You are on page 1of 16

Sejarah Perkembangan HAM di Indonesia

Pemahaman Ham di Indonesia sebagai tatanan nilai, norma, sikap yang hidup di
masyarakat dan acuan bertindak pada dasarnya berlangsung sudah cukup lama. Secara
garis besar Prof. Bagir Manan pada bukunya Perkembangan Pemikiran dan Pengaturan
HAM di Indonesia !""# $, membagi perkembangan HAM pemikiran HAM di Indonesia
dalam dua periode yaitu periode sebelum %emerdekaan #&"' ( #&)* $, periode setelah
%emerdekaan #&)* ( sekarang $.
A. Periode Sebelum %emerdekaan #&"' ( #&)* $
+ Boedi ,etomo, dalam konteks pemikiran HAM, pemimpin Boedi ,etomo telah
memperlihatkan adanya kesadaran berserikat dan mengeluarkan pendapat melalui petisi (
petisi yang dilakukan kepada pemerintah kolonial maupun dalam tulisan yang dalam
surat kabar goeroe desa. Bentuk pemikiran HAM Boedi ,etomo dalam bidang hak
kebebasan berserikat dan mengeluarkan pendapat.
+ Perhimpunan Indonesia, lebih menitikberatkan pada hak untuk menentukan nasib
sendiri.
+ Sarekat Islam, menekankan pada usaha ( usaha unutk memperoleh penghidupan yang
layak dan bebas dari penindasan dan deskriminasi rasial.
+ Partai %omunis Indonesia, sebagai partai yang berlandaskan paham Mar-isme lebih
condong pada hak ( hak yang bersifat sosial dan menyentuh isu ( isu yang berkenan
dengan alat produksi.
+ Indische Partij, pemikiran HAM yang paling menonjol adalah hak untuk mendapatkan
kemerdekaan serta mendapatkan perlakuan yang sama dan hak kemerdekaan.
+ Partai .asional Indonesia, mengedepankan pada hak untuk memperoleh kemerdekaan.
+ ,rganisasi Pendidikan .asional Indonesia, menekankan pada hak politik yaitu hak
untuk mengeluarkan pendapat, hak untuk menentukan nasib sendiri, hak berserikat dan
berkumpul, hak persamaan di muka hukum serta hak untuk turut dalam penyelenggaraan
.egara.
Pemikiran HAM sebelum kemerdekaan juga terjadi perdebatan dalam sidang BP/P%I
antara Soekarno dan Soepomo di satu pihak dengan Mohammad Hatta dan Mohammad
0amin pada pihak lain. Perdebatan pemikiran HAM yang terjadi dalam sidang BP/P%I
berkaitan dengan masalah hak persamaan kedudukan di muka hukum, hak atas pekerjaan
dan penghidupan yang layak, hak untuk memeluk agama dan kepercayaan, hak
berserikat, hak untuk berkumpul, hak untuk mengeluarkan pikiran dengan tulisan dan
lisan.
B. Periode Setelah %emerdekaan #&)* ( sekarang $
a$ Periode #&)* ( #&*"
Pemikiran HAM pada periode a1al kemerdekaan masih pada hak untuk merdeka, hak
kebebasan untuk berserikat melalui organisasi politik yang didirikan serta hak kebebasan
untuk untuk menyampaikan pendapat terutama di parlemen. Pemikiran HAM telah
mendapat legitimasi secara formal karena telah memperoleh pengaturan dan masuk
kedalam hukum dasar .egara konstitusi $ yaitu, //2 )*. komitmen terhadap HAM
pada periode a1al sebagaimana ditunjukkan dalam Maklumat Pemerintah tanggal #
.o3ember #&)*.
4angkah selanjutnya memberikan keleluasaan kepada rakyat untuk mendirikan partai
politik. Sebagaimana tertera dalam Maklumat Pemerintah tanggal 5 .o3ember #&)*.
b$ Periode #&*" ( #&*&
Periode #&*" ( #&*& dalam perjalanan .egara Indonesia dikenal dengan sebutan periode
2emokrasi Parlementer. Pemikiran HAM pada periode ini menapatkan momentum yang
sangat membanggakan, karena suasana kebebasan yang menjadi semangat demokrasi
liberal atau demokrasi parlementer mendapatkan tempat di kalangan elit politik. Seperti
dikemukakan oleh Prof. Bagir Manan pemikiran dan aktualisasi HAM pada periode ini
mengalami 6 pasang7 dan menikmati 6 bulan madu 6 kebebasan. Indikatornya menurut
ahli hukum tata .egara ini ada lima aspek. Pertama, semakin banyak tumbuh partai (
partai politik dengan beragam ideologinya masing ( masing. %edua, %ebebasan pers
sebagai pilar demokrasi betul ( betul menikmati kebebasannya. %etiga, pemilihan umum
sebagai pilar lain dari demokrasi berlangsung dalam suasana kebebasan, fair adil $ dan
demokratis. %eempat, parlemen atau de1an per1akilan rakyat resprentasi dari kedaulatan
rakyat menunjukkan kinerja dan kelasnya sebagai 1akil rakyat dengan melakukan
kontrol yang semakin efektif terhadap eksekutif. %elima, 1acana dan pemikiran tentang
HAM mendapatkan iklim yang kondusif sejalan dengan tumbuhnya kekuasaan yang
memberikan ruang kebebasan.
c$ Periode #&*& ( #&88
Pada periode ini sistem pemerintahan yang berlaku adalah sistem demokrasi terpimpin
sebagai reaksi penolakan Soekarno terhaap sistem demokrasi Parlementer. Pada sistem
ini demokrasi terpimpin $ kekuasan berpusat pada dan berada ditangan presiden. Akibat
dari sistem demokrasi terpimpin Presiden melakukan tindakan inkonstitusional baik pada
tataran supratruktur politik maupun dalam tataran infrastruktur poltik. 2alam kaitan
dengan HAM, telah terjadi pemasungan hak asasi masyarakat yaitu hak sipil dan dan hak
politik.
d$ Periode #&88 ( #&&'
Setelah terjadi peralihan pemerintahan dari Soekarno ke Soeharto, ada semangat untuk
menegakkan HAM. Pada masa a1al periode ini telah diadakan berbagai seminar tentang
HAM. Salah satu seminar tentang HAM dilaksanakan pada tahun #&89 yang
merekomendasikan gagasan tentang perlunya pembentukan Pengadilan HAM,
pembentukan %omisi dan Pengadilan HAM untuk 1ilayah Asia. Selanjutnya pada pada
tahun #&8' diadakan seminar .asional Hukum II yang merekomendasikan perlunya hak
uji materil judical re3ie1 $ untuk dilakukan guna melindungi HAM. Begitu pula dalam
rangka pelaksanan :AP MP;S .o. <I=>MP;S #&88 MP;S melalui Panitia Ad Hoc I=
telah menyiapkan rumusan yang akan dituangkan dalam piagam tentang Hak ( hak Asasi
Manusia dan Hak ( hak serta %e1ajiban ?arganegara.
Sementara itu, pada sekitar a1al tahun #&9"@an sampai periode akhir #&'"@an persoalan
HAM mengalami kemunduran, karena HAM tidak lagi dihormati, dilindungi dan
ditegakkan. Pemerintah pada periode ini bersifat defensif dan represif yang dicerminkan
dari produk hukum yang umumnya restriktif terhadap HAM. Sikap defensif pemerintah
tercermin dalam ungkapan bah1a HAM adalah produk pemikiran barat yang tidak sesuai
dengan nilai (nilai luhur budaya bangsa yang tercermin dalam Pancasila serta bangsa
Indonesia sudah terlebih dahulu mengenal HAM sebagaimana tertuang dalam rumusan
//2 #&)* yang terlebih dahulu dibandingkan dengan deklarasi /ni3ersal HAM. Selain
itu sikap defensif pemerintah ini berdasarkan pada anggapan bah1a isu HAM seringkali
digunakan oleh .egara ( .egara Barat untuk memojokkan .egara yang sedang
berkembang seperti Inonesia.
Meskipun dari pihak pemerintah mengalami kemandegan bahkan kemunduran, pemikiran
HAM nampaknya terus ada pada periode ini terutama dikalangan masyarakat yang
dimotori oleh 4SM 4embaga S1adaya Masyarakat $ dan masyarakat akademisi yang
concern terhaap penegakan HAM. /paya yang dilakukan oleh masyarakat melalui
pembentukan jaringan dan lobi internasional terkait dengan pelanggaran HAM yang
terjadi seprti kasus :anjung Priok, kasus %eung ,mbo, kasus 2,M di Aceh, kasus di
Irian Aaya, dan sebagainya.
/paya yang dilakukan oleh masyarakat menjelang periode #&&"@an nampak memperoleh
hasil yang menggembirakan karena terjadi pergeseran strategi pemerintah dari represif
dan defensif menjadi ke strategi akomodatif terhadap tuntutan yang berkaitan dengan
penegakan HAM. Salah satu sikap akomodatif pemerintah terhadap tuntutan penegakan
HAM adalah dibentuknya %omisi .asional Hak Asasi Manusia %,M.AS HAM $
berdasarkan %BP;BS .o. *" :ahun #&&5 tertanggal 9 Auni #&&5.
4embaga ini bertugas untuk memantau dan menyeliiki pelaksanaan HAM, serta memberi
pendapat, pertimbangan, dan saran kepada pemerintah perihal pelaksanaan HAM.
e$ Periode #&&' ( sekarang
Pergantian reCim pemerintahan pada tahan #&&' memberikan dampak yang sangat besar
pada pemajuan dan perlindungan HAM di Indonesia. Pada saat ini mulai dilakukan
pengkajian terhadap beberapa kebijakan pemerintah orde baru yang beral1anan dengan
pemjuan dan perlindungan HAM. Selanjutnya dilakukan penyusunan peraturan
perundang ( undangan yang berkaitan dengan pemberlakuan HAM dalam kehidupan
ketatanegaraan dan kemasyarakatan di Indonesia. Hasil dari pengkajian tersebut
menunjukkan banyaknya norma dan ketentuan hukum nasional khususnya yang terkait
dengan penegakan HAM diadopsi dari hukum dan instrumen Internasional dalam bidang
HAM.
Strategi penegakan HAM pada periode ini dilakukan melalui dua tahap yaitu tahap status
penentuan dan tahap penataan aturan secara konsisten. pada tahap penentuan telah
ditetapkan beberapa penentuan perundang ( undangan tentang HAM seperti amandemen
konstitusi .egara /ndang ( undang 2asar #&)* $, ketetapan MP; :AP MP; $,
/ndang ( undang //$, peraturan pemerintah dan ketentuan perundang ( undangam
lainnya.
A. Perkembangan Hak Asasi Manusia di Indonesia
Pemahaman Ham di Indonesia sebagai tatanan nilai, norma, sikap yang hidup di
masyarakat dan acuan bertindak pada dasarnya berlangsung sudah cukup lama. Secara
garis besar Prof. Bagir Manan pada bukunya Perkembangan Pemikiran dan Pengaturan
HAM di Indonesia !""# $, membagi perkembangan HAM pemikiran HAM di Indonesia
dalam dua periode yaitu periode sebelum %emerdekaan #&"' ( #&)* $, periode setelah
%emerdekaan #&)* ( sekarang $.
A. Periode Sebelum %emerdekaan #&"' ( #&)* $
+ Boedi ,etomo, dalam konteks pemikiran HAM, pemimpin Boedi ,etomo telah
memperlihatkan adanya kesadaran berserikat dan mengeluarkan pendapat melalui petisi (
petisi yang dilakukan kepada pemerintah kolonial maupun dalam tulisan yang dalam
surat kabar goeroe desa. Bentuk pemikiran HAM Boedi ,etomo dalam bidang hak
kebebasan berserikat dan mengeluarkan pendapat.
+ Perhimpunan Indonesia, lebih menitikberatkan pada hak untuk menentukan nasib
sendiri.
+ Sarekat Islam, menekankan pada usaha ( usaha unutk memperoleh penghidupan
yang layak dan bebas dari penindasan dan deskriminasi rasial.
+ Partai %omunis Indonesia, sebagai partai yang berlandaskan paham Mar-isme
lebih condong pada hak ( hak yang bersifat sosial dan menyentuh isu ( isu yang
berkenan dengan alat produksi.
+ Indische Partij, pemikiran HAM yang paling menonjol adalah hak untuk
mendapatkan kemerdekaan serta mendapatkan perlakuan yang sama dan hak
kemerdekaan.
+ Partai .asional Indonesia, mengedepankan pada hak untuk memperoleh
kemerdekaan.
+ ,rganisasi Pendidikan .asional Indonesia, menekankan pada hak politik yaitu
hak untuk mengeluarkan pendapat, hak untuk menentukan nasib sendiri, hak berserikat
dan berkumpul, hak persamaan di muka hukum serta hak untuk turut dalam
penyelenggaraan .egara.
Pemikiran HAM sebelum kemerdekaan juga terjadi perdebatan dalam sidang BP/P%I
antara Soekarno dan Soepomo di satu pihak dengan Mohammad Hatta dan Mohammad
0amin pada pihak lain. Perdebatan pemikiran HAM yang terjadi dalam sidang BP/P%I
berkaitan dengan masalah hak persamaan kedudukan di muka hukum, hak atas pekerjaan
dan penghidupan yang layak, hak untuk memeluk agama dan kepercayaan, hak
berserikat, hak untuk berkumpul, hak untuk mengeluarkan pikiran dengan tulisan dan
lisan.
B. Periode Setelah %emerdekaan #&)* ( sekarang $
a$ Periode #&)* ( #&*"
Pemikiran HAM pada periode a1al kemerdekaan masih pada hak untuk merdeka, hak
kebebasan untuk berserikat melalui organisasi politik yang didirikan serta hak kebebasan
untuk untuk menyampaikan pendapat terutama di parlemen. Pemikiran HAM telah
mendapat legitimasi secara formal karena telah memperoleh pengaturan dan masuk
kedalam hukum dasar .egara konstitusi $ yaitu, //2 )*. komitmen terhadap HAM
pada periode a1al sebagaimana ditunjukkan dalam Maklumat Pemerintah tanggal #
.o3ember #&)*.
4angkah selanjutnya memberikan keleluasaan kepada rakyat untuk mendirikan partai
politik. Sebagaimana tertera dalam Maklumat Pemerintah tanggal 5 .o3ember #&)*.
b$ Periode #&*" ( #&*&
Periode #&*" ( #&*& dalam perjalanan .egara Indonesia dikenal dengan sebutan periode
2emokrasi Parlementer. Pemikiran HAM pada periode ini menapatkan momentum yang
sangat membanggakan, karena suasana kebebasan yang menjadi semangat demokrasi
liberal atau demokrasi parlementer mendapatkan tempat di kalangan elit politik. Seperti
dikemukakan oleh Prof. Bagir Manan pemikiran dan aktualisasi HAM pada periode ini
mengalami 6 pasang7 dan menikmati 6 bulan madu 6 kebebasan. Indikatornya menurut
ahli hukum tata .egara ini ada lima aspek. Pertama, semakin banyak tumbuh partai (
partai politik dengan beragam ideologinya masing ( masing. %edua, %ebebasan pers
sebagai pilar demokrasi betul ( betul menikmati kebebasannya. %etiga, pemilihan umum
sebagai pilar lain dari demokrasi berlangsung dalam suasana kebebasan, fair adil $ dan
demokratis. %eempat, parlemen atau de1an per1akilan rakyat resprentasi dari kedaulatan
rakyat menunjukkan kinerja dan kelasnya sebagai 1akil rakyat dengan melakukan
kontrol yang semakin efektif terhadap eksekutif. %elima, 1acana dan pemikiran tentang
HAM mendapatkan iklim yang kondusif sejalan dengan tumbuhnya kekuasaan yang
memberikan ruang kebebasan.
c$ Periode #&*& ( #&88
Pada periode ini sistem pemerintahan yang berlaku adalah sistem demokrasi terpimpin
sebagai reaksi penolakan Soekarno terhaap sistem demokrasi Parlementer. Pada sistem
ini demokrasi terpimpin $ kekuasan berpusat pada dan berada ditangan presiden. Akibat
dari sistem demokrasi terpimpin Presiden melakukan tindakan inkonstitusional baik pada
tataran supratruktur politik maupun dalam tataran infrastruktur poltik. 2alam kaitan
dengan HAM, telah terjadi pemasungan hak asasi masyarakat yaitu hak sipil dan dan hak
politik.
d$ Periode #&88 ( #&&'
Setelah terjadi peralihan pemerintahan dari Soekarno ke Soeharto, ada semangat untuk
menegakkan HAM. Pada masa a1al periode ini telah diadakan berbagai seminar tentang
HAM. Salah satu seminar tentang HAM dilaksanakan pada tahun #&89 yang
merekomendasikan gagasan tentang perlunya pembentukan Pengadilan HAM,
pembentukan %omisi dan Pengadilan HAM untuk 1ilayah Asia. Selanjutnya pada pada
tahun #&8' diadakan seminar .asional Hukum II yang merekomendasikan perlunya hak
uji materil judical re3ie1 $ untuk dilakukan guna melindungi HAM. Begitu pula dalam
rangka pelaksanan :AP MP;S .o. <I=>MP;S #&88 MP;S melalui Panitia Ad Hoc I=
telah menyiapkan rumusan yang akan dituangkan dalam piagam tentang Hak ( hak Asasi
Manusia dan Hak ( hak serta %e1ajiban ?arganegara.
Sementara itu, pada sekitar a1al tahun #&9"@an sampai periode akhir #&'"@an persoalan
HAM mengalami kemunduran, karena HAM tidak lagi dihormati, dilindungi dan
ditegakkan. Pemerintah pada periode ini bersifat defensif dan represif yang dicerminkan
dari produk hukum yang umumnya restriktif terhadap HAM. Sikap defensif pemerintah
tercermin dalam ungkapan bah1a HAM adalah produk pemikiran barat yang tidak sesuai
dengan nilai (nilai luhur budaya bangsa yang tercermin dalam Pancasila serta bangsa
Indonesia sudah terlebih dahulu mengenal HAM sebagaimana tertuang dalam rumusan
//2 #&)* yang terlebih dahulu dibandingkan dengan deklarasi /ni3ersal HAM. Selain
itu sikap defensif pemerintah ini berdasarkan pada anggapan bah1a isu HAM seringkali
digunakan oleh .egara ( .egara Barat untuk memojokkan .egara yang sedang
berkembang seperti Inonesia.
Meskipun dari pihak pemerintah mengalami kemandegan bahkan kemunduran, pemikiran
HAM nampaknya terus ada pada periode ini terutama dikalangan masyarakat yang
dimotori oleh 4SM 4embaga S1adaya Masyarakat $ dan masyarakat akademisi yang
concern terhaap penegakan HAM. /paya yang dilakukan oleh masyarakat melalui
pembentukan jaringan dan lobi internasional terkait dengan pelanggaran HAM yang
terjadi seprti kasus :anjung Priok, kasus %eung ,mbo, kasus 2,M di Aceh, kasus di
Irian Aaya, dan sebagainya.
/paya yang dilakukan oleh masyarakat menjelang periode #&&"@an nampak memperoleh
hasil yang menggembirakan karena terjadi pergeseran strategi pemerintah dari represif
dan defensif menjadi ke strategi akomodatif terhadap tuntutan yang berkaitan dengan
penegakan HAM. Salah satu sikap akomodatif pemerintah terhadap tuntutan penegakan
HAM adalah dibentuknya %omisi .asional Hak Asasi Manusia %,M.AS HAM $
berdasarkan %BP;BS .o. *" :ahun #&&5 tertanggal 9 Auni #&&5.
4embaga ini bertugas untuk memantau dan menyeliiki pelaksanaan HAM, serta memberi
pendapat, pertimbangan, dan saran kepada pemerintah perihal pelaksanaan HAM.
e$ Periode #&&' ( sekarang
Pergantian reCim pemerintahan pada tahan #&&' memberikan dampak yang sangat besar
pada pemajuan dan perlindungan HAM di Indonesia. Pada saat ini mulai dilakukan
pengkajian terhadap beberapa kebijakan pemerintah orde baru yang beral1anan dengan
pemjuan dan perlindungan HAM. Selanjutnya dilakukan penyusunan peraturan
perundang ( undangan yang berkaitan dengan pemberlakuan HAM dalam kehidupan
ketatanegaraan dan kemasyarakatan di Indonesia. Hasil dari pengkajian tersebut
menunjukkan banyaknya norma dan ketentuan hukum nasional khususnya yang terkait
dengan penegakan HAM diadopsi dari hukum dan instrumen Internasional dalam bidang
HAM.
Strategi penegakan HAM pada periode ini dilakukan melalui dua tahap yaitu tahap status
penentuan dan tahap penataan aturan secara konsisten. pada tahap penentuan telah
ditetapkan beberapa penentuan perundang ( undangan tentang HAM seperti amandemen
konstitusi .egara /ndang ( undang 2asar #&)* $, ketetapan MP; :AP MP; $,
/ndang ( undang //$, peraturan pemerintah dan ketentuan perundang ( undangam
lainnya.
Hakekat HAM
March !8th, !"#! + ;elated + Diled /nder
Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak a1al
dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun. Sebagai
1arga negara yang baik kita mesti menjunjung tinggi nilai hak aCasi manusia tanpa
membeda@bedakan status, golongan, keturunan, jabatan, dan lain sebagainya.
Melanggar HAM seseorang bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Hak
asasi manusia memiliki 1adah organisasi yang mengurus permasalahan seputar hak asasi
manusia yaitu %omnas HAM. %asus pelanggaran ham di Indonesia memang masih
banyak yang belum terselesaikan > tuntas sehingga diharapkan perkembangan dunia ham
di Indonesia dapat ter1ujud ke arah yang lebih baik. Salah satu tokoh ham di Indonesia
adalah Munir yang te1as dibunuh di atas pesa1at udara saat menuju Belanda dari
Indonesia.
Hak Asasi Manusia HAM$ adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan
keberadaan manusia sebagai makhluk :uhan 0ang Maha %uasa dan merupakan
anugerah@.ya yang 1ajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum,
Pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat
manusia Pasal # angka # // .o. 5& :ahun #&&& tentang HAM dan // .o. !8 :ahun
!""" tentang Pengadilan HAM$.
Hak@hak Asas Manusia umumnya dipahami sebagai hak@hak yang dimiliki setiap
manusia. %onsep HAM mengakui bah1a setiap manusia berhak menikmati hak asasinya
tanpa memandang perbedaan ras, 1arna kulit, gender, bahasa, agama, politik atau
pendapat lainnya, kebangsaan atau asal usul sosial, kekayaan, keturunan atau status
lainnya. Hak@hak asasi manusia secara hukum dijamin dengan Hukum HAM yang
melindungi indi3idu@indi3idu atau kelompok dari tindakan@tindakan yang melanggar
kebebasan dasar serta harkat dan martabat manusia. Hukum HAM tersebut dituangkan ke
dalam perjanjian kesepakatan, hukum kebiasaan internasional, sekumpulan prinsip dan
sumber@sumber hukum lainnya. Hukum HAM di satu sisi dapat mengharuskan negara
untuk melakukan tindakan tertentu dan di sisi lain melarang pemerintah untuk melakukan
tindakan tertentu. .amun demikian, hukum tidak membentuk HAM. HAM adalah hak
dasar yang dimiliki oleh setiap indi3idu karena dia manusia. %esepakatan dan sumber@
sumber hukum lainnya umumnya bertujuan melindungi secara formal hak@hak indi3idu
dan kelompok dari tindakan pemerintah baik tindakan yang menekan maupun tindakan
yang mengabaikan yang mempengaruhi pelaksanaan HAM.
Hak asasi manusia adalah hak@hak dasar yang dimiliki manusia. Hak dasar ini bersifat
uni3ersal, berlaku dimana saja, kapan saja, dan untuk siapa saja. Hak asasi manusia tidak
tergantung dari pengakuan manusia lain, masyarakat lain, atau bahkan negara lain. Hak
asasi diperoleh manusia dari penciptanya, yaitu :uhan dan merupakan hak yang tidak
dapat diabaikan. Pada setiap hak melekat ke1ajiban. %arena itu, selain ada hak asasi
manusia, ada juga ke1ajiban asasi manusia, yaitu ke1ajiban yang harus dilaksanakan
demi terlaksana atau tegaknya hak asasi manusia HAM$. 2alam menggunakan hak asasi,
kita 1ajib untuk memperhatikan, menghormati, dan menghargai hak asasi yang juga
dimiliki oleh orang lain.
A. PENGERTIAN DAN HAKEKAT HAM.
A. PENGERTIAN DAN HAKEKAT HAM.
a. Pengertian HAM
HAM adalah hak yang melekat pada diri manusia dari sifat kodrati dan fundamental
sebagai suatu anugerah Allah yang harus di hormati, dijaga dan dilindungi oleh setiap
indi3idu masyarakat dan negara.
b. Hakekat HAM
Merupakan upaya menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui aksi
keseimbangan yaitu keseimbangan antara hak dan ke1ajiban serta keseimbangan antara
kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum, begitu juga upaya dalam
menghormati melindungi dan menjunjung tinggi HAM menjadi ke1ajiban dan tanggung
ja1ab bersama antara indi3idu pemerintah Aparatur Pemerintah baik sipil maupun
militer$ dan negara
B. PERKEMBANGAN PEMIKIRAN HAM
Perkembangan pemikiran HAM dunia bermula dari E
a. Magna Fharta.
b. :he American 2eclaration.
c. :he Drench 2eclaration.
d. :he Dour Dreedom.
Perkembangan pemikiran HAM dibagi dalam empat generasi E
Generasi pertama E pengertian HAM hanya berpusat pada bidang hukum dan politik,
fokus pemikiran HAM generasi pertama pada bidang hukum dan politik disebabkan oleh
dampak dan situasi perang dunia II totaliterisme dan adanya keinginan negara@negara
yang baru merdeka untuk menciptakan suatu tertib hukum yang baru.
Generasi kedua E pemikiran HAM tidak saja menuntut hak yudiritas melainkan juga hak@
hak sosial, ekonomi, politik dan budaya.
Generasi ketiga E keadilan dan pemenuhan hak asasi haruslah dimulai sejak mulainya
pembangunan itu sendiri, bukan setelah pembangunan itu selesai agaknya pepatah kuno
6Austice 2elayed, Austice 2eny7 tetap berlaku untuk kita semua.
Generasi keempat E pemikiran HAM generasi keempat dipelopori oleh negara@negara di
ka1asan Asia yang pada tahun #&'5 melahirkan deklarasi hak asasi manusia yang disebut
62eclaration of :he Basic 2uties of Asia People And Go3ernment7. 2eklarasi ini lebih
maju dari rumusan generasi ketiga, karena tidak saja mencakup tuntutan struktural tetapi
juga berpihak kepada terciptanya tatanan sosial yang berkeadilan.
C. PERKEMBANGAN PENEGAKAN HAM DI INDONESIA
Perkembangan penegakan HAM di Indonesia rasanya semakin baik. Ini didorong
pertumbuhan pemahaman HAM secara internasional. 2ulu, penegakan HAM itu lebih
bersifat soft la1. :etapi, perkembangan di dunia internasional kini justru mengarah
menjadi hard la1.
2i tingkat dunia nanti, akan dibentuk International Friminal of Fourt. Bila ada lembaga
ini, salah satu kejahatan yang akan diadili, adalah pelanggaran HAM. 0ang perlu di
kha1atirkan adalah, nanti seseorang yang langsung melanggar HAM di Indonesia, keluar
negeri bisa ditangkap dan diadili di peradilan kriminal internasional itu.
Aadi sekalipun lambat, tetapi secara terencana kita harus mulai meratifikasi kon3ensi
mengenai HAM. %alau kon3ensi internasional itu diratifikasi memang akan muncul
persoalan mengenai kedaulatan negara kita. Seorang anggota %omisi HAM PBB pun bisa
masuk ke Indonesia dan melakukan in3estigasi. .amun ini bukan alasan bagi kita, untuk
tidak segera meratifikasi kon3ensi PBB.
0ang perlu segera diratifikasi, adalah kon3ensi yang menyangkut hak ekonomi, sosial,
dan budaya masyarakat. %on3ensi yang menyangkut sipil dan politik baru berikutnya,
karena kita harus siap lebih dahulu, sehingga kedaulatan kita tidak dilanggar. Apabila kita
belum siap dan sudah meratifikasi kon3ensi itu nanti bisa malu.
Menurut Prof 2r Muladi mau diakui atau tidak, kinerja %omnas HAM selama ini banyak
menyelamatkan muka diplomat kita di luar negeri. Artinya, banyak membantu diplomasi,
menciptakan image yang positif. Sebab sering kali berita yang dilansir media luar negeri,
banyak didramatisir serta menyudutkan Indonesia dalam masalah penghormatan HAM.
2i samping itu, %omnas HAM sungguh berusaha menyebarluaskan 1a1asan tentang
HAM, melakukan pemantauan, pendidikan HAM, serta melakukan hubungan luar negeri.
2engan demikian, kita telah memiliki suatu lembaga yang betul@betul obyektif untuk
menilai masalah HAM ini. %omnas HAM juga telah mendorong semua orang, baik sipil
atau AB;I kini mulai bicara tentang HAM. Soal pelanggaran HAM di mana@mana
memang tetap terjadi. .amun yang sungguh diharapkan, adalah rencana aksi nasional
tentang HAM yang disebut sebagai 6the nation plan of action7 perlu segera dirumuskan.
Ini penting, antara lain mengenai rencana pembentukan :ap MP; tentang HAM, yang
merupakan ketetapan MP; non Garis@garis Besar Haluan .egara GBH.$.
D. BENTUK-BENTUK HAM.
HAM menurut Prof. Bagir Manan terbagi pada beberpa kategori yaituE hak sipil, hak
politik, hak ekonomi, hak sosial dan budaya. Hak sipil terdiri dari hak diperlakukan sama
dimuka hukum, hak bebas dari kekerasan, hak khusus bagi kelompok anggota masyarakat
tertentu dan hak hidup dan kehidupan. Hak politik terdiri dari kebebasan berserikat dan
berkumpul, hak kemerdekaan mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan, dan hak
menyampaikan pendapat dimuka umum. Hak ekonomi terdiri dari hak jaminan sosial,
hak perlindungan kerja, hak perdagangan, dan hak pembangunan berkelanjutan. Hak
sosial budaya terdiri dari hak memperoleh kesehatan, dan hak memperoleh perumahan
dan pemukiman.
Sedangkan Prof. Baharudin 4opa mambagi HAM menjadi beberapa jenis yaitu hak
persamaan dan kebebasan, hak hidup, hak memperoleh perlindungan, hak penghormatan
pribadi, hak menikah dan berkeluarga, hak 1anita sederajat dengan pria, hak anak dari
orang tua, hak memperoleh pendidikan, hak kebebasan memilih agama, hak kebebasan
bertindak dan mencari suaka, hak untuk bekerja, hak memperoleh kesempatan yang
sama, hak milik pribadi, hak menikmati hasil atau produk ilmu, hak tahan dan
narapidana.
2alam 2eklarasi /ni3ersal tentang HAM Universan Declaration of Human Rights$ atau
yang dikenal dengan istilah 2/HAM, hak Asasi Manusia terbagi kedalam beberapa jenis,
yaitu hak personal hak jaminan kebutuhan pribadi$, hak legal hak jaminan perlindungan
hukum$, hak sipil dan politik, hak subtistensi hak jaminan adanya sumber daya untuk
menunjang kehidupan$ serta hak ekonomi, sosial dan budaya.
Hak personal, hak legal, hak sipil dan politik yang terdapat dalam pasal 5 ( !# dalam
2/HAM tersebut memuatE
#. hak untuk hidup, kebebasan dan keamanan pribadiH
!. hak bebas dari perbudakan dan penghambaanH
5. hak bebas dari penyiksaan atau perlakuan maupun hukuman yangkejam, tak
berprikemanusiaan maupun merendahkan derajatkemanusiaanH
). hak untuk memperoleh pengakuan hukum dimana saja secarapribadiH
*. hak untuk pengakuan hukum secara efektifH
8. hak bebas dari penangkapan, penahanan atau pembuangan yang s e1enag@1enangH
9. hak untuk peradilan yang independen dan tidak memihakH
'. hak untuk praduga tak bersalah sampai terbukti bersalahH
&. hak bebas dari campur tangan yang se1enang@1enang terhadapkekuasaan pribadi,
keluarga, tempat tinggal maupun surat@suratH
#". hak bebas dari serangan terhadap kehorkehormatan dan nama baikH
##. hak atas perlindungan hukum terhadap serangan semacam ituH
#!. hak bergerakH
#5. hak memperoleh suakaH
#). hak atas suatu kebangsaanH
#*. hak untuk menikah dan membentuk keluargaH
#8. hak untuk mempunyai hak milikH
#9. hak bebas berpikir, dan berkesadaran dan beragamaH
#'. hak bebas berpikir dan menyatakan pendapatH
#&. hak untuk berhimpun dan berserikatH
!". hak untuk mengambil bagian dalam pemerintahan dan hak atasakses yang sama
terhadap pelayanan masyarakat.
Sedangkan hak ekonomi, sosial dan budaya berdasarkan pada pernyataan 2/HAM
menyangkut hal@hal sebagai berikut, yaituE
#. hak atas jaminan sosialH
!. hak untuk bekerjaH
5. hak atas upah yang sama untuk pekerjaan yang samaH
). hak untuk bergabung dalam serikat@serikat buruhH
*. hak atas istirahat dan 1aktu senggangH
8. hak atas standar hidup yang pantas dibidang kesehatan dan kesejahteraanH
9. hak atas pendidikanH
'. hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan yang berkebudayaan dari masyarakat.
Sementara itu dalam //2 #&)* amandemen I ( I= //2#&)*$ memuat hak
asasi manusia yang terdiri dari hak E
#. hak kebebasan untuk mengeluarkan pendapatH
!. hak kedudukan yang sama di dalam hukumH
5. hak kebebasan berkumpulH
). hak kebebasan beragamaH
*. hak penghidupan yang layakH
8. hak kebebasan berserikartH
9. hak memperoleh pengajaran atau pendidikanH
Selanjutnya secara operasional beberapa bentuk HAM yang terdapat dalam undang //
.omor 5& tahun #&&& tentang HAM sebagai berikutE
#. hak untuk hidupH
!. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunanH
5. hak mengembangkan diriH
). hak memperoleh keadilanH
*. hak atas kebebasan pribadiH
8. hak atas rasa amanH
9. hak atas kesejahteraanH
'. hak urut turut serta dalam pemerintahanH
&. hak 1anitaH
#". hak anak.
E. NILAI-NILAI HAM: UNIERSAL DAN PARTIKULAR.
Perdebatan tentang nilai@nilai HAM apakah uni3ersal artinya nilai@nilai HAM berlaku
umum di semua negara$ atau partikular artinya nilai@nilai ham sangat konstekstual yaitu
mempunyai kekhususan dan tidak berlaku untuk setiap negara karena ada keterikatan
dengan nilai@nilai kultural yang tumbuh dan berkembang pada suatu negara$ terus
berlanjut. Berkaitan dengan nilai@nilai HAM, adatiga teori yang dapat dijadikan kerangka
analisis yaitu teori realitas (realistic theory), teori relati3isme kultural (cultural
relativision theory) dan teori radikal uni3ersalisme radical uni3ersalism$.
:eori realitas mendasari pendangannya pada asumsi adanya sifat manusia yang
menekankan self interest dan egoisme dalam bertindak anarkis. 2alam situasi anarkis,
seseorang mementingkan dirinya sendiri, sehingga menimbulkan chaos dan tindakan
tidak manusia1i diantara indi3idu dalam memperjuangkan egoisme dan self interest@nya.
2engan demikian, dalam situasi anarkis prinsip uni3ersalitas moral yang dimiliki setiap
indi3idu tidak dapat berlaku dan berfungsi. /ntukmengatasi situasi demikian negara
harus mengambil tindakan berdasarkan power dan security yang dimiliki dalam rangka
menjaga kepentingan nasional dan keharmonisan sosial dibenarkan. :indakan yang
dilakukan negara yang seperti diatas tidak termasuk dalam kategori tindakan pelanggaran
HAM oleh negara.
Sementara itu teori relati3itas kultural berpandangan bah1a nilai@nilai moral dan budaya
bersifat partikular khusus$. Halini berarti bah1a nilai@nlai moral HAM bersifat lokaldan
spesifik, sehingga berlaku khusus pada suatu negara.dalamkaitanya dengan penegakan
HAM, menurut teori ini ada tiga modelpenerapan HAM yaituE
#. penerapan HAM yang lebih menekankan pada haksipil, hak politik, dan hak
kepemilikan pribadiH
!. penerapan HAM yang lebih menekankan pada hak ekonomi dan sosialH
5. Penerapan HAM yang lebih menekankan pada hak penentuan nasib sendiri (self
administration) dan pembangunan ekonomi.
Model pertama banyak dilakukan oleh negara@negara yang tergolong dunia maju, model
kedua banyak diterapkan di dunia berkembang untuk model ketiga banyak dite rapkan di
dunia terbelakang. Selanjutnya, teori radikal uni3ersalitas berpandangan bah1a semua
nilai termasuk nilai@nilai HAM adalah be rsifat uni3ersal dan tidak sejarah suatu negara.
%elompok radikal uni3ersal menganggap bah1a ada satu paket pemahaman mengenai
HAM bah1a nilai@nilai HAM berlaku sama di semua tempat dan disembarang 1aktu
serta dapat diterapkan pada masyarakat yang mempunyai latar belakang budaya dan
sejarah yang berbeda. 2engan demikian pemahaman dan pengakuan terhadap nilai@nilai
HAM berlakuk sama dan uni3ersal bagi semua negara dan bangsa.
2alam kaitan dengan ketiga teori tentang nilai@nilai HAM itu ada dua arus pemikiran atau
pandangan yang saling tarik menarik dalam melihat relati3itas nilai@nilai HAM
yaitu strong relativist dan weak relativist. Strong relativist beranggapan bah1a nilai
HAM dan nilai@nilai HAM lokal partikular$ dan nilai@nilai HAM yang uni3ersal.
Sementara Weak relativist memberi penekanan bah1a nilai@nilai HAM bersifat uni3ersal
dan sulit untuk dimodifikasi berdasarkan pertimbangan budaya tertentu. Berdasarkan
pandangan ini nampak tidak adanya pengakuan terhadap nilai@nilai HAM lokal
melainkan hanya mengakui adanya nilai@nilai HAM uni3ersal.
!. HAM DALAM PRESPEKTI! ISLAM.
Islam sebagai sebuah agama dengan ajaranya yang uni3ersal dan komprehensif meliputi
akidah, ibadah, dan mu,amalat, yang masing@masing memuat ajaran tentang mekanisme
pengabdian manusia terhadap AllahH dengan memuat ajaran tentang hubungan manusia
dengan sesama manusia maupun dengan alam sekitar. %esemua dimensi ajaran tersebut
dilandasi oleh ketentuan@ketentuan yang disebut dengan istilah syariIat dan fikih itulah
terdapat ajaran tentang hak asasi manusia HAM$. Adanya ajaran tentang HAM dalam
Islam menunjukkan bah1a Islam sebagai agama telah menempatkan manusia sebagai
makhluk terhormat dan mulia. %arena itu, perlindungan dan penghormatan terhadap
manusia merupakan tuntutan dari ajaran Islam itu sendiri yang 1ajib dilaksanakan oleh
umatnya terhadap sesama manusia tanpa kecuali.
Menurut Maududi, HAM adalah hak kodrati yang dianugerahkan Allah S?:, kepada
setiap manusia yang tidak dapat dicabut atau dikurangi oleh kekuasaan atau badan
apapun. Hak@hak yang diberikan Allah itu bersifat permanen, kekal dan abadi tidak boleh
diubah atau dimodifikasi Abu AIla al@Maududi, #&&'$. 2alam Islam terdapat dua konsep
hak, yakni hak manusia (ha al !nsan) dan hal Allah. Setiap hak itu saling melandasi satu
sama lain. Hak Allah melandasi hak manusia hak manusia dan juga sebaliknya. 2alam
aplikasinya, tidak ada satupun hak yang terlepas dari kedua hak tersebut, misalnya,
shalat. Manusia tidak perlu campur tangan untuk memaksakan seseorang mau shalat atau
tidak, karena shalat merupakan hak Allah, maka tidak ada kekuatan dunia1i apakah itu
negara, organisasi ataupun teman yang berhak mendesak seseorang untuk melakukan
shalat. Shalat merupakan urusan pribadi yang bersangkutan dengan Allah. Meskipun
demikian dalam shalat itu ada hak indi3idu manusia yaitu berbuat kedamaian antar
sesamanya.
HAM dalam Islam sebenarnya bukan barang asing, karena 1acana dalam HAM dalam
Islam lebih a1al dibandingkan dengan konsep atau ajaran agama yang lainya. 2engan
kata lain, Islam datang secara inheren memba1a ajaran tentang HAM. Sebagai mana
dikemukakan oleh Maududi bah1a ajaran tentang HAM yang terkandung dalam
piagam "agna #hartatercipta 8"" tahun setelah kedatangan Islam. Selain itu, juga
diperkuat oleh pandangan ?eeramantry bah1a pemikiran Islam mengenai hak@hak di
bidang sosial, ekonomi dan budaya telah jauh mendahului pemikiran barat. Ajaran Islam
tentang HAM dapat dijumpai dalam sumber utama ajaran Islam yaitu Al JurIan dan
Hadits yang merupakan sumber ajaran normatif, juga terdapat dalam praktik kehidupan
umat manusia. :onggak sejarah kepemihakan Islam terhadap HAM, yaitu pada
pendeklarasian Piagam Madinah yng dilanjutkan dengan 2eklarasi
%airo (#airo Declaration)
2alam piagam Madinah paling tidak ada dua jaran pokok yaituE semua pemeluk Islam
adalah satu umat 1alaupun mereka berbeda suku bangsa dan hubungan antar komunitas
muslim dengan non muslim didasarkan pada prinsipE
a. berinteraksi secara baik dengan sesama tetanggaH
b. saling membantu dalam menghadapi musuh bersamaH
c. membela meraka yang teraniayaH
d. saling menasehatiH
e. menghormati kebebasan beragama.
2ilihat dari tingkatnya, ada tiga bentuk hak asasi manusia dalam Islam.pertama,
hak daruri hak dasar$.sesuatu dianggap hak dasar apabila hak tersebut dilanggar, bukan
hanya membuat manusia sengsara,tetapi juga hilang eksistensinya, bahkan nhilang harkat
kemanusiaanya. %edua, hak sekunder hajy$, yaitu hak@hak yang apabila tidak dipenuhi
akan berakibat pada hilangnya hak@hak elementer, misalnya , hak seseorang untuk
memperoleh sandang pangan yang layak, maka akan mengakibatkan hilangya hak hidup.
%etiga hak tersier (tahsiny) yakni hak yang tingkatanya lebihrendah dari hak primer dan
sekunder.
G. PELANGGARAN DAN PENGADILAN HAM.
Pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang
termasuk aparat negara baik disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi,
menghalangi, membatasi, dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok
orang yang dijamin oleh undang@undang, dan tidak didapatkan , atau dikha1atirkan tidak
akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar, berdasarkan mekanisme
hukum yang berlaku // .o.!8>!""" tentang pengadilan HAM$. Pelanggaran ham
dikelompokkan pada dua bentuk yaituE pelanggaran HAM berat dan pelanggaran ham
ringan. Pelanggaran HAM berat meliputi kejahatan genosida dan kejahatan kemanusiaan
//. .o. !8>!""" tentang pengadilan HAM$. Sedangkan bentuk pelanggaran HAM
ringan selain dari bentuk pelanggaran HAM berat.
%ejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk
menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras,
kelompok etnis, dan kelompok agama. %ejahatan genosida dilakukan dengan cara
membunuh anggota kelompok, mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat
terhadap anggota@ anggota kelompok, menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang
akan mengakibatkan kemusnahan secayra fisik baik seluruh atau sebagianya.
Memaksakan tindakan@tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran didalam kelompok,
dan memindahkan secara paksa anak@anak dari kelompok@kelompok tertentu ke
kelompok yang lain // .o. !8>!""" tentang pengadilan HAM$.
Sementara itu kejahatan kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai
bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bah1a serangan
tersebut di tujukan secara langsung terhadap penduduk sipil berupa pembunuhan,
pemusnahan, perbudakan, perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik
lain secara se1enang@1enang yang melanggarasas@asas$ ketentuan pokok hukum
internasional.
Pelanggaran terhadap hak asasi manusia dapat dilakukan baik oleh aparatur negara
maupun bukan aparatur negara // .o. !8>!""" tentang pengadilan HAM$. %arena itu
penindakan terhadap pelanggaran hak asasi manusia tidak boleh hanya ditujukan kepada
aparatur negara, tetapi juga pelanggaran yang dilakukan oleh bukan aparatur negara.
Penindakan terhadap pelanggaran hak asasi manusia tersebut dilakukan melalui proses
peradilan hak asasi manusia mulai dari penyelidikan, penuntutan dan persidangan
terhadap pelangaran yang terjadi harus bersifat non@diskriminatif dan berkeadilan.
Pengadilan HAM merupakan pengadilan kusus yang berada di lingkungan pengadilan
umum.
Mengenai pelanggaran hak asasi manusia dalam kategori berat seperti genocida dan
kejahatan terhadap kemanusiaan yang berdasarkan hukum internasional dapat digunakan
asas retroaktif, diberlakukan pasal mengenai ke1ajiban untuk tunduk kepada pembatasan
yang ditetapkan dengan undang@undang sebagaimana tercantum dalam pasal !' ayat !$
/ndang@/ndang 2asar #&)* yang berbunyiE
62alam menjalankan hak dan kebebasan setiap orang 1ajib tunduk kepada pembatas
yang ditetapkan dengan undang@undang dengan maksud semata@mata untuk menjamin
pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi
tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai@nilai agama, keamanan dan
ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis7.
2engan ungkapan lain asas retrokatif dapat diberlakukan dalam rangka melindungi hak
asasi manusia itu sendiri berdasarkan pasal !' ayat !$ /ndang@/ndang 2asar #&)*
tersebut. ,leh karena itu /ndang@/ndang ini mengatur pula tentang pengadilan HAM ad
hoc untuk memeriksa dan memutuskan perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat
yang terjadi sebelum diundangkanya /ndang@/ndang ini. Pengadilan HAM ad hoc
dibentuk atas usul 2e1an Per1akilan ;akyat berdasarkan peristi1a tertentu dengan
keputusan presiden dan berada dilingkungan pengadilan umum.
2isamping adanya pengadilan HAM ad hoc, /ndang@/ndang ini menyebutkan juga
keberadaan komisi kebenaran dan rekonsiliasi sebagaimana dimaksud dalam ketetapan
MP;@;I .o.= >MP;>!""" tentang pemantapan persatuan dan kesatuan .asional. %omisi
kebenaran dan rekonsiliasi yang akan dibentuk dengan /ndang@/ndang sebagai lembaga
ekstra@yudisial yang ditetapkan dengan /ndang@/ndang yang bertugas untuk
menegakkan kebenaran dengan mengungkapkan penyalahgunaan kekuasaan dan
pelanggaran hak asasi manusia dimasa lampau. Sesuai dengan ketentuan hukum dan
perundang@undangan yang berlaku dan melaksanakan rekonsiliasi dalam perspektif
kepentingan bersama sebagai bangsa.
Pengadilan HAM berkedudukan di daerah kabupaten atau daerahkota yang daerah
hukumnya meliputi daerah hukum pengadilan negeri yang bersangkutan. /ntuk daerah
kusus ibukota Aakarta, pengadilan HAM berkedudukan din setiap 1ilayah pengadilan
negara yang bersangkutan. Pengadilan HAM bertugas dan ber1enang memeriksa dan
memutus perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Pengadilan HAM juga
ber1enangmemeriksa dan memutuskan perkara pelanggaran hak asasi manusia yang
berada dan dilakukan diluar batas teritorian 1ilayah negara ;epublik Indonesia oleh
1arga negara Indonesia. Pengadilan HAM tidak ber1enang memeriksa dan memutuskan
perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat yang dilakukan oleh anak yang
berumur diba1ah #'delapan belas$ tahun pada saat kejahatan dilakukan. 2alam
pelaksanaan peradilan HAM, pengadilan HAM menempuh proses pengadilan melalui
hukum acara pengadilan HAM sebagaimana ynag terdapat dalam /ndang@/ndang
pengadilan HAM.
H. PENANGGUNG "A#AB DALAM PENEGAKAN$ PERLINDUNGAN$ DAN
PEMENUHAN HAM DIINDONESIA.
:anggung ja1ab pemajuan, penghormatan, dan perlindungan HAM tidak saja di
bebankan kepada negara melainkan juga kepada indi3idu 1arga negara. Artinya negara
dan indi3idu sama@sama memiliki tanggung ja1ab terhadap pemajuan penghormatan dan
perlindungan HAM.
2alam kaitanya dengan indi3idu tersebut, mickelmengajukan tiga alasanE
). Sejumlah besar problem HAM tidak hanya melibatkan aspek pemerintah tetapi juga
kalangan s1asta atau kalangan diluar negara, dalam halini adalah rakyat.
*. HAM sejatinya bersandar pada pertimbangan@pertimbangan normatif agar umat
manusia diperlakukan dengan human@dignity@nya.
8. Indi3idu memiliki tanggung ja1ab atas dasarprinsip@prinsip demokrasi dimana setiap
orang memiliki ke1ajiban@ke1ajiban atau ikut menga1asi tindakan pemerintah. 2alam
masyarakat demokratis, sesuatu yang menjadi ke1ajiban pemerintah juga menjadi
ke1ajiban rakyat.
Hakikat HAM dan Pelanggaran HAM di Indonesia
Secara teoritis Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri manusia yang
bersifat kodrati dan fundamental sebagai suatu anugerah Allah yang harus dihormati,
dijaga, dan dilindungi. Sedangkan hakikat Hak Asasi Manusia sendiri adalah merupakan
upaya menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui aksi keseimbangan
antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum. Begitu juga upaya
menghormati, melindungi, dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia menjadi ke1ajiban
dan tangung ja1ab bersama antara indi3idu, pemeritah Aparatur Pemerintahan baik Sipil
maupun Militer$, dan negara.
Berdasarkan beberapa rumusan hak asasi manusia di atas, dapat ditarik kesimpulan
tentang beberapa sisi pokok hakikat hak asasi manusia, yaitu E
a. HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun di 1arisi, HAM adalah bagian dari manusia
secara otomatis.
b. HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis,
pandangan politik atau asal usul sosial, dan bangsa.
c. HAM tidak bisa dilanggar, tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau
melanggar hak orang lain. ,rang tetap mempunyai HAM 1alaupun sebuah negara
membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM.
%emudian, Pelanggaran HAM sering terjadi pada semua aspek kehidupan, sebut saja
salah satu contoh kekerasan terhadap perempuan. Hal ini bukanlah satu hal yang asing
dikalangan rakyat Indonesia.
Banyak jenis pelanggaran HAM yang terjadi. Selain pelenggaran HAM yang berupa
kekerasan terhadap perempuan ada juga pelanggaran HAM yang berkaitan dengan
persoalan@persoalan politik di Indonesia dan beberapa sebab yang lain yang sebenarnya
sudah sangat melampui batas.
Berikut ini akan ditampilkan beberapa contoh pelanggaran HAM di Indonesia selama
,rde Baru sepanjang tahun #&&"@#&&', seperti yang dikutip dari
http>>E111.sekitarkita.com, adalah sebagai berikut E
:ahun #&&# E
#. Pembantaian dipemakaman santa FruC, 2ili terjadi oleh AB;I terhadap pemuda.
Pemuda :imor yang mengikuti prosesi pemakaman rekannya !"" orang meninggal
:ahun #&&! E
#. %eluar %epres tentang Monopoli perdagangan oleh perusahaan :ommy Suharto
!. Penangkapan <anana Gusmao
:ahun #&&5 E
#. Pembunuhan terhadap seorang aktifis buruh perempuan, Marsinah. :anggal ' Mei
#&&5.
:ahun #&&8 E
#. %erusuhan anti %risten di :asikmalaya. Peristi1a ini dikenal dengan kerusuhan
:asikmalaya. !8 2esember #&&8$
!. %asus tanah Balongan
5. Sengketa antara penduduk setempat dengan pabrik kertas Mucura Bnim mengenai
pencemaran lingkungan
). Sengketa tanah Manis Mata
*. %asus ?aduk .ipoh di Madura, dimana korban jatuh karena ditembak aparat. %etika
mereka memprotes penggusuran tanah mereka
8. %erusuhan Situbondo, puluhan Gereja di bakar
9. %erusuhan Sambas Sang3aledo. 5" 2esember #&&8$
:ahun #&&9 E
#. %asus tanah %emayoran
!. %asus pembantaian mereka yang di duga pelaku dukun santet di Aa@:im
:ahun #&&' E
#. %erusuhan Mei di beberapa kota meletus. Aparat keamanan bersikap pasif dan
membiarkan. ;ibuan ji1a meninggal, puluhan perempuan di perkosa dan harta benda
hilang. :anggal #5@#* Mei #&&'
!. Pembunuhan terhadap beberapa mahasis1a :risakti di Aakarta, dua hari sebelum
kerusuhan Mei
5. Pembunuhan terhadap beberapa mahasis1a dalam demontrasi menentang Sidang
Istime1a #&&'. Peristi1a ini terjadi pada #5@#) .o3ember #&&' dan dikenal dengan
:ragedi Semanggi, dan lain@lain.