Infeksi

Oleh: AsianBrain.com Content Team
Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan karena masuknya bibit
penyakit. Penyakit ini menular dari satu orang ke orang lain. Orang yang sehar
harus dihindarkan dari orang-orang yang menderita penyakit dari golongan ini
Penyebab utama infeksi diantaranya adalah bakteri dan asad hidup
!organisme". #uman-kuman ini menyebar dengan berbagai cara dan $ektor.
A. Contoh-contoh penyakit infeksi :
%. Penyebab penyakit adalah bakteri !asad renik atau kuman"
• TBC : ditularkan melalui udara
• Tetanus : melalui luka yang kotor
• &encret : lalat' air dan ari yang kotor
• Pneumonia: le(at batuk !udara"
• )onorrhea dan sifilis : hubungan kelamin
• *akit telinga : dengan selesma !masuk angin dan pilek"
+. Penyebab penyakit adalah $irus !kuman yang lebih kecil daripada
bakteri"
• *elesma' influensa' campak' gondok : ditularkan melalau udara' batuk'
ataupun lalat
• ,abies : melalui gigitan binatang
• Penyakit kulit : melalui sentuhan
-. .amur
• kurap' kutu air' dan gatal pada lipatan paha: ditularkan melalu sentuhan
atau dari pakaian yang dipakai secara bergantian
/. Parasit internal !he(an yang berbahaya yang hidup di dalam tubuh"
• 0isentri: ditularkan dari kotoran ke mulut
• &alaria: melalui gigitan nyamuk
1. Parasit eksternal !he(an yang berbahaya yang hidup pada permukaan
tubuh"
• #utu rambut' kutu he(an' kutu busuk berupa kudis: penularannya dari
orang-orang yang telah terinfeksi atau melalui pakaian.
B. Pengobatan Infeksi dengan Antibiotika
Terkadang antibiotika merupakan obat yang muarab dan penting untuk
mengatasi infeksi. Antibiotika yang sering digunakan dan ditemui di pasaran
adalah penicillin' tetracycllin streptomycin' dan chloramphenicol. &asing-
masing antibiotika bekera dengan cara berlainan terhadap suatu infeksi
khusus.

Akan tetapi' antibiotika uga memiliki efek samping dan perlu digunakan
secara hati-hati. 0an perlu digunakan secara terbatas dengan memperhatikan
hal-hal berikut:
%. ,eaksi dan efek peracunan
Antibiotik tidak hanya membunuh bakteri' tetapi uga berbahaya bagi tubuh.
2fek peracunannya maupun karena kemungkinan teradi alergi sangat besar.
Banyak orang meninggal dunia setiap tahunnya karena mereka menggunakan
antibiotik yang sebetulnya tidak diperlukan bagi dirinya.
+. &engganggu keseimbangan alami
Tidak semua bakteri di dalam tubuh bersifat membahayakan. *ebgaian di
antaranya diperlukan oleh tubuh agar dapat berfungsi secar (aar. Antibiotik
sering kali mematikan bakteri yang bergunan bagi tubuh bersama-sama
dengan bakteri yang berbahaya. Bayi yang mendapat antibiotika kerapkali
mengalami infeksi amur pada mulutnya atau kulitnya. #eadaan ini
dikarenakan bakteri yang sedianya membantu mengendalikan pertubuhan
ikut terbunuh oleh antibiotika.
-. #ekebalan terhadap pengobatan
0alam angka panang' alasan yang paling penting mengapa penggunaan
antibiotika harus dibatasi ialah khasiatnya berkurang ika antibiotika
digunakan terlalu sering.
Apabila bakteri diserang berkali-kali dengan antibiotik yang sama' bakteri
tersebut menadi lebih kuat dan menadi imun.
Peringatan :
.angan menggunakan antibiotika untuk infeksi yang dapat diatasi oleh tubuh
sendiri. *impanlah antibiotika tersebut untuk saat-saat yang sangat
diperlukan.
3irus Penyakit
Oleh: AsianBrain.com Content Team
3irus penyakit banyak sekali umlahnya. 4kurannya sekitar +1--55 mikron.
4kuran $irus disebut uga ukuran renik. Oleh sebab itu' $irus tidak bisa dilihat
dengan mata atau mikroskop biasa' tapi harus menggunakan mikroskop
elektron.
3irus penyakit dapat digolongkan menadi dua bagian:
%. 3irus yang penyebarannya ke seluruh tubuh melalui perantaraan
darah' misalnya:
a. Cacar
)eala-geala tubuh yang terkena $irus poks akan demam' timbul gelembung-
gelembung bernanah pada kulit (aah'tangan' kaki' dan seluruh tubuh.
b. Campak
)eala-gealanya tubuh yang terangkit $irus cacar akan demam' timbul bercak
merah pada kulit setelah menderita demam' batuk' dan pilek.
c. 0emam berdarah
3irus penyakit yang mengakibatkan demam berdarah' yaitu salah satu dari
empat serotipe $irus yang berbeda antigen yang termasuk kelompok 6la$i$irus
dan serotipenya adalah 027-%' 027-+' 027--' 027-/.
)eala-geala tubuh yang terinfeksi $irus ini di antaranya mengalami demam
secara tiba-tiba disertai sakit kepala yang hebat' sendi dan otot tersa sakit'
nyeri di belakang mata' muntah-muntah' denyut nadi melemah.
+. 3irus yang penyebaranya terbatas hanya pada organ-organ tertentu'
seperti:
a. Influen8a ! saluran pernapasan"
)eala-geala tubuh yang terserang $irus penyakit influen8a ditandai dengan
demam' menggigil' sakit kepala' mual-mual.
b. 9epatitis !hati"
)eala-geala tubuh yang terinfeksi $irus penyakit hepatitis badan mudah
lelah' tidak nafsu makan' mual' muntah' lemas' stamina menurun' dan sering
mengantuk. *edangkan' untuk penderita hepatitis akut ditandai dengan nyeri
ulu hati' demam.
Tidak hanya itu' geala-geala pun dapat dilihat secara fisik' yaitu urin
ber(arna gelap' feses ber(arna putih' kuku' kulit' dan bagian putih mata
ber(arna kuning' perut bagian atas membesar' dan bert badan menurun.
.enis-enis $irus hepatitis di antaranya:
• 3irus hepatitis A atau 39A'
• 3irus hepatitis B atau 39B'
• 3irus hepatitis C atau 39C'
• 3irus hepatitis 0 atau 390'
• 3irus hepatitis 2 atau 392'
• 3irus hepatitis 6 atau 396'
• 3irus hepatitis ) atau 39).
c. #onucti$is !radang pada mata"
)eala-geala mata yang terangkit $irus ini merasa gatal' kelopak mata terasa
bengkak' sering mengeluarkan kotoran mata: secret' mata merah dan berair.
d. Polio !syaraf"
3irus polio terdiri atas tiga strain' yaitu strain % !brunhilde"' strain + !lan8ig"'
dan strain - !leon".
)eala-geala tubuh yang terangkit $irus polio ringan suhu badan panas !tapi
suhunya tidak terlalu tinggi"' seluruh tubuh terasa nyeri' muntah-muntah' sakit
kepala' sakit tenggorokan' dan mata panas.
)eala-geala tubuh yang terangkit $irus polio akut' yaitu suhu badan panas
sangat tinggi' sakit kepala yang sangat hebat' pundak terasa kaku' nyeri otot
hebat' dan sensitifitas kulit berkurang.
e. )ondong
3irus penyakit gondong menyebabkan penyakit gondong. 3irus ini ditularkan
melalui udara. )eala-geala tubuh yang terinfeksi $irus gondong akan
mengalami demam' saat menelan' mengeluarkan air liur' atau membuka mulut
terasa sakit' telinga mendengung' pembengkakan di daerah pipi' tidak enak
badan' serta sakit kepala.
Bagaimana $irus penyakit masuk ke dalam tubuh manusia;
3irus penyakit dapat masuk ke dalam tubuh manusia dengan beragam cara' di
antaranya melalui:
• &akanan
• 4dara
• Pakaian
• &inuman
• Transfusi darah
• Air
• #ontak tangan
• &ulut
• Tenggorokan
• Air susu
• Air liur
Infeksi $irus dengue pada
manusia mengakibatkan
spektrum manifestasi klinis yang
ber$ariasi antara penyakit paling
ringan !mild undifferentiated
febrile illness"' demam dengue'
demam berdarah dengue !0B0"'
sampai demam berdarah dengue
disertai syok:renatan !dengue
shock syndrome < 0**".
2pidemiologi
istilah haemorrhagic fe$er di Asia
tenggara pertama kali digunakan
di 6ilipina pada tahun %=1-. 0i
Indonesia 0B0 pertama kali
dicurigai di *urabaya pada tahun
%=>?. Pada saat ini 0B0 telah
menyebar luas di ka(asan Asia
Tenggara' Pasifik Barat' dan
daerah #aribia.
&orbiditas dan mortalitas 0B0
yang dilaporkan berbagai negara
ber$ariasi disebabkan beberapa
faktor' antara lain status umur
penduduk' kepadatan $ektor'
tingkat penyebaran $irus dengue'
pre$alensi serotipe $irus dengue
dan keadaan meteorologis.
2tiologi
3irus dengue termasuk group B
arthropod borne $irus
!arbo$iruses" dan sekarang
dikenal sebagai genus fla$i$irus'
familia 6la$i$iridae' yang
mempunyai / enis serotipe yaitu
den-%' den-+' den--' den-/.
serotipe den-- merupakan
serotipe dominan dan banyak
berhubungan dengan kasus
berat.
&anifestasi #linis dan Peralanan
Penyakit
dapat bersifat asimtomatik atau
berupa demam yang tidak khas'
demam dengue' demam
berdarah dengue atau sindrom
syok dengue !0**". pada
umumnya pasien mengalami fase
demam selama +-@ hari' yang
diikuti oelh fase kritis selama +--
hari. Pada (aktu pasien tidak
demam' tetapi mempunyai risiko
untuk teadi renatan ika tidak
mendapat pengobatan tidak
adekuat.
Pemeriksaan Penuang
parameter laboratorium yang
dapat diperiksa:
 Aeukosit : dapat normal atau
menurun
 Trombosit
 9ematokrit
 9emostasis
 Protein:albumin
 *)OT;*)PT
 4reum:kreatinin
 *erologi' Ig& dan Ig)
 4i 9I
pemeriksaan radiologis
Pada foto dada didapatkan efusi pleura
terutama pada hemitoraks kanan dan
ika teradi perembesan plasma hebat
dapat diumpai pada ke-+ hemitoraks.
0iagnosis
&asa inkubasi dalam tubuh manusia
sekitar /-> hari !rentang --%/ hari"'
timbul geala prodormal yang tidak
khas seperti: nyeri kepala' nyeri tulang
belakang' dan perasaan lelah.
0emam 0engue' demam akut +-@ hari'
disertai + atau lebih geala berikut:
 nyeri kepala
 nyeri retro-orbital
 mialgia:atralgia
 ruam kulit
 manifestasi perdarahan !petekie: ui
bendung B"
 leukopenia
 serologi dengue B
 trobositopenia
 tidak ada kebocoran plasma
0emam Berdarah 0engue
 demam +-@ hari' biasanya bifasik !mirip
pelana kuda"
 ada minimal % manifestasi perdarahan:
 ui bendung B !C+5 bintik"
 petekie' ekimosis' purpura
 perdarahn mukosa !hidung' gusi' dll"
 hematemesis: melena
 trombositopenia !D%55.555:ul"
 terdapat tanda-tanda kebocoran plasma minimal %:
 peningkatan 9ct C+5E
 efusi pleura' asites' hipoproteinemia
*indrom *yok 0engue' seluruh kriteria 0B0 disertai kegagalan
sirkulasi:
• nadi cepat dan lemah
• tekanan darah turun ! +5 mm9g" ≤
• hipotensi
• kulit dingin dan lembab
• gelisah
0iagnosis banding: demam tifoid' campak' influen8a' chikungunya' dan
leptospirosis.
0IA,2
Penyakit diare masih sering menimbulkan #AB ! #eadian Auar Biasa " seperti
halnya #olera dengan umlah penderita yang banyak dalam (aktu yang
singkat.7amun dengan tatalaksana diare yang cepat' tepat dan bermutu
kematian dpt ditekan seminimal mungkin. Pada bulan Oktober %==+
ditemukan strain baru yaitu 3ibrio Cholera 5%-= yang kemudian digantikan
3ibrio cholera strain 2l Tor di tahun %==- dan kemudian menghilang dalam
tahun %==1-%==>' kecuali di India dan Bangladesh yang masih ditemukan.
*edangkan 2. Coli 5%1@ sebagai penyebab diare berdarah dan 94*
! 9aemolytic 4remia *yndrome ". #AB pernah teradi di 4*A' .epang' Afrika
selatan dan Australia. 0an untuk Indonesia sendiri kedua strain diatas belum
pernah terdeksi.
0efenisi
*uatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan
konsistensi dari tina ' yang melembek sampai mencair dan bertambahnya
frek(ensi berak lebih dari biasanya. !- kali atau lebih dalam % hari.
6aktor yang mempengaruhi diare :
Aingkungan )i8i #ependudukan
Pendidikan *osial 2konomi dan Prilaku &asyarakat
Penyebab teradinya diare :
Peradangan usus oleh agen penyebab :
%. Bakteri ' $irus' parasit ! amur' cacing ' proto8oa"
+. #eracunan makanan:minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun
bahan kimia
-. #urang gi8i
/. Alergi terhadap susu
1. Immuno defesiensi
Cara penularan :
Infeksi oleh agen penyebab teradi bila makan makanan : air minum yang
terkontaminasi tina : muntahan penderita diare. Penularan langsung uga
dapat teradi bila tangan tercemar dipergunakan untuk menyuap makanan.
Istilah diare :
0iare akut < kurang dari + minggu
0iare Persisten < lebih dari + minggu
0isentri < diare disertai darah dengan ataupun tanpa lendir
#holera < diare dimana tinanya terdapat bakteri Cholera
Tatalaksana penderita diare yang tepat dan efektif :
Tatalaksana penderita diare di rumah
&eningkatkan pemberian cairan rumah tangga !kuah sayur' air tain' larutan
gula garam' bila ada berikan oralit"
&eneruskan pemberian makanan yang lunak dan tidak merangsang serta
makanan ekstra sesudah diare.
&emba(a penderita diare ke sarana kesehatan bila dalam - hari tidak
membaik atau :
%. buang air besar makin sering dan banyak sekali
+. muntah terus menerus
-. rasa haus yang nyata
/. tidak dapat minum atau makan
1. demam tinggi
>. ada darah dalam tina
#riteria #AB:0iare :
Peningkatan keadian kesakitan:kematian karena diare secara terus menerus
selama - kurun (aktu berturut-turut !am' hari' minggu". - Peningkatan
keadian:kematian kasus diare + kali :lebih dibandingkan umlah
kesakitan:kematian karena diare yang biasa teradi pada kurun (aktu
sebelumnya !am' hari' minggu". - C6, karena diare dalam kurun (aktu
tertentu menunukkan kenaikan 15E atau lebih dibandingkan priode
sebelumnya.
Prosedur Penanggulangan #AB:Fabah.
%. &asa pra #AB
Informasi kemungkinan akan teradinya #AB : (abah adalah dengan
melaksanakan *istem #e(aspadaan 0ini secara cermat' selain itu
melakukakukan langkah-langkh lainnya :
%. &eningkatkan ke(aspadaan dini di puskesmas baik *#0' tenaga dan
logistik.
+. &embentuk dan melatih TI& )erak Cepat puskesmas.
-. &engintensifkan penyuluhan kesehatan pada masyarakat
/. &emperbaiki kera laboratorium
1. &eningkatkan kerasama dengan instansi lain
Tim )erak Cepat !T)C" :
*ekelompok tenaga kesehatan yang bertugas menyelesaikan pengamatan dan
penanggulangan (abah di lapangan sesuai dengan data penderita puskesmas
atau data penyelidikan epideomologis. Tugas :kegiatan :
Pengamatan :
Pencarian penderita lain yang tidak datang berobat.
Pengambilan usap dubur terhadap orang yang dicurigai terutama anggota
keluarga
Pengambilan contoh air sumur' sungai' air pabrik dll yang diduga tercemari
dan sebagai sumber penularan.
Pelacakan kasus untuk mencari asal usul penularan dan mengantisipasi
penyebarannya
Pencegahan dehidrasi dengan pemberian oralit bagi setiap penderita yang
ditemukan di lapangan.
Penyuluhahn baik perorang maupun keluarga
&embuat laporan tentang keadian (abah dan cara penanggulangan secara
lengkap
+. Pembentukan Pusat ,ehidrasi
4ntuk menampung penderita diare yang memerlukan pera(atan dan
pengobatan.
Tugas pusat rehidrasi :
&era(at dan memberikan pengobatan penderita diare yang berkunung.
&elakukan pencatatan nama ' umur' alamat lengkap' masa inkubasi' geala
diagnosa dsb.
&emberikan data penderita ke Petugas T)C
&engatur logistik
&engambil usap dubur penderita sebelum diterapi.
Penyuluhan bagi penderita dan keluarga
&enaga pusat rehidrasi tidak menadi sumber penularan !lisolisasi".
&embuat laporan harian' mingguan penderita diare yang dira(at.!yang
diinfus' tdk diinfus' ra(at alan' obat yang digunakan dsb.
Anthrax adalah penyakit hewan yang dapat menular ke manusia dan bersifat akut.
Penyebabnya bakteri Bacillus anthracis. Menurut drh Suprodjo Hardjo tomo MS
AP dari Balit!et" bakteri ini bersifat aerob" memerlukan oksigen untuk hidup. #i
alam bebas bakteri ini membentuk spora yang tahan puluhan tahun dalam tanah
dan bisa menjadi sumber penularan pada hewan dan manusia. $asus di Bogor
tejadi karena spora terbawa banjir. Hewan tertular akibat makan spora yang
menempel pada tanaman yang dimakan. Hewan yang mati akibat anthrax harus
langsung dikubur atau dibakar" tidak boleh dilukai supaya bakteri tidak menyebar.
Penularan pada manusia bisa lewat kontak langsung spora yang ada di tanah"
tanaman" maupun bahan dari hewan sakit %kulit" daging" tulang atau darah&.
Mengonsumsi produk hewan yang kena anthrax atau melalui udara yang
mengandung spora" misalnya" pada pekerja di pabrik wool atau kulit binatang.
$arenanya ada empat tipe anthrax" yaitu anthrax kulit" pencernaan'anthrax usus"
pernapasan'anthrax paru dan anthrax otak. Anthrax otak terjadi jika bakteri
terbawa darah masuk ke otak.
Masa inkubasi anthrax kulit sekitar dua sampai lima hari. Mula(mula kulit gatal"
kemudian melepuh yang jika pecah membentuk keropeng hitam di tengahnya. #i
sekitar keropeng bengkak dan nyeri.
Pada anthrax yang masuk tubuh dalam )* jam sudah tampak tanda demam. Mual"
muntah darah pada anthrax usus" batuk" sesak napas pada anthrax paru" sakit
kepala dan kejang pada anthrax otak. +ika tak segera diobati bisa meninggal
dalam waktu satu atau dua hari. ,amun obatnya sudah ada" yakni penisilin dan
deri!atnya. $arena setiap petugas kesehatan sudah dilatih untuk menangani"
sebaiknya penderita segera dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit.
ntuk mencegah tertular anthrax dianjurkan untuk membeli daging dari tempat
pemotongan resmi" memasak daging secara matang untuk mematikan kuman"
serta mencuci tangan sebelum makan.
Menurut staf ahli Bidang $esehatan -ingkungan dan .pidemiologi #epkes dr /
,yoman $andun MPH" pemerintah menyediakan obat untuk anthrax di seluruh
kabupaten endemis anthrax" memberikan pelatihan sur!eillance dan diagnosis
klinis serta laboratorium di empat pro!insi endemis" mendistribusikan poster"
lea0et" dan buku petunjuk penanganan anthrax. Serta melakukan kerja sama
lintas sektoral dalam pemberantasan anthrax dan langkah penanggulangan lain.
1ingkat $ematian Manusia Akibat Anthrax Mencapai 23 Persen. Penyakit Anthrax
memang layak ditakuti karena sangat mematikan. Sapi" domba atau kambing
yang terserang" akan menemui ajal dalam hitungan jam. $emampuan membunuh
yang sangat cepat ini justru ada baiknya" karena penularan penyakit anthrak
sangat lambat dan tak meluas %endemik" sporadik&. -ain dengan 0u yang bisa
mewabah hampir di semua muka bumi dengan begitu cepatnya.
Penyakit Anthrax termasuk kelompok penyakit yang dapat menular dari hewan ke
manusia %4oonosis&. Penyakit ini paling sering menyerang ternak herbi!ora
terutama Sapi" domba" $ambing dan selalu berakhir pada kematian. Sasaran
berikutnya kuda dan babi. Hewan kelompok omni!ora ini bisa lebih bertahan
sehingga sebagian penderita selamat dari maut. Serangan pada ayam" belum
pernah ada laporan. Berdasar penelitan yang selama ini telah dilakukan" pada
manusia" dilaporkan tingkat kematian mencapai 23 persen %dari 255 kasus" 23
penderita meninggal&. Penyebab Anthrax" bernama Bacillus anthracis" dapat
bersembunyi dalam tanah selama 65 tahun. Bila situasi lingkungan cocok bagi
pertumbuhan kuman" misalnya karena tergenang air" B anthracis akan bangkit
dari kubur dan menyerang hewan yang ada di sekitarnya. $arenanya" tanah yang
tercemar merupakan sumber infeksi dan bersifat bahaya laten. $umannya dapat
terserap akar tumbuh(tumbuhan hingga mencapai daun maupun buah sehingga
akan menginfeksi ternak maupun manusia yang mengkonsumsinya.
Sumber infeksi lainnya adalah bangkai ternak pengindap anthrax. Miliaran B
anthracis memadati darah %septisemia&" organ(organ dalam. Pokoknya seluruh
tubuh bangkai" termasuk benda yang keluar dari bangkai" mengandung kuman
penyebab anthrax. #alam 2 mililiter darah setidaknya mengandung 2 miliar B
anthracis. Bila B anthracis aktif bersinggungan dengan 7ksigen" segera mengubah
diri dalam bentuk spora yang memiliki daya tahan hidup lebih tinggi. #alam
bentuk spora ini" kuman penyebab anthrax dapat bertahan hidup sampai 65 tahun
di dalam tanah. Spora(spora tersebut dapat diterbangkan angin" atau dihanyutkan
aliran air kemudian mencemari apa saja %air" pakan" rumput" peralatan"
kendaraan" hewan dan sebagainya&. Spora B anthracis yang menempel pada
pakan atau air minum dan benda lainnya" bila termakan atau terhirup pernafasan
atau menempel pada kulit yang luka akan berubah menjadi bentuk aktif dan
masuk ke dalam jaringan serta berkembang biak. Sejak kuman masuk ke dalam
tubuh ternak sampai menimbulkan gejala sakit yang disebut masa inkubasi
memerlukan waktu antara 2 ( ) minggu.
P.,87BA1A, #A, P.,9.8AHA, P.,:A$/1 A,1;A$S PA#A MA,S/A
P.,#AH-A,
Penyakit Antraks merupakan penyakit menular yang umumnya menyerang hewan
% herbi!ora & dan dapat
menyebabkan kesakitan sampai kematian pada manusia. #alam keadaan sehari(
hari penyakit ini sangat jarang dijumpai pada manusia. Hal ini disebabkan karena
pada umumnya kesakitan pada manusia selalu berhubungan dengan kejadian
kesakitan pada hewan ternak dalam skala wabah" atau kontak manusia dengan
ternak dan produknya didaerah endemis. Angka resiko terinfeksi pada manusia
berkisar 2' 255.555 dan sebagian besar merupakan antraks kulit %cutaneous
anthrax&. %$enneth"2<<<&
7leh karena jarangnya penyakit ini pada manusia menyebabkan lemahnya sector
medis dalam mendeteksi secara dini %early detection& gejala penyakit dan
melakukan pengobatan yang tepat %prompt treatment& sehingga menyebabkan
terjadinya keterlambatan penanganan yang dapat menyebabkan bertambah
beratnya penyakit sampai dengan tingkat kematian. #alam upaya untuk
mengeleminir penyakit ini perlu kiranya dilakukan sosialisasi sekaligus pengenalan
manifestasi klinis sekaligus bagaimana pengobatan dan pencegahannya bagi
tenaga medis khususnya yang berada di wilayah endemis dan perbatasan.
P.,A,8A,A, P.,:A$/1
Penanganan yang baik senantiasa harus berpedoman pada pengamatan
komprehensif. Sehubungan dengan penanganan penyakit antraks ini perlu kiranya
dilakukan =
Anamnesa terarah
Suatu early diagnosis %diagnosa dini& penyakit antraks umumnya sulit ditegakkan
karena pada awalnya menunjukkan gejala dan tanda yang bersifat umum. Seperti
demam subfebris" sakit kepala" kelainan kulit" akut abdomen dan sesak nafas.
:ang mudah ditegakkan adalah bila gejala penyakit tersebut sudah menampakkan
tanda pathognomonik seperti >eschar> pada antraks kulit.7leh karena sebagian
besar manifestasi klinis penyakit antraks adalah antraks kulit %<5?& " % Marc" -a
@orce" 2<<*& A maka umumnya penderita datang dengan keluhan demam" sakit
kepala disertai tumbuhnya papel yang gatal atau !esikel yang berisi cairan. Pada
keadaan seperti inilah perlu dilakukan anamnesa terarah seperti =
;iwayat sering kontak dengan ternak atau produknya %kulit" tulang&.
;iwayat kontak dengan ternak sakit
;iwayat mengkonsumsi daging ternak sakit
Status pekerjaan %petani ladang" peternak" ;PH" penyamak kulit&.
1idak kalah pentingnya bagi kalangan medis adalah mengetahui dimana dia
berada" di wilayah endemis atau perbatasan.
Pengenalan penyakit
Mendeteksi secara dini penyakit antraks dapat mudah dilakukan bila kalangan
medis sudah pernah melihat secara langsung kelainan pathognomonis yang ada
seperti eschar pada kulit" yaitu kerak hitam yang berada ditengah ulkus yang
mongering. ntuk mengenal penyakit antraks tersebut maka harus diketahui
manifestasi klinisnya.
Antraks kulit
$eluhan penderita = demam subfebris" sakit kepala.
Pada pemeriksaan" umumnya di daerah terbuka seperti muka" leher" lengan dan
tangan ditemukan kelainan berupa papel" !esikel yang berisi cairan dan jaringan
nekrotik berbentuk ulsera yang ditutupi oleh kerak berwarna hitam" kering yang
disebut eschar % pathognomonik & disekitar ulkus" sering didapatkan eritema dan
edema. Pada perabaan edema tersebut tidak lunak dan tidak lekuk % non pitting &
bila ditekan" disebut juga malignant pustule.
Antraks saluran pencernaan
$eluhan penderita = rasa sakit perut yang hebat" mual" muntah" tidak napsu
makan" suhu badan meningkat" hematemesis.
Pemeriksaan Bsik = perut membesar dan keras" dapat berkembang menjadi ascites
dan edema scrotum.
Antraks paru(paru
$eluhan penderita = demam subfebris" batuk non produktif" lesu" lemah. #alam ) >
* hari gangguan pernafasan menjadi hebatdisertai suhu yang meningkat" sianosis.
#ispneu" keringat berlebihan" detak jantung menjadi lebih cepat.
Pemeriksaan Bsik = edema subkutan di daerah dada dan leher.
Antraks meningitis = akibat dari komplikasi bentuk antraks yang lain. 8ejala klinis
seperti randang otak maupun selaput otak yaitu demam" sakit kepala hebat"
kejang" penurunan kesadaran" kaku kuduk.
P.,87BA1A,
Penisilin merupakan obat antibiotika yang paling ampuh untuk penderita antraks
yang alami dan jarang resisten. Pengobatan penderita' tersangka antraks"
tergantung dari tipe atau gejala klinisnya yaituA
Antraks kulit A
Prokain penisilin ) x 2") juta / diberikan secara /M selama C s.d 6 hari. Atau dapat
juga dengan menggunakan benDil penicillin )C55 / secara /M setiap E jam. Perlu
diperhatikan mengingat drug of choise untuk antraks adalah penicillin sehingga
sebelum diberikan suntikan harus dilakukan skin test terlebih dahulu.
Bila penderita' tersangka hipersensitif terhadap penisilin dapat diganti dengan
memberikan tetrasiklin" klorampenikol atau eritromisin.
Antraks intestinal dan pulmonal
Penisilin 8 23 > )* juta / ' hari" /F@# ditambah dengan streptomisin 2 > ) gram
untuk tipe pulmonal" dan untuk tipe gastro intestinal tetrasiklin 2 gram' hari.
1erapi supportif dan simptomatis perlu diberikan" biasanya plasma ekspander dan
regiment !asopresor bila diperlukan. %,alin" dkk 2<66&" antraks intestinal
menggunakan klorampenikol E garam' hari selama C hari" kemudian diteruskan *
gram' hari selama 23 hari" diteruskan dengan eritromisin * garam' hari untuk
menghindari supresi sumsum tulang
Antraks pulmonal oleh karena bioterrorism
o Pengobatan proBlaksis % terpapar & A
1ype Pengobatan
#ewasa
Anak(anak
Pengobatan awal
9ipro0oxacin" dosis C55 mg" setiap 2) jam
Atau
#oxycycline" 255 mg oral"
) kali'hari
9ipro0oxacin" 25(2C mg per $g BB" oral setiap 2) jam
Atau #oxycycline" 255 mg per oral" ) kali' hari % G 3 th dan G *C th&
Pengobatan 7ptimal
Amoxicilin C55 mg per oral setiap 3 jam
Atau
#oxycycline" 255 mg oral" setiap 2) jam
Amoxicilin C55 mg per oral setiap 3 jam
% BB G )5 kg&
ntuk BB H )5 kg diberikan *5mg'kg BB per oral dibagi I dosis % setiap 3 jam &
Pengobatan terhadap klinis antraks
1ype Pengobatan
#ewasa
Anak(anak
Pengobatan awal
9ipro0oxacine" dosis *55 mg" intra
!ena setiap 2 jam
9ipro0oxacin" )5(I5 mg" per kg BB per hari % /F &" dibagi ) dosis
Pengobatan 7ptimal
Penicilin 8" * juta " intra !ena setiap * jam
Atau
#oxycycline" 255 mg /ntra Fena " setiap 2) ja
9ipro0oxacin" )5(I5 mg" per kg BB per hari setiap 2) jam
Atau
Penicilin 8" C5.555 nit" intra !ena setiap E jam % H2) th &
mur G2) th diberikan Penicilin 8" * juta " intra !ena setiap * hari
9atatan = lamanya pengobatan sampai dengan E5 hari
Sumber = ( #epartement of Medicine" BullBnch 2)6" Massachusetts 8enerak
Hospit-" CC@ruit St" Boston" MA 5)22*()E<E 9hildren And Antrax = A fact Sheet @or
9linicion" ,o! 6 1h" )552" .s #eparrtment 7@ Health and Human Ser!ices" 9#9
A1-A,1A.
P.,A,8A,A, #/ ;MAH SA$/1
Penderita antraks yang dirujuk ke ;S umumnya penderita yang penyakitnya makin
memburuk seperti septikemi" syok" dehidrasi.
ntuk itu penanganannya adalah=
;awat di ruang isolasi
1indakan medik dan pemberian obat(obatan simptomatis' supportif
Pemberian antibiotik
#esinfeksi terhadap ekreta dan sekreta yang dikeluarkan penderita
Pengambilan dan pengiriman spesimen ke -aboratorium
P.,9.8AHA,
Hindari kontak langsung dengan bahan atau makanan yang berasal dari hewan
yang dicurigai terkena antraks.
9uci tangan dengan sabun sebelum makan
9uci sayuran' buah(buahan sebelum dimakan
Memasak daging sampai matang sempurna
Faksinasi antraks % penggunaannya selektif dan efek samping tinggi &.
Polio
&engenal Penyakit Polio
*tadium akut ditandai dengan suhu tubuh meningkat' arang teradi lebih dari
%5 hari' kadang disertai sakit kepala dan muntah. #elumpuhan teradi dalam
seminggu permulaan sakit.
AABO,ATO,I4& ruukan global di &umbai' India' mengkonfirmasikan bah(a
isolat $irus yang dikirim dari *ukabumi' .a(a Barat' adalah polio liar !(ild
polio$irus" tipe %.
0alam situs polio eradication yang bisa diakses di situs Organisasi #esehatan
0unia !F9O" disebutkan' $irus yang ditemukan pada bayi berusia %? bulan itu
berasal dari Afrika Barat !#ompas' / &ei +551".
#arena itu' dunia kesehatan Indonesia dikeutkan munculnya kembali penyakit
polio. #ali terakhir pada %==1' Aaboratorium Biofarma' Balai Penelitian dan
Pengembangan 0epkes' dan Balai Aaboratorium #esehatan *urabaya
menemukan tuuh penderita polio di &alang' Cilacap' &edan' Palembang'
dan Probolinggo.
Penyebab penyakit itu adalah $irus polio yang terdiri atas tiga strain' yaitu
strain % !brunhilde"' strain + !lan8ig"' dan strain - !leon".
*train % seperti yang ditemukan di *ukabumi paling paralitogenik atau paling
ganas dan sering menyebabkan keadian luar biasa !(abah"' sedangkan strain
+ paling inak. 3irus polio termasuk genus entero$iorus' famili picorna$irus.
Bentuk $irus itu icosahedral' tanpa sampul !en$elope" dengan genom ,7A'
single stranded messenger molecule. *ingle stranded ,7A membentuk hampir
-5E bagian $irion dan sisanya terdiri atas / protein besar !3P%-/" dan satu
protein kecil !3pg".
)eala #linik
Tanda klinik penyakit polio pada manusia sangat elas. *ebagian besar !=5E"
infeksi $irus polio menyebabkan inapparent infection' sedangkan 1E
menampilkan geala aborti$e infection' %E nonparalytic' dan sisanya
menunukkan tanda klinik paralitik.
Bagi penderita dengan tanda klinik paralitik' -5E akan sembuh' -5E
menunukkan kelumpuhan ringan' -5E menunukkan kelumpuhan berat' dan
%5E menunukkan geala berat serta bisa menimbulkan kematian. &asa
inkubasi biasanya ---1 hari.
Penderita sebelum ditemukannya $aksin terutama berusia di ba(ah 1 tahun.
*etelah adanya perbaikan sanitasi serta penemuan $aksin' usia penderita
bergeser pada kelompok anak usia di atas 1 tahun.
*tadium akut --seak ada geala klinis hingga dua minggu-- ditandai dengan
suhu tubuh meningkat' arang teradi lebih dari %5 hari' kadang disertai sakit
kepala dan muntah. #elumpuhan teradi dalam seminggu permulaan sakit.
#elumpuhan itu teradi akibat kerusakan sel-sel motor neuron di medula
spinalis !tulang belakang" oleh in$asi $irus.
#elumpuhan tersebut bersifat asimetris sehingga menimbulkan deformitas
!gangguan bentuk tubuh" yang cenderung menetap atau bahkan menadi
lebih berat. *ebagian besar kelumpuhan teradi pada tungkai !@?'>E"'
sedangkan /%'/E akan mengenai lengan. #elumpuhan itu beralan bertahap
dan memakan (aktu dua hari hingga dua bulan.
*tadium subakut !dua minggu hingga dua bulan" ditandai dengan
menghilangnya demam dalam (aktu +/ am atau kadang suhu tidak terlau
tinggi. #adang' itu disertai kekakuan otot dan nyeri otot ringan. #elumpuhan
anggota gerak yang layuh dan biasanya salah satu sisi.
*tadium kon$alescent !dua bulan hingga dua tahun" ditandai dengan pulihnya
kekuatan otot lemah. *ekitar 15E-@5E fungsi otot pulih dalam (aktu >-=
bulan setelah fase akut. #emudian setelah usia dua tahun' diperkirakan tidak
teradi lagi perbaikan kekuatan otot. *tadium kronik atau dua tahun lebih
seak geala a(al penyakit biasanya menunukkan kekuatan otot yang
mencapai tingkat menetap dan kelumpuhan otot permanen.
&ekanisme Penyebaran
3irus ditularkan infeksi droplet dari oral-faring !mulut dan tenggorokan" atau
tina penderita infeksi. Penularan terutama teradi langsung dari manusia ke
manusia melalui fekal-oral !dari tina ke mulut" atau yang agak arang melalui
oral-oral !dari mulut ke mulut". 6ekal-oral berarti minuman atau makanan yang
tercemar $irus polio yang berasal dari tina penderita masuk ke mulut manusia
sehat lainnya. *ementara itu' oral-oral adalah penyebaran dari air liur
penderita yang masuk ke mulut manusia sehat lainnya.
3irus polio sangat tahan terhadap alkohol dan lisol' namun peka terhadap
formaldehide dan larutan chlor. *uhu tinggi cepat mematikan $irus' tetapi
pada keadaan beku dapat bertahan bertahun-tahun.
#etahanan $irus di tanah dan air sangat bergantung pada kelembapan suhu
dan mikroba lainnya. 3irus itu dapat bertahan lama pada air limbah dan air
permukaan' bahkan hingga berkilo-kilometer dari sumber penularan.
&eski penularan terutama akibat tercemarnya lingkungan oleh $irus polio dari
penderita yang infeksius' $irus itu hidup di lingkungan terbatas. *alah satu
inang atau mahluk hidup perantara yang dapat dibuktikan hingga saat ini
adalah manusia.
Pencegahan
0alam Forld 9ealth Assembly %=?? yang diikuti sebagian besar negara di
dunia' dibuat kesepakatan untuk melakukan eradikasi polio !2rapo" tahun
+555. Artinya' dunia bebas polio pada +555. Program 2rapo pertama yang
dilakukan adalah melakukan imunisasi tinggi dan menyeluruh. #emudian'
diikuti Pekan Imunisasi 7asional yang dilakukan 0epkes %==1' %==>' dan
%==@. Imunisasi polio yang harus diberikan sesuai rekomendasi F9O adalah
seak lahir sebanyak / kali dengan inter$al >-? minggu.
#emudian' diulang usia %'1 tahun' dan %1 tahun. 4paya ketiga adalah
sur$ailance accute flaccid paralysis atau penemuan penderita yang dicurigai
lumpuh layuh pada usia di ba(ah %1 tahun. &ereka harus diperiksa tinanya
untuk memastikan karena polio atau bukan.
Tindakan lain adalah melakukan mopping-up. Gakni' pemberian $aksinasi
massal di daerah yang ditemukan penderita polio terhadap anak usia di
ba(ah lima tahun tanpa melihat status imunisasi polio sebelumnya.
MA-A;/A
Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia" burung" kera dan primata
lainnya" hewan melata dan hewan pengerat" yang disebabkan oleh infeksi
protoDoa dari genus Plasmodium dan mudah dikenali dari gejala meriang %panas
dingin menggigil& serta demam berkepanjangan. Malaria adalah penyakit yang
menyerang manusia" burung" kera dan primata lainnya" hewan melata dan hewan
pengerat" yang disebabkan oleh infeksi protoDoa dari genus Plasmodium dan
mudah dikenali dari gejala meriang %panas dingin menggigil& serta demam
berkepanjangan.
#engan munculnya program pengendalian yang didasarkan pada penggunaan
residu insektisida" penyebaran penyakit malaria telah dapat diatasi dengan cepat.
Sejak tahun 2<C5" malaria telah berhasil dibasmi di hampir seluruh Benua .ropa
dan di daerah seperti Amerika 1engah dan Amerika Selatan. ,amun penyakit ini
masih menjadi masalah besar di beberapa bagian Benua Afrika dan Asia 1enggara.
Sekitar 255 juta kasus penyakit malaria terjadi setiap tahunnya dan sekitar 2
persen diantaranya fatal. Seperti kebanyakan penyakit tropis lainnya" malaria
merupakan penyebab utama kematian di negara berkembang.
Pertumbuhan penduduk yang cepat" migrasi" sanitasi yang buruk" serta daerah
yang terlalu padat" membantu memudahkan penyebaran penyakit tersebut.
Pembukaan lahan(lahan baru serta perpindahan penduduk dari desa ke kota
%urbanisasi& telah memungkinkan kontak antara nyamuk dengan manusia yang
bermukim didaerah tersebut.
Penyakit Malaria yang terjadi pada manusia
Penyakit malaria memiliki * jenis" dan masing(masing disebabkan oleh spesies
parasit yang berbeda. 8ejala tiap(tiap jenis biasanya berupa meriang" panas
dingin menggigil dan keringat dingin. #alam beberapa kasus yang tidak disertai
pengobatan" gejala(gejala ini muncul kembali secara periodik. +enis malaria paling
ringan adalah malaria tertiana yang disebabkan oleh Plasmodium !i!ax" dengan
gejala demam dapat terjadi setiap dua hari sekali setelah gejala pertama terjadi
%dapat terjadi selama ) minggu setelah infeksi&.
#emam rimba %jungle fe!er &" malaria aesti!o(autumnal atau disebut juga malaria
tropika" disebabkan oleh Plasmodium falciparum merupakan penyebab sebagian
besar kematian akibat malaria. 7rganisme bentuk ini sering menghalangi jalan
darah ke otak" menyebabkan koma" mengigau" serta kematian. Malaria kuartana
yang disebabkan oleh Plasmodium malariae" memiliki masa inkubasi lebih lama
daripada penyakit malaria tertiana atau tropikaA gejala pertama biasanya tidak
terjadi antara 23 sampai *5 hari setelah infeksi terjadi. 8ejala tersebut kemudian
akan terulang kembali setiap I hari. +enis ke empat dan merupakan jenis malaria
yang paling jarang ditemukan" disebabkan oleh Plasmodium o!ale yang mirip
dengan malaria tertiana.
Pada masa inkubasi malaria" protoDoa tumbuh didalam sel hatiA beberapa hari
sebelum gejala pertama terjadi" organisme tersebut menyerang dan
menghancurkan sel darah merah sejalan dengan perkembangan mereka" sehingga
menyebabkan demam.
Penanganan
Sejak tahun 2EI3 malaria telah diatasi dengan getah dari batang pohon cinchona"
yang lebih dikenal dengan nama kina" yang sebenarnya beracun dan menekan
pertumbuhan protoDoa dalam jaringan darah. Pada tahun 2<I5" ahli obat(obatan
+erman berhasil menemukan Atabrine % Juinacrine hydrocloride & yang pada saat
itu lebih efektif daripada Juinine dan kadar racunnya lebih rendah. Sejak akhir
perang dunia kedua" klorokuin dianggap lebih mampu menangkal dan
menyembuhkan demam rimba secara total" juga lebih efektif dalam menekan
jenis(jenis malaria dibandingkan dengan Atabrine atau Juinine. 7bat tersebut juga
mengandung kadar racun paling rendah daripada obat(obatan lain yang terdahulu
dan terbukti efektif tanpa perlu digunakan secara terus menerus.
,amun baru(baru ini strain Plasmodium falciparum" organisme yang menyebabkan
malaria tropika memperlihatkan adanya daya tahan terhadap klorokuin serta obat
anti malaria sintetik lain. Strain jenis ini ditemukan terutama di Fietnam" dan juga
di semenanjung Malaysia" Afrika dan Amerika Selatan. $ina juga semakin kurang
efektif terhadap strain plasmodium falciparum. Seiring dengan munculnya strain
parasit yang kebal terhadap obat(obatan tersebut" fakta bahwa beberapa jenis
nyamuk pembawa %anopheles& telah memiliki daya tahan terhadap insektisida
seperti ##1 telah mengakibatkan peningkatan jumlah kasus penyakit malaria di
beberapa negara tropis. Sebagai akibatnya" kasus penyakit malaria juga
mengalami peningkatan pada para turis dari Amerika dan .ropa Barat yang
datang ke Asia dan Amerika 1engah dan juga diantara pengungsi(pengungsi dari
daerah tersebut. Para turis yang datang ke tempat yang dijangkiti oleh penyakit
malaria yang tengah menyebar" dapat diberikan obat anti malaria seperti
proBlaksis %obat pencegah&.
7bat(obat pencegah malaria seringkali tetap digunakan hingga beberapa minggu
setelah kembali dari bepergian. Me0oJuine telah dibuktikan efektif terhadap strain
malaria yang kebal terhadap klorokuin" baik sebagai pengobatan ataupun sebagai
pencegahan. ,amun obat tersebut saat ini tengah diselidiki apakah dapat
menimbulkan efek samping yang merugikan. Suatu kombinasi dari sulfadoxine dan
pyrimethamine digunakan untuk pencegahan di daerah(daerah yang terjangkit
malaria yang telah kebal terhadap klorokuin. Sementara Proguanil digunakan
hanya sebagai pencegahan.
Saat ini para ahli masih tengah berusaha untuk menemukan !aksin untuk malaria.
Beberapa !aksin yang dinilai memenuhi syarat kini tengah diuji coba klinis guna
keamanan dan keefektifan dengan menggunakan sukarelawan" sementara ahli
lainnya tengah berupaya untuk menemukan !aksin untuk penggunaan umum.
Penyelidikan tengah dilakukan untuk menemukan sejumlah obat dengan bahan
dasar artemisin" yang digunakan oleh ahli obat(obatan 9ina untuk menyembuhkan
demam. Bahan tersebut terbukti efektif terhadap Plasmodium falciparum namun
masih sangat sulit untuk diperbanyak jumlahnya.
Malaria adalah penyakit yang dapat bersifat cepat maupun lama prosesnya"
malaria disebabkan oleh parasit malaria ' ProtoDoa genus Plasmodium bentuk
aseksual yang masuk kedalam tubuh manusia ditularkan oleh nyamuk malaria
% anopeles & betina % KH7 2<32 & ditandai dengan deman" muka nampak pucat
dan pembesaran organ tubuh manusia. Parasit malaria pada manusia yang
menyebabkan Malaria adalah Plasmodium falciparum" plasmodium !i!ax"
plasmodium o!ale dan plasmodium malariae.Parasit malaria yang terbanyak di
/ndonesia adalah Plasmodium falciparum dan plasmodium !i!ax atau campuran
keduanya" sedangkan palsmodium o!ale dan malariae pernah ditemukan di
Sulawesi" /rian +aya dan negara 1imor -este. Proses penyebarannya adalah dimulai
nyamuk malaria yang mengandung parasit malaria" menggigit manusia sampai
pecahnya siDon darah atau timbulnya gejala demam. Proses penyebaran ini akan
berbeda dari setiap jenis parasit malaria yaitu antara < > *5 hari % KH7 2<<6 &
Siklus parasit malaria adalah setelah nyamuk Anopheles yang mengandung
parasit malaria menggigit manusia" maka keluar sporoDoit dari kelenjar ludah
nyamuk masuk kedalam darah dan jaringan hati. Parasit malaria pada siklus
hidupnya" membentuk stadium siDon jaringan dalam sel hati % ekso(eritrositer &.
Setelah sel hati pecah akan keluar meroDoit ' kriptoDoit yang masuk ke eritrosit
membentuk stadium siDon dalam eritrosit % stadium eritrositer &" mulai bentuk
tropoDoit muda sampai sison tua ' matang sehingga eritrosit pecah dan keluar
merosoit. Merosoit sebagian besar masuk kembali ke eritrosit dan sebagian kecil
membentuk gametosit jantan dan betina yang siap untuk diisap oleh nyamuk
malaria betina dan melanjutkan siklus hidup di tubuh nyamuk %stadium sporogoni&.
Pada lambung nyamuk terjadi perkawinan antara sel gamet jantan %mikro gamet&
dan sel gamet betina %makro gamet& yang disebut Digot. 4igot akan berubah
menjadi ookinet" kemudian masuk ke dinding lambung nyamuk berubah menjadi
ookista. Setelah ookista matang kemudian pecah" maka keluar sporoDoit dan
masuk ke kelenjar liur nyamuk yang siap untuk ditularkan ke dalam tubuh
manusia. $husus P. Fi!ax dan P. 7!ale pada siklus parasitnya di jaringan hati
%siDon jaringan&" sebagian parasit yang berada dalam sel hati tidak melanjutkan
siklusnya ke sel eritrosit tetapi tertanam di jaringan hati disebut Hipnosoit %lihat
bagan siklus&" bentuk hipnosoit inilah yang menyebabkan malaria relapse. Pada
penderita yang mengandung hipnosoit" apabila suatu saat dalam keadaan daya
tahan tubuh menurun misalnya akibat terlalu lelah'sibuk'stres atau perobahan
iklim %musim hujan&" maka hipnosoit akan terangsang untuk melanjutkan siklus
parasit dari dalam sel hati ke eritrosit. Setelah eritrosit yang berparasit pecah akan
timbul gejala penyakitnya kembali. Misalnya 2 > ) tahun yang sebelumnya pernah
menderita P. Fi!ax'7!ale dan sembuh setelah diobati" suatu saat dia pindah ke
daerah bebas malaria dan tidak ada nyamuk malaria" dia mengalami
kelelahan'stres" maka gejala malaria muncul kembali dan bila diperiksa S#(nya
akan positif P. Fi!ax'7!ale.
Pada P. @alciparum dapat menyerang ke organ tubuh dan menimbulkan kerusakan
seperti pada otak" ginjal" paru" hati dan jantung" yang mengakibatkan terjadinya
malaria berat'komplikasi" sedangkan P. Fi!ax" P. 7!ale dan P. Malariae tidak
merusak organ tersebut. P. falciparum dalam jaringan yang mengandung parasit
tua di dalam otak" peristiwa ini yang disebut sekuestrasi. Pada penderita malaria
berat" sering tidak ditemukan plasmodium dalam darah tepi karena telah
mengalami sekuestrasi. Meskipun angka kematian malaria serebral mencapai )5 >
C5 ?" hampir semua penderita yang tertolong tidak menunjukkan gejala sisa
neurologis %sekuele& pada orang dewasa. Malaria pada anak sebagian kecil dapat
terjadi sekuele. Pada daerah hiperendemis atau immunitas tinggi apabila
dilakukan pemeriksaan S# sering dijumpai S# positif tanpa gejala klinis pada lebih
dari E5 ? jumlah penduduk.
P.,A1A-A$SA,AA, MA-A;/A B.;A1
Selalu lakukan pemeriksaan secara legaartis" yang tdd =
Anamnesis secara lengkap %allo dan' auto anamnesis bila memungkinkan&
Pemeriksaan Bsik
Pemeriksaan laboratorium = parasitologi" darah tepi lengkap" uji fungsi hati" uji
fungsi ginjal dan lain(lain untuk mendukung'menyingkirkan diagnosis'komplikasi
lain" misal == punksi lumbal" foto thoraks" dan lain(lain.
Penatalaksanaan malaria berat secara garis besar mempunyai I komponen
penting yaitu =
1erapi spesiBk dengan kemoterapi anti malaria.
1erapi supportif %termasuk perawatan umum dan pengobatan simptomatik&
Pengobatan terhadap komplikasi
Pada setiap penderita malaria berat" maka tindakan yang dilakukan di puskesmas
sebelum dirujuk adalah =
A. 1indakan umum
B. Pengobatan simptomatik
9. Pemberian anti malaria pra rujukan = dosis / $inin antipirin 25 mg'$gBB /M %dosis
tunggal&
A. 1indakan umum % di tingkat Puskesmas & =
Persiapkan penderita malaria berat untuk dirujuk ke rumah sakit'fasilitas
pelayanan yang lebih tinggi" dengan cara =
+aga jalan nafas dan mulut untuk menghindari terjadinya asBksia" bila diperlukan
beri oksigen %7)&
Perbaiki keadaan umum penderita %beri cairan dan perawatan umum&
Monitoring tanda(tanda !ital antara lain = keadaan umum" kesadaran" pernafasan"
tekanan darah" suhu" dan nadi setiap I5 menit %selalu dicatat untuk mengetahui
perkembangannya&
ntuk konBrmasi diagnosis" lakukan pemeriksaan S# tebal. Penilaian sesuai
kriteria diagnostik mikroskopik.
Bila hipotensi" tidurkan dalam posisi 1rendenlenburg dan diawasi terus tensi"
warna kulit dan suhu" laporkan ke dokter segera.
$asus dirujuk ke rumah sakit bila kondisi memburuk
Buat ' isi status penderita yang berisi catatan mengenai = identitas penderita"
riwayat perjalanan penyakit" riwayat penyakit dahulu" pemeriksaan Bsik"
pemeriksaan laboratorium %bila tersedia&" diagnosis kerja" diagnosis banding"
tindakan L pengobatan yang telah diberikan" rencana tindakan'pengobatan" dan
lain(lain yang dianggap perlu %misal = bila keluarga penderita menolak untuk
dirujuk maka harus menandatangani surat pernyataan yang disediakan untuk itu&.
9atatan !ital sign disatukan kedalam status penderita.
B. Pengobatan simptomatik =
Pemberian antipiretik untuk mencegah hipertermia = parasetamol 2C mg'$gBB'x"
beri setiap * jam dan lakukan juga kompres hangat.
Bila kejang" beri antikon!ulsan = #ewasa = #iaDepam C(25 mg /F %secara perlahan
jangan lebih dari C mg'menit& ulang 2C menit kemudian bila masih kejang. +angan
diberikan lebih dari 255 mg')* jam.
Bila tidak tersedia #iaDepam" sebagai alternatif dapat dipakai Phenobarbital 255
mg /M'x
%dewasa& diberikan ) x sehari.
9. Pemberian obat anti malaria spesiBk =
$ina intra !ena %injeksi& masih merupakan obat pilihan %drug of choice& untuk
malaria berat. $emasan garam $ina H9- )C ? injeksi" 2 ampul berisi C55 mg ' )
ml.
Pemberian anti malaria pra rujukan %di puskesmas& = apabila tidak memungkinkan
pemberian kina perdrip maka dapat diberikan dosis / $inin antipirin 25 mg'$gBB /M
%dosis tunggal&.
9ara pemberian =
$ina H9- )C ? %perdrip&" dosis 25mg'$g BB atau 2 ampul %isi ) ml M C55 mg&
dilarutkan dalam C55 ml dextrose C ? atau dextrose in saline diberikan selama 3
jam dengan kecepatan konstan ) ml'menit" diulang dengan cairan yang sama
setiap 3 jam sampai penderita dapat minum obat.
Bila penderita sudah dapat minum" $ina /F diganti dengan $ina tablet ' per oral
dengan dosis 25 mg'$g BB' x dosis" pemberian I x sehari %dengan total dosis 6
hari dihitung sejak pemberian infus perdrip yang pertama&.
9atatan =
$ina tidak boleh diberikan secara bolus intra !ena" karena dapat menyebabkan
kadar dalam plasma sangat tinggi dengan akibat toksisitas pada jantung dan
kematian.
Bila karena berbagai alasan $ina tidak dapat diberikan melalui infus" maka dapat
diberikan /M dengan dosis yang sama pada paha bagian depan masing(masing 2')
dosis pada setiap paha %jangan diberikan pada bokong&. Bila memungkinkan untuk
pemakaian /M" kina diencerkan dengan normal saline untuk mendapatkan
konsentrasi E5(255 mg'ml
Apabila tidak ada perbaikan klinis setelah pemberian *3 jam kina parenteral" maka
dosis maintenans kina diturunkan 2'I ( 2') nya dan lakukan pemeriksaan
parasitologi serta e!aluasi klinik harus dilakukan.
1otal dosis kina yang diperlukan =
Hari 5 = I5 mg'$g BB
Hari / = I5 mg'$g BB
Hari // dan berikutnya = 2C()5 mg'$g BB.
#osis maksimum dewasa = ).555 mg'hari.
Hindari sikap badan tegak pada pasien akut selama terapi kina untuk menghindari
hipotensi postural berat.
Bila tidak memungkinkan dirujuk" maka penanganannya = lanjutkan
penatalaksanaan sesuai protap umum ;umah Sakit %seperti telah diuraikan
diatas&" yaitu =
Pengobatan spesiBk dengan obat anti malaria.
Pengobatan supportif'penunjang %termasuk perawatan umum dan pengobatan
simptomatik&
#itambah pengobatan terhadap komplikasi.
P.,A1A-A$SA,AA, $7MP-/$AS/
2. Malaria cerebral
#ideBnisikan sebagai unrousable coma pada malaria falsiparum" suatu perubahan
sensorium yaitu manifestasi abnormal beha!iour'kelakuan abnormal pada seorang
penderita dari mulai yang paling ringan sampai koma yang dalam. 1erbanyak
bentuk yang berat.
#iantaranya berbagai tingkatan penurunan kesadaran berupa delirium"
mengantuk" stupor" dan ketidak sadaran dengan respon motorik terhadap
rangsang sakit yang dapat diobser!asi'dinilai. 7nset koma dapat bertahap setelah
stadium inisial konfusi atau mendadak setelah serangan pertama. 1etapi ketidak
sadaran post iktal jarang menetap setelah lebih dari I5(E5 menit. Bila penyebab
ketidaksadaran masih ragu(ragu" maka penyebab ensefalopahty lain yang laDim
ditempat itu" seperti meningoensefalitis !iral atau bakterial harus disingkirkan.
Manifestasi neurologis % 2 atau beberapa manifestasi & berikut ini bisa ada =
.nsefalopathy difus simetris.
$ejang umum atau fokal.
1onus otot dapat meningkat atau turun.
;e0eks tendon ber!ariasi.
1erdapat plantar 0eksi atau plantar ekstensi.
;ahang mengatup rapat dan gigi kretekan %seperti mengasah&.
Mulut mencebil %pouting& atau timbul re0eks mencebil bila sisi mulut dipukul.
Motorik abnormal seperti deserebrasi rigidity dan dekortikasi rigidity.
1anda(tanda neurologis fokal kadang(kadang ada.
Manifestasi okular = pandangan di!ergen %dysconjugate gaDe& dan kon!ergensi
spasme sering terjadi. Perdarahan sub konjuncti!e dan retina serta papil udem
kadang terlihat.
$ekakuan leher ringan kadang ada. 1etapi tanda @rank %@rank sign& meningitis"
$ernigs %N& dan photofobia jarang ada. ntuk itu adanya meningitis harus
disingkirkan dengan pemeriksaan punksi lumbal %-P&.
9airan serebrospinal %-9S& jernih" dengan H 25 lekosit'ml" protein sering naik
ringan.
#i derah endemik malaria" semua kasus demam dengan perubahan sensorium
harus diobati sebagai serebral malaria" sementara menyingkirkan
meningoensefalitis yang biasa terjadi di tempat itu.
Prinsip penatalaksanaan =
Penatalaksanaan malaria serebral pada umumnya sama seperti pada malaria
berat. #isamping pemberian obat anti malaria spesiBk" beberapa hal penting perlu
diperhatikan =
Perawatan pasien tidak sadar.
Pengobatan simptomatik = pengobatan hiperpireksia dan pengobatan yang cepat
bila ada kejang. 9ara pemberian anti piretik dan antikon!ulsan seperti sudah
dijelaskan diatas.
#eteksi dini L pengobatan komplikasi berat lainnya.
Hati(hati terhadap terjadinya infeksi bakteri terutama pada pasien(pasien dengan
pemasangan /F(line" intubasi endotracheal atau kateter saluran kemih. Hati(hati
terhadap kemungkinan terjadinya aspirasi pneumonia.
Perawatan pasien tidak sadar meliputi =
Buat graBk suhu" nadi dan pernafasan secara akurat.
Pasang /F@#. ntuk mencegah terjadinya trombophlebitis dan infeksi yang sering
terjadi melalui /F(line maka /F(line sebaiknya diganti setiap )(I hari.
Pasang kateter urethra dengan drainase' kantong tertutup. Pemasangan kateter
dengan memperhatikan kaidah a'antisepsis.
Pasang nasogastric tube %maag slang& dan sedot isi lambung untuk mencegah
aspirasi pneumonia.
Mata dilindungi dengan pelindung mata untuk menghindari ulkus kornea yang
dapat terjadi karena tidak adanya re0eks mengedip pada pasien tidak sadar.
Menjaga kebersihan mulut untuk mencegah infeksi kelenjar parotis karena
kebersihan rongga mulut yang rendah pada pasien tidak sadar.
bah'balik posisi lateral secara teratur untuk mencegah luka dekubitus dan
hypostatic pneumonia.
Hal(hal yang perlu dimonitor =
1ensi" nadi" suhu dan pernafasan setiap I5 menit.
Pemeriksaan derajat kesadaran dengan modiBkasi 8lasgow coma scale %89S&
setiap E jam.
Hitung parasit setiap 2)()* jam.
Hb L Ht setiap hari.
8ula darah setiap * jam.
Parameter lain sesuai indikasi % misal = ureum" creatinin L kalium darah pada
komplikasi gagal ginjal &.
Pemeriksaan derajat kesadaran %modiBkasi 8lasgow coma score&
7bat(obat berikut dahulu pernah dipakai untuk pengobatan malaria serebral tetapi
menurut KH7 sekarang tidak boleh dipakai karena berbahaya" yaitu =
> #examethason dan $otikosteroid lainnya
> 7bat anti in0amasi yang lain
> Anti udem serebral %urea" manitol&
> #extran berat molekul rendah
> .pinephrine %adrenalin&
> Heparin.
Penatalaksanaan pasien koma
Selalu memakai prinsip AB9 % AMAirway" BMBreathing" 9M9irculation& N #M#rug
OdeBbrilasiP.
Airway % jalan nafas & =
+aga jalan nafas agar selalu bersih'tanpa hambatan" dengan cara =
Bersihkan jalan nafas dari sali!a" muntahan" dll
Pasien posisi lateral
1empat tidur datar'tanpa bantal.
Mencegah aspirasi cairan lambung masuk ke saluran pernafasan" dengan jalan =
posisi lateral dan pemasangan ,81 untuk menyedot isi lambung.
Breathing %pernafasan& =
Bila takipnoe" pernafasan asidosis = berikan penunjang !entilasi " misal = 7)" dan
rujuk ke /9.
9irculation %kardio!askular& =
Periksa dan catat = ,adi" tensi" +FP" 9FP %bila memungkinkan&" turgor kulit" dll.
+aga keseimbangan cairan = lakukan monitoring balans cairan dengan mencatat
intake dan output cairan secara akurat.
Pemasangan kateter urethra dengan drainage'bag tertutup untuk mengukur
!olume urin. Bila fungsi ginjal baik" adanya dehidrasi atau o!erhidrasi dapat juga
diketahui dari !olume urin. ,ormal !olume urin = 2 ml'menit O2 ml'kg BB'jamP. Bila
!olume urin H I5 ml'jam" mungkin terjadi dehidrasi %periksa juga tanda(tanda lain
dehirasi&" maka tambahkan intake cairan melalui /F(line. Bila !olume urin G <5
ml'jam" kurangi intake cairan untuk mencegah o!erload yang mengakibatkan
udem paru.
). Anemia berat % Hb H C gr ? &
Bila Ht H 2C ? atau Hb H C g ?" tindakan =
Berikan transfusi darah 25 > )5 ml'kgBB Orumus= tiap * ml'kg BB darah akan
menaikkan Hb 2 g?P paling baik darah segar atau P;9" dengan memonitor
kemungkinan terjadinya o!erload karena pemberian transfusi darah dapat
memperberat kerja jantung. ntuk mencegah o!erload" dapat diberikan
furosemide )5 mg /F. Pasien dengan gagal ginjal hanya diberikan P;9. Folume
transfusi dimasukkan sebagai input dalam catatan balans cairan.
I. Hypoglikemia %8ula darah H *5 mg ?&
Sering terjadi pada penderita malaria berat terutama anak usia H I tahun" ibu
hamil sebelum atau sesudah pemberian terapi kina %kina menyebabkan
hiperinsulinemia&" maupun penderita malaria berat lain dengan terapi kina.
Penyebab lain diduga karena terjadi peningkatan uptake glukosa oleh parasit
malaria.
1indakan =
a. Berikan 25 > 255 ml 8lukosa *5 ? /F secara injeksi bolus %anak(anak = 2 ml'$g
BB&
b. /nfus glukosa C ? atau 25 ? perlahan(lahan untuk mencegah hipoglikemia
berulang.
c. Monitoring teratur kadar gula darah setiap *(E jam.
Bila sarana pemeriksaan gula darah tidak tersedia" pengobatan sebaiknya
diberikan berdasarkan kecurigaan klinis adanya hipoglikemia.
*. $olaps sirkulasi" syok hipo!olume" hipotensi" >Algid malaria> dan septikaemia
Sering terlihat pada pasien(pasien dengan =
#ehidrasi dengan hipo!olemia %akibat muntah(muntah dan intake cairan kurang&
Pasien dengan diare dan peripheral circulatory failure %algid malaria&
Perdarahan masif 8/ tract
Mengikuti ruptur limpa
#engan komplikasi septikaemia gram negati!e
$olaps sirkulasi lebih lanjut berakibat komplikasi asidosis metabolik" respiratory
distress dan gangguan fungsi ' kerusakan jaringan.
8ejala = hipotensi dengan tekanan sistolik H 65 mm Hg pada orang dewasa dan H
C5 mm Hg pada anak(anak" konstriksi !ena perifer.
8ejala khas = kulit dingin" suhu I3(*5 o9" mata cekung" cianosis pada bibir dan
kuku" nafas cepat" nadi cepat dan dangkal" nyeri ulu hati" dapat disertai
mual'muntah" diare berat.
1indakan =
$oreksi hipo!olemia dengan pemberian cairan yang tepat %,a9- 5"< ?" ringer
laktat" dextrose C ? in saline&" plasma expander %darah segar" plasma" haemacell
atau bila tidak tersedia dengan dextran 65& dalam waktu 2') ( 2 jam pertama C55
ml" bila tidak ada perbaikan tensi dan tidak ada o!erhidrasi" beri 2555 ml" tetes
diperlambat dan diulang bila dianggap perlu.
Bila memungkinkan" monitor dengan 9FP % tekanan dipelihara antara 5 s'd NC cm&
Bila terjadi hipo!olemia menetap" diberikan #opamin dengan dosis inisial )
ug'$g'menit yang dilarutkan dalam dextrose C ?. Opada hipo!olemia kontra
indikasi untuk pemberian inotropik karena tidak akan menaikkan 1# malah
menimbulkan takikardi yang justru akan merugikan. Bila hipo!olemia sudah
teratasi tapi 1# belum naik" kemungkinan kontraktilitas miokard yang jelek >
diperbaiki dengan pemberian #obutamin" bukan #opamin" dengan dosis sampai
)5 Qg'kg BB'mP dosis dinaikkan secara hati(hati sampai tekanan sistolik mencapai
35(<5 mm Hg.
Periksa kadar gula darah untuk menyingkirkan kemungkinan hipoglokemia.
Buat kultur darah dan resistensi test. Mulai segera pemberian antibiotik broad
spektrum" misal = generasi ketiga sefalosporin bila tersedia" yang dapat
dikombinasi dengan aminoglikosida bila fungsi renal sudah dipastikan baik
%periksa juga ureum L kreatinin darah&
Apabila 9FP tidak mungkin dilakukan" monitoring dan pencatatan balas cairan
secara akurat sangat membantu agar tidak terjadi o!erhidrasi.
Pada Anak(anak =
-akukan ;ehidrasi %Pemberian cairan infus&" larutan dektrosa C ? atau 25 ? atau
,a9- 5"< ?" #osis 2 jam pertama" I5 ml'kgBB atau 25 x kgBB per tetes'menit.
Misalnya = anak dengan BB 25 kg M 25 x 25 tetes'menit" dilanjutkan )5 ml'kgBB
%)I+am sisa&" atau 6 tetes x kgBB'menit" dilanjutkan pemberian maintenace 25
ml'kgBB'hari atau I tetes'kgBB'menit
Awasi nadi" tensi dan pernafasan setiap I5 menit.
C. 8agal ginjal akut %acute renal failure ' A;@ &
1erjadi sebagai akibat hipo!olemia atau ischemik sehingga terjadi gangguan
mikrosirkulasi ginjal yang menurunkan Bltrasi glomerulus. Paling sering terjadi
gagal ginjal pre(renal akibat dehidrasi diatas %GC5 ?&" sedangkan gagal ginjal
renal akibat tubuler nekrosis akut hanya terjadi pada C(25 ? penderita. ,amun
A;@ sering terdeteksi terlambat setelah pasien sudah mengalami o!erload
%dekompensasi kordis& akibat rehidrasi yang berlebihan %o!erhidrasi& pada
penderita dengan oliguria'anuria" dan karena tidak tercatatnya balans cairan
secara akurat.
Pada pasien se!ere falciparum malaria" bila memungkinkan sebaiknya kadar
serum kreatinin diperiksa )(I x'minggu.
Bila terjadi oliguria %!olume urin H *55 ml')* jam atau H )5 ml'jam pada dewasa
atau H 5"C ml'$g BB'jam pada anak(anak setelah diobser!asi'diukur selama *(E
jam& disertai tanda klinik dehidrasi maka berikan cairan untuk rehidrasi dengan
terus berhati(hati' mengawasi apakah ada tanda(tanda o!erload.
ntuk itu awasi semua tanda(tanda !ital" monitoring balans cairan" pemeriksaan
auskultasi paru" jugular !enous pressure %+FP& dan central !enous pressure %9FP&
bila tersedia dan obser!asi !olume urin.
Bila terjadi anuria. Berikan diuretik = @urosemid inisial *5 mg /F" obser!asi urin
output. Bila tidak ada respon" dosis furosemid ditingkatkan progresif sampai
maksimum )55 mg Odosis furosemid= 25(I5 mg'jamP dengan inter!al I5 menit.
Bila masih tidak respon %urin output % ( & atau H 2)5 ml')jam& periksa kadar ureum
L kreatinin serum karena mungkin telah terjadi A;@.
Persiapkan penderita untuk dialisis atau rujuk ke ;S dengan fasilitas dialisis bila
terjadi A;@. A;@ biasanya re!ersibel apabila ditanggulangi secara cepat dan tepat.
A;@ yang disertai tanda(tanda o!erload %dekompensasi jantung& sangat berbahaya
bila tidak ditanggulangi secara cepat.
1anda(tanda o!erload dari ringan sampai berat berupa = batuk(batuk" tensi
meningkat'sedikit meningkat" nadi cepat" auskultasi paru ada ronki basah di basal
bilateral paru" auskultasi jantung mungkin terdengar bunyi jantung tambahan
%bunyi ke I& dan +FP meningkat" serta pasien terlihat agak sesak sampai sesak
nafas berat.
Bila ada tanda(tanda o!erload" segera hentikan pemberian cairan.
;encanakan dialisis dengan ultraBltrasi atau peritoneal dialisis" atau rujuk ke ;S
dengan fasilitas dialisis.
Periksa juga kadar elektrolit darah dan .$8 bila tersedia untuk mencari terjadinya
hiperkalemia" asidosis metabolik serta gangguan keseimbangan asam(basa.
9atatan =
,ormal kadar ureum darah = )5 ( *5 mg'dl" kreatinin , = 5"3 > 2"2 mg'dl.
/ndikasi dialisis =
$linik =
1anda(tanda uremik
1anda(tanda !olume o!erload
Pericardial friction rub
Pernafasan asidosis setelah rehidrasi
/ndikasi laboratorium =
Hiperkalemia %$ G E"C m.J'-" hiperkalemia dapat juga didiagnosis melalui .$8&
Peningkatan ureum dengan uremic syndrome.
E. Perdarahan L gangguan pembekuan darah %coagulopathy&
Perdarahan dan koagulopathi jarang ditemukan di daerah endemis pada negara(
negara tropis. Sering terjadi pada penderita yang non(imun terhadap malaria.
Biasanya terjadi akibat trombositopenia berat ditandai manifestasi perdarahan
pada kulit berupa petekie" purpura" hematom atau perdarahan pada hidung" gusi
dan saluran pencernaan.
8angguan koagulasi intra !askuler jarang terjadi.
1indakan =
Beri !itamin $ injeksi dengan dosis 25 mg intra!ena bila protrombin time atau
partial tromboplastin time memanjang.
Periksa Hb = bila H C gr? direncanakan transfusi darah" 25 > )5 ml 'kgBB
Hindarkan pemberian korttikosteroid untuk trombositopenia.
Perbaiki keadaan giDi penderita.
6. .dema paru
.dem paru sering timbul belakangan dibanding komplikasi akut lainnya.
.dema paru terjadi akibat =
A;#S %Adult respiratory distress syndrome& Otanda(tanda A;#S= timbul akut" ada
gambaran bercak putih pada foto toraks di kedua paru" rasio Pa7)=@i7) H )55"
tidak ada gejala gagal jantung kiriP
7!er hidrasi akibat pemberian cairan.
A;#S terjadi secara tidak langsung karena peningkatan permeabilitas kapiler di
paru.
A;#S dan o!erload cairan" keduanya dapat terjadi sendiri(sendiri atau bersamaan.
Bentuk klinik A;#S = ( 1akipnoe %nafas cepat& pada fase awal
( Pernafasan dalam
( Sputum = ada darah dan berbusa.
( R(ray = ada bayangan pada kedua sisi paru dan hipoksaemia.
Perbedaan A;#S dengan 0uid o!erload =
A;#S @luid o!erload
Balans cairan ,ormal /nput G output
9FP ,ormal Meninggi
1ekanan A. Pulmonal ,ormal Meninggi
+FP ,ormal Meninggi
1indakan =
Bila ada tanda udema paru akut penderita segera dirujuk" dan sebelumnya
dilakukan tindakan sebagai berikut =
2. Akibat A;#S
a. Pemberian oksigen
b. P..P %positi!e end(respiratory pressure& bila tersedia.
). Akibat o!er hidrasi =
( Pembatasan pemberian cairan
( Pemberian furosemid *5 mg i.! bila perlu diulang 2 jam kemudian atau dosis
ditingkatkan sampai )55 mg %maksimum& sambil memonitor urin output dan
tanda(tanda !ital.
( ;ujuk segera bila o!erload tidak dapat diatasi.
( ntuk kondisi mendesak %pasien kritis& dimana pernafasan sangat sesak" dan
tidak cukup waktu untuk merujuk pasien" lakukan =
> Posisi pasien S duduk.
> Fenaseksi" keluarkan darah pasien kedalam kantong transfusi'donor sebanyak
)C5(C55 ml akan sangat membantu mengurangi sesaknya. Apabila kondisi pasien
sudah normal" darah tersebut dapat dikembalikan ketubuh pasien.
3. +aundice % bilirubin G I mg?&
Manifestasi ikterus pada malaria berat sering dijumpai di Asia dan /ndonesia yang
mempunyai prognosis jelek.
1indakan =
2. 1idak ada terapi khusus untuk jaundice. Bila ditemukan hemolisis berat dan Hb
sangat menurun maka beri transfusi darah.
). Bila fasilitas tidak memadai penderita sebaiknya segera di rujuk.
<. Asidosis metabolik
Asidosis dalam malaria dihasilkan dari banyak proses yang berbeda" termasuk
diantaranya = obstruksi mikrosirkulasi" disfungsi renal" peningkatan glikolisis"
anemia" hipoksia" dan lain(lain. 7leh karena itu asidosis metabolik sering
ditemukan bersamaan dengan komplikasi lain seperti = anemia berat" A;@"
hipo!olemia" udem paru dan hiperparasitemia yang ditandai dengan peningkatan
respirasi %cepat dan dalam&" penurunan PH dan bikarbonat darah. Penyebabnya
karena hipoksia jaringan dan glikolisis anaerobik. #iagnosis dan manajemen yang
terlambat akan mengakibatkan kematian.
1indakan =
a. -akukan pemeriksaan kadar Hb. Bila penyebabnya karena anemia berat %Hb H C
g?&" maka beri transfusi darah segar atau P;9.
b. -akukan pemeriksaan analisa gas darah" bila pH H 6"2C lakukan koreksi dengan
pemberian larutan natrium bikarbonat Ohati(hati koreksi dengan bicarbonat dapat
meningkatkan Pa97)P melalui /F(line %walau sebenarnya pemberian natrium
bikarbonat masih kontro!ersial&. $oreksi pH arterial harus dilakukan perlahan 2()
jam
c. Bila sesak nafas" beri 7).
d. Bila tidak tersedia fasilitas yang memadai sebaiknya penderita segera di rujuk
25. Blackwater fe!er %malarial haemoglobinuria&
Pasien dengan deBsiensi 8(E(P# dapat terjadi hemolisis intra!ascular dan
hemoglobinuria yang dipresipitasi oleh primakuin dan obat(obat oksidan yang
dipakai sebelum terkena malaria. Hemoglobinuria dihasilkan dari masifnya
hemolisis. 1idak berhubungan dengan disfungsi renal secara signiBkan. Blackwater
biasanya sementara dan dapat berubah tanpa komplikasi. ,amun dapat juga
menjadi gagal ginjal akut dalam kasus(kasus yang berat.
1indakan =
> Berikan cairan rehidrasi" monitor 9FP.
> Bila Ht H )5 ?" beri transfusi darah
> -anjutkan pemberian kemoterapi anti malaria.
> Bila berkembang menjadi A;@" rujuk ke rumah sakit dengan fasilitas
hemodialisis.
22. Hiperparasitemia.
mumnya pada penderita yang non(imun" densitas parasit G C ? dan adanya
skiDontaemia sering berhubungan dengan malaria berat. 1etapi di daerah endemik
tinggi" sebagian anak(anak imun dapat mentoleransi densitas parasit tinggi %)5(I5
?& sering tanpa gejala.
Penderita dengan parasitemia tinggi akan meningkatkan resiko terjadinya
komplikasi berat.
1indakan =
2. Segera berikan kemoterapi anti malaria inisial.
). Awasi respon pengobatan dengan memeriksa ulang parasitemianya.
I. /ndikasi transfusi tukar %.xchange Blood 1ransfusion'.B1& adalah =
> Parasitemia G I5 ? tanpa komplikasi berat
> Parasitemia G 25 ? disertai komplikasi berat lainnya seperti = serebral malaria"
A;@" A;#S" jaundice dan anemia berat.
> Parasitemia G 25 ? dengan gagal pengobatan setelah 2)()* jam pemberian
kemoterapi anti malaria yang optimal.
> Parasitemia G 25 ? disertai prognosis buruk %misal = lanjut usia" adanya late
stage parasites'skiDon pada darah perifer&
*. Pastikan darah transfusi bebas infeksi %malaria" H/F" Hepatitis&
F. P.,87BA1A, P.,9.8AHA, %$.M7P;7@/-A$S/S&
7bat yang dipakai untuk tujuan ini pada umumnya bekerja terutama pada tingkat
eritrositer" hanya sedikit yang berefek pada tingkat eksoeritrositer %hati&. 7bat
harus digunakan terus(menerus mulai minimal 2 > ) minggu sebelum berangkat
sampai * > E minggu setelah keluar dari daerah endemis malaria.
7AM yang dipakai dalam kebijakan pengobatan di /ndonesia adalah =
$lorokuin = banyak digunakan karena murah" tersedia secara luas" dan relatif aman
untuk anak(anak" ibu hamil maupun ibu menyusui. Pada dosis pencegahan obat ini
aman digunakan untuk jangka waktu )(I tahun. .fek samping = gangguan 8/ 1ract
seperti mual" muntah" sakit perut dan diare. .fek samping ini dapat dikurangi
dengan meminum obat sesudah makan.
Pencegahan pada anak =
7AM yang paling aman untuk anak kecil adalah klorokuin. #osis = C
mg'$gBB'minggu. #alam bentuk sediaan tablet rasanya pahit sehingga sebaiknya
dicampur dengan makanan atau minuman" dapat juga dipilih yang berbentuk
suspensi.
ntuk mencegah gigitan nyamuk sebaiknya memakai kelambu pada waktu tidur.
7bat pengusir nyamuk bentuk repellant yang mengandung #..1 sebaiknya tidak
digunakan untuk anak berumur H ) tahun.
Pencegahan perorangan
#ipakai oleh masing(masing indi!idu yang memerlukan pencegahan terhadap
penyakit malaria. 7bat yang dipakai = $lorokuin.
9ara pengobatannya =
( Bagi pendatang sementara =
$lorokuin diminum 2 minggu sebelum tiba di daerah malaria" selama berada di
daerah malaria dan dilanjutkan selama * minggu setelah meninggalkan daerah
malaria.
( Bagi penduduk setempat dan pendatang yang akan menetap =
Pemakaian klorokuin seminggu sekali sampai lebih dari E tahun dapat dilakukan
tanpa efek samping. Bila transmisi di daerah tersebut hebat sekali atau selama
musim penularan" obat diminum ) kali seminggu. Penggunaan ) kali seminggu
dianjurkan hanya untuk I > E bulan saja.
#osis pengobatan pencegahan = $lorokuin C mg'$gBB atau ) tablet untuk dewasa.
-ihat tabel berikut =
8olongan umur %tahun& +umlah tablet klorokuin %dosis tunggal&
% frekuensi 2 x seminggu &
5 > 2 T
2 > * S
C > < 2
25 > 2* 2 S
G 2C )
Pencegahan kelompok
#itujukan pada sekelompok penduduk" khususnya pendatang non(imun yang
sedang berada di daerah endemis malaria. Pencegahan kelompok memerlukan
pengawasan yang lebih baik. 7bat diberikan melalui unit pelayanan kesehatan"
pos(pos pengobatan malaria yang dibentuk sendiri oleh penduduk di wilayah
tersebut" atau melalui pos obat desa %P7#& yang di dalmnya menyediakan obat(
obatan lain selain obat anti malaria.
#osis dan cara pengobatan sama seperti pengobatan pencegahan perorangan.
F/. P;78,7S/S
2. Prognosis malaria berat tergantung kecepatan diagnosa dan ketepatan L
kecepatan pengobatan.
). Pada malaria berat yang tidak ditanggulangi" maka mortalitas yang dilaporkan
pada anak(anak 2C ?" dewasa )5 ?" dan pada kehamilan meningkat sampai C5 ?.
I. Prognosis malaria berat dengan kegagalan satu fungsi organ lebih baik daripada
kegagalan ) fungsi organ
> Mortalitas dengan kegagalan I fungsi organ" adalah G C5 ?
> Mortalitas dengan kegagalan * atau lebih fungsi organ" adalah G 6C ?
> Adanya korelasi antara kepadatan parasit dengan klinis malaria berat yaitu=
> $epadatan parasit H 255.555" maka mortalitas H 2 ?
> $epadatan parasit G 255.555" maka mortalitas G 2 ?
> $epadatan parasit G C55.555" maka mortalitas G C5 ?
F/. ;+$A, P.,#.;/1A
Semua penderita malaria berat dirujuk ' ditangani ;S $abupaten.
Apabila penderita tidak bersedia dirujuk dapat dirawat di puskesmas rawat inap
dengan
konsultasi kepada dokter ;S $abupaten.
Bila perlu ;S kabupaten dapat pula merujuk kepada ;S Propinsi.
9ara merujuk =
2& Setiap merujuk penderita harus disertakan surat rujukan yang berisi tentang
diagnosa" riwayat penyakit" pemeriksaan yang telah dilakukan dan tindakan yang
sudah diberikan.
)& Apabila dibuat preparat S# malaria" harus diikutsertakan.
$riteria penderita malaria yang dirawat inap =
Bila salah satu atau lebih dari gejala dibawah ini =
2. Malaria dengan komplikasi
). Malaria congenital pada bayi
I. Hiperparasitemia. %Parasitemia G C ?&
&alaria
Oleh: AsianBrain.com Content Team
Penyakit malaria adalah suatu penyakit menular yang banyak diderita oleh
penduduk di daerah tropis dan subtropis. Penyakit tersebut semula banyak
ditemukan di daerah ra(a-ra(a dan dikira disebabkan oleh udara ra(a yang
buruk' sehingga dikenal sebagai malaria !mal < elekH aria<udara".
*eiring berkembangnya teknologi kedokteran' pendapat itu dimentahkan oleh
berbagai data mutakhir.
A. Penyebab Penyakit &alaria
%. Penyakit malaria disebabkan oleh bibit penyakit yang hidup di dalam
darah manusia. Bibit penyakit tersebut termasuk binatang bersel satu'
tergolong amuba yang disebut Plasmodium.
+. Ada empat macam plasmodium yang menyebabkan malaria:
-. 6alciparum' penyebab penyakit malaria tropika. .enis malaria ini bisa
menimbulkan kematian.
/. 3i$aI' penyebab malaria tersiana. Penyakit ini sukar disembuhkan dan
sulit kambuh.
1. &alariae' penyebab malaria Juartana. 0i Indonesia penyakit ini tidak
banyak ditemukan.
>. O$ale' penyebab penyakit malaria O$ale. Tidak terdapat di Indonesia.
@. #era plasmodium adalah merusak sel-sel darah merah. 0engan
perantara nyamuk anopheles' plasodium masuk ke dalam darah
manusian dan berkembang biak dengan membelah diri.
B. Penularan dan Penyebaran Penyakit &alaria
%. Penularan penyakit malaria dari orang yang sakit kepada orang sehat'
sebagian besar melalui gigitan nyamuk. Bibit penyakit malaria dalam
darah manusia dapat terhisap oleh nyamuk' berkembang biak di dalam
tubuh nyamuk' dan ditularkan kembali kepada orang sehat yang digigit
nyamuk tersebut.
+. .enis-enis $ektor !perantara" malaria yaitu:
-. Anopheles *undaicus' nyamuk perantara malaria di daerah pantai.
/. Anopheles Aconitus' nyamuk perantara malaria daerah persa(ahan.
1. Anopheles &aculatus' nyamuk perantara malaria daerah perkebunan'
kehutanan dan pegunungan.
E. Penularan yang lain adalah melalu transfusi darah. 7amun
kemungkinannya sangat kecil.
C. Tanda-tanda penyakit malaria
%. 0imulai dengan dingin dan sering sakit kepala. Penderita menggigil
atau gemetar selama %1 menit sampai satu am.
+. 0ingin diikuti demam dengan suhu /5 deraat atau lebih. Penderita
lemah' kulitnya kemerahan dan menggigau. 0emam berakhir serelah
beberapa am.
-. Penderita mulai berkeringat dan suhunya menurun. *etelah serangan
itu berakhir' penderita merasa lemah tetapi keadaannya tidak
mengkha(atirkan.
0. Bahaya penyakit malaria:
%. ,asa sakit yang ditimbulkan sangat menyiksa si penderita
+. Tubuh yang sangat lemah' sehingga tidak dapat bekera seperti biasa
I. 0apat menimbulkan kematian pada anak-anak dan bayi
/. Perkembangan otak bisa terganggu pada anak-anak dan bayi' sehingga
menyebabkan kebodohan.
2. Tindakan dan Pengobatan:
%. &emutus rantai penularan dengan memilih mata rantai yang paling
lemah. &ata rantai tersebut adalah penderita dan nyamuk malaria.
+. *eluruh penderita yang memiliki tanda-tanda malaria diberi
pengobatan pendahuluan dengan tuuan untuk menghilangkan rasa
sakit dan mencegah penularan selama %5 hari.
-. Bagi penderita yang dinyatakan positif menderita malaria setelah diui
di laboratorium' akan diberi pengobatan secara sempurna.
/. Bagi orang-orang yang akan masuk ke daerah endemis malaria seperti
para calon transmigran' perlu diberi obat pencegahan.
6. Tindakan-tindakan Pencegahan:
%. 4sahakan tidur dengan kelambu' memberi ka(at kasa' memakai obat
nyamuk bakar' menyemprot ruang tidur' dan tindakan lain untuk
mencegah nyamuk berkembang di rumah.
+. 4saha pengobatan pencegahan secara berkala' terutama di daerah
endemis malaria.
-. &enaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan ruang tidur'
semak-semak sekitar rumah' genangan air' dan kandang-kandang
ternak.
/. &emperbanyak umlah ternak seperti sapi' kerbau' kambing' kelinci
dengan menempatkan mereka di luar rumah di dekat tempat nyamuk
bertelur.
1. &emelihara ikan pada air yang tergenang' seperti kolam' sa(ah dan
parit. Atau dengan memberi sedikit minyak pada air yang tergenang.
>. &enanam padi secara serempak atau diselingi dengan tanaman kering
atau pengeringan sa(ah secara berkala
@. &enyemprot rumah dengan 00T.
Program yang dilakukan harus tepat' mudah' dan murah.
1B.;$-7S/S
-atar belakang
Micobacterium tuberculosis %1B& telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia"
menurut KH7 sekitar 3 juta penduduk dunia diserang 1B dengan kematian I juta
orang per tahun %KH7" 2<<I&. #i negara berkembang kematian ini merupakan
)C? dari kematian penyakit yang sebenarnya dapat diadakan pencegahan.
#iperkirakan <C? penderita 1B berada di negara(negara berkembang #engan
munculnya epidemi H/F'A/#S di dunia jumlah penderita 1B akan meningkat.
$ematian wanita karena 1B lebih banyak dari pada kematian karena kehamilan"
persalinan serta nifas %KH7&. KH7 mencanangkan keadaan darurat global untuk
penyakit 1B pada tahun 2<<I karena diperkirakan sepertiga penduduk dunia telah
terinfeksi kuman 1B.
#i /ndonesia 1B kembali muncul sebagai penyebab kematian utama setelah
penyakit jantung dan saluran pernafasan. Penyakit 1B paru" masih menjadi
masalah kesehatan masyarakat. Hasil sur!ey kesehatan rumah tangga %S$;1&
tahun 2<<C menunjukkan bahwa tuberkulosis merupakan penyebab kematian
nomor I setelah penyakit kardio!askuler dan penyakit saluran pernapasan pada
semua golongan usia dan nomor / dari golongan infeksi. Antara tahun 2<6< > 2<3)
telah dilakukan sur!ey pre!alensi di 2C propinsi dengan hasil )55(*55 penderita
tiap 255.555 penduduk.
#iperkirakan setiap tahun *C5.555 kasus baru 1B dimana sekitar 2'I penderita
terdapat disekitar puskesmas" 2'I ditemukan di pelayanan rumah sakit'klinik
pemerintahd an swasta" praktek swasta dan sisanya belum terjangku unit
pelayanan kesehatan. Sedangkan kematian karena 1B diperkirakan 26C.555 per
tahun.
Penyakit 1B menyerang sebagian besar kelompok usia kerja produktif" penderita
1B kebanyakan dari kelompok sosio ekonomi rendah. #ari 2<<C(2<<3" cakupan
penderita 1B Paru dengan strategi #71S %#irectly 7bser!ed 1reatment Shortcourse
9hemotherapy& (atau pengawasan langsung menelan obat jangka pendek'setiap
hari( baru mencapai IE? dengan angka kesembuhan 36?. Sebelum strategi #71S
%2<E<(2<<*& cakupannya sebesar CE? dengan angka kesembuhan yang dapat
dicapai hanya *5(E5?. $arena pengobatan yang tidak teratur dan kombinasi obat
yang tidak cukup dimasa lalu kemungkinan telah timbul kekebalan kuman 1B
terhadap 7A1 %obat anti tuberkulosis& secara meluas atau multi drug resistance
%M#;&.
#eBnisi =
Penyakit 1uberkulosis= adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh
kuman 1B %Mycobacterium 1uberculosis&" sebagian besar kuman 1B menyerang
Paru" tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya.
$uman 1uberkulosis =
$uman ini berbentuk batang" mempunyai sifat khusus yaitu taha terhadap asam
pada pewarnaan" 7leh karena itu disebut pula sebagai Basil 1ahan Asam %B1A&"
kuman 1B cepat mati dengan sinar matahari langsung" tetapi dapat bertahan
hidup beberapa jam ditempat yang gelap dan lembab. #alam jaringan tubuh
kuman ini dapat #ormant" tertidur lama selama beberapa tahun.
9ara Penularan =
Sumber penularana adalah penderita 1B B1A positif. Pada waktu batuk atau bersin"
penderita menyebarkan kuman keudara dalam bentuk #roplet %percikan #ahak&.
#roplet yang mengandung kuman dapat bertahan diudara pada suhu kamar
selama beberapa jam. 7rang dapat terinfeksi kalau droplet tersebut terhirup
kedalam saluran pernapasan. Selama kuman 1B masuk kedalam tubuh manusia
melalui pernapasan" kuman 1B tersebut dapat menyebar dari paru kebagian tubuh
lainnya" melalui sistem peredaran darah" sistem saluran linfe"saluran napas" atau
penyebaran langsung kebagian(nagian tubuh lainnya.
#aya penularan dari seorang penderita ditentukan oleh banyaknya kuman yang
dikeluarkan dari parunya. Makin tinggi derajat positif hasil pemeriksaan dahak"
makin menular penderita tersebut. Bila hasil pemeriksaan dahak negatif %tidak
terlihat kuman&" maka penderita tersebut dianggap tidak menular.
$emungkinan seseorang terinfeksi 1B ditentukan oleh konsentrasi droplet dalam
udara dan lamanya menghirup udara tersebut.
;esiko Penularan =
;esiko penularan setiap tahun %Annual ;isk of 1uberculosis /nfection M A;1/& di
/ndonesia dianggap cukup tinggi dan berfariasi antara 2 > ) ?. Pada daerah
dengan A;1/ sebesar 2 ?" berarti setiap tahun diantara 2555 penduduk" 25
%sepuluh& orang akan terinfeksi. Sebagian besar dari orang yang terinfeksi tidak
akan menjadi penderita 1B" hanya 25 ? dari yang terinfeksi yang akan menjadi
penderita 1B. #ari keterangan tersebut diatas" dapat diperkirakan bahwa daerah
dengan A;1/ 2 ?" maka diantara 255.555 penduduk rata(rata terjadi 255 %seratus&
penderita tuberkulosis setiap tahun" dimana C5 ? penderita adalah B1A positif.
@aktor yang mempengaruhi kemungkinan seseorang menjadi penderita 1B adalah
daya tahan tubuh yang rendahA diantaranya karena giDi buruk atau H/F'A/#S.
;iwayat terjadinya 1uberkulosis
/nfeksi Primer =
/nfeksi primer terjadi saat seseorang terpapar pertama kali dengan kuman 1B.
#roplet yang terhirup sangat kecil ukurannya" sehingga dapat melewati sistem
pertahanan mukosillier bronkus" dan terus berjalan sehinga sampai di al!eolus dan
menetap disana. /nfeksi dimulai saat kuman 1B berhasil berkembang biak dengan
cara pembelahan diri di Paru" yang mengakibatkan peradangan di dalam paru"
saluran linfe akan membawa kuma 1B ke kelenjar linfe disekitar hilus paru" dan ini
disebut sebagai kompleks primer. Kaktu antara terjadinya infeksi sampai
pembentukan kompleks primer adalah * > E minggu.
Adanya infeksi dapat dibuktikan dengan terjadinya perubahan reaksi tuberkulin
dari negatif menjadi positif.
$elanjutan setelah infeksi primer tergantung kuman yang masuk dan besarnya
respon daya tahan tubuh %imunitas seluler&. Pada umumnya reaksi daya tahan
tubuh tersebut dapat menghentikan perkembangan kuman 1B. Meskipun
demikian" ada beberapa kuman akan menetap sebagai kuman persister atau
dormant %tidur&. $adang(kadang daya tahan tubuh tidak mampu mengehentikan
perkembangan kuman" akibatnya dalam beberapa bulan" yang bersangkutan akan
menjadi penderita 1uberkulosis. Masa inkubasi" yaitu waktu yang diperlukan mulai
terinfeksi sampai menjadi sakit" diperkirakan sekitar E bulan.
1uberkulosis Pasca Primer %Post Primary 1B& =
1uberkulosis pasca primer biasanya terjadi setelah beberapa bulan atau tahun
sesudah infeksi primer" misalnya karena daya tahan tubuh menurun akibat
terinfeksi H/F atau status giDi yang buruk. 9iri khas dari tuberkulosis pasca primer
adalah kerusakan paru yang luas dengan terjadinya ka!itas atau efusi pleura.
$omplikasi Pada Penderita 1uberkulosis =
$omplikasi berikut sering terjadi pada penderita stadium lanjut =
Hemoptisis berat %perdarahan dari saluran napas bawah& yang dapat
mengakibatkan kematian karena syok hipo!olemik atau tersumbatnya jalan napas.
$olaps dari lobus akibat retraksi bronkial.
Bronkiectasis dan @ibrosis pada paru.
Pneumotoraks spontan= kolaps spontan karena kerusakan jaringan paru.
Penyebaran infeksi ke organ lain seperti otak" tulang" persendian" ginjal dan
sebagainya.
/nsuBsiensi $ardio Pulmoner %9ardio Pulmonary /nsuUciency&.
Penderita yang mengalami komplikasi berat perlu dirawat inap di rumah sakit.
Penderita 1B paru dengan kerusakan jaringan luas yang telah sembuh %B1A
negatif& masih bisa mengalami batuk darah. $eadaan ini seringkali dikelirukan
dengan kasus kambuh. Pada kasus seperti ini" pengobatan dengan 7A1 tidak
diperlukan" tapi cukup diberikan pengobatan simptomatis. Bila perdarahan berat"
penderita harus dirujuk ke unit spesialistik.
Perjalanan Alamiah 1B yang 1idak #iobati =
1anpa pengobatan" setelah lima tahun" C5 ? dari penderita 1B akan meninggal" )C
? akan sembuh sendiri dengan daya tahan tubuh tinggi" dan )C ? sebagai >kasus
$ronik> yang tetap menular %KH7 2<<E&.
Pengaruh /nfeksi H/F =
/nfeksi H/F mengakibatkan kerusakan luas sistem daya tahan tubuh seluler
%9ellular /mmunity&" sehingga jika terjadi infeksi oportunistik" seperti tuberkulosis"
maka yang bersangkutan akan menjadi sakit parah bahkan mengakibatkan
kematian. Bila jumlah orang terinfeksi H/F meningkat" maka jumlah penderita 1B
akan meningkat" dengan demikian penularan 1B di masyarakat akan meningkat
pula.
8ejala ( gejala 1uberkulosis
8ejala mum =
Batuk terus menerus dan berdahak selama I %tiga& minggu atau lebih.
8ejala -ain :ang Sering #ijumpai =
#ahak bercampur darah.
Batuk darah.
Sesak napas dan rasa nyeri dada.
Badan lemah" nafsu makan menurun" berat badan turun" rasa kurang enak badan
%malaise&" berkeringat malam walaupun tanpa kegiatan" demam meriang lebih dari
sebulan.
Penemuan pederita 1uberkulosis %1B&
Penemuan Penderita 1uberkulosis Pada 7rang #ewasa.
Penemuan penderita 1B dilakukan secara Pasif" artinya penjaringan tersangka
penderita dilaksanakan pada mereka yang datang berkunjung ke unit pelayanan
kesehatan. Penemuan secara pasif tersebut didukung dengan penyuluhan secara
aktif" baik oleh petugas kesehatan maupun masyarakat" untuk meningkatkan
cakupan penemuan tersangka penderita. 9ara ini biasa dikenal dengan sebutan
Passi!e Promoti!e 9ase @inding
Selain itu" semua kontak penderita 1B paru B1A positif dengan gejala sama" harus
diperiksa dahaknya. Seorang petugas kesehatan diharapkan menemukan
tersangka penderita sedini mungkin" mengingat tuberkulosis adalah penyakit
menular yang dapat mengakibatkan kematian.Semua tersangka penderita harus
diperiksa I spesimen dahak dalam waktu ) hari berturut(turut" yaitu sewaktu >
pagi > sewaktu %SPS&.
Penemuan Penderita 1uberkulosis Pada Anak.
Penemuan penderita tuberkulosis pada anak merupakan hal yang sulit. Sebagian
besar diagnosis tuberkulosis anak didasarkan atas gambaran klinis" gambaran
radiologis dan uji tuberkulin.
#iagnosis 1uberkulosis %1B&
#iagnosis 1uberkulosis Pada 7rang #ewasa.
#iagnosis 1B paru pada orang dewasa dapat ditegakkan dengan ditemukannya
B1A pada pemeriksaan dahak secara mikroskopis. Hasil pemeriksaan dinyatakan
positif apabila sedikitnya dua dari tiga SPS B1A hasilnya positif.
Bila hanya 2 spesimen yang positif perlu diadakan pemeriksaan lebih lanjut yaitu
foto rontgen dada atau pemeriksaan spesimen SPS diulang.
$alau hasil rontgen mendukung 1B" maka penderita diidagnosis sebagai penderita
1B B1A positif.
$alau hasil rontgen tidak mendukung 1B" maka pemeriksaan lain" misalnya biakan.
Apabila fasilitas memungkinkan" maka dapat dilakukan pemeriksaan lain" misalnya
biakan.
Bila tiga spesimen dahak negatif" diberikan antibiotik spektrum luas %misalnya
kotrimoksasol atau Amoksisilin& selama 2 > ) minggu. Bila tidak ada perubahan"
namun gejala klinis tetap mencurigakan 1B" ulangi pemeriksaan dahak SPS =
$alau hasil SPS positif" didiagnosis sebagai penderita 1B B1A positif.
$alau hasil SPS tetap negatif" lakukan pemriksaan foto rontgen dada" untuk
mendukung diagnosis 1B.
( Bila hasil rontgen mendukung 1B" diagnosis sebagai penderita 1B B1A negatif
rontgen positif.
( Bila hasil ropntgen tidak mendukung 1B" penderita tersebut bukan 1B.
P$ yang tidak memiliki fasilitas rontgen" penderita dapat dirujuk untuk difoto
rontgen dada.
A-; #/A8,7S/S 1B.;$-7S/S PA; PA#A 7;A,8 #.KASA
#i /ndonesia" pada saat ini" uji tuberkulin tidak mempunyai arti dalam menentukan
diagnosis 1B pada orang dewasa" sebab sebagian besar masyarakat sudah
terinfeksi dengan Mycobacterium 1uberculosis $arena tingginya pre!alensi 1B.
Suatu uji tuberkulin positif hanya menunjukkan bahwa yang bersangkutan pernah
terpapar dengan Mycobacterium 1uberculosis . #ilain pihak" hasil uji tuberkulin
dapat negatif meskipun orang tersebut menderita tuberkulosis. Misalnya pada
penderita H/F ' A/#S" malnutrisi berat" 1B milier dan Morbili.
;e0eksi Hari 1B9 Sedunia
Setiap tanggal )* Maret diperingati sebagai hari 1uberkulosis %1B9& sedunia. 1ahun
ini peringatan hari 1B9 sedunia bertemakan V.!ery Breath 9ounts" Stop 1B ,owWV.
1ema ini menekankan pada kata VbreathV yang tidak hanya berarti pernapasan"
tetapi juga merupakan pusat dari segala akti!itas manusia. Sehingga" rusaknya
VbreathV karena 1B9 akan mengakibatkan rusaknya segala akti!itas manusia.
1ema ini sekali lagi mengingatkan kita akan bahaya 1B9 dan urgensi
pemberantasannya. #alam rangka memperingati hari 1B9 ini juga dilakukan V)nd
Stop 1B9 PartnersV" forum dan kampanye Stop 1B9 untuk )55*()55C yang
diselenggarakan di ,ew #elhi.
Pembunuh massal
1idaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa bakteri mycobacterium tuberculosis
yang menyebabkan 1B9 adalah bekteri pembunuh massal. KH7 memperkirakan
bakteri ini membunuh sekitar ) juta jiwa setiap tahunnya. Antara tahun )55)()5)5
diperkirakan sekitar 2 miliar manusia akan terinfeksi. #engan kata lain
pertambahan jumlah infeksi lebih dari CE juta tiap tahunnya. Biasanya C(25 persen
di antara infeksi berkembang menjadi penyakit" dan *5 persen di antara yang
berkembang menjadi penyakit berakhir dengan kematian.
+ika dihitung" pertambahan jumlah pasien 1B9 akan bertambah sekitar )"3(C"E juta
setiap tahun" dan 2"2()") juta jiwa meninggal setiap tahun karena 1B9. Perkiraan
KH7" yakni ) juta jiwa meninggal tiap tahun" adalah berdasarkan perhitungan ini.
Angka ini adalah angka yang besar" karena )(* orang terinfeksi setiap detik" dan
hampir * orang setiap menit meninggal karena 1B9 ini. $ecepatan penyebaran
1B9 bisa meningkat lagi sesuai dengan peningkatan penyebaran H/F'A/#S dan
munculnya bakteri 1B9 yang resisten terhadap obat.
Selain itu migrasi manusia juga mempercepat penyebaran 1B9. #i Amerika
Serikat" hampir *5 persen dari penderita 1B9 adalah orang yang lahir di luar
negeri. Mereka imigrasi ke Amerika dan menjadi sumber penyebaran 1B9. Begitu
juga dengan meningkatnya jumlah pengungsi akibat perang dengan lingkungan
yang tidak sehat sehingga memudahkan penyebaran 1B9. #iperkirakan sebanyak
C5 persen dari pengungsi di dunia berpeluang terinfeksi 1B9.
#i kawasan Asia 1enggara" data KH7 %http=www.whosea.org& menunjukan bahwa
1B9 membunuh sekitar ).555 jiwa setiap hari. #an sekitar *5 persen dari kasus
1B9 di dunia berada di kawasan Asia 1enggara. #ua di antara tiga negara dengan
jumlah penderita 1B9 terbesar di dunia" yaitu /ndia dan /ndonesia" berada di
wilayah ini. /ndonesia berada di bawah /ndia" dengan jumlah penderita terbanyak
di dunia" diikuti 9ina di peringkat kedua.
#ibandingkan dengan penyakit menular lainnya" 1B9 juga menjadi pembunuh
nomor satu di kawasan ini" di mana jumlahnya )(I kali jumlah kematian yang
disebabkan oleh H/F'A/#S yang berada di peringkat kedua. Sementara itu"
penyakit tropis seperti demam berdarah dengue %#B#& tidak sampai
sepersepuluhnya. $ita bisa membayangkan betapa seriusnya masalah 1B9 ini.
$arena itu" perlu kita sadari kembali bahwa 1B9 adalah penyakit yang sangat
perlu mendapat perhatian untuk ditanggulangi. $arena bakteri mycobacterium
tuberculosis sangat mudah menular melalui udara pada saat pasien 1B9 batuk
atau bersin" bahkan pada saat meludah dan berbicara. Satu penderita bisa
menyebarkan bakteri 1B9 ke 25(2C orang dalam satu tahun.
Berdasarkan data ;umah Sakit VProf #; Sulianti SarosoV %http=www.infeksi.com&" di
/ndonesia tiap tahun terdapat C3I ribu kasus dan 2*5 ribu di antaranya meninggal
dunia. +ika dihitung" setiap hari *)C orang meninggal akibat 1B9 di /ndonesia.
$alau 2 orang pasien bisa menularkan ke 25 orang" pada tahun berikutnya jumlah
yang tertular adalah C"3 juta orang. $arena itu" jelaslah bahwa 1B9 adalah
pembunuh massal yang harus diberantas.
1erapi 1B9
$arena yang menjadi sumber penyebaran 1B9 adalah penderita 1B9 itu sendiri"
pengontrolan efektif 1B9 mengurangi pasien 1B9 tersebut. Ada dua cara yang
tengah dilakukan untuk mengurangi penderita 1B9 saat ini" yaitu terapi dan
imunisasi. ntuk terapi" KH7 merekomendasikan strategi penyembuhan 1B9
jangka pendek dengan pengawasan langsung atau dikenal dengan istilah #71S
%#irectly 7bser!ed 1reatment Shortcourse 9hemotherapy&. #alam strategi ini ada
tiga tahapan penting" yaitu mendeteksi pasien" melakukan pengobatan" dan
melakukan pengawasan langsung.
#eteksi atau diagnosa pasien sangat penting karena pasien yang lepas dari
deteksi akan menjadi sumber penyebaran 1B9 berikutnya. Seseorang yang batuk
lebih dari I minggu bisa diduga mengidap 1B9. 7rang ini kemudian harus
didiagnosa dan dikonBrmasikan terinfeksi kuman 1B9 atau tidak. Sampai saat ini"
diagnosa yang akurat adalah dengan menggunakan mikroskop. #iagnosa dengan
sinar(R kurang spesiBk" sedangkan diagnosa secara molekular seperti Polymerase
9hain ;eaction %P9;& belum bisa diterapkan.
+ika pasien telah diidentiBkasi mengidap 1B9" dokter akan memberikan obat
dengan komposisi dan dosis sesuai dengan kondisi pasien tersebut. Adapun obat
1B9 yang biasanya digunakan adalah isoniaDid" rifampicin" pyraDinamide"
streptomycin" dan ethambutol. ntuk menghindari munculnya bakteri 1B9 yang
resisten" biasanya diberikan obat yang terdiri dari kombinasi I(* macam obat ini.
#okter atau tenaga kesehatan kemudian mengawasi proses peminuman obat
serta perkembangan pasien. /ni sangat penting karena ada kecendrungan pasien
berhenti minum obat karena gejalanya telah hilang. Setelah minum obat 1B9
biasanya gejala 1B9 bisa hilang dalam waktu )(* minggu. Kalaupun demikian"
untuk benar(benar sembuh dari 1B9 diharuskan untuk mengkonsumsi obat
minimal selama E bulan. .fek negatif yang muncul jika kita berhenti minum obat
adalah munculnya kuman 1B9 yang resisten terhadap obat. +ika ini terjadi" dan
kuman tersebut menyebar" pengendalian 1B9 akan semakin sulit dilaksanakan.
#71S adalah strategi yang paling efektif untuk menangani pasien 1B9 saat ini"
dengan tingkat kesembuhan bahkan sampai <C persen. #71S diperkenalkan sejak
tahun 2<<2 dan sekitar 25 juta pasien telah menerima perlakuan #71S ini. #i
/ndonesia sendiri #71S diperkenalkan pada tahun 2<<C dengan tingkat
kesembuhan 36 persen pada tahun )555 %http=www.who.int&. Angka ini melebihi
target KH7" yaitu 3C persen" tapi sangat disayangkan bahwa tingkat deteksi
kasus baru di /ndonesia masih rendah. Berdasarkan data KH7" untuk tahun )552"
tingkat deteksi hanya )2 persen" jauh di bawah target KH7" 65 persen. $arena itu"
usaha untuk medeteksi kasus baru perlu lebih ditingkatkan lagi.
/munisasi
Pengontrolan 1B9 yang kedua adalah imunisasi. /munisasi ini akan memberikan
kekebalan aktif terhadap penyaki 1B9. Faksin 1B9" yang dikenal dengan nama
B98 terbuat dari bakteri M tuberculosis strain Bacillus 9almette(8uerin %B98&.
Bakteri ini menyebabkan 1B9 pada sapi" tapi tidak pada manusia. Faksin ini
dikembangkan pada tahun 2<C5 dari bakteri M tuberculosis yang hidup %li!e
!accine&" karenanya bisa berkembang biak di dalam tubuh dan diharapkan bisa
mengindus antibodi seumur hidup. Selain itu" pemberian dua atau tiga kali tidak
berpengaruh. $arena itu" !aksinasi B98 hanya diperlukan sekali seumur hidup. #i
/ndonesia" diberikan sebelum berumur dua bulan.
/munisasi 1B9 ini tidak sepenuhnya melindungi kita dari serangan 1B9. 1ingkat
efekti!itas !aksin ini berkisar antara 65(35 persen. $arena itu" walaupun telah
menerima !aksin" kita masih harus waspada terhadap serangan 1B9 ini. $arena
efekti!itas !aksin ini tidak sempurna" secara global ada dua pendapat tentang
imunisasi 1B9 ini. Pendapat pertama adalah tidak perlu imunisasi. Amerika Serikat
adalah salah satu di antaranya. Amerika Serikat tidak melakukan !aksinasi B98"
tetapi mereka menjaga ketat terhadap orang atau kelompok yang berisiko tinggi
serta melakukan diagnosa terhadap mereka. Pasien yang terdeteksi akan langsung
diobati. Sistem deteksi dan diagnosa yang rapi inilah yang menjadi kunci
pengontorlan 1B9 di AS.
Pendapat yang kedua adalah perlunya imunisasi. $arena tingkat efekti!itasnya 65(
35 persen" sebagian besar rakyat bisa dilindungi dari infeksi kuman 1B9. ,egara(
negara .ropa dan +epang adalah negara yang menganggap perlunya imunisasi.
Bahkan +epang telah memutuskan untuk melakukan !aksinasi B98 terhadap
semua bayi yang lahir tanpa melakukan tes 1uberculin" tes yang dilakukan untuk
mendeteksi ada(tidaknya antibodi yang dihasikan oleh infeksi kuman 1B9. +ika
hasil tes positif" dianggap telah terinfeksi 1B9 dan tidak akan diberikan !aksin.
$arena jarangnya kasus 1B9 di +epang" dianggap semua anak tidak terinfeksi
kuman 1B9" sehingga diputuskan bahwa tes 1uberculin tidak perlu lagi
dilaksanakan.
Bagaimana dengan /ndonesia> $arena /ndonesia adalah negara yang besar
dengan jumlah penduduk yang banyak" agaknya masih perlu melaksanakan
!aksinasi B98 ini. #engan melaksanakan !aksinasi ini" jumlah kasus dugaan
%suspected cases& jauh akan berkurang" sehingga memudahkan kita untuk
mendeteksi pasien 1B9" untuk selanjutnya dilakukan terapi #71S untuk pasien
yang terdeteksi. $edua pendekatan" yaitu !aksinasi dan terapi perlu dilakukan
untuk memberantas 1B9 dari bumi /ndonesia.
= Andi tama %Peneliti Puslit Bioteknologi(-/P/ dan Pemerhati Masalah $esehatan&
P.;A,8/ 1B9 =
25 HA- 1.,1A,8 1B9 #A, P.,A,88-A,8A,,:A.
25 @A$1A P.,1/,8 M.,8.,A/ S/1AS/ 1B9 #/ /,#7,.S/A
1iap tahun terdapat C3I.555 kasus 1B9 di /ndonesia
Secara nasional" 1B9 >membunuh> kira(kira 2*5.555 orang setiap tahun
Setiap hari *)C orang meninggal akibat 1B9 di /ndonesia.
/ndonesia merupakan >penyumbang> kasus 1B9 ke(I di #unia" setelah ;;9 dan
/ndia.
1ingkat resiko untuk terserang 1B9 di /ndonesia berkisar antara 2"6 ? ( *"* ?
% menurut data 2<6)(2<36 &.
Sekitar X pasien 1B9 di /ndonesia tergolong dalam usia produktif.
1ahun 2<<C" pemerintah /ndonesia mulai mengadopsi starategi #71S %#irectly
7bser!ed 1ratment Short(9ourse& untuk menanggulangi 1B9.
1ahun 2<<E" obat 1B9 di Puskesmas diberikan dalam bentuk $ombipak.
1ahun 2<<< merupakan dimulainya era penting dalam penanggulangan 1B9 di
/ndonesia" karena dibentuknya 8.;#,AS(1B9 %8erakan 1erpadu ,asional
Penanggulangan 1B9& yang merupakan wujut nyata kemitraan dengan berbagai
sektor yang terkait dalam penanggulangan 1B9 di /ndoensia.
Penelitian ekonomi kesehatan di /ndonesia menemukan bahwa jika pengobatan
dapat diterapkan secara dini" setiap SY 2 yang untuk program penanggulangan
1B9" maka akan dapat menghemat SY CC dalam waktu )5 tahun.
25 @A$1A P.,1/,8 M.,8.,A/ 1B9
1iap tahun selalu terdapat peningkatan jumlah penderita 1B9 yang tinggi
dibandingkan tahun sebelumnya.
1B9 membunuh lebih banyak kaum muda dan wanita dibandingkan penyakit
menular lainnya.
1erdapat sekitar ) sampai I juta orang meninggal akibat 1B9 setiap tahun.
Sesungguhnya setiap kematian akibat 1B9 itu bisa dihindari.
Setiap detik" ada 2 orang yang meninggal akibat tertular 1B9.
Setiap * detik" ada yang sakit akibat tertular 1B9.
Setiap tahun. 2 ? dari seluruh populasi di seluruh dunia terjangkit oleh penyakit
1B9.
Sepertiga dari jumlah penduduk di dunia ini sudah tertular oleh kuman 1B9
%walaupun& belum terjangkit oleh penyakitnya.
Penderita 1B9 yang tidak berobat dapat menularkan pentakit kepada sekitar 25 >
2C orang dalam jangka waktu 2 tahun.
Seperti halnya 0u" kuman 1B9 menyebar di udara pada saat seseorang yang
menderita 1B9 batuk dan bersin" meludah atau berbicara.
$uman 1B9 biasanya menyerang paru(paru.
25 @A$1A P.,1/,8 M.,8.,A/ 1B9 L P.;P/,#AHA, P.,##$
Sekitar C5 ? dari jumlah pengungsi di seluruh dunia kemungkinan telah tertular
1B9" Setiap tahunnya" lebih dari 26.555 orang pengungsi menderita sakit akibat
1B9.
Populasi pengungsi menghadapi peningkatan masalah akibat 1B9A jumlah
pengungsi dan pelarian di seluruh dunia telah berlipat < kali selama )5 tahun
terakhir.
Penderita 1B9 yang tidak dirawat dapat menyebarkan penyakitnya secara cepat"
terutama di lingkungan penampungan dan kamp pengungsi" Amatlah sulit
memberikan perawatan 1B9 bagi penduduk yang berpindah(pindah.
KH7 merekomendasikan bahwa 1B9 harus menjadi prioritas utama" sesegera
mungkin setelah fase darurat bagi para pengungsi itu berlalu.
1urisme" perjalanan antar(negara dan migrasi menunjang terjadinya penyebaran
kuman 1B9.
#i banyak negara industri maju" paling tidak setengah dari jumlah kasus 1B9"
ditemukan pada orang(orang yang lahir di negara lain.
#i Amerika Serikat" 2'I dari jumlah kasus 1B9" ditemukan pada orang yang tempat
kelahirannya bukan di AS
+umlah kasus 1B9 di AS diantara orang(orang yanglahirnya bukan di AS"
senantiasa meningkat setiap tahun.
$aum gelandangan di negara maju merupakan golongan yang resiko tertular 1B9(
nya semakin meningkat.
Pada tahun 2<<C" dilaporkan bahwa hampir I5 ? dari populasi gelandangan di San
@rancisco %AS& dan sekitar )C ? dari populasi gelandangan di -ondon %/nggris&
telah tertular oleh kuman 1B9 > jauh lebih tinggi daripada rata(rata nasional di
kedua negara tersebut.
25 @A$1A P.,1/,8 M.,8.,A/ 1B9 L P.;.MPA,
1B9 merupakan penyakit menular paling ganas yang menyerang dan membunuh
kaum perempuan.
-ebih dari <55 juta wanita di seluruh dunia tertular oleh kuman 1B9. 2 juta
diantaranya akan meninggal dan )"C juta akan segera menderita penyakit
tersebut pada tahun ini" Perempuan yang menderita 1B9 ini berusia antara 2C > **
tahun.
1B9 merupakan penyakit pembunuh yang paling mematikan bagi perempuan
muda usia.
1B9 memiliki andil sekitar < ? dari kematian berusia 2C(** tahun" dibandingkan
penyebab kematian lainnya %akibat perang=*?"H/F=I?"dan penyakit jantung=I ? &.
Perempuan dalam usia reproduksi lebih rentan terhadap 1B9 dan lebih mungkin
terjangkit oleh penyakit 1B9 dibandingkan pria dari kelompok usia yang sama.
Kanita pada kelompok usia reproduksi juga beresiko lebih tinggi terhadap
penuaran H/F.
#i sebagian negara Afrika" jumlah perempuan yang terjangkit 1B9 lebih besar
dibandingkan jumlah penderita pria.
1B9 menyebabkan jumlah kematian lebih besar bagi wanita dibandingkan
kematian akibat melahirkan.
#i beberapa bagian dunia" stigma atau rasa malu akibat 1B9 menyebabkan
terjadinya isolasi" pengucilan dan perceraian bagi kaum wanita.
#i beberapa bagian dunia" pergerakan kaum perempuan sedang mengusahakan
adanya upaya lebih baik penanggulangan penyakit 1B9.
APA$AH #71S /1 >
#71S atau kependekan dari #irectly 7bser!ed 1reatment" Short(course adalah
strategi penyembuhan 1B9 jangka pendek dengan pengawasan secara langsung.
#engan menggunakan startegi #71S" maka proses penyembuhan 1B9 dapat
secara cepat.
#71S menekankan pentingnya pengawasan terhadap penderita 1B9 agar menelan
obatnya secara teratur sesuai ketentuan sampai dinyatakan sembuh.
Strategi #71S memberikan angka kesembuhan yang tinggi" bisa sampai <C ?.
Startegi #71S direkomendasikan oleh KH7 secara global untuk menanggulangi
1B9.
Strategi #71S terdiri dari C komponen" yaitu =
o Adanya komitmen politis dari pemerintah untuk bersungguh(sungguh
menanggulangi 1B9.
o #iagnosis penyakit 1B9 melalui pemeriksaan dahak secara mikroskopis
o Pengobatan 1B9 dengan paduan obat anti(1B9 jangka pendek" diawasi secara
langsung oleh PM7 %Pengawas Menelan 7bat&.
o 1ersedianya paduan obat anti(1B9 jangka pendek secara konsisten.
o Pencatatan dan pelaporan mengenai penderita 1B9 sesuai standar.
Bank dunia menyatakan strategi #71S merupakan strategi kesehatan yang
paling >cost eZecti!e>.
Bangladesh = #engan strategi #71S" angka kesembuhan mampu mencapai sekitar
35 ?.
Maldi!es = Angka kesembuhan mencapai angka sekitar 3C ? berkat strategi #71S.
,epal = Setelah menggunakan #71S" angka kesembuhan mencapai 3C ? (
sebelumnya hanya mencapai C5 ?.
;;9 = 1ingkat kesembuhan mencapai <5 ? dengan #71S.
TBC
Tuberkulosis %TBC atau TB& adalah suatu penyakit infeksi
yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa.
Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat
sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya.
Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru(paru
dibandingkan bagian lain tubuh manusia.
/nsidensi 1B9 dilaporkan meningkat secara drastis pada
dekade terakhir ini di seluruh dunia. #emikian pula di
/ndonesia" 1uberkulosis ' 1B9 merupakan masalah
kesehatan" baik dari sisi angka kematian %mortalitas&" angka kejadian penyakit
%morbiditas&" maupun diagnosis dan terapinya. #engan penduduk lebih dari )55
juta orang" Indonesia menempati urutan ketiga setelah India dan China
dalam hal jumlah penderita di antara )) negara dengan masalah 1B9 terbesar di
dunia.
Hasil sur!ei $esehatan ;umah 1angga #epkes ;/ tahun 2<<)" menunjukkan bahwa
Tuberkulosis / TBC merupakan penyakit kedua penyebab kematian"
sedangkan pada tahun 2<3E merupakan penyebab kematian keempat. Pada tahun
2<<< KH7 8lobal Sur!eillance memperkirakan di /ndonesia terdapat C3I.555
penderita 1uberkulosis ' 1B9 baru pertahun dengan )E).555 B1A positif atau
insidens rate kira(kira 2I5 per 255.555 penduduk. $ematian akibat 1uberkulosis '
1B9 diperkirakan menimpa 2*5.555 penduduk tiap tahun.
+umlah penderita 1B9 paru dari tahun ke tahun di /ndonesia terus meningkat. Saat
ini setiap menit muncul satu penderita baru 1B9 paru" dan setiap dua menit
muncul satu penderita baru 1B9 paru yang menular. Bahkan setiap empat menit
sekali satu orang meninggal akibat 1B9 di /ndonesia.
$enyataan mengenai penyakit 1B9 di /ndonesia begitu mengkhawatirkan"
sehingga kita harus waspada sejak dini L mendapatkan informasi lengkap tentang
penyakit 1B9 . Simak semua informasi mengenai penyakit 1B9" pengobatan 1B9"
ji 1B9 dan $lasiBkasi 1B9" 7bat 1B9 dan pertanyaan seputar 1B9 yang ada di
website ini.
Uji Tuberkulin dan Klasifikasi TBC
Pada anak' ui tuberkulin merupakan pemeriksaan paling bermanfaat untuk
menunukkan sedang:pernah terinfeksi &ikobakterium tuberkulosa dan sering
digunakan dalam K*creening TBCK. 2fektifitas dalam menemukan infeksi TBC
dengan ui tuberkulin adalah lebih dari =5E.
Penderita anak umur kurang dari % tahun yang menderita TBC aktif ui
tuberkulin positif %55E' umur %L+ tahun =+E' +L/ tahun @?E' /L> tahun
@1E' dan umur >L%+ tahun 1%E. 0ari persentase tersebut dapat dilihat
bah(a semakin besar usia anak maka hasil ui tuberkulin semakin kurang
spesifik.
Ada beberapa cara melakukan ui tuberkulin' namun sampai sekarang cara
mantouI lebih sering digunakan. Aokasi penyuntikan ui mantouI umumnya
pada M bagian atas lengan ba(ah kiri bagian depan' disuntikkan intrakutan
!ke dalam kulit". Penilaian ui tuberkulin dilakukan /?L@+ am setelah
penyuntikan dan diukur diameter dari pembengkakan !indurasi" yang teradi.
Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri
&ikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk'
dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC
de(asa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan
berkembang biak menadi banyak !terutama pada orang dengan daya tahan
tubuh yang rendah"' dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau
kelenar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi
hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru' otak' ginal' saluran
pencernaan' tulang' kelenar getah bening' dan lain-lain' meskipun demikian
organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.
2. Pembengkakan
%/ndurasi&
= 5[*mm"uji mantoux negatif.
Arti klinis = tidak ada infeksi
Mikobakterium tuberkulosa.
). Pembengkakan
%/ndurasi&
= I[<mm"uji mantoux meragukan.
Hal ini bisa karena kesalahan teknik"
reaksi silang dengan Mikobakterium
atipik atau setelah !aksinasi B98.
I. Pembengkakan
%/ndurasi&
= \ 25mm"uji mantoux positif.
Arti klinis = sedang atau pernah
terinfeksi Mikobakterium
tuberkulosa.
Pemeriksaan radiologis dapat memperkuat diagnosis' karena lebih =1E infeksi
primer teradi di paru-paru maka secara rutin foto thoraI harus dilakukan.
0itemukannya kuman &ikobakterium tuberkulosa dari kultur merupakan
diagnostik TBC yang positif' namun tidak mudah untuk menemukannya.
Klasifkasi TBC (menurut The American Thoracic Society, 1981)
$lasiBkasi 5 1idak pernah terinfeksi" tidak ada kontak" tidak menderita 1B9
$lasiBkasi / 1idak pernah terinfeksi"ada riwayat kontak"tidak menderita 1B9
$lasiBkasi // 1erinfeksi 1B9 ' test tuberkulin % N &" tetapi tidak menderita 1B9
%gejala 1B9 tidak ada" radiologi tidak mendukung dan bakteriologi
negatif&.
$lasiBkasi /// Sedang menderita 1B9
$lasiBkasi /F Pernah 1B9" tapi saat ini tidak ada penyakit aktif
$lasiBkasi F #icurigai 1B9
PENGOBATAN TBC
Pengobatan TBC #riteria I !Tidak pernah terinfeksi' ada ri(ayat kontak' tidak
menderita TBC" dan II !Terinfeksi TBC:test tuberkulin !B"' tetapi tidak
menderita TBC !geala TBC tidak ada' radiologi tidak mendukung dan
bakteriologi negatif" memerlukan pencegahan dengan pemberian I79 1L%5
mg:kgbb:hari.
2. Pencegahan %proBlaksis& primer
Anak yang kontak erat dengan penderita 1B9 B1A %N&.
/,H minimal I bulan walaupun uji tuberkulin %(&.
1erapi proBlaksis dihentikan bila hasil uji tuberkulin ulang menjadi %(& atau
sumber penularan 1B aktif sudah tidak ada.
). Pencegahan %proBlaksis& sekunder
Anak dengan infeksi 1B9 yaitu uji tuberkulin %N& tetapi tidak ada gejala sakit
1B9.
ProBlaksis diberikan selama E(< bulan.
Obat yang digunakan untuk TBC digolongkan atas dua kelompok yaitu :
o Obat primer = /,H %isoniaDid&" ;ifampisin" .tambutol" Streptomisin"
PiraDinamid.
Memperlihatkan efektiBtas yang tinggi dengan toksisitas yang masih dapat
ditolerir" sebagian besar penderita dapat disembuhkan dengan obat(obat
ini.
o Obat sekunder = .xionamid" Paraaminosalisilat" Sikloserin" Amikasin"
$apreomisin dan $anamisin.
Dosis obat antituberkulosis (AT)
bat Dosis harian
(m!"k!bb"hari)
Dosis #$"min!!u
(m!"k!bb"hari)
Dosis %$"min!!u
(m!"k!bb"hari)
/,H C(2C %maks I55 mg&
2C(*5 %maks. <55
mg&
2C(*5 %maks. <55
mg&
;ifampisin
25()5 %maks. E55
mg&
25()5 %maks. E55
mg&
2C()5 %maks. E55
mg&
PiraDinamid 2C(*5 %maks. ) g& C5(65 %maks. * g& 2C(I5 %maks. I g&
.tambutol 2C()C %maks. )"C g& C5 %maks. )"C g& 2C()C %maks. )"C g&
Streptomisin 2C(*5 %maks. 2 g& )C(*5 %maks. 2"C g& )C(*5 %maks. 2"C g&
*eak %==1' program Pemberantasan Penyakit TBC di Indonesia mengalami
perubahan manaemen operasional' disesuaikan dengan strategi global yanng
direkomendasikan oleh F9O. Aangkah ini dilakukan untuk menindaklanuti
Indonesia L F9O oint 2$aluation dan 7ational Tuberkulosis Program in
Indonesia pada April %==/. 0alam program ini' prioritas dituukan pada
peningkatan mutu pelayanan dan penggunaan obat yang rasional untuk
memutuskan rantai penularan serta mencegah meluasnya resistensi kuman
TBC di masyarakat. Program ini dilakukan dengan cara menga(asi pasien
dalam menelan obat setiap hari'terutama pada fase a(al pengobatan.
*trategi 0OT* !0irectly Obser$ed Treatment *hort-course" pertama kali
diperkenalkan pada tahun %==> dan telah diimplementasikan secara meluas
dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat. *ampai dengan tahun +55%'
=?E dari populasi penduduk dapat mengakses pelayanan 0OT* di
puskesmas. *trategi ini diartikan sebagai Kpenga(asan langsung menelan obat
angka pendek oleh penga(as pengobatanK setiap hari.
Indonesia adalah negara high burden' dan sedang memperluas strategi 0OT*
dengan cepat' karenanya baseline drug susceptibility data !0*T" akan menadi
alat pemantau dan indikator program yang amat penting. Berdasarkan data
dari beberapa (ilayah' identifikasi dan pengobatan TBC melalui ,umah *akit
mencapai +5-15E dari kasus BTA positif' dan lebih banyak lagi untuk kasus
BTA negatif. .ika tidak bekera sama dengan Puskesmas' maka banyak pasien
yang didiagnosis oleh ,* memiliki risiko tinggi dalam kegagalan pengobatan'
dan mungkin menimbulkan kekebalan obat.
Akibat kurang baiknya penanganan pengobatan penderita TBC dan lemahnya
implementasi strategi 0OT*. Penderita yang mengidap BTA yang resisten
terhadap OAT akan menyebarkan infeksi TBC dengan kuman yang bersifat
&0, !&ulti-drugs ,esistant". 4ntuk kasus &0,-TB dibutuhkan obat lain
selain obat standard pengobatan TBC yaitu obat fluorokuinolon seperti
siprofloksasin' ofloIacin' le$ofloIacin !hanya sangat disayangkan bah(a obat
ini tidak dianurkan pada anak dalam masa pertumbuhan".
Pengobatan TBC pada orang dewasa
• Kate!ori 1 & #'()*"+'%(%
Selama ) bulan minum obat /,H" rifampisin" piraDinamid" dan etambutol
setiap hari %tahap intensif&" dan * bulan selanjutnya minum obat /,H dan
rifampisin tiga kali dalam seminggu %tahap lanjutan&.
#iberikan kepada=
o Penderita baru 1B9 paru B1A positif.
o Penderita 1B9 ekstra paru %1B9 di luar paru(paru& berat.
• Kate!ori # & '()*",'%(%*%
#iberikan kepada=
o Penderita kambuh.
o Penderita gagal terapi.
o Penderita dengan pengobatan setelah lalai minum obat.
• Kate!ori % & #'()"+'%(%
#iberikan kepada=
o Penderita B1A %N& dan rontgen paru mendukung aktif.
-en!obatan TBC .a/a anak
Adapun dosis untuk pengobatan TBC angka pendek selama > atau = bulan'
yaitu:
2. #'("0'#(# = /,HN;ifampisin setiap hari selama ) bulan pertama"
kemudian /,H N;ifampisin setiap hari atau ) kali seminggu selama 6 bulan
%ditambahkan .tambutol bila diduga ada resistensi terhadap /,H&.
). #'()"+'#(# = /,HN;ifampisinNPiraDinamid= setiap hari selama ) bulan
pertama" kemudian /,HN;ifampisin setiap hari atau ) kali seminggu selama
* bulan %ditambahkan .tambutol bila diduga ada resistensi terhadap /,H&.
Pengobatan TBC pada anak-anak ika I79 dan rifampisin diberikan
bersamaan' dosis maksimal perhari I79 %5 mg:kgbb dan rifampisin %1
mg:kgbb.
0osis anak I79 dan rifampisin yang diberikan untuk kasus:
TB tidak berat
/,H = C mg'kgbb'hari
;ifampisin = 25 mg'kgbb'hari
TB berat !milier dan meningitis TBC"
/,H = 25 mg'kgbb'hari
;ifampisin = 2C mg'kgbb'hari
#osis prednison = 2() mg'kgbb'hari %maks. E5 mg&
OBAT TBC
Tuberkulosis !TBC" dapat menyerang berbagai organ tubuh tetapi yang akan
dibahas adalah obat TBC untuk paru-paru. Tuuan pengobatan TBC ialah
memusnahkan basil tuberkulosis dengan cepat dan mencegah kambuh.
Idealnya pengobatan dengan obat TBC dapat menghasilkan pemeriksaan
sputum negatif baik pada ui dahak maupun biakan kuman dan hasil ini tetap
negatif selamanya.
Obat yang digunakan untuk TBC digolongkan atas dua kelompok yaitu :
• Obat primer = /,H %isoniaDid&" ;ifampisin" .tambutol" Streptomisin"
PiraDinamid.
Memperlihatkan efektiBtas yang tinggi dengan toksisitas yang masih dapat
ditolerir" sebagian besar penderita dapat disembuhkan dengan obat(obat
ini.
• Obat sekunder = .xionamid" Paraaminosalisilat" Sikloserin" Amikasin"
$apreomisin dan $anamisin.
&eskipun demikian' pengobatan TBC paru-paru hampir selalu menggunakan
tiga obat yaitu I79' rifampisin dan pira8inamid pada bulan pertama selama
tidak ada resistensi terhadap satu atau lebih obat TBC primer ini.
1sonia2i/
Isonia8id atau isonikotinil hidra8id yang disingkat dengan I79. Isonia8id
secara in $itro bersifat tuberkulostatik !menahan perkembangan bakteri" dan
tuberkulosid !membunuh bakteri".
&ekanisme kera isonia8id memiliki efek pada lemak' biosintesis asam
nukleat'dan glikolisis. 2fek utamanya ialah menghambat biosintesis asam
mikolat !mycolic acid" yang merupakan unsur penting dinding sel
mikobakterium. Isonia8id menghilangkan sifat tahan asam dan menurunkan
umlah lemak yang terekstrasi oleh metanol dari mikobakterium.
Isonia8id mudah diabsorpsi pada pemberian oral maupun parenteral. #adar
puncak diperoleh dalam (aktu %L+ am setelah pemberian oral. 0i hati'
isonia8id mengalami asetilasi dan pada manusia kecepatan metabolisme ini
dipengaruhi oleh faktor genetik yang secara bermakna mempengaruhi kadar
obat dalam plasma. 7amun' perbedaan ini tidak berpengaruh pada efekti$itas
dan atau toksisitas isonia8idbila obat ini diberikan setiap hari.
*3ek sam.in!
&ual' muntah' anoreksia' letih' malaise' lemah' gangguan saluran pencernaan
lain' neuritis perifer' neuritis optikus' reaksi hipersensiti$itas' demam' ruam'
ikterus' diskrasia darah' psikosis' keang' sakit kepala' mengantuk' pusing'
mulut kering' gangguan BA#' kekurangan $itamin B>' penyakit pellara'
hiperglikemia' asidosis metabolik' ginekomastia' geala reumatik' geala mirip
*ystemic Aupus 2rythematosus.
(esistensi
,esistensi masih merupakan persoalan dan tantangan. Pengobatan TBC
dilakukan dengan beberapa kombinasi obat karena penggunaan obat tunggal
akan cepat dan mudah teradi resistensi. 0isamping itu' resistensi teradi
akibat kurangnya kepatuhan pasien dalam meminum obat. Faktu terapi yang
cukup lama yaitu antara >L= bulan sehingga pasien banyak yang tidak patuh
minum obatselama menalani terapi.
Isonia8id masih merupakan obat yang sangat penting untuk mengobati semua
tipe TBC. 2fek sampingnya dapat menimbulkan anemia sehingga dianurkan
uga untuk mengkonsumsi $itamin penambah darah seperti piridoksin !$itamin
B>".
TB $it B> sudah mengandung isonia8id dan $itamin B> dalam satu sediaan'
sehingga praktis hanya minum sekali saa. TB $it B> tersedia dalam beberapa
kemasan untuk memudahkan bila diberikan kepada pasien anak-anak sesuai
dengan dosis yang diperlukan. TB 3it B> tersedia dalam bentuk:
2. 1ablet
Mengandung /,H *55 mg dan Fit BE )* mg per tablet
). Sirup
Mengandung /,H 255 mg dan Fit BE 25 mg per C ml" yang tersedia dalam )
kemasan =
o Sirup 2)C ml
o Sirup )C5 ml
-erhatian&
• 7bat 1B9 di minum berdasarkan resep dokter dan harus sesuai dengan
dosisnya.
• Penghentian penggunaan obat 1B9 harus dilakukan atas seiDin dokter.

Pertanyaan eputar TBC
2. Apakah tanda(tanda bahwa seseorang terkena penyakit 1B9>
). Apakah setiap orang yang mengalami batuk berdarah berarti menderita
1B9>
I. 1B9 menular melalui media apa saja> #an rata(rata berapa lama gejala
timbul setelah orang terpapar kuman 1B9>
*. Apakah kena udara pagi terus menerus dan merokok dapat menyebabkan
1B9>
C. Apakah penyakit 1B9 itu diwariskan secara genetik>
E. Mengapa pengobatan 1B9 memerlukan waktu yang lama>
6. Bagaimana bila penderita 1B9 tidak mengkonsumsi obat secara teratur>
3. Bisakah penyakit 1B9 disembuhkan secara tuntas> Bagaimana caranya>
<. Apakah orang yang telah sembuh dari penyakit 1B9 dapat terjangkit
kembali>
25. Apakah 0ek kecil di paru(paru pada anak balita sudah dapat dikatakan 1B9>
22. Mungkinkan terkena penyakit 1B9 bila kita hidup di lingkungan yang bersih>
2). Bagaimana efek terhadap janin bila ibu hamil sedang mengidap penyakit
1B9>
2I. Bagaimana sikap kita bila di rumah terdapat anggota keluarga yang
menderita penyakit 1B9>
2*. Pola hidup bagaimana yang harus kita miliki agar terhindar dari penyakit
1B9>
A.akah tan/a4tan/a bah5a seseoran! terkena .enyakit TBC6
Tanda-tanda orang yang dicurigai terkena penyakit TBC yaitu secara umum
dapat dilihat dari gealanya terlebih dahulu yaitu' demam tidak terlalu tinggi
yang berlangsung lama' biasanya dirasakan malam hari disertai keringat
malam. #adang-kadang serangan demam seperti influen8a dan bersifat hilang
timbul. Penurunan nafsu makan dan berat badan. Batuk-batuk selama lebih
dari - minggu !dapat disertai dengan darah". Perasaan tidak enak !malaise"'
lemah. 0an untuk memberikan kepastian maka orang tersebut harus diperiksa
lebih lanut' adi tidak selalu bah(a orang batuk-batuk lama pasti menderita
TBC' harus dipastikan dengan pemeriksaan laboratorium dan foto rontgen.
A.akah setia. oran! yan! men!alami batuk ber/arah berarti
men/erita TBC6
Belum tentu' karena batuk berdarah dapat disebabkan oleh berbagai macam
sebab' bisa karena penyakit paru-paru lainnya' karena adanya perdarahan di
daerah hidung bagian belakang yang tertelan dan pada saat batuk keluar dari
mulut atau karena anak batuk terlalu keras sehingga menyebabkan lukanya
saluran nafas sehingga mengeluarkan darah.
TBC menular melalui me/ia a.a sa7a6 Dan rata4rata bera.a lama
!e7ala timbul setelah oran! ter.a.ar kuman TBC6
Pada umumnya adalah melalui percikan dahak penderita yang keluar saat
batuk !beberapa ahli mengatakan bah(a air ludah uga bisa menadi media
perantara"' bisa uga melalui debu' alat makan:minum yang mengandung
kuman TBC. #uman yang masuk dalam tubuh akan berkembangbiak' lamanya
dari terkumpulnya kuman sampai timbulnya geala penyakit dapat berbulan-
bulan sampai tahunan.
A.akah kena u/ara .a!i terus menerus /an merokok /a.at
menyebabkan TBC6
#ena udara pagi terus menerus tidak terlalu bermasalah dalam hal penularan
TBC' sedangkan merokok dapat menurunkan daya tahan dari paru-paru'
sehingga relatif akan mempermudah terkena TBC.
A.akah .enyakit TBC itu /i5ariskan secara !enetik6
Penyakit TBC tidak di(ariskan secara genetik' karena penyakit TBC bukanlah
penyakit turunan. 9anya karena penularannya adalah melalui percikan dahak
yang mengandung kuman TBC' maka orang yang hidup dekat dengan
penderita TBC dapat tertular.
8en!a.a .en!obatan TBC memerlukan 5aktu yan! lama6
#arena bakteri TBC dapat hidup berbulan-bulan (alaupun sudah terkena
antibiotika !bakteri TBC memiliki daya tahan yang kuat"' sehingga pengobatan
TBC memerlukan (aktu antara > sampai = bulan. Falaupun geala penyakit
TBC sudah hilang' pengobatan tetap harus dilakukan sampai tuntas' karena
bakteri TBC sebenarnya masih berada dalam keadaan aktif dan siap
membentuk resistensi terhadap obat. #ombinasi beberapa obat TBC
diperlukan karena untuk menghadapi kuman TBC yang berada dalam
berbagai stadium dan fase pertumbuhan yang cepat.
Ba!aimana bila .en/erita TBC ti/ak men!konsumsi obat secara
teratur6
9al ini akan menyebabkan tidak tuntasnya penyembuhan' sehingga
dikha(atirkan akan timbul resistensi bakteri TBC terhadap antibiotika
sehingga pengobatan akan semakin sulit dan mahal.
Bisakah .enyakit TBC /isembuhkan secara tuntas6 Ba!aimana
caranya6
Penyakit TBC bisa disembuhkan secara tuntas apabila penderita mengikuti
anuran tenaga kesehatan untuk minum obat secara teratur dan rutin sesuai
dengan dosis yang dianurkan' serta mengkonsumsi makanan yang bergi8i
cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.
A.akah oran! yan! telah sembuh /ari .enyakit TBC /a.at
ter7an!kit kembali6
0apat' karena setelah sembuh dari penyakit TBC tidak ada kekebalan seumur
hidup. .adi bila telah sembuh dari penyakit TBC kemudian tertular kembali
oleh kuman TBC' maka orang tersebut dapat terangkit kembali.
A.akah 9ek kecil /i .aru4.aru .a/a anak balita su/ah /a.at
/ikatakan TBC6
6lek kecil di paru-paru balita pada umumnya memang disebabkan oleh TBC.
Oleh karena itu perlu diteliti apakah ada geala-geala klinis penyakit TBC atau
tidak. Bila tidak ada berarti pernah tertular penyakit TBC tapi karena daya
tahan tubuhnya tinggi sehingga tidak bergeala. Atau saat ini anak tersebut
sudah sembuh dari penyakit TBC dan hanya meninggalkan bekasnya saa di
paru-paru.
8un!kinkan terkena .enyakit TBC bila kita hi/u. /i lin!kun!an
yan! bersih6
#emungkinan kita tertular akan tetap ada' karena kita hidup tidak hanya di
lingkungan sekitar rumah kita saa' bisa saa suatu saat kita berada di
sekolahan' bioskop' kantor' bus yang belum tentu terbebas dari kuman TBC.
9idup di lingkungan yang bersih memang akan memperkecil risiko terangkit
TBC.
Ba!aimana e3ek terha/a. 7anin bila ibu hamil se/an! men!i/a.
.enyakit TBC6
Biasanya keadaan gi8i penderita TBC kurang baik' sehingga hal ini dapat
mempengaruhi perkembangan bagi anin dalam kandungan. Ibu hamil tetap
harus diberikan terapi dengan obat TBC dengan dosis efektif terendah. Obat
TBC yang diminum oleh ibu dapat mele(ati plasenta dan masuk ke anin dan
berdasarkan beberapa kepustakaan disebutkan tidak memberikan efek yang
terlampau berbahaya' akan tetapi pemantauan ketat pada perkembangan
anin harus tetap dilakukan. *etelah bayi dilahirkan dapat dipisahkan terlebih
dahulu dari ibu selama TBC masih aktif.
Ba!aimana sika. kita bila /i rumah ter/a.at an!!ota keluar!a
yan! men/erita .enyakit TBC6
Ba(a pasien ke dokter untuk mendapatkan pengobatan secara teratur' a(asi
minum obat secara ketat dan beri makanan bergi8i. *irkulasi udara dan sinar
matahari di rumah harus baik. 9indarkan kontak dengan percikan batuk
penderita' angan menggunakan alat-alat makan:minum:mandi bersamaan.
-ola hi/u. ba!aimana yan! harus kita miliki a!ar terhin/ar /ari
.enyakit TBC6
Pola hidup sehat adalah kuncinya' karena kita tidak tahu kapan kita bisa
terpapar dengan kuman TBC. 0engan pola hidup sehat maka daya tahan
tubuh kita diharapkan cukup untuk memberikan perlindungan' sehingga
(alaupun kita terpapar dengan kuman TBC tidak akan timbul geala. Pola
hidup sehat adalah dengan mengkonsumsi makanan yang bergi8i' selalu
menaga kebersihan diri dan lingkungan hidup kita' rumah harus
mendapatkan sinar matahari yang cukup !tidak lembab"' dll. *elain itu hindari
terkena percikan batuk dari penderita TBC.