You are on page 1of 15

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah senantiasa memberkati kami dalam
menyelesaikan makalah ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada dosen, teman-teman,
dan semua pihak yang telah memberi bantuan dan dukungan kepada kami dalam meyelesaikan
makalah ini.
Kami membuat makalah ini, bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara kasus hukum
dari perbuatan yang melanggar hukum pidana dengan materi kuliah yang telah kami pelajari
tentang primordial.
Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak kekurangan dan kekeliruan.
leh karena itu kami dengan senang hati menerima kritik dan saran untuk menyempurnakan
makalah kami ini. Kami berharap makalah ini dapat berman!aat bagi kita semua.
DAFTAR ISI
Kata pengantar
"a!tar isi
#ab $ Pendahuluan
%.% &atar #elakang
%.' (umusan Masalah
%.) Tujuan
#ab ' &andasan Teori
'.% "e!inisi Primordialisme
'.' *ukum Pidana
'.) +sas-asas *ukum Pidana
'., Pidana #ersyarat
'.- Pendekatan (estorati.e /ustice
#ab ) *asil Pembahasan
).% 0ontoh Kasus
).' Pembahasan Kasus
#ab , Kesimpulan dan 1aran
,.% Kesimpulan
,.' 1aran
"a!tar Pustaka
#+# $
PE2"+*3&3+2
%.% &atar belakang
*ukum Pidana, sebagai salah satu bagian independen dari *ukum Publik
merupakan salah satu instrumen hukum yang sangat urgen eksistensinya sejak 4aman
dahulu. *ukum ini ditilik sangat penting eksistensinya dalam menjamin keamanan
masyarakat dari ancaman tindak pidana, menjaga stabilitas negara dan 5bahkan6
merupakan 7lembaga moral8 yang berperan merehabilitasi para pelaku pidana.
*ukum ini terus berkembang sesuai dengan tuntutan tindak pidana yang ada di setiap
masanya.
Pada dasarnya instrumen hukum dibuat untuk menegakkan keadilan bagi
masyarakat dari berbagai kalangan. Tapi sering kali masyarakat beranggapan bahwa
hukum tidak mempan kepada orang-orang yang memiliki jabatan. #anyak kasus-
kasus pelanggaran hukum berat yang melibatkan orang-orang di dalam pemerintahan,
namun berakhir dengan hukuman yang dirasa terlalu ringan. 1edangkan banyak pula
kasus pelanggaran hukum ringan yang berakhir pada hukuman yang sama atau
bahkan lebih berat karena pelaku pelanggaran hukum tidak memiliki posisi yang kuat
di dalam masyarakat.
Makalah ini akan membahas mengenai !enomena tersebut melalui pendekatan
primordialisme. #agaimana tindakan hukum terhadap seseorang yang posisinya lebih
kuat di mata masyarakat lebih diutamakan dibandingkan dengan yang lainnya.
Primordialisme pada dasarnya merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dari
kehidupan masyarakat yang berbudaya. 2amun jika primordialisme sudah
menginter.ensi keputusan perlakuan hukum terhadap suatu golongan tertentu, maka
tingkat keadilan pada penegakkan hukum ini akan dipertanyakan dan akan
mengakibatkan ketidak percayaan masyarakat terhadap hukum. leh karena itu
!enomena ini perlu mendapat perhatian yang serius agar penegakkan hukum di
$ndonesia dapat
%.' (umusan masalah
#erdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang akan dibahas
dalam makalah ini adalah9
• +pakah pengaruh primordialisme terhadap keputusan penegak hukum
terhadap kasus pidana.
• Pada !aktor apakah primordialisme mempengaruhi keputusan penegak
hukum
• #agaimana primordialisme mempengaruhi keputusan hukum melalui
beberapa contoh kasus pidana
%.) Tujuan
#erdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari makalah ini adalah9
• Menjelaskan pengaruh primordialisme terhadap keputusan penegak
hukum terhadap kasus pidana
• Menjelaskan !aktor apa saja yang memicu primordialisme dalam
keputusan penegak hukum
• Menjelaskan bagaimana primordialisme mempengaruhi keputusan hukum
BAB 2
LANDASAN TEORI
'.% Primordialisme
Primordialisme merupakan sebuah istilah yang menunjukan pada sikap kesukuan
yang berlebihan. Terlalu membanggakan suku atau rasnya sehingga sering terkesan
meremehkan suku atau ras lainnya. Primordial juga merupakan sebuah pandangan atau
paham yang memegang Teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, bai mengenai tradisi,
adat-istiadat, kepercayaan, maupun segalasesuatu yang ada di dalam lingkungan
pertamanya.
Primordialisme berasal dari kata bahasa latin primus yang artinya pertama dan
ordiri yang artinya tenunan atau ikatan.
$katan seseorang pada kelompok yang pertama dengan segala nilai yang
diperolehnya melalui sosialisasi akan berperan dalam membentuk sikap primordial. "i
satu sisi, sikap primordial memiliki !ungsi untuk melestarikan budaya kelompoknya.
2amun, di sisi lain sikap ini dapat membuat indi.idu atau kelompok memiliki sikap
etnosentrisme. Yaitu suatu sikap yang cenderung bersi!at subjekti! dalam memandang
budaya oranglain. Mereka aka selau memandang budaya orang lain dari kacamata
budayanya.
2amun sikap primordialisme juga memiliki !ungsi untuk melestarikan budaya
kelompoknya, sehingga budaya tersebut dapat dipertahankan secara asli 5tidak
dipengaruhi budaya lain6 agar nantinya dapat diwariskan kepada generasi yang akan
datang.
&atar belakang yang dapat menimbulkan primordialisme antara lain yaitu9
• +danya sesuatu yang dianggap istimewa pada ras, suku bangsa, daerah asal dan
agama.
• $ngin mempertahankan keutuhan kelompok atau komunitasnya dari ancaman luar.
Kelompok yang dimaksud seperti keluarga, ras, etnik, daerah asal, dan agama.
• +danya nilai-nilai yang dijunjung tinggi karena berkaitan dengan sistem keyakinan,
misalnya nilai keagamaan, dan !alsa!ah hidup didalamnya.
'.' *ukum Pidana
*ukum Pidana adalah *ukum yang mengatur perbuatan-perbuatan yang dilarang
oleh 3ndang-3ndang dan berakibat diterapkannya hukuman bagi siapa yang
melakukannya dan memenuhi unsur-unsur perbuatan yang disebutkan dalam 3ndang-
3ndang Pidana. 1eperti perbuatan yang dilarang dalam Kitab 3ndang-3ndang *ukum
Pidana, 3ndang-3ndang Korupsi, 3ndang-3ndang *+M dan lain sebagainya. *ukum
pidana adalah hukum yang mengatur perbuatan-perbuatan apa yang dilarang dan
memberikan hukuman bagi yang melanggarnya. Perbuatan yang dilarang dalam hukum
pidana adalah9
• Pembunuhan
• Pencurian
• Penipuan
• Perampokan
• Penganiayaan
• Pemerkosaan
• Korupsi
Menurut Pro!. Moeljatno, 1.*. hukum pidana adalah bagian dari keseluruhan
hukum yang berlaku di duatu 2egara, yang mengadakan dasar-dasar dan aturan-aturan
intuk9
• Menentukan perbuatan-perbuatan mana yang tidak boleh dilakukan dan yang
dilarang, dengan disertai ancaman atau sanksi yang berupa pidana tertentu bagi yang
melanggar larangan tersebut.
• Menentukan kapan dan dalam hal-hal apa kepada mereka yang telah melanggar
larangan-larangan itu dapat dikenakan atau dijatuhi pidana sebagaimana yang telah
diancamkan.
• Menentukan dengan cara bagaimana pengenaan pidana itu dapat dilaksanakan apabila
ada orang yang disangka telah melanggar larangan tersebut.
1edangkan menurut 1udarsono, pada prinsipnya *ukum Pidana adalah yang
mengatur tentang kejahatan dan pelanggaran terhadap kepentingan umum dan perbuatan
tersebut diancam dengan pidana yang merupakan suatu penderitaan.
1umber hukum pidana dapat dibedakan atas sumber hukum tertulis dan sumber
hukum yang tidak tertulis. "i $ndonesia sendiri, kita belum memiliki Kitab 3ndang-
3ndang *ukum Pidana 2asional, sehingga masih diberlakukan Kitab 3ndang-3ndang
*ukum Pidana warisan dari pemerintah kolonial *india #elanda. +dapun sistematika
3ndang-3ndang *ukum Pidana antara lain9
• #uku $ Tentang Ketentuan 3mum 5Pasal %-%:)6.
• #uku $$ Tentang Kejahatan 5Pasal %:,-,;;6.
• #uku $$$ tentang Pelanggaran 5Pasal ,;<--=<6.
"an juga ada beberapa 3ndang-undang yang mengatur tindak pidana khusus yang
dibuat setelah kemerdekaan antara lain9
• 33 2o. ; Tahun %<-- Tentang Tindak Pidana $migrasi.
• 33 2o. < Tahun %<=> Tentang 2arkoba.
• 33 2o. %= Tahun '::) Tentang +nti Terorisme. dll
Ketentuan-ketentuan *ukum Pidana, selain dalam Kitab 3ndang-undang *ukum
Pidana maupun 33 Khusus, jugaterdapat dalam berbagai Peraturan Perundang-undangan
lainnya, seperti 33. 2o. - Tahun %<=: Tentang Peraturan "asar Pokok-Pokok +graria,
33 2o. < Tahun %<<< Tentang Perlindungan Konsumen, 33 2o. %< Tahun '::' Tentang
*ak 0ipta dan sebagainya.
'.) +sas-+sas *ukum Pidana
• +sas &egalitas, tidak ada suatu perbuatan dapat dipidana kecuali atas kekuatan aturan
pidana dalam Peraturan Perundang-3ndangan yang telah ada sebelum perbuatan itu
dilakukan 5Pasal % +yat 5%6 K3*P6. /ika sesudah perbuatan dilakukan ada perubahan
dalam Peraturan Perundang-3ndangan, maka yang dipakai adalah aturan yang paling
ringan sanksinya bagi terdakwa 5Pasal % +yat 5'6 K3*P6.
• +sas Tiada Pidana Tanpa Kesalahan, 3ntuk menjatuhkan pidana kepada orang yang
telah melakukan tindak pidana, harus dilakukan bilamana unsur kesalahan pada diri
orang tersebut.
• +sas Tertorial, artinya ketentuan hukum pidana $ndonesia berlaku atas semua
peristiwa pidana yang terjadi di daerah yang menjadi wilayah teritorial 2egara
Kesatuan (epublik $ndonesia, termasuk pula kapal berbendera $ndonesia, pesawat
terbang $ndonesia, dan gedung kedutaan dan konsul $ndonesia di 2egara asing.
• +sas 2asionalitas +kti!, artinya ketentuan hukum pidana $ndonesia berlaku bagi
semua ?2$ yang melakukan tindak pidana di mana pun ia berada.
• +sas 2asionalitas Pasi!, artinya ketentuan hukum pidana $ndonesia berlaku bagi
semua pidana yang merugikan kepentingan 2egara.
'., *ukum Pidana #ersyarat
Pidana #ersyarat diatur dalam Pasal %,a pada #ab ' Kitab 3ndang-undang
*ukum Pidana seperti berikut dibawah ini.
Pidana #ersyarat9
Pasal 14a
5%6 +pabila hakim menjatuhkan pidana paling lama satu tahun atau pidana kurungan,
tidak termasuk pidana kurungan pengganti maka dalam putusnya hakim dapat
memerintahkan pula bahwa pidana tidak usah dijalani, kecuali jika dikemudianhari ada
putusan hakim yang menentukan lain, disebabkan karena si terpidana melakukan suatu
tindak pidana sebelum masa percobaan yang ditentukan dalam perintah tersebut diatas
habis, atau karena si terpidana selama masa percobaan tidak memenuhi syarat khusus
yang mungkin ditentukan lain dalam perintah itu.
5'6 *akim juga mempunyai kewenangan seperti di atas, kecuali dalam perkara-perkara
yang mangenai penghasilan dan persewaan negara apabila menjatuhkan pidana denda,
tetapi harus ternyata kepadanya bahwa pidana denda atau perampasan yang mungkin
diperintahkan pula akan sangat memberatkan si terpidana. "alam menerapkan ayat ini,
kejahatan dan pelanggaran candu hanya dianggap sebagai perkara mengenai penghasilan
negara, jika terhadap kejahatan dan pelanggaran itu ditentukan bahwa dalam hal
dijatuhkan pidana denda, tidak diterapkan ketentuan pasal ): ayat '.
5)6 /ika hakim tidak menentukan lain, maka perintah mengenai pidana pokok juga
mengenai pidana pokok juga mengenai pidana tambahan.
5,6 Perintah tidak diberikan, kecuali hakim setelah menyelidiki dengan cermat
berkeyakinan bahwa dapat diadakan pengawasan yang cukup untuk dipenuhinya syarat
umum, bahwa terpidana tidak akan melakukan tindak pidana, dan syarat-syarat khusus
jika sekiranya ditetapkan.
5-6 Perintah tersebut dalam ayat % harus disertai hal-hal atau keadaan-keadaan yang
menjadi alasan perintah itu.
'.- Pendekatan (estorati.e /ustice
Konsep pendekatan restorati.e justice merupakan suatu pendekatan yang lebih menitik-
beratkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana serta
korbannya sendiri. Mekanisme tata acara dan peradilan pidana yang ber!okus pada pemidanaan
diubah menjadi proses dialog dan mediasi untuk menciptakan kesepakatan atas penyelesaian
perkara pidana yang lebih adil dan seimbang bagi pihak korban dan pelaku.
"i dalam proses peradilan pidana kon.ensional dikenal adanya restitusi atau ganti rugi
terhadap korban, sedangkan restorasi memiliki makna yang lebih luas. (estorasi meliputi
pemulihan hubungan antara pihak korban dan pelaku. Pemulihan hubungan ini bisa didasarkan
atas kesepakatan bersama antara korban dan pelaku. Pihak korban dapat menyampaikan
mengenai kerugian yang dideritanya dan pelaku pun diberi kesempatan untuk menebusnya,
melalui mekanisme ganti rugi, perdamaian, kerja sosial, maupun kesepakatan-kesepakatan
lainnya
BAB 3
PEMBAHASAN
).% 0ontoh Kasus
"alam pembahasan ini kami membahas kasus kecelakaan yang menimpa putra
Menteri Perekonomian *atta (ajasa, yang ditulis dalam berita berikut ini9
Putra Menk Hatta Ra!asa Da"at #n$s %
Bulan Pen!ara
Putra Menteri Perekonomian *atta (ajasa, (asyid +mrullah (ajasa, di.onis lima
bulan penjara, dengan masa percobaan enam bulan terkait kasus kecelakaan di tol
/agorawi.
(asyid +mrullah (ajasa saat menghadiri sidang di pengadilan negeri /akarta
Timur 5@+A+ndylala6.
+ndylala ?aluyo
@ersi terbaru per9 '-.:).':%) :<9-<
/+K+(T+ B Majelis hakim Pengadilan 2egeri /akarta Timur menjatuhkan .onis
lima bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan kepada (asyid +mrullah (ajasa,
putra dari Menteri Perekonomian *atta (ajasa.
Ketua Majelis *akim 1uharjono dalam persidangan di Pengadilan 2egeri /akarta
Timur, 1enin 5'-A)6 menjelaskan terdakwa tidak akan menjalani kurungan penjara.
2amun jika dalam waktu enam bulan terdakwa melakukan kesalahan yang sama, maka
akan dijatuhi bersalah dan menjalani kurungan penjara. Terdakwa menurut 1uharjono
juga dihukum membayar denda (p %' juta.
C(asyid +mrullah (ajasa bersalah melakukan tindak pidana mengendarai
kendaraan bermotor yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, korban meninggal dunia
dan luka berat serta kerusakkan kendaraan dan atau barang,C kata 1uharjono.
Menurut 1uharjono, majelis hakim menerapkan pasal %,a K3*P tentang Pidana
#ersyarat. "ijelaskannya, dalam perkara ini, ada prinsip teori hukum restoratif justice
dalam putusan hakim sehingga setimpal dengan perbuatan (asyid. Teori ini menyebutkan
adanya unsur pertanggungjawaban terdakwa dan keluarga kepada korban. 1ementara itu,
hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak patut di contoh oleh para pengendara
kendaraan bermotor.
/aksa Penuntut 3mum mengatakan masih mempertimbangkan keputusan hakim
tersebut. 1alah satu /aksa Penuntut 3mum, T.(ahman usai persidangan mengatakan, tim
jaksa penuntut umum diberi waktu tujuh hari untuk menyatakan sikap atas .onis hakim.
Terkait .onis bersyarat dari majelis hakim sehingga (asyid tidak menjalani lima bulan
penjara, (ahman memastikan putusan itu adalah kewenangan dari majelis hakim.
C1ebenarnya dalam teori-teori yang disampaikan oleh hakim, pernah digunakan
dalam perkara-perkara tertentu. Mungkin yang perkaranya tidak melibatkan tokoh
masyarakat, sehingga tidak ter-eDpose media. Pemidaaan ini berkembang seperti yang
disampaikan oleh hakim,C kata T.(ahman..
1ebelumnya jaksa penuntut umum, menuntut (asyid +mrullah (ajasa
menjatuhkan .onis penjara delapan bulan penjara dengan masa percobaan selama %'
bulan penjara serta denda (p%' juta subsider enam bulan penjara.
1ama halnya dengan jaksa penuntut umum, tim penasehat hukum dari (asyid
+mrulah (ajasa juga masih pikir-pikir atas .onis ini. +nanta #udiartika, salah satu
penasehat hukum memastikan, meski ada penyesalan dari kliennya atas peristiwa
kecelakaan itu, namun menurutnya kliennya tidak semata-mata bersalah sehingga
mengakibatkan kematian seseorang.
CKalo dinyatakan puas %:: persen, engga Elah ya.. Karena banyak unsur
pertimbangan kami yang tidak masuk juga. 1alah satunya adalah kita 5(asyid6 bukan
penyebab kematian dan luka dari penumpang kendaraan itu. Tapi justru ini ada unsur
kelalaian dari pemilik kendaraan itu. 1eharusnya kendaraan saat ketabrak itu pintunya
nutup, kok ini malah kebuka. Kami belum memutuskan apakah akan melakukan upaya
banding,C kata +nanta.
Pengamat kepolisian 2o.el +li kepada @+ menjelaskan, prinsip teori hukum
restoratif justice atau pertimbangan selain !aktor hukum, adalah kewenangan dari hakim
dalam memutus perkara. *anya saja dalam kasus ini tambah 2o.el, tentunya berbeda
antara seorang anak menteri dengan pengemudi kendaraan dari ekonomi lemah.
C1etau saya, restorati! justice itu adalah pengadilan yang mempertimbangkan
!aktor-!aktor non hukum. $tu bisa saja terjadi. "i satu sisi siapapun akibat kelalaian
mengakibatkan kematian dia pasti kena pidana, tapi ada !aktor lain seperti
ketidaksengajaan. Misalnya si pengendara tidak menggunakan narkoba dan sebagainya.
0uma persoalannya perkara ini berhadapan dengan opini publik. Karena (asyid adalah
putra dari seorang Menko, lalu persoalannya membesar,C kata 2o.el +li. C$tulah
dilemanya seorang hakim. Kenapa kalau anak menteri teori itu bisa diterapkan, tapi
terhadap subyek hukum yang lain yaitu seorang pengemudi dari ekonomi lemah biasanya
langsung masuk sel,C tambahnya.
(asyid ditetapkan sebagai tersangka pada kasus kecelakaan di Tol /agorawi arah
#ogor pada % /anuari ':%) lalu. Mobil #M? F- dengan plat nomor # '>' *(, yang
dikemudikannya, menabrak "aihatsu &uDio dari belakang. "alam kecelakaan itu, dua
penumpang &uDio tewas setelah terlempar keluar dari mobil, yaitu *arun, -> tahun, dan
seorang balita, Muhammad (aihan, %, bulan. 1elain itu, tiga orang lainnya mengalami
luka-luka, yaitu Enung, 1upriyati, dan (i!ai.
1umber9 http9AAwww..oaindonesia.comAcontentAputra-menko-hatta-rajasa-di.onis-lima-
bulan-penjaraA%=';:';.html
).' Pembahasan Kasus
Pada kasus diatas, hakim meterapkan hukuman pidana bersyarat kepada (asyid.
Keputusan ini diambil karena sudah ada unsur pertanggungjawaban dari pihak
BAB 4
KESIMP&LAN DAN SARAN
DAFTAR P&STAKA
• http9AAscansel.blogspot.comA':%%A:'Asosiologi-primordialisme.html
• http9AAid.wikipedia.orgAwikiAPrimordialisme
• http9AAwww.google.comAurlGHIhttp9AAlaw.uii.ac.idAimagesAstoriesA/urnal
J'-':*ukumA1alman
J'-':&uthan.pd!KsaI3KeiI$d2t3rr0*s*"r+!w,o0L+gK.edI:00$LMj+0Kusg
I+MLj02NF&4,s)Poywy+o%g$)#)O'hPl/rg
• http9AAid.wikipedia.orgAwikiA*ukumOpidana
• http9AAwww..oaindonesia.comAcontentAputra-menko-hatta-rajasa-di.onis-lima-bulan-
penjaraA%=';:';.html
• http9AAwww.hukumonline.comAberitaAbacaAlt,e'-)=:a,''c'Apendekatan-irestorati.e-
justice-i-dalam-sistem-pidana-indonesia-broleh--jecky-tengens--sh-