Pada skenario, organ yang terkena adalah kulit.

Berdasarkan histologi, kulit terbagi
atas 3 lapisan yaitu ;
1. Epidermis
2. Dermis
3. Endodermis
Lapisan epidermis terdiri atas : stratum korneum, stratum lucidium, stratum
granulosum, stratum spinosum, dan stratum basale. Lapisan epidermis ini, ketika
terkena peluru, maka akan tampak gambaran luka yang sama besar dengan peluru
yang digunakan pelaku untuk menembak ke korban serta akan nampak kelim lecet.
Berikut patomekanisme dari terbentuknya luka tembak pada kulit yang disebabkan
oleh anak peluru
1. Pada saat peluru mengenai kulit, kulit akan teregang,
2. Bila kekuatan anak peluru lebih besar dari kulit, maka akan terjadi robekan,
3. Oleh karena terjadi gerakan rotasi dari peluru (pada senjata yang beralur atau
rifled bored) , terjadi gesekan antara badan peluru dengan tepi robekan
sehingga terjadi kelim lecet (abration ring),
4. Oleh karena tenaga penetrasi peluru dan gerakan rotasi akan diteruskan
kesegala arah, maka sewaktu anak peluru berada dan melintas dalam tubuh
akan terbentuk lubang yang lebih besar dari diameter peluru,
5. Bila peluru telah meninggalkan tubuh atau keluar, lubang atau robekan yang
terjadi akan mengecil kembali, hal ini dimungkinkan oleh adanya elastisitas
dari jaringan,
6. Bila peluru masuk ke dalam tubuh secara tegak lurus maka kelim lecet yang
terbentuk akan sama lebarnya pada setiap arah,
7. Peluru yang masuk secara membentuk sudaut atau serong akan dapat
diketahui dari perangai kelim lecet,
8. Kelim lecet yang paling lebar merupakan petunjuk bahwa peluru masuk dari
arah tersebut, dengan kata lain kelim lecet yang terlebar menunjukkan arah
masuknya peluru