Koreksi visus

• Dilakukan apabila pasien dapat membaca huruf
snellen.
• Pemeriksaan dilakukan dengan teknik trial dan error
• Pasang trial frame
• Koreksi dilakukan bergantian dengan cara menurup
salah satu mata
• Pasang lensa sferis + 0.5D, bila visus membaik berarti
Hipermetropia
• Koreksi dilanjutkan dengan cara menambah /
mengurangi lensa sferis sampai didapatkan visus 6/6
• Koreksi yg diberikan pada hipermetrop adalah
koreksi lensa sferis positif terbesar yg memberikan
visus sebaik2nya
• Jika diberi lensa sferis positif menjadi bertambah
kabur, berarti Miiop maka lensa diganti dengan
lensa sferis negatif
• Koreksi dilanjutkan dengan cara menambahkan /
mengurangi lensa sferis sampai didapatkan visus
6/6
• Koreksi yg diberikan pada miop adalah koreksi lensa
sferis negatif terkecil yg memberikan visus
sebaik2nya
• Jika visus tidak bisa mencapai 6/6 maka dicoba
dengan memakai pinhole
• Bila visus membaiks setelah diberi pin hole, berarti
Astigmatisma maka dilanjutkan dengan teknik
Fogging
• Koreksi astigmatisma dengan teknik fogging
• Lensa koreksi sferis +/- yg memberikan visus terbaik
tetap terpasang
• Lepaskan pinhole kemudian diganti dengan lensa
fogging S+ 3.00 D, kemudian pasien disuruh meliat
kipas astigma