TUTORIAL DERMATITIS KONTAK IRITAN

istilah
1.eritem = kemerahan pada kulit yang disebabkan pelebaran pembuluh darah kapiler yang
reversible
2.skuama
-enfloresensi sekunder
-Lapisan kulit ( stratum korneum ) yang terlepas dari permukaan kulit.
3.likenifikasi=
Penebalan kulit disertai relief kulit yang makin elas
!.fisura=
"ilangnya kontinuitas kulit# membentuk alur linier# terdapat kehilangan elastisitas kulit tanpa
disertai kehilangan aringan kulit
$.makula=
-%floresensi primer
-&elainan kulit yang disebabkan oleh adanya perubahan 'arna kulit yang biasanya berbatas
tegas tanpa disertai kelainan konsistensi pada permukaannya ( tidak menimbul )
(.ukuran plakat=
)kuran lesi*
 +iliar (sebesar kepala arum pentul)
 Lentikular (sebesar bii agung)
 ,utata (sebesar tetesan air)
 -ummular(uang logam 1... rupiah)
 Plakat(lebih besar dari numular /telapak tangan)
/. konfluens =
status dermatologi0 (penyebaran lesi) *
diskret (Lesi kulit terpisah1 tersebar satu-satu )
konfluens (2eberapa-lesi bersatu membentuk satu kelainan kulit yang lebih besar)
3-345+6-"6745L5,6 &)L64 +3-)763
&ulit manusia tersusun atas dua lapisan# yaitu epidermis dan dermis. %pidermis dan dermis dapat
terikat satu sama lain akibat adanya papilare dermis dan rabung epidermis.
1. %pidermis merupakan lapisan teratas pada kulit manusia dan memiliki tebal yang berbeda-
beda* !..-(.. 8m untuk kulit tebal (kulit pada telapak tangan dan kaki) dan /$-1$. 8m
untuk kulit tipis (kulit selain telapak tangan dan kaki# memiliki rambut). 7elain sel-sel
epitel# epidermis uga tersusun atas lapisan*
3. +elanosit# yaitu sel yang menghasilkan melanin melalui proses melanogenesis.
2. 7el Langerhans# yaitu sel yang merupakan makrofag turunan sumsum tulang# yang
merangsang sel Limfosit 4# mengikat# mengolah# dan merepresentasikan antigen kepada
sel Limfosit 4. 9engan demikian# sel Langerhans berperan penting dalam imunologi
kulit.
:. 7el +erkel# yaitu sel yang berfungsi sebagai mekanoreseptor sensoris dan berhubungan
fungsi dengan sistem neuroendokrin difus.
9. &eratinosit# yang se0ara bersusun dari lapisan paling luar hingga paling dalam sebagai
berikut*
1. 7tratum &orneum# terdiri atas 1$-2. lapis sel gepeng# tanpa inti dengan sitoplasma yang
dipenuhi keratin.
. 2. 7tratum Lu0idum# terdiri atas lapisan tipis sel epidermis eosinofilik yang sangat
gepeng# dan sitoplasma terdri atas keratin padat. 3ntar sel terdapat desmosom.
1 3. 7tratum ,ranulosum# terdiri atas 3-$ lapis sel poligonal gepeng yang
sitoplasmanya berisikan granul keratohialin. Pada membran sel terdapat granula lamela
yang mengeluarkan materi perekat antar sel# yang bekera sebagai penyaring selektif
terhadap masuknya materi asing# serta menyediakan efek pelindung pada kulit.
2 !. 7tratum 7pinosum# terdiri atas sel-sel kuboid. 7el-sel spinosum saling terikat
dengan filamen; filamen ini memiliki fungsi untuk mempertahankan kohesivitas
(kerekatan) antar sel dan mela'an efek abrasi. 9engan demikian# sel-sel spinosum ini
banyak terdapat di daerah yang berpotensi mengalami gesekan seperti telapak kaki.
$. 7tratum 2asal1,erminativum# merupakan lapisan paling ba'ah pada epidermis# terdiri atas
selapis sel kuboid. Pada stratum basal teradi aktivitas mitosis# sehingga stratum ini
bertanggung a'ab dalam proses pembaharuan sel-sel epidermis se0ara
berkesinambungan.
2. 9ermis# yaitu lapisan kulit di ba'ah epidermis# memiliki ketebalan yang bervariasi
bergantung pada daerah tubuh dan men0apai maksimum ! mm di daerah punggung.
9ermis terdiri atas dua lapisan dengan batas yang tidak nyata# yaitu stratum papilare dan
stratum reti0ular.
3. 7tratum papilare# yang merupakan bagian utama dari papila dermis# terdiri atas
aringan ikat longgar. Pada stratum ini didapati fibroblast# sel mast# makrofag# dan
leukosit yang keluar dari pembuluh (ekstravasasi).
2. 7tratum retikulare# yang lebih tebal dari stratum papilare dan tersusun atas aringan
ikat padat tak teratur (terutama kolagen tipe 6)
7elain kedua stratum di atas# dermis uga mengandung beberapa turunan epidermis# yaitu folikel
rambut# kelenar keringat# dan kelenar seba0ea
<ambut# merupakan struktur berkeratin panang yang berasal dari invaginasi epitel epidermis#
yaitu folikel rambut. Pada folikel ini terdapat pelebaran terminal yang berbentuk benolan pada
sebuah papilla dermis. Papila dermis tersebut mengandung kapiler dan ditutupi oleh sel-sel yang
akan membentuk korteks rambut# kutikula rambut# dan sarung akar rambut.
&elenar keringat# yang terdiri atas kelenar keringat merokrin dan kelenar keringat
apokrin
1. &elenar keringat merokrin# berupa kelenar tubular sipleks bergelung dengan saluran
bermuara di permukaan kulit. 7alurannya tidak ber0abang dan memiliki diameter lebih
ke0il dari bagian sekresinya .#! mm. 4erdapat dua ma0am sel mioepitel yang
mengelilingi bagian sekresinya# yaitu sel gelap yang mengandung granula sekretoris dan
sel terang yang tidak mengandung granula sekretoris.
2. &elenar keringat apokrin# memiliki ukuran lebih besar (3-$ mm) dari kelenar keringat
merokrin. &elenar ini terbenam di bagian dermis dan hipodermis# dan duktusnya
bermuara ke dalam folikel rambut. 4erdapat di daerah ketiak dan anus.
&elenar seba0ea# yang merupakan kelenar holokrin# terbenam di bagian dermis dengan umlah
bervariasi mulai dari seratus hingga sembilan ratus per 0entimeter persegi. 7ekret dari kelenar
seba0ea adalah sebum# yang tersusun atas 0ampuran lipid meliputi trigliserida# lilin# s=ualene#
dan kolesterol beserta esternya.
Pada bagian ba'ah dermis# terdapat suatu aringan ikat longgar yang disebut aringan subkutan
dan mengandung sel lemak yang bervariasi. >aringan ini disebut uga fasia superfi0ial# atau
panikulus adiposus. >aringan ini mengandung alinan yang kaya akan pembuluh darah dan
pembuluh limfe. 3rteri yang terdapat membentuk dua ple?us# satu di antara stratum papilare dan
retikulare# satu lagi di antara dermis dan aringan subkutis. :abang-0abang ple?us tersebut
mendarahi papila dermis. 7edangkan vena membentuk tiga ple?us# dua berlokasi seperti arteri#
satu lagi di pertengahan dermis. 3dapun pembuluh limfe memiliki lokasi sama dengan pembuluh
arteri.
)ntuk mendukung fungsi kulit sebagai penerima stimulus# maka terdapat banyak uung saraf#
antara lain di epidermis# folikel rambut# kelenar kutan# aringan dermis dan subkutis# serta papila
dermis. )ung saraf ini tanggap terhadap stimulus seperti rabaan-tekanan# sensasi taktil# suhu
tinggi1rendah# nyeri# gatal# dan sensasi lainnya. )ung saraf ini meliputi uung <uffini#
@aterpa0ini# +eissner# dan &rause.
7elain itu turunan kulit yang lain adalah kuku. &uku merupakan lempeng sel epitel berkeratin
pada permukaan dorsal setiap falang distal. Lempeng kuku terletak pada stratum korneum#
sedangkan dasar kuku terletak pada stratum basal dan spinosum.
@askularisasi
9iatur oleh 2 ple?us*
1. Ple?us yang terletak di atas dermis (ple?us superfi0ial) beranastomosis di papilla
0orii
2. Ple?us yang terletak di sub0utis (ple?us profunda)
FAAL KULIT
• &ulit melapisi permukaan tubuh 1(A dari berat badan# luas 1#$-2 m2# tebal .#$-(mm
• &ulit * - tipis ba'ah mata# a?illa# dekat organ reproduksi.
-4ebal * telapak tangan dan kaki#bokong.
• 7truktur kulit* - a00esory stru0ture
- :utaneus membrane
• Bungsi kulit *
- proteksi
- eksresi dan absorpsi keringat
- termoregulasi * keringat dan P9
- sintesis vit 9
- menerima sensasi * - taktil(raba# tekan# getar)
- suhu
- nyeri
- reservoir darah * C-1.A berada dalam kulit.
• %pidermis * ! enis sel
- keratosit * produksi keratin; proteksi
- melanosit * produksi melanin ; pigmen; )@
- sel merkel * sensorik taktil
- sel langerhans * imunitas
• Darna kulit di tentukan oleh
- Pigmen epidermis * karoten( kuning ingga) dan melanin ( kuning ke0oklatan)
- 7irkulasi darah * kadar hb
• 9ermis *
- 7erabut elastin * lentur tapi lebih kuat
- &olagen sifat kuat tp mudah patah
- ,aris langer untuk insisi
• "ipodermis # batas dengan dermis tidak elas
• f1 *
- stabilisasi hubungan kulit dengan organ lebih dalam.
- 2antalan lemak
- Penyimpanan lemak
- 2lood reservoir
• 3sesori kulit
 rambut * f1 *
- Perlindungan terhadap radiasi )@
- Pelindung kepala
- Bilter kepala * lubang hidung# telinga
- Proteksi * alis# bulu mata
- <eseptor sensorik
 kelenar * - seba0ea# sudorifera# kelenar lain( mammary glands# 0eruminous glands)
 &uku f1*
- Proteksi uung ari
- +emperkuat uung ari * tekanan# mekanis
2iokimia &ulit
7ama halnya dengan aringan pada bagian tubuh lainnya# kulit uga bernafas (resiprasi)#
menyerap iksigen dan mengeluarkan karbondioksida. -amun# respirasi kulit sangatlah lemah.
&ulit lebih banyak menyerap oksigen yang diambil dari aliran darah# dan hanya sebagian ke0il
yang diambil langsung dari lingkungan luar (udara). 2egitu pula dengan karbondioksida yang
dikeluarkan# lebih banyak melalui aliran darah dibandingkan dengan yang dihembuskan
langsung ke udara. +eskipun pengambilan oksigen oleh kulit hanya 1#$A dari yang dilakukan
oleh paru paru# dan kulit hanya membutuhkan /A dari kebutuhan oksigen tubuh (!A untuk
epidermis dan 3A untuk dermis).
Pengambilan oksigen dari udara oleh kulit sangat berguna# bahkan sangat penting bagi
metabolisme didalam sel sel kulit. Penyerapan oksigen itu penting# namun pengeluaran atau
pembuangan karbon-dioksida (:52) g penting# karena penumpukan :52 dalam kulit# akan
menghambat pembelahan (regenerasi) sel sel kulit. &e0epatan penyerapan okigen ke dalam kulit
dan pengeluaran :52 dari kulit tergantung pada banyak faktor diluar maupun didalam kulit#
seperti temperatur udara# komposisi gas# kelembaban udara# ke0epatan aliran darah ke kulit#
tekanan gas didalam darah kulit# dilatasi pembuluh darah kulit# penyakit kulit# usia# keadaan
vitamin dan hormon dikulit# perubahan dalam proses metabolisme sel kulit# pemakaian bahan
kimia pada kulit# dan lain lain.
2ahan bahan yang menstimulasi pernafasan kulit adalah ekstrak ragi# ekstrak pla0enta# asam
panthoneat# asam boraks# viatamin 3 E 9# air ma'ar# hidrokortison# neomy0in# ba0itra0in dan
pasta Fin0. 2ahan bahan yang menekan1mengurangi pernafasan kulit adalah bahan penga'et#
antiseptik# asam lembak# fluorida# butil alkohol# ammoniated mer0ury# asam benFoat# asam
salisilat# sulfur# 0oal tar. 3lantoin (bahan kimia baru) meningkatkan pernafasan kulit dan ika
dipakai didalam kosmetik memiliki daya penyembuh kerusakan sel kulit.
+antel asam kulit memiliki P" !#$-(#$. +erupakan kombinasi dari asam asam karboksilat
organik (asam laktat# asam pirolidon karboksilat# asam urokanat# dan lain lain) yang membentuk
garan dengan ion ion -atrium# &alium# 3monium# dan 3sam amino dari reruntuhan keratin sel
kulit yang sudah mati dipermukaan kulit.
Bungsinya untuk*
1. 7ebagai penyangga (buffer) yang berusaha menetralisir bahan kimia yang terlalu asam
atau terlalu alkalis yang masuk ke kulit
2. +embunuh dengan sifat asamnya atau setidaknya menekan pertumbuhan
mikroorganisme yang membahayakan kulit.
3. 9engan sifat lembabnya sedikit banyak men0egah kekeringan kulit
7emakin alkalis1semakin asam bahan yang mengenai kulit# semakin sulit untuk menetralisirnya
dan kulit akan menadi lelah karenanya. &ulit dapat menadi kering# pe0ah pe0ah# sensitif# dan
mudah terkena infeksi.
7aitoh E 6nomato menembukan seumlah data berkenaan dengan P" kulit*
• P" kulit berla'anan dengan temperatur udara. >ika temperatur naik# P" kulit akan turun
dan sebaliknya
• Pengurangan minyak kulit menyebabkan P" kulit menurun (menadi lebih asam) dan
kemampuan untuk menetralisirnya lebih kuat
• P" kulit pada 'anita akan turun menelang menstruasi
• &emampuan menetralisasi men0apai pun0ak setelah $ menit# lalu semakin berkurang
• &emampuan menetralisi menguat selama musim panas
• "ampir semua kosmetik oleh Gmantel asamH kulit di0oba dinetralisasi ke P" yang
mendekati P" fisiologis kulit sekitar 1 am setelah aplikasi. -etralisasi sabun dan
detergen lebih lama dan karena sifat alkalisny yang tinggi# netralisasi itu bisa gagal.
&arena itu# sabun alkalis hendaknya 0epat dibilas sampai bersih setelah pemakaian
7umber energi bagi kulit terutama berasal dari proses glikolisis. 7ekitar C.A dari glukosa
dimetabolisme melalui reaksi glikolisis# 1.A melalui reaksi "+P 7hunt# dan 1.A glukosa
diubah menadi glikogen. ,likolisis yg berlangsung dikulit dikendalikan oleh enFim
fosfofruktokinase dan dipengaruhi oleh hormon insulin. "asil glikolisis berupa energi dan asam
laktat.
%pidermis memiliki kemampuan untuk mensintesis 9-3# <-3 dan protein. &ulit berfungsi
untuk proteksi yg berupa keratin yg sangat tidak larut dan berasal dari sistein. %pidermis uga
mengandung lapisan tipis lemak (kolesterol dan sk'alen). &ulit menghasilkan vitamin 9# tapi
tidak 0ukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh dengan mengubah /-dehidrokolesterol menadi
aktif /-dehidrokolesterol dengan bantuan sinar matahari.
Dermatitis adalah peradangan epidermis dan dermis, menimbulkan lesi berupa
eforesensi poliformik serta rasa gatal.
Dermatitis kontak
Defnisi : proses infamasi yang terjadi pada kulit yang disebabkan oleh faktor
eksogen yang secara langsung / tidak langsung melukai kulit
Epidemiologi :
• Ras : orang kulit putih
• enis kelamin : !anita : pria " # : $
• %sia : de!asa, bayi &Dermatitis kontak iritan'
(lasifkasi :
• Dermatitis kontak iritan :
o )kut : disebabkan oleh iritan kuat, luka bakar
o (ronik &dermatitis kontak iritan kumulatif' : disebabkan oleh iritan
lemah yang berulang*ulang
• Dermatitis kontak alergik
Etiologi :
+ahan yang bersifat iritan &pelarut, detergen, minyak pelumas, asam, alkali, dan
serbuk kayu'
(elainan kulit ditentukan oleh :
• %kuran molekul
• Daya larut
• (onsentrasi
• ,ehikulum
• -uhu bahan iritan
• -uhu dan kelembaban lingkungan
• .ama kontak
• (ekerapan
• /klusi
• 0esekan
• 1rauma fsis
P345,%-%767
&elainan kulit timbul akibat kerusakan sel yang disebabkan oleh bahan iritan melalui kera
kimia'i atau fisis. 2ahan iritan merusak lapisan tanduk# denaturasi keratin# menyingkirkan
lemak lapisan tanduk dan mengubah daya ikat air kulit.
&ebanyak bahan iritan (toksin) merusak membran lemak keratinosit tetapi sebagian dapat
menembus membran sel dan merusak lisosom# mitokondria atau komplemen inti. &erusakan
membran mengaktifkan fosfolipase dan melepaskan asam arakidonat (33)# diasilgliserida
(93,)# platelet a0tivating fa0tor (P3B) dan inositida (6P3). 33 dirubah menadi prostaglandin
(P,) dan leukotrin (L4). P, dan L4 menginduksi vasodilatasi# dan meningkatkan permeabilitas
vaskuler sehingga mempermudah transudasi komplemen dan kinin. P, dan L4 uga bertindak
sebagai kemoatraktan kuat untuk limfosit dan neutrofil# serta mengaktifasi sel mast melepaskan
histamin# L4 dan P, lain# dan P3B# sehingga memperkuat perubahan vaskuler.
93, dan se0ond messenger lain mengstimulasi ekspresi gen dan sintesis protein# misalnya
interleukin-1 (6L-1) dan granulo0yt-ma0rophage 0olony stimulating fa0tor (,+:7B). 6L-1
mengaktifkan sel 4-penolong mengeluarkan 6L-2 an mengekspresi reseptor 6L-2 yang
menimbulkan stimulasi autokrin dan proliferasi sel tersebut.
&eratinosit uga membuat molekul permukaan "L3-9< dan adesi intrasel- (6:3+-1).
Pada kontak dengan iritan# keratinosit uga melepaskan 4-BI# suatu sitokin proinflamasi yang
dapat mengaktifasi sel 4# makrofag dan granulosit# menginduksi ekspresi molekul adesi sel dan
pelepasan sitokin.
<entetan keadian tersebut menimbulkan geala peradangan klasik di tempat teradinya
kontak di kulit berupa eritema# edema# panas# nyeri# bila iritan kuat. 2ahan iritan lemah akan
menimbulkan kelainan kulit setelah berulang kali kontak# dimulai dengan kerusakan stratum
korneum oleh karena delipidasi yang menyebabkan desikasi dan kehilangan fungsi sa'arnya#
sehingga mempermudah kerusakan sel diba'ahnya oleh iritan
DASAR DIA!"SIS
7eorang #anita bernama 3# umur $% tahun# bekera sebagai pembantu rumah tangga datang
ke poli kulit <76 dengan keluhan utama n&eri pada kedua kulit tangann&a. 9ari anamnesa
didapatkan keterangan seak $ bulan &ang lalu# 3 mulai bekera sebagai pembantu rumah
tangga# tugasnya tiap hari adalah men'u'i ba(u. &urang lebih ) bulan &ang lalu telapak
tangann&a mulai tampak eritem* berskuama* kering* dan perih* makin hari makin
bertambah* dan saat ini ditambah adan&a likeni+ikasi dan +issure. Pada a'alnya 3 tidak
memperhatikan penyakitnya# namun karena mulai terasa bertambah perih dan sudah mulai
mengganggu pekeraannya# maka ia ingin mengobati penyakitnya.
Penderita baru pertama kali sakit seperti ini,
Penderita belum berobat untuk penyakitnya.
Tidak ada ri#a&at alergi pada penderita maupun keluargan&a,
7etelah men0u0i bau# biasanya penderita selalu mengeringkan tangannya.
Pemeriksaan +isik -
Status generalis -
&eadaan umum * kompos mentis
&esan sakit * sedang
4anda vital * <* 2!?1menit (-) -* C.?1menit (-)
7* 3(#( : (-) 4* 11.1/. mm"g (-)
&epala * 0onun0tiva tidak animism s0lera tidak ikterik
Leher - tidak ada perbesaran K.
4oraks *
2entuk dan pergerakan normal# simetris
:or * dalam batas normal
Pulmo * dalam batas normal
3bdomen * hepar lien tidak teraba
%?tremitas * telapak tangan (lihat status dermatologikus)
Status dermat/l/gikus (manus de0tra et sinistra) -
- Distribusi - regi/nal* simetris
- L/kasi - a,r manus (telapak tangan)
- Lesi -
o 1umlah - multiple
o Pen&ebaran - sebagian k/n+luens
o .atas - tegas* sebagian menimbul
o Ukuran - plakat
o Permukaan - kasar
o Si+at - kering
- 2+l/resensi - tampak ma'ula dan papel eritem pada beberapa bagian kulit* tampak
skuama pada hampir seluruh telapak tangan* terdapat pula likeni+ikasi dan pada
u(ung3u(ung (ari tampak sedikit +issura,
Lab/rat/rium - tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium.
DIA!"SIS K2R1A - 9ermatitis kontak iritan kronis e.0. detergen
P242RIKSAA! P2!U!1A!
J )i tempel (Pat0h 4est) *
- 9ilakukan setelah dermatitisnya sembuh 1 3 minggu.
- Lokalisasi * punggung12ag. @olar lengan atas.
- 2ahan ui diletakkan pada kain1kertas --K tempel pada kulit ---K tutup dengan bahan
impermeabel --K rekat dengan plester ---K !C am buka# ba0a lagi /2 am dan L( am.
- Positif * %ritema# )rtika# @esikel# 2ula.
2ila dalam !C am %BL *
 +enurun --K setelah !C am --K iritasi
 +eningkat --K alergik
- Pemeriksaan kultur bakteri bisa dilakukan apabila ada komplikasi infeksi sekunder
bakteri.
- Pemeriksaan &5" bisa dilakukan dan sampel mikologi bisa diambil untuk
menyingkirkan infeksi tinea superfi0ial atau kandida# bergantung pada tempat dan bentuk
lesi.
- 2iopsi kulit bisa membantu menyingkirkan kelainan lain seperti tinea# psoriasis atau
limfoma sel 4.
• <374 (<adioallergosorbent 4esting) * bisa identifikasi alergen penyebab spesifik
• 7kin s0raping * untuk 991 s0abies
• Pat0h test * untuk re0urrent# 0hroni0# atau severe allergi0 0onta0t dermatitis
• Potassium hydro?ide preparation of 0ulture of the lession to dete0t dermatophyte
infe0tion
• 70rat0h testing* untuk late? allergy# untuk mengidentifikasi penyebab e0Fema tangan
DIA!"SIS .A!DI!
1. 9ermatitis kontak alergi
9ermatitis kontak alergi disebabkan terpaparnya kulit dengan bahan yang bersifat alergen. Pada
yang kronis terlihat kulit kering# berskuama# papul# likenifikasi dan mungkin uga fisur# batasnya
tidak elas. &elainan ini sulit dibedakan dengan dermatitis kontak iritan kronis; mungkin
penyebabnya uga 0ampuran.
2ila dibandingkan dengan dermatitis kontak iritan# umlah penderita dermatitis kontak alergik
lebih sedikit# karena hanya mengenai orang yang kulitnya sangat peka (hipersensitif). -amun
sedikit sekali informasi mengenai prevalensi dermatitis ini di masyarakat.
#. 9ermatitis atopik
Pada gambaran klinis terdapat vesikel-vesikel dan papul-papul serta eritem# untuk membedakan
dengan dermatitis kontak iritan# pada dermattits atopik mempunyai tiga tanda khas. Maitu*
N Pruritus.
N +orfologi dan distribusi khas pada 'aah (khusus pada anak) dan daerah lipatan kulit
(fosa kubiti# fosa poplitea# leher# dan pergelangan tangan).
N :enderung menadi kronis kambuh.
Pada dermatitis atopik uga didapatkan ri'ayat atopik (rhinitis alergi# asma bronkial)#dan pada
pemeriksaan penunang di temukan eosinofilia dan peningkatan kadar 6g%# sedangkan pada
dermatitis kontak iritan tidak terdapat ri'ayat atopik.
Penatalaksanaan
!/n medikament/sa
 +enghindari paanan bahan iritan baik bahan kimia# se0ara mekanik ataupun fisik
 +enyingkirkan fa0tor-faktor yang memperberat
>ika kedua hal ini dapat diaga dengan baik# maka kita tidak perlu memeberikan pengobatan
topi0al# kita hanya perlu pemberian pelembab kulit saa untuk menghilangkan kulit yang kering
agar kembali elastis.
4edika ment/sa-
• &ortikosteroid
• &ortikosteroid topikal merupakan pilihan yang utama untuk mengurangi inflamasi
pada penderita 93. Penggunaan steroid topikal# yaitu suatu bahan yang bekera
dan bersifat anti-inflamasi merupakan dasar terapi untuk pengobatan lesi-lesi
eksematosa. 3kan tetapi dalam penggunaannya akan tergantung pada lokasi dan
keadaan lesi kulit serta aman untuk digunakan sehingga penderita harus
diinstruksi se0ara hati-hati untuk menghindari potensi efek samping# terutama
potensi kuat harus dihindarkan dari 'aah# genitalia# dan daerah intertrigo dan
se0ara umum preparat potensi ringan direkomendasikan pada daerah ini. 5leh
karena itu penggunaan steroid topikal ini ditekankan hanya pada lesi 93 saa
sedangkan pada kulit yang tidak terlibat 0ukup dengan emolient untuk
menghindari kulit kering dan proses inflamasi. &egagalan kadang-kadang teradi
oleh karena tidak adekuatnya pemberian glukokortikoid ini.
• 3da / golongan kortikosteroid berdasarkan potensinya yang tentu saa
mempunyai potensi efek samping yang berbeda pada penggunaannya# terutama
ika digunakan dalam angka panang. )ntuk potensi yang sangat kuat maka
hanya digunakan untuk yang sangat singkat dan hanya pada lokasi yang
mengalami likenifikasi berat# tidak untuk 'aah dan daerah lipatan. 7ehingga
untuk maintenan0enya digunakan potensi rendah dan emolient untuk men0apai
hidrasi kulit.
• 7teroid potensi sedang dapat digunakan untuk periode yang lebih lama dan
dituukan penggunaannya untuk lesi di badan dan ekstremitas. >angan
menggunakan sediaan bentuk gel dengan basis propylene gly0ol karena akan
menyebabkan iritasi sebab penggunaannya memberikan efek kekeringan kulit#
sedangkan penggunaannya hanya terbatas kepala dan daerah berambut.
• 2eberapa kortikosteroid topikal yang terbaru dianggap mampu untuk
menghambat migrasi eosinofil ke aringan inflamasi dan menghambat fungsi sel 4
dalam mengatur sitokin yang mempengaruhi eosinofil sehingga akan memblok
reaksi hipersensitivitas yang ada pada 93. &arena pengobatan pada 93 ini dapat
berlangsung bertahun-tahun# sebaiknya hindari pemakaian kortikosteroid topikal
berlama-lama# karena dapat menimbulkan komplikasi dan dapat teradi
superinfeksi bakteri dan virus pada lesi eksemanya. Pemakaian kortikosteroid
bergantian dengan tanpa steroid pada pagi dan malam hari atau selang satu hari
atau dua hari (interval therapy). Pada tandem therapy# sebaiknya digunakan bahan
dasar yang sama.
• &ortikosterod sistemik uga dapat dipertimbangkan penggunaannya sebagai
pilihan terakhir bila mengenai mukosa dan pada tipe de'asa dengan kasus
eksaserbasi yang berat serta tidak berhasil dengan topikal# akan tetapi sangat
arang digunakan pada tipe bayi dan anak oleh karena efek sampingnya dan reaksi
rebound bila penggunaannya dihentikan. Penggunaannya hanya dalam 'aktu
yang singkat dan tappering.
• 3ntihistamin13nti pruritus
• :ontoh*difenhidramin# hydro?iFini bisa mengendalikan rasa gatal#
terutamadengan efek sedatifnya. 5bat ini menyebabkan kantuk# adi sebaiknya
diminum menelang tidur malam hari.
K"4PLIKASI
9&6 meningkatkan risiko sensitisasi pengobatan topi0al. Lesi kulit bisa mengalami infeksi
sekunder# khususnya oleh 7taphylo0o00us aureus.
-eurodermatitis sekunder (liken simpleks kronis) bisa teradi terutama pada pekera yang
terpapar iritan di tempat keranya atau dengan stres psikologik.
"iperpigmentasi atau hipopignemtasi post inflamasi pada area terkena 9&6.
>aringan parut mun0ul pada paparan bahan korosif# ekskoriasi atau artifak.
P2!52A6A!
- menghindari kontak dengan Fat seperti poison ivy atau sabun keras yang dapat menyebabkan
hal itu. 7trategi pen0egahan*
a. 2ilas kulit dengan air dan gunakan sabun ringan ika dermatitis karena kontak dengan suatu
Fat. )sahakan men0u0i untuk menghapus banyak iritan atau alergen dari kulit 3nda. Pastikan
untuk membilas sabun sepenuhnya dari tubuh 3nda.
b. &enakan kapas atau sarung tangan plastik ketika melakukan pekeraan rumah tangga untuk
menghindari kontak dengan pembersih atau larutan.
0. >ika di tempat kera# memakai pakaian pelindung atau sarung tangan untuk melindungi kulit
3nda terhadap senya'a berbahaya.
d. 5leskan krim atau gel penghalang untuk kulit 3nda untuk memberikan lapisan pelindung.
>uga# gunakan pelembab untuk mengembalikan lapisan terluar kulit dan untuk men0egah
penguapan kelembaban.
e. ,unakan deteren ringan# tanpa 'e'angian saat men0u0i pakaian# handuk dan selimut. :oba
lakukan siklus bilas tambahan pada mesin 0u0i
PR"!"SIS
Prognosis baik pada individu non-atopi dimana 9&6 didiagnosis dan diobati dengan baik.
6ndividu dengan dermatitis atopi rentan terhadap 9&6. 2ila bahan iritan tidak dapat disingkirkan
sempurna# prognosisnya kurang baik# dimana kondisi ini sering teradi 9&6 kronis yang
penyebabnya multifaktor
93B43< P)743&3
$. -ularsito, -. )., dan Djuanda, -. Dermatitis. Dalam: 2lmu 3enyakit (ulit dan
(elamin. 4akultas (edokteran %ni5ersitas 2ndonesia. akarta6 #778. hal:$#9*
$8:.
#. ;ogan, D. <ontact Dermatitis, 2rritant. Emedicine6 #77=. )5ailable at:
http://!!!.emedicine.com/specialties.htm
:. Dermatitis. Dalam: 3edoman Diagnosis dan 1erapi 3enyakit (ulit dan (elamin
R-%3 -anglah Denpasar. .ab/->4. 2lmu 3enyakit (ulit dan (elamin 4(
%nud/R-%3 -anglah. Denpasar. +ali6 #777.