BAB I

PENDAHULUAN
Depresi dikenal sebagai keluhan umum yang sering dialami masyarakat. Wanita
memiliki kecenderungan hampir dua kali lipat lebih besar daripada pria untuk mengalami
depresi. Perbedaan dalam resiko relatif antara pria dan wanita bermula pada awal usia remaja
dan bertahan hingga paling tidak usia pertengahan. Meski perbedaan hormonal atau
perbedaan biologis lainnya yang terkait dengan gender kemungkinan berpengaruh, namun
perbedaan gender sebagian besar disebabkan oleh lebih banyak jumlah stres yang dihadapi
wanita dalam kehidupan kontemporer.

Orang-orang yang lebih muda mempunyai
kemungkinan lebih besar untuk sembuh dari pada kelompok yang lebih tua, dan kecil
kemungkinan penyakitnya kambuh.

!elama beberapa dekade terakhir para peneliti berupaya memahami peran berbagai
neurotransmiter dalam gangguan mood. "da dua transmiter yang paling banyak dipelajari,
yaitu norepineprin dan serotonin. #eori norepineprin merupakan yang paling rele$an dengan
gangguan bipolar, dan secara umum, dinyatakan bahwa kadar norepineprin yang rendah
memicu depresi dan kadar yang tinggi memicu mania. #eori serotonin menyatakan bahwa
kadar serotonin yang rendah menimbulkan depresi.
%
Depresi bisa berdiri sendiri maupun bersamaan dengan penyakit organik. Depresi
akan sulit di diagnosis jika depresi ditemukan bersamaan dengan penyakit lain. &anyak
gangguan medis dan neurologis serta agen farmakologis dapat menghasilkan gejala depresi.
&iasanya pasien datang dengan gangguan depresi pertama kali pergi ke dokter umum dengan
keluhan somatik, mereka mengeluh gangguan sistem endokrin, gangguan infeksi dan
peradangan, serta penyakit medis lain seperti kanker dan penyakit kardiopulmonal.

&aik depresi yang berdiri sendiri maupun yang bersamaan dengan penyakit lain harus
diobati dengan sungguh-sungguh, karena depresi dapat mempengaruhi dan memperburuk
penyakit organik yang sudah ada. Pemilihan obat anti depresan yang tepat sangat diperlukan
agar mendapatkan efek terapi yang optimal dan menghindari efek samping yang mungkin
timbul.

BAB II
PEMBAHASAN
DEFINISI
Depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan
alam perasaaan yang sedih dan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan
nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, kelelahan dan rasa putus asa dan tak berdaya, serta
gagasan bunuh diri.
'
EPIDEMIOLOGI
(angguan depresi berat merupakan gangguan yang sering terjadi, dengan pre$alensi
seumur hidup sekitar )*, kemungkinan sekitar %)* terjadi pada wanita.

#erlepas dari kultur atau negara, terdapat pre$alensi gangguan depresi berat yang dua
kali lebih besar pada wanita dibandingkan laki-laki. +sia onset untuk gangguan depresi berat
kira-kira usia ,- tahun. )-* dari semua pasien, mempunyai onset antara usia %--)- tahun.

&eberapa data epidemilogi baru-baru ini menyatakan bahwa insidensi gangguan
depresi berat mungkin meningkat pada orang-orang yang berusia kurang dari %- tahun, jika
pengamatan tersebut benar, mungkin berhubungan dengan meningkatnya penggunaan alkohol
dan .at -.at lain pada kelompok usia tersebut.

"ngka gangguan depresif berat pada anak-anak pre sekolah diperkirakan adalah
sekitar -,'* dalam masyarakat, dibandingkan dengan -,/* dalam lingkungan klinis.
Diantara anak-anak usia sekolah dalam masyarakat, kira-kira %* memiliki gangguan depresif
berat. Depresi lebih sering pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan pada anak usia
sekolah.

ETIOLOGI
Dasar umum untuk gangguan depresi berat tidak diketahui, tetapi diduga faktor
-faktor dibawah ini berperan.
a. 0aktor &iologis
Data yang dilaporkan paling konsisten dengan hipotesis bahwa gangguan depresi
berat berhubungan dengan disregulasi heterogen pada amin biogenik 1 norepinefrin
dan serotonin 2. Penurunan serotonin dapat encetuskan depresi, dan pada beberapa
pasien yang bunuh diri memiliki konsentrasi metabolik serotonin di dalam cairan
serebrospinal yang rendah serta konsentrasi tempat ambilan serotonin yang rendah di
%
trombosit. 0aktor neurokimia lain seperti adenilate cyclase, phsphotidyl inositol, dan
regulasi kalsium mungkin juga memiliki rele$ansi penyebab.
Penelitian anak pra pubertas dengan gangguan depresif berat dan remaja-remaja
dengan gangguan mood telah menemukan kelainan biologis.

"nak pra pubertas dalam suatu episode gangguan depresif berat mensekresikan
hormon pertumbuhan yang secara bermakna lebih banyak selama tidur dibandingkan
dengan anak normal dan anak dengan gangguan mental nondepresi.

b. 0aktor (enetika
Data genetik menyatakan bahwa sanak saudara derajat pertama dari pasien
gangguan depresi berat kemungkinan ,) 3 %,) kali lebih besar daripada sanak saudara
derajat pertama kontrol. Memiliki satu orang tua yang terdepresi kemungkinan
meningkatkan resiko dua kali untuk keturunan, memiliki kedua orang tua terdepresi
kemungkinan meningkatkan resiko empat kali bagi keturunan untuk terkena gangguan
depresi sebelum usia 4 tahun.

c. 0aktor Psikososial
Peristiwa kehidupan dan stess lingkungan, suatu pengalamn klinis yang telah
lama direplikasikan adalah bahwa peristiwa kehidupan yang menyebabkan stress
lebih sering mendahului episode pertama gangguan mood daripada episode
selanjutnya. 5ubungan tersebut telah dilaporkan untuk gangguan depresi berat.

Data yang paling mendukung menyatakan bahwa peristiwa kehidupan paling
berhubungan dengan perkembangan depresi selanjutnya adalah kehilangan orang tua
sebelum usia ' tahun. !tressor lingkungan yang paling berhubungan dengan onset
suatu episode depresi adalah kehilangan pasangan.

&ebeapa artikel teoritik mempermasalakan hubungan antara fungsi keluarga
dan onset serta perjalanan gangguan depresi berat. !elain itu, derajat psikopatologi di
dalam keluarga mungkin mempergaruhi kecepatan pemulihan, berkurangnya gejala,
dan penyesuaian pasien pasca pemulihan.

'
GEJALA KLINIS
(ejala utama 1pada derajat ringan, sedang dan berat26

7fek depresif,

8ehilangan minat dan kegembiraan, dan

&erkurangnya energi yang menuju meningkatnya
keadaan mudah lelah 1rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja2 dan menurunnya
akti$itas.
,
(ejala lainnya 6
a.
8onsentrasi dan perhatian berkurang
b.
5arga diri dan kepercayaan diri berkurang
c.
(agasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna
d.
Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis
e.
(agasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri
f.
(angguan tidur
g.
9afsu makan berkurang.
,
+ntuk episode depresif dari ketiga tingkat keparahan tersebut diperlukan masa
sekurang 3 kurangnya % minggu untuk penegakan diagnosis, akan tetapi periode lebih pendek
dapat dibenarkan jika gejala luar biasa beratnya dan berlangsung lama.
,
PATOFISIOLOGI
#imbulnya depresi dihubungkan dengan peran beberapa neurotransmiter aminergik.
9eurotransmiter yang paling banyak diteliti ialah serotonin. 8onduksi impuls dapat
terganggu apabila terjadi kelebihan atau kekurangan neurotransmiter di celah sinaps atau
adanya gangguan sensiti$itas pada reseptor neurotransmiter tersebut di post sinaps sistem
saraf pusat.
Pada depresi telah di identifikasi % sub tipe reseptor utama serotonin yaitu reseptor
)5#:" dan )5#%". 8edua reseptor inilah yang terlibat dalam mekanisme biokimiawi
depresi dan memberikan respon pada semua golongan anti depresan.
Pada penelitian dibuktikan bahwa terjadinya depresi disebabkan karena menurunnya
pelepasan dan transmisi serotonin 1menurunnya kemampuan neurotransmisi serotogenik2.
&eberapa peneliti menemukan bahwa selain serotonin terdapat pula sejumlah neurotransmiter
,
lain yang berperan pada timbulnya depresi yaitu norepinefrin, asetilkolin dan dopamin.
!ehingga depresi terjadi jika terdapat defisiensi relatif satu atau beberapa neurotransmiter
aminergik pada sinaps neuron di otak, terutama pada sistem limbik. Oleh karena itu teori
biokimia depresi dapat diterangkan sebagai berikut 6
. Menurunnya pelepasan dan transport serotonin atau menurunnya kemampuan
neurotransmisi serotogenik.
%. Menurunnya pelepasan atau produksi epinefrin, terganggunya regulasi akti$itas
norepinefrin dan meningkatnya akti$itas alfa % adrenoreseptor presinaptik.
'. Menurunnya akti$itas dopamin.
,. Meningkatnya akti$itas asetilkolin.
#eori yang klasik tentang patofisiologi depresi ialah menurunnya neurotransmisi akibat
kekurangan neurotransmitter di celah sinaps. :ni didukung oleh bukti-bukti klinis yang
menunjukkan adanya perbaikan depresi pada pemberian obat-obat golongan !!;: 1!electi$e
!erotonin ;e-uptake :nhibitor2 dan trisiklik yang menghambat re-uptake dari neurotransmiter
atau pemberian obat M"O: 1Mono "mine O<idasi :nhibitor2 yang menghambat katabolisme
neurotransmiter oleh en.im monoamin oksidase.
&elakangan ini dikemukakan juga hipotesis lain mengenai depresi yang menyebutkan
bahwa terjadinya depresi disebabkan karena adanya akti$itas neurotransmisi serotogenik
yang berlebihan dan bukan hanya kekurangan atau kelebihan serotonin semata.
9eurotransmisi yang berlebih ini mengakibatkan gangguan pada sistem serotonergik, jadi
depresi timbul karena dijumpai gangguan pada sistem serotogenik yang tidak stabil. 5ipotesis
yang belakangan ini dibuktikan dengan pemberian anti depresan golongan !!;7 1!electi$e
!erotonin ;e-uptake 7nhancer2 yang justru mempercepat re-uptake serotonin dan bukan
menghambat. Dengan demikian maka turn o$er dari serotonin menjadi lebih cepat dan sistem
neurotransmisi menjadi lebih stabil yang pada gilirannya memperbaiki gejala-gejala depresi.
Mekanisme biokimiawi yang sudah diketahui tersebut menjadi dasar penggunaan dan
pengembangan obat-obat anti depresan.
TANDA GANGGUAN DEPRESI BERAT
a. Perasaan yang berubah-ubah
Depresi berat merupakan gangguan mood yang mempengaruhi cara seseorang merasa tentang
kehidupan pada umumnya. Memiliki pandangan putus asa atau tak berdaya pada kehidupan
)
adalah gejala yang paling sering dikaitkan dengan depresi. Perasaan lain yang mungkin
dirasakan adalah merasa tidak berharga, membenci diri atau rasa bersalah yang tidak tepat.
b. 8ehilangan minat
Depresi dapat merenggut kesenangan atau kenikmatan dari hal yang disukai. 5ilangnya minat
dari kegiatan yang pernah dinantikan, seperti olahraga, hobi atau pergi keluar dengan teman
adalah satu lagi tanda-tanda depresi berat.
c. 8elelahan dan tidur
!ebagian alasan seseorang berhenti melakukan hal-hal yang dinikmatinya adalah karena
merasa sangat lelah. Depresi sering datang dengan kekurangan energi dan perasaan yang luar
biasa dari kelesuan, yang dapat menjadi gejala paling melemahkan. Dan bisa mengakibatkan
tidur berlebihan atau tidak tidur sama sekali.
d. 8ecemasan dan lekas marah
Orang dengan depresi juga memberikan kontribusi menimbulkan kecemasan dan mudah
tersinggung. Penelitian menunjukkan, pria lebih cenderung menunjukkan tanda-tanda ini.
8arena wanita lebih mungkin menginternalisasi masalah mereka, sementara pria cenderung
mengeksternalisasi perasaan mereka dengan menyalahkan orang lain.
e. !elera makan dan berat badan meningkat
9afsu makan dan berat badan dapat berfluktuasi secara berbeda untuk setiap orang dengan
depresi berat. &eberapa akan memiliki nafsu makan dan berat badan bertambah, sementara
yang lain sebaliknya.
f. 7mosi tak terkendali
!atu menit dikuasai amarah. &erikutnya, menangis tak terkendali. 7mosi yang naik dan turun
dalam waktu singkat ini adalah gejala depresi. Mirip dengan kelainan suasana hati 1gangguan
bipolar2, yakni suasana hati yang berfluktuasi tak terkendali dan membuat orang tersebut
bingung.
g. &unuh diri
;ealitas paling menakutkan dari depresi adalah hubungannya dengan keinginan bunuh diri.
7mosi yang tak terkendali dan perasaan hampa sering menyebabkan orang untuk berpikir
=
bahwa bunuh diri adalah solusi permanen. &ahkan, /- persen dari lebih dari ',.--- orang
yang bunuh diri di "! setiap tahun didiagnosis memiliki gangguan psikiatrik.
PEDOMAN DIAGNOSTIK
8riteria Diagnosis dari D!M 3:> (Diagnostic and Statistical Manual of Mental
Disorders)
.'.,.=

". Pasien mengalami mood terdepresi 1 sedih atau perasaan kosong2 atau kehilangan minat
atau kesenangan sepanjang waktu selama % minggu atau lebih ditambah , atau lebih gejala-
gejala di bawah ini 6
. #idur 6 :nsomnia atau hipersomnia setiap hari.
%. Minat 6 Menurunnya minat atau kesenangan hampir pada semua kegiatan dan hampir
setiap waktu.
'. ;asa bersalah 6 Perasaan bersalah yang berlebihan atau tidak sesuai atau rasa tidak
berharga hampir setiap waktu.
,. 7nergi 6 8ehilangan energy atau lebih hampir setiap waktu.
). 8osentrasi 6 menurunnya kemampuan untuk berpikir atau kosentrasi sulit membuat
keputusan hampir sepanjang waktu.
=. !elera makan 6 Dapat menurun atau meningkat psikomotor dalam pengamatan
ditemukan agitasi?retardasi.
@. &unuh diri 6 timbul pikiran berulang tentang mati?ingin bunuh diri
&. (ejalanya tidak memenuhi untuk criteria episode campuran 1 episode depresi berat dan
episode manik2
A. (ejalanya menimbulkan penderitaan bermakna secara klinik atau hendaya social,
pekerjaan atau fungsi penting lainnya.
D. (ejalanya bukanlah merupakan efek fisiologi langsung dari .at 1penyalahgunaan obat atau
medikasi2 atau suatu kondisi medik umum.
7. (ejalanya tidaklah lebih baik dibandingkan dengan dukacita, misalnya setelah kehilangan
seseorang yang dicintai, gejala menetap lebih dari % bulan atau ditandai hendaya fungsi yang
jelas, preokupasi rasa tidak bahagia yang abnormal, ide bunuh diri, gejala psikotik atau
retardasi psikomotor.
Gangguan Depresi Berat, Epis!e Tungga"
D!M-:>-#; mengelompokkan criteria diagnostic untuk gangguan depresi berat episode
pertama. Perbedaan antara pasien ini dan mereka yang mempunyai episode gangguan depresi
kedua atau lebih disebabkan karena ketidakjelasan perjalanan penyakit pasien yang hanya
satu episode.
,=
Gangguan Depresi Berat Beru"ang
@
Pasien yang mengalami sedikitnya episode kedua dari depresi digolongkan dalam D!M-:>-
#; sebagai gangguan depresi berat rekuren. Masalah utama dengan diagnosis episode
rekuren dari gangguan depresi berat adalah menentukan kriteria untuk menemukan resolusi
dari tiap episode. Dua $ariable dari resolusi adalah derajat gejala dan panjang resolusi. D!M-
:>-#; menentukan episode depresi yang berbeda jarak setidaknya selama % bulan, pasien
secara bermakna bebas dari gejala depresi.
,=
Bika kriteria lengkap memenuhi suatu 7pisode Depresif Mayor, tentukan status klinis dan atau
gambaran sekarang 6
,',=
• ;ingan, sedang, berat tanpa ciri psikotik, berat dengan ciri psikotik
• 8ronis
• Dengan ciri katatonik
• Dengan ciri melankolik
• Dengan ciri atipikal
• Dengan onset postpartum
Bika kriteria lengkap tidak memenuhi suatu 7pisode Depresif Mayor, tentukan status klinis
dari (angguan Depresif Mayor sekarang atau gambaran dari episode paling akhir
,',=
• Dalam partial ;emission, full remission
• 8ronis
• Dengan ciri katatonik
• Dengan ciri melankolik
• Dengan ciri atipikal
• Dengan onset postpartum
Dalam pedoman penggolongan dan diagnosa gangguan jiwa di :ndonesia ::: 1PPD(B
:::2 1//'2 disebutkan bahwa gangguan utama depresi adalah adanya gangguan suasana
perasaan, kehilangan minat, menurunnya kegiatan, pesimisme menghadapi massa yang akan
datang. Pada kasus patologi, depresi merupakan ketidakmampuan ekstrim untuk bereaksi
terhadap rangsang, disertai menurunya nilai dari delusi, tidak mampu dan putus asa 1Maslim,
%--2.
',,
Depresi menurut PPD(B-::: dalam Maslim 1%--2, dibagi dalam tiga tingkatan yaitu depresi
ringan, sedang dan berat. Dimana perbedaan antara episode terletak pada penilaian klinis
yang kompleks yang meliputi jumlah bentuk dan keparahan gejala yang ditemukan. Menurut
&eck dan Deck dalam 5idayat, 1%--@2 dalam mengukur tingkat depresi pada lansia, terdiri
dari ' kelompok gejala masing masing kelompok gejala diberi penilaian antara --,
diantaranya6
',,,=
4
. 8eadaan perasaan sedih 1sedih, putus asa, tak berdaya dan tak
berdaya, tak berguna2.
%. Pesimis
'. 8egagalan
,. 8etidakpuasan
). ;asa bersalah
=. #idak menyukai diri sendiri
@. Membahayakan diri sendiri
4. Menarik diri
/. 8eragu-raguan
-. Perubahan gambaran diri
. 8esulitan kerja
%. 8eletihan
'. "noreksia
(angguan depresi pada usia lanjut ditegakkan berpedoman pada PPD(B yang merujuk pada
:AD - 1:nternational AlassificationDiagnostic -2. (angguan depresi dibedakan dalam
depresi berat, sedang, dan ringan +ni$ersitas !umatera +tara sesuai dengan banyak dan
beratnya gejala serta dampaknya terhadap fungsi kehidupan seseorang1Maslim,%---2.
',,

SKALA PENILAIAN OBJEKTIF UNTUK DEPRESI
!kala penilaian objektif yang dapat digunakan dalam praktek dokter atau untuk dokumentasi
keadaan klinik pasien depresi adalah seperti di bawah6
,-=
/
a. #he Cung !elf ;ating Depression !cale
!kala ini terdiri dari %- item dan merupakan skala pelaporan. !kor normal adalah D ', dan
skor depresi adalah E )-. !kala tersebut meliputi indeks global intensitas gejala depresi
pasien, termasuk kecenderungan ekspresi dari depresi.
b. #he 5amilton ;ating !cale for Depression 1 5"M-D2
!kala ini adalah suatu skala depresi yang terdiri dari %, item, tiap item berkisar antara -
sampai , atau - sampai % dengan total skor antara - sampai @=. Dokter menge$aluasi jawaban
pasien terhadap pertanyaan tentang rasa bersalah, pikiran bunuh diri, kebiasaan tidur dan
gejala lain dari depresi dan penilaian diperoleh dari wawancara klinik.
Penelitian yang membandingkan HDRS dengan skor depresi lain didapatkan konsistensi.
;eliabilitas antara pemeriksa pada umumnya cukup tinggi. Demikian juga halnya reliabilitas
oleh satu pemeriksa yang dilakukan pada waktu yang berbeda 1;iwanti,%--=2.
=
Fang dinilai dari 5"M-D adalah seperti berikut6
# Kea!aan perasaan se!i$ %se!i$,putus asa,ta& 'er!a(a,ta& 'erguna)
Perasaan ini ada hanya bila ditanyaG perasaan ini dinyatakan secara $erbal spontanG
perasaan yang nyata tanpa komunikasi $erbal, misalnya ekspresi muka, bentuk, suara, dan
kecenderungan menangisG pasien menyatakan perasaan yang sesungguhnya ini dalam
komunikasi baik $erbal maupun non$erbal secara spontan.
%# Perasaan 'ersa"a$
Menyalahkan diri sendiri dan merasa sebagai penyebab penderitaan orang lainG ada
ide-ide bersalah atau renungan tentang kesalahan-kesalahan masa laluG sakit ini sebagai
hukuman, waham bersalah dan berdosaG ada suara-suara kejaran atau tuduhan dan halusinasi
penglihatan tentang hal-hal yang mengancamnya
'# Bunu$ !iri
merasa hidup tak ada gunanya, mengharapkan kematian atau pikiran-pikiran lain kearah itu,
ada ide-ide bunuh diri atau langkah-langkah ke arah itu.
,. Gangguan p"a ti!ur %initia" ins*nia)
"da keluhan kadang-kadang sukar masuk tidur misalnya, lebih dari setengah jam baru masuk
tidurG ada keluhan tiap malam sukar masuk tidur
)# Gangguan p"a ti!ur %*i!!"e ins*nia)
-
pasien mengeluh gelisah dan terganggu sepanjang malam, terjadi sepanjang malam 1bangun
dari tempat tidur kecuali buang air kecil2
=# Gangguan p"a ti!ur %"ate ins*nia)
bangun saat dini hari tetapi dapat tidur lagi, bangun saat dini hari tetapi tidak dapat tidur lagi
@# Ker+a !an &egiatan,&egiatann(a
pikiran perasaan ketidakmampuan keletihan?kelemahan yang berhubungan dengan kegiatan
kerja atau hobiG hilangnya minat terhadap pekerjaan?hobi atau kegiatan lainnya baik langsung
atau tidak pasien menyatakan kelesuan, keragu-raguan dan rasa bimbangG berkurangnya
waktu untuk akti$itas sehari-hari atau produkti$itas menurun. &ila pasien tidak sanggup
berakti$itas, sekurang-kurangnya ' jam sehari dalam kegiatan sehari-hariG tidak bekerja
karena sakitnya sekarang 1dirumah sakit2 bila pasien tidak bekerja sama sekali, kecuali tugas-
tugas di bangsal atau jika pasien gagal melaksanakanG kegiatan-kegiatan di bangsal tanpa
bantuan
4# Ke"a*'anan %"a*'at !a"a* 'erpi&ir , 'er'i-ara gaga" 'er&nsentrasi, !an
a&ti.itas *tri& *enurun )
sedikit lamban dalam wawancaraG jelas lamban dalam wawancaraG sukar diwawancaraiG
stupor 1diam sama sekali2
/# Kege"isa$an %agitasi)
kegelisahan ringanG memainkan tangan jari-jari, rambut, dan lain-lainG bergerak terus tidak
dapat duduk dengan tenangG meremas-remas tangan, menggigit-gigit kuku, menarik-narik
rambut, menggigit-gigit bibir
-. Ke-e*asan %ansietas s*ati&)
sakit nyeri di otot-otot, kaku, dan keduten ototG gigi gemerutukG suara tidak stabilG tinitus
1telinga berdenging2G penglihatan kaburG muka merah atau pucat, lemasG perasaan ditusuk-
tusuk
# Ke-e*asan %ansietas psi&is)
ketegangan subyektif dan mudah tersinggungG mengkhawatirkan hal-hal kecilG sikap
kekhawatiaran yang tercermin di wajah atau pembicaraannyaG ketakutan yang diutarakan
tanpa ditanya
%# Ge+a"a s*ati& %pen-ernaan)
nafsu makan berkurang tetapi dapat makan tanpa dorongan teman, merasa perutnya penuhG
sukar makan tanpa dorongan teman, membutuhkan pencahar untuk buang air besar atau obat-
obatan untuk saluran pencernaan
'. Ge+a"a s*ati& %u*u*)

anggota gerak, punggung atau kepala terasa beratG sakit punggung, kepala dan otot-otot,
hilangnya kekuatan dan kemampuan
,# Kta*i" %genita")
sering buang air kecil terutama malam hari dikala tidurG tidak haid, darah haid sedikit sekaliG
tidak ada gairah seksual dingin 1firgid2G ereksi hilangG impotensi
). Hip&n!riasis %&e"ua$an s*ati&, /isi& (ang 'erpin!a$,pin!a$)
dihayati sendiri, preokupasi 1keterpakuan2 mengenai kesehatan sendiri, sering mengeluh
membutuhkan pertolongan orang lain, delusi hipokondriasi
=. Ke$i"angan 'erat 'a!an %A !an B)
• &ila hanya dari anamnesis 1wawancara2
&erat badan berkurang berhubungan dengan penyakitnya sekarang,jelas penurunan
berat badan,tak terjelaskan lagi penurunan berat badan
• Di bawah pengawasan dokter bangsal secara mingguan bila jelas berat badan
berkurang menurut ukuran, kurang dari -,) kg seminggu, lebih dari -,) kg seminggu,
tidak ternyatakan lagi kehilangan berat badan
@. Insig$t %pe*a$a*an !iri)
mengetahui sakit tetapi berhubungan dengan penyebab-penyebab iklim, makanan, kerja
berlebihan, $irus, perlu istirahat, dan lain-lain
4. 0ariasi Harian
adakah perubahan atau keadaan yang memburuk pada waktu malam atau pagi
/# Depersna"isasi 1perasaan diri berubah2 dan derealisasi 1perasaan tidak nyata
tidak realistis2
12# Ge+a"a,ge+a"a parani!
8ecurigaanG pikiran dirinya menjadi pusat perhatian, atau peristiwa kejadian diluar tertuju
pada dirinya 1ideas refence2G waham kejaran
%# Ge+a"a,ge+a"a 'sesi !an &*pu"si
"dapun cara penilaian masing-masing gejala adalah sebagai berikut 1".".i.,%--@2 6
- 6 #idak ada 1tidak ada gejala sama sekali2
6 ;ingan 1satu gejala dari pilihan yang ada2
% 6 sedang 1separuh dari gejala yang ada2
' 6 berat 1lebih dari separuh dari gejala yang ada2
, 6 sangat berat 1semua gejala ada2
%
+ntuk penilaian skornya yaitu 1".".i.,%--@2 6
8urang dari @ 6 tidak ada depresi
4 3 %, 6 depresi ringan
%) 3 ', 6 depresi sedang
') 3 ) 6 depresi berat
)% 3 =4 6 depresi berat sekali
c. #he ;askin Depression !cale
Merupakan suatu skala nilai klinik yang mngukur beratnya depresi pasien yang dilaporkan
oleh pasien dan doker pengamat, pada ) poin skala dari tiga dimensi meliputi pelaporan
$erbal, penampilan perilaku, dan gejala sekunder. !kala berkisar antara ' sampai ', skor
normal adalah ', dank or depresi adalah @ atau lebih.
DIAGNOSA BANDING
Dalam menegakkan suatu gangguan depresi, diagnosis lain perlu dipikirkan, seperti
adanya gangguan organik, intoksikasi atau ketergantungan .at dan abstinensia, distimia,
siklotimia, gangguan kepribadian, berkabung dan gangguan penyesuaian.
Perubahan intrinsik yang berhubungan dengan epilepsi lobus temporalis dapat
menyerupai gangguan depresi, khususnya jika fokus epileptik adalah sisi kanan.
&erkabung merupakan suatu respon normal yang hebat, dan menyakitkan karena
kehilangan, tetapi responsif terhadap dukungan dan empati dapat membuat berangsur
mereda ? sembuh seiring berjalanya waktu.
,%
TERAPI
Mekanisme terjadinya obat anti depresi adalah 6
 Menghambat Hreuptake aminergic neurotransmitterI
 Menghambat penghancuran oleh en.im Hmonoamine
o<idaseI
!ehingga terjadi peningkatan jumlah Haminergic transmitterI pada sinaps neuron di
!!P.
,%,)
(olongan obat anti depresan antara lain 6

'
 #risiklik6 "mitriptylin, #ianeptine, :mipramine,
Alomipramine, Opipramol
 #etrasiklik6 Maprotiline, Mianserin, "mo<apine
 M"O: ;e$ersibel6 Moclobemide
 "typical6 #ra.odone, Mirta.epin
 !!;: 1!electi$e !erotonin ;euptake :nhibitor26
!ertraline, Paro<etine, 0lu$o<amine, 0luo<etine, Aitalopram.
Dalam pengaturan dosis perlu mempertimbangkan onset efek primer 1efek klinis2
sekitar %-, minggu, efek sekunder 1efek samping2 sekitar %-%, jam, serta waktu paruh
sekitar %-,4 jam 1pemberian -% kali per hari2. "da ) proses dalam pengaturan dosis, yaitu6
- Initiating !sage 1tes dosage2, untuk mencapai dosis anjuran selama minggu,
misalnya amitriptylin %) mg?hari pada hari -%,)- mg?hari pada hari ke ' dan ke ,,
-- mg?hari pada hari ke ) dan ke =.
- Titrating !sage 1optimal dose2, dimulai pada dosis anjuran sampai dosis efektif,
kemudian menjadi dosis optimal. Misalnya amitriptylin )- mg?hari selama hari ke @-
) 1 minggu ::2, kemudian minggu ke ::: %-- mg?hari dan minggu ke :> '-- mg?hari.
- Sta'i"i3ing !sage 1!tabil.ation dose2, dosis optimal dipertahankan selama %-'
bulan. Misalnya amitriptylin '-- mg?hari 1dosis optimal2 kemudian diturunkan
sampai dosis pemeliharaan.
- Maintaning !sage 1maintanance dose2, selama '-= bulan. &iasanya dosis
pemeliharaan J dosis optimal. Misalnya amitriptylin )- mg?hari.
- Tapering !sage 1tapering dose2, selama bulan, kebalikan dari proses initialing
dose. Misalnya amitriptylin )- mg?hari  -- mg?hari selama minggu. -- mg 
@) mg?hari selama minggu, @) mg  )- mg?hari selama minggu, )- mg?hari 
%) mg?hari selama minggu.
Dengan demikian obat anti depresan dapat dihentikan total. 8alau kemudian sindrom depresi
kambuh lagi, proses dimulai lagi dari awal dan seterusnya.

Pada dosis pemeliharaan dianjurkan dosis tunggal pada malam hari 1single dose one
hour before sleep2 untuk golongan trisiklik dan tetrasiklik. +ntuk golongan !!;: diberikan
dosis tunggal pada pagi hari setelah sarapan.
,%,)
,
BAB III
KESIMPULAN
Depresi merupkan suatu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan
alam perasaan yang sedih, dan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur, nafsu
makan, psikomotor, konsentrasi, kelelahan dan rasa putus asa dan tak berdaya, serta gagasan
bunuh diri.
Dasar umum untuk gangguan depresi berat tidak diketahui, tetapi diduga ada
beberapa faktor yang berperan, yaitu faktor biologis, faktor genetika dan faktor psikososial.
+ntuk menegakkan diagnosa PPD(B ::: mensyarati harus ada ' gejala utama gangguan
depresi dan minimal , gejala lainnya dan beberapa di antaranya harus berintensitas berat.
Pemberian anti depresan dilakukan melalui tahapan 3 tahapan, yaitu dosis initial,
titrasi, stabilisasi, maintenance dan tapering off, dimana dosis dan lama pemberiannya
berbeda-beda.
)
DAFTAR PUSTAKA
. 8aplan, !adock, !inopsis Psikiatri, Bilid ::, edisi 8etujuh, &inarupa "ksara, Bakarta,
//@.
%. 8aplan, 5arold :6 :lmu 8edokteran Biwa Darurat, Widya Medika, Bakarta, //4.
'. Maslim, ;6 Panduan Praktis Penggunaan Obat Psikotropika, edisi ::, Bakarta, %--.
,. Maslim, ; 6 &uku !aku Diagnosis (angguan Biwa, ;ujukan ;ingkas dari PP(DB :::,
Bakarta, %--.
). Maramis W0. Aatatan 8uliah 8edokteran Biwa, Aetakan 8etujuh. Penerbit "irlangga
+ni$ersity Press, !urabaya, //4.
=. !yl$ia D. 7l$ira, 5adisukanto. &uku "jar Psikiatri, &adan enerbit 0akultas
8edokteran +ni$ersitas :ndonesia, Bakarta, %-- %-/-%@
=
LAMPIRAN
@