#%a" tida ada seret' serumen' liBuor 8erebrii' mau!un lua !ada edua
telinga' M"= la!ang
H$/#%" tida ada de5iasi se!tum' re!itasi mau!un na6as 8u!ing hidung
T)#%%&*&'a#" 6aring tida hi!eremis' tonsil %1-%1 tenang
L)h)*" #elenjar lim6e tida tam!a membesar
Th&*a4"
Pa*/23a*/"
,ns!esi : na6as terlihat simetris !ada dada
Pal!asi : :remitus iri dan anan sama
Perusi : )onor di edua la!ang !aru
"usultasi : )uara na6as 5esiuler' -onhi 0-1' WheeCing 0-1
Ja#(/#%"
,ns!esi : %ida tam!a !ulsasi itus 8ordis.
Pal!asi : %eraba itus 8ordis
Perusi :
+atas anan : sela iga ,,, - ; linea sternalis anan.
+atas iri : sela iga ;' 18m sebelah medial linea mida5iularis
iri.
+atas atas : sela iga ,,, linea !arasternal iri.
"usultasi : +un4i jantung ,-,, murni reguler' 9allo! 0-1' Murmur 0-1.
A+$&m)#"
,ns!esi : simetris' datar' benjolan 0-1
"usultasi : bising usus 0A1 normal
Perusi : terdengar tim!ani diseluruh regio abdomen
Pal!asi : su!el' de6ens musular 0-1
.ati : tida teraba membesar
Lim!a : tida teraba membesar
9injal : tida teraba
A-a( ')-am#
,ns!esi : terlihat benjolan !ada li!at !aha sebelah anan
Pal!asi : teraba benjolan sebesar bola beel'da!at
digeraan'
onsistensi en4al' !ermuaan rata' batas tegas'
hilang
timbul 0eluar etia !asien mengejan' masu etia
tidur1'
!ada saat bediri benjolan da!at didorong masu' dan
etia
!asien mengedan benjolan men4entuh ujung jari
!emerisa'
n4eri hilang timbul
Perusi : tida dilauan
"usultasi : tida dilauan
E's(*)m(as 5-)#%a# $a# (/#%'a6"
%onus : normotonus
Massa: normotroD
)endi : tida ada n4eri
#euatan: )ensori:


=dema: <4anosis:
"ral hangat:
IV,STATUS LOKALIS 5-egio ,nguinalis de7tra1
Pada ins!esi : terlihat benjolan !ada li!at !aha
sebelah anan
Pada !al!asi : teraba benjolan sebesar bola
beel'da!at
digeraan' onsistensi en4al'
!ermuaan
rata' batas tegas' hilang timbul 0eluar
etia
!asien mengejan' masu etia tidur1'
!ada
saat bediri benjolan da!at didorong
masu' dan
etia !asien mengedan benjolan
men4entuh
ujung jari !emerisa' n4eri hilang timbul.
Pada !erusi : tida dilauan
Pada ausultasi: tida dilauan
V,PEMERIKSAAN PENUNJAN1
LABORATORIUM 02 $uli 20101
H+ " 1272 %/$-
H( " 89 :
Leuosit : E.300&uL
%rombosit : 1E3.000&uL
=ritrosit : 3.900.000&uL
Masa Protombin: 13F
"P%% : 3EF
/reum : 29 mg&dL
#reatinin : 1'01 mg&dL
#alium : 3'E0 mmol&L
Natrium : 13( mmol&L
#lorida : 103 mmol&L

VI,RIN1KASAN
)eorang lai-lai berusia 13 %ahun datang e -) ./)"D" dengan eluhan
n4eri !ada li!at !aha anann4a seja 2 hari )M-). N4eri 4ang dirasaan tida
menjalar dan hilang timbul. Demam tida ada. Pasien han4a !elajar' tida
!ernah mengangat benda berat. Pada !emerisaan Dsi' ins!esi tam!a
benjolan !ada li!at !aha anan' !al!asi benjolan sebesar bola beel' da!at
digeraan' onsistensi en4al' !ermuaan rata' batas tegas' hilang timbul
0timbul etia batu' mengejan' dan hilang etia berbaring1' da!at didorong
masu' etia mengedan benjolan men4entuh ujung jari !emerisa. Pemerisaan
laboratorium: .b 12'2 g&dL' .t 3>G.
VII,DIA1NOSIS KERJA
Diagnosa !re o!: .ernia inguinalis lateralis de7tra re!onibilis
VIII,DIA1NOSIS DIFERENSIAL
1. ;ari8o8ele
2. Lim6adeno!ati
I;,PENATALAKSANAAN
.ernia inguinalis de7tra re!onibilis
Mediamentosa:
o "nalgeti 0"s. me6enamat 37300mg PH1
o "ntasida 0-anitidin 27130mg PH1
Non mediamentosa:
o Puasa (-2 jam
o ,n6us -L seban4a 0130088 A 2088 0++-20g11 & 2> jam
H!erasi : .erniotomi atau .ernioraD' dengan atau tan!a !emasangan mesh
;, LAPORAN OPERASI 02 $uli 2010' !uul 11.13' dr. -ii )!+1
1. Pasien terlentang dalam anestesi umum.
2. " dan antise!sis la!angan o!erasi dan seitarn4a.
3. ,nsisi ulit 2 jari 02 8m1 medial ),") anan sam!ai e arah tuberulum
!ubium mengiuti garis Langer. ,risan menembus utis' subutis
di!erdalam sam!ai a!oneurosis m. HbliBus esternus dan !erdarahan
dira*at. %am!a 8rus medial dan lateralis 4ang meru!aan anulus
esternus.
>. "!oneurosis moe. dibua e8il dengan !isau dan dengan bantuan !inset
anatomis dan gunting dibua lebih lanjut e ranial sam!ai anulus
internus dan e audal sam!ai membua anulus esternus.
3. Dengan menje!it a!oneurosis moe. dengan o8her' a!oneurosis moe.
dibebasan' dari dasar e lateral sam!ai tam!a ligamentum inguinalis
Pou!arti dan e medial sam!ai tam!a onjoin tendon. N. ,leo ,nguinalis
da!at disingiran e lateral.
(. :uni8ulus s!ermati8us dienali dan di!reser5asi.
E. M. <remaster dibua dengan bantuan 2 !inset 8hirurgis untu men8a!ai
antong hernia 4ang terleta di sebelah medial 6uni8ulus s!ermati8us'
antong hernia dienali dan dibua.
2. #antong hernia dibebasan se!rosimal mungin sam!ai am!a jaringan
lema !re-!eritoneal. #antong di!lintir dan diiat dengan !lain 8atgut no.
1. #emudian antong hernia di!otong.
9. )etelah itu dilauan !emasangan mesh.
10.#onjoin tendon dengan ligamentum inguinalis dijahit dengan sil no. 1
sam!ai meninggalan anulus internus 8uu! dile*ati 1 jari.
11.:uni8ulus s!ermati8us diletaan embali. "!oneurosis moe. dijahit
embali dengan !lain 8at gut no. 1 se8ara sim!ul.
12.Lema dijahit' ulit dijahit.
13.Lua o!erasi ditutu!.
1>.H!erasi selesai.
Diagnosa !ost o!: H)*#a I#%/#a-s D)4(*a R)3&#+-s
;I, ANJURAN
1. ,stirahat' jangan ban4a bergera !ost o!erasi
2. Puasa hingga !asien @atus atau +/ 0A1 normal !ost o!erasi
3. #urangi mengangat benda-benda berat
>. $angan mengedan
3. Maan maanan 4ang berserat
(. +an4a minum
;II, PRO1NOSIS
"d 5itam : bonam
"d 6un8tionam : bonam
"d sanationam : bonam
P=M+".")"N /M/M
.=-N,"
.ernia adalah !enonjolan !eritoneum !arietale dari rongga 4ang normal melalui
suatu de6e !ada 6asia dan musuloa!oneuroti dinding !erut' bai se8ara
ongenital atau dida!at' 4ang memberi jalan eluar !ada setia! alat tubuh selain
4ang biasa melalui dinding tersebut. Lubang itu da!at timbul arena lubang
embrional 4ang tida menutu! atau melebar' aibat teanan rongga !erut 4ang
meninggi. .ernia terdiri dari 3 hal 4aitu antong' isi dan 8in8in hernia.
T3)
)ering:
 /mbilial&!ara-umbilial
 ,nguinal 0dire dan indire1
 :emoral
 ,nsisional
$arang
 =!igastri
 9luteal' lumbal' obturator
Pa(&<s&-&%
De6e !ada dinding abdomen da!at ongenital 0misaln4a: hernia umbilialis'
analis 6emoralis1 atau dida!at 0misaln4a aibat suatu insisi1 dan dibatasi oleh
!eritoneum 0antung1.
Peningatan teanan intraabdomen leih lanjut membuat de6e semain lemah
dan men4ebaban bebera!a isi intraabdomen 0misaln4a: omentum' lengung
usus halus1 eluar melalui 8elah tersebut.
,si usus 4ang terjeba didalam antung men4ebaban inarserasi
0etidamam!uan untu mengurangi isi1 dan emunginan strangulasi
0terhambatn4a aliran darah e daerah 4ang mengalami inarserasi1.
Pa(&%)#)ss
#analis inguinalis adalah anal 4ang normal !ada 6etus. Pada bulan e-2
ehamilan' terjadi desensus testis melalui anal tersebut. Penurunan testis
tersebut aan menari !eritoneum e daerah srotum sehingga terjadi
!enonjolan !eritoneum 4ang disebut dengan !rosesus 5aginalis !eritonei.
Pada ba4i 4ang sudah lahir' umumn4a !rosesus ini telah mengalami obliterasi
sehingga isi rongga !erut tida da!at melalui analis tersebut. Namun dalam
bebera!a hal' seringali analis ini tida menutu!. #arena testis iri turun
terlebih dahulu' maa analis ingiunalis anan lebih sering terbua. +ila analis
iri terbua maa biasan4a 4ang anan juga terbua. Dalam eadaan normal'
analis 4ang terbua ini aan menutu! !ada usia 2 bulan.
+ila !rosesus terbua terus 0arena tida mengalami obliterasi1' aan timbul
hernia inguinalis lateralis ongenital. Pada orang tua analis tersebut telah
menutu!. Namun arena meru!aan lous minoris resistensie' maa !ada
eadaan 4ang men4ebaban teanan intraabdominal meningat' anal tersebut
da!at terbua embali dan timbul hernia inguinalis lateralis auisita.
#eadaan 4ang da!at men4ebaban !eningatan teanan intraabdominal adalah
ehamila' batu ronis' !eerjaan mengangat benda berat' mengejan !ada saat
de6easi' dan mengejan !ada saat misi misaln4a aibat hi!ertroD !rostat.
P)#a(a-a'sa#aa# 3)#(#%
 Nilai hernia untu: e!arahan gejala' risio om!liasi 0ti!e' uuran leher
hernia1' emudahan untu !erbaian 0loasi' uuran1' emunginan
berhasil 0uuran' ben4an4a isi !erut anan 4ang hilang1.
 Nilai !asien untu: ela4aan o!erasi' !engaruh hernia terhada! ga4a
hidu! 0!eerjaan' hobi1.
 Perbaian dengan bedah biasan4a dita*aran !ada !asien-!asien dengan:
o .ernia dengan risio om!liasi a!a!un gejalan4a
o .ernia dengan adan4a gejala-gejala obstrusi sebelumn4a
o .ernia denga risio om!liasi 4ang rendah namun dengan gejala
4ang mengganggu ga4a hidu! dan sebagain4a.
P*#s3 3)m+)$aha#
 .erniotomi : esisi antung hernian4a saja untu !asien ana
 .ernioraD : mem!erbaii de6e-!erbaian dengan !emasangan jaring
0mesh1 4ang biasa dilauan untu hernia inguinalis' 4ang dimasuan
melalui bedah terbua atau la!aroso!i.
K&m3-'as 3)m+)$aha#
 .ematoma 0lua atau !ada srotum1
 -etensi urin aut
 ,n6esi !ada lua
 N4eri ronis
 N4eri dan !embengaan testis 4ang men4ebaban atroD testis
 -eurensi hernia 0seitar 2G1
HERNIA IN1UINALIS
.ernia indire bersi6at ongenital dan disebaban oleh egagalan !enutu!an
!rosesus 5aginalis 0antung hernia1 se*atu turun e dalam srotum. #antong
4ang dihasilan bisa meluas se!anjang analis inguinalis' jia meluas e dalam
srotum' maa disebut hernia lenga!. #arena !rosesus 5aginalis terleta
didalam 6uniulus s!ermatius' maa !rosesus ini dielilingi oleh musulus
remaster dan dibentu dari !lesus 5enosus !am!ini6ormis' dutus s!ermatius
dan arteria s!ermatia.
Ma#=)s(as K-#s
)ebagian besar hernia adalah asim!tomati' dan eban4aan ditemuan !ada
!emerisaan Dsi rutin dengan !al!asi benjolan !ada annulus inguinalis
su!erDsialis atau suatu antong setinggi annulus inguinalis !ro6undus. Iang
terahir dibuat terasa lebih menonjol bila !asien batu. )alah satu tanda
!ertama hernia adalah massa dalam daerah inguinalis mana!un atau bagian
atas srotum. Dengan berlalun4a *atu' sejumlah hernia turun e dalam
srotum sehingga srotum membesar. Pasien hernia sering mengeluh tida
n4aman dan !egal !ada daerah ini' 4ang da!at dihilangan dengan re!osisi
manual hernia e dalam a5itas !eritonealis. %eta!i dengan berdiri atau terutama
dengan gera badan' maa biasan4a hernia mun8ul lagi.
P)m)*'saa# <s'
Daerah inguinalis !ertama-tama di!erisa dengan ins!esi. )ering benjolan
mun8ul dalam li!at !aha dan terlihat 8uu! jelas. #emudian jari telunju
ditem!atan !ada sisi lateral ulit srotum dan dimasuan se!anjang 6uniulus
s!ermatius sam!ai ujung jari tengah men8a!ai annulus inguinalis !ro6undus.
)uatu antong 4ang di!erjelas oleh batu biasan4a da!at diraba !ada titi ini.
$ia jari tangan ta da!at mele*ati annulus inguinalis !ro6undus arena adan4a
massa' maa umumn4a diindiasian adan4a hernia. .ernia juga diindiasian'
bila seseorang meraba jaringan 4ang bergera turun e dalam analis inguinalis
se!anjang jari tangan !emerisa selama batu.
9ambaran 4ang men4oong adan4a hernia indire men8au! turunn4a e dalam
srotum' 4ang sering ditemuan dalam hernia indire' teta!i ta laCim dalam
bentu hernia dire. .ernia dire lebih 8enderung timbul sebagai massa 4ang
terleta !ada annulus inguinalis su!erD8ialis dan massa ini biasan4a da!at
dire!osisi e dalam a5itas !eritonealis' terutama jia !asien dalam !osisi
terbaring. Pada umumn4a dengan jari tangan !emerisa di dalam analis
inguinalis' maa hernia inguinalis indire maju menuruni analis !ada sam!ing
jari tangan' sedangan !enonjolan 4ang langsung e ujung jari tangan adalah
has dari hernia dire.
Diagnosis banding hernia inguinalis men8au! massa lain dalam li!at !aha
se!erti lim6adeno!ati' 5arioel' testis 4ang tida turun' li!oma dan hematoma.
P)#a(a-a'sa#aa# B)$ah
Dengan ee8ualian 4ang sangat jarang' hernia inguinalis harus dioresi
dengan !embedahan untu men8egah inarserasi emudian' obstrusi usus dan
emudian in6ar usus. #emunginan om!liasi in6ar usus bisa 8uu! serius.
#arena hernia inguinalis tida sembuh s!ontan' teta!i biasan4a terus membesar
dan men4ebaban om!liasi' maa harus dioresi dengan !embedahan.
Prinsi! !ertama o!erasi adalah disesi 8ermat dan identiDasi antong hernia.
,nsisi ulit harus ditentuan tem!atn4a dengan te!at untu men8egah 8edera
!ada ner5us iliohi!ogastrius dan ilioinguinalis' 4ang !enting dalam !ersara6an
ulit !ada ulit abdomen ba*ah' !enis dan srotum. #antong dibebasan dari
strutur seelilingn4a dan dibua untu mere!osisi isin4a embali e dalam
a5itas !eritonealis. Leher antong ditutu! !ada !angal !eritoneumn4a dan
antong 4ang berlebihan diesisi.
%indaan Bassini 8uu! sering digunaan untu hernia indire 4ang jelas dengan
mera!atan conjoined tendon musulus trans5ersus abdominis dan oblius
internus e ligamentum inguinale.
%indaan Halsted juga 8uu! e6eti6' teta!i untu hernia indire 4ang besar' bisa
diindiasian o!erasi M8;a4 dengan !enjahitan conjoined tendon e ligamentum
<oo!er. /ntu hernia inguinalis dire' hususn4a 4ang besar dan hernia berulang
!ada li!at !aha' maa o!erasi M8;a4 umumn4a lebih disuai. +ebera!a ahli
menganjuran pendekatan praperitoneumJ dalam tindaan ini daerah inguinalis
di!a!aran antara 6asia trans5ersalis dan !eritoneum oleh insisi rendah !ada
abdomen. Pendeatan ini ta se!o!uler tindaan lain.
%indaan !erbaian Shouldice juga digunaan. Dalam tindaan ini' insisi dibuat
!ada li!at !aha dan o!erasi ditandai oleh dua om!onen !rimer. Iang !ertama
melibatan teni 4ang digunaan !ada annulus inguinalis !ro6undus dan
disertai dengan oresi hernia inguinalis indire. Iang edua mem!ertimbangan
!enggunaan dinding inguinalis !osterior serta meru!an tujuan utama dalam
!engobatan hernia inguinalis dire. #arena ini meru!aan o!erasi ter!adu' maa
da!at ditera!an untu !engobatan hernia inguinalis indire dan dire.
Penutu!an di8a!ai dengan jahitan monoDlamen ontin4u menggunaan a*at
baja tahan arat.
.ernioraD inguinalis sering dilauan sebagai tindaan ra*at jalan. Pasien tiba
!agi hari !ada unit bedah ra*at jalan dan diberian !remediasi. "nestesi loal
atau umum bisa digunaan' diiuti oleh o!erasi. Pasien tinggal !ada unit bedah
sam!ai 8uu! !ulih dan di!ulangan emudian !ada hari 4ang sama. Walau!un
bebera!a !asien 4ang terlibat ati5itas e8il da!at embali e !eerjaan
sebelumn4a' namun eban4aan dan jelas !asien 4ang terlibat dalam !eerjaan
berat' harus dibatasi erjan4a selama ( minggu untu emunginan
!en4embuhan 4ang te!at.
K&m3-'as
%erjadi !erlengetan antara isi hernia dengan dinding antong hernia sehingga isi
hernia tida da!at dimasuan embali. #eadaan ini disebut hernia inguinalis
ire!onibilis. Pada eadaan ini belum ada gangguan !en4aluran isi usus. ,si hernia
4ang tersering men4ebaban eadaan ire!onibilis adalah omentum' arena
mudah meleat !ada dinding hernia dan isin4a da!at menjadi lebih besar arena
inDltrasi lema. /sus besar lebih sering men4ebaban ire!onibilis dari!ada usus
halus.
%erjadi !eneanan terhada! 8in8in hernia aibat main ban4an4a usus 4ang
masu. #eadaan ini men4ebaban gangguan aliran isi usus diiuti dengan
gangguan 5asular 0!roses strangulasi1. #eadaan ini disebut hernia inguinalis
strangulata.
Pada eadaan strangulata aan timbul gejala ileus' 4aitu !erut embung'
muntah' dan obsti!asi. Pada strangulasi n4eri 4ang timbul lebih hebat dan
ontin4u' daerah benjolan menjadi merah' dan !asien menjadi gelisah.
Pas8abedah' retensi urin bisa meru!aan masalah dan di!erluan ateterisasi.
Perdarahan srotum bisa timbul dan mungin di!erluan o!erasi ulang untu
!engendalian. %eta!i hematoma sering sembuh sendiri dan emudian aan
direabsor!si. ,n6esi !ada lua timbul dalam seitar 2G !asien setelah hernioraD.
HERNIA FEMORALIS
.ernia 6emoralis !ada li!at !aha meru!aan !enonjolan antong !eritoneum
diba*ah ligamentum inguinale diantara ligamentum launare di medial dan 5ena
6emoral di lateral. Pasien dengan hernia 6emoralis sering mengeluh n4eri tan!a
!embengaan 4ang da!at di!al!asi dalam li!at !aha. ,narserasi timbul dalam
seitar 23G !asien.
)istogram 4ang mem!erlihatan 5esia urinaria dalam hernia 6emoralis sebelum
dan setelah hernioraD. Leher antong sem!it dan dengan adan4a hernia
inarserata' mungin ligamentum inguinalis !erlu di!otong se8ara trans5ersal'
untu emmunginan !ema!aran dan re!osisi e6eti6 ligamentum inguinale tida
!erlu dijahit ulang' arena tida menduung !erbaian eseluruhan hernia
6emoralis. Pada jenis hernia ini' !enting untu mera!atan 6asia trans5ersalis e
ligamentum <oo!er untu menutu! trigonum 6emoralis' arena trigonum
6emoralis terleta diba*ah ligamentum inguinale.
HERNIA IN1UINALIS BILATERAL
.ernia inguinalis bilateral 0bai dire atau indire1 sering timbul. Perbaiann4a
bisa melibatan oresi edua sisi se8ara serenta atau sebagai dua tindaan
ter!isah.
HERNIA UMBILIKALIS
.ernia umbilialis umumn4a bersi6at ongenital dan sangat menari' arena
eban4aan menutu! se8ara s!ontan bila sudah men8a!ai usia > tahun. %eta!i
bila hernia ini meneta! mele*ati usia itu' maa umumn4a dianjuran oresi
bedah' arena hernia ini bisa menjadi inarserata jia meneta!. Pada de*asa'
hernia umbulialis bisa disebaban oleh sejumlah 6ator 4ang mungin
mem!redis!osisi' 4ang men8au! ehamilan' distensi abdomen arena asites
atau massa abdomen 4ang besar serta obesitas. Penutu!an hernia umbilialis
sudah jelas' umumn4a menggunaan insisi subumbilius melengung trans5ersal
dengan !ema!aran te!i 8a8at' serta !enutu!an langsung dengan benang 4ang
da!at diabsor!si.
HERNIA VENTRALIS
#eban4aan meru!aan aibat insisi !ada tubuh sebelumn4a 4ang tida sembuh
se8ara te!at atau 4ang ter!isah arena tegangan abnormal. <a8at ini
memunginan !enonjolan suatu hernia' dan o!erasi umumn4a
direomendasian. Pada umumn4a' lebih disuai memobilisasi jaringan dengan
8ermat untu men8a!ai !enutu!an langsung !rimer jia mungin. ,nsisi relasasi
!ada sisi !erbaian mau!un berman6aat untu men8egah tegangan !ada garis
jahitan.
HERNIA INKARSERATA DAN STRAN1ULATA
.ernia inarserata meru!aan salah satu hernia 4ang ta da!at dire!osisi e
dalam a5itas abdominalis. ,stilah lain untu hernia inarserata adalah hernia
ireponibel. #eadaan ini da!at di8egah dengan oresi bedah eleti6. )eali erjadi
hernia inarserata' maa mungin terjadi strangulasi arena !embengaan
!rogresi6 isi inarserata bisa timbul sebagai hasil obstrusi 5ena dan !embuluh
lim6e di leher antong.
Da%#&ss
Diagnosis hernia inarserata atau strangulata biasan4a jelas. Massa en4al' n4eri
dan n4eri tean dalam daerah hernia 4ang telah dienal sebelumn4a. +isa ada
sejumlah eritema ulit diatasn4a. .ernia femoralis inarserata !aling sulit
didiagnosis' arena hernia ini bisa sangat e8il dan massa bisa tida terdetesi
!ada !emerisaan Dsi.
P)m)*'saa# Fs' $a# T)*a3
)egi 4ang berhubungan !ada !emerisaan Dsi men8au! tanda 5ital' eadaan
8airan' tanda iritasi dan distensi !eritoneum serta ins!esi tem!at hernia
inarserata. .ernia sendiri bisa sangat n4eri tean' 4ang menghambat
dilauann4a e5aluasi ter!erin8i.
Pendeatan bedah !ada hernia inarserata dalam eadaan ga*at darurat'
seru!a dengan eadaan teren8ana. )etelah antong hernia dienali dan
dibebasan' maa antong dibua dan isin4a di!erisa. $ia ada usus 4ang non-
5iabel' maa resesi dilauan. /sus halus dan omentum meru!aan jaringan
4ang !aling sering mengalami inarserata. $ia ada eraguan tentang adan4a
gangren' maa bantalan hangat dan lembut diletaan diatas usus dan dibiaran
selama seitar 20 menit. Perhatian *arna usus mau!un adan4a !ulsasi arteri
dalam arteria mesenteria 4ang e8il. $ia isi inarserata 5iabel' maa bisa
dire!osisi dengan menginsisi leher antong hernia' 4ang memunginan isi
masu embali edalam a5itas !eritonealis. Perbaian hernia selanjutn4a
seru!a dengan 4ang telah diuraian !ada bagian sebelumn4a.
.asil oresi bedah !ada hernia inarserata dan strangulata menujuan
!erlun4a !erbaian semua hernia se8ara eleti6. $ia resesi usus di!erluan'
maa mortalitas meningat lebih lanjut. )ering terjadi seunder aibat s4o
se!ti 4ang ditimbulan oleh jaringan gangren. Data tersebut juga meneanan
si6at ga*at darurat hernia inarserata. Mortalitas seitar 2G dalam !asien hernia
6emoralis inarserata 4ang dio!erasi dalam 2> jam' teta!i mortalitas meningat
sam!ai ham!ir 30G jia lebih dari 2> jam telah berlalu antara inarserasi dan
!erbaian bedah. Morbiditas juga meningat' dan in6esi lua meru!an
om!liasi 4ang !aling laCim !as8a bedah' 4ang timbul dalam 3-10G !asien
hernia inarserata atau strangulata.
HERNIA >AN1 JARAN1
HERNIA EPI1ASTRIKA
.ernia e!igastria timbul melalui 8a8at !ada line alba antara umbilius dan
!rosessus si6oideus. .ernia ini lebih laCim terjadi !ada !ria dibandingan *anita
dan biasan4a asim!tomati. +ebera!a !asien mengeluh adan4a massa dan n4eri
!ada !al!asi. 20G menderita hernia majemu dalam e!igastrium. .ernia ini
harus di!erbaii jia sim!tomati atau jia 8a8at 6asia berdiameter 18m atau
lebih. ,nsisi 5ertial digunaan untu membua linea alba untu !en8arian hernia
e!igastria tambahan. %e!i 6asia dibebasan dari antong hernia dan 8a8at
di!erbaii dengan jahitan langsung. Ligamentum 6alsi6ormis dan omentum
meru!aan 2 isi 4ang terlaCim ditemuan dalam hernia. 10G hernia e!igastria
ambuh' mungin arena hernia e!igastria lainn4a terle*atan atau seunder
terhada! elemahan 4ang telah ada !ada linea alba.
HERNIA PARASTOMAL
.ernia melalui lubang 6asia 4ang sama' 4ang di bentu untu olostomi atau
ileostomi disebut sebagai hernia !arastomal. .ernia ini timbul lebih laCim !ada
orang 4ang gemu dan !ada 4ang olostomin4a terleta lateral terhada!
musulus retus atau melalui insisi o!erasi a*al. Dalam membi8araan
!en8egahan hernia' maa tem!at ideal untu olostomi adalah melalui musulus
retus. ,ndiasi bagi !erbaian hernia !arastomal men8au! 011 stoma 4ang ta
memuasan' 4ang memerluan !enem!atan !ada sisi lain' 021 stritura atau
!rola!sus stoma' 031 hernia beruuran besa' 0>1 adan4a 8a8at 6asia e8il
diseeliling hernia' 031 inarserasi atau strangulasi hernia dan 0(1 !erbaian
osmeti.
%eni !erbaian 4ang lebih disuai untu hernis !arastomal' dimulai dengan
!ersia!an !rabedah !ada usus besar. #emudian insisi asli dibua embali dan
olostomi di!indahan e tem!at baru. <a8at melalui musulus retus 4ang
ham!ir ta da!at mele*atan dua jari tangan' dibentu untu olostomi baru.
<a8at 6asia dari olostomi asli emudian ditutu! dari dalam a5ital !eritonealis.
#antong hernia harus dibebasan dari jaringan subutis dan disingiran
sebelum !enutu!an 8a8at 6asia. Lua garis tengah ditutu! dengan menutu!
ruang subutis sisa aibat olostomi sebelumn4a.
HERNIA RICHTER
.ernia ri8hter timbul han4a bila sebagian dinding usus ter!eranga! dalam
lubang hernia. .ernia ini !aling sering melibatan batas antimesenterium usus
halus. +ila 2&3 atau lebih lingaran usus halus terlibat' maa bisa timbul
obstrusi usus. .ernia ri8hter membentu seitar 13G dari semua hernia
inarserata dan 20-90G dari hernia ini meru!aan hernia 6emoralis. #arena
loasi anatomi analis 6emoralis dan segmen e8il usus tergabung dalam hernia
ri8hter' maa diagnosis !rabedah da!at sulit ditegaan. Mungin ada
!embengaan atau n4eri tean diatas tem!at hernia' dan !erbaian hernia
rutin dengan re!osisi terbua usus halus inarserata di!erluan untu oresi
bedah. $ia ada usus neroti sebagai aibat hernia ri8hter' maa harus
dilauan resesi usus. #arena eban4aan hernia ini 6emoralis' maa insisi garis
tengah abdomen ter!isah sering di!erluan untu resesi usus.
HERNIA LITTRE
"dan4a di5ertiulum Me8el dalam antong hernia dideDnisian sebagai hernia
littre. )ebagian besar hernia littre meru!aan hernia inguinalis atau 6emoralis
dan juga sering inarserata. Pen4ajian linis dan !enatalasanaan bedah identi
dengan hernia inguinalis dan 6emoralis.
HERNIA SPI1ELIAN
Linea semilunaris meru!aan tem!at dimana musulus trans5ersus abdominis
menjadi a!oneurosis. Meru!aan garis 4ang melengung e arah luar 4ang
terbentang dari bagian tengah te!i iga e tuberulum !ubium. 9aris ini lateral
terhada! te!i lateral musulus retus' dan ruang antara linea semilunaris dan
te!i lateral musulus retus meru!aan 6asia s!igelian. .ernia melalui 6asia ini
da!at disebut hernia s!igelian teta!i hernia ini !aling laCim timbul melalui 6asia
s!igelian in6erior terhada! linea semisirularis douglas. :asia retus !osterior ada
diatas linea semisirularis' teta!i tida ada 6asia !osterior diba*ah musulus
retus. Pasien mengeluh n4eri dan adangadang terda!at massa abdomen
4ang terleta in6erior terhada! umbilius dan lateral terhada! musulus retus.
Pasien dengan hernia ini seringali gemu dan diagnosis !rabedah 4ang te!at
han4a da!at dibuat dalam 30G !asien. .ernia ini harus dioresi' bila
terdiagnosis.
Dilauan insisi trans5ersal diatas tem!at hernia dan hernia di!a!aran diba*ah
6asia oblius esternus' 4ang harus di!otong sesuai dengan arah serabutn4a
untu !ema!aran hernia 4ang te!at. #antong hernia sering mengandung usus
halus atau omentum dan harus dibebasan serta disingiran atau dimasuan
melalui 8a8at 6asia. <a8at !ada a!oneurosis trans5ersus abdominis dan
musulus oblius internus emudian di!erbaii dengan jahitan ter!utus dan
oblius esternus ditutu!. #eambuhan jarang terjadi setelah !erbaian bedah.
HERNIA OBTURATOR
.ernia obturator berjalan melalui analis obturator didalam !el5is. #antong
hernia eluar !ada tem!at !embuluh darah dan ner5us obturator' serta
memotong membrana obturator untu berjalan melalui 6oramen obturator.
.ernia ini sulit didiagnosis dan !asien biasan4a *anita tua dan sering urus.
.ernia ini bisa tam!il dengan gejala abdomen' 4ang men8au! mual' muntah
dan n4eri abdomen' 4ang menggambaran obstrusi usus halus. Pasien bis ajuga
menderita n4eri se!anjang distribusi ner5us obturator' 4ang mela4ani sensasi
bagi sisi medial atas !aha 0tanda .o*shi!--omberg1. .ernia ini sering
inarserata dengan usus 4ang berstrangulasi !ada *atu ditemuan. Pasien
harus distabilisasi !rabedah dengan 8airan dan eletrolit serta emudian
dilauan es!lorasi melalui insisi garis tengah ba*ah. .ernia da!at terlihat
eluar mellaui dinding sam!ing !el5is dan harus dire!osisi edalam abdomen'
dan usus mana!un 4ang gangren harus diresesi. <a8at e8il dalam 6oramen
obturator emudian ditutu! dengan jahitan ter!utus.
HERNIA LUMBALIS 5DORSALIS6
.ernia lumbalis atau dorsalis da!at timbul dalam daerah lumbalis melalui
dinding abdomen !osterior. %em!at !aling laCim adalah di trigonum lumbalis
su!erior dan in6erior. %rigonum su!erior 09r4n6elt1 lebih besar dan lebih sering
terlibat' sedangan trigonum in6erior 0%rigonum Petit1 urang sering terlibat.
Massa didaerah sam!ing tubuh meru!aan eluhan laCim dan bisa disertai
dengan !erasaan tida n4aman. +iasan4a massa ini bisa dire!osisi' teta!i
inarserata dan strangulasi timbul dalam seitar 10G !asien. Diagnosis banding
men8au! tumor jaringan luna' hematoma' abses dan otot 4ang berherniasi.
#oresi di8a!ai dengan mera!atan te!i 6asia dengan !erbaian langsung.
HERNIA SKIATIKA
.ernia siatia terdiri dari isi intraabdomen 4ang le*at melalui 6oramen siatia
ma4or. Diagnosis biasan4a tida dibuat sam!ai hernia telah menjadi inarserata.
+iasan4a o!erasi melalui !endeatan abdomen. #antong hernia dan isin4a
dire!osisi dengan resesi usus 4ang neroti dan !enutu!an dengan segmen
6asia di deatn4a.
HERNIA PERINEUM
Penonjolan melalui otot 6asia lantai !erineum meru!aan hernia !erineum.
Walau!un hernia ini da!at !rimer' teta!i bisa juga terjadi setelah tindaan !ada
!erineum se!erti resesi abdomen!erineum' esenterasi !el5is dan
!rostatetomi. Pada umumn4a hernia ini memberian sediit 0jia ada1 gejala'
*alau!un dudu bisa men4ebaban rasa n4eri dan hernia 4ang terleta
dianterior bisa men4ebaban disuria. #oresi dengan ombinasi !endeatan
abdomino!erineum disertai !enutu!an 6asia.
P=M+".")"N #./)/)
Pada asus ini' !asien "n. # berusia 13 tahun didiagnosa h)*#a #%/#a-s
-a()*a-s $)4(*a *)3&#+-s arena:
• Pada anamnesis !asien mengeluh n4eri dan terda!at benjolan !ada li!at
!aha anann4a. N4eri 4ang dirasaan tida menjalar dan hilang timbul.
Demam tida ada. Pasien han4a !elajar' tida !ernah mengangat benda
berat. +enjolan hilang timbul 0timbul etia batu' mengejan dan hilang
etia dalam !osisi terbaring1.
• Pada !emerisaan Dsi status loalis regio inguinalis de7tra:
o ,ns!esi: tam!a benjolan !ada li!at !aha anan
o Pal!asi: benjolan sebesar bola beel' da!at digeraan' hilang
timbul 0timbul etia batu' mengejan' dan hilang etia berbaring1'
da!at didorong masu' !ada Dnger test etia !asien mengedan
benjolan men4entuh ujung jari !emerisa.
Penatalasanaan:
Pada !asien ini dilauan o!erasi herniotomi dengan !emasangan mesh.
Diagnosis !ost o!erasi: H)*#a I#%/#a-s La()*a-s D)4(*a R)3&#+-s
D":%"- P/)%"#"
1. )abiston D<. Hernia. +uu "jar +edah. +agian e-2' <etaan ,. $aarta:
=9<J 199>. .al. 222->3.
2. Wibo*o )' Puruhito' +asui ). Herniotomi Hernia Inguinalis Lateralis.
Pedoman %eni H!erasi KHP%=#L. <etaan e->. )uraba4a: "irlangga
/ni5ersit4 PressJ 2001. .al. 29-92.
3. 9ra8e P"' +orle4 N-. Hernia. "t a 9lan8e ,lmu +edah. =disi e-3. $aarta:
=rlanggaJ 200E. .al. 10(-E.
>. Mansjoer "' )u!rohaita' Wardhani W,' d. Hernia. #a!ita )eleta
#edoteran. =disi e-3' $ilid 2' <etaan e-E. $aarta: Media "es8ula!iusJ
2002. .al.30E-13.