You are on page 1of 7

Dosis ondansetron pada pasien

gastroenteritis

Latar belakang
• Gastroenteritis tetap menjadi penyebab utama
mortalitas dan morbiditas pada anak. Laporan
gastroenteritis akut Di AS yaitu lebih dari 1,5 juta
yang rawat jalan, dan kurang lebih 200.000 yang
rawat rumah sakit/tahun pada anak yang berusia
kurang dari 5 tahun. Hampir 70% anak dengan
gastroenteritis didapat muntah sebelum kunjungan
gawat daruratnya ke RS.
Kemajuan dalam penanganan gastroenteritis pada
pediatri adalah pilihan pemberian ondansetron, sebuah
antagonis 5-HT3 yang secara menyeluruh dan cepat
diserap di traktus gastrointestinal, untuk anak dengan
muntah berulang. Namun dosis optimalnya belum
diketahui.
Metode
• Antara Januari 2004 dan April 2005, Data propective
dikumpulkan pada anak usia 6 bulan-10 tahun yang
disampaikan kepada Emergency Departement dari
Rumah Sakit Children Memorial, Chicago, IL, USA,
dengan gastroenteritis akut dan dehidrasi, dan
diberikan sebuah ondansetron ODT sebagai bagian
dari percobaan klinis prospective untuk
mengevaluasi efektivitas ondansetron
Kritreria inklusi :
1. muntahan non-empedu dan non-darah
2. diare sekunder enteritis akut.
3. Muntah harus terjadi dalam waktu 4 jam sebelumnya triase
4. semua anak memiliki dehidrasi ringan sampai sedang

Kriteria eksklusi
1. dehidrasi berat,
2. berat badan <8kg,
3. penyakit yang mendasari yang mungkin mempengaruhi
penilaian status hidrasi, atau riwayat operasi perut
Subyek menerima dosis berdasarkan berat badan dari sediaan :
2mg untuk anak dengan berat badan 8-15 kg , 4mg untuk anak
dengan berat badan lebih dari 15 kg sampai 30 kg , dan 8 mg
untuk anak dengan berat badan lebih dari 30 kg . Semua anak
menjalani 60 menit percobaan terapi rehidrasi oral sesuai
dengan protokol standar dan diberikan rehidrasi oral tunggal
solut
Hubungan antara dosis ondansetron dan keberhasilan terapi
rehidrasi oral ditentukan oleh volume cairan rehidrasi oral yang
dikonsumsi ( mL / kg / jam ) , persen berat badan , dan frekuensi
muntah . Hasil sekunder adalah frekuensi diare , muntah terus-
menerus ( variabel dikotomis ) , dan kebutuhan untuk rehidrasi
intravena atau rawat inap setelah pemberian ondansetron .
Data yang dikumpulkan pada ukuran sampel tetap 105
pasien
Analisis Data
1. Korelasi antara frekuensi muntah sementara di ED dan dosis ondansetron
yang diberikan dihitung dengan menggunakan korelasi koefisien rank tau
Kendall
2. Jumlah episode diare , standar untuk lama tinggal di emergency
departement , dianalisis sebagai variabel kontinu menggunakan koefisien
korelasi Pearson .
3. Hubungan antara dosis ondansetron diberikan dengan hasil dari muntah ,
rehidrasi intravena , dan rawat inap dianalisis dengan menggunakan
Independent Samples t -Test .
4. Semua analisa dua -sisi dengan signifikansi ditetapkan pada p < 0,05 .
Kecuali ditentukan lain, allanalyses dilakukan dengan software SPSS ( versi
16.0 )

Hasil
• Seratus lima anak ( 59 laki-laki ) memenuhi
kriteria kelayakan studi dan dimasukkan dalam
analisis. Usia peserta berkisar antara 6 bulan
sampai 8,2 tahun . Rata-rata dosis pemberian
ondansetron yaitu kisaran 0.13-0.26mg/kg
Hasil
Dosis ondansetron yang
diberikan ( mg / kg ) tidak
berhubungan secara statistik
dengan volume cairan
rehidrasi oral (mL / kg / jam )
yang dikonsumsi ( koefisien
korelasi r = -0,088 , p = 0,36 )
Dosis ondansetron yang
diberikan ( mg / kg ) tidak
berhubungan secara statistik
dengan persen berat badan ( r
= -0,002 , p = 0,98 )
Tidak ada hubungan antara
dosis ondansetron yang
diberikan dengan jumlah
episode muntah selama terapi
rehidrasi oral
di emergency departement.
(tau = 0.093 , p = 0,24 )
Tidak ada hubungan antara
dosis ondansetron (mg/kg)
dengan jumlah episode diare
perjam selama beada di
emergency departement.
(r=0,062 , p = 0,52 )
Kesimpulan
• Kami menemukan bahwa rentang dosis ondansetron
yaitu 0.13-0.26mg/kg.
• Anak-anak yang menerima dosis tinggi ondansetron
tidak mengalami penurunan lebih besar pada muntah
atau persyaratan untuk rehidrasi intravena atau rumah
sakit, dan tidak mengalami peningkatan asupan cairan
oral dibandingkan dengan anak-anak yang menerima
dosis yang lebih rendah dari ondansetron
• Dengan demikian, penggunaan terus ondansetron
dalam rentang dosis ini untuk mencegah emesis pada
anak dengan gastroenteritis akut adalah tepat