You are on page 1of 26

FORMULA TABLET

Formula Tablet
• Bahan aktif
• Bahan tambahan
– Pengisi (filler, dilluent)
– Pengikat (binder)
– Penghancur (disintegrant)
– Pelincir (lubrikan, antiadheren, glidan)
– Lain-lain : pemanis (korigensia), pewarna
(colloring)
A. Bahan Aktif
• Obat yang tidak larut
– Kerja lokal dalam GI
• Antasid, anticacing, adsorben
• Obat yang larut
– Efek sistemik, setelah obat terdisolusi yang
diikuti dengan absorpsi
Disain bentuk produk obat
Tergantung tujuan kerja yang diingini
• Bentuk tidak larut
– Kerja obat terutama dipengaruhi oleh fenomena
permukaan
– Disain produk yang segera terdispersi merupakan
faktor kritis dalam menghasilkan partikel yang halus
dengan LP yang besar
– Parameter kritis : efek formulasi, granulasi dan
tableting terhadap :
• Sifat-sifat permukaan bahan
• Kemampuan bahan untuk melepaskan diri dari sediaan
• Bentuk terlarut
• Bentuk terlarut
– Kerja sistemik, terutama dipengaruhi oleh
proses absorpsi
– Faktor kritis : disain produk yang cepat
terdisintegrasi dan terdisolusi di daerah
sebelum atau pada lokasi absorpsi
Proses terhadap bahan aktif
Tergantung pada :
• Sifat fisikokimia
– Bentuk kristal (kubus) dapat dikompresi
langsung.
– Kelarutan obat
• Jika kelarutan terbatas, hal yang berpengaruh
terhadap disolusi/absorpsi: ukuran partikel dan
distribusi yang uniform dalam tablet.
• Kelarutan baik, hal yang berpengaruh terhadap
disolusi/absorpsi: ukuran partikel saja

Proses terhadap bahan aktif
• Dosis yang dibutuhkan
– Dosis rendah (kecil 50 mg):
• Ada masalah keseragaman distribusi obat
• Kemungkinan tidak tercampur dengan eksipien
• Terjadi pemisahan selama proses kompresi
– Dosis tinggi
• Senyawa dengan bulk volume besar,
kompresibilitas rendah, aliran buruk : tidak
mungkin dicetak langsung
Proses terhadap bahan aktif
• Tujuan pemakaian
– Tablet hisap
– Tablet lepas lambat
– Tablet salut
• Masing-masing memerlukan formulasi berbeda
• Metode tableting yang digunakan
– Cetak langsung: bermanfaat untuk bahan
yang peka panas dan lembab
– Cetak granulasi

B. Bahan Tambahan (aditif)
• Dikelompokkan sesuai dengan fungsi utamanya dalam
tablet karena beberapanya mempunyai fungsi sekunder.
Contohnya :
– Beberapa pengisi dapat mempermudah disolusi
– Kebanyakan lubrikan yang efektif bersifat tidak suka air,
sehingga dapat memperlambat disintegrasi dan disolusi
• Pemilihan aditif lebih kritis pada tablet dengan obat yang
tidak larut
• Aditif yang mempengaruhi karakteristik tablet : pengisi,
pengikat dan pelincir. Sedangkan yang mempengaruhi
biofarmasetik, stabilitas dan marketing : disintegran,
pewarna dan pemanis

Persyaratan umum bahan tambahan
• Bersifat netral dan tidak toksik
• Tidak mengiritasi
• Tersatukan dengan bahan lain dan wadah
• Stabil selama penyimpanan
• Tidak mengganggu penentuan
kandungan/potensi bahan aktif

Zat Pengisi
• Syarat utama : tidak menghambat liberasi
dan disintegrasi obat
• Fungsi : memperoleh berat tablet/ukuran,
minimal 50 mg, diameter ≤ 3 mm
– Umumnya diurancang dengan ukuran sekecil
mungkin yang dapat dikompresi

• Bersifat higroskopis
– Mengadsorpsi air/lembab
• Untuk obat yang peka lembab: tidak boleh dikombinasi
– Tidak mudah dihilangkan dengan pemanasan
• Tergantung terikat atau tidak terikatnya lembab
• Contoh: CaSO4 dihidrat mengandung 12% lembab terikat:
air terikat sebagai air kristal, sehingga tidak dapat
terlepas/hilang pada pemanasan sampai suhu 80 ‘C
– Kadar lembab 1,7 – 5,6 % mungkin untuk formulasi
tablet cetak langsung
– Contoh mengadsorpsi dalam jumlah sedikit :
dikalsium posfat, laktosa anhidrat; jumlah sedang:
manitol, dekstrosa; jumlah besar: sorbitol, sukrosa
Pengaruh pengisi terhadap liberasi obat
• Penelitian tentang kapsul HCT, disolusi paling
cepat:
– Laktosa : hidrofil, sehingga dispersi molekul obat
hidrofob mudah, terjadi penetrasi medium disolusi
– Mikrokristalin selulosa (MCC): menarik air medium
disolusi tapi tidak mendispersi obat
– Amylum jagung : membentuki massa viskus,
sehingga menghambat disolusi
– Dibasik kalsium posfat : tidak larut, sedikit hidrofob,
membatasi dispersi obat, disolusi lambat
• Pelepasan obat dari tablet dengan pengisi yang
larut, lebih cepat dari yang tidak larut




Jenis pengisi berdasar kelarutan
• Pengisi larut
– Laktosa, sokrosa, glukosa
• Pengisi tidak larut
– Kalsium posfat, MCC, amylum termodifikasi
Laktosa
• Bahan pengisi paling banyak dipakai karena tidak
bereaksi dengan hampir semua bahan obat baik yang
digunakan dalam bentuk hidrat atau anhidrat
• Laktosa anhidrat mempunyai kelebihan karena tidak
bereaksi dengan pereaksi Maillard yang dapat
menimbulkan warna coklat dan perubahan warna
dengan obat-obat tertentu
• Kelemahan laktosa anhidrat: dapat menyerap lembab
bila terkena udara sehingga meningkatkan kelembaban
tablet
• Jika digunakan cara granulasi basah, harus digunakan
laktosa hidrat
Manitol
• Gula paling mahal
• Panas larutannya negatif, sehingga
kelarutannya lambat
• Rasa enak dimulut, sehingga banyak digunakan
dalam tablet kunyah
• Relatif tidak higroskopis sehingga dapat
digunakan dalam formulasi vitamin
• Sifat alir kurang baik, sehingga membutuhkan
lubrikan yang banyak dari biasanya (3-6 kali)
Zat Pengikat
• Fungsi
– Meningkatkan daya kohesifitas serbuk (yang
mungkin diperlukan untuk membentuk
granul), sehingga jika dikompresi akan
membentuk massa yang kohesif/kompak
sebagai tablet
• Banyak zat pengisi juga bersifat sebagi zat
pengikat
• Contoh pengisi-pengikat: MCC
– Partikel MCC saling berikatan dengan ikatan hidrogen
dan mengalami deformasi plastis yang tinggi dengan
bertanbahnya tekanan cetak
– Dengan sifat ini, akan menyebabkan daya kohesinya
menjadi lebih besar sehingga partikel dari bahan aktif
akan terlapisi membentuk sediaan yang kompak dan
solid
– Pada kelembaban yang tinggi, tablet MCC cendrung
menjadi lunak dan mengembang sehingga daya
ikatnya berkurang. Tapi efek ini bersifat reversibel
Faktor untuk memilih pengisi-pengikat yang
optimum untuk cetak langsung
• Kompaktibilitas
• Sifat alir
• Ukuran dan distribusi partikel
• Kandungan air dan tipe
• Densitas massa
• Kelarutan (dalam GI)
• Stabilitas tablet
• Harga dan ketersediaan
Sifat pengikat dan permasalahan
• Tersedia dalam kondisi bervariasi, dalam
hal:
– Sifat alir: ditentukan oleh ukuran partikel dan
densitas massa
– Kompaktibilitas: fenomena yang terjadi saat
partikel mengalami pengempaan:
• Deformasi plastis: kekerasan tablet
• Deformasi elastis : sukar menghasilkan massa
kompak; terjadi capping
Penambahan pengikat
• Dalam bentuk larutan/terdispersi dalam air: amylum
dalam bentuk mucilago
– Sifat bahan : mudah mengembang dalam air
– Fungsi : membuat granul dari bahan aktif yang stabil dari lembab
dan panas
• Dalam bentuk kering
– Sifat bahan : sifat alir baik, dapat berfungsi sebagai pengisi,
penghancur; biasanya untuk cetak langsung
• Dalam bentuk larutan/bentuk kering, kemudian diaktifkan
dengan pelarut organik
– Sifat bahan: tidak larut air tapi larut dalam pelarut organik; untuk
zat yang rusak/terurai karena adanya lembab dan panas seperti
vitamin C
– Contoh: PVP dalam alkohol
Contoh pengikat
• Pasta amylum
• PVP (kollidon dan plasdone)
– Sebagai larutan air atau alkohol
– Bisa sebagai pengikat kering
– Dapat memperbaiki disolusi dan BA obat dengan
dosis kecil dan kelarutan buruk
• MCC : Avicel PH 101 (serbuk), PH 102 (granul)
– Pengisi/pengikat
• Dibasik kalsium posfat dihidrat (Emcompres)
– Pengisi/pengikat

Pasta Amylum
• Dibuat dengan mendispersikan amylum ke
dalam air, kemudian dipanaskan selama
beberapa waktu tertentu
• Pada pemanasan, amylum mengalami hidrolisis
menjadi dekstrin dan glukosa
• Pasta yang bening cendrung lebih baik dari
pada larutan yang jernih (ini menunjukkan telah
terjadi perubahan yang sempurna menjadi
glukosa) dan menghasilkan kohesi tablet yang
dapat segera hancur jika diformulasi dengan
baik
Zat Pengancur
• Tujuan : agar tablet dapat pecah dengan segera
jika terjadi kontak dengan cairan lambung/air,
menjadi partikel-partikel halus, sehingga bahan
aktif yang dikandungnya cepat dibebaskan
• Fungsinya berlawanan dengan zat pengikat.
Makin kuat daya ikat bahan pengikat, maka
dipilih penghancur yang daya hancurnya juga
semakin besar
• Beberapa disintegran juga bertindak sebagai
pengikat. Contoh; MCC
• Klasifikasi (menurut tempat kerja)
– Penghancur dalam (intragranular)
• Menghasilkan partikel-partikel halus
– Penghancur luar (ekstragranular)
• Hancurnya tablet lebih cepat
• Cara penambahan:
– Sebelum granulasi
– Selama tahap lubrikasi
– Pada kedua tahap tersebut sebelum kompresi
• Pengancur yang baik:
– Perbandingan antara sebelum dan sesudah diberi
cairan adalah 1,6 (x pengembangan): biasanya untuk
bahan yang dapat menyerap air lebih dari 20% dan
tidak larut
– Untuk bahan yang dapat menyerap air lebih 40%, tapi
larut : meningkatkan waktu hancur tablet
• Mekanisme hancurnya tablet
– Efek kapilaritas
• Contoh: .Hancurnya tablet MCC. Mekanismenya: melalui
pori-pori kapiler air akan berpenetrasi ke dalam matriks tablet
dan memutus ikatan kohesif (hidrogen) antar partikel MCC
dan akan menyebabkan bertambahnya volume pori sehingga
tablet akan pecah
– Mengembangnya bahan penghancur
• Adanya air, terjadi pengembangan: tekanan dalam tablet
meningktat, tablet pecah
– Terbentuknya gas CO2
• Pada tablet effervescent: adanya air, kedua bahan asam dan
basa bereaksi: terbentuk gas CO2, tekanan dalam tablet
meningkat, tablet pecah