You are on page 1of 28

1

MIKOLOGI - 1
Mycrobiology
Ilmu yang mempelajari mikro organisme
penyebab penyakit infeksi pada manusia.

Cakupan:
etiologi, patogenesis, diagnosis
laboratorium, epidemiologi
& pengendalian infeksi.

Mikroorganisme penting dalam Kedokteran
Prokariot: mycoplasma,
bacteri, ricketsia
Eukariot: protozoa, fungi
virus

Sifat M.O :
Kebanyakan m.o hidup bebas dan
menguntungkan hewan dan tumbuhan

Tanpa m.o mahluk mati sukar terurai

Mempunyai kemampuan multiplikasi

Pembagian m.o berdasarkan dinding sel:
prokariot dan eukariot
Prokariot: Eukariot:
Dinding sel sederhana
Materi genetik pada
sehelai DNA
Mengandung sedikit
enzim, tidak ada
mitokondria
Multiplikasi
pembelahan biner

Bakteri, riketsia,
klamidia,mycoplasma
Struktur sel kompleks
Materi genetik pada
kromosom
Enzim kompleks,
mitokondria dan
organele
Multiplikasi dengan
mitosis

Protozoa, fungi

Cell wall
capsule
Flagella
Septum (forming)
Pili (fimbriae)
Cyptoplasmic
inclusions
cytoplasm
mesosome
Cyptoplasmic
membrane
Nuclear material
Jamur
Tidak berkhlorofil,
hidup sebagai parasit atau saprofit
bersifat heterotrofik.

Berdasarkan sumber makanannya,
bersifat parasitik
ada juga yang bersifat saprofitik.


Fungi:

Eukaryotes
organisme yang tidak memiliki
flagella
berkembang dari spora:
ragi, jamur/mold, jamur karat,
dan jamur merang/mushroom.

10
Dikenal 200.000 spesies jamur,
hanya 50 spesies yg patogen pd
manusia, yaitu:
20 spesies menyerang kulit
12 spesies menyerang subkutis
18 spesies menyerang sistemik
in skin scale from a patient with tinea versicolor
Scientific classification:
Kingdom: Fungi
Division: Basidiomycota
Subdivision: Ustilaginomycotina
Class: Exobasidiomycetes
Order: Malasseziales
Genus: Malassezia Species
Malassezia Malassezia furfur
(Sumber: Wikipedia, navigation, search )

Struktur Tubuh Jamur (Struktur Somatik)
khamir ( ragi ) adalah
organisma ber sel tunggal (uniseluler).
Hifa dibagi menjadi sel-sel oleh sekat atau
septum ( jamak, septa ).
Septa umumnya memiliki pori yang cukup
utk mengalirkan isi sel dari satu sel ke sel
yang lain.


Struktur tubuh



Body :
tersusun dr komponen dasar
hifa
Hifa:
membtk jaringanmiselium.
Miselium :
menyusun jalinan semu
menjadi fruit body


HiFa
Struktur:
struktur spt benang
tersusun dari dinding berbentuk pipa
Dinding menyelubungi membran plasma &
sitoplasma hifa.

Sitoplasma mengandung organel eukariotik.
ujung hifa penyerap makanan yang menembus
jaringan inang




Jenis hifa :

1.Bersepta:
dibatasi dinding melintang
pori besar utk dilewati ribosom, mitokondria
2. Tidak bersepta (hifa senositik)
dihasilkan oleh pembelahan sel berkali-kali.
3. Hyfa haustoria (bersifat parasit):
dpt menembus jaringan subcutan

16
Pada bentuk mold dari fungi,
bagian thallus terdiri dari hifa
Filamen yang bercabang ke segala arah.

Protoplasma pada hifa bisa selang-seling
dengan interval ireguler yang dipisahkan oleh septa
memisahkan masing-masing hifa kedalam sel.

. hifa berThallus
(sumber : http://phil.cdc.gov/phil
Pada bentuk ragi dari fungi :
struktur somatiknya adalah
sel bundar,oval,a sel tunggal memanjang.
Sel somatik memperbanyak diri dg tunas
(beberapa dg pembelahan).
Tekadang tunas tersbt tetap melekat ke sel induk
dan terus bertunas tanpa memisahkan diri untuk
membentuk rantai perpanjangan sel yang disebut
pseudohifa

Pertumbuhan

Miselium menghasilkan koloni berbentuk
melingkar karena miselium cenderung
tumbuh ke segala arah.

Pertumbuhan hifa terjadi pada ujungnya.

Temperatur optimal pertumbuhan in vitro
fungi berkisar dari 25 sampai 35C.

Pertumbuhannya optimal pada pH asam,
yang biasa digunakan pada media
laboratorium berkisar dari 6 sampai 6,8.
Kebutuhan Nutrisi

Kebutuhan nutrisi fungi berbeda-beda
Tumbuh pada media sederhana yg
mengandung KH, nitrogen organik atau
inorganik dan beberapa elemen mineral
(fosfat, kalium, Mg, besi, zinc, sulfur, dan
mangan).
Glukosa merupakan sumber nitrogen organik
dan karbon, amonium.
Beberapa fungi juga membutuhkan thiamin,
biotin, atau keduanya, terutama spesies dari
antrophofilik dermatophytes.
Selain sumber karbon, sejumlah asam amino,
vitamin, elemen mineral, terkadang faktor
pertumbuhan juga dibutuhkan untuk
pertumbuhan bentuk parasitik in vitro.
Reproduksi

seksual dan aseksual.
Siklus reproduksi seksual meliputi
penggabungan dua nukleus (karyogamy)
yang diikuti dengan miosis,

aseksual tidak melibatkan karyogami atau
meiosis.
(1) pembentukan sel bebas dalam
sporangium, (2) pertunasan sebagai
struktur baru, (3) perubahan dan
disartikulasi dari segmen sebelumnya pada
hifa yang telah matang.
Spora


Spora merupakan bola-bola kecil berukuran 1-3,
merupakan alat reproduksi.

Spora seksual bisa terdapat dalam struktur
seperti kantong yang disebut ascus, disebut
ascospora,
atau tinggal didalam basidium, disebut
basidiospora.
Klasifikasi fungi seksual berdasarkan pada
gambaran karakteristiknya:
bentuk bundar, oval, dan silindris dengan atau
tanpa pembukaan pada bagian apex. Ascus
tersebut bisa kosong atau berisi badan
pembuahan yang disebut ascocarp atau
ascoma
spora
Hyfa
KOH
Mekanisme imun non spesifik
merupakan pertahanan
lini pertama melawan invasi jamur

Faktor genetik berperan pada kandidosis
mukokutan kronik.
Diturunkan secara resesif autosomal dan
lokasi gen diduga berada di kromosom
22.
Penelitian epidomiologik mendukung
tinea versikolor dijumpai pada pasien
dengan kecenderungan genetik.