You are on page 1of 17

I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pencemaran di Indonesia sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.
Asap dari kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor juga turut andil
dalam proses pencemaaran lingkungan. Sehingga dapat digaris bawahi bahwa
sumber energi yang bersumber dari bahan bakar fosil menyebabkan pencemaran
lingkungan. Sehingga para peneliti berkerja keras menemukan sumber energi
yang ramah lingkungan.
Energi angin yang bersih, karena tidak menghasilkan polusi dan
ketersediaanya di alam cukup melipah, mendorong peneliti melakukan penelitian
akan potensi energi yang terdapat pada angin.
Oleh karena itu dengan mengetahui proses konversi energi angin menjadi
energi mekanik dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan energi
angin menjadi salah satu sumber energi yang terbarukan dan tidak menimbulkan
polusi bagi lingkungan.

1.2 Maksud dan Tujuan


Adapun maksud dan tujuan dilakukan percobaan ini, adalah agar setelah
melaksanakan percobaan ini diharapkan agar dapat:
1. mengetahui proses konversi energi angin menjadi energi mekanik
2. mengetahui peubah yang yang mengubah angin menjadi energi mekanik dan
merumuskannya dalam bentuk persamaan.

II. TINJAUAN PUSTAKA

1
Energi angin adalah pemanfaatan angin sebagai sumber energi. Sistem
energi angin adalah perubahan energi kinetik (pergerakan) dari angin menjadi
energi mekanik atau listrik yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan praktis.
Energi mekanik yang berasal dari angin dapat dimanfaatkan pelayaran
(transportasi) dan kepentingan yang lainnya, seperti memompa air dari sumur
yang dalam dan menggiling gandum.
Angin adalah udara yang bergerak dari tekanan yang tinggi ke tekanan
yang rendah, yang terjadi dialam. Udara yang bergerak tersebut mempunyai
massa, kerapatan dan kecepatan. Sehingga dengan adanya faktor-faktor tersebut,
angin mempunyai energi kinetik dan energi potensial. Akan tetapi faktor
kecepatan lebih mendominasi posisi massa terhadap permukaan bumi. Dengan
demikian energi kinetik lebih dominan daripada energi potensial.

2
Energi angin di Indonesia memiliki prospek yang menguntungkan untuk
dikembangkan. Angin merupakan udara yang bergerak. Udara tersebut bergerak
dari wilayah yang mempunyai tekanan atmosfer tinggi menuju daerah yang
mempunyai tekanan atmosfer yang lebih rendah. Makin besar perbedaan tekanan
makin cepat udara bergerak. Seandainya tekanan udara seluruh permukaan bumi
sama, kemungkinan tak akan ada angin. Namun hal tersebut tidak akan terjadi,
karena jika dilihat kondisi matahari yang menyinari dan menghangatkan sebagian
wilayah bumi dan sebagian wilayah lainnya yang tetap gelap. Ditempat yang
hangat udaranya akan mengembang dan mempunyai tekanan udara yang lebih
rendah dibanding udara ditempat yang gelap atau dingin. Sehingga pemanasan
yang tak merata dari permukaan bumi menimbulkan perbedaan tekanan, sehingga
menyebabkan angin.
Angin dikendalikan oleh energi dari matahari, merupakan udara yang bergerak,
sehingga ia mempunyai energi gerak yakni energi kinetik. Dahulu sekitar tahun
tahun 600-an energi tersebut oleh orang asia dalam hal ini persia mulai digunakan
untuk menghembuskan layar yang dipasang pada puncak menara, dan
disambungkan pada roda batu di bawah. Saat angin menerpa layar, layar bergerak
dan kemudian menggerakkan roda batu untuk berputar. Putaran roda tersebut
kemudian digunakan untuk menggiling jagung ataupun memompa air dari sumur,
merupakan mesin kreasi orang Asia untuk pertanian, yang berteknologi lahir pada
zamannya.
Masalah pertanian jadi masalah kehidupan sehari-hari. Mesin tersebut, kini
disebut orang dengan kincir angin angin. Sekitar 500 tahun kemudian kincir angin
tersebut dibuat pula oleh orang Eropa, awalnya dibangun di Prancis sekitar tahun
1180 kemudian di Inggris tahun 1187.
Pembuatan kincir angin di Eropa terus berlangsung besar-besaran hingga
abad ke-19, yang kemudian menurun pembangunannya setelah ditemukan energi
angin yakni energi uap dan minyak. Tapi pada abad 19 perkembangan kincir
angin ditandaidengan lahirnya kincir angin untuk keperluan pembangkit listrik,
saat itu kincir angin model pembangkit listrik mulai dibangun di Denmark pada
1890.
Kemudian 100 tahun setelah itu, yakni pada tahun 1992, Denmark
menguasai hampir 40% manufaktur turbin angin untuk kincir angin, dan
meningkat menjadi 60% pada tahun 1997. Dan itu merupakan manufaktur turbin

3
angin kincir angin seluruh dunia. Yang merupakan prestasi tersendiri dari
Denmark yang merintis sekian lama.

Karakteristik angin
 Angin merupakan gerakan gerakan udara akibat pemanasan matahari yang
tidak merata pada permukaan bumi
 Gaya-gaya mengendalikan angin terdiri dari gaya gravitasi bumi, gaya
gradien tekanan udara, gaya Coriolis dan gaya gesekan permukaan

Peredaran angin dapat dibagi menjadi :


 Angin lokal; misalnya: angin darat dan angin laut, angin lembah dan angin
gunung dan angin turun kering
 Angin musim (di Indonesia); misalnya: angin musim timur dan angin
musim barat
 Angin global; misalnya: angin geostropik dan angin gradien

7 KELAS ANGIN
Ketinggian 10 m Ketinggian 50 m
Kelas Rapat daya Kecepatan Rapat daya Kecepatan
(W/m2) (m/detik) (W/m2) (m/detik)
1 <100 < 4.4 <200 <5.6
2 100-150 4.4-5.1 200-300 5.6-6.4
3 150-200 5.1-5.6 300-400 6.4-7.0
4 200-250 5.6-6.0 400-500 7.0-7.5
5 250-300 6.0-6.4 500-600 7.5-8.0
6 300-400 6.4-7.0 600-800 8.0-8.8
7 >400 >7.0 >800 >8.8

Pada umumnya angin yang dipakai sebagai pembangkit energi adalah angin yang
ada dipemukaan bumi, yakni pada ketinggian maksimal 1 km.

Perilaku dan Potensi Angin


Perilaku angin dapat diprediksikan dari data angin. Data angin yang
terpercaya memerlukan pencatatan yang lengkap dan kontinyu selama beberapa
tahun minimal satu tahun. Data yang didekat dengan stasiun pengukuran dapat

4
diprediksi dengan cara melakukan pengukuran selama beberapa bulan dan
kemudian mengkorelasikan hasil-hasilnya dengan data di stasiun pengukuran.
Seperti diketahui bahwa energi yang dimiliki oleh angin bergantung pada
kecepatannya, dilain pihak kecepatan angin disuatu tempat merupakan variabel
random sehimgga sulit diprediksi secara akurat. Oleh karena itu diperlukan
penggambaran secara statistik yakni dengan distribusi probabilitasnya. Data
angin yang diperlukan untuk memprediksi potensi angin disuatu tempat dapat
berupa distribusi kecepatan dan distribusi frekuensi kecepatan angin. Kedua data
tersebut masing-masing menggambarkan kecepatan angin rata-rata dan frekuensi
atau lamanya angin bertiup dalam periode tertentu.

Perilaku Angin Sebagai Fungsi Kecepatan


 Kecepatan angin bertambah dengan naiknya ketinggian
 Adanya fluktuasi kecepatan angin, misalnya terjadi turbulensi pada suatau
selang waktu tertentu
 Turbulensi secara acak terhadap selang waktu
 Terdapat korelasi turbulensi pada ketinggian berbeda
 Bertambahnya kecepatan angin terhadap naiknya ketinggian sangat
bergantung pada kondisi permukaan bumi di bawahnya, hal tersebut
berkaitan dengan gaya gesek permukaan
 Kecepatan rata-rata angin sebagai fungsi ketinggian ditunjukkan oleh
grafik dibawah ini, dengan hubungan: U(z) = (u*/0.4) ln (z/zo)
 Dimana U(z) adalah kecepatan rata-rata angin pada ketinggian z. Variabel
u* dan zo masing-masing kecepatan gesek (friction velocity) dan lebar
kekasaran (roughhnesslenght) yang keduanya bergantung pada kondisi
permukaan alam, misalnya untuk gurun pasir zo berkisar 0.0002 s.d. 0.001
meter, sementara untyuk daerah perkotaan dengan bangunan-bangunan
nilai zo berkisar 1 s.d. 2 m.
 Pada ketinggian tertentu kecepatan angin tidak lagi dipengaruhi oleh
kondisi permukaan tanah, ketinggian tersebut dinamakan ketinggian
gradien (gradien height)
 Selang waktu pengukuran kecepatan angin merupakan variabel random,
sehingga pengukurannya selalu berupa rata-ratanya pada selang waktu

5
tertentu. A nemograf mencatat variasi kecepatan angin horizontal dan arah
angin terhadapa waktu. Dari hasil eksperimen diketahui bahwa selang
waktu yang baik untuk menghitung rata-rata kecepatan angin adalah antara
20 menit sampai 1 jam.

Analisa Lokasi Pendirian Turbin Angin


 Lokasi di sekitar tempat pendirian turbin sangat perlu diperhatikan karena
menentukan perilaku angin ditempat tersebut

 Lokasi dapat berupa:


1. Dataran dengan kekasaran permukaan seragam (uniform roughness)
2. Dataran dengan kekasaran berubah (changes in roughness)
3. Dataran dimana lokasi tersebut dapat penghalang-penghalang aliran air
seperti bangunan-bangunan, pohon-pohon dll
4. Bukit (perabungan)
5. lembah atau jurang

6
6. Celah antara pegunungan dll

Pengembangan Energi Angin di Indonesia


Energi angin yang bersih karena tidak menghasilkan polusi dan selalu
tersedia mendorong penmeliti melakukan survei potensi energinya diseluruh
Indonesia. Hal ini telah dilakukan Lembaga Antarikasa dan Penerbangan Nasional
(lapan) di 20 daerah.
Namun, daerah yang mamiliki energi angin potensial di Indonesia
ternyata hanya beberapa. Kecepatan angin rata-rata tahunan di Indonesia. Hanya
di Indonesia terutama di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara
Timur (NTT) kecepatannya lebih dari 5 meter per detik, diperkirakan potensinya
setara dengan 448.342 mW.
Lokasi yang memiliki energi angin potensial adalah Denpasar, Nusa Dua,
dan pulau Nusa Penida di Bali seta Penfui di Kupang, NTT. Menurut pengamatan
Lapan, potensi angin di Penfui tergolong besar, yaitu sekitar 2.130 kWh per meter
persegi pertahun.

7
Pengukuran yang akurat dari keceptan angin memerlukan turbin angin
dan yang dapat meramalkan tangkapan energi. Alat yang umum digunakan dalam
pengukuran kecepatan angin disebut anemometer. Anemometer yang paling
sering digunakan adalah tipe mangkok yang terdiri atas mangkok kecil dan poros
yang berputar.
Alat yang mengubah energi kinetik pada angin ke bentuk energi yang
dapat dimanfaatkan disebut wind machine. Pada dasarnya, semua wind machine
memindahkan energi kinetik dari angin dengan menghembuskannya perlahan dan
merubahnya energi ini menjadi energi mekanik dengan menggerakan putaran
poros. Dua tipe dasar dari dari wind machine diklasifikasikan sebagai drag dan
lift type.
Pada umumnya untuk merubah energi angin menjadi energi mekanik dapat
dilakukan dengan menggunakan kincir angin. Dikenal dua jenis kincir angin yaitu
kincir angin berporos aksial dan berporos horizontal. Berdasarkan klasifikasi
tersebut dikembangkan berbagai jenis kincir antara lain jenis drag, lift dan
generik.
Untuk mengembangkan angin di suatu wilayah harus diperhatikan
beberapa faktor, antara lain:
1. kecepatan angin dan perubahan kecepatan rata-rata (30-40 km/jam)
2. turbulensi angin
3. topografi, dan
4. ketinggian hembusan angin di atas wilayah.

8
III. METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu


a. Waktu : Selasa, 6 Desember 2005; pukul : 13.00-14.30
b. Tempat : Lab. Instrumentasi

3.2 Prosedur
a. Menempatkan kincir dan kipas angin pada jarak tertentu
b. Mengukur luas penampang sudu kincir angin
c. Menyalakan kipas angin dengan berbagai kecepatan (tombol 1 dan 2)
d. Mengukur kecepatan angin dari kipas dengan anemometer
e. Mengamati putaran kincir dan mencatat RPM
f. Mengukur daya yang dihasilkan oleh kincir tersebut dengan menggunakan
AVO meter

9
IV. ALAT DAN BAHAN

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam pengukuran tenaga angin
ini adalah sebagai berikut :
Alat: - Model kincir angin savonius
– Kipas angin sebagai sumber tenaga angin
– Hand anemometer; digunakan sebagai alat pengukur kecepatan angin
– Tachometer; berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk mengukur
banyaknya putaran kincir akibat sumber angin (rpm)
– Avo meter; mengukur besarnya Arus, Tegangan, dan hambatan dari
kincir angin

10
V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 HASIL PERCOBAAN


No Hasil pengukuran Nilai Nilai Rata-rata
maksimum minimum
1 Kecepatan 1(V1) 5.0 m/s 4.9m/s 4.95m/s
Kecepatan 2(V2) 6.0m/s 5.9m/s 5.95m/s
2 Rpm 203.5 131.4 167.45
putaran/5menit putaran/5menit putaran/5menit
=40.7 =26.28 =33.49
putaran/menit putaran/menit putaran/menit
=4.259 rad = 2.75 rad =3.5 rad
3 Tegangan 27.5 volt
4 Luas penampang 0.075m2
5 Diameter sudu kipas 24.2 cm
6 Suhu ruangan 260C 25.70C
7. Daya motor 6 watt

Pengukuran dengan menggunakan Multimeter


DCV = 0.25 – 10- 50- 250- 500 –1KV ±5% FS 4KΩ/V
AC =1 0 – 50 – 250 – 1 KV±5% FS 4KΩ/V
DCA = 0.25-25-500 mA ±5% FS
Ω = x 1K – x 10 – x 1(or continuity test)
BATT = 1.5 V dry battery test

11
Luas penampang (A) kincir
= 30 x 25 = 750 cm2 = 0.075 m2

Perhitungan Tenaga angin yang dihasilkan


W = ρπD2V3 / 8g
= 1 gr/cm3x0.242mx (5.45m/s)3/ 8.9,81m/s2
= 1000kg/m3x0.242mx161.8786m3/s3/78.48m/s2
= 499.165 J
P = W/t
= 499.165/300s
= 1.66 W

5.2 PEMBAHASAN

Percobaan konversi energi ini berkaitan dengan pengukuran tenaga yang


dihasilkan oleh angin. Hal ini cukup menarik, karena kondisi Indoesia yang
membutuhkan alternativ energi dari sumber yang tersedia namun alami. Potensi
yang dapat dijadikan sebagai energi alternative salah satunya angin. Praktikum ini
mencoba untuk mengkaji bagaimana potensi energi angina ini, serta untuk
mengetahui besarnya tenaga yang dihasilkan.
Percobaan ini dilakukan untuk membuktikan kalau angin memiliki potensi
untuk dijadikan sebagai sumber energi alternativ. Perhitungan besarnya tenaga
yang dihasilkan oleh angin, dihitung dengan menggunakan persamaan P= W/t,
sedangkan W diperoleh dari perhitungan dengan menggunakan persamaan W =
ρπD2V3 / 8g. Nilai usaha yang diperoleh 499.154 joule, dan nilai daya atau tenaga
yang dihasilkan oleh angin adalah sebesar 1.66 Watt.Nilai daya yang dihasilkan
ini berbeda cukup jauh dengan daya keluaran dari motor, yaitu 6 watt.
Pengurangan daya ini bisa saja disebabkan oleh tegangan dalam dari kipas angin
serta kesalah dalam pembacaan skala.
Pada praktikum ini, jenis kincir angin yang digunakan adalah jenis
savonius. Dengan jumlah putaran yang dihasilkan selama 5 menit adalah 33.49
putaran/5 menit. Jumlah putaran ini cukup minim. Banyaknya putaran dihitung
denganmenggunakan tachometer yang diarahkan pada batang kincir savonius.
Jumlah yang kurang tepat ini mungkin disebabkan oleh pada saat pengukuran,

12
tachomter tidak tepat diarahkan pada batang savonius, sehingga hasil yang
diperoleh tidak tepat. Bisa juga putaran yang minim ini disebabkan oleh beban
dari kincir angina savonius ini, serta konstruksi savonius tang tidak sempurna.
Banyaknya putaran menunjukkan seberapa kuat energi angina dapat
menggerakkan kincir dengan beban tertentu.

VI . BAHAN DISKUSI DAN LAPORAN

1. Tuliskan pustaka yang berkaitan dengan tinjauan pustaka konversi energi


angin menjadi mekanik
Turbin angin atau kincir angin, mengubah energi kinetik angin kedalam
kerja mekanis.Untuk memproduksi listrik bolak balik ac, system ini
didisain harus selalu beroperasi pada kecepatan sudut yang tetappada
kecepatan angin yang berubah-ubah agar di dapat frekuensi yang konstan
Ada bermacam-macam jenis kincir angin, termasuk tubin rpofeller dan
lain-lain turbin aliran aksial., juga system radial yang dipasang pada
sumbu tegak.
Sistem yang digerakkan angin telah digunkan secara luas sejak abad ke
sepuluh untuk memompa air, menumbuk biji, dan pemakaian lain yang
memerlukan daya kecil.
Ada beberapa usaha untuk membangun system tenaga angin skala
besarguna membangkitkan listrik. Dalam perencanaan sebuah kincir angin,
adalah penting untuk menjaga agar perbandingan daya dan berat sekecil
mungkin. Ini mengurangi tegangan yang diakibatkan oleh daya sentrifugal
sudu. Secara teoritis, jumlah daya yang dapat diserap kincir angin dari
angin adalah 59% untuk turbin dengan cerobong dan untuk turbin terbuka
kira-kira 50-57% dari harga ini karena adanya kebocoran dan efek-efek
lain. Daya yang dihasilkan oleh kincir angin secara langsung tergantung
dari luas daerah yang disapu oleh sudu dan daya angin persatuan luas yang
tegak lurus pada kecepatan angin sebanding dengan kecepatan angin
pangkat tiga.
Rottor Fletner adalah system yang digerakkan oleh angin ide baru yang
terdiri dari silinder yang diputar oleh sumber daya dari luar. Ketika
silinder berputar akan terjadi tekanan tinggi pada silinder yang berbalik

13
melawan angin yang disebabkan adanya stagnasi aliran dilapisan batas. Ini
menyebabkan kenaikan gaya yang bekerja pada silinder. Dan efek ini
disebut efek megnus atau gaya magnus.Sistem pembangkit tenaga listrik
yang menggunakan angin yang baru telah diperkenalkan oleh
J>D>Madaras. Sistem ini mempunyai jalan kereta berbentuk
lingkarandengan ekumpulan gerobak datar kontinu. Masing-masing
gerobak mempunyai silinder 90 ft yang dipasang diatas gerobak dan
masing-masing silinder diputar dengan kecepatan 120 rpm. Ketika angin
mendorong gerobak sepanjang lintasannya, kcepatan sudut silinder dibalik.
Energi listrik diproduksi oleh generator yang digerakkan oleh roda kereta.
Perencanaan dan suksesnya generator yang digerakkan oleh angin dalam
skala besar memiliki tantangan yang besar. Jika system direncanakan
untuk produksi listrik bolak balik, dibituhkan gaya dan kecepatan sud yang
konstan, saying sekali kecepatan angin tidak konstan baik dalam arah
maupun besarnya.Hal ini menyebabkan beban siklu yang lebih beratpada
sayap turbin dan menyebabkan masalah kelelahan.

2. Turunkan persamaan umum potensi energi atau daya pada kincir!


Mekanisme proses kincir angin :
– Hukum ke I thermodinamika
➢ DQ = dh + d (V2/2g) + dZ + dW
– Hukum kedua thermodinamika
➢ DQ = Tdg
➢ Tdg = dh – PdV
Gabungan persamaan (1), (2), dan (3):
DW = - Pdv –d (V2/2g)
Diasumsikan P1 = P2
DW = - d (V2/2g)
W = -V22- V12/(2g) ; V2 = 0
W = mV1/ (2g) ; m = PVA
A = πD2/4
W = ρύAύ2 /(2g) = ρAV2/(2g)
W = ρπD2V3 / 8g
Persamaan energi pada aliran steadi :

14
(h1 + V12/(2g) + Z1) – (h2 + V22/(2g) + Z2)-W + Q =0
1. Berikan komentar mengenai peragaan kincir yang dijadikan percobaan
pada praktikun ini, berikan penjelasannya!
Jenis kincir angin yang digunakan dalam percobaan ini adalah jenis kincir
angin savonius. Bentuk kincri ini menyerupai lempengan yang dibentuk
huruf s. Dari hasil peragaan pada praktikum pengukuran besarnya tenaga
angin, kincir savonius dapat menghasilkan putaran rata-rata sebanyak
33.49 putaran per 5 menit. Besarnya daya yang dihasilkan kipas akan
berbanding lurus dengan banyaknya putaran dan berbanding terbalik
dengan beban dari kincir angina. Jika daya yang dihasilkan besar maka
jumlah putaran dari kincir akan maksimal persatuan waktu, namun akan
sedikit jika beban yang terdapat dalam kincir angin berat.

15
VI. KESIMPULAN DAN SARAN

7.1 Kesimpulan
1. Angin adalah udara yang bergerak dari tekanan yang tinggi ke tekanan
yang rendah, yang terjadi dialam.
2. Energi angin adalah pemanfaatan angin sebagai sumber energi. Sistem
energi angin adalah perubahan energi kinetik (pergerakan) dari angin
menjadi energi mekanik atau listrik yang bisa dimanfaatkan untuk
kepentingan praktis
3. Angin dikendalikan oleh energi dari matahari, merupakan udara yang
bergerak, sehingga ia mempunyai energi gerak yakni energi kinetik.
4. Alat yang umum digunakan dalam pengukuran kecepatan angin disebut
anemometer.
5. Nilai usaha yang diperoleh 499.154 joule, dan nilai daya atau tenaga yang
dihasilkan oleh angin adalah sebesar 1.66 Watt.
6. Nilai daya yang dihasilkan ini berbeda cukup jauh dengan daya keluaran
dari motor, yaitu 6 watt. Pengurangan daya ini bisa saja disebabkan oleh
tegangan dalam dari kipas angin serta kesalah dalam pembacaan skala.

7.2 Saran
Untuk mengembangkan angin di suatu wilayah harus diperhatikan beberapa
faktor, antara lain:
 kecepatan angin dan perubahan kecepatan rata-rata (30-40 km/jam)
 turbulensi angin
 topografi, dan
 ketinggian hembusan angin di atas wilayah.

VIII. DAFTAR PUSTAKA

16
Hidayat, S. 2005. Turbin Skala Kecil. ITB. Bandung

Steiner, F.R. CIGR.1999. CIGR Handbook of Agricultural Engineering. American


Society of Agricultural Engineers.
Culp, Archie W. 1985. Prinsip-Prinsip Konversi Energi. Terjemahan oleh Darwin
Sitompul. Erlangga : Bandung

17