27/7/2014 Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Bagaimana Sikap HT Terhadap ‘Khilafah’ Yang Diproklamirkan ISIS?

http://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/07/26/bagaimana-sikap-ht-terhadap-khilafah-yang-diproklamirkan-isis/ 1/5
Bagaimana Sikap HT Terhadap ‘Khilafah’ Yang
Diproklamirkan ISIS?
July 26th, 2014 by solihan
Soal:
Bagaimana pandangan Hizbut Tahrir terhadap “Khilafah” yang diproklamirkan oleh ISIS?
Jika “Khilafah” ini tidak memenuhi syarat, bagaimana masa depan perjuangan menegakkan
Khilafah pasca proklamasi ISIS ini?
Jawab:
Pertama: secara umum pandangan dan sikap Hizbut Tahrir (HT) tentang fakta “Khilafah” yang
baru diproklamirkan oleh ISIS ini tidak berbeda dengan pandangan HT yang pernah dimuat
oleh majalah ini beberapa bulan sebelumnya.
Kedua: sebagai tambahan atas penjelasan dalam Soal-Jawabsebelumnya, sekaligus
penegasan, berikut ini saya mengutip sebagian penjelasan resmi Amir Hizbut Tahrir di seputar
proklamasi ‘Khilafah’ oleh ISIS:
1. Sesungguhnya tanzhim (organisasi) apapun yang ingin memproklamirkan Khilafah
di suatu tempat wajib mengikuti thariqah (metode) Rasulullah saw. Dalam hal itu.
organisasi ini, antara lain, harus memiliki kekuasaan yang nyata di tempat tersebut,
yang mampu melindungi keamanannya di dalam dan luar negeri. Organisasi ini
harus mempunyai daya dukung bagi tegaknya negara tempat Khilafah
diproklamirkan. Itulah yang dulu ada pada Rasulullah saw. saat mendirikan Negara
Islam di Madinah al-Munawarah. Kekuasaan di sana mutlak ada di tangan Rasul
saw. Keamanan di dalam dan luar negerinya dilindungi dengan keamanan
(kekuasaan) Islam. Negaranya juga memiliki pilar-pilar negara di wilayah tersebut.
2. Organisasi yang memproklamirkan “Khilafah” ini tidak memiliki kekuasaan
terhadap Suriah maupun Irak. Organisasi ini juga tidak bisa mewujudkan keamanan
dan rasa aman di dalam dan luar negeri. Bahkan orang yang dibaiat di sana
sebagai Khalifahnya saja tidak bisa tampil secara terbuka. Mereka tetap
bersembunyi sebagaimana sebelum “Khilafah” diproklamasikan. Fakta ini
bertentangan dengan apa yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw. Beliau,
sebelum negara tegak, memang pernah bersembunyi di Gua Tsur. Namun, setelah
negara berdiri, beliau mengurus urusan masyarakat, memimpin pasukan,
memutuskan perkara di antara orang-orang yang bersengketa, mengirim dan
menerima para utusan secara terbuka, tidak sembunyi-sembunyi…
27/7/2014 Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Bagaimana Sikap HT Terhadap ‘Khilafah’ Yang Diproklamirkan ISIS?
http://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/07/26/bagaimana-sikap-ht-terhadap-khilafah-yang-diproklamirkan-isis/ 2/5
Begitulah, deklarasi organisasi ini, bahwa “Khilafah” telah berdiri itu hanya main-main
(laghwun), tanpa makna. Faktanya tetap sama saja, baik sebelum maupun setelah
dideklarasikannya “Khilafah”. Tidak ada faktanya secara riil di lapangan, juga tidak memiliki
daya dukung bagi adanya negara. Semua itu hanya untuk memuaskan ambisi yang ada
dalam diri mereka. Kelompok yang ini memproklamirkan diri sebagai Khalifah. Yang lain
lagi memproklamirkan diri sebagai al-Mahdi… dan sebagainya, tanpa daya dukung, tanpa
kekuasaan dan tak bisa menjamin keamanan dan rasan aman…!
3. Khilafah itu sesungguhnya merupakan negara yang memiliki bobot. Syariah Islam
telah menjelaskan metode pendiriannya serta bagaimana cara menggali hukum-
hukumnya, baik yang terkait dengan pemerintahan, politik, ekonomi, hubungan
internasional maupun yang lain… Proklamasi Khilafah merupakan peristiwa agung
yang akan mengguncang dunia. Akarnya mengakar kokoh di bumi. Kekuasaannya
melindungi keamanan dalam dan luar negeri atas wilayahnya, menerapkan Islam
di dalam negeri dan mengembannya ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad…
4. Deklarasi yang dilakukan saat ini hanya main-main (laghwun), tidak bisa
meningkatkan maupun memundurkan fakta organisasi ISIS. ISIS adalah gerakan
bersenjata, baik sebelum maupun setelah deklarasi. Kedudukannya sama dengan
gerakan-gerakan bersenjata lainnya. Mereka ada yang saling memerangi satu
sama lain dan berperang melawan rezim. Namun, tak satu pun dari faksi-faksi
tersebut yang bisa melebarkan kekuasaan terhadap Suriah, Irak ataupun keduanya.
Seandainya saja faksi-faksi itu, termasuk ISIS, ada yang mampu melebarkan
kekuasaannya atas wilayah yang memiliki daya dukung bagi tegaknya negara, lalu
memproklamasikan Khilafah dan menerapkan Islam di sana. Karena itu layak
untuk dibahas, apakah Khilafah yang didirikan ISIS sudah sesuai dengan hukum
syariah atau tidak sehingga pada saat itu layak diikuti. Sebab, menegakkan
Khilafah merupakan kewajiban kaum Muslim, bukan hanya kewajiban Hizbut Tahrir
saja. Jadi, siapa saja yang berhasil menegakkan Khilafah dengan benar, harus
diikuti… Faktanya, yang ada saat ini ternyata tidak seperti itu. Semua faksi
bersenjata (milisi), di antaranya ISIS, tidak memiliki daya dukung bagi tegaknya
negara, tidak memiliki kekuasaan atas wilayah, dan tidak menguasai keamanan
dan rasa aman. Karena itu deklarasi tegaknya Khilafah oleh ISIS ini hanya main-
main (laghwun), dan tidak layak diperhitungkan untuk dibahas faktanya, karena
sudah jelas…
5. Ada yang layak untuk diperhatikan dan dikaji, yaitu adanya kekhawatiran terhadap
dampak negatif atas deklarasi ini, khususnya menyangkut gagasan khilafah bagi
orang-orang yang berpikiran dangkal. Gagasan khilafah pada diri mereka ini jatuh
dari posisi sentralnya yang agung dan urgens bagi kaum Muslim. Gagasan khilafah
jatuh pada pemikiran yang rapuh, yang sekadar menjadi kenalisasi perasaan
gelisah pada sebagian individu. Salah seorang di antara mereka berdiri di
lapangan, medan atau di kampung, lalu mendeklarasikan diri, bahwa dia adalah
khalifah; lalu dia mengundurkan diri; kemudian dia menyangka dengan begitu dia
telah berbuat yang terbaik!
6. Akibatnya, Khilafah akan kehilangan urgensi dan keagungannya pada hari orang
27/7/2014 Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Bagaimana Sikap HT Terhadap ‘Khilafah’ Yang Diproklamirkan ISIS?
http://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/07/26/bagaimana-sikap-ht-terhadap-khilafah-yang-diproklamirkan-isis/ 3/5
yang berpikiran dangkal dan berubah tidak lebih dari sekadar nama yang indah,
yang dijadikan slogan bagi orang yang berambisi, tetapi tanpa isi… Inilah yang
layak diperhatikan, khususnya pada saat Khilafah semakin dekat, lebih dekat dari
era sebelumnya. Kaum Muslim pun sudah tidak sabar menunggu berdirinya
Khilafah. Mereka melihat Hizbut Tahrir meniti jalan dalam urusannya, dengan
berpegang teguh kepada metode Rasulullah saw. tentang bagaimana cara
mendirikan Khilafah di Madinah al-Munawarah… Mereka melihat adanya interaksi
dinamis dan ekspresif yang sangat berpengaruh, antara Hizbut Tahrir dengan umat
yang mengembannya. Dari interaksi ini kaum Muslim telah memahami makna
ukhuwah Islam. Mereka mencari kabar gembira kesuksesan Hizb dalam
menegakkan Khilafah dan bagusnya pengurusan urusannya, dan benar-benar
menjadi Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian… Pada saat itulah, proklamasi
ini akan tiba. Karena itu deklarasi sekarang ini malah memberikan gambaran yang
kabur, jika tidak boleh dikatakan palsu, tentang fakta Khilafah di benak orang-orang
yang berpikiran dangkal di tengah masyarakat…
7. Semuanya itu tentu memunculkan tanda tanya, bahkan banyak tanda tanya
besar…seputar timing proklamasi ini saat tidak ada kekuasaan nyata dan stabil di
tangan deklaratornya; mengenai kekuasaan yang menjaga keamanan negara ini di
dalam dan luar negeri. Begitulah yang terjadi di facebook atau media massa…
Timing ini mengundang kecurigaan, khususnya bahwa gerakan bersenjata yang
ada, bukan gerakan yang dibentuk dengan dasar pengorganisa-sian intelektual
(takattul[un] fikriy[un]), membuat infiltrasi sangat terbuka. Masuknya orang-orang
jahat dari Timur dan Barat di dalam barisannya sangat mudah. Sudah menjadi
rahasia umum, Barat dan Timur terus melakukan tipudaya terhadap Islam dan
Khilafah. Kepentingan mereka tentu untuk memalsukan potretnya. Jika mereka tak
bisa menghapus namanya, mereka sangat berkepentingan agar Khilafah itu hanya
sekadar nama yang digunakan oleh orang yang berambisi, tanpa makna sekali.
Akhirnya, peristiwa agung yang seharusnya menampar kaum kafir itu berubah
menjadi bahan cemoohan oleh musuh-musuh itu siang-malam…!
8. Atas semua yang diperbuat musuh-musuh jahat itu, kita menegaskan kepada
musuh-musuh Islam dari Timur dan Barat, antek-antek dan para pengikutnya, serta
orang-orang bodoh mereka, bahwa Khilafah yang telah memimpin dunia berabad-
abad itu sudah diketahui dan tidak kabur. Bahkan Khilafah saat ini sanggup
menghadapi distorsi bagaimanapun tipudaya dan konspirasi yang dilakukan.
َ نﯾ
ِ
رِ ﻛﺎ
َ

ْ
ﻟا
ُ
رْ ﯾ َ ﺧ
ُ
ﱠ ا
َ
و
ُ
ﱠ ا
ُ
ر
ُ

ْ

َ

َ
و َ نو
ُ
ر
ُ

ْ

َ

َ
و
Mereka memikirkan tipudaya, sementara Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah
sebaik-baik Pembalas tipudaya (TQS al-Anfal [8]: 30)

Allah yang Mahakuat lagi Mahaperkasa telah mendatangkan untuk Khilafah itu satu partai
yang menghimpun orang-orang. Perdagangan dan jual-beli tidak melalaikan mereka dari
mengingat Allah. Mereka membentengi Khilafah dengan pikiran, pendengaran dan
27/7/2014 Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Bagaimana Sikap HT Terhadap ‘Khilafah’ Yang Diproklamirkan ISIS?
http://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/07/26/bagaimana-sikap-ht-terhadap-khilafah-yang-diproklamirkan-isis/ 4/5
penglihatan mereka. Mereka telah menyiapkan segala persiapan yang dibutuhkan untuk
Khilafah itu. Mereka menggali hukum dan konstitusi Khilafah serta struktur pemerintahan
dan administrasinya. Mereka berjuang dalam upaya menegakkan Khilafah dengan
meneladani sirah Rasulullah saw. tanpa menyimpang sehelai rambut pun…Mereka, dengan
izin Allah, merupakan perisai yang menghalangi kekaburan tentang Khilafah. Mereka
layaknya batu cadas, yang dengan pertolongan Allah dapat menghancurkan berbagai
konspirasi kaum kafir, antek dan para pengikutnya. Mereka adalah para politisi yang
memiliki kesadaran, yang dengan kekuatan Allah, dapat membalikkan segala tipudaya
musuh-musuh Islam dan kaum Muslim menjadi kebinasaan bagi musuh-musuh itu.
ِ ﮫِ ﻠْ ھ
َ

ِ



ِ
إ ُ ﺊ
ِ
ّﯾﱠ ﺳﻟا
ُ
ر
ْ

َ

ْ
ﻟا ُ قﯾ ِ ﺣ
َ
ﯾ َ ﻻ
َ
و
Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain kepada orang yang
merencanakannya (TQS Fathir [35]: 43)

Sesungguhnya Khilafah Islam ini amat agung. Kedudukannya sungguh sangat penting.
Berdirinya bukan sekadar berita yang menjadi bahan ejekan media massa yang
menyesatkan. Dengan izin Allah, berdirinya Khilafah akan menjadi ‘gempa’ yang
menggelegar, yang membalikkan konstalasi internasional, mengubah wajah dan arah
sejarah…
Sesungguhnya Khilafah akan kembali. Itulah Khilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj
kenabian, sebagaimana kabar germbiranya telah disampaikan kabar oleh Rasul saw.
Karena itu orang-orang yang menegakkan Khilafah laksana orang-orang yang menegakkan
Khilafah Rasyidah yang pertama. Mereka bertakwa lagi bersih, mencintai umat dan umat
mencintai mereka, mendoakan umat dan umat pun mendoakan mereka. Umat merasakan
kebahagiaan bertemu dengan mereka. Mereka pun merasakan kebahagiaan bertemu
dengan umat…Begitulah, mereka adalah para pengusung Khilafah mendatang yang
mengikuti manhaj kenabian. Allah akan memberikan Kekhilafahan kepada orang yang
memang layak.
Sungguh, kita memohon kepada Allah, agar kita termasuk orang-orang yang layak itu dan
termasuk orang-orang yang mengaturnya. Kita memohon kepada Allah SWT agar memberi
kita karunia dengan tegaknya Khilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian [Atha’ bin
Khalil Abu ar-Rasytah, 4 Ramadhan 1435 H/2 Juli 2014 M]

Baca juga :
27/7/2014 Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Bagaimana Sikap HT Terhadap ‘Khilafah’ Yang Diproklamirkan ISIS?
http://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/07/26/bagaimana-sikap-ht-terhadap-khilafah-yang-diproklamirkan-isis/ 5/5
1. Hizbut Tahrir Pakistan : Deklarasi Khilafah Oleh ISIS Harusnya Deklarasi Khilafah
Yang Akan Mengubah Tatanan Dunia
2. Tanggapan Amir Hizbut Tahrir Terhadap Proklamasi Tegaknya al-Khilafah oleh ISIS
3. ISIS Jatuh ke Dalam Perangkap Deklarasi “Khilafah” Yang Tidak Akan Merubahnya
Dari Sebuah Kelompok
4. Tuduhan Snowden: “AS Menyadap SBY” Bagaimana Sikap Negara dalam
Pandangan Islam?
5. Sikap Lemah Terhadap Penjajah