P U T U S A N Nomor 3320 K/PDT/2001 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG

memeriksa perkara perdata dalam tingkat kasasi telah mengambil putusan sebagai berikut dalam perkara : KETUT BERATA, bertempat tinggal di Dusun Taman, Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar, Kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng, Pemohon Kasasi dahulu Penggugat/Terbanding; m e l a w a n MADE KERAMAS, bertempat tinggal di Dusun Tabog, Desa

Kayuputih, Kecamatan Banjar, Kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng, Termohon Kasasi dahulu Tergugat/Pembanding ; Mahkamah Agung tersebut ; Membaca surat-surat yang bersangkutan ; Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa sekarang Pemohon Kasasi dahulu sebagai Penggugat telah menggugat sekarang Termohon Kasasi dahulu sebagai Tergugat di muka persidangan

Pengadilan Negeri Singaraja pada pokok atas dalil-dalil : Bahwa pihak Penggugat dan pihak Tergugat adalah merupakan saudara kandung yang dilahirkan dari perkawinan antara Pan Sekar dengan Men Sekar ; Bahwa dari perkawinan Pan Sekar dengan Men Sekar tersebut juga mempunyai 2 (dua) orang anak perempuan, yaitu Wayan Sekar sebagai anak pertama yang telah kawin keluar, dan Ni Luh Suwati yang walaupun telah kawin, kini bercerai dan kembali kerumah orang tuanya ; Bahwa untuk jelasnya, Penggugat mengemukakan suatu silsilah keluarga sebagai berikut : SILSILAH KELUARGA Pan Sekar (MSA) Men Sekar (MSA)

1. Wayan Sekar (K.K) 2. Ketut Berata 3. Luh Suwati (K.K) 4. Made Keramas bahwa sewaktu Pan Sekar masih hidup, telah memberikan tanah warisan kepada anaknya yang bernama : Luh Suwati, sebidang tanah kebon Kopi, pipil No. 147, persil No. 36, Klas II, luas 1.065 Ha, dengan batas-batas yang

Hal. 1 dari 11 hal.Put. No. 3320 K/PDT/2001.

tercantum dalam surat gugatan ; bahwa setelah Pan Sekar meninggal, pihak Tergugat (Made Keramas), mengajukan gugatan pada Pengadilan Negeri Singaraja terhadap saudara perempuannya sendiri, yaitu Luh Suwati tentang tanah tersebut di atas, sedangkan pihak Penggugat (Ketut Berata) dan Men Sekar tidak ikut menggugat ; bahwa putusan Pengadilan Negeri Singaraja No.51/PN.Sgr/Pdt/1977, tanggal 9 November 1977 yang mengabulkan gugatan Penggugat ( I Made Keramas) pada waktu itu, dan mengenai perkara bandingnya yang diputus oleh Pengadilan Tinggi Denpasar No. 52/PDT/1982/PT.D, yang amarnya pada pokoknya menyatakan " menghukum Tergugat/Terbanding atau siapapun yang mendapat hak dari padanya untuk menyerahkan tanah dalam keadaan kosong kepada Penggugat/Pembanding, bilamana perlu dengan bantuan Alat Negara (POLRI) ; demikian selanjutnya dalam putusan Mahkamah Agung No. 1994 K/Sip/1982, yang dalam salah satu amarnya menyatakan, menghukum Tergugat/Terbanding atau siapa saja yang memperoleh hak dari padanya untuk menyerahkan tanah sengketa dalam keadaan lasia dan selanjutnya

mengembalikan ke dalam boedel (warisan) Pan Sekar, dalam hal ini diterimakan kepada Ibu Penggugat/Pembanding dan Tergugat/Terbanding (Men Sekar) ; bahwa tanah sengketa antara I Made Keramas dengan Luh Suwati tersebut telah dikuasai oleh I Made Keramas sejak tahun 1985 sampai saat ini ; bahwa pihak Penggugat dalam perkara ini yang merupakan saudara kandung dari Tergugat merasa berhak atas tanah tersebut di atas yang berupa kebon kopi dengan batas-batas yang tercantum dalam surat gugatan ; Tanah ini dengan pipil No. 147, persil No. 36, Klas II, luas 1,065 Ha ; Bahwa niat pihak Penggugat untuk menggugat mengenai tanah sengketa ini sejak tahun 1985, kemudian karena Ibu pihak Penggugat dan pihak Tergugat telah meninggal dunia ; Bahwa tanah sengketa tersebut terus dikuasai oleh pihak Tergugat, namun pada tanggal 11 Juli 1990 pihak Penggugat diberikan 7 (tujuh) kilogram cengkeh yang katanya merupakan bagian dari pada tanah sengketa ; Bahwa pada tahun-tahun berikutnya mogok lagi, namun pada tahun 1994 oleh pihak Tergugat, pihak Penggugat disuruh metik cengkeh ditanah sengketa " katanya 7 (tujuh) hari lagi. Namun setelah waktu tersebut pihak Penggugat datang dengan membawa peralatan dan buruh tukang petik, ternyata cengkeh sudah dipetik lebih dahulu oleh pihak Tergugat ; Bahwa sampai gugatan ini diajukan pada Pengadilan Negeri Singaraja,

Hal. 2 dari 11 hal.Put. No. 3320 K/PDT/2001.

pihak Penggugat tidak mendapat hasil sedikitpun dari pihak Tergugat mengenai tanah sengketa ; Bahwa menurut perkiraan pihak Penggugat hasil rata-rata per tahun dari pada tanah sengketa ini adalah 8 (delapan) pikul cengkeh per tahun selama 15 tahun, dari tahun 1985 sampai tahun 2000, berarti hasil yang didapatkan adalah 120 pikul. Hasil ini dibagi 2 (dua) yaitu untuk pihak Penggugat dan untuk pihak Tergugat. Dalam kenyataannya yang dapat hanyalah pihak Tergugat saja ; Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Penggugat mohon kepada Pengadilan Negeri Singaraja agar terlebih dahulu meletakkan sita jaminan atas tanah/obyek sengketa dan selanjutnya menuntut kepada Pengadilan Negeri tersebut supaya memberikan putusan yang dapat dijalankan lebih dahulu sebagai berikut : 1. Mengabulkan gugatan pihak Penggugat untuk seluruhnya ; 2. Menyatakan hukum bahwa pihak Penggugat I Ketut Berata, dan pihak Tergugat I Made Keramas adalah ahli waris dari Pan Sekar dan Men Sekar dan sama-sama punya hak atas tanah kebon kopi, pipil No. 147, Persil No. 36, Klas II, luas 1.065 Ha, dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Selatan : Tanah kebun kopi Pan Rawit ; Sebelah Barat Sebelah Utara Sebelah Timur : Tanah Kebun Kopi Pan Mastri ; : Tanah kebun I Beteng ; : Jalan besar Munduk ;

3. Menghukum pihak Tergugat I Made Keramas atau barang siapa saja yang mendapat hak dari padanya untuk menyerahkan sebagian (setengah) dari tanah untuk menyerahkan sebagian (setengah) dari tanah seluas 1.065 Ha, dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Utara Sebelah Timur : Tanah kebun kopi Pan Rawit ; : Tanah kebun kopi Pan Mastri ; : Tanah kebun kopi I Beteng ; : Jalan besar Munduk ;

4. Menghukum pihak Tergugat I Made Keramas untuk menyerahkan kepada pihak Penggugat Ketut Berata cengkeh sebanyak 1/2 x 120 pikul = 60 pikul hasil selama 15 tahun dari tanah sengketa ; 5. Menyatakan sita jaminan terhadap tanah kebun kopi seluas 1.065 Ha, pipil No. 147, persil No. 36, Klas II, dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Utara : Tanah kebun kopi Pan Rawit ; : Tanah kebun kopi Pan Mastri ; : Tanah kebun kopi I Beteng ;

Hal. 3 dari 11 hal.Put. No. 3320 K/PDT/2001.

-

Sebelah Timur

: Jalan besar Munduk ;

adalah sah dan berharga ; 6. Menyatakan hukum bahwa putusan ini dapat dijalankan terlebih dahulu (uitvoorbaar bij voorraad), walaupun pihak Tergugat verzet, banding ataupun kasasi ; 7. Menghukum pihak Tergugat I Made Keramas untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara ini ; Atau: Apabila Pengadilan Negeri Singaraja berpendapat lain, pihak Penggugat mohon putusan yang seadil-adilnya ; Menimbang, bahwa terhadap gugatan tersebut Tergugat mengajuakn eksepsi pada pokoknya atas dalil-dalil sebagai berikut : Dalam Eksepsi : Bahwa gugatan Penggugat, adalah apa yang disebut dengan Prematur, oleh karena tanah sengketa di dalam perkara ini adalah juga menjadi tanah sengketa di dalam perkara yang lain, yaitu perkara dengan Nomor Register : 41/PDT.G/1999/PN.SGR, dimana Penggugat sekarang juga berkedudukan sebagai Tergugat 2, dan Tergugat sekarang sebagai Tergugat 1, yang saat ini perkaranya ada ditingkat banding, oleh karena belum berkekuatan hukum yang tetap atas perkara tersebut di atas, dan ternyata sekarang Penggugat mengajukan lagi gugatan terhadap tanah sengketa yang sama, terlebih juga Penggugat berkedudukan sebagai Tergugat 2, di dalam perkara terdahulu, maka belumlah saatnya Penggugat mengajukan gugatan terhadap tanah sengketa. Berdasarkan hal yang telah Tergugat kemukakan tersebut di atas, sudahlah amat patut gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima, karena prematur ; Bahwa terhadap gugatan tersebut Pengadilan Negeri Singaraja telah

menjatuhkan putusannya tanggal 29 Mei 2000 No. 18/PDT.G/2000-/PN.SGR., yang amarnya berbunyi sebagai berikut : DALAM EKSEPSI : Menolak eksepsi Tergugat ;

DALAM POKOK PERKARA : 1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian ; 2. Menyatakan hukum bahwa Penggugat I Ketut Berata dan Tergugat I Made Keramas adalah ahli waris dari Pan Sekar dan Men Sekar, dan sama-sama punya hak atas tanah sengketa yaitu tanah kebun pipil No.147, persil No. 36, Kelas II, Luas 1.065 Ha, terletak di Dusun Tabog, Desa Kayuputih,

Hal. 4 dari 11 hal.Put. No. 3320 K/PDT/2001.

Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng dengan batas-batas sebagai berikut: Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Utara Sebelah Timur : Tanah kebun kopi Pan Rawit ; : Tanah kebun kopi Pan Mastri ; : Tanah kebun kopi I Beteng ; : Jalan besar Munduk ;

3. Menghukum Tergugat I Made Keramas atau siapa saja yang mendapat hak dari padanya untuk menyerahkan 45 % (empat puluh lima persen) dari tanah sengketa yaitu tanah kebun pipil No. 147, persil No. 36, Kelas II, Luas 1.065 Ha, terletak di Dusun Tabog, Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Utara Sebelah Timur : Tanah kebun kopi Pan Rawit ; : Tanah kebun kopi Pan Mastri ; : Tanah kebun kopi I Beteng ; : Jalan besar Munduk ;

4. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang diletakkan di atas tanah kebun tersebut yaitu tanah pipil No. 147, persil No. 36, Kelas II, luas 1.065 Ha tersebut yang dilakukan oleh Jurusita Pengadilan Negeri Singaraja, sebagaimana tersebut dalam Berita Acara Penyitaan Jaminan No.18/BA.PDT.G/2000/PN.SGR, tertanggal 19 Mei 2000, yang didasarkan atas penetapan hakim Ketua Majelis Nomor : 18/Pen.PDT/G/2000/PN.SGR, tertanggal 17 Mei 2000 ; 5. Menolak gugatan Penggugat selain dan selebihnya ; 6. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara ini yang hingga kini dianggar sebesar Rp 867.000,- (delapan ratus enam puluh tujuh ribu rupiah); Menimbang, bahwa dalam tingkat banding atas permohonan Tergugat putusan Pengadilan Negeri tersebut telah dikuatkan dengan perbaikan oleh Pengadilan Tinggi Denpasar dengan putusan No. 134/PDT/2000/PT.DPS, yang amarnya sebagai berikut : Menerima permohonan banding dari Tergugat/Pembanding tersebut ;

DALAM EKSEPSI : Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Singaraja tanggal 29 Mei 2000, Nomor : 18/Pdt.G/2000/PN.Sgr, yang dimohonkan banding ; DALAM POKOK PERKARA : Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Singaraja tanggal 29 Mei 2000, Nomor : 18/Pdt.G/2000/PN.Sgr, yang dimohonkan banding ;

Hal. 5 dari 11 hal.Put. No. 3320 K/PDT/2001.

MENGADILI SENDIRI : 1. Mengabulkan gugatan Penggugat/Terbanding untuk sebagian ; 2. Menyatakan hukum bahwa pihak Penggugat I Ketut Berata dan pihak Tergugat I I Made Keramas adalah ahli waris dari pan Sekar dan Men Sekar dan sama-sama punya hak atas tanah kebun kopi, pipil No. 147, persil No. 36, Klas II, luas 1.065 Ha, dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Utara Sebelah Timur : Tanah kebun kopi Pan Rawit ; : Tanah kebun kopi Pan Mastri ; : Tanah kebun kopi I Beteng ; : Jalan besar Munduk ;

3. Menyatakan sita jaminan atas tanah sengketa yang telah dilaksanakan oleh Jurusita Pengadilan Negeri Singaraja pada tanggal 19 Mei 2000, No. 18/BA.PDT.G/2000/PN.Sgr, adalah tidak sah dan tidak berharga ; 4. Memerintahkan Pengadilan Negeri Singaraja untuk mengangkat sita jaminan terhadap tanah sengketa tersebut, dan dikembalikan kepada keadaan semula ; 5. Menolak gugatan Penggugat/Terbanding untuk selain dan selebihnya ; 6. Menghukum Tergugat/Pembanding untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan, yang dalam tingkat banding saja ditetapkan sebesar Rp 65.000,- (enam puluh lima ribu rupiah) ; bahwa sesudah putusan terakhir ini diberitahukan kepada PenggugatTerbanding pada tanggal 23 Februari 2001 kemudian terhadapnya oleh Penggugat-Terbanding, diajukan permohonan kasasi secara lisan pada tanggal 7 Maret 2001, sebagaimana ternyata dari akte permohonan kasasi No. 18/Pdt.G/2000/PN.Sgr, yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri Singaraja, permohonan mana kemudian disusul oleh memori kasasi yang memuat alasanalasan, yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri tersebut pada tanggal 20 Maret 2001 ; bahwa setelah itu oleh Tergugat-Pembanding yang pada tanggal 21 Maret 2001 telah diberitahu tentang memori kasasi dari Penggugat-Terbanding, diajukan jawaban memori kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Singaraja pada tanggal 4 April 2001 ; Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta alasanalasannya telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan saksama diajukan dalam tenggang-tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan dalam undang-undang, maka oleh karena itu permohonan kasasi tersebut formil dapat diterima ;

Hal. 6 dari 11 hal.Put. No. 3320 K/PDT/2001.

Menimbang,

bahwa alasan-alasan yang

diajukan

oleh

Pemohon

Kasasi/Penggugat dalam memori kasasinya tersebut pada pokoknya ialah : 1. Bahwa Pengadilan Tinggi Denpasar dan Pengadilan Negeri Singaraja dalam perkara ini menurut hemat kami telah tidak menerapkan hukum

sebagaimana mestinya, karena judex facti telah menilai putusan yang lebih tinggi yaitu putusan Mahkamah Agung (P.3) ; Pendapat kami tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa putusan Mahkamah Agung R.I. (P.3) tersebut telah menentukan secara pasti, bahwa tanah sengketa adalah dikembalikan ke dalam boedel (warisan) Pan Sekar dalam hal ini diterimakan Ibu Penggugat untuk kasasi dan Tergugat dalam kasasi (Men Sekar) ; Dan oleh karena Pan Sekar dan Men Sekar (orang tua Penggugat untuk kasasi dan Tergugat dalam kasasi) telah meninggal dunia, maka berpedoman pada putusan Mahkamah Agung R.I. (P.3) mengingat tanah sengketa sudah dikembalikan ke boedel, maka sudah sepatutnya tanah sengketa yang seluas 1.065 Ha, pipil No. 147, persil 36 Klas II, harus dibagi menjadi 2 (dua) bagian yang masing-masing Penggugat untuk kasasi mendapat 1/2 (setengah) bagian dan Tergugat dalam kasasi mendapat 1/2 (setengah) bagian; 2. Bahwa Pengadilan Tinggi Denpasar telah salah dalam menerapkan hukum dengan alasan bahwa karena dengan adanya gugatan dari Penggugat untuk kasasi/Penggugat asal seharusnya judex facti mempertimbangkan dan menindak lanjuti putusan Mahkamah Agung R.I. (P.3) tersebut yakni menghukum Tergugat untuk menyerahkan 1/2 (setengah) bagian tanah sengketa dari luas tanah 1.065 Ha kepada Penggugat ; Kemudian pertimbangan Pengadilan Tinggi Denpasar yang telah menguatkan putusan Pengadilan Negeri Singaraja telah salah dalam menerapkan hukum, karena di dalam pertimbangan Pengadilan Negeri pada halaman 21 alinea 4 dapat kami kutif demikian : Bahwa yang memperjuangkan tanah sengketa, sehingga masuk ke dalam boedel adalah Tergugat sendiri dengan biaya sendiri dengan memakan waktu cukup lama. Dalam memperjuangkan tanah sengketa Penggugat telah menyatakan tidak mau ikut bersama-sama dengan Tergugat menggugat Luh Suwati yang saat itu menguasai tanah sengketa dengan alasan tanah tersebut hak Luh Suwati, demikian pula seandainya Tergugat menang, Penggugat tidak akan minta apa-apa.

Hal. 7 dari 11 hal.Put. No. 3320 K/PDT/2001.

-

Akhirnya berdasarkan putusan Mahkamah Agung R.I. No. 1994 K/Sip/1982, tanggal 27 Februari 1984, tanah sengketa dinyatakan kembali ke boedel ;

-

Bahwa berdasarkan atas pertimbangan tersebut, maka sudah sepatutnya jerih payah Tergugat dan biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh Tergugat, patut dipertimbangkan dalam pembagian tanah tersebut;

-

Atas pertimbangan tersebut judex facti membagi tanah sengketa berdasarkan pertimbangan 45 % : 55 %, yaitu 45 % untuk Penggugat dan 55 % untuk Tergugat dari luas tanah sengketa dipandang telah adil;

-

Dalam hal ini judex facti telah salah dalam menerapkan hukum, kami berpendapat demikian dengan alasan, karena menurut hemat kami pada waktu Tergugat berkedudukan sebagai Penggugat menggugat Luh Suwati yang juga merupakan saudara kandung Penggugat kasasi dan Tergugat dalam kasasi, Tergugat dalam kasasi tidak pernah/tidak ada memohon/meminta agar tanah sengketa dikembalikan ke boedel, melainkan Tergugat ingin menguasai tanah sengketa, ini berarti Tergugat pada waktu berkedudukan sebagai Penggugat tidak mampu

membuktikan dalil-dalil gugatannya hal ini terbukti dengan adanya putusan Mahkamah Agung R.I. (P.3) yang di dalam putusannya mengembalikan tanah sengketa ke boedel, yang berarti antara Penggugat dan Tergugat memperoleh masing-masing ½ (setengah) bagian dari luas tanah 1,065 Ha ; 3. Bahwa pertimbangan/putusan Pengadilan Negeri Singaraja yang dibenarkan dan diambil alih oleh Pengadilan Tinggi Denpasar, yang kami kutif dalam pertimbangan sebagai berikut : Bahwa tentang dalil Penggugat untuk menuntut agar hasil cengkeh yang dihasilkan oleh Tergugat di atas tanah sengketa selama 15 (lima belas) tahun sebanyak ½ x 120 pikul = 60 pikul, Pengadilan berpendapat bahwa tuntutan/dalil Penggugat tersebut tidak didukung oleh bukti hukum yang cukup tentang hasil cengkeh yang diperoleh setiap tahunnya dari tanah sengketa tersebut. Oleh karena itu, maka haruslah ditolak ; Dengan pertimbangan hukum Pengadilan Negeri Singaraja yang dibenarkan dan diambil alih oleh Pengadilan Tinggi Denpasar, telah tidak menerapkan hukum sebagaimana mestinya, karena sesuai dengan putusan Mahkamah Agung R.I. (P.3) yang salah satu amarnya menyatakan agar tanah sengketa dikembalikan ke dalam boedel (warisan) dan sejak putusan Mahkamah Agung R.I. (P.3) tersebut pihak

Hal. 8 dari 11 hal.Put. No. 3320 K/PDT/2001.

Tergugat dalam kasasi menguasai sendiri dan mengadili sendiri tanah sengketa, padahal di dalam putusan (P.3) tersebut tidak ada yang menyatakan agar tanah sengketa diserahkan kepada Tergugat dalam kasasi, hal ini berarti tindakan Tergugat untuk kasasi menguasai tanah sengketa dengan cara melawan hukum karena tanpa memperhatikan dari pada hak Penggugat untuk kasasi. Jadi sejak putusan Mahkamah Agung (P.3) tersebutlah Tergugat dalam kasasi telah menguasai dan menghasili tanah sengketa, maka berdasarkan bukti P.3 dan keterangan para saksi bahwa sudah kurang lebih 15 tahun Tergugat dalam kasasi menguasai tanah sengketa dan menurut keterangan saksi-saksi bahwa di atas tanah sengketa tersebut telah ditanami pohon cengkeh yang telah menghasilkan, sehingga adalah patut dan wajar kalau Penggugat untuk kasasi menuntut hasil cengkeh selama Tergugat dalam kasasi

menguasai tanah sengketa yaitu sejak tahun 1985 ; 4. Bahwa Pengadilan Tinggi Denpasar telah salah dalam menerapkan hukum kami berpendapat demikian karena Pengadilan Tinggi Denpasar di dalam amar putusannya telah menjatuhkan putusan yang declaratoir, tanpa adanya suatu penghukuman, pada hal dalam salah satu amarnya juga dinyatakan bahwa Penggugat untuk kasasi (Ketut Berata) dan Tergugat dalam kasasi (I Made Keramas) adalah ahli waris dari Pan Sekar dan Men Sekar, dan samasama punya hak atas tanah sengketa yaitu tanah kebun kopi pipil No. 147, persil No.36, Klas II, luas 1.065 Ha ; Menimbang : mengenai keberatan-keberatan ke. 1, 2, 3 dan 4 : bahwa keberatan-keberatan tersebut dapat dibenarkan, oleh karena

judex facti tidak menerapkan sebagaimana mestinya ; Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, maka menurut pendapat Mahkamah Agung terdapat cukup alasan untuk mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi tersebut dan membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Denpasar, Nomor : 134/PDT/2000/PT.DPS., tanggal 5 Desember 2000, yang menguatkan putusan Pengadilan serta

Negeri Singaraja No. 18/PDT.G/2000/PN.SGR, tanggal 29 Mei 2000,

Mahkamah Agung mengadili sendiri perkara ini dengan amar seperti yang akan disebutkan dibawah ini ; Menimbang, bahwa oleh karena Termohon kasasi berada di pihak yang kalah, maka harus dihukum untuk membayar biaya perkara dalam semua

Hal. 9 dari 11 hal.Put. No. 3320 K/PDT/2001.

tingkat peradilan yang dalam tingkat kasasi ini besarnya sebagaimana yang disebutkan dalam amar di bawah ini ; Memperhatikan Pasal-Pasal dari Undang-Undang No. 4 Tahun 2004 dan Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang yang bersangkutan; M E N G A D I L I: Mengabulkan BERATA tersebut ; Membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Denpasar Nomor permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi : KETUT No. 5 Tahun 2004 serta perundang-undangan lain

134/PDT/2000/PT.DPS., tanggal 5 Desember 2000, yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Singaraja, Nomor : 18/PDT.G/2000/PN.SGR, tanggal 29 Mei 2000 ; MENGADILI SENDIRI : 1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian ; 2. Menyatakan hukum bahwa Penggugat I Ketut Berata dan Tergugat I Made Keramas adalah ahli waris dari Pan Sekar dan Men Sekar, dan sama-sama punya hak atas tanah sengketa yaitu tanah kebun pipil No. 147, persil No. 36, Kelas II, Luas 1.065 Ha, terletak di Dusun Tabog, Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng dengan batas-batas sebagai berikut: Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Utara Sebelah Timur : Tanah kebun kopi Pan Rawit ; : Tanah kebun kopi Pan Mastri ; : Tanah kebun kopi I Beteng ; : Jalan besar Munduk ;

3. Menghukum Tergugat I Made Keramas atau siapa saja yang mendapat hak dari padanya untuk menyerahkan 45 % (empat puluh lima persen) dari tanah sengketa yaitu tanah kebun pipil No. 147, persil No. 36, Kelas II, Luas 1.065 Ha, terletak di Dusun Tabog, Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Utara Sebelah Timur : Tanah kebun kopi Pan Rawit ; : Tanah kebun kopi Pan Mastri ; : Tanah kebun kopi I Beteng ; : Jalan besar Munduk ;

4. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang diletakkan di atas tanah kebun tersebut yaitu tanah pipil No. 147, persil No. 36, Kelas II, Luas 1.065 Ha tersebut yang dilakukan oleh Jurusita Pengadilan Negeri Singaraja,

Hal. 10 dari 11 hal.Put. No. 3320 K/PDT/2001.

sebagaimana

tersebut

dalam

Berita

Acara

Penyitaan

Jaminan

No.18/BA.PDT.G/2000/PN.SGR, tertanggal 19 Mei 2000, yang didasarkan atas Penetapan Hakim Ketua Majelis Nomor : 18/Pen.PDT/G/2000/PN.SGR, tertanggal 17 Mei 2000 ; 5. Menolak gugatan Penggugat selain dan selebihnya ; 6. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara ini yang hingga kini dianggar sebesar Rp 867.000,- (delapan ratus enam puluh tujuh ribu rupiah); Menghukum Termohon Kasasi/Tergugat untuk membayar biaya perkara ini dalam semua kedua tingkat peradilan, yang dalam tingkat kasasi ini ditetapkan sebesar Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) ; Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah Agung pada hari Rabu tanggal 23 Januari 2008 oleh BAGIR MANAN. Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis, Dr. H. ABDURRAHMAN, S.H.,M.H. dan Prof.Dr. PAULUS E. LOTULUNG, S.H. Hakim-Hakim Agung sebagai

Anggota, dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis dengan dihadiri Hakim-Hakim Anggota tersebut dan dibantu oleh WAHYU PRASETYO WIBOWO, S.H.,M.H. Panitera-Pengganti dengan tidak dihadiri oleh kedua belah pihak ;

Hakim-Hakim Anggota ;

Ke t u a ;

Biaya – Biaya : 1. M e t e r a i ……… Rp. 6.000,1.000,-

Panitera - Pengganti ;

2. R e d a k s i ……… Rp.

3. Administrasi kasasi Rp. 193.000,- + J u m l a h …….. Rp. 200.000,-

Hal. 11 dari 11 hal.Put. No. 3320 K/PDT/2001.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful