REFERAT

Retardasi Mental

Pembimbing :
Dr. Tendry S., Sp.KJ (K)

Oleh :
Anggun Permatasari, S.Ked
1018011110


KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN JIWA
RUMAH SAKIT JIWA PROPINSI LAMPUNG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
PERIODE 9 JULI – 11 AGUSTUS 2014
1
Definisi

 Menurut Pedoman Penggolongan Diagnosis
Gangguan Jiwa edisi ke-III (PPDGJ III) adalah suatu
keadaan perkembangan mental yang terhenti atau
tidak lengkap, yang terutama ditandai oleh hendaya
keterampilan selama masa perkembangan, sehingga
berpengaruh pada semua tingkat intelegensia yaitu
kemampuan kognitif, bahasa, motorik, dan sosial.
2
1. Kelainan Kromosom
 Sindrom down
 Sindrom Fragile X
 Sindrom Prader-Willi
 Sindrom tangisan kucing (cat-cry [cri-du-chat] syndrome)
 Kelainan kromosom lain
2. Faktor Genetik Lain
3. Faktor Prenatal
4. Faktor Perinatal
5. Gangguan Didapat Pada Masa Anak-anak
 Infeksi
 Trauma kepala
 Masalah lain
6. Faktor Lingkungan dan Sosiokultural

3
Sindrom down adalah
kondisi yang
disebabkan oleh
adanya kelebihan
kromosom pada
pasangan ke-21 dan
ditandai dengan
retardasi mental serta
anomali fisik yang
beragam.

4
Sindrom down
Sindrom fragile X
merupakan bentuk
retardasi mental
yang diwariskan
dan disebabkan
oleh mutasi gen
pada kromosom X
• Hiperaktif
• Gangguan
belajar
• Gangguan
bicara/bahasa

5
Kelianan ini akibat
dari penghilangan
kecil pada kromosom
15, biasanya terjadi
secara sporadic.
• Prilaku makan
berlebihan
• Obesitas
• Perawakan
pendek
• Hipotonia
• Tangan & kaki
kecil
6
Anak-anak dengan sindrom
tangisa kucing kehilangan bagian
dari kromosom 5. Mereka
mengalami retardasi mental berat
dan menunjukkan banyak
stigmata yang seringkali disertai
dengan penyimpangan kromosom
seperti
• mikrosefali,
• telinga yang letaknya rendah,
• fisura palpebra oblik,
• hipertelorisme,
• mikrognatia.
• Tangisan seperti kucing yang
khas (disebabkan oleh
kelainan laring)
7
 Phenylketonuria (PKU) merupakan gangguan yang
menghambat metabolisme asam phenylpyruvic, menyebabkan
retardasi mental kecuali bila pola makan amat dikontrol.
 Bagi orang tua yang telah memiliki anak dengan PKU,
kemungkinan memiliki anak lain dengan PKU adalah satu dalam
setiap empat sampai lima kehamilan selanjutnya.
 Sebagian besar pasien dengan PKU mengalami retardasi yang
berat, tetapi beberapa dilaporkan memiliki kecerdasan yang
ambang atau normal.
8
 Mereka seringkali memiliki temper tantrum dan
seringkali menunjukkan gerakan aneh pada
tubuhnya dan anggota gerak atas, manerisme
memutir tangan, dan perilaku mereka kadang-
kadang meyerupai anak autis.
 Komunikasi verbal dan nonverbal biasanya
sangat terganggu atau tidak ditemukan.
Koordiansi anak adalah buruk, dan mereka
memiliki banyak kesulitan perceptual.
9
Beberapa kasus retardasi mental disebabkan oleh
infeksi dan penyalahgunaan obat selama ibu
mengandung.
 Infeksi yang biasanya terjadi adalah Rubella, yang dapat
menyebabkan kerusakan otak.
 Penyakit ibu : sifilis, cytomegalovirus, dan herpes genital.
 Obat-obatan yang digunakan ibu selama kehamilan dapat
mempengaruhi bayi melalui plasenta. Sebagian dapat
menyebabkan cacat fisik dan retardasi mental yang parah.
10
Ibu yang menkonsumsi alkohol selama
kehamilan

Komplikasi kelahiran seperti :
 Kekurangan oksigen (asfiksia)
 Cedera kepala
11
 Beberapa bukti menunjukkan bahwa bayi
prematur dan bayi dengan berat badan lahir
rendah berada dalam resiko tinggi mengalami
gangguan neurologis dan intelektual yang
bermanifestasi selama tahun-tahun
sekolahnya.
12
a. Infeksi.
Infeksi yang paling serius mempengaruhi interitas serebral adalah
ensefalitis dan meningitis.
b. Trauma kepala
c. Masalah lain
 Cedera otak dari henti jantung selama anesthesia
 Tumor intracranial
 kemoterapi
13
lingkungan dengan sosioekonomi rendah
penelantaran atau kekerasan dari orang
tua
14
o Gangguan kognitif ( pola, proses pikir )
o Lambatnya ketrampilan ekspresi dan resepsi bahasa
o Lingkar kepala diatas atau dibawah normal ( kadang-kadang
lebih besar atau lebih kecil dari ukuran normal )
o Kemungkinan lambatnya pertumbuhan
o Kemungkinan tonus otot abnormal ( lebih sering tonus otot
lemah Kemungkinan ciri-ciri dismorfik)
o Terlambatnya perkembangan motoris halus dan kasar

15
Kriteria diagnostik untuk RM menurut DSM IV – TR adalah sebagai
berikut :
1. Fungsi intelektual dibawah rata – rata (IQ 70 atau kurang) yang
telah diperiksa secara individual.
2. Kekurangan atau gangguan dalam perilaku adaptif (sama
dengan kekurangan individu untuk memenuhi tuntutan standar
perilaku sesuai dengan usianya dari lingkungan budayanya)
dalam sedikitnya 2 hal, yaitu komunikasi, self-care, kehidupan
rumah-tangga, ketrampilan sosial/interpersonal, menggunakan
sarana komunitas, mengarahkan diri sendiri, ketrampilan
akademis fungsional, pekerjaan, waktu senggang, kesehatan
dan keamanan.
3. Awitan terjadi sebelum usia 18 tahun

16
Kode diagnostik dan derajat RM menurut DSM IV – TR adalah
sebagai berikut :
4

 317 Retardasi mental ringan, IQ 50 – 55 sampai 70
 318 Retardasi mental sedang, IQ 35 – 40 sampai 50 – 55
 318.1 Retardasi mental berat, IQ 20 – 25 sampai 35 – 40
 318.2 Retardasi mental sangat berat, IQ dibawah 20 atau 25

17
 Fungsi intelektual dapat diketahui dengan tes fungsi kecerdasan
dan hasilnya dinyatakan sebagai suatu taraf kecerdasan atau IQ.
Dapat dihitung dengan :
3


IQ = MA/CA x 100%
 MA = Mental Age, umur mental yang didapat dari hasil tes
 CA = Chronological Age, umur yang didapat berdasarkan
perhitungan tanggal lahir

18
 Diagnosis retardasi mental dapat dibuat setelah riwayat penyakit,
pemeriksaan intelektual yang baku, dan pengukuran fungsi
adaptif menyatakan bahwa perilaku anak sekarang adalah secara
bermakna di bawah tingkat yang diharapakan.
 Diagnosis sendiri tidak menyebutkan penyebab ataupun
prognosisnya. Suatu riwayat psikiatrik adalah berguna untuk
mendapatkan gambaran longitudinal perkembangan fungsi anak,
dan pemeriksaan stigma fisik, kelainan neurologis, dan tes
laboratorium dapat digunakan untuk memastikan penyebab dan
prognosis.
1


19
 F70 Retardasi Mental Ringan
Bila menggunakan tes IQ baku yang tepat, maka IQ berkisar
antara 50 – 69 menunjukkan retardasi mental ringan.
 F71 Retardasi Mental Sedang
IQ biasanya berada dalam rentang 35 – 49.
 F72 Retardasi Mental Berat
IQ biasanya berada dalam rentang 20 – 34
 F73 Retardasi Mental Sangat Berat
IQ biasanya dibawah 20
 F78 Retardasi Mental Lainnya
 F79 Retardasi Mental YTT

20
 Pencegahan Primer
Pencegahan primer merupakan tindakan yang dilakukan untuk
menghilangkan atau menurunkan kondisi yang menyebabkan
perkembangan gangguan yang disertai dengan retardasi mental
1. Pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran
masyarakat umum tentang retardasi mental.
2. Aturan untuk memberikan pelayanan kesehatan maternal dan
anak yang optimal.
3. Konseling keluarga dan genetik membantu menurunkan
insidensi retardasi mental dalam keluarga
21
 Pencegahan Sekunder dan Tersier
 Jika suatu gangguan yang disertai dengan retardasi mental telah
dikenali, gangguan harus diobati untuk mempersingkat
perjalanan penyakit (pencegahan sekunder) dan untuk menekan
sekuele atau kecacatan yang terjadi setelahnya (pencegahan
tersier).
 Pendidikan untuk anak
 Terapi perilaku, kognitif, dan psikodinamika
 Pendidikan keluarga

22