You are on page 1of 12

8/5/2014 GENERATOR

http://imamsinaga.blogspot.com/ 1/12
GENERATOR
Sabtu, 15 Desember 2012
GENERATOR
GENERATOR
I.1. Umum
Salah satu bagian besar dari sistem tenaga listrik adalah stasiun pembangkit tenaga
listrik. Stasiun pembangkit tenaga listrik tersebut dapat berupa generator yang
digerakkan dengan tenaga gas, tenaga air, tenaga diesel dan lain sebagainya. Pokok
utama dalam pengadaan sistem tenaga listrik adalah bagian dari pembangkitnya atau
dalam hal ini generatornya. Apabila suatu sistem pembangkit terganggu, maka seluruh
sistem tenaga listrik akan terhenti pengoperasiannya.
Penyebab gangguan pada sistem pembangkit terdiri atas dua bagian yaitu:
1. Gangguan dari luar generator, yaitu gangguan dalam sistem yang dihubungkan
generator.
2. Gangguan di dalam generator.
3. Gangguan pada mesin penggerak generator.
Dari ketiga jenis gangguan di atas, bila salah satu generator yang bekerja secara
paralel mengalami gangguan, kemungkinan besar generator yang sedang beroperasi
tidak sanggup lagi untuk memikul beban keseluruhannya. Oleh sebab itu diperlukan
perhitungan besarnya beban yang harus diputuskan secara tiba-tiba agar dapat
diperoleh kestabilan sistem.
I.2. Prinsip Kerja Generator
Generator serempak (sinkron) adalah suatu penghasil tenaga listrik dengan landasan
hukum Faraday. Jika pada sekeliling penghantar terjadi perubahan medan magnet,
maka pada penghantar tersebut akan dibangkitkan suatu gaya gerak listrik (GGL) yang
sifatnya menentang perubahan medan tersebut. Untuk dapat terjadinya gaya gerak
listrik (GGL) tersebut diperlukan dua kategori masukan, yaitu:
1. Masukan tenaga mekanis yang akan dihasilkan oleh penggerak mula (prime mover).
2. Arus masukan (If) yang berupa arus searah yang akan menghasilkan medan magnet
yang dapat diatur dengan mudah.
USΦSumbu PutarIfIf
dimana:
If : Arus medan
U – S : Kutub generator
▼ 2012 (1)
▼ Desember (1)
GENERATOR
Arsip Blog
ImamSinaga
Saya Orangnya Baik Hati,
Rajin Menabung, dan Tidak
Sombong... Saya Paling Suka
Pelajaran Bahasa Inggris, Saya Paling Suka
Jenre Musik Yang Keras dan Lembut......
Lihat profil lengkapku
Mengenai Saya
0

Lainnya

Blog Berikut» Buat Blog

Masuk
8/5/2014 GENERATOR
http://imamsinaga.blogspot.com/ 2/12
Sumbu Putar : Poros Generator
Φ : Fluks medan
Apabila rotor generator diputar pada kecepatan nominalnya, dimana putaran tersebut
diperoleh dari putaran penggerak mulanya (prime mover), kemudian pada kumparan
medan rotor diberikan arus medan sebesar If, maka garis-garis fluksi yang dihasilkan
melalui kutub-kutub inti akan menghasilkan tegangan induksi pada kumparan jangkar
stator sebesar:
Ea = C. n. Ф
dimana:
Ea : Tegangan induksi yang dibangkitkan pada jangkar generator
C : Konstanta
n : Kecepatan putar
Ф : Fluksi yang dihasilkan oleh arus penguat (arus medan)
Apabila generator digunakan untuk melayani beban, pada kumparan jangkar generator
akan mengalir arus. Untuk generator 3 fasa, setiap belitan jangkar akan memilki beda
fasa sebesar 120°.
120˚ 120˚120˚FASA 1FASA 2FASA 3
I.3. Konstruksi Generator
Generator terdiri dari dua bagian yang paling utama, yaitu:
1. Bagian yang diam (stator).
2. Bagian yang bergerak (rotor).

I.3.1. Bagian yang diam (Stator)
Bagian yang diam (stator) terdiri dari beberapa bagian, yaitu:
1. Inti stator.
Bentuk dari inti stator ini berupa cincin laminasi-laminasi yang diikat serapat mungkin
untuk menghindari rugi-rugi arus eddy (eddy current losses). Pada inti ini terdapat
slot-slot untuk menempatkan konduktor dan untuk mengatur arah medan magnetnya.
2. Belitan stator.
Bagian stator yang terdiri dari beberapa batang konduktor yang terdapat di dalam slot-
slot dan ujung-ujung kumparan. Masing-masing slot dihubungkan untuk mendapatkan
tegangan induksi.
3. Alur stator.
Merupakan bagian stator yang berperan sebagai tempat belitan stator ditempatkan.
4. Rumah stator.
Bagian dari stator yang umumnya terbuat dari besi tuang yang berbentuk silinder.
Bagian belakang dari rumah stator ini biasanya memiliki sirip-sirip sebagai alat bantu
dalam proses pendinginan.
I.3.2. Bagian yang bergerak (Rotor)
8/5/2014 GENERATOR
http://imamsinaga.blogspot.com/ 3/12
Rotor adalah bagian generator yang bergerak atau berputar. Antara rotor dan stator
dipisahkan oleh celah udara (air gap). Rotor terdiri dari dua bagian umum, yaitu:
1. Inti kutub
2. Kumparan medan
Pada bagian inti kutub terdapat poros dan inti rotor yang memiliki fungsi sebagai jalan
atau jalur fluks magnet yang dibangkitkan oleh kumparan medan. Pada kumparan
medan ini juga terdapat dua bagian, yaitu bagian penghantar sebagai jalur untuk arus
pemacuan dan bagian yang diisolasi. Isolasi pada bagian ini harus benar-benar baik
dalam hal kekuatan mekanisnya, ketahanannya akan suhu yang tinggi dan
ketahanannya terhadap gaya sentrifugal yang besar.
Konstruksi rotor untuk generator yang memiliki nilai putaran relatif tinggi biasanya
menggunakan konstruksi rotor dengan kutub silindris atau ”cylinderica poles” dan
jumlah kutubnya relatif sedikit (2, 4, 6). Konstruksi ini dirancang tahan terhadap gaya-
gaya yang lebih besar akibat putaran yang tinggi.
Untuk putaran generator yang relatif rendah atau sedang (kurang dari 1000 rpm),
dipakai konstruksi rotor dengan kutub menonjol atau ”salient pole” dengan jumlah
kutub-kutub yang relatif banyak.
Pada prinsipnya, salah satu dari penghantar atau kutub-kutub ini dibuat sebagai bagian
yang tetap sedangkan bagian-bagian yang lainnya dibuat sebagai bagian yang berputar.
I.4. Pengaturan Putaran
Putaran adalah salah satu faktor yang penting yang memberi pengaruh besar terhadap
tegangan yang timbul oleh arus bolak-balik (alternating current). Frekuensi listrik yang
dihasilkan oleh generator sinkron harus sebanding dengan kecepatan putar generator
tersebut. Dalam hal ini, rotor sebagai bagian yang bergerak terdiri atas rangkaian-
rangkaian elektromagnet dengan arus searah (DC) sebagai sumber arusnya. Medan
magnet rotor akan bergerak sesuai dengan arah putaran rotor. Untuk menjaga putaran
tetap konstan, maka pada penggerak mula (prime mover) dilengkapi governor.
Governor itu sendiri adalah suatu alat yang berfungsi mengatur putaran tetap konstan
pada keadaan yang bervariasi.
Besar kecepatan putaran generator dapat dihitung melalui persamaan berikut:
dimana:
n = kecepatan putaran (rpm)
f = frekuensi (Hz)
p = jumlah kutub
I.5. Pengaturan Tegangan
Tegangan generator sinkron dalam keadaan berbeban akan lebih rendah nilainya
daripada tegangan generator sinkron dalam keadaan tanpa beban. Nilai relatif, yaitu
nilai selisih antara tegangan dalam keadaan berbeban penuh dengan keadaan tanpa
beban biasanya disebut dengan regulasi tegangan atau voltage regulation (VR).
dimana:
VR = regulasi tegangan (voltage regulation)
VNL = tegangan tanpa beban (no load voltage)
VFL = tegangan beban penuh (full load voltage)
8/5/2014 GENERATOR
http://imamsinaga.blogspot.com/ 4/12
Generator-generator sekarang dirancang dan dibuat untuk tegangan yang bervariasi
akibat dari adanya variasi arus jangkar atau variasi beban yang menimbulkan turunnya
tegangan (voltage drop) pada kumparan jangkar yang bervariasi pula. Jatuhnya
tegangan impedansi tersebut tergantung kepada besar arus dan faktor daya beban.
Dengan pengaturan arus eksitasi, tegangan dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.
Yang dimaksud dengan eksitasi atau biasa disebut sistem penguatan adalah suatu
perangkat yang memberikan arus penguat (If) kepada kumparan medan generator arus
bolak-balik (alternating current) yang dijalankan dengan cara membangkitkan medan
magnetnya dengan bantuan arus searah.
Sistem penguatan dapat digolongkan berdasarakan cara penyediaan tenaganya, yaitu:
1. Sistem penguatan sendiri.
2. Sistem penguatan terpisah.
Untuk generator berkapasitas besar umumnya digunakan sistem penguatan sendiri.
Sistem penguatan ini digunakan pada generator tanpa sikat (brushless alternator).
Generator tanpa sikat ini mempunyai exiter yang kumparan jangkarnya pada rotor dan
kumparan medannya pada stator. Arus penguatan didapat dari induksi magnet sisa
(remanensi) pada stator generator utama yang diberikan oleh stator
generator penguat. Arus tersebut diatur terlebih dahulu oleh AVR
(automatic voltage regulator) yang merupakan alat pengatur tegangan yang
bekerja secara otomatis.
Sebagai salah satu contoh sistem eksitasi penguatan sendiri yang dipakai adalah
sistem eksitasi penguatan sendiri dengan menggunakan magnet permanen (permanent
magnet generator excited-AVR controlled generators). Dalam hal ini, generator magnet
permanen (PMG) berperan memberikan suplai untuk sistem eksitasi melalui AVR
dimana AVR berperan sebagai alat untuk mengontrol tingkat eksitasi yang disediakan
untuk medan exiternya. AVR akan memberikan respon terhadap sinyal tegangan yang
dirasakannya melalui transformator berisolasi (isolating transformer) dari kumparan
stator utama. Dengan mengendalikan suplai yang rendah dari medan eksitasinya,
kontrol untuk suplai yang tinggi yang diperlukan pada medan exiter dapat terpenuhi
melalui keluaran penyearah dari stator eksitasi.
Sistem ini menghasilkan sumber eksitasi yang konstan dan mampu menyediakan start
motor yang tinggi dan juga memiliki kekebalan terhadap gangguan berbentuk
gelombang (waveform distortion) pada keluaran stator utama yang dapat terjadi
karena adannya beban yang non linear. AVR akan merasakan tegangan dua fasa rata-
rata mendekati regulasi tegangan yang diinginkan. AVR ini juga mampu mendeteksi
perubahan kecepatan mesin dan dapat mengatasi tegangan turun sebagai akibat
turunnya kecepatan putaran mesin dibawah frekuensi yang telah ditentukan sehingga
dapat menghindari eksitasi berlebih pada saat kecepatan mesin rendah dan
memperhalus dampak dari perubahan beban (load switching) untuk menghindari
kerusakan mesin. Sistem ini juga menyediakan proteksi untuk eksitasi berlebih yang
bekerja dengan waktu tunda tertentu ketika terjadi lonjakan tegangan medan eksitasi.
I.6. GPC (Generator Paralelling Controller)
8/5/2014 GENERATOR
http://imamsinaga.blogspot.com/ 5/12
GPC adalah suatu unit (alat) yang berfungsi sebagai pengontrol dan pengaman
generator. GPC akan mengeluarkan semua kebutuhan serta tugas-tugas untuk
mengontrol dan memproteksi operasi sebuah generator tanpa harus memperhatikan
penggunaan generator tersebut.
Hal ini berarti GPC dapat digunakan untuk berbagai tipe aplikasi seperti:
1. Satu generator (generator tunggal).
2. Kontrol beragam beban generator.
3. Beban utama yang tetap (dasar beban).
Sistem pengukuran GPC adalah melalui tegangan 3 fasa yang diukur pada
tegangan generator, arus generator dan tegangan bus utama.
I.6.1. Kontrol Fungsi
Kontrol fungsi dari GPC ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Dinamik sinkronisasi.
a. Perubahan frekuensi.
b. Check tegangan.
c. Kompensasi waktu tunda pemutus.
d. Pemeriksaan urutan fasa.
2. Beban tetap (dasar beban) jalannya generator.
3. Berjalannya frekuensi yang tetap pada generator yang berdiri sendiri.
4. Pembagian beban antar generator dengan beban beragam serta pengontrol
frekuensi.
5. Output rele untuk speed governor.
6. Output rele untuk menutup dan membukanya pemutus generator.
7. Mengatur ramp – up dan ramp – down dari beban generator.
8. Output rele untuk start – stop generator berikutnya (berdasarkan tinggi
rendahnya beban).
I.6.2. Fungsi Proteksi Generator
Proteksi terhadap generator yang terdapat pada operasi sistem GPC dapat dibagi atas
dua kelompok, yaitu proteksi untuk:
1. Daya balik (reverse power).
2. Over current (dengan 2 level).
Fungsi proteksi terhadap generator dapat dipilih untuk mengaktifkan salah satu dari
empat rele yang dapat disusun. Opsi A dan Opsi B tidak dapat dipilih pada waktu yang
bersamaan diantara fungsi keduanya.
a. Opsi A
1. Vector jump.
2. (rocof). dtdf
8/5/2014 GENERATOR
http://imamsinaga.blogspot.com/ 6/12
3. Over voltage (2 level).
4. Low voltage (2 level).
5. Over frekuensi (2 level).
6. Low frekuensi (2 level).
b. Opsi B Bus Proteksi
1. Over voltage (2 level).
2. Low voltage (2 level).
3. Over frekuensi (2 level).
4. Low frekeunsi (2 level).
c. Opsi D Tegangan, VAR/Power Factor Control
Pemilihan yang dipilih pada opsi D dapat diaktifkan dengan cara pemilihan mode dari
GPC itu sendiri (mode input 4, 5 dan 6).
d. Opsi E Analog Governor dan Output AVR Control
Pemilihan opsi E memerlukan papan tambahan yang akan diletakkan pada slot #4 yaitu
pada terminal 65 – 72 dimana ada dua output analog hadir berkisar ±20 mA. Output ini
diberi penguatan terpisah. Bagian GPC yang terakhir adalah output aktif (tidak
memerlukan tambahan tegangan dari luar).
e. Opsi F1, 2x Transducer Output
Pemilihan opsi F1, berarti ada sebuah papan tambahan yang akan ditambahkan pada
slot #6 (terminal 90 – 97) dimana terdapat dua output analog (0 – 20 mA). Output
diberi penguatan terpisah dan di GPC terakhir outputnya adalah output aktif (tidak
memerlukan tambahan tegangan dari luar).
Komponen utama dari generator
Komponen utama dari sebuah generator listrik dapat secara luas diklasifikasikan
sebagai berikut:
1. Mesin
2. Alternator
3. Sistem Bahan Bakar
4. Voltage Regulator
5. Pendingin dan Exhaust System
6. Sistem Pelumasan
7. Charger Baterai
8. Control Panel
9. Kerangka Utama / Frame
Uraian tentang komponen utama dari generator diberikan di bawah ini :
(1) Mesin
8/5/2014 GENERATOR
http://imamsinaga.blogspot.com/ 7/12
Mesin adalah sumber energi input mekanis untuk generator. Ukuran mesin berbanding
lurus dengan output daya maksimum generator dapat pasokan. Ada beberapa faktor
yang Anda perlu diingat saat menilai mesin generator Anda. Para produsen mesin
harus dikonsultasikan untuk mendapatkan spesifikasi operasi mesin penuh dan jadwal
pemeliharaan.
(A) Bahan Bakar
yang Digunakan – mesin Generator beroperasi pada berbagai bahan bakar seperti
diesel, bensin, propana (dalam bentuk cair atau gas), atau gas alam. Mesin yang lebih
kecil biasanya beroperasi pada bensin sementara mesin yang lebih besar berjalan
pada diesel, propana cair, gas propana, atau gas alam. Mesin tertentu juga dapat
beroperasi pada umpan ganda dari kedua solar dan gas dalam mode operasi bi-
bahan bakar.
(B) Overhead Valve (OHV)
Mesin versus non-OHV Mesin – mesin OHV berbeda dari mesin lain dalam bahwa
katup intake dan exhaust dari mesin yang terletak di kepala silinder mesin sebagai
lawan yang dipasang pada blok mesin. Mesin OHV memiliki beberapa keunggulan
dibandingkan mesin lain seperti:
· Desain ringkas
· Mekanisme Simpler operasi
· Daya Tahan
· User-friendly dalam operasi
Namun, OHV-mesin juga lebih mahal daripada mesin lainnya.
(C) Cast Iron Sleeve (CIS) di Cylinder Engine
CIS adalah lapisan dalam silinder mesin. Mengurangi keausan, dan memastikan daya
tahan mesin. Kebanyakan OHV-mesin dilengkapi dengan CIS tetapi penting untuk
memeriksa fitur ini di mesin generator. CIS adalah bukan merupakan fitur mahal tetapi
memainkan peranan penting dalam daya tahan mesin terutama jika Anda harus
menggunakan generator Anda sering atau untuk jangka waktu yang panjang.
(2) Alternator
Alternator, juga dikenal sebagai ‘genhead’, adalah bagian dari generator yang
menghasilkan output listrik dari input mekanis yang diberikan oleh mesin. Ini berisi
perakitan bagian-bagian diam dan bergerak terbungkus dalam perumahan.
Komponen bekerja sama untuk menyebabkan gerakan relatif antara medan magnet
dan listrik, yang pada gilirannya menghasilkan listrik.
(A) Stator
Ini adalah komponen stasioner. Ini berisi satu set konduktor listrik luka dalam
gulungan lebih dari inti besi.
8/5/2014 GENERATOR
http://imamsinaga.blogspot.com/ 8/12
(B) Rotor / Amature
Ini adalah komponen bergerak yang menghasilkan medan magnet berputar pada salah
satu dari tiga cara berikut:
(I) Berdasarkan induksi
Ini dikenal sebagai alternator brushless dan biasanya digunakan pada generator besar.
(Ii) Dengan magnet permanen – Ini adalah umum pada unit alternator kecil.
(Iii) Dengan menggunakan sebuah exciter – Exciter adalah sebuah sumber kecil arus
searah (DC) yang memberikan energi rotor melalui perakitan melakukan slip ring dan
sikat.
Rotor menghasilkan medan magnet yang bergerak di sekitar stator, yang
menginduksi perbedaan tegangan antara gulungan stator. Ini menghasilkan arus bolak-
balik (AC) output dari generator.
Berikut ini adalah faktor-faktor yang Anda perlu diingat saat menilai alternator
generator:
(A) Logam Plastik dibandingkan Perumahan – Sebuah desain semua-logam menjamin
daya tahan alternator. Rumah plastik mendapatkan cacat dengan waktu dan
menyebabkan bagian yang bergerak dari alternator yang akan terkena. Ini meningkat
keausan dan yang lebih penting, adalah berbahaya bagi pengguna.
(B) Ball Bearing Bearing dibandingkan Jarum – Bantalan peluru lebih disukai dan
lebih lama.
(C) Brushless Desain – Sebuah alternator yang tidak menggunakan sikat
membutuhkan perawatan yang kurang dan juga menghasilkan listrik bersih.
(3) Sistem Bahan Bakar
Tangki bahan bakar biasanya memiliki kapasitas yang cukup untuk menjaga generator
operasional selama 6 sampai 8 jam pada rata-rata. Dalam kasus unit generator kecil,
tangki bahan bakar adalah bagian dari dasar skid generator atau dipasang di atas
bingkai generator. Untuk aplikasi komersial, mungkin perlu untuk mendirikan dan
menginstal tangki bahan bakar eksternal. Semua instalasi tersebut tunduk pada
persetujuan dari Divisi Perencanaan Kota. Klik link berikut untuk rincian lebih lanjut
mengenai tangki bahan bakar untuk generator .
Fitur umum dari sistem bahan bakar adalah sebagai berikut:
(A) Pipa sambungan dari tangki bahan bakar untuk mesin – Garis pasokan
mengarahkan bahan bakar dari tangki ke mesin dan jaringan balik mengarahkan
bahan bakar dari mesin ke tangki.
(B) Ventilasi pipa untuk tangki bahan bakar – Tangki bahan bakar memiliki pipa
ventilasi untuk mencegah penumpukan tekanan atau vakum selama pengisian ulang
dan drainase tangki. Jauhkan logam kontak antara nosel pengisi dan tangki bahan
bakar untuk menghindari percikan api.
8/5/2014 GENERATOR
http://imamsinaga.blogspot.com/ 9/12
(C) Overflow koneksi dari tangki bahan bakar ke pipa pembuangan – ini diperlukan
sehingga setiap meluap selama mengisi ulang tangki tidak menyebabkan tumpahan
cairan pada genset.
(D) Bahan Bakar pompa – Ini bahan bakar transfer dari tangki penyimpanan utama
ke tangki hari. Pompa bahan bakar biasanya dioperasikan secara elektrik.
(E) Bahan Bakar Air Separator / Fuel Filter – hal ini memisahkan air dan asing dari
bahan bakar cair untuk melindungi komponen lain dari generator dari korosi dan
kontaminasi.
(F) Bahan Bakar Injector – Ini atomizes bahan bakar cair dan semprotan jumlah yang
diperlukan bahan bakar ke ruang pembakaran mesin.
(4) Voltage Regulator
Sesuai namanya, komponen ini mengatur tegangan keluaran dari generator.
Mekanisme ini dijelaskan di bawah ini terhadap satu komponen yang berperan dalam
proses siklus regulasi tegangan.
(1) Voltage Regulator: Konversi Tegangan AC ke DC Kini – regulator tegangan
memakan sebagian kecil dari output generator tegangan AC dan
mengkonversikannya menjadi arus DC. Regulator tegangan DC ini kemudian feed
saat ini untuk satu set gulungan sekunder di stator, yang dikenal sebagai gulungan
exciter.
(2) Exciter Belitan: Konversi DC ke AC Current Kini – gulungan exciter sekarang
mirip dengan gulungan stator utama fungsi dan menghasilkan arus AC kecil. Gulungan
exciter yang terhubung ke unit yang dikenal sebagai berputar rectifier.
(3) Rotating Rectifier: Konversi dari AC ke DC Current kini – ini memperbaiki arus
AC yang dihasilkan oleh gulungan exciter dan mengubahnya menjadi arus DC. Ini
arus DC diumpankan ke rotor / angker untuk menciptakan medan elektromagnetik
selain medan magnet yang berputar rotor / angker.
(4) Rotor / Amature: Konversi DC sekarang untuk Tegangan AC – Rotor / angker
sekarang menginduksi tegangan AC yang lebih besar di seluruh gulungan stator, yang
kini memproduksi generator sebagai tegangan output AC yang lebih besar.
Siklus ini terus berlanjut sampai generator mulai memproduksi setara tegangan output
untuk kapasitas operasi penuh. Sebagai output dari kenaikan generator, regulator
tegangan kurang menghasilkan arus DC. Setelah generator mencapai kapasitas
operasi penuh, regulator tegangan mencapai keadaan kesetimbangan dan
menghasilkan DC saat ini hanya cukup untuk mempertahankan output generator di
tingkat operasi penuh.
Bila Anda menambahkan beban untuk generator, output tegangan dips sedikit. Hal ini
mendorong regulator tegangan ke dalam tindakan dan siklus di atas dimulai. Siklus ini
8/5/2014 GENERATOR
http://imamsinaga.blogspot.com/ 10/12
berlanjut sampai landai output generator sampai dengan kapasitas operasi yang asli
penuh.
(5) Pendingin & Exhaust Sistem
(A) Sistem Pendingin
Penggunaan terus menerus generator menyebabkan berbagai komponen untuk
mendapatkan memanas. Sangat penting untuk memiliki pendingin dan sistem ventilasi
untuk menarik panas yang dihasilkan dalam proses.
Air baku / segar kadang-kadang digunakan sebagai pendingin untuk generator, tetapi
ini sebagian besar terbatas pada situasi tertentu seperti generator kecil dalam aplikasi
kota atau unit yang sangat besar di atas 2250 kW dan di atas. Hidrogen kadang-
kadang digunakan sebagai pendingin untuk gulungan stator unit pembangkit besar
karena lebih efisien dalam menyerap panas dari pendingin lainnya. Hidrogen
menghilangkan panas dari generator dan transfer melalui penukar panas menjadi
sirkuit pendingin sekunder yang berisi de-mineralisasi air sebagai pendingin. Inilah
sebabnya mengapa sangat besar dan generator pembangkit listrik kecil sering
memiliki menara pendingin yang besar di samping mereka. Untuk semua aplikasi
umum lainnya, baik perumahan dan industri, radiator standar dan kipas terpasang
pada generator dan bekerja sebagai sistem pendingin primer.
Hal ini penting untuk memeriksa tingkat pendingin generator setiap hari. Sistem
pendingin dan pompa air baku harus memerah setelah setiap 600 jam dan penukar
panas harus dibersihkan setelah setiap 2.400 jam operasi generator. Generator harus
ditempatkan di daerah terbuka dan berventilasi yang memiliki pasokan yang cukup
dari udara segar.
(B) Sistem Pembuangan Gas
Exhaust asap yang dipancarkan oleh generator hanya seperti knalpot dari setiap
diesel atau mesin gasonline dan mengandung bahan kimia yang sangat beracun yang
perlu dikelola dengan baik. Oleh karena itu, adalah penting untuk menginstal sistem
pembuangan yang memadai untuk membuang gas buang. Hal ini tidak dapat
ditekankan cukup sebagai keracunan karbon monoksida tetap menjadi salah satu
penyebab paling umum untuk kematian di daerah pasca badai yang terkena dampak
karena orang cenderung tidak berpikir tentang hal itu sampai terlambat.
Pipa knalpot biasanya terbuat dari besi cor, besi tempa, atau baja. Ini harus berdiri
bebas dan tidak harus didukung oleh mesin generator. Pipa knalpot biasanya melekat
pada mesin dengan konektor fleksibel untuk meminimalkan getaran dan mencegah
kerusakan pada sistem knalpot generator. Pipa knalpot berakhir di luar rumah dan
mengarah menjauh dari pintu, jendela dan lubang lainnya ke rumah atau bangunan.
Anda harus memastikan bahwa sistem pembuangan generator Anda tidak terhubung
8/5/2014 GENERATOR
http://imamsinaga.blogspot.com/ 11/12
dengan yang peralatan lain. Anda juga harus berkonsultasi tata kota setempat untuk
menentukan apakah operasi generator Anda akan perlu untuk mendapatkan
persetujuan dari pemerintah daerah untuk memastikan anda sesuai dengan hukum
setempat yang melindungi terhadap denda dan hukuman lain.
(6) Sistem pelumas
Sejak generator terdiri dari bagian yang bergerak dalam mesin, memerlukan
pelumasan untuk memastikan operasi daya tahan dan halus untuk jangka waktu yang
panjang. Mesin generator dilumasi oleh minyak disimpan dalam pompa. Anda harus
memeriksa tingkat minyak pelumas setiap 8 jam operasi generator. Anda juga harus
memeriksa kebocoran pelumas dan mengubah minyak pelumas setiap 500 jam
operasi generator.
(7) Charger Baterai
Fungsi awal dari generator adalah dioperasikan dengan baterai. Pengisi daya baterai
membuat baterai pembangkit dibebankan dengan memasok dengan tegangan yang
tepat ‘melayang’. Jika tegangan mengambang sangat rendah, baterai akan tetap
undercharged. Jika tegangan mengambang sangat tinggi, akan mempersingkat masa
pakai baterai. Pengisi baterai yang biasanya terbuat dari stainless steel untuk
mencegah korosi. Mereka juga sepenuhnya otomatis dan tidak memerlukan
pengaturan yang harus dilakukan atau pengaturan diubah. Output tegangan DC dari
charger baterai ditetapkan sebesar 2,33 Volt per sel, yang adalah tegangan
mengambang tepat untuk baterai asam timbal. Pengisi daya baterai memiliki output
tegangan DC terpencil yang tidak mengganggu fungsi normal dari generator.
(8) Control Panel
Ini adalah antarmuka pengguna dari generator dan mengatur beberapa ketentuan
untuk outlet listrik dan kontrol. Artikel berikut memberikan rincian lebih lanjut
mengenai panel kontrol pembangkit . Produsen yang berbeda telah bervariasi fitur
yang ditawarkan dalam panel kontrol unit mereka. Beberapa di antaranya disebutkan
di bawah.
(A) awal Electric dan shut-down – panel kontrol Auto awal secara otomatis memulai
generator selama pemadaman listrik, memantau generator saat beroperasi, dan secara
otomatis mematikan unit ketika tidak lagi diperlukan.
(B) Mesin pengukur – pengukur yang berbeda menunjukkan parameter penting
seperti tekanan minyak, suhu pendingin, tegangan baterai, kecepatan putaran mesin,
dan durasi operasi. Pengukuran dan pemantauan konstan dari parameter ini
memungkinkan built-in menutup generator ketika salah satu menyeberangi tingkat
masing-masing ambang batas.
(C) Generator alat pengukur – Panel kontrol juga memiliki meter untuk pengukuran
arus keluaran dan tegangan, dan frekuensi operasi.
8/5/2014 GENERATOR
http://imamsinaga.blogspot.com/ 12/12
Beranda
Langganan: Entri (Atom)
Diposkan oleh ImamSinaga di 11.02 3 komentar:
(D) kontrol lain – Tahap pemilih beralih, frekuensi switch, dan mesin saklar kontrol
(mode manual, mode otomatis) antara lain.
(9) Kerangka Utama / Frame
Semua generator, portabel atau stasioner, telah disesuaikan perumahan yang
menyediakan basis dukungan struktural. Bingkai juga memungkinkan untuk dihasilkan
harus dibumikan / grounding untuk keselamatan.
Rekomendasikan ini di Google
Template Travel. Diberdayakan oleh Blogger.