You are on page 1of 21

Benign Prostat Hypertrophy

BPH
BPH adalah pembesaran atau hypertropi
prostat. Kelenjar prostat membesar, memanjang
ke arah depan ke dalam kandung kemih dan
menyumbat aliran keluar urine, dapat
menyebabkan hydronefrosis dan hydroureter.
Istilah Benign Prostat Hipertropi sebenarnya
tidaklah tepat karena kelenjar prostat tidaklah
membesar atau hipertropi prostat, tetapi
kelenjar-kelenjar periuretralah yang mengalami
hiperplasian (sel-selnya bertambah banyak.
Kelenjar-kelenjar prostat sendiri akan terdesak
menjadi gepeng dan disebut kapsul surgical.

Anatomi (Koronal, Sagital &
Horizontal)
• Lobus anterior
– terletak di depan uretra dan tidak mempunyai jaringan kelenjar.
• Lobus posterior
– terletak di belakang uretra dan di bawah ductus ejaculatorius,
juga mengandung kelenjar.
• Lobus medius
– kelenjar berbentuk baji yang terletak di antara uretra dan ductus
ejaculatorius. Permukaan atas lobus medius berhubungan
dengan trigonum vesicae, bagian ini mengandung banyak
kelenjar.
• Lobus prostatae dexter dan sinister
– terletak di samping uretra dan dipisahkan satu dengan yang lain
oleh alur vertikal dangkal yang terdapat pada facies posterior
prostatae.
Pendarahan pada prostat memiliki cabang a.
vesicalis inferior dan a. rectalis media dengan
vena membentuk plexus venosus prostaticus
yang terletak di antara capsula prostatica dan
selubung fibrosa. Plexus venosus prostaticus
menampung darah dari v. dorsalis profunda
penis dan sejumlah v. vesicales selanjutnya
bermuara ke v. iliaca interna
Fungsi prostat
 menghasilkan cairan seperti susu yang
mengandung asam sitrat dan fosfatase asam.
Cairan ini ditambahkan ke semen pada waktu
ejakulasi.
 Cairan prostat bersifat alkalis yang berfungsi
untuk menetralkan asam pada saat cairan
ejakulat mengendap di dalam vagina
 Suasana asam  motilitas sperma ↓
Histologi
Etiologi
• Penyebabnya tidak diketahui, mungkin akibat
adanya perubahan kadar hormon yang terjadi
karena proses penuaan.
• Jika seseorang penderita BPH berkemih
kandung kemihnya tidak sepenuhnya kosong.
Air kemih tertahan di dalam kandung kemih,
sehingga penderita mudah mengalami infeksi
dan membentuk batu
• anti-histamin  mengganggu aliran kemih
Epidemiologi
• 1/3 pria >50th
• Secara histologi 90% >85th
• Sekitar 30 juta pria memiliki gejala BPH
• Pada orang kulit putih, afrika-amerika >.
(tingkat testosteron tinggi, aktifitas 5-alpha-
reductase)
Patofisiologi
• Hiperplasia nodular prostat ditandai dengan
proliferasi elemen epitel dan stroma yang
menyebabkan kelenjar membesar dan pada
sebagian kasus obstruksi aliran kemih
Dihidrotestosteron (DHT), suatu androgen yang
berasal dari testosteron melalui kerja 5α-
reduktase dan metabolitnya, 3α-androstanediol,
tampaknya merupakan hormon pemicu utama
terjadinya proliferasi kelenjar dan stroma pada
pasien dengan hiperplasia nodular.
• DHT →reseptor di nukleus→rangsang sintesis
DNA,RNA,faktor pertumbuhan dan protein
sitoplasma. (pemicu penggunaan inhibitor
5α-reduktase)

↑Esterogen
↑ekspresi reseptor
DHT di sel parenkim
hiperplasia prostat
penyempitan lumen
dan ↑ tekanan intra
vesikel
buli-buli tertekan
hipertrofi otot detrusor
trabekulasi & divertikel
buli-buli
ureter menjadi refluks
Hidroureter
hidronefrosis
gagal ginjal.
Gejala Klinis
• Obstruksi saluran kemih
– (hesistensi, intermitency, terminal dribling,
pancaran lemah,rasa tidak puas)
• LUTS: urgency,frequency,nocturia
• Disuria
• Obstruksi total aliran kemih ( kandung kemih
nyeri dan kadang-kadang hidronefrosis)


Penunjang
• Rectal touche
• Darah lengkap, fungsi ginjal, elektrolit
• Urine
• PSA (Prostatic spesifiec antigen)
• Foto polos abdomen
• TRUS = Trans Rectal Ultra Sonografi, selain untuk mengetahui
pembesaran prostat, ultra sonografi dapat pula menentukan
volume buli-buli, mengukur sisa urine dan keadaan patologi lain
seperti difertikel, tumor dan bat
• IVP ( Pyelografi Intra Vena )
– fungsi ekskresi ginjal dan adanya hidronefrosis
• pemeriksaan panendoskop
– mengetahui keadaan urethra dan buli-buli
Pembedahan
• TURP (trans urethral resection of the prostate)
• TUIP (trans urethral incision of the prostate)
• Prostatektomi terbuka

Penatalaksanaan Farmakologi
• Alfa 1-blocker
– Contohnya doxazosin, prazosin, tamsulosin dan
terazosin.
Obat-obat tersebut menyebabkan pengenduran
(relaksasi) otot-otot pada kandung kemih sehingga
penderita lebih mudah berkemih
• Finasterid: berkurangnya kadar hormon
prostat sehingga memperkecil ukuran prostat
(ES berkurangnya gairah seksual dan impotensi)