You are on page 1of 7

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kehamilan dapat menjadi dambaan, tetapi juga dapat menjadi
malapetaka apabila kehamilan itu dialami oleh remaja yang belum menikah.
Beberapa alasan mengapa kehamilan remaja dapat menimbulkan risiko
adalah rahim belum siap mendukung kehamilan, sistem hormonal belum
terkoodinasi lancar, kematangan psikologis untuk menghadapi proses
persalinan yang traumatik dan untuk mengasuh anak/memelihara belum
cukup (Kusmiran, 2011).
asyarakat menghadapi kenyataan bah!a kehamilan pada masa
remaja semakin meningkat dan menjadi masalah, terutama kehamilan yang
terjadi pada usia di ba!ah 20 tahun. Kurangnya pengetahuan seks serta
adanya adat istiadat yaitu merasa malu ka!in tua (pera!an tua)
menyebabkan meningkatnya perka!inan dan kehamilan usia remaja.
Beberapa "aktor yang menyebabkan kehamilan pada remaja antara lain
hubungan seks pada masa subur, renggangnya hubungan antara remaja dan
orang tua, rendahnya interaksi di tengah#tengah keluarga, keluarga yang
tertutup terhadap in"ormasi seks dan seksualitas, menabukan masalah seks
dan seksualitas, kesibukan orang tua (anuaba, 2010 dalam $nsani, 2012).
%eiring dengan pertumbuhan primer dan sekunder pada remaja ke
arah kematangan yang sempurna, muncul juga hasrat dan dorongan untuk
menyalurkan keinginan seksualnya, yang dimulai dari perasaan tertarik
hingga tingkah laku berkencan, bercumbu dan bersenggama yang akhirnya
bisa terjadi kehamilan pranikah. &ampak dari kehamilan pada usia remaja
1
2
antara lain abortus yang didukung dengan status ekonomi sebuah keluarga
yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan si bayi, keadaan emosional
dan pasangan yang tidak bertanggung ja!ab. 'da juga kehamilan pada
remaja yang berisiko terjadinya pre-eklamsia, anemia, bayi prematur, bayi
Berat Badan (ahir )endah (BB()), kematian bayi, kanker pada alat
kandungan perempuan karena rentan pada usia 12#1* tahun perubahan sel
pada mulut rahim sedang akti" sekali, menderita disproporsi sefalo pelvic
(karena tulang panggul belum tumbuh sempurna) dan +%. %elain itu,
kehamilan usia remaja dapat menyebabkan perceraian karena kurang
matangnya kede!asaan mereka dalam membina rumah tangga (iron, 200,
dalam $nsani, 2012).
)isma Kerina Kaban dari &i-isi .eonatologi &epartemen $lmu
Kesehatan 'nak )umah %akit /ipto angunkusumo mengatakan salah satu
"aktor penyebab kelahiran bayi prematur adalah kehamilan pada usia
remaja. &an $ndonesia berada di urutan ke#0 sebagai negara dengan
persentase kelahiran bayi prematur di atas 11 persen dari seluruh jumlah
kelahiran. 2ntuk skala dunia, setiap tahun lahir sekitar 11 juta bayi
premature (Kompas, 2013).
Kurnia!an (2004) mengatakan dalam tesisnya yang dikutip oleh
)ajani (2012) bah!a pada penelitian World Health Organization (567)
tahun 2008 menunjukkan kurangnya pengertian remaja tentang masa subur
dapat terlihat pada pengetahuan mereka tentang risiko kehamilan. %ebanyak
10,29 remaja mengatakan bah!a perempuan yang melakukan hubungan
seksual sebelum mengalami menstruasi bisa hamil, dan sebanyak 4,49
3
remaja yang mendengar istilah masa subur menyatakan bah!a perempuan
tidak bisa hamil bila melakukan hubungan seksual pada masa subur.
&i 'merika %erikat, diperkirakan terjadi 130.000 kelahiran bayi dari
hasil hubungan pranikah. 'ngka tersebut dapat jauh lebih kecil
dibandingkan hal yang terjadi sebenarnya. asalah tersebut ternyata lebih
menonjol di berbagai negara :ropa dan 'sia (Kusmiran, 2011). enurut
%ugiharta dalam %oetjiningsih (200*) pada tahun 100* angka kehamilan
remaja di 'merika %erikat ('%) sebanyak 480.000 dan *09 adalah
kehamilan yang tak disengaja. %ebesar 109 setiap tahunnya remaja usia 11#
10 tahun mengalami kehamilan, 109 dari remaja yang pernah berhubungan
berakhir dengan kehamilan dan 139 dari seluruh kehamilan di '% adalah
kelahiran dari perempuan usia remaja, 319 diantaranya adalah kelahiran
tanpa perka!inan (pranikah).
&i $ndonesia angka kehamilan remaja dari hasil hubungan pranikah
sulit diketahui secara pasti, karena kasus ini selalu disembunyikan rapat oleh
pelakunya. %udibyo 'limoeso, &eputi Keluarga %ejahtera dan
+emberdayaan Keluarga (K%+K) Badan Kependudukan &an Keluarga
Berencana .asional (BKKB.) menyatakan bah!a kasus .arkoba, Human
Immunodeficiency Virus/c!uired Immune "eficiency #yndrome
(6$;/'$&%) dan seks bebas saat ini melanda kehidupan remaja $ndonesia.
Bahkan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ustralian $ational
%niversity dan 2ni-ersitas $ndonesia (2$) terhadap remaja di $ndonesia
menyatakan bah!a kondisi kehidupan remaja $ndonesia sudah sangat
memprihatinkan, karena dari 3.,00 responden penelitian tersebut, sebanyak
20,09 remaja tersebut telah hamil di luar nikah ()iau +os, 2012).
8
Berdasarkan data &inas Kesehatan Kota Banjarmasin, tercatat ada 184
kasus seks pranikah selama tahun 2011. &ata &inas Kesehatan Kota
Banjarmasin juga menyebutkan bah!a selain seks pranikah ada juga kasus
in"eksi saluran reproduksi sebanyak 30 kasus. Kasus lainnya yakni $n"eksi
enular %eksual ($%) ada sebanyak 30 kasus. %edangkan kasus kehamilan
tidak diinginkan atau di luar nikah sebanyak 220 kasus. &ata juga
menunjukkan bah!a ada 321 kasus persalinan remaja baik karena menikah
di usia dini maupun di luar nikah ()adar Banjarmasin, 2012).
&ari hasil obser-asi dan !a!ancara yang dilakukan terhadap sis!i
%'. 1 <ambut, diketahui bah!a setiap tahunnya ada sis!i yang
dikeluarkan maupun mengundurkan diri dari sekolah karena hamil di luar
nikah. %elain itu sis!a#sis!i di %'. 1 <ambut tersebut juga belum
pernah mendapat penyuluhan maupun pendidikan mengenai kesehatan
reproduksi secara khusus. &an dari salah satu media cetak daerah juga
pernah diberitakan bah!a salah satu sis!i %'. 1 <ambut ada yang
dikeluarkan dari sekolah karena hamil di luar nikah (pranikah).
%tudi pendahuluan yang dilakukan dengan membagikan lembar
kuesioner pada tanggal 1 'pril 2013 pada 10 orang sis!i kelas =$ di %'.
1 <ambut, diketahui * sis!i kurang mengetahui tentang apa itu kehamilan,
maupun dampak dan risiko apabila terjadi pada remaja dan tindakan yang
dapat dilakukan untuk mencegah kehamilan pada remaja pranikah, 2 sis!i
cukup mengetahui, dan hanya satu sis!i yang mengetahui tentang apa itu
kehamilan, maupun dampak dan risiko apabila terjadi pada remaja dan
tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah kehamilan pada remaja
pranikah. * orang yang memiliki sikap positi" terhadap pengetahuan tentang
1
kehamilan remaja pranikah, dan 3 orang memiliki sikap negati" terhadap
pengetahuan tentang kehamilan remaja pranikah.
Kehamilan yang terjadi pada remaja memiliki banyak dampak negati",
antara lain abortus, status ekonomi keluarga yang tidak mampu untuk
memenuhi kebutuhan si bayi, keadaan emosional dan pasangan yang tidak
bertanggung ja!ab apabila kehamilan terjadi pada remaja pranikah. 'da
juga kehamilan pada remaja yang berisiko terjadinya pre-eklamsia, anemia,
bayi prematur, bayi Berat Badan (ahir )endah (BB()), kematian bayi,
kanker pada alat kandungan perempuan. .amun, pada kenyataannya masih
banyak remaja yang belum memahami dampak#dampak yang ditimbulkan
dari kehamilan remaja tersebut.
2ntuk meningkatkan pengetahuan tentang risiko kehamilan pranikah
dapat dilakukan dengan membuka in"ormasi tentang kesehatan reproduksi di
sekolah, penyuluhan secara klasikal, bimbingan secara indi-idual oleh guru
Bimbingan dan Konseling (BK) se!aktu#!aktu bila remaja membutuhkan
in"ormasi (+oltekes &epkes >akarta $, 2010 dalam $nsani, 2012).
eningkatkan hubungan remaja dalam lingkungan keluarga, memberikan
pendidikan seksual sehat, mengikutsertakan dalam semua akti"itas yang
produkti", upaya preventif ini bertujuan untuk menyelamatkan alat
reproduksi remaja, sehingga tidak terjadi akibat yang buruk dan dapat
meneruskan generasi yang tangguh pada !aktunya berkeluarga nanti
(anuaba, 2000 dalam $nsani, 2012).
Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian tentang ?<ambaran +engetahuan &an %ikap )emaja @entang
Kehamilan )emaja +ranikah +ada %is!i Kelas =$ di %'. $ <ambut
@ahun 2013A.
,
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ustralian $ational
%niversity dan 2ni-ersitas $ndonesia (2$) terhadap remaja di $ndonesia
menyatakan bah!a kondisi kehidupan remaja $ndonesia sudah sangat
memprihatinkan, karena dari 3.,00 responden penelitian tersebut, sebanyak
20,09 remaja tersebut telah hamil di luar nikah. .erdasarkan latar belakang
tersebut permasalahan yang dapat dirumuskan adalah ?Bagaimanakah
<ambaran +engetahuan &an %ikap )emaja @entang Kehamilan )emaja
+ranikah +ada %is!i Kelas =$ di %'. $ <ambut @ahun 2013 BA
C. Tujuan Penelitian
1. @ujuan umum
2ntuk mengetahui <ambaran +engetahuan &an %ikap )emaja
@entang Kehamilan )emaja +ranikah +ada %is!i Kelas =$ &i %'. $
<ambut @ahun 2013.
2. @ujuan khusus
a. engidenti"ikasi <ambaran +engetahuan @entang Kehamilan )emaja
+ranikah +ada %is!i Kelas =$ di %'. 1 <ambut @ahun 2013.
b. engidenti"ikasi <ambaran %ikap )emaja @entang Kehamilan
)emaja +ranikah +ada %is!i Kelas =$ &i %'. 1 <ambut @ahun
2013.
c. engidenti"ikasi <ambaran %ikap Berdasarkan +engetahuan )emaja
@entang Kehamilan )emaja +ranikah +ada %is!i Kelas =$ &i %'.
1 <ambut tahun 2013.
D. Manfaat Penelitian
1. %ecara teoritis
erupakan !acana yang perlu dikaji secara mendalam mengenai
gambaran pengetahuan tentang kehamilan remaja pranikah.
2. %ecara praktis
a. Bagi sis!i kelas =$ %'. 1 <ambut
*
6asil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk
menambah !a!asan sis!i tentang kehamilan remaja pranikah,
sehingga sis!i dapat mengindari hubungan seksual pranikah.
b. Bagi $nstitusi sekolah %'. 1 <ambut
6asil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan
bagi pihak sekolah khususnya bagi guru Bimbingan dan Konseling
(BK) untuk memberikan bimbingan mengenai kehamilan remaja
pranikah pada pelajar khususnya para sis!i, sehingga dapat
menjauhi hubungan seksual pranikah dan terhindar dari kehamilan
remaja pranikah.
c. Bagi peneliti
%ebagai pengetahuan dalam membuat suatu penelitian dan
dapat menerapkan teori yang didapat selama pendidikan serta untuk
memenuhi syarat mendapatkan gelar 'hli adya Kepera!atan, juga
sebagai sumbangsih bagi para peneliti lain, pemerhati kesehatan,
pemerhati remaja, dan pihak#pihak yang berkompeten terhadap
peningkatan kesehatan.
d. Bagi $nstitusi pendidikan 'kademi Kepera!atan +andan 6arum
1) &apat menjadi bahan masukan guna meningkatkan kualitas
belajar mengajar materi perkuliahan maternitras dan kepera!atan
keluarga, khususnya tentang kehamilan remaja pranikah.
2) %ebagai bahan bacaan dan menambah !a!asan bagi mahasis!a
'kademi Kepera!atan +andan 6arum pada khususnya.