Nutrisi Parenteral

Diet parenteral lewat vena perifer dibatasi oleh osmolalitas dan restriksi volume. Cairan yang
mengandung lebih dari 3% asam amino dan 5% glukosa memiliki toleransi yang buruk lewat
perifer. Lemak parenteral bisa diberikan untuk meningkatkan pasokan kalori. otal volume
yang dibutuhkan untuk intake protein sebanyak !" gram dan total #!$" kkal adalah %&5 L.
Diet parenteral lewat vena perifer biasanya digunakan sebagai suplemen oral dan tidak
optimal untuk pasien kritis. Nutrisi parenteral perifer mendapat keuntungan dari penggunaan
sedikit heparin #"""u'L dan (o)infusi dengan lemak parenteral untuk menyediakan (airan
glukosa parenteral dengan konsentrasi %")%5% de*trose dan +),% asam amino& sambil
menghindari beberapa komplikasi dari penggunaan C-C. Dengan P.CC& aliran bisa sesuai
posisi dan selang tidak bisa diganti untuk monitor infeksi. /arena alasan ini& C-C lebih
dipilih. 0etode sub(lavi(ula merupakan metode yang paling bisa ditoleransi pasien dan
mudah dilakukan. 1agian 2ugular bisa menyebabkan pneumothora*. 1agian femoral tidak
dilakukan karena resiko infeksi yang besar. 3ntuk diet 2angka pan2ang di rumah& 4tunneled
(atheter5 dan implanted ports mengurangi resiko infeksi.
/ateter terbuat dari silastik& polyurethane& dan polyvinyl (hloride. /ateter silasti( kurang
trombogeni(& dan paling baik untuk 4tunneled (atheter5. Polyurethane paling baik untuk
kateter sementara. Cairan (hlorhe*idine lebih efektif dari alkohol atau larutan iodine.
/omplikasi
0ekanik
Pemasangan C-C harus dilakukan oleh orang yang terlatih dan berpengalaman menggunakan
teknik aseptik untuk mengurangi komplikasi yang sering ter2adi. Posisi kateter harus
dikonfirmasi se(ara radiografi di vena (ava superior& distal dari vena 2ugular atau
sub(lavi(ula dan tidak mendorong dinding vena. ambahan !""" u heparin pada formula
parenteral harian pada pasien rawat inap dengan kateter sementara mengurangi pembentukan
4fibrin sheath5 dan infeksi. /ateter sementara yang telah membentuk thrombus harus dilepas
dan diobati dengan antikoagulan. erapi trombolitik bisa dipertimbangkan pada kateter
permanen& tergantung pada kemudahan dan adanya tempat pemasangan kateter baru. erapi
warfarin dosis rendah #mg'd mengurangi resiko trombosis pada kateter permanen& tetapi
antikoagulan dosis tinggi mungkin diperlukan pada pasien dengan trombosis rekuren pada
kateter permanen. 6D7 menyarankan multivitamin parenteral ditambahkan vit / dengan
dosis #5"ug tiap hari dapat berpengaruh pada efisiensi terapi warfarin dosis rendah. /ateter
bisa tersumbat se(ara mekanikal dan bisa 2uga oleh fibrin& lemak& mineral& atau obat intra
lumen. 8umbatan ini bisa diatasi dengan alteplase dosis rendah untuk fibrin& dengan alkohol
,"% untuk lemak& dengan "&#N asam hidrokolrida untuk mineral& atau dengan "&#N sodium
hidro*ida untuk obat& tergantung dari p9.
0etabolik
0asalah yang paling sering ter2adi pada nutrisi parenteral adalah overload (airan dan
hiperglikemia. De*trose hipertonik merangsang insulin yang lebih besar daripada makanan.
/arena insulin adalah hormon poten antinatriuretik dan antidiuretik& hiperinsulinemia
menyebabkan retensi natrium dan (airan. idak adanya kehilangan gastrointestinal atau
disfungsi renal& retensi (airan kemungkinan ter2adi saat total intake (airan melebihi
%"""ml'hari. 0onitoring ketat massa tubuh& begitu 2uga dengan input dan output (airan&
penting untuk men(egah komplikasi. idak adanya kerusakan gin2al& kandungan natrium
urine : #"me;'L. Penggunaan natrium dengan 2umlah tertentu <+"me;'hari= dan penggunaan
glukosa dan lemak pada nutrisi parenteral untuk menurunkan total glukosa dan natrium bisa
membantu mengurangi retensi (airan. .nsulin yang meningkat 2uga meningkatkan transport
intraseluler dari potasium& magnesium& dan fosfor& yang dapat mema(u 4syndrome refeeding5
2ika total glukosa pada (airan nutrisi parenteral teralalu (apat pada pasien malnutrisi berat.
PN biasanya baik dimulai dengan : %""g glukosa'hari untuk menilai toleransi glukosa.
.nsulin bisa ditambakan pada PN untuk men2aga gula darah& dan dosis insulin bisa
ditingkatkan se2alan dengan meningkatnya glukosa. Pasien 4insulin dependent5
membutuhkan %* dosis insulin saat menerima PN <%")%5kkal'kg= sebagai konsekuensi dari
administrasi glukosa parenteral dan kehilangan insulin di wadah PN. .nsulin 8C bisa
digunakan untuk meningkatkan kontrol glukosa dengan mengukur gula darah tiap ! 2am.
/onsentrasi PN selan2utnya bisa dilakukan apabila gula darah terkontrol dan dosis insulin
sudah bisa disesuaikan dengan tambahan kalori sebagai gula dan asam amino. 8ebagai akibat
dari hiperglikemi& mungkin perlu digunakan terapi insulin intensif sebagi infusi terpisah
dengan protokol standard. 1egitu sudah terkontrol& insulin bisa ditambahkan ke formula PN.
>angguan asam basa 2uga merupakan masalah selama terapi PN. Penggunaan sodium dan
potasium asetat digunakan untuk mengatasi masalah asidosis metabolik yang biasanya ter2adi
pada pasien kritis yang disebabkan kerusakan renal tubuler. 1ikarbonat tidak digunakan pada
terapi PN. Drain N> membuat alkalosis hipokloremi& yang bisa diatasi dengan mengatasi
balan(e klorida. 1iasanya asam hidroklorida dibutuhkan untuk respon yang lebih (epat atau
terapi diuretik . Pada PN bebas lemak bisa diberikan #"")#5"me;'L asam hidriklorida.
.nfeksi
.nfeksi pada C-C 2arang ter2adi pada ,% 2am pertama. Demam pada periode ini biasanya
karena infeksi di tempat lain atau sebab lain. Demam selama PN bisa diketahui dengan
memeriksa daerah kateter& apabila bersih& bisa diambil kultur memalui kateter atau u2ung
kateter. ?ika kultur negatif& kateter bisa terus digunakan. 1ila positif dengan bakteri non)
patogen seperti Staphylococcus epidermidis, perlu dipertimbangkan untuk mengganti kateter
tersebut atau mengulang kultur. ?ika kultur positif oleh bakter patogen atau 2amur seperti
Candida albicans, paling baik men(ari tempat C-C baru. 7pakah terapi antibiotik diperlukan
merupakan keputusan klinis& tetapi C.albi(ans yang terdapat pada kultur darah di pasien yang
mendapat PN harus diobati karena kegagalan dalam pengobatan bisa berakibat fatal.
.nfeksi kateter bisa diminimalisir dengan menggunakan kateter hanya untuk PN& tanpa
mengambil sampel darah& atau pemberian obat. .nfeksi kateter (entral merupakan komplikasi
serius dengan angka mortalitas #%)%5%. .nfeksi C-C untuk diet 2arang ter2adi dengan angka
3'#""" kateter per hari. /ateter PN di rumah yang men2adi infeksi perlu diobati melalui
kateter tanpa melepas kateter& terutama bisa organismenya 8.epidermidis. erapi antibiotik
dengan konsentrasi tinggi dengan atau tanpa heparin sebagai tambahan terapi sistemik&
mungkin bisa meningkatkan out(ome. 8epsis dengan hipotensi harus segera melepas kateter
baik PN sementara atau permanen