You are on page 1of 30

Ekstraksi

Ekstrasi, pemisahan satu atau beberapa bahan dari


suatu padatan atau cairan dengan bantuan pelarut
dimana pemisahan terjadi atas dasar perbedaan
kelarutan dari komponen-komponen dalam
campuran
Proses ekstraksi terdiri dari tahap-tahap berikut:
- Pencampuran bahan ekstraksi dan pelarut
- Pemisahan larutan ekstrak dari rafinat
- Isolasi ekstrak dari larutan ekstrak
Proses Ekstraksi
Pencampuran
Pemisahan
Larutan ekstrak Residu ekstraksi
Isolasi
Pelarut Ekstrak
Pelarut Bahan ekstark
Kriteria Pemilihan Pelarut
Selektifitas, hanya melarutkan
ekstrak yang diinginkan
Kelarutan, kemampuan melarutkan
ekstrak besar
Kemampuan tidak saling campur,
tidak saling campur dengan bahan
ekstraksi
Kerapatan, mempunyai perbedaan
kerapatan yang besar dengan bahan
ekstraksi
Reaktivitas, Tidak menyebabkan
reaksi kimia dengan bahan ekstraksi
Titik didih, mempunyai perbedaan
titik didih besar antara pelarut
dengan ekstrak.
PEMILIHAN
PELARUT
Selektifitas
Titik
didih
Kemampuan
tak
bercampur
Reaktivitas
Kerapatan
Kelarutan
Alat Ekstraksi (Ekstraktor)
Alat Ekstraksi (ekstraktor) dibagi 2 (dua)
1. Ekstraktor padat-cair
- Ekstraktor tak kontinyu
- Ekstraktor kontinyu

2. Ekstraktor Cair-cair
- Ekstraktor tak kontinyu
- Ekstraktor kontinyu.
Ekstraktor Padat-Cair Tak kontinyu
1. Tangki Pengaduk
Ekstraktor tangki
pengaduk merupakan alat
paling sederhana untuk
ekstraksi.
Bahan ekstraksi padat
dicampur beberapa kali
dengan pelarut segar
dalam tangki pengaduk
Larutan ekstrak
dipisahkan dengan
penjernihan atau
penyarringan.
Pelarut
Bahan Ekstraksi
Penyaringan
/Penjernihan
Ekstraktor Padat-Cair Tak kontinyu
2. Tangki dengan pelat ayak.
Alat ini terdiri dari tangki
pengaduk yang dilengkapi
dengan pelat ayak dan saringan
pada bagian dalam tangki
Bahan ekstraksi diletakan di
atas pelat ayak horisontal,
pelarut dialirkan dari atas ke
bawah dan dilakukan
pengadukan pada bagian atas
pelat ayak
Ekstraktor ini sesuai untuk
bahan padat yang tidak terlalu
halus.
Pelarut Bahan ekstraksi
Penyaringan
Isolasi
Ekstraktor Padat-Cair Tak kontinyu
3.Tangki pelat ayak dengan ketel
destilasi
Alat terdiri dari tangki pelat ayak
yang dilengkapi dengan kondensor
dan ketel destilasi
Larutan ekstrak dari tangki masuk
ke ketel destilasi, pelarutnya
diuapkan dan dikondensasi dalam
kondensor, masuk kembali ke
ekstraktor
Mempunyai keuntungan
:penggunaan pelarut relatif kecil,
kerugiannya : banyak
menggunakan energi.
Umpan Pelarut
Kondenser
Ekstraktor
Ketel Destilasi
Larutan Ekstrak
Ekstraktor Padat-Cair Kontinyu
1. Ekstraktor Keranjang (bucket-
wheel extractor)
Bahan ekstrak terus menerus
dimasukka ke dalam sel-sel
yang berbentuk sektor dari
sebuah rotor yang berputar
lambat mengelilingi poros
vertikal.
Bagian bawah sel ditutup oleh
pelat ayak, dan bahan padat
dibasahi dari arah berlawanan
oleh pelarut. Pelarut dipompa
dari sel ke sel dan disiramkan
ke atas bahan padat.
Larutan
ekstrak
Pelarut
Bahan
ekstraksi
Ekstraktor Padat-Cair Kontinyu
2. Ekstraktor Sabuk (belt
extractor)
Bahan ekstraksi
diumpankan secara
kontinyu di atas sabuk
ayak yang melingkar.
Di sepanjang sabuk
bahan dibasahi oleh
pelarut atau larutan
ekstrak dengan
konsentrasi yang
meningkat.
Larutan Ekstrak
Rafinat
Pelarut
Bahan
ekstraksi
Ekstraktor Cair-cair tak kontinyu
Tangki Pengaduk
Ekstraktor tangki pengaduk
untuk ekstraksi cair-cair terdiri
dari tangki yang bagian
bawahnya runcing (dilengkapi
dengan perkakas pengaduk,
penyalur bawah, dan kaca intip.
Bahan ekstrak cair dicampur
berulangkali dengan pelarut
segar dalam tangki pengaduk.
Larutan ekstraksi yang
dihasilkan dipiasahkan dengan
cara penjernihan
(pengaruh gaya berat)

Bahan ekstraksi
Pelarut
Isolasi
Ekstraktor Cair-cair kontinyu
1. Kolom denyut (Pulsating
column)
Kolom denyut adalah kolom
pelat ayak dan kolom benda
pengisi, yang seluruh
cairannya dibuat berosilasi
terus menerus dengan bantuan
pompa toraks.
Pompa toraks diletakan pada
bagian bawah kolom, efek
denyut menghasilkan fasa
ringan terdesak melalui
lubang-lubang pelat ayak
pada saat torak bergerak
maju. Pada saat toraks
bergerak mundur, fasa berat
dihisap kebawah melalui
lubang pelat ayak.
Fasa bertat
Fasa ringan
Rafinat
Larutan
ekstraksi
Ekstraktor Cair-cair kontinyu
2. Kolom Rotasi (Rotary
column)
Pada kolom rotasi,
disepanjang kolom terdapat
perkakas pengaduk yang
mirip cakram. Cakram
terpasang pada sebuah poros
vertikal di dalam kolom.
Kedua cairan mengalir
dalam arah berlawanan
secara berganti masuk
keruang-ruang pencampur
(kedua cairan dicampurkan
oleh cakram-cakram
berputar) dan ruang-ruang
pemisahan.

Fasa berat
Fasa ringan
Larutan ekstrak
Rafinat
Sorpsi
Sorpsi adalah proses pemisahan bahan dari suatu
campuran cair atau campuran gas; bahan yang
akan dipisahkan terikat pada permukaan padatan
atau cairan yang disebut bahan sorpsi (sorben)
Dari jenis ikatan, sorpsi dibagi menjadi
- Adsorpsi: pengikatan bahan pada permukaan
sorben padat dengan cara pelekatan
- Absorpsi: Pengikatan bahan pada permukaan cair
dengan cara pelarutan.
Adsorpsi
Adsorpsi adalah suatu proses pemisahan bahan dari campuran gas atau cair,
bahan yang harus dipisahkan ditarik oleh permukaan sorben padat dan diikat
oleh gaya-gaya yang bekerja pada permukaan tersebut.
Contoh-contoh adsorpsi:
- Pengeringan udara atau gas-gas lain
- Pemisahan bahan yang mengandung racun atau yang berbau busuk dari
udara buang
- Penghilangan warna larutan
- Pemisahan bahan organik dari air
Kecepatan adsorpsi tergantung pada:
- perbedaan konsentrasi
- luas permukaan adsorben
- ukuran partikel
- porositas adsorben
- tekanan (gas)
- Viskositas (cairan)

Kecepatan
adsorpsi
Adsorpsi
Adsorben, bahan padat dengan luas permukaan dalam yang
sangat besar. Permukaan yang luas terbentuk karena banyaknya
pori yang halus pada permukaan padat tersebut.
Biasnya luas permukaan adsorben sekitar 200-1000m
2
/g,
diameter pori sebesar 0,0003-0,02 m.
Regenerasi adsorben:pemanasan, penurunan tekanan, pencucian
dengan bahan yang tak dapat diadsorpsi, pendesakan dengan
bahan yang lebih baik diadsorpsi, dan ekstraksi dengan pelarut.
Adsorben yang umum digunakan:
- Karbon aktif
- Silika gel
- Aluminium oksida
- Moleculaer sieve

Peralatan Adsorpsi
Alat-alat adsorpsi umumnya
terdiri dari unggun adsorben
diam, dalam tangki silinder
vertikel (adsorber).
Unggun dilewati oleh
campuran yang akan
dipisahkan (gas atau cairan)
yang mengalir dari bawah ke
atas.
Alat adsorpsi biasanya terdiri
dari 2 buah adsorber yang
dipasang seri, ini berguna
untuk proses kontinyu
dimana regenerasi adsorben
tidak menghambat proses.
Sorpsi
Gas
Pelarut
Uap
Uap Air
Regenerasi
Air
Pelarut
Absorpsi
Absorpsi ialah proses pemisahan bahan dari suatu campuran gas
dengan cara pengikatan bahan tersebut pada permukaan sorben
cair yang diikuti dengan pelarutan.

Absorbsi digunakan untuk: pembersihan gas (misalnya gas
buang), pemisahan campuran gas, dan proses kimia (pembuatan
asam sulfat, absorpsi SO
3
; pembuatan asam nitrat, absorpsi NO
dan NO
2
).

Kecepatan absorpsi:
- perbedaan konsentrasi
- luas permukaan absorben
- suhu
- tekanan
- viskositas

Absorpsi
Absorben, cairan yang dapat melarutkan bahan yang akan
diabsorpsi pada permukaannya, baik secara fisik maupun
secara kimia.
Absorben harus mempunyai persyaratan sbb:
- daya pelarutan besar
- selektif
- tekanan uap rendah
- viskositas rendah
- stabil terhadap suhu
- murah.
Absorben yang sering digunakan:
- Air; untuk untuk gas yang dapat larut dan debu
- NaOH; untuk gas-gas yang dapat bereaksi seperti asam
- H
2
SO
4
; untuk gas-gas alkali.
Alat absorbsi

Alat absorbsi, disebut juga absorber adalah tempat
campuran gas dan absorben dikontakan satu sama
lain secara intensif, biasanya dalam arah yang
berlawanan.
Untuk maksud tersebut absorben didistribusikan
sebaik mungkin dengan bantuan: penyemprot,
benda pengisi, pelat, benda rotasi.
Alat-alat absorpsi yang terpenting adalah alat
pencuci:
- Menara pencuci (scrubber tower)
- Pencuci pusaran
- Pencuci rotasi
Alat absorpsi
1. Menara pencuci
Menara pencuci terdiri
dari bejana berbantuk
silinder yang diisi
dengan benda jejal
(packing) dan alat
penyemprot air.

Gas/udara buang
dialirkan dari bagian
bawah menara dan
diperciki air bersih dari
bagian atas menara.
Udara
buang
Air kotor
Udara bersih
Air bersih
Alat Absorpsi
2. Pencuci Pusaran
Pada pencuci pusaran, udara
buang masuk dalam air pencuci
yang berpusar oleh alat pusaran
sehingga terjadi pembasahan
menyeluruh dari partikel debu
dalam udara buang.
Campuran air-gas terpisah
karena tetes air dan debu jatuh
kembali ke dalam bejana
penyedia air dan gas bersih akan
keluar.
Pencuci pusaran sesuai untuk
debu berukuran kasar.
Udara
buang
Air kotor
Udara bersih
Pemisah
tetesan
Air bersih
Alat Absorpsi
3. Pencuci Rotasi
Cairan pencuci
didistribusikan ke dalam
suatu ruangan oleh sebuah
cakram yang berputar
sehingga terbentuk lapisan
tetesan air.
Udara buang yang
mengandung debu
melewati lapisan tersebut
sehingga terjadi
pemisahan debu yang
intensif.
Udara buang
Udara bersih
Air bersih
Air kotor
Pertukaran Ion
Pertukaran ion adalah proses dimana ion-ion dari suatu
larutan elektrolit diikat oleh permukaan bahan padat
(penukar ion), sebagai pengganti ion-ion tersebut ion-ion
dari bahan padat diberikan ke dalam larutan.
Penukar ion adalah bahan padat yang mengandung bahan
aktif dengan ion-ion yang dapat dipertukarkan.
Penukar ion dibagi dua:
- Penukar kation (bersifat asam)
R
-
- H
+
+ Na
+
R
-
- Na
+
+ H
+
- Penukar anion (bersifat basa)
R
+
- OH
-
+ Cl
-
R
+
- Cl
-
+ OH
-

Penukar Ion
Penukar ion umumnya berupa bahan organik yang dibuat secara
sintetik dan mengandung bagian aktif yang dapat dipertukarkan,
contoh:
- penukar kation: kelompok asam sulfo SO
3
-H
+
(dengan sebuah ion
H
+
yang dapat ditukar)
- penukar anion: kelompok amonium kuartener N-(CH)
3
+
OH
-

(dengan sebuah ion OH
-
yang dapat ditukar)
Sifat-sifat penukar ion yang diharapkan: daya pengambilan besar
(kapasitas), selektifitas besar, kecepatan petukaran besar, ketahanan
terhadap suhu dan pengaruh kimia.
Regenerasi penukar ion:
- regenerasi penukar kation (dengan asam encer, HCl)
R
-
- Na
+
+ H
+
R
-
- H
+
+ Na
+

- regenerasi penukar anion (dengan basa encer, NaOH)
R
+
- Cl
-
+ OH
-
R
+
- OH
-
+ Cl
-


Alat Penukar Ion
1. Alat pelunakan air
Alat
pelunakan/menghilangkan
kesadahan air terdiri dari
kolom yang bersisi resin
penukar kation.
Air yang akan diolah dialirkan
dari bagian atas kolom dan
hasilnya diukur dengan alat
pengukur konduktivitas pada
bagian bawah kolom.
Regenerasi resin penukar
kation dilakukan dengan
mengalirkan garam dapur
(NaCl) pada bagian atas
kolom.
Air mentah
Regenerasi dengan
larutan NaCl
Penukar
kation
Ca(HCO
3
)
2

Mg(HCO
3
)
2

CaSO
4

MgSO
4

CaCl
2

MgCl
2


CaCl
2
MgCl
2

Air
H
2
CO
3

Na
2
SO
4
NaCl
Na
2
SO
4
NaCl
Penghilangan gas
CO
2

Alat Penukar Ion
2. Alat demineralisasi air kolom ganda
Alat demineralisasi air umumnya terdiri
dari dua kolom yang berisi penukar
kation dan penukar anion yang dipasang
seri.
Alat demineralisasi dilengkapi alat
konduktivitas yang merupakan ukuran
untuk konsentrasi ion
Pada proses kolom ganda, air mentah
mula-mula masuk ke dalam kolom
penukar kation (semua kation dalam air
ditukar dengan ion hidrogen) dan
diteruskan ke dalam kolom penukar
anion ( semua anion ditukar dengan ion
hidroksida). Ion hidrogen dan ion
hidroksida akan membentuk molekul air.
Regenerasi dengan HCl encer pada
penukar kation dan NaOH encer pada
penukar anion, kelebihan pelarut
regenerasi dapat dicuci dengan air.
Penukar
anion
Penukar
kation
Air bebas
mineral
Air buangan
regenerasi
NaOH
Air
mentah
HCl
Reaktor
Reaktor adalah suatu wadah tempat terjadinya
reaksi kimia dari reaktan tertentu menjadi
produk tertentu pada kondisi operasi
tertentu.
Jenis-jenis reaktor:
- Reaktor batch (batch reactor)
- Reaktor Tangki pengaduk kontinyu (CSTR,
continuous stirred tank reactor)
- Reaktor fixed-bed (reaktor katalitik)
Reaktor Batch
Tangki Pengaduk (Stirred Tank)
Tangki pengaduk adalah bejana
pengaduk tertutup berbentuk
silineder, yang terdiri dari: impeler,
motor pengaduk, mantel, lubang
khusus (pemasukan bahan, alat
ukur:termometer, manometer).
Reaktor batch umumnya digunakan
untuk skala produksi kecil dan
mempunyai waktu tinggal/campur
relatif lama sehingga menghasilkan
produk yang homogen. Tetapi
mempunyai biaya operasi yang
mahal dan tidak efisien untuk skala
produksi besar.

motor
termometer
impeler
Buangan
produk
mantel
Feed
Continuos Stirred Tank Reactor
(CSTR)
CSTR, merupakan
reaktor batch yang
dipasang seri sehingga
dapat bekerja secara
kontinyu.
Kelebihannya dari
reaktor batch dapat
dioperasikan untuk
skla produksi yang
lebih besar.
umpan
Produk
Reaktor Katalitik
Reaktor katalitik
merupakan reaktor tabung
(tubular) yang didalamnya
terdapat katalis yang
dipaking (fixed-
bed/packed).
Reaktor katalis biasanya
digunakan pada kondisi
suhu yang realtif lebih
rendah dibanding reaktor
lain sehingga dapat
meningkatkan efisiensi
energi.
Umpan
Produk
katalis