You are on page 1of 2

Hubungan Sistem Saraf dan Sistem Endokrin

Sistem saraf bekerja melalui neurotransmiter yang secara umum mengoordinasikan
aktivitas – aktivitas tubuh yang cepat, misalnya gerakan otot. Neurotransmiter adalah zat
perantara kimiawi yang dikeluarkan ke dalam celah sinaps dengan jarak jangkauan kerja
pendek yang berfungsi untuk membuka atau menutup saluran ion spesifik bila bergabung
dengan protein reseptor, contoh : asetilkolin, epinefrin, norepinefrin, histamin, glisin,
glutamat, aspartat.
Sistem endokrin bekerja dengan mensekresikan hormon ke dalam darah untuk
mempengaruhi tempat – tempat yang jauh, terutama mengontrol aktivitas metabolik dari
aktivitas lain yang memerlukan durasi daripada kecepatan, misalnya mempertahankan kadar
glukosa darah.
Sistem saraf dan sistem endokrin merupakan dua sistem kontrol utama tubuh. Sistem
endokrin dan sistem saraf, keduanya mengubah sel sasaran dengan mengeluarkan zat
perantara kimiawi ( neurotramsmiter atau hormon ) yang berinteraksi secara tertentu dengan
reseptor spesifik sel sasaran mereka.
Sistem saraf dan sistem endokrin secara fungsional berhubungan erat, banyak aspek
regulasi dari sistem saraf dan sistem endokrin yang saling bertemu ( neuroendokrin ). Ilmu
yang mempelajarinya disebut neuroendokrinologi.
1. Sistem saraf secara langsung atau tidak langsung menontrol sekresi hormon
Contoh :
 Sistem saraf simpatis menstimulasi medula adrenal untuk mensekresikan
epinefrin
 Pada keadaan stress, korteks adrenal mengeluarkan kortisol

2. Suatu zat perantara kimiawi dapat berupa hormon ( bila disekresikan kelenjar
endokrin ) dan neurotransmiter ( bila dikeluarkan dari ujung saraf )
Contoh : norepinefrin disekresikan sebagai hormon oleh medula adrenal dan
dibebeskan sebagai neurotransmiter oleh serat saraf pascaganglion simpatis

3. Neurohormon
Adalah hormon yang dikeluarkan ke dalam darah secara spesifik oleh neuron
neurosekretorik
Interaksi primer neuroendokrin yaitu pada hipotalamus – hipofisis. Hipofisis posterior
merupakan perpanjangan dari hipotalamus. Hipotalamus, terdiri dari sel – sel saraf
yang aksonnya bejalan melalui infundibulum untuk berakhir di kapiler hipofisis
posterior. Nukleus paraventrikel dan nukleus supraoptik yang berada di hipotalamus,
menghasilkan vasopresin dan oksitosin. Bila ada efek stimulatorik ke hipotalamus,
vasopresin atau oksitosin akan disekresikan dari hipotalamus posterior untuk
dilepaskan ke dalam darah.



4. Neuromodulator
Adalah zat perantara kimiawi yang tidak bekerja secara langsung pada sinaps. Bekerja
dengan konsentrasi yang jauh lebih rendah dari neurotransmiter dan menimbulkan
respon yang lebih lambat dan lebih berkepanjangan dengan menimbulkan perubahan
biokimia jangka panjang di sel saraf. Berupa neuropeptida atau steroid yang dapat
dihasilkan di jaringan saraf atau steorid yang beredar di sirkulasi. Contoh :
Kolesistokinin ( CCK ), dikeluarkan oleh usus halus untuk kontraksi kantung empedu
dan pelepasan empedu. CCK ditemukan juga di vesikel – vesikel sinaps di berbagai
daerah di otak yang berperan dalam rasa kenyang dan menurunkan persepsi
rangsangan nyeri.