Cara menghitung Pleural Effusion Index

PEI dihitung dari persentase rasio antara lebar maksimum efusi pleura dengan lebar
maksimum hemithoraks.
Derajat kebocoran plasma diukur dari PEI. PEI >6% saat masuk rumah sakit memiliki
korelasi terjadinya syok. (F Mardiana Wahyuni, 2010. Update Demam Berdarah Dengue:
Kelainan Radiologi pada DBD)

Upaya pencegahan dengan 3M plus
Cara PSN DBD dilakukan dengan cara 3M yaitu:
1) Menguras dan menyikat tempat- tempat penampungan air, seperti bak mandi/WC, drum, dan
lain- lain seminggu sekali.
2) Menutup rapat- rapat penampungan air, seperti gentong air/ tempayan dan lain-lain.
3) Mengubur atau menyingkirkan barang- barang bekas yang dapat menampung air hujan.
Selain itu ditambah dengan cara lainnya, seperti:
1) Mengganti air vas bunga, tempat minum burung atau tempat-tempat lainnya yang sejenis
seminggu sekali
2) Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar/ rusak
3) Menutup lubang- lubang pada potongan bambu/ pohon, dan lain- lain (dengan tanah, dan
lain-lain)
4) Menaburkan bubuk larvasida, misalnya ditempat- tempat yang sulit dkuras atau di daerah
yang sulit air
5) Memelihara ikan pemakan jentik di kolam/ bak- bak penampungan air yang sulit dibersihkan
atau tempat daerah sulit air
6) Memasang kawat kasa
7) Menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar
8) Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi ruang yang memadai
9) Menggunakan kelambu
10) Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk
Keseluruhan cara tersebut diatas dikenal dengan istilah 3M Plus
(Depkes,2005)




Ensefalopati dengue
Pada ensefalopati dengue, kesadaran pasien menurun menjadi apati atau somnolen, dapat
disertai kejang, dan dapat terjadi pada demam berdarah dengue tanpa atau dengan syok.
Apabila pada pasien syok dijumpai penurunan kesadaran, maka untuk memastikan adanya
ensefalopati, syok harus diatasi terlebih dahulu.
Pada umumnya ensefalopati terjadi sebagai komplikasi syok yang berkepanjangan dengan
perdarahan, tetapi dapat juga terjadi pada DBD yang tidak disertai syok. Perembesan plasma
dan hemostasis yang abnormal mengakibatkan terjadinya perdarahan dan hipovolemik syok
yang merupakan salah satu penyebab terjadinya penurunan kesadaran. Gangguan metabolik
seperti hipoksemia , hiponatremia, atau perdarahan dapat menjadi penyebab terjadinya
ensefalopati. Melihat ensefalopati DBD bersifat sementara, maka kemungkinan dapat juga
disebabkan oleh thrombosis pembuluh darah otak sementara sebagai akibat dari koagulasi
intravascular diseminata (KID). Dilaporkan juga bahwa virus dengue dapat menembus sawar
darah otak, tetapi sangat jarang dapat menginfeksi jaringan otak. Dilaporkan juga keadaan
ensefalopati yang berhubungan dengan kegagalan hati akut. (Depkes RI, 2004. Tatalaksana
Demam Berdarah Dengue di Indonesia)

Peningkatan kadar trombosit
Peningkatan kadar trombosit terjadi dengan cepat pada masa konvalesen. Perbaikan jumlah
trombosit biasanya diikuti juga dengan perbaikan leukosit. Pada fase ini terjadi penyerapan
dari cairan ekstravaskuler dalam waktu 48-72 jam sehingga terjadi penurunan presentase
hematokrit. Keadaan umum pasien membaik, nafsu makan kembali, keadaan hemodinamik
menjadi stabil dan diuresis cukup.
Pada fase konvalesen, keadaan hemodinamik menjadi stabil, vaskulopati, trombositopati dan
koagulopati akibat virus teratasi. Tanpa adanya perdarahan dan defek endotel maka konsumsi
trombosit berkurang. Produksi trombosit di sumsum tulang mengembalikan jumlah trombosit
kembali ke keadaan normal. (DEAG, 2012. Dengue GCP Guidelines 2012)

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful