You are on page 1of 3

THALASEMIA

ANAMNESIS
Metode Alloanamnesis yang harus ditanyakan adalah :
1

Keluhan utama
 kurang aktif
Riwayat penyakit sekarang
 Apakah kurang aktif saat terterntu atau terus menerus?
Riwayat persalinan dan perkembangan bayi
 Bagaimana proses persalinan? Normal atau Caesar?
 Bagaimana berat badan bayi ketika lahir?
Premature : dapat menyebabkan anemia pada bayi karena kekurangan besi ketika lahir
 Bagaimana asupan gizi bayi sejak 0-4 bulan? Apakah pemberian asi nya teratur?
1) Pemberian kolostrum
Kolostrum adalah ASI yang keluar pada hari-hari pertama, kental dan berwarna
kekuning-kuningan. Kolostrum mengandung zat-zat gizi dan zat kekebalan yang
tinggi.
2) Pemberian ASI saja/ ASI Eksklusif
Kontak fisik dan hisapan bayi akan merangsang produksi ASI terutama pada 30 menit
pertama setelah lahir. Pada periode ini ASI saja sudah dapat memenuhi kebutuhan gizi
bayi. Perlu diingat bahwa ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Menyusui sangat
baik untuk bayi dan ibu. Dengan menyusui akan terbina hubungan kasih sayang antara
ibu dan anak.

Riwayat penyakit dahulu
 Apakah bayi usia 0-5 bulan pernah mengalami suatu penyakit? Infeksi?
 Riwayat keluarga
 Apakah si bayi lahir kembar?
Bayi kembar dapat menyebabkan terjadi nya anemia




Riwayat pengobatan
 Apakah saja obat yang ibu minum ketika mengandung?
Beberapa jenis obat dapat menyebabkan perdarahan lambung (aspirin, obat anti
inflamasi,dll). Obat lainnya dapat menyebabkan masalah dalam penyerapan zat besi dan
vitamin (antacid, pil KB, obat anti arthritis)
 Apakah bayi sudah berobat atau baru pertama kali ?.
1


Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisis pada thalasemia adanyta:.
2,3

 Pucat
 Bentuk muka mongoloid (facies Cooley)
 Dapat ditemukan ikterus
 Gangguan pertumbuhan
 Splenomegali dan hepatomegali yang menyebabkan perut membesar

Pemeriksaan Penunjang
Darah tepi :
3,4

 Hb rendah dapat sampai 2-3 g%
 Gambaran morfologi eritrosit : mikrositik hipokromik, sel target, anisositosis berat
dengan makroovalositosis, mikrosferosit, polikromasi, basophilic stippling, benda
Howell-Jolly, poikilositosis dan sel target. Gambaran ini lebih kurang khas.
 Retikulosit meningkat.
Sumsum tulang (tidak menentukan diagnosis) :
2,4

 Hiperplasi sistem eritropoesis dengan normoblas terbanyak dari jenis asidofil.
 Granula Fe (dengan pengecatan Prussian biru) meningkat. Pada anemia defisiensi besi
tidak ditemukan Fe dalam sumsum tulang.
Pemeriksaan khusus :
5

 Hb F meningkat : 20%-90% Hb total
 Elektroforesis Hb : hemoglobinopati lain dan mengukur kadar Hb F.
 Pemeriksaan pedigree: kedua orangtua pasien thalassemia mayor merupakan trait
(carrier) dengan Hb A
2
meningkat (> 3,5% dari Hb total).
Pemeriksaan lain (Radiologi) :
 Foto Ro tulang kepala : gambaran hair on end, korteks menipis, diploe melebar dengan
trabekula tegak lurus pada korteks.
 Foto tulang pipih dan ujung tulang panjang : perluasan sumsum tulang sehingga trabekula
tampak jelas.
Membedakan thalasemia dan anemia defisiensi besi
 Thalasemia : Serum Iron meningkat dan TIBC menurun sampai 0.
 Defisiensi besi : Serum iron besi rendah, Total Iron Binding Capacity (TIBC) meningkat.
 Pemeriksaan TIBC dilakukan untuk mengetahui jumlah transferin yang berada dalam
sirkulasi darah.
4,5


Daftar Pustaka
1. Hartono A. Buku ajar pemeriksaan fisik & riwayat kesehatan Bates. Terjemahan. Lynn SB.
Bates’ guide to physical examination & history taking. 2009. Edisi ke-8. Jakarta: EGC
2. Bradley J,Wayne D,Rubenstein D. Kedokteran klinis. Edisi Keenam. 2008. Jakarta : Penerbit
Erlangga.
3. Permono B, Ugrasena IDG. Haemoglobin Abnormal. Buku Ajar Hematologi Anak. 2005.
Jakarta : Penerbit Sagung Seto.
4. Schwartz WM. Pedoman klinis pediatric. 2005. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
5. Haws SP, Asuhan neonatus rujukan cepat. 2003. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.